LAMPIRAN II PERHITUNGAN

dokumen-dokumen yang mirip
LAMPIRAN I DATA PENGAMATAN. 1. Data Uji Kinerja Alat Penepung dengan Sampel Ubi Jalar Ungu

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November Desember 2013 di

III. METODOLOGI 3.1 Waktu dan tempat 3.2 Alat dan bahan 3.3 Pengumpulan Data

DATA PENGAMATAN HASIL PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN. dan di Ruang Gudang Jurusan Teknik Pertanian Fakultas Pertanian Universitas

Lampiran 1. Gambar tanaman dan wortel. Tanaman wortel. Wortel

III. METODOLOGI PE ELITIA

METODOLOGI PENELITIAN

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Hasil Pertanian Politeknik

METODOLOGI PENELITIAN

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei Juni 2014 di Desa Lehan Kecamatan

III. METODE PENELITIAN

LAPORAN PRAKTIKUM PROSES PERLAKUAN MEKANIK GRINDING & SIZING

METODE PENGUJIAN BERAT JENIS DAN PENYERAPAN AIR AGREGAT HALUS

BAB III METODE PENELITIAN

III. METODOLOGI. Penelitian inidilaksanakan pada bulan Mei hingga bulan Juni 2014 di

III METODOLOGI PENELITIAN

LAMPIRAN LAMPIRAN 1. PERHITUNGAN KARAKTERISTIK DAN KADAR NUTRISI.

III. METODOLOGI. Penelitian ini dimulai pada bulan Juni-Agustus 2014 dengan lokasi penelitian

METODE PENGUJIAN PARTIKEL RINGAN DALAM AGREGAT

Kinerja Pengeringan Chip Ubi Kayu

Pemeriksaan Gradasi Agregat Halus (Pasir) (SNI ) Berat Tertahan (gram)

PEMADATAN TANAH (ASTM D a)

METODE PENGUJIAN TENTANG ANALISIS SARINGAN AGREGAT HALUS DAN KASAR SNI

Kertas, karton dan pulp Cara uji kadar abu pada 525 o C

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei hingga Juni 2014, bertempat di

BAHAN DAN METODE PENELITIAN. Penelitian pendahuluan dilaksanakan pada bulan Februari 2017 dan

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Temu Putih. Penyortiran Basah. Pencucian. Pengupasan. Timbang, ± 200 g. Pengeringan sesuai perlakuan

V. BATAS SUSUT DAN FAKTOR-FAKTOR SUSUT TANAH

METODOLOGI PENELITIAN

METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari 2013 sampai Maret 2013 di

BAHAN DAN METODE. Adapun bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah tulang

BAB IV PELAKSANAAN PENELITIAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. proses pertumbuhannya yaitu berkisar antara ºc dan baik di tanam pada

LAPORAN AKHIR. Rancang Bangun Alat Pembuat Tepung Ubi Ungu (Pengaruh Kadar Air dan Tingkat Kehalusan Tepung yang Dihasilkan pada Disc Mill)

METODE PENELITIAN. A. Waktu dan Tempat

METODE PENELITIAN A. TEMPAT DAN WAKTU PENELITIAN B. BAHAN DAN ALAT 1. BAHAN 2. ALAT C. TAHAPAN PENELITIAN 1. PENELITIAN PENDAHULUAN III.

Jurnal Ilmiah TEKNIKA ISSN: PENGARUH PUTARAN PISAU TERHADAP KAPASITAS DAN HASIL PERAJANGAN PADA ALAT PERAJANG SINGKONG

III. METODE. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Hasil Pertanian, Pilot. Plant, dan Laboratorium Analisis Politeknik Negeri Lampung.

METODE PENELITIAN. 1. Sampel tanah yang digunakan berupa tanah lempung yang berasal dari. daerah Karang Anyar, Lampung Selatan.

METODOLOGI PENELITIAN. langkah 110 cc, dengan merk Yamaha Jupiter Z. Adapun spesifikasi mesin uji

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA Fakultas Teknik Program Studi S-1 Teknik Sipil Laboratorium Teknologi Bahan Kontruksi

BAB III METODE PENELITIAN

Jumlah serasah di lapangan

MATERI DAN METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan selama bulan Juni Agustus 2014 di Laboratorium

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA Fakultas Teknik Program Studi S-1 Teknik Sipil Laboratorium Struktrur Dan Bahan Kontruksi

1. Spesifikasi sepeda motor bensin 4-langkah 110 cc. Dalam penelitian ini, mesin uji yang digunakan adalah sepeda motor

III. METODE PENELITIAN. Lokasi pengambilan sampel tanah Pasir ini berada di Kecamatan Pasir Sakti,

BAB III METODELOGI PENELITIAN

METODE PENELITIAN. Tabel 2. Formulasi adonan

selanjutnya penulis mengolah data dan kemudian menyusun tugas akhir sampai

UJI BATAS BATAS ATTERBERG ASTM D

L A M P I R A N. Lampiran 1. Dokumentasi. Gambar 1. Mesin Operator MBE. Gambar 2. Mesin Operator MBE

BAB III METODE PENELITIAN

DAFTAR LAMPIRAN. No. Judul Halaman. 1. Pelaksanaan dan Hasil Percobaan Pendahuluan a. Ekstraksi pati ganyong... 66

Tugas Akhir D3 Teknik Mesin DISNAKER ITS

Lampiran 1. Analisis Sifat-sifat Fisik dan Mekanik Edible film. Analisis terhadap sifat-sifat fisik, mekanik dan biologis edible filmini meliputi:

METODE PENGUJIAN KEPADATAN RINGAN UNTUK TANAH

METODOLOGI A. BAHAN DAN ALAT

III. METODE PENELITIAN. Lokasi pengambilan sampel tanah lempung berpasir ini berada di desa

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. furnace, desikator, timbangan analitik, oven, spektronik UV, cawan, alat

TATA CARA PEMBUATAN DAN PERAWATAN BENDA UJI KUAT TEKAN DAN LENTUR TANAH SEMEN DI LABORATORIUM

LAMPIRAN C PERHITUNGAN UMPAN DAN PRODUK

METODE PENELITIAN. Bahan-bahan yang digunakan pada penelitian ini diantaranya : 1. Sampel tanah yang digunakan berupa tanah lempung yang berasal dari

III. METODOLOGI PENELITIAN. ini seperti mengumpulkan hasil dari penelitian terdahulu yang berkaitan

METODE. 3.1 Waktu dan Tempat Pelaksanaan. 3.2 Alat dan Bahan Bahan Alat

BAB V HASIL PENGUJIAN MESIN PENGUPAS DAN PEMISAH. KULIT BUAH KOPI KERIabelNG

METODOLOGI PENELITIAN

METODOLOGI PENELITIAN

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak, Jurusan

III. METODOLOGI PENELITIAN. : Motor Diesel, 1 silinder

BAB III MATERI DAN METODE. Kimia dan Gizi Pangan, Departemen Pertanian, Fakultas Peternakan dan

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

III. METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Kimia/Biokimia Hasil Pertanian

III. BAHAN DAN METODE PENELITIAN

BAB IV METODE PENELITIAN

BAHAN DAN METODE PENELITIAN. Bahan utama yang digunakan dalam penelitian adalah daging paha Ayam

III. METODOLOGI PENELITIAN. Dalam penelitian ini, mesin yang digunakan untuk pengujian adalah

III. METODOLOGI PENELITIAN

III. METODOLOGI PENELITIAN. uji yang digunakan adalah sebagai berikut.

12/17/2012 SIZE REDUCTION (PENGECILAN UKURAN) Karakteristik Ukuran. Ukuran yang digunakan dinyatakan dengan mesh maupun mm.

III. METODOLOGI PENELITIAN. a. Motor diesel 4 langkah satu silinder. digunakan adalah sebagai berikut: : Motor Diesel, 1 silinder

BAB IV PEMBAHASAN 4.1 PERHITUNGAN JUMLAH UAP AIR YANG DI KELUARKAN

III. METODE PENELITIAN. Pada penelitian ini sampel tanah yang digunakan adalah jenis tanah organik

BAB IV METODE PENELITIAN

LAMPIRAN A HASIL PENGUJIAN AGREGAT

Adapun spesifikasi traktor yang digunakan dalam penelitian:

METODE PENGUJIAN HUBUNGAN ANTARA KADAR AIR DAN KEPADATAN PADA CAMPURAN TANAH SEMEN

METODOLOGI PENELITIAN. Waktu dan Tempat

LAMPIRAN 1 DATA BAHAN BAKU

III. METODOLOGI PENELITIAN

Laporan Tugas Akhir Pembuatan Zat Warna Alami dari Buah Mangrove Spesies Rhizophora stylosa sebagai Pewarna Batik dalam Skala Pilot Plan

METODE PENELITIAN. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan Mei 2015, bertempat di

TINJAUAN PUSTAKA. Df adalah driving force (kg/kg udara kering), Y s adalah kelembaban

HASIL PENELITIAN AWAL (VICAT TEST) I. Hasil Uji Vicat Semen Normal (tanpa bahan tambah) Penurunan (mm)

LAMPIRAN 1 METODOLOGI PENELITIAN

Transkripsi:

2.1 Perhitungan Putaran LAMPIRAN II PERHITUNGAN Perhitungan kecepatan untuk mengetahui berapa kemampuan kecepatan alat yang dihasilkan pada proses chips ubi ungu. dibandingkan secara teori dan praktik, kecepatan secara teori didapatkan dari diameter pulley yang dipakai dengan kemampuan kecepatan yang ada di mesin penggerak, dan untuk kecepatan secara praktik didapatkan dari tepung ubi ungu yang dihasilkan. 1. secara teoritis Diketahui : A Diameter pulley pada mesin diesel (6 cm) B Diameter pulley pada disc mill (1,2 cm) C kemampuan putar dalam mesin diesel (3500 rpm) Ditanya : secara teoritis (rpm) secara teoritis (rpm) 700 rpm Jika kecepatan dijadikan dalam satuan per jam (rph) maka hasil kecepatan dalam menit dikali 60, karena dalam 1 jam sama dengan 60 menit. secara teoritis (rph) 700 rpm x 60 menit 42.000 rph 2. secara praktik chips 0,8 mm Diketahui: D Tepung ubi ungu yang dihasilkan dalam 1 kali percobaan E mata pisau yang digunakan dalam 1 kali (3 buah) Ditanya : secara praktik (rpm) 57

58 secara praktik (rpm) 350,28 rpm Jumlah pisau 2 secara praktik (rpm) 1.050,84/2 525,42 rpm Jika kecepatan dijadikan dalam satuan per jam (rph) maka hasil kecepatan dalam menit dikali 60, karena dalam 1 jam sama dengan 60 menit. Jumlah pisau 3 secara praktik (rph) 350,28 rpm x 60 menit 21.016,80 rph Jumlah pisau 2 secara praktik (rph) 525,42 rpm x 60 menit 31.525,2 rph Dengan cara yang sama diperoleh kecepatan dari ketebalan 1 mm, 1,5 mm, 2 mm, dan 0,8 mm dengan menggunakan alat penepung: secara teoritis (rpm) Tabel 16. Penentuan kecepatan Jumlah mata pisau 3 secara teoritis (rph) hasil dalam 1 kali percobaan secara praktik (rpm) secara praktik (rph) 0,8 700 42.000 1.050,84 350,28 21.016,80 1 700 42.000 1.052,07 350,69 21.041,40 1,5 700 42.000 1.051,67 350,56 21.033,40 2 700 42.000 1.051,40 350,47 21.028,00

59 Jumlah mata pisau 2 secara teoritis (rpm) secara teoritis (rph) hasil dalam 1 kali percobaan secara praktik (rpm) secara praktik (rph) 0,8 700 42.000 1.050,84 525,420 31.525,2 1 700 42.000 1.052,07 526,035 31.562,1 1,5 700 42.000 1.051,67 525,835 31.550,1 2 700 42.000 1.051,40 525,700 31.542,0 2.2 Perhitungan Efisiensi Alat Perhitungan efisiensi alat digunakan untuk menunjukkan besarnya efisiensi alat terhadap hasil rajangan. Pada hal ini efisiensi dihitung berdasarkan kecepatan putar secara praktik (rph) berbanding kecepatan putar secara teoritis (rph) dalam 1 kali percobaan. % Effisiensi didapatkan dengan menggunakan rumus sebagai berikut 0,8 mm dengan jumlah mata pisau 3 % effisiensi 50,04 % 0,8 mm dengan jumlah mata pisau 2 % effisiensi 75,06 % Dengan cara yang sama diperoleh %effisiensi alat dari ketebalan 1 mm, 1,5 mm, 2mm, dan 0,8 mm dari perajangan ubi ungu dengan menggunakan alat perajang :

60 Tabel 17. Penentuan effisiensi alat Putaran secara teoritis (rph) Jumlah mata pisau 3 Putaran secara praktik(rph) 0,8 42.000 21.016,80 50,04 1 42.000 21.041,40 50,10 1,5 42.000 21.033,40 50,08 2 42.000 21.028,00 50,07 Effisiensi (%) Putaran secara teoritis (rph) Jumlah mata pisau 2 Putaran secara praktik(rph) Effisiensi (%) 0,8 42.000 31.525,2 75,060 1 42.000 31.562,1 75,148 1,5 42.000 31.550,1 75,119 2 42.000 31.542,0 75,100 2.4 Perhitungan % Yield % yield atau bisa juga disebut dengan % efisiensi alat dalam menghasilkan tepung ubi. Hal ini dihitung dengan jumlah output (Berat chips sesudah ditepungkan ) dibagi input (Berat chips sebelum ditepungkan ). Input berat undersize berat oversize Output berat oversize Rumus Perhitungan: % yield x 100 chips 0,8 mm % yield x 100 87,64% Dengan cara yang sama diperoleh % yield dari ketebalan 1 mm, 1,5 mm, dan 2 mm dari ubi ungu dengan menggunakan alat penepung yaitu:

61 Tabel 18. % yield yang dihasilkan selama pengeringan 2 jam Berat Berat %yield Hasil Umpan 0,8 144,34 17,84 87,64 1 151,25 20,62 86,37 1,5 157,10 21,42 86,37 2 158,69 23,71 85,06 Tabel 19. % yield yang dihasilkan selama pengeringan 4 jam Berat Berat %yield Hasil Umpan 0,8 118,36 16,14 86,36 1 126,68 15,66 87,64 1,5 129,19 15,97 87,64 2 129,48 19,35 85,06 Tabel 20. % yield yang dihasilkan selama pengeringan 6 jam Berat Berat %yield Hasil Umpan 0,8 90,73 12,37 86,37 1 105,70 14,41 86,37 1,5 109,72 16,40 85,05 2 112,53 18,40 83,65 2.5 Perhitungan %Loss % loss atau bisa juga disebut dengan berat yang hilang atau terbuang dalam menghasilkan ubi massa dalam bentuk (%). %loss didapatkan dari 100% - %yield yang didapat. Rumus Perhitungan% loss 100% - % yield 0,8 mm % loss 100% - % yield 100 % - 87,64 % 12,36%

62 Jika % loss dijadikan dalam satuan berat dirumuskan sebagai berikut Berat yang terbuang % loss x (Input /Berat chips sebelum ditepungkan ) 12,36 % x 180,20 gr 22,27 % Dengan cara yang sama diperoleh % loss dan berat yang terbuang dari ketebalan 1 mm, 1,5 mm, dan 2 mm dari ubi ungu dengan menggunakan alat penepung yaitu: Tabel 21. Penentuan %loss pengeringan 2 jam Input %effisiensi %loss berat terbuang 0,8 144,34 90,00 12,36 44,42 1 151,25 91,00 13,63 20,61 1,5 157,10 89,00 13,63 21,41 2 158,69 88,00 14,94 23,70 Tabel 22. Penentuan %loss pengeringan 4 jam Input %effisiensi %loss berat terbuang 0,8 118,36 90,00 13,64 16,14 1 126,68 91,00 12,36 15,65 1,5 129,19 89,00 12,36 15,96 2 129,48 88,00 14,94 19,34 Tabel 23. Penentuan %loss pengeringan 6 jam Input %effisiensi %loss berat terbuang 0,8 90,73 90,00 13,63 12,31 1 105,70 91,00 13,63 14,40 1,5 109,72 89,00 14,95 16,40 2 112,53 88,00 16,35 18,39 2.6 Perhitungan Kapasitas Penepungan

63 Kapasitas dihitung dengan perlakuan kecepatan yaitu 700 rpm dengan menggunakan dua ukuran saringan yakni 80 mesh (Rangkuti, 2012). Rumus kapasitas : Kpt Wpk/ t x 100 Dimana: Kpt: Kapasitas mesin penepung (kg/ jam) Wpk: Berat bahan (kg) t: Waktu (3600 detik) Tabel 24. Penentuan kapasitas selama pengeringan 2 jam Berat bahan (kg) 0,8 0,18 2,16 1 0,18 2,27 1,5 0,20 2,41 2 0,21 2,49 Kapasitas (kg/ jam) Tabel 25. Penentuan kapasitas selama pengeringan 4 jam Berat bahan (kg) 0,8 0,14 1,79 1 0,15 1,88 1,5 0,16 1,96 2 0,17 2,03 Kapasitas (kg/ jam) Tabel 26. Penentuan kapasitas selama pengeringan 6 jam Berat bahan (kg) 0,8 0,11 1,37 1 0,13 1,58 1,5 0,14 1,70 2 0,15 1,79 Kapasitas (kg/ jam) 2.7 Perhitungan Kadar Air

64 2.6.1 Perhitungan Kadar Air Tepung Kadar air ditentukan dengan metoda oven (AOAC 1984), sebanyak 5 gram contoh ditimbang dalam cawan yang telah diketahui berat tetapnya. Dikeringkan dalam oven pada suhu 105 o C. selama 3 jam atau sampai berat tetap. Disimpan dalam desikator, setelah dingin ditimbang dinyatakan dalam persen berat basah. Rumus Perhitungan kadar air standar SNI 01-4493-1998: W1 - W2 Kadar air (%, b\b) x 100% W1 - Wo dengan pengertian : Wo adalah berat cawan; W1 adalah sampel basah + cawan W2 adalah sampel kering + cawan b/b adalah berat basah. Waktu pengeringan 3 jam chips tepung 0,8 mm Massa cawan kosong (Wo) 32,147 Massa cawan + sampel basah (W1) 36,69 Massa cawan + sampel kering (W2) 24,78 Maka, Kadar air tepung(%, b\b) W1 - W2 W1 - Wo x 100% x 100% 26% Dengan cara yang sama diperoleh % kadar air yang teruapkan dari ubi ungu T 40 o C, t 2 jam. dengan menggunakan oven:

65 Tabel 27. Kadar air tepung ubi ungu T 40 o C, t 2 jam ketebalan % kadar air 0,8 10,55 1 10,95 1,5 11,28 2 11,95 Tabel 28. Kadar air tepung ubi ungu T 40 o C, t 4 jam ketebalan % kadar air 0,8 9,42 1 9,96 1,5 10,22 2 10,29 Tabel 29. Kadar air tepung ubi ungu T 40 o C, t 6 jam ketebalan 0,8 8,49 1 8,69 1,5 9,22 2 9,42 % kadar air