E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

dokumen-dokumen yang mirip
E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

EFEKTIVITAS LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DALAM MENGATASI KESULITAN BELAJAR PESERTA DIDIK DI KELAS X SMA NEGERI 1 PAINAN

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

PERAN GURU BIMBINGAN DAN KONSELING SERTA PERAN GURU MATA PELAJARAN DALAM MENGATASI KESULITAN BELAJAR SISWA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) NEGERI

PENINGKATAN HASIL BELAJAR MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW

PENINGKATAN HASIL PEMBELAJARAN PERKALIAN MENGGUNAKAN MEDIA KOTAKMATIKA DI KELAS IV SEKOLAH DASAR ARTIKEL PENELITIAN OLEH MISLAH NIM F

PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN SEDERHANA MELALUI MODEL KOOPERATIF PICTURE AND PICTURE KELAS III SD

Keywords: Math Learning Outcome,Student s Learning Activity, Learning Starts With A Question

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PELAJARAN IPA DENGAN METODE DEMONSTRASI BERBANTU MEDIA GAMBAR PADA KELAS IV SDN LOMPIO. Oleh.

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA BERKESULITAN BELAJAR MELALUI LAYANAN BIMBINGAN BELAJAR

PENDAHULUAN. Andri Irawan

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA KATA MELALUI METODE GLOBAL BAGI ANAK KESULITAN BELAJAR

PENGGUNAAN ALAT PERAGA KARTU BILANGAN UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA KELAS IV DI SDN 2 SANGGRAHAN

PENINGKATAN MINAT DAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI SISWA DENGAN TEKNIK PETA PIKIRAN KELAS VII SMP NEGERI 2 SUTERA KABUPATEN PESISIR SELATAN

PENGARUH PEMBERIAN UMPAN BALIK TERHADAP KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN OPERASI HITUNG BENTUK ALJABAR

Analisis Proses Pembelajaran Biologi Pada Materi Protista Di Kelas X SMA Negeri 1 Batang Anai Kabupaten Padang Pariaman

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA MENGGUNAKAN PENDEKATAN BRAIN BASED LEARNING DI SDN 20 KURAO PAGANG

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

PENERAPAN STRATEGI BELAJAR AKTIF TIPE CLASS CONCERN DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA SISWA KELAS VII SMPN 3 KECAMATAN HARAU KABUPATEN LIMA PULUH KOTA

PENGARUH LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK BELAJAR TERHADAP MANAJEMEN PESERTA DIDIK DALAM BELAJAR SISWA SMP NEGERI 17 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2014/2015

PELAKSANAAN DIAGNOSIS KESULITAN BELAJAR DAN PENGAJARAN REMEDIAL OLEH GURU BK DAN GURU MATA PELAJARAN

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

pefektivitas TEKNIK HORIZONTAL DALAM MENINGKATKAN OPERASI HITUNG PERKALIAN BAGI ANAK BERKESULITAN BELAJAR Oleh:

PENGARUH PENGGUNAAN METODE SIRE TERHADAP KETERAMPILAN MEMBACA PEMAHAMAN SISWA KELAS VII SMP NEGERI 26 PADANG ARTIKEL ILMIAH ROZA YULIANA NPM

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPA DENGAN MENGGUNAKAN METODE INKUIRI DI KELAS VI SD NEGERI 30 SUNGAI NANAM KABUPATEN SOLOK

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

HUBUNGAN ANTARA LINGKUNGAN DAN MINAT BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA JURNAL. Oleh MARYATI FITRIA AKHYAR SUGIYANTO

Tabel 1. Deskripsi Aktivitas Belajar Siswa

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

MASALAH BELAJAR PESERTA DIDIK YANG TIDAK TINGGAL DENGAN ORANG TUA (Suatu Kajian di SMA Negeri I Rao Kabupaten Pasaman) E-JURNAL


MODEL KOOPERATIF TIPE COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOTITION

PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN WORD SQUARE DALAM PENINGKATAN HASIL BELAJAR BAHASA INGGRIS SISWA KELAS IV SDN 2 BANDUNG

Monif Maulana 1), Nur Arina Hidayati 2) 1 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, UAD

PENGGUNAAN MODEL JIGSAW DISERTAI MEDIA GAMBAR DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS SISWA KELAS V SDN 2 WONOYOSO TAHUN AJARAN 2012/2013

ARTIKEL PENELITIAN OLEH: MEL YULIA NPM

PENINGKATAN MINAT DAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN SISWA KELAS X.8 DENGAN METODE COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION

PENGARUH PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR TEMATIK SISWA JURNAL. Oleh

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA SISWA KELAS XI IPA SMAN 6 PADANG

JURNAL SKRIPSI. Diajukan untuk Memenuhi Persyaratan dalam Menyelesaikan Program Sarjana (S1) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Asep Zuhairi Saputra, 2014

JURNAL SKRIPSI. Diajukan untuk Memenuhi Persyaratan dalam Menyelesaikan Program Sarjana (S1) Pendidikan Guru Sekolah Dasar

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL KONSEP ANGKA MELALUI MEDIA KOTAK ANGKA BAGI ANAK BERKESULITAN BELAJAR

PENGGUNAAN METODE INKUIRI UNTUK MENINGKATKAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA TENTANG BANGUN DATAR PADA SISWA KELAS III SDN KRADENAN

ARTIKEL PENINGKATAN HASIL BELAJAR PENJUMLAHAN SISWA KELAS II MELALUI ALAT PERAGA SEDOTAN DAN KANTONG BILANGAN DI SDN 13 BANGKO KABUPATEN SOLOK SELATAN

PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN MENGGUNAKAN KARTU KATA BERGAMBAR

KEMAMPUAN MENGUBAH TEKS WAWANCARA MENJADI KARANGAN NARASI SISWA KELAS VII SMP NEGERI 2 LEMBAH MELINTANG KABUPATEN PASAMAN BARAT JURNAL

TEKNIK DASAR LOMPAT JAUH MELALUI MEDIA ALAT PERAGA KOTAK DI SDN 15 BELITANG UBAH ARTIKEL ILMIAH

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CORE TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMPN 29 PADANG Luchsyah Asdianti 1, Mukhni 2

EFEKTIVITAS METODE LATIHAN SENSORIS MOTOR DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS HURUF (VOKAL) BAGI ANAK TUNARUNGU SEDANG

ARTIKEL PENELITIAN PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA SISWA KELAS IV DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING

PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF TIPE LEARNING CELL DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA PADA SISWA KELAS VII SMPN 3 PADANG

PENINGKATAN PARTISIPASI BELAJAR SISWA KELAS IV DENGAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PORTOFOLIO PADA PEMBELAJARAN PKn DI SD NEGERI 22 LUBUK MINTURUN

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

PENERAPAN STRATEGI BELAJAR AKTIF TIPE LEARNING TOURNAMENT PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMPN 15 PADANG

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI KELAS IV SD NEGERI PUCANGAN

PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE CONCEPT SENTENCE UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS CERITA KEMBALI

PENGGUNAAN METODE JARIMAGIC DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR

PENINGKATAN MINAT BELAJAR SISWA KELAS V DALAM PEMBELAJARAN IPS DENGAN STRATEGI THE LEARNING CELL DI SDN 12 MONGAN POULA SIBERUT UTARA

PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA MENGGUNAKAN METODE DEMONSTRASI PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS IV SEKOLAH DASAR

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI METODE INKUIRI PADA SISWA KELAS IV SDN 27 SAGO PESISIR SELATAN

BAB I PENDAHULUAN. Saat ini sering dijumpai siswa sekolah dasar yang mempunyai kecerdasan

Rustam Effendi dan Hendra

PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNINGTIPE STAD DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA TENTANG BANGUN DATAR PADA SISWA KELAS III SD

ARTIKEL JURNAL SKRIPSI

KEMAMPUAN MENULIS PARAGRAF PERSUASI SISWA KELAS X SMAN 9 PADANG DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA IKLAN PRODUK JURNAL ILMIAH

PENERAPAN STRATEGI BELAJAR AKTIF TIPE TRADING PLACES

PENINGKATAN HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA MELALUI METODE LATIHAN SISWA KELAS IV SD NEGERI 009 AIR EMAS KECAMATAN UKUI

Key Words : Reading Comprehension, Answer the Questions

PASSING BAWAH MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN KOMPETISI PERMAINAN BOLA VOLI DI SDN 14 NANGA SURI

KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN DESKRIPSI MENGGUNAKAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE THINK TALK WRITE (TTW) SISWA KELAS X SMA NEGERI 6 PADANG

Joyful Learning Journal

E-JUPEKhu(JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

TINGKAT KETERLAKSANAAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI BAGI SISWA BERKEBUTUHAN KHUSUS (PENJAS ADAPTIF) DI SEKOLAH DASAR INKLUSI SE-KECAMATAN SENTOLO

PENGGUNAAN METODE UNIT TEACHING DALAM PENINGKATAN HASIL BELAJAR MENULIS AKSARA JAWA SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR

Transkripsi:

Volume 4 Nomor 3 September 2015 E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS) http://ejournal.unp.ac.id/index.php/jupekhu Halaman :670-677 PREVALENSI ANAK BERKESULITAN BELAJAR DI SEKOLAH DASAR SE-KECAMATAN PAYAKUMBUH KABUPATEN LIMA PULUH KOTA YULIA NOVA RINA (PLB-FIP UNP, email: yulianova.rina92@gmail.com) Abstrak: This research was due to the fact that there were some problems found at elementary schools in. From the preliminary observation at two elementary schools in Kecamatan Payakumbuh, it was found that every year, there were always a number of students who were not qualified to continue to the next grade. Unfortunately, the learning problems that the students had were yet identified by the homeroom teachers as well as the special need education teachers. As a result, the services done by teachers at schools were not directed to help those students yet. Based on those premilinary research findings, this research was done to find out the prevalence of students with learning disability in order to make the teachers services more directed. The result of research analysis showed that from 647 students, 151 of them (23,3%) were having the learning disability in reading, 295 of them (45,6%) were having the learning disability in writing, and 83 (12,8%) were having the learning disability in calcuting. Keywords; Prevalence, learning disability. PENDAHULUAN Anak berkesulitan belajar adalah anak yang mengalami gangguan/ kesulitan dalam proses belajarnya, baik itu berhitung, menulis, mendengarkan, membaca dan berfikir. Kesulitan belajar atau learning disabilities menurut Kirk dalam Wardani (1995: 7) menjelaskan bahwa, Kesulitan belajar didefenisikan sebagai sebagai kelambatan atau penyimpangan dalam bidang akademik dasar, (seperti berhitung, membaca, mengeja, menulis), serta gangguan berbicara dan bahasa. Namun bidang-bidang ketidakmampuan atau kesulitan tersebut tidak dapat dikaitkan dengan mental atau tunagrahita. Menurut Abdurrahman (2012:7), Kesulitan belajar akademik menunjuk pada adanya kegagalan-kegagalan pencapaian prestasi akademik yang sesuai dengan kapasitas yang diharapkan. Kegagalan-kegagalan tersebut mencakup penguasaan keterampilan dalam membaca, menulis, dan/ atau matematika. Pada kenyataan di lapangan, kesulitan belajar dapat dilihat dari adanya siswa yang memperoleh nilai yang kurang baik dari beberapa mata pelajaran yang diikutinya atau juga dilihat dari semakin seringnya nilai anak dibawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) dan anak sering 670

671 melakukan remedial dalam beberapa mata pelajaran, serta adanya siswa yang tinggal kelas sampai juga akhirnya putus sekolah. Dari hasil observasi peneliti ke sekolah-sekolah dasar di Kecamatan Payakumbuh Kabupaten Lima Puluh Kota didapatkan data bahwa masih banyaknya anak-anak yang mengulang di kelas yang sama tahun berikutnya atau biasa disebut tinggal kelas. Dari 29 sekolah dasar (SD) di Kecamatan Payakumbuh peneliti melakukan studi pendahuluan ke 2 sekolah dasar (SD), yaitu SD X dan Y. Data 4 tahun terakhir memperlihatkan bahwa terdapat anak-anak yang tinggal kelas setiap tahunnya. Pada sekolah X di Tahun Ajaran 2010-2011 ada 11 orang anak yang tinggal kelas mulai dari kelas I sampai kelas V. Di Tahun Ajaran 2011-2012 ada 15 orang anak yang tidak naik kelas. Dan pada Tahun Ajaran 2012-2013 terdapat 3 orang anak yang tinggal kelas. Dan pada Tahun Ajaran 2013-2014 diperoleh data bahwa 6 anak tinggal kelas. Sedangkan di sekolah Y didapatkan data untuk Tahun Ajaran 2010-2011, bahwa ada 12 orang anak yang tidak naik kelas. Tahun Ajaran 2011-2012 ada 7 orang anak yang tinggal kelas. Pada Tahun Ajaran 2012-2013 terdapat 14 orang anak yang tidak naik kelas. Dan pada Tahun Ajaran 2013-2014 sudah tidak ada lagi anak yang tinggal kelas. Adanya anak yang tinggal kelas, namun belum diketahui kesulitan belajar yang dialaminya karena di sekolah belum dilakukan identifikasi oleh guru kelas maupun Guru Pembimbing Khusus (GPK) menyebabkan belum terarahnya layanan yang diberikan guru untuk membantu anak. Dari hasil wawancara dengan beberapa guru kelas, guru kelas belum melakukan identifikasi kepada anak didik mereka karena guru kelas basic-nya bukan sarjana lulusan pendidikan khusus. Dari hasil wawancara peneliti dengan guru-guru di sekolah X dan Y pun terlihat bahwa guruguru tidak mengetahui berapa jumlah anak yang mengalami kesulitan belajar di setiap kelasnya, apalagi di sekolahnya. Begitu juga dengan kepala sekolah, ketika ditanya tentang jumah anak kesulitan belajar, kepala sekolah menjawab tidak tahu dan menyarankan untuk melihat buku naik tinggal kelas karena disana dapat dilihat siapa saja yang tinggal kelas setiap tahun ajarannya. Melihat kenyataan ini di lapangan, menggerakkan peneliti untuk mendata prevalensi (total) anak kesulitan belajar di sekolah dasar se- agar setiap sekolah dasar se-kecamatan Payakumbuh mengetahui total keseluruhan anak-anak berkesulitan belajar yang dialami oleh anaknya, sehingga layanan pendidikan yang diberikan lebih terarah dan semoga bisa menggerakkan dinas terkait untuk segera melaksanakan pendidikan inklusi di Kabupaten Lima Puluh Kota ini.

672 Menurut Daldiyono (2006:177), Prevalensi menunjukkan jumlah penderita (kasus) dalam lingkup populasi tertentu dalam satuan waktu tertentu. Lain lagi pendapat Abdurrahman (2012:5), menyatakan prevalensi adalah angka kejadian. Dari beberapa pendapat di atas, dapat diambil pengertian bahwa prevalensi adalah jumlah atau total angka kelainan atau hambatan. Berdasarkan hasil observasi, peneliti sangat tertarik untuk melakukan penelitian tentang paparan peneliti di atas. Maka Peneliti tertarik melakukan sebuah penelitian yang berjudul Prevalensi Anak Berkesulitan Belajar di Sekolah Dasar (SD) se-kecamatan Payakumbuh Kabupaten Lima Puluh Kota. Secara umum, tujuan dari penelitian ini adalah: 1. Mengetahui prevalensi anak berkesulitan belajar membaca pada kelas III di SD se- 2. Mengetahui prevalensi anak berkesulitan belajar menulis pada kelas III di SD se- 3. Mengetahui prevalensi anak berkesulitan belajar berhitung pada kelas III di SD se- METODE PENELITIAN Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Menurut Arikunto (2010:173), Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian. Apabila seseorang ingin meneliti semua elemen yang ada dalam wilayah penelitian, maka penelitian merupakan penelitian populasi. Studi atau penelitiannya disebut studi populasi sensus. Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah seluruh siswa kelas III di SD se-kecamatan Payakumbuh Kabupaten Lima Puluh Kota dengan jumlah SD sebanyak 29 buah sekolah. Adapun pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan teknik sampel bertujuan (purposive sample). Dimana Arikunto (2010:183) menjelaskan Sampel bertujuan dilakukan dengan cara mengambil subjek bukan didasarkan atas strata, random atau daerah tetapi didasarkan atas adanya tujuan tertentu. Teknik ini dilakukan karena mempertimbangkan keterbatasan waktu, tenaga, dan dana sehingga tidak mengambil sampel yang terlalu besar.

673 Adapun gambaran umum objek penelitian tersebut dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 4.1 Objek Penelitian Jumlah Siswa Kelas III Sekolah Dasar Kecamatan Payakumbuh No Nama Sekolah Jumlah Siswa 1 SDN 01 Taeh Bukik 14 2 SDN 02 Taeh Bukik 12 3 SDN 03 Taeh Bukik 18 4 SDN 04 Taeh Bukik 7 5 SDN 01 Taeh Baruah 46 6 SDN 02 Taeh Baruah 38 7 SDN 03 Taeh Baruah 32 8 SDN 04 Taeh Baruah 19 9 SDN 05 Taeh Baruah 26 10 SDN 06 Taeh Baruah 19 11 SDN 01 Koto Tangah Simalanggang 49 12 SDN 02 Koto Tangah Simalanggang 11 13 SDN 03 Koto Tangah Simalanggang 12 14 SDN 01 Koto Baru Simalanggang 34 15 SDN 02 Koto Baru Simalanggang 19 16 SDN 03 Koto Baru Simalanggang 55 17 SDN 04 Koto Baru Simalanggang 25 18 SDN 05 Koto Baru Simalanggang 25 19 SDN 01 Simalanggang 16 20 SDN 02 Simalanggang 6 21 SDN 03 Simalanggang 14 22 SDN 04 Simalanggang 28 23 SDN 01 Piobang 6 24 SDN 02 Piobang 34

674 25 SDN 03 Piobang 23 26 SDN 04 Piobang 13 27 SDN 01 Sungai Beringin 16 28 SDN 02 Sungai Beringin 15 29 SDN 03 Sungai Beringin 15 Jumlah siswa 647 HASIL Adapun perolehan data peneliti dilapangan disajikan dalam tabel berikut: Tabel 1. Prevalensi Anak Berkesulitan Belajar Membaca pada Kelas III di SD se- Jumlah Anak Jumlah AKB Membaca % 647 151 23,3% Dari tabel 1 di atas dapat dilihat anak yang mengalami kesulitan belajar membaca frekuensinya 151 orang dari 647 orang anak yang belajar di kelas III Sekolah Dasar (SD) se-. Jadi, dengan demikian persentase anak yang mengalami kesulitan belajar membaca sebanyak ( 23,3% ) atau sebagian kecil dari seluruh anak kelas III SD se-. Tabel 2. Prevalensi Anak Berkesulitan Belajar Menulis pada Kelas III di SD se- Jumlah Anak Jumlah AKB % 647 295 45,6% Dari tabel 2 di atas dapat dilihat anak yang mengalami kesulitan belajar menulis frekuensinya 295 orang dari 647 orang anak yang belajar di kelas III Sekolah Dasar (SD) se-. Jadi, dengan demikian persentase anak yang mengalami kesulitan belajar menulis sebanyak (45,6%) atau hampir sebagian dari seluruh anak kelas III SD se-. Tabel 3. Prevalensi Anak Berkesulitan Belajar Berhitung pada Kelas III di SD se-

675 Jumlah Anak Jumlah AKB % 647 83 12,8% Dari tabel 3 di atas dapat dilihat anak yang mengalami kesulitan belajar Berhitung frekuensinya 83 orang dari 647 orang anak yang belajar di kelas III Sekolah Dasar (SD) se-kecamatan Payakumbuh Kabupaten Lima Puluh Kota. Jadi, dengan demikian persentase anak yang mengalami kesulitan belajar Berhitung sebanyak (12,8% ) atau sebagian kecil dari seluruh anak kelas III SD se-. PEMBAHASAN Anak berkesulitan belajar di dua sekolah dari hasil studi pendahuluan belum teridentifikasi dengan baik karena belum diketahui kesulitan belajar yang dialaminya. Ini disebabkan guru kelas belum melakukan identifikasi kepada anak didik mereka dan juga guru kelas basic-nya bukan sarjana lulusan pendidikan khusus. Sebagian kecil anak kelas III Sekolah Dasar (SD) se-kecamatan Payakumbuh Kabupaten Lima Puluh Kota yang mengalami kesulitan belajar membaca. Sebagian kecil anak ini mengalami perkembangan kemampuan membaca anak yang lambat, sering mengalami kesalahan dalam membaca, dan kemampuan memahami isi bacaan anak rendah sehingga diperlukannya lebih banyak latihan membaca agar anak dapat membaca dengan lancar seperti sebagian besar temannya yang lain yang telah lancar membaca dan tidak mengalami kesulitan belajar membaca. Hampir sebagian anak kelas III Sekolah Dasar (SD) se-kecamatan Payakumbuh Kabupaten Lima Puluh Kota mengalami kesulitan belajar menulis. Anak sering salah menulis huruf b dengan p, sering salah menulis huruf p dengan q, sering salah menulis huruf v dengan u, sering salah menulis huruf 2 dengan 5, sering salah menulis huruf 6 dengan 9, hasil tulisannya jelek dan hampir tidak terbaca, tulisannya banyak salah, tulisannya terbalik, ada huruf yang hilang, dan sulit menulis dengan lurus pada kertas tak bergaris. Inilah yang mengidentifikasikan anak berkesulitan belajar menulis. Sebagian kecil anak kelas III Sekolah Dasar (SD) se-kecamatan Payakumbuh Kabupaten Lima Puluh Kota mengalami kesulitan belajar berhitung. Kesalahan yang banyak terjadi terlihat kadangkadang anak sulit membedakan tanda-tanda +, -, x, :, >, <, = sehingga salah dalam operasi hitungan, kurang berhati-hati dalam berhitung, salah dalam penyisipan dan peminjaman, salah membilang dengan urut, sering salah membedakan antara antara 9 dengan 6, sering salah membedakan antara

676 antara 2 dengan 5, salah membedakan antara antara 3 dengan 8, dan sulit membedakan bangunbangun geometri. SIMPULAN DAN SARAN Semua tahap yang peneliti lakukan dimulai dari membuat soal, memberikan soal kepada anak dan selanjutnya pemeriksaan hasil jawaban anak. Dari analisis data yang peneliti lakukan, terlihat bahwa sebagian kecil anak kelas III Sekolah Dasar (SD) se-kecamatan Payakumbuh Kabupaten Lima Puluh Kota yang mengalami kesulitan belajar membaca, hampir sebagian anak kelas III Sekolah Dasar (SD) se- mengalami kesulitan belajar menulis, dan sebagian kecil anak kelas III Sekolah Dasar (SD) se-kecamatan Payakumbuh Kabupaten Lima Puluh Kota mengalami kesulitan belajar berhitung. Dari hasil penelitian yang dapat dilihat dari kesimpulan yang telah dikemukakan, maka ada beberapa saran yang dapat disampaikan melalui penelitian ini, yaitu sebagai berikut: (a) kepala sekolah hendaknya lebih memperhatikan pelayanan terhadap anak berkesulitan belajar di dalam kelas. Salah satunya dapat dengan program bimbingan dan konseling yang rutin oleh guru kelas kepada setiap anak yang mengalami masalah dalam belajarnya, (b) dalam proses pembelajaran guru sebaiknya dapat lebih memperhatikan anak yang berkesulitan belajar ini dan juga guru dapat melakukan kegiatan bimbingan dan konseling secara rutin terhadap anak yang berkesulitan belajar. Serta janganlah guru memberikan judge atau memberikan nama-nama yang tidak baik terhadap anak berkesulitan belajar seperti: bodoh, engak, mada, pandia, binguang, pokak, dan lain sebagainya sehingga tidak pula dicontoh oleh anak lainnya untuk memanggil dengan sebutan seperti itu kepada temannya, (c) bagi peneliti selanjutnya yang ingin meneliti prevalensi anak berkesulitan belajar dengan judul yang sama, peneliti sarankan agar memilih penelitian dikelas yang berbeda atau kalau sanggup seluruh kelas dari kelas I sampai kelas VI. Hal ini dimaksudkan agar permasalahan yang terlihat dapat terungkap dengan apa yang sebenarnya yang terjadi dilapangan dapat diperoleh secara maksimal dan menyeluruh, serta jika ingin meneliti tentang anak berkesulitan belajar dapat menjadikan acuan dan gambaran hasil penelitian ini, bahwa di setiap sekolah memiliki perbedaan anak berkesulitan belajar, sehingga peneliti berikutnya dapat melihat alasan kenapa di satu sekolah lebih banyak anak berkesulitan belajarnya dibandingkan dengan sekolah lain.

677 DAFTAR RUJUKAN Abdurrahman, Mulyono. 2009. Pendidikan Bagi Anak Berkesulitan Belajar. Jakarta: Rineka Cipta. Abdurrahman, Mulyono. 2012. Anak Berkesulitan Belajar, Teori, Diagnosis, dan Remediasinya. Jakarta: Rineka Cipta. Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta. Daldiyono. 2006. Menuju Seni Ilmu Kedokteran: Bagaimana Dokter Berpikir dan Bekerja. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Wardani, A.K., 1995. Pengajaran Bahasa Indonesia Bagi Anak Berkesulitan Belajar. Depdikbud.