SATUAN ACARA PERKULIAHAN

dokumen-dokumen yang mirip
SATUAN ACARA PERKULIAHAN

SATUAN ACARA PERKULIAHAN

SATUAN ACARA PERKULIAHAN

RENCANA PROGRAM KEGIATAN PERKULIAHAN SEMESTER (RPKPS)

SATUAN ACARA PERKULIAHAN

SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH : KEWIRAUSAHAAN KODE : EK11. E224 / 2 SKS

SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP)

BAB 2 KERANGKA PENGEMBANGAN SANITASI

Buku Putih Sanitasi (BPS) Kabupaten Pelalawan

4.1 PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DAN PROMOSI HIGIENE

SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP)

SATUAN ACARA PERKULIAHAN

SATUAN ACARA PERKULIAHAN

PENDIDIKAN LINGKUNGAN UNTUK SD

DISTRIBUSI MATA KULIAH PER SEMESTER (KURIKULUM 2008) PROGRAM STUDI TEKNIK LINGKUNGAN. 3 Laboratorium Lingkungan

BAB I PENDAHULUAN. Buku Putih Sanitasi (BPS) Kabupaten Kapuas Hulu Tahun Latar Belakang

SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP)

Modul 1: Pengantar Pengelolaan Sumber Daya Air

BAB IV PROGRAM DAN KEGIATAN PERCEPATAN PEMBANGUNAN SANITASI

Buku Putih Sanitasi Kota Bogor

DIREKTORAT PENGEMBANGAN PLP MENUJU UNIVERSAL AKSES

URAIAN TUGAS PETUGAS KESEHATAN LINGKUNGAN Diposkan oleh Nur salim, Amd.KL

PROFIL IPAL KOTA BANDA ACEH

Kegiatan Belajar 2: Menjelaskan Konservasi Sumber daya Alam dan Lingkungan dalam konteks Perencanaan Wilayah.

SILABUS. I. Identitas Mata Kuliah:

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

GUBERNUR JAWA TIMUR KEPUTUSAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 188/ 75 /KPTS/013/2017 TENTANG

BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN TANGERANG PROVINSI BANTEN. Program Percepatan Pembangunan Sanitasi (PPSP) Tahun 2012 POKJA AMPL KABUPATEN TANGERANG

B A B I P E N D A H U L U A N

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

STRATEGI SANITASI KABUPATEN (SSK)

Implementasi Kebijakan dan Regulasi Dalam Kesehatan Lingkungan

BAB II Kerangka Pengembangan Sanitasi

BUPATI PESISIR SELATAN

KONSEP PENANGANAN SANITASI DI KAWASAN KUMUH PERKOTAAN

WALIKOTA BATU PROVINSI JAWA TIMUR KEPUTUSAN WALIKOTA BATU NOMOR: /89/KEP/ /2015 TENTANG

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Indonesia

Strategi Sanitasi Kabupaten ( Refisi 2012)

METODE PERANCANGAN-1

SATUAN ACARA PERKULIAHAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN STRATEGI SANITASI KABUPATEN MADIUN

KONSEP DASAR KESEHATAN LINGKUNGAN

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. dapat bertahan hidup lebih dari 4 5 hari tanpa minum air. Air juga digunakan untuk

GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN (GBPP)

GUBERNUR JAWA TIMUR GUBERNUR JAWA TIMUR,

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BUKU PUTIH SANITASI KAB. WAKATOBI (POKJA SANITASI 2013) BAB I PENDAHULUAN

BAB III ISU STRATEGIS DAN TANTANGAN LAYANAN SANITASI KOTA

GUBERNUR JAWA TIMUR GUBERNUR JAWA TIMUR,

BAB I PENDAHULUAN. lainnya. Nelayan dibedakan menjadi tiga kelompok, yaitu nelayan buruh, nelayan

GUBERNUR NUSA TENGGARA TIMUR PERATURAN GUBERNUR NUSA TENGGARA TIMUR NOMOR : 10 TAHUN 2012 TENTANG

BUPATI HULU SUNGAI TENGAH

KURIKULUM INSTITUSI PROGRAM DIPLOMA III GIZI JURUSAN GIZI

SATUAN ACARA PERKULIAHAN MANAJEMEN KEUANGAN 1 (S1 AKUNTANSI) KODE / SKS: IT / 2 SKS

PENDAHULUAN. Bab Latar Belakang. BPS Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung

SATUAN ACARA PERKULIAHAN

BAB I PENDAHULUAN. cenderung mencari keuntungan yang sebesar-besarnya tanpa memperhatikan

BERITA DAERAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT

SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP)

SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP)

BAB V PENUTUP. dalam status terkontaminasi Escherichia coli. Air sumur gali tersebut tidak. dapat dikemukakan saran sebagai berikut :

BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN TOJO UNA-UNA

ARAH PEMBANGUNAN SEKTOR SANITASI Disampaikan oleh : Ir. M. Maliki Moersid, MCP Direktur Pengembangan PLP

BAB 1 PENDAHULUAN. masa depan yang penduduknya hidup dalam lingkungan dan perilaku sehat, mampu

PERATURAN WALIKOTA MALANG NOMOR 27 TAHUN 2010 TENTANG PEDOMAN PEMBANGUNAN DAN PENGGUNAAN DANA ALOKASI KHUSUS BIDANG INFRASTRUKTUR SUB BIDANG SANITASI

Diktat Perencanaan Infrastruktur Kota

BAB I PENDAHULUAN. Pembangunan di bidang kesehatan merupakan bagian integral dari

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER GANJIL 2016/2017 PELAKSANA AKADEMIK MATAKULIAH PRODI UNIVERSITAS ESA UNGGUL

SATUAN AJARAN PERKULIAHAN

SATUAN ACARA PERKULIAHAN MK. REKAYASA HIDROLOGI

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Pembangunan kesehatan merupakan upaya yang dilaksanakan oleh semua

ANALISIS BIAYA LINGKUNGAN PADA RSUD Dr. MOEWARDI SURAKARTA. Genzha Barcelona Estianto H. Andre Purwanugraha

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI SILABI

KOMITMEN PETUGAS PELAYANAN TERHADAP PENERAPAN MANAJEMEN KESEHATAN LINGKUNGAN RUMAH SAKIT TK IV IM LHOKSEUMAWE PROVINSI ACEH

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Manusia dan lingkungan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat

BAB I IDENTITAS PEMPRAKARSA

Strategi Sanitasi Kabupaten Purworejo BAB I PENDAHULUAN

BUPATI BOLAANG MONGONDOW

KATA PENGANTAR. RTRW Kabupaten Bondowoso

2. Makna dari ketersediaan jumlah rumah layak huni bagi pemenuhan visi Perumahan :

BAB I PENDAHULUAN` Menurut World Health Organization (WHO,2006); sanitasi merupakan upaya

Disampaikan dalam Kuliah S2 KMPK-IKM UGM Hukum, Etika dan Regulasi Kesehatan Masyarakat. Oleh : Dinarjati Eka Puspitasari, S.H., M.

DAFTAR PUSTAKA. Anonimous, Mengenal Jenis-jenis Restoran. Diakses tanggal 13 Januari jttcugm.wordpress.com/2008/12/16/restoran/

BAB IV RENCANA PROGRAM PENGEMBANGAN SANITASI SAAT INI

Transkripsi:

SATUAN ACARA PERKULIAHAN Nama Mata Kuliah Kode Mata Kuliah Bobot Kredit Semester Dosen : Penyehat Pemukiman dan STTU : MKP06 : 2 SKS : 6 (enam) : Ennanoza, MT Perte Pokok Bahasan (Tujuan muan Instruksional Umum/TTU) 1 Pengantar Kesehatan Lingkungan Pemukiman dan Perkotaan Sub Pokok Bahasan dan Sasaran Belajar (Tujuan Instruksional Khusus/TIK) 1.1 Latar belakang ilmu kesehatan lingkungan 1.2 Konsep dasar sanitasi tempat-tempat umum 1.3 Konsep kesehatan lingkungan Cara Pembelajaran Bersih storming Media Tugas referensi BU. I BA. 4 Mampu melakukan dan Memahami serta memiliki wawasan tentang kesehatan lingkungan perumahan dan 2 Kebijakan Pemerintah terkait dengan Lingkungan Pemukiman Mahasiswa dapat menjelaskan konsep dasar kesehatan lingkungan dan sanitasi tempat-tempat umum UURI No. 4 Tahun 1992 Kep menkes No. 829/Menkes/SK/IV/1999 Peraturan Menteri PO No. 16/PRT/M/2008 peraturan Menteri PO No. 21/PRT/M/2006 BU. I BA. 2.7 memiliki wawasan tentang kebijakan Pemerintah terkait dengan Lingkungan Pemukiman Mahasiswa dapat menjelaskan kebijakan pemerintah terkait dengan lingkungan

3 Persyaratan Rumah Sehat 3.1 Penyediaan air bersih 3.2 Persyaratan air bersih 3.3 Sistem penyediaan air bersih BU 2 BA 5.6 memiliki wawasan tentang syaratsyarat Rumah Sehat 4 Dampak Pemenuhan syarat-syarat Rumah Sehat Mahasiswa dapat menjelaskan syarat-syarat rumah sehat 4.1 Penyediaan dan pengawasan limbah cair 4.2 Penyediaan sarana limbah padat Quis BU 2 BA 3.6 Mampu memahami Dampak Pemenuhan Syarat-syarat Rumah Sehat terhadap Kesehatan 5 Perkembangan Kota dan Masalah Lingkungan Perkotaan Mahasiswa dapat menjelaskan proses dari dampak pemenuhan rumah sehat 5.1 Mengidentfikasi keadaan dan kualitas sarana pariwisata 5.2 Sarana perhubungan 5.3 Sarana Komersial 5.4 Sarana sosial BU 2,3 BA BU 1,3 BA 2,5q memiliki wawasan tentang Perkembangan Kota dan Masalah Lingkungan Perkotaan 6 Kesehatan di Perkotaan dan Kecenderungan-nya Mahasiswa dapat menjelaskan perkembangan kota dan masalah lingkungan perkotaan 6.1 Konsep permukiman 6.2 Masalah lingkungan perkotaan 6.3 Masalah kesehatan di perkotaan 6.4 Pengembangan kesehatan perkotaan BU 4.5 BA 3.7 Mampu melakukan dan memahami serta memiliki wawasan tentang masalah kesehatan di Perkotaan dan Mahasiswa dapat menjelaskan masalah kesehatan di perkotaan dan kecenderungannya

Kecenderungannya 7 Jenis Pemukiman & Pemukiman Darurat dan daerah tidak memenuhi syarat 7.1 Jenis-jenis 7.2 Pemukiman detruksi 7.3 Pemukiman yang tidak memenuhi syarat BU 5.1 BA 3.7 Mampu melalukan dan memahami serta memiliki wawasan tentang Jenis & darurat dan daerah tidak memenuhi syarat 8 Determinan kota sehat dan peranan stakeholder Mahasiswa dapat menjelaskan jenis dan darurat dan daerah tidak memenuhi syarat 8.1 Pendahuluan 8.2 Akar program kas/kota sehat 8.3 Landasan kebijakan 8.4 Kelembagaan 8.5 Penilaian verifikasi wawasan tentang Determinan kota sehat dan peranan stakeholder 9 Ujian tengah semester 10 Upaya Kesehatan Perkotaan Memahami dan memiliki wawasan tentang Upaya Kesehatan Perkotaan Mahasiswa dapat menjelaskan determinan kota sehat dan peranan stakeholder 10.1 Pencegahan penyakit 10.2 Pelayanan medis kuratif rehabilitatif 10.3 Promosi kesehatan invesiasi kesehatan 10.4 Perlindungan masyarakan 10.5 Pembangunan generasi Mahasiswa dapat menjelaskan upaya kesehatan perkotaan 11 Tata Kota dan Hutan kota 11.1 Tatanan kab/kota sehat 11.2 Pembinaan teknis program kab/kota sehat

Memahami dan memiliki wawasan tentang peranan pemanfaatan Tata Kota dan pelestarian hutan kota 12 Pengelolaan sampah daerah Pemukiman Memahami dan memiliki wawasan tentang Pengelolaan sampah daerah 13 Aspek perencanaan baru dan dampaknya terhadap lingkungan dan kesehatan Mahasiswa dapat menjelaskan sasaran satu bentuk penyehatan kota dengan upaya pembuatan hutan kota 12.1 Aspek-aspek timbulan sampah 12.2 Upaya-upaya dalam pengelolaan sampah Mahasiswa dapat menjelaskan aspek timbulan sampah dan upaya dalam pengelolaan sampah 13.1 Aspek perencanaan baru 13.2 Dampaknya terhadap lingkungan dan kesehatan lapangan ke TPA Gampong Jawab Kota Banda Aceh Kuisioner BU 3.5 BU 3.5 wawasan tentang Aspek perencanaan baru dan dampaknya terhadap lingkungan dan kesehatan 14 Studi kasus kesehatan Mahasiswa dapat menjelaskan aspek perencanaan permukiman baru dan dampaknya terhadap lingkungan dan kesehatan 14.1 Studilapangan ke air kemasan mineral modul sprieale di Kota Jantho lapangan Kuisioner BU 3.5 Mampu dan memahami dan memiliki wawasan tentang kesehatan 15 Studi kasus kesehatan kota wawasan tentang masalah yang terjadi dan upaya dalam penyelesaian masalah lingkungan perkotaan 16 Ujian Akhir Semester Mahasiswa dapat menjelaskan tentang kesehatan 15.1 Studi lapangan ke PDAM Tirta Daroy Lambaro Mahasiswa dapat menjelaskan maslaah yang terjadi serta upaya penyelesaiannya di lingkungan perkotaan lapangan Kuisioner BU 3.5

DAFTAR REFERENSI BUKU UTAMA (BU) 1. Pengawasan penyehatan lingkungan Depkes RI 2. Buku Seri Kesehatan Perkotaan Pengantar Kesehatan Perkotaan Depkes RI 2005 3. Dirjen PPM dan PLP, 1989, Petunjuk Pelaksanaan dan Pengendalian Dampak Sampah Depkes RI 4. Sakai, S.Sawell, et.al, 1997, World Trends in Municipal Solid Waste Management, Elvesier Science ltd Great Britain. 5. Tohru, S, 1996, Waste Management in Japan, Waste Management Division Water, Supply an Environmental Departement Japan. BUKU AJAR (BA) 1. Wahyuningsih, N.E. Kumpulan Materi Kuliah Kesehatan Lingkungan 2. Irwan Z,E. Tantangan Lingkungan dan Lansekap Hutan Kota Bumi Aksara, Jakarta, 2005 3. Suhendrayatna, 2004. Limbah Perkotaan, Permasalahan dan Management Pengelolaannya, Unsyiah Banda Aceh. 4. Slamet S,J. 1994, Kesehatan Lingkungan, Gajah Mada, University Press Jogjakarya. 5. Ishenny 2007, Kumpulan Materi Kuliah Pengelolaan Limbah Padat, Unsyiah Banda Aceh. 6. Outher Bridge, T. 1991 Limbah Padat di Indonesia, antara Masalah dan Sumber Daya, Yayasan Obor Indonesia, Jakarta. 7. Peraturan Menkes RI No. 492/Menkes/PER/IV/2010 Persyaratan Kualitas Air Minum. 8. Pedoman Umum Kabupaten dan Kota Sehat di Indonesia, Jakarta, 2001