ACCOUNTING UNDER IDEAL CONDITION

dokumen-dokumen yang mirip
Chapter 2. ACCOUNTING UNDER IDEAL CONDITION (William R. Scott) Bandi,

ACCOUNTING UNDER IDEAL CONDITION

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Baridwan dalam As ad (2010:26) merupakan ringkasan dari suatu

BAB I PENDAHULUAN. arus kas (Sulistyawan dan Septiani, 2015). Penilaian ini dapat dilihat dari

BEBERAPA KRITIK ATAS LABA AKUNTANSI DALAM BENTUK TRADISIONAL:

BAB II LANDASAN TEORI. lagi bahwa akuntansi disebut sebagai bahasa dari keputusan-keputusan. Hal ini

Introduction and Accounting Under Ideal Conditions

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. a. Pengertian Laporan Keuangan

BAB II LANDASAN TEORI. Teori keagenan dalam perusahaan mengidentifikasi adanya pihak-pihak dalam

ANALISIS AKTIVITAS INVESTASI

Catatan 31 Maret Maret 2010

Bab I Pendahuluan 1 BAB I PENDAHULUAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Kieso, Intermediate Accounting, edisi 12 BAB 4 Laporan Laba Rugi dan Informasi-informasi yang Berhubungan Jawaban Pertanyaan

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia yang meningkat dari tahun ke tahun. Pasar modal memiliki peran yang besar dalam perekonomian suatu negara,

Analisis Laporan Arus Kas Pada PO. Gunung Sembung Putra Bandung

Measurement of assets and liabilities

KEWAJIBAN & MODAL. Dwi Martani. 1/26/2010 Pelaporan Akuntans Keuangan 5 1


BAB I PENDAHULUAN. Para pemakai laporan keuangan dapat mengevaluasi kemampuan

Bab 1 Ruang Lingkup UKM.1. Hak Cipta 2008 IKATAN AKUNTAN INDONESIA

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. akuntansi dan total arus kas. Belkaoui (2000:32) menyatakan bahwa Laba

BAB I PENDAHULUAN. BAB I Pendahuluan

BAB I PENDAHULUAN. atau membuat penyajian kembali pos-pos laporan keuangan, atau ketika entitas

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Kegiatan investasi adalah kegiatan untuk menanam modal pada satu asset

BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN. Perbandingan Perlakuan Akuntansi PT Aman Investama dengan

AUDIT ATAS ESTIMASI AKUNTANSI

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN BERBASIS AKRUAL PERNYATAAN NO. 03 LAPORAN ARUS KAS

BAB II BAHAN RUJUKAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. yaitu sebagai dasar untuk menilai kemampuan perusahaan dalam menggunakan arus kas

BAB IV PEMBAHASAN. CV Scala Mandiri akan memperoleh beberapa manfaat, antara lain: 1. Dapat menyusun laporan keuangannya sendiri.

LAPORAN KEUANGAN & KAS

BAB I PENDAHULUAN. dari waktu- kewaktu supaya diketahui kemajuan atau kemundurannya serta perlu

Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 23 PENDAPATAN

AKUNTANSI INVESTASI

SPR Perikatan untuk Reviu atas Laporan Keuangan

BAB XV PENYAJIAN KEMBALI (RESTATEMENT) NERACA

I. PENDAHULUAN. terhadap minyak dan gas bumi yang melebihi jumlah produksinya mendorong industri-industri

BAB I PENDAHULUAN. suatu laporan keuangan yang memiliki kredibilitas tinggi. International Financial Reporting Standards (IFRS) merupakan pedoman

BAB I PENDAHULUAN. (return) baik berupa pendapatan dividen (dividend yield) maupun pendapatan dari

LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH...

Tiga karakteristik identifikasi, pengukuran dan komunikasi informasi keuangan mengenai kesatuan ekonomi kepada pihak yang berkepentingan

BAB I PENDAHULUAN. untuk bersedia menyalurkan dananya melalui pasar modal adalah perasaan aman

BAB II LANDASAN TEORITIS. A. Tinjauan Pustaka. mengkomunikasikan informasi keuangan perusahaan terhadap pihak-pihak

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PSAK KERANGKA DASAR PENYUSUNAN DAN PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN

PSAK 57 (REV. 2009) PROVISI, LIABILITAS KONTINJENSI, DAN ASET KONTINJENSI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Informasi akuntansi merupakan informasi kuantitatif dalam bentuk

PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN No. 20 BIAYA RISET DAN PENGEMBANGAN

BAB I PENDAHULUAN. likuid dan efisien. Pasar modal dikatakan likuid jika penjual dapat menjual dan

Laporan Keuangan: Neraca

Tipe dan Cara Pembayaran Dividen

I. KARAKTERISTIK BIAYA A. Pengertian Biaya Secara umum, dapat dikatakan bahwa cost yang telah dikorbankan dalam rangka menciptakan pendapatan disebut

Penyajian Laporan Keuangan Koperasi RRKR Berdasarkan SAK ETAP

BAB II LANDASAN TEORITIS. A. Pengertian Pendapatan Menurut Pernyataan Standar Akuntansi

PSAK 57 (Rev. 2009) PROVISI, LIABILITAS KONTINJENSI, DAN ASET KONTINJENSI

Asset (aktiva) 1. Definisi dan klasifikasi asset 2. Pengakuan dan pengukuran asset 3. Penyajian (pelaporan)

Menurut Rudianto (2010:9), tujuan koperasi adalah untuk memberikan kesejahteraan dan manfaat bagi para anggotanya

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN PERUMUSAN HIPOTESIS

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

SAK UMUM vs SAK ETAP. No Elemen PSAK SAK ETAP

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. untuk semua hak atau klaim atas uang, barang dan jasa. Bila kegiatan

AUDITING INVESTASI. SA Seksi 332. Sumber: PSA No. 07

BAB I PENDAHULUAN. penting di dalam bidang akuntansi. Melakukan adopsi International Financial

BAB II LANDASAN TEORI

BAB I AKUNTANSI KEUANGAN DAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN

Standar Audit SA 540. Audit Atas Estimasi Akuntansi, Termasuk Estimasi Akuntansi Nilai Wajar, dan Pengungkapan yang Bersangkutan

Standar Audit SA 570. Kelangsungan Usaha

MAKALAH ANALISIS LAPORAN KEUANGAN ANALISIS ARUS KAS

STANDAR AKUNTANSI ENTITAS TANPA AKUNTABILITAS PUBLIK

BAB II LANDASAN TEORI. Publik (2.12 a). Dalam hal ini piutang adalah termasuk aset yang dimaksud.

STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN PERNYATAAN NO. 03 LAPORAN ARUS KAS

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Sedangkan menurut Ikatan Akuntan Indonesia (2009:2) laporan keuangan

Eksplorasi dan Evaluasi. Exposure draft ini dikeluarkan oleh. Standar Akuntansi Keuangan

DAFTAR ISTILAH DAN PENUTUP. Istilah yang digunakan dalam Kebijakan Akuntansi Pemerintah Kabupaten Bungo termuat dalam daftar sebagai berikut :

STANDAR AKUNTANSI INDUSTRI BATUBARA

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN

PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN NO. 48 PENURUNAN NILAI AKTIVA

Pernyataan ini dimaksudkan untuk meningkatkan mutu laporan keuangan yang disajikan sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan melalui:

BAB II LANDASAN TEORI DAN KERANGKA PEMIKIRAN. keuangan dari beberapa ahli, antara lain sebagaiberikut:

BAB II TINJAUAN TEORITIS. untuk menjamin kelangsungan hidup dan pertumbuhan perusahaan sehingga kas

BAB I PENDAHULUAN. Industri minyak dan gas memiliki jasa yang besar bagi pendapatan negara. Kerja

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II LANDASAN TEORI

KOREKSI KESALAHAN, PERUBAHAN KEBIJAKAN AKUNTANSI, DAN PERUBAHAN ESTIMASI AKUNTANSI.

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian

AKUNTANSI PERPAJAKAN. Akuntansi Pajak atas Aktiva Tidak Berwujud

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 1 Tahun 2008 mengenai Usaha Mikro, Kecil dan Menengah, pengertian dari Usaha

Transkripsi:

ACCOUNTING UNDER IDEAL CONDITION Overview Model nilai sekarang (present value model) menyediakan informasi yang relevan sepenuhnya kepada pengguna laporan keuangan. Dalam konteks ini informasi yang relevan didefinisikan sebagai informasi mengenai prospek ekonomi perusahaan di masa depan, terutama terkait dengan dividen, arus kas, dan profitabilitas. Dengan kondisi dimana laporan keuangan tersebut relevan maka informasi juga bisa diandalkan, kita dapat menemukan informasi yang dapat diandalkan sebagai informasi yang tepat dan bebas dari bias. Kita juga dapat mengeksplorasi kondisi dimana nilai pasar aset-aset dan kewajiban dapat melayani sebagai ukuran tidak langsung dari nilai. Hal ini hanya terjadi di bawah kondisi yang ideal. Jika kondisi tidak ideal, permasaiahan fundamental akan timbul untuk penilaian aset dan pengukuran pendapatan. Model Nilai Sekarang (Present Value) di bawah Kepastian Model nilai sekarang secara luas digunakan dalam ekonomi dan keuangan, dan memiliki pengaruh yang dipertimbangkan pada akuntansi selama beberapa tahun. Pertama-tama kita mempertimbangkan versi yang sederhana di bawah kondisi yang pasti. Kepastian diartikan bahwa arus kas masa depan perusahaan dan tingkat bunga dalam ekonomi secara luas diketahui dengan pasti. Hal ini disebut sebagai kondisi yang ideal. Dibawah kondisi yang ideal dari arus kas masa depan yang diketahui dengan pasti dan tingkat bunga tetap yang bebas resiko dalam ekonomi, memungkinkan untuk menyiapkan laporan keuangan yang relevan dan andal. Proses arbritase memastikan bahwa nilai pasar dari sebuah aset setara dengan nilai sekarang dari arus kas masa depannya. Nilai pasar perusahaan kemudian adalah nilai aset keuangannya ditambah nilai aset modalnya (dikurangi kewajiban). Laba bersih untuk periode setara arus kas ditambah atau dikurangi perubahan dalam nilai keuangan ini dan aset modal selama periode atau ekuivalen dengan nilai pasar awal perusahaan dikalikan dengan tingkat bunga. Bagaimanapun juga, meskipun laba bersih dapat dihitung secara sempurna, ia tidak berisi informasi, karena investor dapat dengan mudah menghitungnya sendiri. Seluruh "tindakan" terdapat dalam neraca, yang menunjukkan nilai perusahaan. Karena

ketidakrelevansian deviden, keseluruhan kesimpulan ini bebas dari kebijakan deviden perusahaan. Model Nilai Sekarang di bawah Ketidakpastian Ketidakpastian kejadian masa depan seperti keadaan ekonomi yang disebutkeadaan alami (states of nature), atau keadaan untuk jangka pendek (states for short). Karakteristik kondisi yang ideal dibawah ketidakpastian, yaitu: (1) Tingkat bunga yang diberikan tetap pada arus kas perusahaan masa depan yangdidiskontokan, (2) Susunan keadaan alami yang lengkap dan diketahui secara publik, (3) Keadaan probabilitas yang objektif dan diketahui secara publik, dan (4) Realisasi keadaan dapat diobservasi secara publik. Perbedaan antara kondisi yang pasti dan kondisi yang tidak pasti adalah yang laba bersih yang diharapkan dan direalisasi yang diperlukan tidak lagi sama dibawah kondisi yang tidak pasti, dan perbedaan itu disebut laba abnormal (abnormal earning). Bagaimanapun, laporan keuangan berdasarkan pada nilai sekarang yang diharapkan berlanjut relevan dan dapat diandalkan. Laporan keuangan relevan karena didasarkan pada arus kas masa depan yang diharapkan. laporan keuangan dapat diandalkan karena nilai laporan keuangan secara objektif merefleksikan arus kas masa depan yang diharapkan dan, sebagai dalam kasus kepastian dan tidak memungkinkan terjadinya manipulasi oleh manajemen. Keseluruhan dalam kesimpulan ini independen dari kebijakan deviden perusahaan sejak ketidakrelevansian deviden berlanjut untuk dipegang. Reserve Recognition Accounting (RRA) Pada kenyataannya kondisi ideal itu belum tercipta. Oleh sebab itu, praktek akuntansi bergerak secara kuat ke arah peningkatan penggunaan nilai wajar dari kelaskelas besar aset dan kewajiban. Selain pergerakan ke arah nilai wajar, model nilai sekarang menghadapi permasalahan keandalan yang serius ketika kita mencoba untuk menerapkannya tanpa kondisi ideal. Sulit dikatakan bahwa perusahaan minyak dan gas beroperasi dibawah kondisi yang pasti. Konsekuensinya, kita seharusnya mempertimbangkan SFAS 69 dalam

hubungannya terhadap model nilai sekarang dibawah ketidakpastian. Akuntansi nilai sekarang diterapkan untuk persediaan minyak dan gas dikenal sebagai reserve recognition accounting (RRA). Kritik atas RRA Reaksi Manajemen: Perlu untuk membuat perubahan dalam estimasi yang kelihatannya menjadi tulang punggung atas RRA. Manajer perusahaan minyak, khususnya, cenderung menganggap RRA dengan menunggu dan penuh kecurigaan. Kegunaan untuk Para Investor: Disamping jelas bahwa manajemen berhati-hati terhadap RRA, hal ini tidak berarti bahwa hal riil tidak menyediakan informasi yang berguna untuk investor. Tentunya RRA lebih relevan dibandingkan informasi biaya historis, sehingga RRA potensial untuk menjadi bermanfaat. Di bawah akuntansi biaya historis, peningkatan dalam nilai cadangan yang terbukti tidak akan tampak dalam laporan laba rugi sampai cadangan yang terbukti itu diproduksi dan dijual. Sedangkan laporan laba rugi berdasarkan nilai sekarang mengakui peningkatan tersebut dengan "segera". Sehingga, informasi nilai sekarang mempunyai potensi untuk kegunaan karena relevansi yang lebih besar. Notes: dengan laporan laba rugi berdasarkan nilai sekarang, investor akan mengetahui berapa potensi pendapatan yang akan mereka peroleh, jika laba rugi berdasarkan biaya historis investor hanya mengetahui berapa pendapatan yang mereka peroleh pada saat minyak dan gas tersebut telah terjual. Akuntansi Biaya Historis yang Diperbaiki Akuntansi biaya historis adalah relatif dapat diandalkan karena biaya atas aset atau kewajiban pada sebuah perusahaan biasanya merupakan sebuah angka objektif, yang kurang menjadi subjek untuk kesalahan dari estimasi dan bias daripada perhitungan nilai sekarang. Bagaimanapun juga, biaya historis mungkin kurang relevan. Sementara biaya historis, nilai pasar, dan nilai sekarang mungkin sama dengan tanggal perolehan/akuisisi, nilai pasar dan nilai sekarang akan berubah selama waktu sebagai perubahan kondisi pasar. Bagaimanapun juga, akuntan melanjutkan untuk menggunakan dasar akuntansi biaya historis untuk jenis aset-aset besar karena mereka bersedia menghilangkan sejumlah nilai yang dipertimbangkan relevan untuk memperoleh keandalan yang masuk

akal. Konsekuensinya, akuntansi biaya historis menyajikan trade off antara relevansi dan reliabilitas. Tantangan Akuntansi Biaya Historis Perbedaan yang penting antara akuntansi berdasarkan nilai sekarang seperti RRA dan akuntansi berdasar biaya historis adalah perubahan waktu pengakuan dalam nilai aset. Akuntansi nilai sekarang adalah sebuah pendekatan neraca terhadap akuntansi, juga disebut sebagai perspektif pengukuran (measurement perspective). Hal ini meningkatkan (atau mengurangi) nilai aset dan kewajiban yang diakui (diukur) pada saat mereka terjadi, dengan mendiskontokan arus kas masa depan (inti dari nilai) dan mengkapitalisasi nilai tersebut dalam neraca. Pendapatan kemudian pada dasarnya adalah perubahan bersih dalam nilai sekarang untuk periode yang bersangkutan. Akuntansi biaya historis adalah sebuah pendekatan laba rugi, juga disebut sebagai perspektif informasi (information perspective). Di bawah perspektif ini, peningkatan nilai yang belum direalisasi tidak diakui di neraca, dan laba bersih tertinggal di bawah kinerja ekonomi yang sebenarnya. Sehingga para akuntan menunggu hingga peningkatan dalam nilai tervalidasi melalui realisasi sebagai peningkatan penjualan atau arus kas. Pendapatan kemudian merupakan proses untuk menyesuaikan pendapatan dengan biaya untuk memperoleh pendapatan tersebut. Laporan laba rugi mengasumsikan sebuah peranan yang lebih penting, sejak ia menyediakan informasi terhadap nilai saat ini yang diciptakan oleh perusahaan. Ketika kondisi tidak ideal, akuntansi biaya historis masih dianggap menyediakan informasi yang lebih baik mengenai prospek ekonomi masa depan perusahaan (kepentingan utama dari para investor) daripada akuntansi berdasarkan nilai sekarang. Argument pertama adalah keandalan relative dari biaya historis sebagaimana disebutkan di atas. Lebih fundamental, akuntansi biaya historis merupakan cara untuk menghaluskan arus kas periode saat ini ke dalam sebuah pengukuran jangka panjang atau kekuatan laba tetap yang diimplikasikan oleh arus kas tersebut. Kekuatan laba tetap ini kemudian menjadi dasar untuk sebuah penilaian dari prospek ekonomi masa depan. Untuk menghaluskan arus kas periode saat ini, akuntan harus menghitungakrual untuk mencocokkan biaya dan pendapatan. Bagaimanapun, pada titik

ini biaya historis menghadapi sebuah tantangan besar. Biasanya tidak terdapat cara unik untuk mencocokkan biaya dengan pendapatan. Hal ini mempersulit kemampuan laba berdasarkan biaya historis untuk menunjukkan kekuatan laba tetap. Penyusutan Aset Modal Permasalahan utama dengan penandingan (matching) adalah amortisasi dari asetaset modal. Prinsip penandingan (matching principle) mempertimbangkan perlunya mengurangi penyusutan aset modal dari penerimaan untuk periode yang mendatangkan laba bersih. Namun tidak dinyatakan seberapa banyak penyusutan seharusnya diakrualkan kecuali untuk indikasi yang samar-samar bahwa hal itu seharusnya sistematis dan rasional. Sebagai hasil ketidakjelasan ini, metode penyusutan. yang bermacammacam diterima untuk penggunaan dalam praktek, seperti garis lurus dan metode saldo menurun, dan seterusnya. Hal ini mempersulit perbandingan profitabilitas antar perusahaan karena karena kita harus memastikan metode penyusutan yang digunakan perusahaan sebelum membuat perbandingan. Hal ini juga berarti bahwa manajer perusahaan mempunyai beberapa ruangan untuk mengatur profitabilitas mereka yang dilaporkan melalui pilihan metode penyusutan atau melalui perubahan metode yang-digunakan. Dengan argumen bahwa laporan keuangan biaya historis tersebut mungkin lebih dapat diandalkan daripada laporan keuangan yang disiapkan atas nilai sekarang atau dasar nilai pasar, keandalan ini mungkin dapat terkikis karena manajer dapat memilih sejumlah alternatif kebijakan akuntansi berbasis nilai biaya historis untuk mengatur laba bersih yang dilaporkan untuk tujuan mereka.dengan kata lain, disamping akuntansi biaya hisoris mungkin lebih dapat dipercaya daripada metode berbasis nilai, hal ini bukan berarti dapat dipercaya secara lengkap. Kewajiban Pajak Penghasilan Masa Depan Kontroversi akuntansi yang besar di Kanada timbul pada tahun 1953 ketika Undang-Undang Pajak Penghasilan diamandemen untuk mengijinkan perusahaan memilih metode penyusutan yang mereka inginkan untuk laporan keuangan yang dilaporkan, dengan mengklaim penyisihan biaya modal maksimum terhadap

pengembalian pajak mereka. Kontroversinya adalah apakah untuk mencatat kewajiban pajak (dan menghasilkan beban pajak penghasilan yang lebih tinggi) pada laporan keuangan perusahaan. Beberapa berpendapat bahwa kewajiban ini harus dicatat, karena prinsip penandingan dari akuntansi biaya historis mensyaratkan agar beban pajak penghasilan seharusnya ditandingkan dengan jumlah penyusutan yang sebenarnya tercatat di laporan keuangan. Yang lain merasa bahwa pencatatan sebuah kewajiban tidak disyaratkan oleh prinsip penandingan. Dalam kebanyakan kasus, pajak yang dihemat harus dibayarkan kembali dalam tahun-tahun berikutnya secara terpisah. Mereka berpendapat bahwa tidak masuk akal untuk menandingkan biaya yang tidak mungkin dibayar dengan pendapatan. Perhatikan bahwa sumber penting dari pernyataan tentang kewajiban pajak masa depan adalah multi problem yang timbul karena metode yang digunakan perusahaan pada laporan keuangan mereka biasanya berbeda dengan metode yang diijinkan untuk tujuan pajak. Jika hanya terdapat satu metode penyusutan, sebagaimana di bawah akuntansi nilai sekarang dengan kondisi ideal, maka catatan perusahaan dan gambaran pajak akan sama dan permasalahan kewajiban pajak untuk penyusutan tidak akan timbul. Biaya Penuh (Full-Cost) Versus Usaha yang Berhasil (Successful-Efforts) dalam Akuntansi Minyak dan Gas Dibawah akuntansi biaya historis, kita perlu untuk mengetahui biaya aset, sehingga mereka dapat amortisasi (dibandingkan) terhadap pendapatan selama masa manfaat mereka. Biaya aset biasanya dapat ditentukan secara andal. Bagaimanapun juga, dalam beberapa kasus, biaya atas aset adalah tidak jelas. Akuntansi minyak dan gas menyediakan contoh yang menarik dan penting. Terdapat dua metode dasar dalam menentukan biaya cadangan minyak dan gas. Metode biaya penuh (full-cost) mengkapitalisasikan keseluruhan biaya dari penemuan cadangan (subyek untuk pengecualian tertentu), termasuk biaya pengeboran yang tidak berhasil. Anggapannya adalah bahwa biaya dari sumur yang berhasil adalah termasuk biaya dari lubang kering yang dibor dalam rangka mencari yang sukses. Metode usaha yang berhasil (successful-efforts) hanyamengkapitalisasi sumur yang sukes digali dan

membebankan lubang yang kering, alasannya adalah bahwa sulit untuk menghargai sebuah lubang yang kering di dalam tanah sebagai sebuah aset. Secara jelas, kedua pendekatan ini dapat menghasilkan perbedaan material dalam biaya yang dicatat untuk cadangan minyak dan gas, yang menghasilkan beban penyusutan yang juga berbeda secara material. Sebaliknya, hal ini mempersulit perbandingan dari laporan laba bersih perusahaan minyak dan gas, karena perusahaan yang berbeda mungkin menggunakan metode yang berbeda untuk menentukan biaya terhadap cadangan mereka. Untuk tujuan kita, secara sederhana perlu dicatat bahwa basis akuntansi biaya historis tidak dapat menempatkan pertanyaan dimana metode mana yang dapat dipilih. Dasar biaya historis yang mensyaratkan hanya bahwa biaya dari cadangan minyak dan gas ditetapkan. Ia tidak mensyaratkan sebuah metode khusus untuk menetapkan biaya apa yang seharusnya dicatat. Kenyataannya, CICA Handbook (paragraf 3060.25) mengijinkan kedua metode untuk digunakan di Kanada (menjadi subjek terhadap pengecualian tertentu). Perhatikan bahwa penggunaan RRA dalam akun perusahaan akan mengeliminasi kontroversi biaya penuh versus usaha yang berhasil. RRA menilai cadangan minyak dan gas pada nilai sekarang. Hal ini bukanlah pendekatan berdasarkan biaya, sehingga pertanyaan tentang bagaimana menentukan biaya tidak timbul. Dibawah RRA, beban penyusutan adalah perubahan dalam nilai sekarang dari cadangan minyak dan gas selama periode. Ketiadaan Laba Bersih yang Sebenarnya Untuk mempersiapkan susunan laporan keuangan yang lengkap atas pada sebuah basis nilai sekarang, perlu untuk menilai seluruh aset dan kewajiban perusahaan dalam jalan ini, dengan laba bersih yang berubah dalam nilai sekarang perusahaan selama periode (disesuaikan untuk transaksi modal seperti deviden). Sebelumnya, kita telah melihat dengan RRA beberapa permasalahan timbul ketika kita mencoba menerapkan pendekatan nilai sekarang untuk kejadian satu jenis aset. Beberapa permasalahan ini akan tergabung jika pendekatan diperluas untuk seluruh harta dan kewajiban yang lain. Hal ini membawa kesimpulan yang penting dan menarik, bahwa di bawah kondisi dunia nyata dimana akuntansi beroperasi, laba bersih tidak ada sebagaimana sebuah

konstruksi perekonomian yang terdefinisikan dengan baik. Sebuah permasalahan yang fundamental adalah kurangnya probabilitas keadaan objektif. Dengan probabilitas keadaan objektif, nilai sekarang dari aset dan kewajiban secara benar merefleksikan ketidakpastian yang dihadapi perusahaan, sejak nilai sekarang dimasukkan ke dalam seluruh kemungkinan kejadian masa depan dan probabilitasnya. Dalam kasus ini, informasi akuntansi relevan secara lengkap sebagaimana andal secara lengkap dan pendapatan ekonomi terjadi. Sebuah pendekatan tidak langsung terhadap pendapatan ekonomi yang sebenarnya dari mendasarkan atas perhitungan pendapatan atas perubahan nilai pasar dibandingkan dengan nilai sekarang mengarahkan ke dalam dimana nilai pasar perlu ada untuk seluruh aset dan kewajiban perusahaan, kondisi yang dikenal sebagai pasar yang tidak lengkap (incomplete markets). Jika nilai pasar tidak tersedia untuk seluruh aset dan kewajiban perusahaan, sebuah pengukuran pendapatan yang berdasar atas nilai pasar adalah tidak memungkinkan. Kurangnya probabilitas keadaan objektif membuka pintu untuk estimasi subjektif atas kinerja masa depan perusahaan. Beberapa estimasi ini dapat menjadi subjek untuk kurangnya keakuratan dan bias yang mungkin terjadi. Sebagai hasilnya, estimasi akuntansi yang didasarkan atas nilai sekarang kehilangan keandalan pada saat mereka berjuang untuk mempertahankan relevansi. Kesimpulan kedua adalah bahwa akuntan merasa bahwa akuntansi berdasar biaya historis untuk kelas-kelas besar dari aset dan kewajiban operasi menyajikan sebuah cara yang berguna untuk mencatat, sejak kita melihat akuntansi biaya historis untuk kelas-kelas ini mengakar kuat dalam praktek. Beberapa relevansi hilang, tetapi diharapkan keandalan ditingkatkan.