Introduction and Accounting Under Ideal Conditions
|
|
|
- Deddy Susanto
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Introduction and Accounting Under Ideal Conditions Amandara Nityasewaka F Annisa Aprilia P F Daisy Tisnadjaja F Nur aeni Hidayati F
2 Chapter 1 Introduction Kondisi Ideal Informasi Asimetri Masalah Keputusan Pemakai Reaksi Akuntansi Adverse Mediasi Kemanfaatan Keputusan Selection Keputusan Investasi (Inside Pengungkapan Rasional Information) Penuh Akuntansi Berbasis Nilai Standar Setting Moral Hazard (Manager Effort) Memotivasi dan Mengevaluasi Kinerja Manajemen Informasi Benar dan Sensitif
3 1.1 Tujuan Buku Memberi pemahaman tentang lingkungan akuntansi dan pelaporan keuangan yang ada sekarang ini dari sudut pandang investor maupun manajer.
4 1.2 Perspektif Historis Akuntansi memiliki sejarah panjang: : Luca Paciolidoble entry bookkeeping system (Italia) : karya Pacioli di-inggriskan : companies act : perkembangan Aki ke U.S; pengenalan pajak pendapatan di US : kress pasar modal di US : pembentukan SEC (securities and Exchange Commision) oleh Securities Act : akuntansi berbasis biaya historis, basis ini menerima ekspresi tertinggi dari monograp Paton & Littleton yg terkenal, Introduction of Corporate Accounting Standard
5 1.3 Krisis Pasar Tahun Mulai tahun 2007, seluruh struktur runtuh. Terlihat bahwa karena pelaksanaan pemberian pinjaman lemah untuk mencadangkan permintaan untuk lebih dan asset-backed securities (ABs) untuk memberi laba leverage. Pada bulan Juli 2007 bahwa dua reksa dana Bear Stearns yang menderita kerugian parah pada holding besar mereka ABs. Agustus 2007 dengan suspensi oleh BNP Paribas, sebuah bank besar yang berbasis di Perancis, berlangganan dan penebusan beberapa dana investasi, dengan alasan bahwa nilai pasar dari kepemilikan mereka atas Abs tidak mungkin untuk menentukan. Pada bulan Juli 2007 bahwa dua reksa dana Bear Stearns yang menderita kerugian parah pada holding besar mereka ABs. Pada tahun 2008, AIG harus diselamatkan oleh pemerintah AS untuk mencegah keruntuhan total sistem keuangan. Pada bulan Oktober 2008, IASB dan FASB menerbitkan panduan yang sama bagaimana menentukan nilai wajar ketika pasar tidak aktif.
6 1.4 Akuntansi Konservativ Basu (1997) mendefinisikan konservatisme sebagai membutuhkan standar yang lebih tinggi dari verifikasi untuk merekam keuntungan daripada kerugian rekor, sehingga terus-menerus di bawah pernyataan aset, pendapatan, dan ekuitas relatif terhadap nilai-nilai mereka saat ini. Sebagai hasil dari pengembangan beberapa akuntan yang memberikan perhatian yang lebih besar untuk kegunaan konservatisme.
7 1.5 Catatan atas Perilaku etis Bagaimana mengembalikan kepercayaan publik atas laporan keuangan. Contoh kasus Enron & Worldcom mengenai regulasi yang ditingkatkan. Perilaku etis: - Melakukan segala sesuatu yang benar - Akuntan harus berperilaku dengan integeritas dan independen dalam meletakkan kepentingan publik di atas kepentingan atasan dan klien yg mungkin bertentangan Dimensi perilaku etis: sosial dan waktu Hobbes (1700-an) sosial: Jika orang bertindak sendiri untuk kepentingan sendiri, dari segi sosial akan merugi. Dukungan atau hambatan dari segi sosial akan ada perilaku yang tidak kooperatif. Hukum, aturan, dan pengadilan tidak cukup untuk mengembalikan perilaku kooperatif selama tidak adanya aturan yang bisa mengantisipasi semua interaksi manusia. Perilaku etis bermanfaat bagi masyarakat, yaitu: full disclosure, kemanfaatan laporan keuangan, perilaku kooperatif, serta reputasi.
8 1.6 Rules-Based Vs Principles- Based Accounting Standards Rules-based berusaha untuk meletakkan aturan rinci untuk bagaimana menghitung. Principles-based konsolidasi akan diperlukan konsolidasi diperlukan ketika kegagalan untuk melakukannya akan menyesatkan. Prinsip berbasis standar dipandang sebagai cara untuk mencapai hal ini, karena aturan rinci tampaknya tidak bekerja. Namun demikian, SEC dalam "Studi Berdasarkan Pasal 108 (d) dari Sarbanes Oxley Act... (2003)," merekomendasikan bahwa FASB mengadopsi pendekatan berbasis prinsip standar akuntansi. Dengan demikian tampaknya bahwa dunia bergerak menuju standar berdasarkan prinsip.
9 1.7 Kompleksitas informasi dalam Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Lingkungan akuntansi sangat kompleks karena produk akuntansi adalah informasi. Komoditas yang powerful dan penting. Lingkungan akuntansi menantang karena dapat bertahan hidup dan hasilnya baik dalam lingkungan yang kompleks. Hal ini ditandai dangan tekanan yang saling bertentangan dari kelompok yang berbeda dalam kepentingan pada laporan keuangan.
10 1.8 Peran Riset akuntansi Ada dua cara untuk memandang peran riset, yaitu: 1. Efek pada praktik akuntansi 2. Meningkatkan pemahaman kita atas lingkungan akuntansi, yaitu Teori Akuntansi yang didasarkan atas riset fundamental (Peningkatan dalam pengungkapan berdasarkan pada teori pembuatan keputusan investor dan teori pasar modal) serta penggunaan model atau teori lain dalam riset, meningkatkan pemahaman lingkungan akuntansi (Riset fundamental dengan model teori agensi telah meningkatkan pemahaman kita tentang kepentingan manajer dalam pelaporan keuangan).
11 1.9 Pentingnya Asimetri Informasi Ekonomika informasi mengakui beberapa pihak yang terlibat dalam transaksi mungkin memiliki keunggulan informasi melebihi yang lain. Ekonomika ini ditandai dengan asimetri informasi yangmeliputi dua tipe, yaitu pemilihan yang sulit atau tidak menguntungkan (adverse selection). Jika satu pihak, manajer atau orang dalam, memiliki kemanfaatan informasi melebihi pihak lain, banyak cara bagi manajer dan orang dalam lainnya untuk dapat mengeksploitasi kemanfaatan informasi mereka pada biaya pihak luar.
12 Tipe lainnya adalah penyimpangan perilaku (moral hazard). Jika satu pihak dapat mengamati tindakan pihak lain dalam transaksi. Selain itu, akuntansi berperan mengurangi asimetri informasi.
13 1.10 Problema Fundamental Teori akuntansi Keuangan Informasi investor: membuat keputusan investasi yang lebih baik dan mengoperasikan dengan lebih baik atas pasar modal, mengontrol atau mengendalikan adverse selection dan mengendalikan moral hazard, serta informasi berbasis nilai wajar (pasar) akan terpenuhi.
14 Informasi manajer: kontrak kompensasi yg efisien dan beroperasi dengan lebih baik atas pasar tenaga kerja manajerial serta informasi berbasis biaya historis. Problema TA: bagaimana merekonsiliasi peran yang berbeda untuk informasi akuntansi.
15 1.11 Regulasi sebagai Reaksi terhadap Problema Fundamental Problema Teori Aktuntansi terdapat dua reaksi, yaitu: 1. Akibat dari pertanyaan apa masalahnya. 2. Regulasi untuk melindungan investor di mana informasi adalah komoditas yang kompleks dan penting serta kekuatan pasar sendiri gagal mengontrol dua tipe asimetri informasi. Peran penyusunan standar adalah meletakan GAAP sebagai jawaban atas suatu problema.
16 1.12 ORGANISASI BUKU Kondisi ideal: Bab Dua-Akuntansi di bawah Kondisi Ideal Pemilihan sulit (adverse selection): Bab Tiga-Pendekatan Kemanfaatan Keputusan untuk Pelaporan Keuangan Bab Empat-Pasar Sekuritas Efisien Bab Lima-Perspektif Informasi pada Kemanfaatan Keputusan Bab Enam-Perspektif Pengukuran pada Kemanfaatan Keputusan Bab Tujuh-Aplikasi Perpektif Pengukuran Bab Delapan-Konsekuensi Ekonomik dan Teori Akuntansi Positif
17 Penyimpangan moral (Moral hazard): Bab Sembilan-Suatu Analisis Konflik Bab Sepuluh-Kompensasi Eksekutif Bab Sebelas-Manajemen Laba Penyusunan standar: Bab Duabelas-Penyusunan Standar: Isu Ekonomik dan Bab Tigabelas-Penyusunan Standar: Isu Politikal
18 Proses dari Penyusunan Standar The International Accounting Standards Board (IASB) Dalam merancang standar, IASB mengikuti proses hukum. Ini termasuk konsultasi luas dengan pihak yang berkepentingan sebelum mengakui topik untuk agenda Dewan, program outreach investor, dan menerbitkan draf eksposur standar baru, mungkin didahului oleh sebuah makalah diskusi. The Financial Accounting Standards Board (FASB) Dalam menetapkan dan memperbarui akuntansi dan pelaporan konsep dan standar, FASB, seperti IASB, menempatkan penekanan pada proses. The Candian Accounting Standards Board (AcSB) Untuk lulus standar baru, sebagian besar dua pertiga dari anggota Dewan suara mendukung diperlukan. Securities Commissions SEC memenuhi peran penegakan penting, dengan menyelidiki perusahaan dan manajer untuk kegagalan untuk mematuhi GAAP dan menuntut dan menghukum mereka jika sesuai.
19 1.31 Relevansi Teori Akuntansi ke Akuntansi Praktis Hal ini dilakukan dalam dua cara utama: 1. Berbagai teori dan akuntansi keuangan yang mendasari penelitian dijelaskan dan dijelaskan dalam bahasa yang sederhana, dan relevansinya ditunjukkan melalui berbagai referensi untuk praktik akuntansi 2. Pendekatan untuk menunjukkan relevansi adalah melalui masalah penugasan.
20 Perbedaan Scott dengan Suwardjono Di dalam materi Teori Akuntansi buku Scott, dibahas teori akuntansi positif. Penjelasan mengenai apa dan bagaimana. Inti dari buku Scott adalah mengenai akuntansi, tetapi bukan tentang bagaimana menghitung. Sedangkan di dalam materi Teori Akuntansi buku Suwardjono, dibahas teori akuntansi normatif. Penjelasan mengenai apa yang harus dilakukan.
21 Chapter 2 Accounting Under Ideal Conditions
22 2.1 Overview Informasi yang relevan adalah informasi mengenai prospek ekonomik di masa mendatang perusahaan terhadap dividen, arus kas, dan profitabilitas. Informasi yang reliabel adalah informasi yang tepat (precise) dan bebas dari bias. Model PV menyediakan informasi yang relevan dan reliabel sepenuhnya (sempurna). Kondisi ideal adalah kondisi di mana nilai pasar aset dan kewajiban dapat menjadi ukuran yang tidak langsung terhadap nilai perusahaan.
23 Jika kondisi tidak ideal, problema fundamental muncul bagi penilaian aset dan pengukuran laba Nilai wajar merupakan pernyataan umum untuk penilaian aset atau kewajiban atas basis nilai pasarnya, nilai sekarang merupakan diskontoan atas penerimaan mendatangnya atau model matematis. Laporan keuangan relevan merupakan laporan yang memberi informasi kepada investor tentang prospek ekonomik mendatang perusahaan. Laporan keuangan reliabel adalah laporan yang berisi informasi yang tepat dan bebas dari bias Dividend irrelevancy adalah kebijakan dividen yang tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan, yaitu pada kondisi ideal.
24 2.2 Model PV di Bawah Kepastian Model ini secara luas digunakan dalam ilmu ekonomi dan keuangan, serta berdampak pada akuntansi selama bertahun-tahun. Kepastian merupakan arus kas mendatang perusahaan dan tingkat bunga dalam perekonomian yang diketahui publik dengan pasti. Kondisi Kepastian disebut kondisi ideal sangat mungkin untuk menyusun laporan keuangan yang relevan yang juga reliabel. Nilai perusahaan = nilai aset finansial + nilai aset kapital kewajiban Laba bersih = arus kas + (-) perubahan nilai aset finansial dan kapital= nilai pasar awal x tingkat bunga Di bawah kondisi idealnya, neraca mengandung semua informasi yang relevan dan laporan rugi laba tidak. Di mana investor dapat mengalikan PV awal neraca dengan tingkat bunga investor dapat mengetahui laba bersih dengan mengasumsikan terhadap neracanya.
25 2.3 Model PV di bawah Ketidakpastian Kondisi ideal di bawah ketidakpastian ditandai dengan tingkat bunga tetap dan tertentu, pada tingkat tersebut arus kas mendatang perusahaan didiskonto, kejadian mendatang (state of nature) diketahui publik dan sempurna, probabilitas kejadian objektif dan diketahui umum, serta realisasi kejadian mendatang observabel. Logika Model PV di bawah ketidakpastian digunakan (seperti kepastian) kecuali nilai pasar yang didasarkan pada arus kas harapan yang menganggap investor netral terhadap risiko. Perbedaan utama antara kepastian dan ketidakpastian adalah bahwa laba bersih harapan dan realisasian tidak harus sama dalam waktu yang lama di bawah ketidakpastian dan perbedaan ini disebut laba abnormal Lap keuangan berbasis PV, yaitu relevan dan reliabel. Relevan karena didasarkan pada arus kas mendatang
26 2.4 Reserve Recognition Accounting (RRA) Kenyataan tidak seperti kondisi ideal, tetapi praktik akuntansi bergerak cepat ke arah penggunaan nilai wajar untuk kelompok utama aset dan Kewajiban. Contohnya pensiun dan tunjangan hari tua. Pada tahun 1982, FASB menerbitkan SFAS 69 yg mensyaratkan pengungkapan suplemen atas inforamsi tertentu tentang operasi perusahaan minyak dan gas yang diperdagangkan secara publik. Perusahaan minyak dan gas beroperasi di bawah kondisi kepastian SFAS 69 dalam hubungannya dengan model PV di bawah ketidakpastian. Akuntansi Pengakuan Cadangan (Reserve Recognition Accounting atau RRA) adalah akuntansi PV yg diaplikasikan pada cadangan minyak dan gas RRA yang lebih relevan daripada informasi biaya historis, sehingga ia memiliki potensi yang menjadi berguna bagi investor. Terdapat tradeoff di antara dua kualitas informasi (relevan dan reliabel), yaitu perusahaan minyak dan gas tidak beroperasi di bawah kondisi ideal
27 2.5 Historical Cost Accounting (HCA) Revisited Tidak mungkin menyusun laporan keuangan yang secara sempurna, yaitu relevan dan reliabel. Maka harus dilakukan tradeoff. Akuntansi berbasis biaya historis dianggap sebagai pertukaran antara relevan dan reliabel. HCA relatif reliabel, karena kos aset atau kewajiban perusahaan biasanya angka objektif yang lebih kecil ketergantungannya terhadap kesalahan estimasi dan bias daripada penghitungan PV. Sehingga HCA mungkin kurang relevan. HC, Market Value (MV), dan PV mungkin sama pd tanggal akuisisi, tetapi MV dan PV akan berubah selama kondisi pasar berubah. Akuntan terus menggunakan akuntansi basis biaya historis untuk sebagian besar aset, karena akan
28 Tantangan HCA: Akuntansi PV (PVA) adalah akuntansi pendekatan neraca, sama dengan perspektif pengukuran peningkatan (penurunan) aset dan kewajiban diakui (diukur) saat terjadinya, dengan mendiskonto arus kas mendatang dan mengkapitalisasikannya pada neraca. Laba (income) sama dengan perubahan neto di dalam PV untuk periode tersebut. HCA adalah pendekatan laba rugi, sama dengan perspektif informasi. Peningkatannya bukan realisasian, di dalam nilai tidak diakui pada neraca. Keterlambatan (lags) di belakang akibat ekonomik riil (RECOGNITION LAG). Akuntan menunggu sampai peningkatan dalam nilai divalidasi melalui realisasi seperti penjualan atau arus kas meningkat. Laba merupakan proses mempertemukan pendapatan dengan kos perolehan pendapatan. Laporan Laba mengasumsikan peran yang lebih penting, selama menyediakan informasi pada angsuran sekarang dari nilai yang diciptakan oleh perusahaan.
29 Ketika kondisi non ideal, apakah HCA memberikan informasi yang lebih baik tentang prospek ekonomik mendatang bagi perusahaan daripada PVA? HCA adalah cara untuk menyelaraskan (smooth out) arus kas periode sekarang ke dalam ukuran jangka panjang atau kekuatan laba persisten yang diimplikasikan oleh arus kas tersebut. Kekuatan laba persisten memberikan basis untuk penilaian prospek ekonomik mendatang, akuntan menghitung akrual, yaitu mempertemukan kos dengan pendapatan. Tidak ada cara unik mempertemukan biaya dengan pendapatan, hal ini mengkomplikasikan kemampuan laba berbasis biaya untuk menyatakan kekuatan laba persisten. Karena tidak mungkin menyusun laporan keuangan berbasis PV dengan reliabilitas penuh, kerangka kerja HCA dipertahankan tetapi membuat laporan keuangan yang lebih berguna.
30 2.6 The Non-Existence of True Net Income Aplikasi pendekatan PV pada aset tunggal apalagi semua tipe aset akan menimbulkan masalah. Masalah tersebut menyebabkan kesimpulan yang penting dan menarik. Diantaranya: Di bawah kondisi dunia nyata tempat akuntansi beroperasi, laba neto tidak ada seperti didefinisikan konstruk ekonomik dengan baik, yaitu dengan definisi nilai sekarang. Akuntan merasa bahwa HCA bagi kelompok utama aset operasi dan utang menunjukkan cara yang lebih berguna untuk membukukan (to account), selama kita mengobservasi HCA untuk kelompok ini berakar kuat. Di dalam praktik beberapa relevansi hilang, tetapi reliabel meningkat. Di dalam keadaan ideal laba bersih tidak memiliki kandungan informasi.
31 2.7 Conclusion to Accounting under Ideal Condition Daripada memikirkan pertanyaan adanya laba bersih, akuntan telah mengubah upaya mereka untuk membuat laporan keuangan lebih berguna. sekarang kita lanjutkan untuk mempelajari keputusan kegunaan.
Chapter 2. ACCOUNTING UNDER IDEAL CONDITION (William R. Scott) Bandi,
Chapter 2 ACCOUNTING UNDER IDEAL CONDITION (William R. Scott) Bandi, 2007 1 ORGANISASI Bab 2 Kondisi ideal Kondisi non ideal PV di bawah Kepastian Relevansi & keandalan sempurna Akuntansi berbasis nilai
ACCOUNTING UNDER IDEAL CONDITION
1 ACCOUNTING UNDER IDEAL CONDITION Disusun Kelompok Oleh: Ahmad Umar 1062020005 Rusdiyanto 1062020034 Maria Teresa D R 1062020001 Jamilatul Rohkemah 1062020042 ORGANISASI Kondisi ideal Kondisi non ideal
ACCOUNTING UNDER IDEAL CONDITION
ACCOUNTING UNDER IDEAL CONDITION Overview Model nilai sekarang (present value model) menyediakan informasi yang relevan sepenuhnya kepada pengguna laporan keuangan. Dalam konteks ini informasi yang relevan
Chapter 1. INTRODUCTION (William R. Scott)
Chapter 1 INTRODUCTION (William R. Scott) 12/22/2010 Bandi 2007 1 Tujuan Buku Teori akuntansi (dr segi deskriptif atau preskriptif): Normatif: apa yg shrsnya dilakukan (preskriptif) Suwardjono Positif:
BAB I AKUNTANSI KEUANGAN DAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN
BAB I AKUNTANSI KEUANGAN DAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN A. PENGERTIAN AKUNTANSI Menurut Horngern (2000), akuntansi didefinisikan sebagai proses pencatatan, pengukuran dan penyampaian-penyampaian informasi
Tiga karakteristik identifikasi, pengukuran dan komunikasi informasi keuangan mengenai kesatuan ekonomi kepada pihak yang berkepentingan
BAB 1 Apa itu AKUNTANSI? Akuntansi adalah seni yg menurut kepercayaan luas pertama kali ditemukan oleh Fra Luca Bartolomeo de Pacioli, seorang ahli matematika Italia dan friar Franciscan di abad ke 16
An Analysis of Conflict
Chapter 9 An Analysis of Conflict Bandi, 2007 1 ORGANISASI Bab 9 Noncooperative Game Nash equilibrium Moral Hazard Cooperative Game (teori agensi) Kontrak hub kerja Kontrak Utang Kompensasi Manajer Perjanjian
KERANGKA KONSEPTUAL. Dr. Istianingsih
Modul ke: 02 Fakultas PASCA SARJANA KERANGKA KONSEPTUAL Dr. Istianingsih Program Studi Magister Akuntansi www.mercubuana.ac.id The Decision Usefulness Approach Dalam membahas pendekatan ini, setidaknya
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Semakin pesatnya laju pertumbuhan bisnis saat ini menuntut Indonesia untuk menyetarakan standar keuangan serta penyusunan laporan keuangan mengikuti standar internasional
BAB I PENDAHULUAN. likuid dan efisien. Pasar modal dikatakan likuid jika penjual dapat menjual dan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pada umumnya, pasar modal merupakan tempat bertemu antara pembeli dan penjual dengan risiko untung dan rugi. Selain itu, pasar modal juga merupakan suatu usaha
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Akuntansi merupakan bahasa universal untuk bisnis karena akuntansi digunakan hampir di seluruh kegiatan bisnis di seluruh dunia sehingga akuntansi menjadi
BAB II LANDASAN TEORI DAN PENURUNAN HIPOTESIS
14 BAB II LANDASAN TEORI DAN PENURUNAN HIPOTESIS A. Landasan Teori 1. Relevansi Nilai Setiap perusahaan sudah pasti memiliki laporan keuangan. Laporan keuangan tersebut sebagai tanggung jawab dan keterbukaan
BAB 1 PENDAHULUAN. keuangan. Untuk memenuhi hal itu, maka Ikatan Akuntan Indonesia dan Dewan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Semakin pesatnya dunia perekonomian dan perbankan internasional, Indonesia dituntut untuk dapat mengikuti perkembangan standar akuntansi internasional, sehingga dapat
Seminar Akuntansi. Bandi, Dr., M.Si., Ak. Sesi 13: DISCLOSURE
Sesi 13: DISCLOSURE Pengungkapan Sesi 13 Copyright 2010 Bandi.staff.fe.uns.ac.id. 1. Memahamkan pengertian disclosure 2. Memahamkan alasan disclosure. 3. Memahamkan motivasi disclosure. 4. Memahamkan implikasi
C H A P T E R 1 FINANCIAL REPORTING AND ACCOUNTING STANDARDS (PELAPORAN KEUANGAN DAN STANDAR AKUNTANSI)
Dosen : Christian Ramos Kurniawan C H A P T E R 1 FINANCIAL REPORTING AND ACCOUNTING STANDARDS (PELAPORAN KEUANGAN DAN STANDAR AKUNTANSI) 1-1 Referensi : Donald E Kieso, Jerry J Weygandt, Terry D Warfield,
RINGKASAN BAB VII KERANGKA KONSEPTUAL FASB
RINGKASAN BAB VII KERANGKA KONSEPTUAL FASB Setelah mengetahui anggota dari panitia pembuat dokumen (FASB) dan berasal dari AICPA, APB dan AAA. Rangkaian dari dokumen sangatlah penting, dimana dua hal yang
BAB I PENDAHULUAN. telah menjadi perhatian banyak pihak khususnya masyarakat bisnis. Hal ini terutama
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Pasar modal merupakan media yang sangat efektif untuk dapat menyalurkan dan menginvestasikan dana yang berdampak produktif dan menguntungkan bagi investor.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Penelitian tentang Pengaruh Investment Opportunity Set, Komisaris
8 BAB II TINJAUAN PUSTAKA Penelitian tentang Pengaruh Investment Opportunity Set, Komisaris Independen, Kepemilikan Manajerial, Ukuran Perusahaan Dan Leverage Terhadap Kualitas Laba Pada Perusahaan Manufaktur
BAB I PENDAHULUAN. suatu laporan keuangan yang memiliki kredibilitas tinggi. International Financial Reporting Standards (IFRS) merupakan pedoman
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Indonesia memiliki suatu tantangan untuk terus meningkatkan kualitas informasi akuntansi disetiap perusahaan yaitu dengan melakukan penyajian dan pengungkapan
STANDARD SETTING: ECONOMIC ISSUES. Luasnya penyusunan standar memberikan tantangan bagi akuntan.
STANDARD SETTING: ECONOMIC ISSUES Standard setter merupakan mediator antara konflik kepentingan investor dan manajer. Masalah fundamental dari teori akuntansi keuangan adalah bagaimana memimpin mediasi
ADLN - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA BAB 1 PENDAHULUAN. dipatuhi. Setiap negara memiliki standar akuntansi yang berbeda-beda dalam
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Di dalam menyusun laporan keuangan dikenal adanya standar yang harus dipatuhi. Setiap negara memiliki standar akuntansi yang berbeda-beda dalam perlakuan, metode,
BAB II LANDASAN TEORI. Teori keagenan dalam perusahaan mengidentifikasi adanya pihak-pihak dalam
BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Landasan Teori 2.1.1. Agency Theory Teori keagenan dalam perusahaan mengidentifikasi adanya pihak-pihak dalam perusahaan yang memiliki berbagai kepentingan untuk mencapai tujuan
BAB I PENDAHULUAN. tidak dapat dipisahkan dari penelitian mengenai kelengkapan pengungkapan serta
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Laporan tahunan (annual report) pada dasarnya adalah sumber informasi bagi investor sebagai salah satu dasar pertimbangan dalam pengambilan keputusan investasi
Measurement of assets and liabilities
Assets, liablilities and owners equity Aset (Aset) Manfaat ekonomi masa depan aset yang dikendalikan oleh perusahaan dan merupakan hasil dari transaksi masa lalu atau peristiwa. Definisi ini dibagi menjadi
BAB I PENDAHULUAN. Para pelaku pasar modal memerlukan informasi untuk membuat keputusan
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Para pelaku pasar modal memerlukan informasi untuk membuat keputusan investasi. Informasi yang diperlukan tersebut diantaranya disajikan dalam laporan keuangan
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Akuntansi 2.1.1 Pengertian Akuntansi Warren (2013 : 9), mendefinisikan akuntansi diartikan sebagai sistem informasi yang menyediakan laporan untuk para pemangku kepentingan mengenai
BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN
BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN 2.1 Landasan Teori 2.1.1 Laporan keuangan Akuntansi pada tingkatan manajerial, adalah proses pengidentifikasian, pengukuran, penganalisisan dan pengkomunikasian
Ikatan Akuntan Indonesia. IAI Copy Right, all rights reserved
Ikatan Akuntan Indonesia Tiga Pilar Akuntansi Keuangan: Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) SAK ETAP SAK Syariah SAK ETAP digunakan untuk entitas tanpa akuntabilitas publik (ETAP). ETAP adalah entitas yang
BAB 1 PENDAHULUAN. dilihat pada kasus Enron Corporation di Amerika Serikat (Isnaeni, 2015) perusahaan agar saham tetap diminati investor.
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian Manajemen laba merupakan upaya yang dilakukan pihak manajemen untuk melakukan intervensi dalam penyusunan laporan keuangan dengan tujuan untuk menguntungkan
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Tujuan dibuatnya laporan keuangan adalah untuk memenuhi kebutuhan sebagian besar pengguna laporan keuangan. Masing-masing pengguna memiliki beragam kebutuhan
BAB I PENDAHULUAN. keuangan untuk mengambil keputusan baik secara internal maupun oleh pihak
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Laporan keuangan merupakan rangkuman kinerja perusahaan untuk melaporkan setiap aktivitas yang dilakukan, mulai dari aktivitas operasional, investasi, dan pembiayaan.
KERANGKA KERJA KONSEPTUAL
KERANGKA KERJA KONSEPTUAL Kerangka kerja konseptual (conceptual framework) didefinisikan oleh FASB sebagai : a coherent system of interrelated objectives and fundamentals that is expected to lead to consistent
BAB I PENDAHULUAN. pengambilan keputusan ekonomi (DSAK, Kerangka Dasar Penyajian dan
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Laporan keuangan disajikan dengan tujuan menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat
BAB I PENDAHULUAN. dalam praktik akuntansi. Sebagaimana dikatakan Lasdi (2008), meskipun. melaporkan laporan keuangan secara konservatif.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Konservatisme merupakan konvensi laporan keuangan yang penting dalam akuntansi, sehingga disebut sebagai prinsip akuntansi dominan. Konvensi seperti konservatisme
Studi Ball & Brown ERC, Akuntansi Pengakuan Cadangan
Chapter 5 THE INFORMATION PERSPECTIVE ON DECISION USEFULNESS Overview Chapter 2: Akuntansi PV (PVA): akt pendekatan neraca = perspektif pengukuran Historical Cost Accounting (HCA): Akt pendekatan laba
ANALISIS PENGARUH LABA BERSIH, ARUS KAS OPERASI, TOTAL ARUS KAS DAN NILAI BUKU EKUITAS TERHADAP ABNORMAL RETURN PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR
ANALISIS PENGARUH LABA BERSIH, ARUS KAS OPERASI, TOTAL ARUS KAS DAN NILAI BUKU EKUITAS TERHADAP ABNORMAL RETURN PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Tugas dan Syarat- Syarat Guna
BAB I PENDAHULUAN. Selain itu, laporan keuangan yang dibuat oleh perusahaan haruslah memenuhi
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Salah satu informasi yang disediakan perusahaan, terkait dengan kinerja manajemen atas pengelolaan sumber daya perusahaan, adalah laporan keuangan. Selain
BAB I PENDAHULUAN. atau membuat penyajian kembali pos-pos laporan keuangan, atau ketika entitas
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kriteria laporan keuangan yang lengkap menurut PSAK 1 (revisi 1998) dengan PSAK 1 (revisi 2009) adalah dalam butir (f) yang mengharuskan entitas untuk menyajikan laporan
I. PENDAHULUAN. pihak dan dilain pihak meningkatkan keinginan masyarakat untuk mencari alternatif
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pasar modal Indonesia telah menjadi perhatian banyak pihak khususnya masyarakat bisnis. Hal ini terutama dikarenakan oleh kegiatan pasar modal yang semakin berkembang dan
PSAK KERANGKA DASAR PENYUSUNAN DAN PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN
Teori Akuntansi Keuangan PSAK KERANGKA DASAR PENYUSUNAN DAN PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN Penyusun : Mikael Siahaan (1406645168) Muhammad Gunawan H.M (1406645765) Muhammad Iqbal (1406645771) PROGRAM EKSTENSI
BAB I PENDAHULUAN. Penerapan pengukuran berbasis nilai wajar didorong oleh perkembangan regulasi
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Kornel (2014) berpendapat bahwa beberapa tahun terakhir telah terjadi pergeseran dalam pengukuran akuntansi menuju pengukuran berbasis nilai wajar. Penerapan
Teori Akuntansi Keuangan
i ii Teori Akuntansi Keuangan iii TEORI AKUNTANSI KEUANGAN Dilengkapi dengan Hasil Penelitian Empiris di Indonesia Oleh : DR. Hj. Rahmawati. MSi, Ak Edisi Pertama Cetakan Pertama, 2012 Hak Cipta 2012 pada
BAB I PENDAHULUAN. (Brigham Gapensi, 1996 dalam Natalia, 2010). Laporan keuangan merupakan. dan laporan arus kas (standar akuntansi keuangan no. 1).
BAB I PENDAHULUAN 1. 1 Latar Belakang Maksimum profit atas produk atau jasa yang dihasilkan adalah harapan setiap perusahaan. Tujuan utama perusahaan adalah meningkatkan nilai perusahaan melalui peningkatan
BAB II LANDASAN TEORI. laporan keuangan yang telah diperiksa oleh akuntan publik dan didalamnya terdapat laporan
BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Laporan Tahunan Laporan tahunan adalah suatu dokumen yang diterbitkan tiap tahun suatu perusahaan yang berisi laporan keuangan yang telah diperiksa oleh akuntan publik dan didalamnya
AKUNTANSI KEUANGAN DAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN
AKUNTANSI KEUANGAN DAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN Dari segi fungsinya akuntansi merupakan: Suatu aktivitas penyediaan jasa Akuntansi memberikan informasi keuangan kepada pihak yang berkepentingan (Stakeholders),
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Hubungan antara agen dengan prinsipal yang dapat memicu
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Landasan Teori 1. Teori Agensi Hubungan antara agen dengan prinsipal yang dapat memicu munculnya suatu konflik karena adanya perbedaan kepentingan diantara keduanya dijelaskan
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Laporan keuangan merupakan pencatatan transaksi, pengikhtisaran dan
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Laporan keuangan merupakan pencatatan transaksi, pengikhtisaran dan pelaporan yang dapat memberikan informasi bagi pemakai. Pemakai yang dimaksud dalam hal
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Laporan keuangan diperlukan bagi kepentingan internal dan eksternal perusahaan, terutama bagi investor dan kreditor. Pihakpihak tersebut membutuhkan suatu
BAB I PENDAHULUAN. multinasional yang membutuhkan Standar Akuntansi Internasional. Dunia bisnis
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pada era globalisasi saat ini, banyak bermunculan perusahaan multinasional yang membutuhkan Standar Akuntansi Internasional. Dunia bisnis saat ini dapat dikatakan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Teoritis 1. Laporan Keuangan a. Pengertian Laporan keuangan adalah laporan yang berisikan informasi yang berguna bagi pihak internal dan eksternal perusahaan. Laporan
BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN RUMUSAN HIPOTESIS. Menurut Ikatan Akuntansi Indonesia dalam Standar Akuntansi Keuangan
BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN RUMUSAN HIPOTESIS 2.1 Pengertian laporan keuangan Menurut Ikatan Akuntansi Indonesia dalam Standar Akuntansi Keuangan (2004:2) menyatakan bahwa laporan keuangan merupakan bagian
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Tinjauan Pustaka 2.1.1. Pengertian Akuntansi Pengertian akuntansi dalam Mursyidi (2010:17) adalah proses pengidentifikasian data keuangan, memproses pengolahan dan penganalisisan
BAB I PENDAHULUAN. pihak-pihak diluar perusahaan. Segala informasi yang menyangkut keadaan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Setiap entitas bisnis harus melaporkan aktivitas yang dilakukan perusahaan selama periode tertentu. Laporan tersebut merupakan sebuah laporan pertanggungjawaban
BAB I PENDAHULUAN. manajemen dalam mengelola sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan. Hanafi
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perusahaan perlu membuat laporan keuangan untuk mengetahui kinerja manajemen dalam mengelola sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan. Dengan kata lain, laporan keuangan
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Tujuan dasar akuntansi keuangan adalah untuk memberikan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Tujuan dasar akuntansi keuangan adalah untuk memberikan informasi yang relevan bagi para pemakai informasi keuangan dalam rangka pengambilan keputusan. Untuk
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. dan sebagai pedoman bagi peneliti. Selain itu juga untuk menghindari adanya
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Penelitian Terdahulu Penelitian terdahulu bertujuan sebagai bahan untuk membandingkan dan sebagai pedoman bagi peneliti. Selain itu juga untuk menghindari adanya kesamaan dengan
BAB I PENDAHULUAN. Bab ini akan membahas beberapa alasan yang menjadi latar belakang
BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN Bab ini akan membahas beberapa alasan yang menjadi latar belakang dilakukannya penelitian. Selain itu, bab ini juga menguraikan tentang rumusan masalah yang menjadi
Lebih lanjut dijelaskan bahwa Kerangka konseptual berisi pembahasan terhadap hal-hal yang berkaitan dengan: 1. tujuan laporan keuangan
4. KERANGKA KONSEPTUAL INDONESIA Di Indonesia, kerangka konseptual dikenal pada bulan September 1994. dalam hal ini IAI mengambil kebijakan untuk mengadopsi kerangka konseptual yang disusun oleh IASC sebagai
BAB I PENDAHULUAN. mengenai pasar modal juga, investor dapat dengan mudah masuk ke lantai pasar. kegiatan perusahaan semakin lebih kompleks.
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Perkembangan industri serta arus globalisasi yang semakin pesat menuntut perusahaan untuk mampu bergerak sejalan dengan perkembangan tersebut. Selain itu dengan
BAB I PENDAHULUAN. dipicu oleh fenomena gagal bayar subprime mortgage bertransformasi menjadi
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Krisis finansial tercatat banyak terjadi hingga tahun 2013. Krisis tersebut menimpa perusahaan, baik di negara berkembang maupun negara maju. Kegagalan menjaga likuiditas
proses akuntansi yang dimaksudkan sebagai sarana mengkomunikasikan informasi keuangan terutama kepada pihak eksternal. Menurut Soemarsono
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Laporan Keuangan 1. Pengertian Laporan Keuangan Laporan keuangan adalah laporan berisi informasi keuangan sebuah organisasi. Laporan keuangan diterbitkan oleh perusahaan merupakan
BAB II KAJIAN PUSTAKA. merupakan bagian proses pelaporan keuangan. Laporan keuangan yang lengkap
BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1. Pengertian Laporan Keuangan Bank Menurut Zaki Baridwan (1992) pengertian atau definisi laporan keuangan adalah sebagai berikut: "Laporan keuangan merupakan ringkasan dari suatu
Bab II TINJAUAN PUSTAKA. Koperasi lahir pada permulaan abad ke-19 sebagai suatu reaksi terhadap sistem
Bab II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Landasan Teori 2.1.1 Koperasi Koperasi lahir pada permulaan abad ke-19 sebagai suatu reaksi terhadap sistem perekonomian kapitalisme di negara-negara Eropa. Sistem ekonomi ini
Standar Jasa Akuntansi dan Review memberikan panduan yang berkaitan dengan laporan keuangan entitas nonpublik yang tidak diaudit.
SA Seksi 722 INFORMASI KEUANGAN INTERIM Sumber : PSA No. 73 PENDAHULUAN 01. Seksi ini memberikan pedoman mengenai sifat, saat, dan lingkup prosedur yang harus diterapkan oleh akuntan publik dalam melakukan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Teoritis 1. PSAK 1 tentang penyajian laporan keuangan. a. Definisi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) adalah standar yang digunakan untuk pelaporan keuangan
BAB II RERANGKA TEORI DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS. beberapa hal yang berkaitan dengan Komite Audit dalam perusahaan:
11 BAB II RERANGKA TEORI DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS II.1. Komite Audit Berdasarkan KEP-29/PM/2004 peraturan nomor IX.I.5 tentang Pembentukan dan Pedoman Pelaksanaan Kerja Komite Audit, terdapat beberapa
BAB 2 LANDASAN TEORI Karakteristik Kualitatif Informasi Akuntansi
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1. Kajian Teori 2.1.1. Karakteristik Kualitatif Informasi Akuntansi Laporan keuangan merupakan media informasi yang digunakan manajemen kepada pihak luar perusahaan. Informasi yang
PENGGUNAAN INSTRUMEN KEUANGAN PADA BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN LAINNYA
PENGGUNAAN INSTRUMEN KEUANGAN PADA BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN LAINNYA Nur Fadilla, Sofatul Lail Lisa, Rohmania Nur Laily, Fitriya Indah Wahyuni [email protected] Abstrak Instrumen keuangan adalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Laporan keuangan menjadi sarana manajemen untuk mengkomunikasikan pertanggungjawaban kinerja mereka kepada pihak-pihak berkepentingan. Laporan keuangan disusun
BAB I PENDAHULUAN. sebagai alat yang handal bagi para pemakainya untuk mengurangi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Informasi keuangan yang terdapat dalam laporan keuangan masih diyakini sebagai alat yang handal bagi para pemakainya untuk mengurangi ketidakpastian dalam
BAB I PENDAHULUAN. Eropa, harus segera direspons pemerintah. Penurunan nilai tukar rupiah terhadap
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Penurunan nilai tukar rupiah yang cukup signifikan serta ancaman ketidakpastian terkait memburuknya perekonomian global akibat krisis utang AS dan Eropa, harus
BAB I PENDAHULUAN. menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu entitas
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Laporan keuangan merupakan sebuah jembatan yang dapat menghubungkan keperluan bisnis. Tujuan dari laporan keuangan adalah menyediakan informasi yang menyangkut posisi
2. Kerangka Teoritis 2.1. Laporan Keuangan Pemerintah Peranan dan Tujuan Pelaporan Keuangan
2. Kerangka Teoritis 2.1. Laporan Keuangan Pemerintah 2.1.1. Peranan dan Tujuan Pelaporan Keuangan Laporan keuangan merupakan catatan informasi keuangan pada suatu periode akuntansi yang dapat digunakan
Handout : Analisis Rasio Keuangan Dosen : Nila Firdausi Nuzula, PhD. Accounting Assumptions, Principles, Procedures and Policies
Handout : Analisis Rasio Keuangan Dosen : Nila Firdausi Nuzula, PhD Accounting Assumptions, Principles, Procedures and Policies Pemahaman tentang asumsi, prinsip, prosedur, dan kebijakan terkait penyusunan
BAB I PENDAHULUAN. perusahaan pada masa tertentu. Laporan keuangan menggambarkan situasi
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Laporan keuangan merupakan alat untuk melakukan evaluasi atas suatu kinerja perusahaan pada masa tertentu. Laporan keuangan menggambarkan situasi keuangan dan kinerja
BAB I PENDAHULUAN. bertambahnya jumlah perusahaan yang melakukan Initial Public Offering (IPO)
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Perkembangan perusahaan go public di Indonesia dapat dilihat dari bertambahnya jumlah perusahaan yang melakukan Initial Public Offering (IPO) setiap tahunnya. IPO merupakan
ANDRI HELMI M, SE., MM ANALISIS INVESTASI DAN PORTOFOLIO ANALISIS PERUSAHAAN
ANDRI HELMI M, SE., MM ANALISIS INVESTASI DAN PORTOFOLIO ANALISIS PERUSAHAAN CAKUPAN PEMBAHASAN Overview analisis perusahaan EPS dan laporan keuangan perusahaan Price Earning Ratio Estimasi nilai intrinsik
LOGO MANAJEMEN KEUANGAN ANDRI HELMI M, SE., MM
LOGO MANAJEMEN KEUANGAN ANDRI HELMI M, SE., MM Review Sesi 1 keuangan merupakan seni dan ilmu mengelola uang, baik uang yag dimiliki oleh badan usaha, pemerintah, maupun perseorangan. Sebagai seni berarti
