BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Statistik Deskriptif Statistik deskriptif menjelaskan informasi karakteristik variabel-variabel dan data penelitian. Data yang digunakan pada tabel statistik deskriptif meliputi jumlah data (N), nilai minimum, nilai maksimum, rata-rata (mean) dan standar deviasi dari dua variabel independen yaitu murabahah dan mudharabah sebagai variabel yang mempengaruhi net profit margin pada Bank Syariah yang terdaftar di Bank Indonesia. Hasil pengolahan data yaitu sebagai berikut: Tabel 4.1 Descriptive Statistics N Minimum Maximum Mean Std. Deviation Murabahah 38 158614 1642133 532262,47 386408,135 Mudharabah 38 374 636928 193686,21 180742,952 NPM 38 10 32 18,58 4,084 Valid N (listwise) 38 Sumber : data yang diolah dengan SPSS 20 Berdasarkan Tabel 4.1 diatas dapat dijelaskan dengan uraian sebagai berikut: a. N = 38, berarti jumlah data yang diolah dalam penelitian ini adalah 38 sampel yaitu terdiri dari 3 perbankan syariah yang dijadikan sampel selama 4 tahun, yang terdiri dari data variabel neraca dan laba rugi. 66
b. Murabahah memiliki nilai terendah sebesar 158614 dimiliki oleh Bank Muamalat Indonesia tahun 2009, nilai tertinggi sebesar 1642133 dimiliki oleh Bank Syariah Mandiri tahun 2012, nilai mean sebesar 532262,47 dan nilai standar deviasi sebesar 386408,135. c. Mudharabah memiliki nilai terendah sebesar 374 dimiliki oleh Bank Syariah Mega Indonesia tahun 2010, nilai tertinggi sebesar 636928 Bank Syariah Mandiri tahun 2011, nilai mean sebesar 193686,21 dan nilai standar deviasi sebesar 180742,952. d. Net Profit Margin nilai terendah sebesar 10 dimiliki oleh oleh Bank Syariah Mega Indonesia tahun 2009, nilai tertinggi sebesar 32 dimiliki oleh Bank Muamalat Indonesia tahun 2009, nilai mean sebesar 18,58 dan nilai standar deviasi sebesar 4,084. B. Uji Asumsi Klasik 1. Uji Normalitas Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah data berdistribusi normal atau tidak. Uji normalitas ini menggunakan metode One Sample Kolmogorov Smirnov dengan menggunakan taraf signifikansi 0.05. Pengambilan keputusan untuk menentukan data variabel penelitian terdistribusi normal atau tidak adalah sebagai berikut : 1. Nilai Asym.Sig. (2-tailed) > 0,05 maka data berdistribusi normal. 2. Nilai Asym.Sig.(2-tailed) < 0,05 maka data berdistribusi tidak normal. 67
Berikut dibawah ini Tabel 4.2 adalah output uji normalitas data dengan menggunakan SPSS 20: Tabel 4.2 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual N 38 Normal Parameters a,b Mean 0E-7 Std. Deviation,07667485 Most Extreme Differences Absolute,128 Positive,074 Negative -,128 Kolmogorov-Smirnov Z,790 Asymp. Sig. (2-tailed),560 a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data. Berdasarkan Tabel 4.2 nilai kolmogorov smirnov sebesar 0,790 dan nilai Asymp. Sig sebesar 0,560, maka data dinyatakan data berdistribusi normal dan regresi layak untuk digunakan, karena tingkat signifikansi lebih besar dari 0,05. 2. Uji Multikolinearitas Uji multikolinearitas digunakan untuk menguji ada tidaknya hubungan yang linear antara variabel bebas satu dengan variabel bebas yang lainnya. Model regresi yang baik seharusnya tidak mengandung multikolinearitas. Dikatakan tidak terdapat multikolinearitas apabila nilai tolerance > 0.10 dan nilai Variance Inflation Factor(VIF) < 10. 68
Tabel 4.3 Uji Multikolinearitas Coefficients a Model Unstandardized Standardized t Sig. Collinearity Statistics Coefficients Coefficients 1 B Std. Error Beta Tolerance VIF (Constant) 1,573,247 6,361,000 LGmurabahah -,111,045 -,336-2,458,019,941 1,063 LGMudarabah,064,014,608 4,440,000,941 1,063 a. Dependent Variable: LGNPM Dari Tabel 4.3 dapat dilihat nilai tolerance dari variabel murabahah dan mudharabah adalah sebesar 0,941, nilai ini berada diatas 0,01 dan nilai VIF sebesar 1,063 yang berarti tidak terjadi multikolonieritas dalam penelitian ini. 3. Uji Autokorelasi Uji autokorelasi bertujuan menguji apakah dalam model regresi linear ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan t- 1 atau sebelumnya (Gozali, 2006:99), sehingga diperoleh hasil regresi yang valid dan dapat digunakan untuk melakukan pengujian terhadap hipotesis yang diajukan. Jika terjadi autokorelasi dalam model regresi linear berarti koefisien korelasi yang diperoleh menjadi tidak akurat, sehingga model regresi yang baik adalah yang bebas dari autokorelasi. Salah satu cara mendeteksi bahwa 69
data tersebut terkena autokorelasi atau tidak adalah dengan menggunakan Durbin Watson (DW-test). Tabel 4.4 Uji Autokorelasi Model Summary b Model Change Statistics Durbin- R Square Change F Change df1 df2 Sig. F Change Watson 1,383 10,868 2 35,000 1,443 a. Predictors: (Constant), LGMudarabah, LGmurabahah b. Dependent Variable: LGNPM Berdasarkan Tabel 4.4 dan berdasarkan hasil analisis dengan SPSS diketahui nilai DW sebesar 1.975, nilai ini berada diatas -2 dan dibawah 2, yang berarti bahwa tidak terjadi autokorelasi dalam penelitian ini. 4. Uji Heteroskedastisitas Deteksi ada tidaknya heteroskedastisitas dapat dilakukan dengan melihat ada tidaknya pola-pola tertentu pada grafik scatterplot antara SRESID dan ZPRED, nilai residual adalah Y dan nilai yang diprediksi X. Uji heteroskedastisitas dilakukan untuk mengetahui adanya penyimpangan dari syarat-syarat asumsi klasik pada model regresi. 70
Model regresi yang baik adalah yang tidak terjadi heteroskedastisitas. Gambar 4.1 menunjukkan hasil pengujian heteroskedastisitas dengan grafik scatterplot sebagai berikut: Gambar 4.1 Dari grafik scatterplot pada Gambar 4.1 diatas terlihat bahwa titik-titik menyebar secara acak serta tersebar baik diatas maupun dibawah angka 0 pada sumbu Y. Hal ini dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi Heteroskedastisitas pada model regresi. 71
C. Analisis Linear Berganda Analisis linear berganda digunakan dalam penelitian ini dengan tujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Perhitungan statistik dalam analisis linear berganda yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan SPSS 20. Ringkasan hasil pengolahan data dengan menggunakan program SPSS tersebut adalah sebagai berikut: Tabel 4.5 Analisis Linear Berganda Coefficients a Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients 1 B Std. Error Beta (Constant) 1,573,247 LGmuraba hah LGMudara bah -,111,045 -,336,064,014,608 a. Dependent Variable: LGNPM Dari hasil regresi linear berganda, dapat disusun dalam bentuk persamaan regresi sebagai berikut: NPM = 1,573 0,111 Murabahah + 0,064 Mudharabah 72
Persamaan regresi tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut: a. Konstanta sebesar 1,573 artinya jika Murabahah (X 1 ), Mudharabah (X 2 ) perusahaan nilainya 0, maka Net Profit Margin (Y) nilainya adalah sebesar 1,573. b. Koefisien regresi Murabahah (X 1 ) sebesar -0,111 artinya pada variabel murabahah terdapat pengaruh negatif dengan Net Profit Margin. Hal ini menunjukkan setiap kenaikan 1 persen dari murabahah akan menyebabkan penurunan net profit margin sebesar -0,111. c. Koefisien regresi Mudharabah (X 2 ) sebesar 0,064 artinya pada variabel mudharabah terdapat pengaruh positif dengan net profit margin. Hal ini menunjukkan setiap kenaikan 1 persen dari murabahah akan menyebabkan kenaikan net profit margin sebesar 0,064. D. Uji Hipotesis 1. Koefisien Determinasi Tabel 4.6 Koefisien Determinasi Model Summary b Mod el R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1,619 a,383,348,07884 a. Predictors: (Constant), LGMudarabah, LGmurabahah b. Dependent Variable: LGNPM 73
Berdasarkan Tabel 4.6 diatas diketahui bahwa nilai Adjusted R Square diperoleh sebesar 0,348 atau 34,8 %. Sedangkan sisanya yaitu (100% - 34,8% = 65,2%), dipengaruhi oleh variabel lain atau diluar variabel yang diteliti. 2. Uji F (Uji Simultan) Uji F digunakan untuk mengetahui pengaruh secara bersama-sama variabel independen (murabahah dan mudharabah) terhadap net profit margin seperti ditunjukkan sebagai berikut: Tabel 4.7 Uji F ANOVA a Model Sum of Squares df Mean Square F Sig. Regression,135 2,068 10,868,000 b 1 Residual,218 35,006 Total,353 37 a. Dependent Variable: LGNPM b. Predictors: (Constant), LGMudarabah, Lgmurabahah Dari uji ANOVA atau F Test pada tampilan Tabel 4.7 didapat nilai probabilitasnya sebesar 0,000 dengan tingkat signifikansi 5% sehingga nilai probabilitas lebih kecil dari tingkat signifikansi atau p < 5% yaitu 0.000 < 0.05, maka Ho ditolak dan Ha diterima artinya bahwa terdapat pengaruh signifikansi murabahah (X 1 ) dan mudharabah (X 2 ) secara simultan atau bersama-sama terhadap net profit margin (Y) pada perbankan syariah. 74
3. Uji t (Uji Parsial) Uji t dilakukan untuk mengetahui apakah pengaruh masing-masing variabel independen yang terdiri atas murabahah dan mudarabah terhadap NPM. Berdasarkan tingkat signifikansi, masing-masing variabel independen mempunyai pengaruh terhadap variabel dependen, jika mempunyai tingkat signifikansi < 0.05. Tabel 4.8 Uji t (Uji Parsial) Coefficients a Model Unstandardized Standardized t Sig. Coefficients Coefficients B Std. Error Beta (Constant) 1,573,247 6,361,000 1 LGmurabahah -,111,045 -,336-2,458,019 LGMudarabah,064,014,608 4,440,000 a. Dependent Variable: LGNPM Berdasarkan data output SPSS tersebut maka di peroleh: a. Variabel murabahahmemiliki nilai signifikansi sebesar 0.019 yaitu lebih kecil dari nilai probabilitas 0.05 atau (0.019 < 0.05), maka Ho ditolak dan Ha diterima, dapat disimpulkan bahwa secara parsial mudharabahberpengaruh terhadap net profit margin. b. Variabel mudharabahmemiliki nilai signifikansi sebesar 0.000 yaitu lebih kecil dari nilai probabilitas 0.05 atau (0.000 < 0.05), maka Ho ditolak dan 75
Ha diterima, dapat disimpulkan bahwa secara parsial mudharabah berpengaruh terhadap net profit margin. F. Pembahasan Hasil Penelitian Penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar pengaruh murabahah dan mudharabah terhadap net profit margin. Dari hasil pengujian secara parsial (individu) diketahui bahwa variabel murabahah berpengaruh signifikan terhadap variabel net profit margin karena nilai signifikansi 0.019< 0.05, sedangkan mudharabah berpengaruh signifikan terhadap net profit margin karena nilai signifikansi 0.000 > 0.05. Nilai Adjusted R Square diperoleh sebesar 0,348 atau 34,8 %. Sedangkan sisanya yaitu (100% - 34,8% = 65,2%), dipengaruhi oleh variabel lain atau diluar variabel yang diteliti. Dari uji ANOVA atau F Test pada tampilan Tabel 4.7 didapat nilai signifikansinya sebesar 0,000 dengan tingkat signifikansi 5% sehingga nilai signifikansi lebih kecil dari tingkat signifikansi atau p < 5% yaitu 0.000 < 0.05, maka Ho ditolak dan Ha diterima artinya bahwa terdapat pengaruh signifikansi murabahah (X 1 ) dan mudharabah (X 2 ) secara simultan atau bersama-sama terhadap net profit margin (Y) pada perbankan syariah. Variabel murabahah memiliki nilai signifikansi sebesar 0.019 yaitu lebih kecil dari nilai signifikansi 0.05 atau (0.019 < 0.05), maka Ho ditolak dan Ha diterima, dapat disimpulkan bahwa secara parsial mudharabah 76
berpengaruh terhadap net profit margin. Penelitian ini tidak sesuai dengan penelitian (Muhammad Ziqri, 2009) yang menyatakan bahwa murabahah tidak berpengaruh terhadap ROE. Variabel mudharabah memiliki nilai signifikansi sebesar 0.000 yaitu lebih kecil dari nilai signifikansi 0.05 atau (0.000 < 0.05), maka Ho ditolak dan Ha diterima, dapat disimpulkan bahwa secara parsial mudharabah berpengaruh terhadap net profit margin. Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh (Muhammad Ziqri, 2009) yang menyatakan bahwa variabel mudharabah mempunyai pengaruh terhadap ROE. Variabel mudharabah berpengaruh signifikan terhadap ROE, berarti diperoleh bahwa pendapatan yang dihasilkan Mudhrabah memang mempengaruhi tingkat profitabilitas (ROE) bank. Tingkat pembiayaan mudharabah yang disalurkan bank menghasilkan pendapatan yang akan mempengaruhi tingkat profitabilitas (ROE) bank (Efrida : 2007). Mudharabah adalah akad kerjasama antara bank selakushahibul maaldengan nasabah selaku mudharib,kemudian bank mempercayakan nasabahnya untuk mengelola hartanya dengan kesepakatan pembagian keuntungan berdasarkan porsi yang telah disepakati. Dalam perbankan konvensional sama halnya dengan pemberian kredit. Pemberian kredit yang diberikan bank akan menghasilkan pendapatan bunga dan akan mempengaruhi tingkat profitabilitas (Dewi : 2008).. Mudharabah juga merupakan akad yang paling banyak diminati oleh nasabah, berarti semakin tinggi terjadinya akad mudhrabah yang dilakukan 77
bank dengan nasabah, semakin tinggi pula pendapatan yang diperoleh dan akan mempengaruhi tingkat profitabilitas (ROE) yang dihasilkan (Abu Bakar : 2009). 78