Akhmad Rudyanto Putu Rio Aditya Linda Wulandari Yuli Fitriani 2207.100.624 2207.100.638 2207.100.645 2207.100.649 1
Sistem Pemancar Televisi Memancarkan sinyal RF (audio & video) melalui gelombang elektromagnetik di udara dan diterima oleh penerima televisi Tipe: pemancar VHF channel 2-13 (TVRI) pemancar UHF channel 14-83 (televisi swasta) pemancar microwave siaran outdoor (liputan acara live) 2
Alokasi Channel (KM 76 2003) 3
NTSC (National Television System Committee) 525 baris, 60 Hz refresh rate. Digunakan di Amerika, Korea, Jepang, dan Canada. Frame rate 30 fps Menggunakan format YIQ PAL (Phase Alternating Line) 625 baris, 50 Hz refresh rate Digunakan di sebagian besar Eropa Barat. Frame rate25 fps Menggunakan format YUV 4
SECAM (Séquentiel couleur avec mémoire) Digunakan di Perancis, Rusia, dan Eropa timur Berdasarkan frequency modulation dengan 25 Hz refresh rate dan 625 baris. HDTV (High Definition TV) Standar televisi baru dengan gambar layar lebar, lebih jernih dan suara kualitas CD Audio. Aspek ratio 16:9 dibandingkan dengan sistem lain 4:3. Resolusi terdiri dari 1125 baris(1080 baris aktif) 5
Lines/frame Frames/s Active lines Horizontal sampling rate pixels color coding & sampling NTSC PAL SECAM 525 625 625 30 (29.97) 25 25 480-496 576-? 576-? 858 864 864 640 480 YIQ 4:2:2 768 576 YUV 4:2:2 768 576 YDRDB 4:2:2 6
PAL PAL PAL PAL PAL B/G/D/K/I M (Standar televisi Brazil) Nc (Standar televisi Argentina) N (Standar televisi Uruguay) L (Standar televisi SECAM) Standar TV Indonesia menggunakan standar peralatan siaran televisi PAL B/G sesuai rekomendasi International Telecommunication Union (ITU) dan sesuai ketentuan yang ditetapkan oleh Dirjen Postel dan akan diuji sebelum peralatan beroperasi. 7
8
9
PAL B PAL G, H PAL I PAL M PAL D PAL N PAL Nc Transmission Band VHF UHF UHF/VHF UHF/VHF VHF UHF/VHF UHF/VHF Lines/Fields 625/50 625/50 625/50 525/60 625/50 625/50 625/50 Video Bandwidth 5.0 MHz 5.0 MHz 5.5 MHz 4.2 MHz 6.0 MHz 5.0 MHz 4.2 MHz Sound Carrier 5.5 MHz 5.5 MHz 6.0 MHz 4.5 MHz 6.5 MHz 5.5 MHz 4.5 MHz Channel Bandwidth 7 MHz 8 MHz 8 MHz 6 MHz 8 MHz 6 MHz 6 MHz Active lines 576 576 582* 480 576 576 576 10
Sistem broadcast menggunakan channel yang sama untuk mentransmisikan gambar berwarna maupun hitam putih. Untuk gambar berwarna sinyal video dibagi menjadi 2 sinyal, 1 untuk luminance dan 2 untuk chrominance. Sehingga sinyal Y, Cb, Cr harus ditransmisikan bersamasama (composite video signal) 11
Dalam sistem PAL, digunakan parameter U (Cb) dan V (Cr) Y = 0.299 R + 0.587 G + 0.114 B (luminance) U = 0.492 (B Y) (chrominance) V = 0.877 (R Y) (chrominance) Dalam sistem NTSC, digunakan parameter I, singkatan dari in-phase (Cb) dan Q, singkatan dari quadrature (Cr) Y = 0.299 R + 0.587 G + 0.114 B I = 0.74 (R Y) 0.27 (B Y) Q = 0.48 (R Y) + 0.41 (B Y) 12
Sistem Pemancar Televisi AUDI O VIDE O AUDI O AMP. VIDE O AMP. AUDIO MODULAT OR POWER AMP. OSC COMBINER VIDEO MODULAT OR POWER AMP. ANTENN A FEED ER OSC 13
Jenis : Mono Stereo Audio 14
Video Proses scanning Sistem PAL (625 garis) dengan frekuensi 50Hz t=1/50= Sistem NTSC (525/60) Sistem Secam (625/25) Sinkronisasi deteksi Video warna receiver Komponen luminance (kecerahan) Y=0.3R+0.59G+0.11B Komponen chrominance (warna) R-Y G-Y B-Y 15
Modulasi Audio Jenis modulasi : FM Sinyal informasi Sinyal carrier 16
Modulasi Video Jenis modulasi : AM Sinyal informasi Sinyal carrier 17
Modulator 18
Mengontrol mana sumber suara dan gambar yang akan diproses Sound engineer bekerja sama dengan programme director Output suara dan gambar masuk melalui coaxial cable Berisi beberapa monitor different picture view picture from cameras check content and quality being telecast Audio mixer memilih/menggabungkan suara dari berbagai sumber mic Untuk live studio video tape recording letaknya tidak jauh dari control room 19
20
21
22
Stasiun pemancar Trans TV Semarang merupakan stasiun relay siaran yang berpusat di Jakarta. Dimana siaran dari Jakarta dikirim melalui satelit dalam hal ini Trans TV menggunakan satelit TELKOM 1 yang kemudian diterima kembali oleh stasiun-stasiun di daerah melalui satelit receiver dengan parameter : Frekuensi : 4084 Mhz Polarisasi : Horizontal Symbol Rate : 60.000 hsym/s FEC Code Rate :¾ LNB Freq : 05150 23
Setelah diterima melalui satelit receiver sinyal video dan audio dikirim ke PIM (Program Input and Monitoring Equipment). Pada bagian ini sinyal baik dari input satelit receiver maupun output dari pemancar dapat dimonitoring. Setelah melalui PIM Rack, sinyal video langsung dikirim ke pemancar, TransTV semarang menggunakan pemancar NEC type PCU 1120SSP/1 yang menggunakan penguat Solid State. 24
Untuk sinyal Audio, dari satelit receiver sinyal audio di inputkan ke NICAM Encoder terlebih dahulu sebelum di inputkan ke pemancar. NICAM Encoder yang digunakan adalah NICAM Encoder tipe NC200A/S120 produk dari FACTUM ELEKTRONIK AB. 25
Pemancar NEC PCU-1120SSP/1 dibagi menjadi dua bagian besar: EXCITER, pada blok ini sinyal Video dan Audio diperbaiki kualitasnya dan kemudian dimodulasi pada tingkat IF setelah itu sinyal Video dan Audio di MIXER sampai pada frekuensi Channel yang diinginkan. Penguat Daya atau TRPA unit. Pada unit ini sinyal yang telah dimodulasi pada frekuensi channel dikuatkan sampai dengan daya yang diinginkan. Barulah setelah melalui kedua proses tersebut sinyal dipancarkan melalui antena. 26
NICAM bekerja pada subcarrier dengan frekuensi tinggi pada sistem TV broadcast, dimana pada sistem yang digunakan di Indonesia yaitu PAL B/G subcarriernya pada 5,85 MHz. Sinyal dimodulasikan secara digital dengan laju data 728 Kbits/sec yang terdiri dari 728 bit paket NICAM yang ditransmisikan secara terus menerus. 27
NICAM mempunyai 4 mode operasi yaitu : 1.Sebuah kanal suara stereo digital. 2.Dua buah kanal suara mono digital yang berbeda. 3.Sebuah kanal suara mono digital dan sebuah kanal data 352 Kbit/sec. 4.Sebuah kanal data 704 Kbit/sec Mode operasi tersebut ditentukan oleh 3 bit pada data stream. Saat ini hanya mode sebuah kanal suara stereo digital dan dua buah kanal suara mono digital yang berbeda, yang secara umum digunakan. Mode dua buah kanal suara mono digital yang berbeda yang saat ini digunakan untuk program BI-lingual. 28
29