BAB III METODE PENELITIAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN ANALISIS DATA

BAB IV METODE PENELITIAN. komprehensif mengenai hubungan hubungan antar variabel variabel yang

BAB III METODE PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. yaitu sifat-sifat, ciri-ciri, atau hal-hal yang dimiliki oleh suatu elemen. Sedangkan

BAB III METODE PENELITIAN. Kasihan, Tamantirto, Bantul, Yogyakarta. Akuntansi, Prodi Ilmu Ekonomi sejumlah 76 dosen.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Bintaro Jaya Sektor IV Tangerang Selatan pondok betung no. 88 bintaro jaya sektor IV Tangerang Selatan

BAB III DESAIN DAN METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian dilakukan pada PT. First Media Production yang beralamat di

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN ANALISIS DATA. SEM berbasis covariance menjadi berbasis varian. SEM yang berbasis

BAB III METODE PENELITIAN. pendekatan kuantitatif. Menurut Sugiyono (2010), penelitian eksplanatori adalah

BAB III METODE PENELITAN

BAB III METODE PENELITIAN. Adapun pengertian dari objek penelitian menurut Sugiyono (2010:13) adalah

2 METODE. Kerangka Pemikiran

BAB III METODE PENELITIAN. data, populasi dan sampel, variabel dan indikator, serta teknik analisis data.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Tahap Awal. Tahap Analisis Variabel - variabel Penerimaan SAP. (Model UTAUT)

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Desain penelitian adalah kerangka untuk melaksanakan proyek riset

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam melakukan penelitian ini penulis mengambil obyek penelitian di

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan sebuah penelitian eksplanatori (explanatory research) atau

BAB III METODE PENELITIAN. kepuasan pelanggan berbelanja di Tokopedia. Proses penelitian akan

BAB III METODE PENELITIAN. Rancangan penelitian adalah rencana yang mencakup penelitian secara


BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah explanative research dengan menggunakan

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Dengan jumlah keseluruhan sampel kurang dari 100. Dikarenakan penelitian

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Menurut Sugiyono (2010:13), definisi dari objek penelitian yaitu Sasaran

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. karena melibatkan sejumlah variable bebas (independent variable) dan variabel

BAB III METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN. meneliti pada populasi atau sampel tertentu. Teknik penentuan sampel pada

BAB III METODE PENELITIAN. semua pengguna akhir sistem (end-user) pada Dinas Pendapatan, Pengelola

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB IV ANALISIS DATA DAN HASIL PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. tertentu untuk dijadikan objek dalam sebuah penelitian. Populasi dalam penelitian ini

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa program S1 Akuntansi di Kota

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Menurut Sugiyono (2010:13), definisi dari objek penelitian yaitu sasaran

BAB IV METODE PENELITIAN. Penelitian ini dirancang sebagai penelitian Ex post facto, yang berarti

BAB III METODE PENELITIAN

III. METODOLOGI PENELITIAN. berhubungan langsung dengan permasalahan yang diteliti (Cooper dan Emory,

BAB III METODELOGI PENELITIAN. dan pernah melakukan pembelian produk secara online di Bukalapak.com. pusat perkantoran yang berada di Jakarta.

BAB III METODE PENELITIAN. 1 kota di Provinsi D.I. Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan data realisasi

BAB III METODE PENELITIAN. Tipe penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah Uji Hipotesis (hypothesis testing). Uji

BAB 3 METODE PENELITIAN. Desain penelitian ini adalah dengan menggunakan pendekatan kuantitatif atau

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Riduwan dan Achmad,

STRUCTURAL EQUATION MODELING - PLS. SPSS for Windows

BAB III METODE PENELITIAN. kesimpulan yang dapat digeneralisasikan.1. (variabel terikat) yang lain. Dalam penelitian ini ingin diketahui apakah

III. METODE PENELITIAN

Pengantar (2) Y 11 Y 12 Y 13. Kondisi Sosial Keluarga. Kondisi Ekonomi Keluarga Y 21 Y 22 Y 23. Bangunan Rumah. Pendidikan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. sakit yang terdiri dari tenaga medis (para dokter), tenaga paramedis (para

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. asosiatif. Menurut Sugiyono (2010:55) penelitian yang bersifat asosiatif merupakan

BAB III METODE PENELITIAN. perumusan masalah yang teridentifikasi, pengumpulan dasar teori yang

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah explanative research dengan menggunakan pendekatan

BAB V ANALISA HASIL. convergent validity yaitu apakah loading factor indikator untuk masing-masing konstruk sudah

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB 3 METODELOGI PENELITIAN. menjelaskan keadaan pada objek penelitian yaitu dengan penelitian asosiatif. Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menguji pengaruh penerapan empat karakteristik SIAM yang

BAB III METODE PENELITIAN. Dengan pengertian objek penlitian yang dikemukakan oleh Sugiyono (2012:38)

BAB III METEDOLOGI PENELITIAN. penelitian ini berlangsung selama periode Juli 2017.

BAB lll METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini dilakukan di MGMP PAI SMKN Surabaya, kualitas pembelajaran PAI di MGMP PAI SMKN Surabaya.

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB IV METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. yang ada di Bandar Lampung untuk mengetahui faktor-faktor yang

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan sebuah penelitian eksplanatori (explanatory research)

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksplanatori (explanatory research).

BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang dipakai penulis dalam penelitian ini adalah metode studi

Eka Susila Anggraeni 1), Dr. Ir. Imam Santoso, MP. 2), Dhita Morita Ikasari STP, MP. 2)

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. bekerja di sektor publik khususnya di institusi kepolisian. Dipilihnya institusi

BAB III METODE PENELITIAN. Tipe penelitian dalam penelitian ini adalah tipe penelitian yang bersifat eksplanatory

BAB III METODE PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. 1. Sejarah Kantor Keluarga Berencana Kota Administrasi Jakarta

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. mendapatkan jawaban ataupun solusi dari permasalahan yang terjadi. Adapun

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

DAFTAR ISI. ABSTRAKSI... i. KATA PENGANTAR... ii. DAFTAR ISI... iv. DAFTAR GAMBAR... vii. DAFTAR TABEL...viii BAB I PENDAHULUAN...

BAB III METODE PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penerapan Self Assessment System dan Kualitas Pelayanan Pajak terhadap

BAB IV DESAIN DAN METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Populasi (population) yaitu wilayah generalisasi yang terdiri atas sekelompok

BAB III METODE PENELITIAN. Tipe penelitian yang digunakan adalah explanative research dengan menggunakan

Transkripsi:

55 BAB III METODE PENELITIAN Metode diartikan sebagai suatu cara atau teknis yang dilakukan dalam proses penelitian. Sedangkan penelitian diartikan sebagai upaya dalam bidang ilmu pengetahuan yang dijalankan untuk memperoleh fakta-fakta dan prinsip-prinsip dengan sabar, hati-hati dan sistematis untuk mewujudkan kebenaran. Merode penelitian yaitu cara yang dilakukan dalam proses penelitian pada bidang pengetahuan untuk memperoleh fakta dan mencapai suatu tujuan penelitian. 21 A. Jenis Penelitian Berdasarkan pada teknik pengumpulan data, jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan data yang berupa angka. Data yang berupa angka tersebut kemudian diolah dan dianalisis untuk mendapatkan suatu informasi ilmiah dibalik angka-angka tersebut. 22 Format penelitian kuantitatif yang digunakan dalam penelitian ini adalah format eksplanasi. Format eksplanasi dimaksud untuk menjelaskan suatu generalisasi sampel terhadap populasinya atau menjelaskan hubungan, perbedaan atau pengaruh satu variabel dengan variabel yang lain. 23 21 Mardalis, metode penelitian (Jakarta. Bumi Aksara, 1995), h.24 22 Nanag Martono, Metode Penelitian Kuantitatif, Analisis isi dan Analisis Data Sekunder, Edisi Revisi, (Depok: PT Rajagrafindo Persada, 2012), h.20 23 Burhan Bungin, Metodoloogi Penelitian Kuantitatif, Prenada Media Group, Jakarta, 2005, h.46

56 Ekspalanasi adalah penelitian yang mempunyai kredibilitas untuk mengukur, menguji hubungan sebab akibat dari dua atau beberapa variabel dengan menggunakan analisis statistik inferensial. 24 Penggunaan statistik inferensial dalam penelitian ilmu-ilmu sosial, seperti kebijakan publik, komunikasi, ekonomi dan sebagainya, didasari oleh logika-logika teori probabilitas. Bersamaan dengan hal itu pula, maka penggunaan sampel penelitian menjadi logika yang dibenarkan dalam penjelasan eksplanatori. 25 Metode statistik inferensial adalah semata-mata teknik atau alat yang dipakai dalam membuktikan probabilitas yang umumnya digunakan dalam penelitian ilmu-ilmu sosial. Statistik inferensial adalah statistik yang digunakan dalam penelitian sosial sebagai alat untuk menganalisis data untuk tujuantujuan eksplanasi. B. Metode Pengumpulan Data Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif. Data kuantitatif adalah data yang dapat dinyatakan dalam bentuk angka-angka, 26 yaitu untuk variabel independen atau variable indikator yang pertama adalah data perbankan syariah yang didapatkan dari website Bank Indonesia, yang terdiri dari variable laten data Asset, dana pihak ketiga Bank Syariah dan Pembiayaan UMKM oleh Bank Syariah.. 24 Burhan Bungin, Metodoloogi Penelitian Kuantitatif, Prenada Media Group, (Jakarta:2005), h.46 25 Ibid.,h.191 26 Ibid., h.51

57 Variabel Indikator yang kedua adalah perkembangan UMKM, yang memiliki variable laten data jumlah UMKM, Jumlah Tenaga Kerja UMKM serta data ekspor non migas. Data-data tersebut didapat dari website Kementrian Perdagangan serta Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sedangkan variable indikator yang terkahhir adalah pertumbuhan ekonomi Indonesia yang memiliki variable laten data pertumbuhan ekonomi serta data ekspor migas dan non migas. Data tersebut didapat dari website resmi Badan Pusat Statistik. 27 Jadi, metode pengumpulan semua data adalah dengan menggunakan data sekunder, dalam analisis data sekunder (ADS), peneliti cukup memanfaatkan data yang sudah matang dan dapat diperoleh pada instansi atau lembaga tertentu. 28 C. Metode Analisa Data Metode analisa dan pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM). Structural Equation Modeling (SEM) adalah sebuah evolusi dari model persamaan berganda yang dikembangkan dari prinsip ekonometri dan digabungkan dengan prinsip pengaturan dari psikologi dan sosiologi, SEM telah muncul sebagai bagian integral dari penelitian manajerial akademik. 29 27 Sumber data: www.bi.go.id/, www.bps.go.id/, www.depkop.go.id/, dan www.ojk.go.id/ 28 Martono, Metode Penelitian Kuantitatif, (Depok: PT Rajagrafindo Persada, 2012), h.113 29 Imam Ghozali dan Fuad. 2008. Structural Equation Modeling. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

58 SEM terdiri dari 2 bagian yaitu model variabel laten dan model pengukuran. Bagian pertama yaitu model variabel laten (latent variable model) mengadaptasi model persamaan simultan pada ekonometri. Jika pada ekonometri semua variabelnya merupakan beberapa variabel terukur/teramati (measured/observed variables), maka pada model ini beberapa variabel merupakan variabel laten (latent variables yang tidak terukur secara langsung). Sedangkan bagian kedua yang dikenal dengan model pengukuran (measurement model), menggambarkan beberapa indikator atau beberapa variabel terukur sebagai efek atau refleksi dari variabel latennya. Kedua bagian model ini merupakan jawaban terhadap 2 permasalahan dasar pembuatan kesimpulan ilmiah dalam ilmu sosial dan perilaku. Untuk permasalahan pertama yang berkaitan dengan masalah pengukuran dapat dijawab dengan model pengukuran, sedangkan permasalahan kedua yang berkaitan dengan hubungan kausal dapat dijawab menggunakan model variabel laten. Berbeda dengan teknik analisis lain yang hanya bisa mengukur hubungan kausal searah saja, SEM juga memungkinkan menganalisis hubungan dua arah yang sering kali muncul dalam ilmu sosial dan perilaku. SEM termasuk keluarga multivariate statistics dependensi yang memungkinkan dilakukannya analisis satu atau lebih variabel independen yang dilibatkan boleh berbentuk variabel kontinu ataupun diskrit, dalam bentuk variabel latent atau teramati.

59 Dalam praktiknya, SEM merupakan gabungan dari dua metode statistika yang terpisah yang melibatkan analisis faktor (factor analysis) yang dikembangkan dipsikologi dan psikometri dan model persamaan simultan (simultaneous equation modelling) yang dikembangkan di ekonometrika. Variabel laten adalah sebuah konsep yang dihipotesiskan atau tidak teramati, dan hanya dapat didekati melalui beberapa variabel teramati. Sementara itu, variabel teramati adalah variabel yang nilainya dapat diperoleh dari responden melalui berbagai metode pengumpulan data (survey, tes, observasi, dan lain-lain). Pendekatan beberapa variabel teramati terhadap suatu konsep jarang dapat dilakukan dengan sempurna dan hampir selalu ada kesalahannya. Beberapa kesalahan pendekatan ini sering dikenal sebagai kesalahan pengukuran (measurement errors) dan dapat diestimasi menggunakan beberapa fasilitas yang ada pada SEM. Beberapa alasan menggunakan metode analisa data dengan metode SEM adalah sebagai berikut: 1. Model yang dianalisis bertingkat dan relatif rumit, sehingga akan sangat sulit untuk diselesaikan dengan metode jalur analisis pada regresi linear. 2. Mampu menguji hipotesis-hipotesis yang rumit dan bertingkat secara serempak. 3. Kesalahan (error) pada masing-masing observasi tidak diabaikan tetapi tetap dianalisis, sehingga SEM lebih akurat untuk menganalisis data kuesioner yang melibatkan persepsi.

60 4. Mampu menganalisis model hubungan timbal balik (recursive) secara serempak, di mana model ini tidak dapat diselesaikan dengan analisis regresi linear secara serempak. 5. Terdapat fasilitas bootstrapping, di mana hal tersebut tidak dapat dilakukan dengan analisis regresi linear. 6. Untuk jumlah sampel yang relatif besar (di atas 2000) terdapat metode asymtot distribution free (ADF) yang tidak memerlukan asumsi normalitas pada data. 7. Peneliti dapat dengan mudah memodifikasi model dengan second order untuk memperbaiki model yang telah disusun agar lebih layak secara statistik. Alat atau software yang digunakan dalam mengolah dan menganalisis data penelitian ini adalah SmartPLS (Partial Least Square) versi 2.0. PLS merupakan metode analisis yang powerful karena dapat diterapkan pada semua skala data, tidak membutuhkan banyak asumsi dan ukuran sampel tidak harus besar. PLS selain dapat digunakan sebagai konfirmasi teori juga dapat digunakan untuk membangun yang belum ada landasan teorinya atau untuk pengujian proposisi. PLS juga dapat digunakan untuk pemodelan struktural dengan indikator bersifat reflektif atau formatif. 30 Model indikator refkleksif dikembangkan berdasarkna pada classical test theory yang mengasumsikan bahwa variasi skor pengukuran konstruk 30 I Gede Nyoman Mindra Jaya dan I Made Sumertajaya, Pemodelan Persamaan Struktural dengan Partial Least Square, Semnas Matematika dan Pendidikan Matematika, (2008), h.119

61 merupakan fungsi dari true score ditambah error. Ciri model indikator reflektif adalah: 31 1. Arah hubungan kausalitas seolah-olah dari konstruk ke indikator, 2. Antar indikator diharapkan saling berkolerasi (memiliki internal consistency reliability), 3. Menghilangkan satu indikator dari model pengukuran tidak akan merubah makna dan arti konstruk, 4. Menghitung adanya kesalahan pengukuran (error) pada tingkat indikator Konstruk dengan indikator formatif mempunyai karakteristik berupa komposit, seperti yang digunakan dalam literature ekonomi yaitu index of sustainable economics welfare, the human development index, dan quality of life index. Asal usul model formatif dapat ditelusuri kembali pada operational definition dan berdasarkan definisi operasional, maka dapat dinyatakan tepat menggunakan model formatif atau refleksif. Oleh karena itu, pada model formatif variabel komposit seolah-olah dipengaruhi (ditentukan) oleh indikatornya. Jadi arah hubungan kausalitas seolah-olah dari indikator ke variabel laten. Ciri-ciri indikator formatif adalah: 1. Arah kausalitas seolah-olah dari indikator ke konstruk 2. Antar indikator diasumsikan tidak berkorelasi (tidak diperlukan uji konsistensi internal atau alpha combrach) 3. Menghilangkan satu indikator berakibat merubah makna dari konstruk 31 Ibid., h.120.

62 4. Kesalahan pengukuran diletakkan pada tingkat konstruk (zeta) 32 Model indikator dalam penelitian ini adalah reflektif. Dalam penelitian ini, variabel pertumbuhan ekonomi Indonesia didalamnya terdapat dua variabel laten yaitu data pertumbuhan ekonomi dan data ekspor migas dan non migas. Masing-masing indikator tersebut saling berkorelasi satu sama-lainnya. Apabila salah satu indikator tersebut dihilangkan, tidak akan mempengaruhi variabel pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan. Begitupula pada variabel perkembangan perbankan syariah,. memiliki indikator yaitu asset, DPK dan pembiayaan/kredit terhadap UMKM. Ketiga indikator tersebut juga mempunyai korelasi yang apabila dihilangkan salah satunya tidak akan mempengaruhi variabel latennya. Kinerja UMKM dengan model indikator reflektif, indikatornya adalah jumlah tenaga kerja, ekspor non migas dan jumlah UMKM di Indonesia, antara ketiga indikator tersebut juga mempunyai korelasi dan apabila dihilangkan salah satunya tidak akan berpengaruh pada variabel latennya. Secara garis besar variabel yang ada dalam penelitian ini adalah seperti tabel di bawah ini dengan masing-masing variabel memiliki hubungan masingmasing seperti hipotesa awal. Tabel 4. Daftar Rincian Variabel Variabel Kode Keterangan Satuan Indikator A1 Perbankan Syariah Variabel Laten A11 Aset Bank Syariah miliar rupiah A12 Dana Pihak Ketiga Bank Syariah miliar rupiah A13 Pembiayaan UMKM oleh Bank Syariah miliar rupiah 32 I Gede Nyoman Mindra Jaya dan I Made Sumertajaya, Pemodelan Persamaan Struktural dengan Partial Least Square, Semnas Matematika dan Pendidikan Matematika, (2008), h.120.

63 Indikator A2 Perkembangan UMKM Variabel Laten A21 Jumlah UMKM Unit A22 Tenaga Kerja UMKM Orang A23 Data Ekspor non Migas Juta USD Indikator B1 Pertumbuhan Ekonomi Variabel Laten B11 Data Pertumbuhan Ekonomi Presentase B12 Data Ekspor (Migas dan non Migas) Juta USD Langkah-langkah pemodelan persamaan struktural berbasis PLS dengan software adalah sebagai berikut: 33 1. Langkah pertama: merancang model struktural (inner model). Perancangan model struktural hubungan antar variabel laten pada PLS didasarkan pada rumusan masalah atau hipotesis penelitian. 2. Langkah kedua: merancang model pengukuran (outer model). Perancangan model pengukuran (outer model) dalam PLS sangat penting karena terkait dengan apakah indikator bersifat reflektif atau formatif. 3. Langkah ketiga: mengkonstruksi diagram jalur. Bilamana langkah satu dan dua sudah dilakukan, maka agar hasilnya lebih mudah dipahami, hasil perancangan inner model dan outer model tersebut, selanjutnya dinyatakan dalam bentuk diagram jalur. Berikut adalah gambar diagram jalur pada penelitian ini: 33 I Gede Nyoman Mindra Jaya dan I Made Sumertajaya, Pemodelan Persamaan Struktural dengan Partial Least Square, Semnas Matematika dan Pendidikan Matematika, (2008), h.122.

64 Gambar 1. Diagram Jalur Variabel 4. Langkah keempat: konversi diagram jalur ke dalam sistem persamaan. a. Outer model, yaitu spesifikasi hubungan antara variable laten dengan indikatornya, disebut dengan outer relation atau measurement model, mendefinisikan karakteristik konstruk dengan variabel manifesnya. b. Inner model, yaitu spesifikasi hubungan antar variabel laten (structural model), disebut juga dengan inner relation, menggambarkan hubungan antar variabel laten berdasarkan teori substansif penelitian. Tanpa kehilangan sifat umumnya, diasumsikan bahwa variabel laten dan indikator atau variabel manifest diskala zero means dan unit varian sama dengan satu, sehingga parameter lokasi (parameter konstanta) dapat dihilangkan dari model. 5. Langkah kelima: estimasi. Metode pendugaan parameter (estimasi) di dalam PLS adalah metode kuadrat terkecil (least square methods). Proses perhitungan dilakukan dengan cara iterasi, dimana itersi akan berhenti jika telah tercapai kondisi konvergen. Pendugaan parameter di dalam PLS meliputi 3 hal, yaitu:

65 a. Weight estimate digunakan ntuk menciptakan skor variabel laten b. Estimasi jalur (path estimate) yang menghubungkan antar variabel laten dan estimasi loading antara variabel laten dengan indikatornya. c. Means dan lokasi parameter (nilai konstanta regresi, intersep) untuk indikator dan variabel laten. 34 6. Langkah keenam: goodness of fit. a. Outer model Convergent validity adalah skor indikator dengan skor variabel latennya. Untuk hal ini loading 0.5 sampai 0.6 dianggap cukup, pada jumlah indikator per konstruk tidak besar, berkisar antara 3 sampai 7 indikator. Discriminant validity adalah membandingkan nilai square root of average variance extracted (AVE) setiap konstruk dengan korelasi antar konstruk lainnya dalam model, jika square root of average variance extracted (AVE) konstruk lebih besar dari korelasi dengan seluruh konstruk lainnya maka dikatakan memiliki discriminant validity yang baik. Direkomendasikan nilai pengukuran harus lebih besar dari 0.50 Composite reliability (pc) adalah kelompok indikator yang mengukur sebuah variabel memiliki reliabilitas komposit yang baik jika memiliki composite reliability 0.7. walaupun bukan merupakan 34 I Gede Nyoman Mindra Jaya dan I Made Sumertajaya, Pemodelan Persamaan Struktural dengan Partial Least Square, Semnas Matematika dan Pendidikan Matematika, (2008), h.122.

66 standar absolute. Composite reliability merupakan uji reliabilitas dalam PLS yang dimana menunjukkan akurasi, konsistensi dari ketepatan suatu alat ukur dalam melakukan pengukuran. 35 b. Inner model Goodness of fit model diukur menggunakan R-square variabel laten dependen dengan interpretasi yang sama dengan regresi. Q-Square predictive relevance untuk model struktural, mengukur seberapa baik nilai observasi dihasilkan oleh model dan juga estimasi parameternya. Nilai Q-square > 0 menunjukkan model memiliki predictive relevance sebaliknya jika nilai Q-square 0 menunjukkan model kurang memiliki predictive relevance. 7. Langkah ketujuh: pengujian hipotesis. Pengujian hipotesis dilakukan dengan metode resampling Bootsrapp yang dikembangkan oleh Geisser & Stone. 35 Rizki Aditya Rozandy dkk, Analisis Variabel-Variabel yang Mempengaruhi Tingkat Adopsi Teknologi dengan Metpde Partial Least Square (STudi Kasus Pada Sentra Industri Tahu Desa Sendang, Kec.Banyakan, Kediri), Jurnal Industria Vol 1 No 3, 154.