Membuat Plugin jquery (Part 1)

dokumen-dokumen yang mirip
Membuat Plugin jquery (Part 2)

Mahasiswa memahami Pengertian, fungsi, aplikasi untuk menjalankan JavaScript, cara menjalankan kode, cara memasukkan kode JavaScript ke dalam HTML

Pengenalan Script. Definisi HTML

Interactive Broadcasting

1. Sejarah Javascript

Membuat Login Pop Up Dengan JqueryUI

TUGAS III PEMROGRAMAN BERBASIS WEB ARTIKEL JAVASCRIPT

Pemrograman Web Week 4. Team Teaching

Object-Oriented Programming Sederhana Dengan PHP

XML extensible Markup Language. Oleh: Nisa Miftachurohmah, S. Kom

POLITEKNIK ELEKTRONIKA NEGERI SURABAYA

Mengenal JavaScript dan Struktur JavaScript 1

Bab 5. Cascading Style Sheet (CSS)

CSS Cascading Style Sheet

Pemrograman dengan Java

1. Sejarah Javascript

AJAX dengan jquery Part 1

MENAMPILKAN GOOGLE MAPS DI WEB BROWSER DENGAN HTML5

Pelatihan Intel XDK. Modul 3. Pengenalan Intel XDK Development Tools. Dikembangkan oleh Intel Software.

PEMROGRAMAN WEB 1 JavaScript Rio Andriyat Krisdiawan, M.Kom

AJAX dengan jquery Part 2

Intro To JQuery Training Online Ilmuwebsite

PEMROGRAMAN BERBASIS WEB. Part 1,2 HTML. By Rolly Yesputra Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Royal Kisaran, 2018

Pengenalan JavaScript

AJAX Framework. Pemrograman Web 1. Genap

HTML DOM #1 Yosef Murya Kusuma Ardhana. ST., M.Kom

TUTORIAL CSS FRAMEWORK

Modul : Antarmuka. 2.1 Pelajaran : Pengenalan Singkat Bagaimana menggunakan tutorial ini BAB 2

Belajar Membuat web sederhana dengan HTML (Bagian 1)

Membuat Plugin Wordpress Sederhana

Belajar Java Script.

Secara garis besar, terdapat 3 cara menginput kode CSS, yaitu metode Inline Style, Internal Style Sheets, dan External Style Sheets.

Pemrograman Basis Data Berbasis Web

Otodidak Pemrograman JavaScript

Persiapan. Jalankan server apache dari XAMPP control panel Ekstrak file yang telah dibagikan, Salin folder week_8 ke htdocs

Cara membuat HTML dasar

Dasar-dasar jquery. Disampaikan pada Kelas Daring BlankOn, 1 Oktober Fitra Aditya /

Pertemuan Ke-5 Client Side Scripting (JavaScript) S1 Teknik Informatika - Unijoyo 1

Perkenalan Glyphicon Bootstrap dan Cara Mudah Menggunakannya

Rekayasa Web Pertemuan 8

Javascript merupakan suatu bahasa yang perkembangannya lambat di bandingkan dengan Java yang berkembang sangat cepat. Di Javascript kita tidak

Oleh : Dosen Pembimbing : Umi Laili Yuhana, S.Kom, M.Sc Hadziq Fabroyir, S.Kom

CSS (Cascading Style Sheet) Oleh : Devie Rosa Anamisa

KOMPUTER APLIKASI IT - 2. Adi Rachmanto - Lab.Komputer Aplikasi IT II - AKUNTANSI UNIKOM

PETUNJUK PENGGUNAAN PRODUK (UNTUK SISWA)

BELAJAR HTML Hyper Text Markup Language

LAPORAN RESMI. PRAKTIKUM TEKNOLOGI WEB Pengenalan JavaScript

Pemrograman Basis Data Berbasis Web

1.1 Apa Itu Dreamweaver 8?

LAPORAN RESMI. Flash, Audio dan Video. Dosen Pembimbing : Dwi SusantoS. ST, MT. Oleh Hamidah Nur Hidayati

MODUL PEMOGRAMAN WEB I STMIK IM BANDUNG MODUL PEMOGRAMAN WEB I. Oleh: CHALIFA CHAZAR. Chalifa Chazar edu.script.id

TAG UTAMA HTML. Materi. Heading Paragraf Font Breakline Horisontal Line

Panduan Tutorial Online Untuk Mahasiswa

Basic jquery Menyentuh jquery sekarang juga

MEMBUAT LAYOUT DENGAN CONTAINER BOOTSTRAP

Dasar Pemrograman Web. Pemrograman Web. Adam Hendra Brata

Facebook App dengan Javascript

MODUL 7 JavaScript pada Form HTML

CHAPTER 6. Sebelum membuat starter data, kita perlu meng-create collections terlebih dahulu. Buat folder lib pada folder aplikasi.

Trik Mudah Membuat CMS Website dari Nol

PEMOGRAMAN WEB II MODUL. Oleh: CHALIFA CHAZAR MODUL PEMOGRAMAN WEB II STMIK IM BANDUNG

Pemrograman Web. Javascript. Indrato, S.Kom Introduction. Penyisipan JS dalam HTML. PemrogramanWeb.2009

MODUL PRAKTIKUM PEMROGRAMAN WEB

Cara Membuat Halaman Form Dengan Bootstrap CDN

BAB 2 TINJAUAN TEORI

PRAKTIKUM PEMROGRAMAN WEB MODUL 7 TWITTER BOOTSTRAP

JavaScript. Sumber : Buku Pemrograman Web karangan Abdul Kadir & Pengantar Java Script di

MAKALAH JAVASCRIPT 1. PENGENALAN JAVASCRIPT

JavaScript. Pemrograman Web 1. Genap

Membuat Carousel Dengan Bootstrap CDN

DESIGN WEB. D3 TKJ

[SANGAT MUDAH] Cara Membuat Tab dengan Bootstrap

PETUNJUK PENGGUNAAN PENGISIAN SASARAN KERJA PEGAWAI DAN REALISASI SECARA ONLINE

Materi Pertemuan 1. Pengenalan Web Design Bagian I : Dasar- dasar CSS. lilih suhaeri WATERFIRE DEV. Kelaskita.com

LAPORAN RESMI. PRAKTIKUM TEKNOLOGI WEB Flash Audio Video

STMIK AMIKOM YOGYAKARTA YOGYAKARTA 2008 WIDHIARTA, S. KOM

Menampilkan Google Maps V3 pada halaman website

Generator Halaman HTML untuk Pembuatan Media Cetak Digital Berbasis Windows Metro Style

MODUL 8 Insert, Update, & delete

Writting Procedure and Function

JavaScript. Pemrograman Web 1. Genap

Bab 2 Tinjauan Pustaka 2.1 Penelitian Terdahulu

Modul-7 CRUD & Searching. Pemograman Web TEKNIK INFORMATIKA UNIVERSITAS PASUNDAN BANDUNG

Praktikum Dasar Pemrograman

Kebijakan Privasi. Cakupan. Jenis Data dan Metode Pengumpulan

Manajemen File Sederhana Dengan PHP

Pengenalan PHP Contoh penulisan file PHP :

PERTEMUAN KE 1 PENGENALAN DASAR PHP

MODUL 8. Struktur Kontrol & Fungsi. Laboratorium Komputer STIMIK PPKIA Pradnya Paramita Malang

Pemrograman Berorientasi Objek Dengan PHP5

Cara install framework laravel di Android

Perancangan Website Ujian. Teknik Elektro UNDIP Berbasis HTML

E-trik Ajax. Database MySQL. Dedi Alnas

Belajar Dasar HTML 5. It s all about 4rt, not how smart you are. S u p p o r t e d b y : [ C y b e r 4 r t C r e w ]

MODUL 6. Struktur Kontrol & Fungsi

Membuat Chart Dengan JSChart

PHP Programing. M.M. Ubaidillah. Dasar-dasar PHP. merupakan bahasa pemrograman berbasis web yang memiliki kemampuan untuk memproses data dinamis.

Daftar Isi. Bab 1 Pengantar Aplikasi Web 1.1 Aplikasi Web 1.2 Tahapan Persiapan untuk Mencoba Aplikasi Web 1.3 HTML5 1.4 CSS 1.5 JavaScript 1.

BAB 2 LANDASAN TEORI. Web atau Situs dapat diartikan sebagai kumpulan halaman-halaman yang digunakan

Transkripsi:

Membuat Plugin jquery (Part 1) Oleh: muhamad iqbal Ini adalah postingan pertama dari serial yang akan membahas tentang Membuat plugin jquery. Pada bagian ini kita akan membahas tentang konsep dasar plugin. Konsep dibahas dari dasar dengan harapan pembaca tutorial ini memiliki pengetahuan dasar dalam menggunakan jquery agar tutorial ini dapat dimengerti dengan mudah. Konsep Dasar Plugin Pada jquery Mengapa Membuat Plugin? Bagi para pengguna jquery pada umumnya pasti sudah mengenal atau mungkin mempergunakan plugin yang dapat ditemukan dengan mudah di internet, cukup dengan mengetikkan jquery plugin di google maka akan muncul berbagai plugin untuk berbagai keperluan, seperti plugin untuk menampilkan slide show pada halaman web, atau menambahkan fitur popup dan lain sebagainya. Dari sekian banyak Plugin yang tersedia di rimba internet, rata rata bisa diadopsi dengan mudah kedalam halaman web yang sedang kita kembangkan dengan cara relatif mudah, cukup dengan melakukan beberapa konfigurasi dan penyesuaian yang bisa dirujuk pada halaman web masing masing pembuat plugin. Bagi mereka yang belum begitu mengenal mengenai kemudahan menggunakan plugin, konsepnya sebenarnya sederhana. Sebuah plugin merupakan program yang memiliki kegunaan tersendiri dan di ditambahkan kedalam jquery sehingga nantinya menjadi sebuah fungsi (function) yang dapat dipergunakan seperti fungsi fungsi yang sudah disediakan oleh jquery, contohnya seperti $("#sebuahid").onclick( //aksi saat di klik ); Dimana onclick() merupakan fungsi untuk menambahkan aksi atau respon ketika sebuah elemen (pada contoh, dengan id = sebuahid) di klik. Dengan plugin, misalkan kita membuat sebuah plugin dengan nama pluginku(), maka kita dapat dengan mudah menggunakan plugin yang kita buat dengan memanggilnya pada jquery seperti $( /*selektor*/ ).pluginku(); dan kemudian yang terjadi adalah fungsi pluginku() akan melakukan tugasnya pada elemen html yang sesuai dengan selektor yang kita pilih. Kembali ke pertanyaan semula, kenapa kita membuat plugin? Jawabannya mudah karena

1. Plugin yang tersedia tidak mampu memenuhi kebutuhan kita, atau mungkin sesuai akan tetapi fitur yang ditawarkan ternyata berlebihan dibanding dengan kebutuhan, sehingga dirasa terlalu banyak overhead dalam kode yang kita pakai, hal tersebut akan menjadi masalah terutama bagi mereka yang memiliki sifat perfeksionis dalam mengembangkan aplikasi (saya pribadi cenderung memilih menggunakan plugin walaupun terdapat fitur yang tidak perlu, untuk menghemat waktu ); 2. Jika suatu bagian kode yang kita tulis ternyata bisa dipakai berulang kali pada proyek yang sama ataupun pada proyek proyek lain, maka akan mempermudah kita jika membuatnya menjadi plugin, menghemat waktu sesuai dengan jargon DRY (don t repeat yourself) yang artinya jangan membuang buang waktu untuk melakukan hal yang sama berulang ulang; 3. Terakhir tentu saja jika kita memahami tentang plugin, tentu kita mampu melakukan modifikasi atau membuat ulang plugin yang disediakan oleh orang lain sesuai kebutuhan kita. Hal tersebut menjadi keuntungan ganda karena selain nantinya kita dapat menghasilkan plugin yang dapat kita pakai, kita juga punya keuntungan karena tidak membuatnya dari nol dan sekaligus mengatasi masalah yang ditujukan oleh poin nomor 1. Tentunya poin poin yang disebutkan diatas belum lengkap, tapi semoga keuntungan yang ditawarkan membuat kalian cukup tergiur dan bertambah minatnya untuk membuat plugin sendiri dan membuat kalian terus membaca tulisan ini. Mulai Membuat Untuk memulai kita perlu membuat sebuah function dan menambahkannya kedalam jquery. Cara menambahkannya adalah dengan memasukkan function tersebut kedalam $.fn atau jquery.fn seperti Sekarang fungsi pluginku() sudah bisa digunakan seperti pada contoh sebelumnya. Penjelasannya adalah karena tanda $ atau jquery (sama saja, $ sering digunakan karena lebih singkat) merupakan objek jquery yang selalu kita pakai, dan pada javascript setiap objek mempunyai prototype yang merupakan salah satu cara bagi suatu objek untuk mewarisi fungsi atau property dari objek lain. Jadi jquery menggunakan.fn untuk menggantikan.prototype (dibuat alias, jadi lebih singkat) dan kita bisa menambahkan fungsi baru pada prototype dengan cara menambahkannya seperti pada contoh diatas, dan kemudian setelah ditambahkan bisa kita akses dari mana saja didalam kode kita. Untuk kalian yang belum familiar dengan konsep prototype bisa dipastikan sekarang mengalami sedikit kebingungan, sekarang lebih baik kita lewat saja, tetapi jika ingin mengetahui lebih lanjut, silahkan cari tahu soal prototype pada javascript. Kemudian yang perlu diperhatikan adalah, didalam fungsi yang kita tulis kita harus berhati hati

jangan sampai nama variabel yang kita pakai sudah dipakai diluar fungsi, karena variabel diluar fungsi akan menjadi variabel global yang nilainya bisa saja secara tidak sengaja berubah karena di dalam fungsi kita mempergunakan nama yang sama. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka para programmer diluar sana menggunakan suatu metode bernama IIFE (immediately-invoking function expression) apakah IIFE itu? Singkatnya IIFE digunakan untuk membuat lingkup (scope) sehingga variabel diluar lingkup itu tidak dapat di akses dari dalam, begitupun sebaliknya. Bagi mereka yang pertama kali mengetahui tentang IIFE sudah tentu akan kebingungan, maka dari itu kita lanjutkan saja ke contoh berikutnya (dan sempatkan untuk membaca soal IIFE) (function($){ }(jquery)); Dari contoh diatas terlihat bahwa kode kita sebelumnya dibungkus (wrapped) oleh suatu blok fungsi yaitu (function($){ //kode sebelumnya }(jquery)); yang artinya suatu fungsi dieksekusi secara langsung (bukan deklarasi), maka dari itu disebut dengan istilah immediately-invoking (dipanggil-segera) yang dilakukan dengan cara menambahkan kurung. Adapun alternatif sintaksnya yaitu dengan (function($){ //kode sebelumnya })(jquery); walaupun penulisan kurungnya dirubah akan tetapi hasilnya sama saja. Saya juga menemukan sintaks lain yaitu dengan menambahkan operator seperti +,!, ~, - sebelum tulisan function (sebagai contoh, pengembang plugin bootsrap menggunakan tanda +). Jadi lengkapnya semua alternatif penulisan kita tampilkan (function($){ })(jquery); //posisi kurung dirubah +function($){ //menggunakan + daripada kurung, bisa diganti - ~ atau!

}(jquery); Dari sini kita akan menggunakan sintaks IIFE dengan tanda + pada contoh contoh berikutnya. Sejauh ini kita belum menentukan apa yang akan dilakukan oleh pluginku(),misalkan plugin kita ini tugasnya adalah untuk menampilkan tulisan ini dihasilkan oleh plugin (yang sebenarnya tidak berguna) maka kita dapat menuliskan kode dalam file html sebagai berikut <!DOCTYPE html> <html> <head> <title>contoh plugin pertama</title> </head> <body> <h1></h1> <div>isi elemen div sebelum plugin dipanggil</div> <p class="untuk-plugin"></p> <p>bukan dari plugin</p> <button id="jalankan">jalankan</button> <script src="jquery.js"></script> <script> //pastikan jquery sudah di include $(function(){ //$(function(){}) digunakan agar kode didalamnya //dijalankan setelah halaman selesai dimuat; +function($){ //kode plugin kita, tugasnya untuk menambahkan teks this.text("ini dihasilkan oleh plugin"); }(jquery); $("h1").pluginku(); //plugin dipanggil pada elemen h1 //plugin dipanggil pada elemen dengan kelas untuk-plugin $(".untuk-plugin").pluginku(); //jika id jalankan di klik $("#jalankan").on("click", function(){ $("div").pluginku(); //plugin dipanggil pada elemen div

}); }); </script> <body> </html> Silahkan simpan contoh sebagai file html, pastikan dalam folder yang sama sudah terdapat file jquery.js (atau sesuaikan nama dengan file jquery yang kalian miliki). Coba jalankan pada web browser dan lihat apa yang terjadi. Terlihat bahwa plugin bisa digunakan dengan mudah, dan saya kira kode program cukup menjelaskan apa yang terjadi tanpa perlu dibahas lagi. Sebelum mengakhiri bagian ini dan melanjutkan ke topik yang lebih menarik lagi mengenai konsep lebih lanjut dalam membuat plugin, ada beberapa tips dalam penyusunan file. Biasanya sebuah plugin ditulis pada file javascript tersendiri dan berada dalam satu folder dengan file javascript jquery, biasanya file plugin dinamakan dengan nama jquery.nama_plugin.js. hal tersebut memanglah tidak mutlak namun tentunya lebih baik jika kita meniru tata cara programmer pada umumnya. Maka dari itu kita sekarang membuat file baru yaitu jquery.pluginku.js memasukkannya kedalam file html sesudah jquery. Struktur folder baru folder -contoh1.html -js -jquery.js -jquery.pluginku.js file jquery.pluginku.js +function($){ //kode plugin kita, tugasnya untuk menambahkan teks this.text("ini dihasilkan oleh plugin"); }(jquery); Perubahan pada html <script src="js/jquery.js"></script>

<script src="js/jquery.pluginku.js"></script> <script> $(function(){ $("h1").pluginku(); //plugin dipanggil pada elemen h1 //plugin dipanggil pada elemen dengan kelas untuk-plugin $(".untuk-plugin").pluginku(); //jika id jalankan di klik $("#jalankan").on("click", function(){ $("div").pluginku(); //plugin dipanggil pada elemen div }); }); </script> Tentang Penulis muhamad iqbal Mahasiswa di bidang studi computer science. sementara ini masih menjelajahi secara umum seputar pengembangan web, aplikasi android, dan embedded system.