Sustainable Green Campus

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Raden Roby Maulidan, 2014 Kesiapan Warga Kampus UPI Menuju ECO-Campus

SAINS ARSITEKTUR II ARTIKEL ILMIAH TENTANG BANGUNAN ARSITEKTUR YANG RAMAH LINGKUNGAN MENURUT KONSEP ARSITEKTUR TROPIS.

HOTEL RESORT DI DAGO GIRI, BANDUNG

KONSEP KAMPUS HIJAU Green-Safe-Disaster Resilience (Hijau-Keselamatan-Ketahanan Bencana)

BAB VII RENCANA. 7.1 Mekanisme Pembangunan Rusunawa Tahapan Pembangunan Rusunawa

PERMUKIMAN SEHAT, NYAMAN FARID BAKNUR, S.T. Pecha Kucha Cipta Karya #9 Tahun 2014 KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM

BAB I PENDAHULUAN. I.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Foto I.1.1. Wisma Atlet Fajar - Senayan. Sumber : Dokumentasi pribadi

Pengembangan RS Harum

BAB IV: KONSEP PERANCANGAN

PARAMETER ISIAN GREEN SCHOOL AWARD No Komponen Pengukuran/Indikator Keterangan. 1 Jumlah murid masukkan angka. 2 Jumlah guru masukkan angka

BAB III TINJAUAN TEMA ARSITEKTUR HIJAU

Iklim Telah Berubah, Selanjutnya Bagaimana?

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Latar Belakang Proyek

PENJABARAN INSTRUMENT GREEN UNIT AWARD DAN PENGEMBANGAN SEBAGAI PROGRAM DI TIAP FAKULTAS/UNIT KERJA

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. I.1. Latar Belakang. Jakarta adalah kota yang setiap harinya sarat akan penduduk, baik yang

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI. 1. Hubungan Krisis Lingkungan Hidup dengan Krisis Nilai

ENERGY AND CLIMATE CHANGE 2016

BAB I PENDAHULUAN. 1 Universitas Kristen Maranatha

Form Kuesioner Untuk Pengunjung

Integrated Faculty Club

BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

: Pendekatan ekologi terhadap tata guna lahan. b. Pemakaian Lahan Kota Secara Intensif

BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang

PETUNJUK EVALUASI PENCAPAIAN ADIWIYATA

KONSEP STREET FURNITURE KAMPUS INSTITUT PERTANIAN BOGOR DRAMAGA INDRA SAPUTRA A

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang. Belakangan ini, tingkat kesadaran global terhadap lingkungan hidup

I. PENDAHULUAN. hidup, khususnya manusia dengan lingkungan hidupnya (Sitorus, 2004). Suatu

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pustekom, 2005 bahwa Indonesia merupakan daerah yang mempunyai curah hujan yang relatif tinggi yaitu

Penyediaan fasilitas parkir untuk sepeda

SUBDIT PEMBINAAN LINGKUNGAN KAMPUS (PLK)

INISIATIF INSTITUSI PENDIDIKAN TINGGI DI INDONESIA MENUJU KAMPUS HIJAU YANG BERKELANJUTAN

Subdit Pembinaan Lingkungan Kampus (PLK)

Tersusunnya Visi, misi dan tujuan yang memuat upaya pelestarian fungsi lingkungan dan/ atau, mencegah terjadinya pencemaran dan/ atau

BAB 4. TINJAUAN UMUM KAWASAN KAMBANG IWAK PALEMBANG

BAB I PENDAHULUAN I.1. LATAR BELAKANG

No pemeliharaan dan pemanfaatan keanekaragaman hayati sebagai modal dasar pembangunan. Penerapan prinsip Keuangan Berkelanjutan sebagai per

SUPLEMEN 1 BUKU PANDUAN ADIWIYATA TENTANG PENJELASAN PENCAPAIAN SEKOLAH ADIWIYATA

STUDI TERHADAP KONSERVASI ENERGI PADA GEDUNG SEWAKA DHARMA KOTA DENPASAR YANG MENERAPKAN KONSEP GREEN BUILDING

I. PENDAHULUAN. tidak akan terlepas dari manusia yang mendiami kota itu sendiri. Kota dengan

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

UJI KOMPETENSI SEMESTER II. Berilah tanda silang (x) pada huruf a, b, c, atau d yang merupakan jawaban yang paling tepat!

PENGERTIAN GREEN CITY

BAB 1 KONDISI KAWASAN KAMPUNG HAMDAN

BAB VI PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

BAB V KONSEP. mengasah keterampilan yaitu mengambil dari prinsip-prinsip Eko Arsitektur,

BAB V KONSEP PERANCANGAN

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

KUESIONER KENYAMANAN PENGGUNA

3. Kegiatan Lingkungan Berbasis Partisipatif

PETUNJUK EVALUASI PENCAPAIA

Pokok Bahasan : Konsep Ekologi 2 Sub Pokok Bahasan : a. Lingkungan alamiah dan buatan b. Ekologi kota c. Ekologi kota sebagai lingkungan terbangun

I. PENDAHULUAN. Kota Jakarta Barat dikenal sebagai kota jasa dan pusat bisnis yang

BAB 1 PENDAHULUAN. Di Indonesia, JABODETABEK adalah wilayah dengan kepadatan penduduk yang

Lampiran 1 Kuesioner untuk pengunjung KHDTK Cikampek

BAB 1 PENDAHULUAN. letaknya ini, matahari dapat bersinar di wilayah Indonesia selama 12 jam per

PERANCANGAN TAPAK II DESTI RAHMIATI, ST, MT

TINJAUAN PUSTAKA Lanskap Kampus

Surat Ijin Penelitian dari SDN 2 Tegowanu Wetan

VI. KARAKTERISTIK PENGUNJUNG TAMAN WISATA ALAM GUNUNG PANCAR. dari 67 orang laki-laki dan 33 orang perempuan. Pengunjung TWA Gunung

PENGELOLAAN LANSKAP JALUR HIJAU KOTA JALAN JENDERAL SUDIRMAN JAKARTA PADA DINAS PERTAMANAN DKI JAKARTA. Oleh : RIDHO DWIANTO A

Inilah Perubahan Arus Lalu Lintas di Kampus B

Science&Learning&Center!di!Universitas!Mulawarman!! dengan!konsep!green&building!

BAB I PENDAHULUAN. devisa bagi negara, terutama Pendapatan Anggaran Daerah (PAD) bagi daerah

BAB 5 KONSEP PERANCANGAN

BAB V : KONSEP. 5.1 Konsep Dasar Perancangan

HEMAT ENERGI = Kurangi Polusi

Arsitektur dan Lingkungan. Lilis Widaningsih

menyebabkan kekeringan di musim kemarau,

RUMAH SAKIT UMUM KELAS B DI PURI KEMBANGAN BAB III TINJAUAN KHUSUS

Gambar 26. Material Bangunan dan Pelengkap Jalan.

BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

Laporan Perancangan Arsitektur Akhir Rumah Sakit Umum Daerah Jakarta Selatan BAB II: STUDI Pemahaman Terhadap Kerangka Acuan Kerja

BAB I PENDAHULUAN. I.1 Latar Belakang

BAB V KONSEP PERANCANGAN. tema perancangan dan karakteristik tapak, serta tidak lepas dari nilai-nilai

persepsi pengunjung yang telah dibahas pada bab sebelumnya. VIII. PROSPEK PENGEMBANGAN WISATA TAMAN WISATA ALAM GUNUNG PANCAR

BAB I PENDAHULUAN. menggunakan bahan fosil seperti minyak bumi, batu bara dan gas alam

Jurnal Penelitian Hayati UNAIR (accredited DIKTI), Special Edition No. 4E Tahun ISSN:

Arsitektur Hijau BAB III TINJAUAN KHUSUS PROYEK. mengurangi kenyamanan dari club house itu sendiri.

ke segala arah dan melepaskan panas pada malam hari. cukup pesat. Luas wilayah kota Pematangsiantar adalah km 2 dan

Lampiran 7: Pertanyaan Kuesioner dan Wawancara

BAB 1 PENDAHULUAN. 1 Universitas Indonesia

BAB I PENDAHULUAN 1. 1 Latar Belakang

berfungsi sebagai tempat pertukaran udara dan masuknya cahaya matahari. 2) Cross Ventilation, yang diterapkan pada kedua studi kasus, merupakan sistem

BAB 5 KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN. dengan lingkungannya yang baru.

I. PENDAHULUAN. Pembangunan daerah merupakan bagian dari pembangunan nasional yang

BAB I PENDAHULUAN. I.1. Latar Belakang. Pada saat ini keterbatasan lahan menjadi salah satu permasalahan di Jakarta

BAB I PENDAHULUAN. berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor : 6186/Kpts-II/2002,

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

APA ITU GLOBAL WARMING???

KATA PENGANTAR. Bogor, 08 Desember 2015 Walikota Bogor, Dr. Bima Arya Sugiarto

I. PENDAHULUAN. merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan kota-kota seluruh dunia.

Taman Imaginasi Di Semarang 126/48

BAB I PENDAHULUAN I.1 LATAR BELAKANG. Latar Belakang Proyek. Pertambahan dan kepadatan penduduk dari tahun ke tahun terus meningkat,

BAB VI KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

Transkripsi:

Sustainable Green Campus Kampus-kampus Hijau Ramah Lingkungan Delapan belas tahun menjadi warga Bogor, perubahan besar yang saya rasakan adalah peningkatan suhu lingkungan, perkembangan kota menjadi pusat-pusat perbelanjaan dan peningkatan kemacetan yang parah. Dahulu, pergi ke kawasan Puncak di akhir pekan cukup ditempuh dalam waktu 1 jam dari kota Bogor. Sedangkan belakangan ini jalur menuju Puncak bisa macet belasan kilometer dengan waktu tempuh berjam-jam. Udara di Puncak dulu sangat mencekam dinginnya bahkan pada siang hari. Sangat berbeda dengan sekarang, dimana malam hari pun kita bisa bebas melepas jaket. Perubahan di Bogor adalah sebagaian kecil dari perubahan yang terjadi di Indonesia dan Dunia. Menjadi keprihatinan kita semua akan terjadinya kerusakan-kerusakan lingkungan. Kita pun tahu, imbas kerusakan lingkungan akan mengenai kita dan anak cucu kelak. Tentu harus ada langkah kongkrit dan segera dalam upaya menolong alam. Langkah yang dilakukan oleh semua pihak. Harus ada upaya-upaya pelestarian berupa green activity. Kabar baiknya, di tengah perubahan lingkungan di kota Bogor yang kian memanas, kampus Institut Pertanian Bogor tampil kian hijau. Kampus IPB berlokasi di Darmaga Bogor. Arsitektur unik bangungan IPB berbentuk berbentuk pola-pola segitiga yang saling berhubungan. Kampus IPB dikitari oleh pepohonan-pepohonan yang tinggi. page 1 / 10

Gambar: ipb Dalam upaya mencapai green environment, IPB menerapkan manajemen hijau pada berbagai titik. Di antaranya adalah penggunaan lampu solar sebagai penerangan jalan sebagai upaya pengurangan penggunaan listrik. Untuk civitas akademika disediakan peminjaman sepeda sehingga mengurangi penggunaan motor dan mobil di lingkungan kampus. Pengelolaan sampah telah dipisahkan antara sampah organic, non organic dan kertas. Serta manajemen perkantoran yang hemat kertas/paperless dengan mengoptimalkan penggunaan email dan media digital. Efisiensi pemanfaatan air sangat penting dilakukan di lingkungan kampus. Di kampus IPB sendiri diberlakukan pemutusan aliran air pada saat jam kantor tutup. Tujuannya untuk mengurangi buangan air akibat kelalaian atau kebocoran. Di samping itu, pepohonan di kampus dan adanya danau penampun air hujan yang dapat dimanfaatkan sebagai sumur resapan ataupun biopori untuk menampung air hujan. Efisiensi penggunaan lahan kampus juga harus diperhatikan. Idealnya, minimal 30% page 2 / 10

lahan kampus sebaiknya dimanfaatkan sebagai ruang terbuka hijau. Kalau di IPB terlihat lebih dari 30%. Lahan kosong pun ditanami dengan pohon agar tidak menjadi lahan tidur. Bangunan IPB dirancang agar sirkulasi udara baik sehingga mengurangi penggunaan AC. Ini membuktikan bahwa kampus sebagai pusat pendidikan tinggi selayaknya menjadi contoh bangunan ramah lingkungan. Kabar baiknya, tahun 2013 IPB masuk dalam peringkat 32 teratas dunia sebagai kampus terhijau versi Greenmetric oleh Universitas Indonesia. Greenmetric UI ini diikuti oleh 301 universitas dari 61 negara di dunia. page 3 / 10

page 4 / 10

Beberapa foto di atas menggambarkan kampus IPB tempat saya bekerja saat ini. page 5 / 10

Terlihat panel solar lampu jalan, hijauan sekitar kampus dan mahasiswa bersepeda. 18 tahun lalu saat pertama saya lihat, Kampus IPB belum sehijau ini. Pohon-pohon masih baru ditanam. Kampus IPB Dramaga dikenal sebagai lingkungan kampus yang panas dibandingkan kampus IPB Baranangsiang (lama). Sekarang kampus IPB Dramaga telah hijau dan cantik. Kemudian, mari kita lihat beberapa universitas di luar negeri yang dikenal ramah lingkungan. Peringkat tertinggi Greeenmetric UI diduduki Universitas Nottingham (Inggris). Universitas ini terdiri atas beberapa unit kampus. Salah satunya yang terbesar adalah University Park dengan hamparan hijau seluas 300 hektar. University Park adalah pusat kegiatan mahasiswa, staf dan pengunjung. Kawasan ini terdiri dari bangunan utama yang sudah cukup tua, pusat penelitian, 12 asrama, pusat konferensi, fasilitas olahraga, hutan, kebun dan danau. Masyarakat disekitarnya diperbolehkan berjalan-jalan menikmati taman di University Park. Dari foto ini terlihat betapa sejuknya kawasan di sekitar Kampus Nottingham. Kapan ya saya bisa berkunjung kesana? page 6 / 10

Gambar: Studentroom Ada satu lagi kampus ramah lingkungan yang juga memiliki desain bangunan spektakuler, yaitu Nanyang Technological University, Singapura. Nanyang Technological University di Singapura disebut sebagai universitas paling bergengsi di Asia. page 7 / 10

Gambar: Lamudi page 8 / 10

Atap bangunan yang dimodifikasi sebagai lahan penghijuan merupakan point of views yang mengesankan. Dibalik fungsinya sebagai pusat aktivitas sivitas akademika, bangunan unik dan cantik ini juga berperan sebagai isolator natural. Kolam indah yang mengitari kampus menampung curah hujan rutin di Singapura dan memanfaatkannya untuk keperluan universitas. Dari 3 contoh universitas yang saya sebutkan di atas, bisa terlihat bahwa desain bangunan kampus tidak hanya mengutamakan kemegahan, keunikan dan keindahan, juga memikirkan faktor-faktor ramah lingkungan. Kriteria kampus ramah lingkungan antara lain adalah (1) Tata letak dan konsisi saranan dan prasarana kampus, (2) Pemanfaatan energi dan antisipasi pemanasan global, (3) Pengelolaan limbah secara terpadu, (4) Pemanfaatan air secara hemat, (5) Penggunaan dan penciptaan sarana transportasi ramah lingkungan dan (6) Pendidikan yang berwawasan lingkungan. Kampus merupakan tempat berkumpulnya para ilmuwan dan intelektual. Kampus diharapkan menjadi motor dan teladan dalam gerakan ramah lingkungan. Eco-Campus atau Green Campus dalam upaya pelestarian lingkungan bukan hanya memenuhi kampus dengan pepohonan, namun juga maknanya lebih dari itu. Green campus diukur dari sejauh mana civitas akademika dapat memanfaatkan sumberdaya alam di sekitar kampus secara efektif dan efisien. Sudah sepantasnya civitas akademika selalu tanggap dan bertanggungjawab dalam menyikapi permasalahan di sekitar kita dan menjadi contoh. Tidak terkecuali sebagai pelopor pelaksanaan gerakan ramah lingkungan. Referensi : page 9 / 10

http://www.lamudi.co.id/journal/arsitektur-universitas-paling-menakjubkan-di-dunia/ http://www.tempo.co/read/news/2013/03/06/058465478/5-perguruan-tinggi-jadi-per contohan-kampus-hijau http://www.solopos.com/2014/01/22/gagasan-pengelolaan-kampus-ramah-lingkunga n-483977 page 10 / 10