REDUPLICATION LANGUAGE BATAK TOBA

dokumen-dokumen yang mirip
REDUPLIKASI DALAM NOVEL TENGGELAMNYA KAPAL VAN DER WIJCK KARYA HAMKA

ANALISIS REDUPLIKASI MORFOLOGIS BAHASA MELAYU SUB DIALEK MASYARAKAT SUNGAI GUNTUNG KECAMATAN KATEMAN KABUPATEN TEMBILAHAN RIAU

ANALISIS MORFEM BEBAS DAN MORFEM TERIKAT BAHASA MELAYU DIALEK RESUN KECAMATAN LINGGA UTARA KABUPATEN LINGGA ARTIKEL E-JOURNAL

ANALISIS MORFEM BAHASA MELAYU SUB-DIALEK SEKANAK DESA TINJUL KECAMATAN SINGKEP BARAT KABUPATEN LINGGA

PEMEROLEHAN NOMINA BAHASA INDONESIA ANAK USIA 3;5 TAHUN: STUDI KASUS SEORANG ANAK DI LUBUK MINTURUN PADANG

ANALISIS BENTUK DAN MAKNA MORFEM BAHASA MELAYU SUB-DIALEK DESA LANJUT KECAMATAN SINGKEP PESISIR KABUPATEN LINGGA

ANALISIS REDUPLIKASI BAHASA INDONESIA DALAM DIALEK BAHASA MELAYU DESA PENGUJAN KECAMATAN TELUK BINTAN KABUPATEN BINTAN PROVINSI KEPULAUAN RIAU

ANALISIS PERBANDINGAN MORFEM BAHASA MELAYU SUB DIALEK BINTAN PESISIR (DESA KELONG-DESA NUMBING)

BAB I PENDAHULUAN. Proses morfologi memunyai tugas untuk membentuk kata. Sebagian besar

CAMPUR KODE TUTURAN GURU BAHASA INDONESIA DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR: Studi Kasus di Kelas VII SMP Negeri 20 Padang

BAB I PENDAHULUAN. merupakan salah satu daerah di Indonesia dan suku Simalungun menjadikan

ANALISIS MORFEM BEBAS DAN MORFEM TERIKAT SUB DIALEK MELAYU PANCUR KABUPATEN LINGGA

BAB V SIMPULAN DAN SARAN

ANALISIS BENTUK DAN MAKNA MORFEM SUB DIALEK BAHASA MELAYU MASYARAKAT SEKANAH KECAMATAN LINGGA UTARA KABUPATEN LINGGA ARTIKEL E-JOURNAL

BAB I PENDAHULUAN. gagasan, isi pikiran, maksud, realitas, dan sebagainya. Sarana paling utama. utama adalah sebagai sarana komunikasi.

BAB I PENDAHULUAN. menjunjung bahasa persatuan bahasa Indonesia dan pada undang-undang

BAB I PENDAHULUAN. Pemakaian bahasa Indonesia mulai dari sekolah dasar (SD) sampai dengan

ANALISIS PENGGUNAAN KATA ULANG BAHASA INDONESIA DALAM NOVEL SEPATU DAHLAN KARYA KHRISNA PABICHARA DAN KAITANNYA DENGAN PEMBELAJARAN BAHASA DI SMA

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Interferensi terjadi pada masyarakat tutur yang memiliki dua bahasa atau

PROSES MORFOLOGIS PEMBENTUKAN KATA RAGAM BAHASA WALIKA

REDUPLIKASI DALAM KUMPULAN CERPEN PILIHAN KOMPAS 2014DI TUBUH TARRA, DALAM RAHIM POHON

PERBANDINGAN MORFEM TERIKAT BAHASA INDONESIA DENGAN MORFEM TERIKAT BAHASA MELAYU SUBDIALEK KECAMATAN LINGGA UTARA KABUPATEN LINGGA ARTIKEL E-JOURNAL

BAB I PENDAHULUAN. Batak Simalungun, Batak Pakpak, Batak Angkola dan Mandailing. Keenam suku

HEADLINE RIAU PREFIXES IN THE POS ISSUE 10 JUNE TO 30 JUNE 2016

BAB I PENDAHULUAN. yang pada umumnya mempunyai nilai budaya yang tersendiri. Dalam kehidupan

ARTIKEL JURNAL LINA NOVITA SARI NPM Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (Strata 1)

ANALISIS CAMPUR KODE BAHASA PENYIAR PROGRAM SEMBANG SEKAMPUNG RADIO PANDAWA EDISI MARET-APRIL 2015 ARTIKEL E-JOURNAL

PRONOMINA OF CENTRAL JAVA LANGUAGE SOLO DIALECT

ANALISIS BENTUK MORFEM BAHASA MELAYU DIALEK TANJUNG AMBAT KECAMATAN SENAYANG

ANALISIS REDUPLIKASI BAHASA MELAYU DIALEK RESUN KECAMATAN LINGGA UTARA KABUPATEN LINGGA

ANALISIS KONTRASTIF REDUPLIKASI BAHASA JAWA DAN BAHASA BANJAR (The Contrastive Analysis of Javanese and Banjarness Language Reduplication)

BAB I PENDAHULUAN. masyarakat. Seperti pendapat Kridalaksana (1982: 17) bahwa bahasa (language)

BAB I PENDAHULUAN. manusia. Dalam arti, bahasa mempunyai kedudukan yang penting bagi

BAB I PENDAHULUAN. maupun antara perorangan dengan kelompok manusia. Hartomo, H (1997)

BAB I PENDAHULUAN. Bahasa merupakan alat komunikasi yang digunakan manusia untuk

BAB II KONSEP, LANDASAN TEORI, DAN TINJUAN PUSTAKA

ONOMATOPEIA IN INDONESIAN CHILDREN S SONGS

BAB I PENDAHULUAN. Bahasa adalah alat untuk berinteraksi atau alat untuk berkomunikasi,

BAB II KONSEP, LANDASAN TEORI, DAN TINJAUAN PUSTAKA

BAB II KONSEP, LANDASAN TEORI, DAN TINJAUAN PUSTAKA. Konsep adalah ide-ide, penggambaran hal-hal atau benda-benda ataupun

BAB II KONSEP, LANDASAN TEORI, DAN TINJAUAN PUSTAKA. Ada beberapa konsep yang digunakan dalam penelitian ini.

ANALISIS JENIS-JENIS REPETISI DALAM BUKU MAHMUD IS BACK KARYA HUSNIZAR HOOD ARTIKEL E-JURNAL

THE AFFIXATION OF JAVA LANGUAGE KRAMA INGGIL DIALECT OF EAST JAVA IN THE VILLAGE SUAK TEMENGGUNG DISTRIC OF PEKAITAN ROKAN HILIR

BAB II KONSEP, LANDASAN TEORI, DAN TINJAUAN PUSTAKA. ada di luar bahasa yang digunakan oleh akal budi untuk memahami hal-hal lain

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia terdiri dari beraneka ragam suku (etnis) yang masing-masing

PRESUPPOSITIONS IN THE NOVEL MAHAMIMPI ANAK NEGERI BY SUYATNA PAMUNGKAS

BAB II KAJIAN PUSTAKA. Kajian tentang afiks dalam bahasa Banggai di Kecamatan Labobo

Analisis Morfologi Kelas Kata Terbuka Pada Editorial Media Cetak. Abstrak

ANALISIS PENGULANGAN KATA DALAM TEKS BERITA KARYA SISWA KELAS VIII SMP MUHAMMADIYAH 6 SURAKARTA

ARTIKEL PENELITIAN PERBEDAAN DIALEK DESA SUNGAI LINTANG DENGAN DIALEK DESA TALANG PETAI KECAMATAN V KOTO KABUPATEN MUKOMUKO PROVINSI BENGKULU

PENGGUNAAN KATA ULANG BAHASA INDONESIA DALAM CERITA PENDEK PADA SURAT KABAR JAWA POS EDISI JANUARI PEBRUARI 2012

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dita Marisa, 2013

BAB I PENDAHULUAN. dikerjakan, dan diterapkan oleh manusia (budi-daya manusia). Kata kebudayaan berasal

BAB I PENDAHULUAN. masyarakat suku Batak yang berada di daerah Sumatera Utara, khususnya sebagai asal

ANALISIS REDUPLIKASI PADA KARANGAN NARASI SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 KARANGPANDAN

Proses Pembentukan Kata dalam Kumpulan Cerpen 1 Perempuan 14 Laki-Laki Karya Djenar Maesa Ayu

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Dewasa ini, bahasa Indonesia semakin berkembang. Dalam penelitiannya

VERBA DENOMINAL BAHASA JAWA PADA MAJALAH DJAKA LODHANG EDISI JULI SAMPAI SEPTEMBER TAHUN 2008

BAB I PENDAHULUAN. sampai pada bentuknya yang sekarang sudah pasti bahasa-bahasa itu mengalami

DERIVATIONAL AFFIXES FORMING LANGUAGE MINANGKABAU DIALECT MANSION DISTRICT KAMANG MAGEK

BAB I PENDAHULUAN. merupakan kekayaan alam yang sangat menakjubkan. Summer Institute of

KATA ULANG DALAM VALENSI SINTAKSIS BAHASA BANJAR (WORD REDUPLICATION IN SYNTACTICAL VALENCE OF BANJARESE LANGUAGE)

BAB I PENDAHULUAN. Bahasa memiliki peran yang amat penting dalam kehidupan sehari-hari. Bahasa

THE ABILITY ON READING COMPREHENSION IN NARRATIVE TEXT OF THE FIRST YEAR STUDENTS OF MAN MANDAH INDRAGIRI HILIR

ANALISIS AFIKSASI BAHASA MELAYU SUB DIALEK MANTANG BESAR KECAMATAN MANTANG KABUPATEN BINTAN ARTIKEL E-JOURNAL

BAB I PENDAHULUAN. Humbang Hasundutan, Kabupaten Toba Samosir, dan Kabupaten Samosir.

BAB II KONSEP, LANDASAN TEORI, DAN TINJAUAN PUSTAKA. Berikut beberapa konsep yang digunakan dalam penelitian ini.

BENTUK DAN MAKNA VERBA DENOMINAL BAHASA JAWA DALAM SARIWARTA PADA PANJEBAR SEMANGAT EDISI TAHUN 2011

ANALISIS MORFEM BAHASA MELAYU DIALEK SAWANG KELURAHAN SAWANG KECAMATAN KUNDUR BARAT KABUPATEN KARIMUN ARTIKEL E-JOURNAL

BAB I PENDAHULUAN. perasaan (Sumarsono, 2004: 21).Selanjutnya, dengan bahasa orang-orang dapat berinteraksi

BAB I PENDAHULUAN. Bahasa-bahasa daerah di Indonesia mempunyai pengaruh dalam. Bahasa Karo, merupakan salah satu bahasa daerah di Indonesia yang masih

BAB I PENDAHULUAN. seiring dengan perkembangan manusia dan peradabannya, dalam hal ini

ANALISIS FUNGSI DAN PERAN KATA DALAM KALIMAT TAJUK RENCANA SURAT KABAR BATAM POS EDISI JANUARI 2015

ANALISIS AFIKSASI SUBDIALEK BAHASA MELAYU PULAU LAUT KABUPATEN NATUNA KEPULAUAN RIAU

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Indonesia memiliki banyak suku, dimana setiap suku memiliki

BAB I PENDAHULUAN. Linguistik adalah ilmu tentang bahasa; penyelidikan bahasa secara ilmiah (Kridalaksana,

BAB V PENUTUP. rubrik cerita Pasir Luhur Cinatur pada majalah PS, maka diperoleh simpulan

PARAGRAPH WRITING SKILLS ARGUMENTS CLASS X SMAN 1 KANDIS DISTRICT SIAK

BAB II KONSEP, LANDASAN TEORI, DAN TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Budaya daerah adalah sebuah ciri khas dari sekelompok suatu Etnik yang

BAB I PENDAHULUAN. masyarakat di dunia. Bahasa terdiri atas bahasa lisan dan tulisan. Sebagai bagian dari

PENGGUNAAN REDUPLIKASI (KATA ULANG) PADA KARANGAN SISWA KELAS VII B SMP MUHAMMADIYAH 8 SURAKARTA

BAB II KONSEP, LANDASAN TEORI, DAN TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Setiap bahasa memiliki wilayah pemakaiannya masing-masing. Setiap wilayah

BAB I PENDAHULUAN. perkembangan konseptual dan intelektual anak-anak. Memahami proses. perkembangan kognitif anak-anak secara menyeluruh.

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia memiliki beranekaragam kebudayaan. Sebagaimana telah

THE ABILITY OF THE FIRST YEAR STUDENTS OF SMA PLUS BINA BANGSA PEKANBARU IN WRITING EXPOSITION TEXTS

INTERFERENSI MORFOLOGI BAHASA JAWA KE DALAM BAHASA INDONESIA PADA KARANGAN PENGALAMAN PRIBADI SISWA KELAS VII SMP NEGERI 2 POLANHARJO

BAB V PENUTUP. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan tentang kajian. Aji Kabupaten Jepara dapat disimpulkan sebagai berikut.

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Morfologi merupakan cabang ilmu linguistik yang mengkaji tentang

BAB I PENDAHULUAN. Keberadaan lagu dikenali hampir seluruh umat manusia. Bahkan,

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN BAB I PENDAHULUAN. untuk dibicarakan karena bahasa telah menjadi bagian dari kehidupan manusia.

BAB I PENDAHULUAN. Dalam kedudukannya sebagai bahasa daerah, bahasa Pakpak Dairi

BAB II KONSEP, LANDASAN TEORI, DAN TINJAUAN PUSTAKA

Transkripsi:

1 REDUPLICATION LANGUAGE BATAK TOBA Sabar Heribowo S 1, Auzar 2, Mangatur Sinaga 3 Ssimanjuntak769@yahoo.com, auzarthaher54@gmail.com, Mangatursinaga@yahoo.com, Hp:082385898499 Faculty of Teacher s Training and Education Language and Art Education Major Indonesian Languange Study Program Riau university Abstract: This study aimed to describe reduplicated form Batak Toba language and describe the meaning of reduplication language Batak Toba. Reduplicated forms contained in Toba Batak language is (1) reduplications dwilingga, (2) partial reduplication, (3) dwipura, (4) reduplications dwilingga berimbuha. Meaning reduplication Toba Batak language consists of (1) reduplications that contains the meaning 'many', 'all', 'whole' do against a common noun, (2) the reduplication which implies assortment, (3) reduplications which implies resemble, (4) reduplication which implies somewhat, (5) reduplications which implies intensity, (6) reduplications which implies mutual, (7) which implies collective reduplications Key Words: reduplication, dwilingga, dwipurwa

2 REDUPLIKASI BAHASA BATAK TOBA Sabarheribowo 1, Auzar 2, Mangatur Sinaga 3 Ssimanjuntak769@yahoo.com, auzarthaher54@gmail.com, Mangatursinaga@yahoo.com Hp:082385898499 Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk reduplikasi bahasa Batak Toba dan mendeskripsikan makna reduplikasi bahasa Batak Toba. Bentuk- bentuk reduplikasi yang terdapat di dalam bahasa Batak Toba adalah (1) reduplikasi dwilingga, (2) reduplikasi sebagian, (3) dwipura, (4) reduplikasi dwilingga berimbuha. Makna reduplikasi bahasa Batak Toba terdiri dari (1) reduplikasi yang mengandung makna banyak, semua, seluruh dilakukan terhadap kata benda umum, (2) reduplikasi yang mengandung makna bermacam-macam, (3) reduplikasi yang mengandung makna menyerupai, (4) reduplikasi yang mengandung makna agak, (5) reduplikasi yang mengandung makna intensitas, (6) reduplikasi yang mengandung makna saling, (7) reduplikasi yang mengandung makna kolektif Kata kunci: reduplikasi, dwilingga, dwipurwa

3 PENDAHULUAN Penelitian mengenai reduplikasi bahasa Batak Toba ini mempunyai relevansi dengan penelitian-penelitian sebelumnya, sepengetahuan penulis kajian reduplikasi bahasa Batak Toba belum ada yang meneliti. Penelitian yang relevan dengan penelitian ini seperti penelitian oleh Roza Novrianti yaitu Reduplikasi Bahasa Minangkabau Dialek Pasaman Sub Dialek Tandikek Kecamatan Lubuk Sikaping Kabupaten Pasaman Sumatera Barat, mahasiswa FKIP Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Islam Riau 2011. Masalah yang diteliti oleh Roza yaitu reduplikasi dari segi bentuk dan arti bahasa Minangkabau dialek Pasaman sub dialek Tandikek Kecamatan Lubuk Sikaping Kabupaten Pasaman. Teori yang digunakan adalah teori Gorys Keraf. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan hasil penelitian yaitu bentuk reduplikasi yang ada pada Reduplikasi Bahasa Minangkabau Dialek Pasaman Sub Dialek Tandikek Kecamatan Lubuk Sikaping ada empat bentuk reduplikasi yaitu, reduplikasi Dwipurwa, reduplikasi Dwilingga, reduplikasi Dwilingga salin-suara, reduplikasi dengan proses afiks, sedangkan arti reduplikasi yang ada pada Reduplikasi Bahasa Minangkabau Dialek Pasaman Sub Dialek Tandikek Kecamatan Lubuk Sikaping terdiri atas tujuh yaitu reduplikasi mengandung arti banyak tak tentu, reduplikasi yang mengandung arti bermacam-macam, reduplikasi yang menyatakan arti menyerupai/tiruan dari sesuatu, reduplikasi yang melemahkan arti yang hal ini diartikan agak, reduplikasi yang menyatakan intensitas, reduplikasi yang menyatakan arti saling atau pekerjaan yang berbalasan, dan reduplikasi yang mengandung arti kolektif. Perbedaan yang paling mendasar dari skripsi Roza ini adalah mengenai objek yang diteliti, objek yang penulis teliti adalah bahasa Batak Toba. Sedangkan persamaannya adalah masih mengkaji masalah reduplikasi tetapi dalam bahasa yang berbeda. Penelitian reduplikasi bahasa Batak Toba ini juga merupakan program pembinaan dan pengembangan bahasa daerah tersebut. Sepengetahuan penulis penelitian tentang reduplikasi bahasa Batak Toba belum pernah diteliti. Penelitian ini sangat relevan dengan program pemerintah untuk memelihara dan mengembangkan kebudayaan daerah sekaligus menjadi pendukung atau pelengkap terhadap pengembangan kebudayaan nasional. Bahasa Batak Toba adalah bahasa yang digunakan oleh penutur daerah yang secara geografis berada di daerah provinsi Sumatera Utara, yaitu Kabupaten Tapanuli, Kabupaten Tobasa, Kabupaten Humbang Hasundutan, dan Kabupaten Samosir.. Bahasa Batak Toba merupakan salah satu bahasa daerah di Indonesia yang memiliki berbagai bentuk dan kaidah kebahasaan dari leluhur sampai sekarang masih digunakan sebagai alat komunikasi yang khas bagi masyarakat Jawa Klaten. Sehubung penjelasan di atas, maka jelaslah bahwa penelitian terhadap reduplikasi bahasa Batak Toba memiliki kepentingan yaitu untuk mendukung pembinaan dan pengembangan bahasa nasional Indonesia terutama pengayaan perbendaharaan kata bahasa Indonesia serta mendukung usaha pendokumetasiaan pelestariaan bahasa Batak Toba itu sendiri.

4 Berdasarkan latar belakang di atas, penulis perlu merumuskan masalah yang akan dikaji. Adapun masalah yang perlu diketahui adalah sebagai berikut : 1. Apa sajakah bentuk reduplikasi bahasa Batak Toba? 2. Apa sajakah makna reduplikasi bahasa Batak Toba? Secara umum penelitian ini untuk mengetahui reduplikasi Bahasa Jawa Klaten namun untuk lebih rincinya tujuan penelitiam ini sebagai berikut : 1. Mendeskripsikan bentuk reduplikasi bahasa Batak Toba. 2. Mendeskripsikan makna reduplikasi bahasa Batak Toba. Manfaat penelitian ini sebagai sumbangan pemikiran bagi pembaca tentang bentuk dan makna reduplikasi supaya pembaca mengetahui tentang bentuk dan makna reduplikasi bahasa Batak Toba. Selain itu hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk penyelamatan bahasa Batak Toba dan pendokumentasian bahasa Batak Toba tersebut. Pengembangan bahasa-bahasa nusantara serta pembinaan pengajaran bahasa indonesia dan sebagai bahan masukan, informasi bagi lembaga pendidikan serta lembaga pembinaan dan pengembangan bahasa. METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini dilakukan di desa Huta Ginjang, Kecamatan Muara, Kabupaten Tapanuli Utara. Penulis memilih tempat penelitian tersebut karena lokasi ini merupakan mayoritas penutur asli bahasa Batak Toba berdomisili. Masyarakat di desa Huta Ginjang masih aktif menggunakan bahasa Batak Toba dalam berkomunikasi sehari-hari. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini salah satunya adalah metode deskriptif yaitu berdasarkan fakta dan pembuktian yang ada atau fenomena empiris yang berkembang dalam masyarakat penuturnya, dengan kata lain memberikan gambaran yang objektif mengenai reduplikasi bahasa Batak Toba dengan menggunakan ujaran secara otentik (sah) oleh penutur bahasa masa kini. Dengan menggunakan metode deskriptif ini penulis berusaha mengumpulkan data seakurat mungkin dan kemudian menyusunnya menjadi sebuah laporan. Penulis menggunakan metode ini guna mendeskripsikan dan mengkaji reduplikasi yang terdapat dalam bahasa Batak Toba baik melalui tuturan asli masyarakat Toba yang berdomisili di desa Huta Ginjang, Kecamatan Muara maupun melalui kamus bahasa Batak Toba serta kutipan dari buku-buku yang berhubungan dengan bahasa Batak Toba dan lagu-lagu berbahasa Batak Toba. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan dan lain-lain. Secara holistik, dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode ilmiah, berdasarkan fakta dan data yang diperoleh di lapangan. Data yang telah didapatkan diolah secermat mungkin sesuai dengan kebutuhan peneliti. Oleh karena itu, metode deskriptif analisis ini yang paling tepat dipakai dalam penelitian ini.

5 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Data reduplikasi bahasa Batak Toba terbagi atas empat bentuk. Berikut ini disajikan keempat bentuk tersebut. 1. Reduplikasi Dwilingga Pengulangan Dwilingga menurut Keraf (1991:149-150) adalah pengulangan bentuk dasar. Contoh: abing-abing anju-anju ama-ama gendong-gendong bujuk-bujuk ama-ama 2. Reduplikasi sebagian Reduplikasi sebagian menurut Ramlan (1987:69), adalah pengulangan sebagian dari bentuk dasarnya, dengan kata lain bentuk dasar tidak diulang seluruhnya Contoh: [moccot-occot] [morot-orot] [munggil-unggil] [makkuling-kuling] tersendat-sendat pindah-pindah ragu-ragu bunyi-bunyi 3. Reduplikasi dwipurwa Reduplikasi dwipurwa adalah perulangan yang dilakukan atas suku kata awal. Reduplikasi dwipurwa menurut Keraf (1991:149-150) adalah pengulangan yang dilakukan atas suku kata pertama dari sebuah kata. [sasaotik ] [saotik-saotik] sedikit-sedikit [ sasapokkuk ] [sapokkuk-sapokkuk] sesuap-sesuap [ sasatonga ] [satonga-satonga] setengah-setengah

6 4. Reduplikasi Dwilingga Berimbuhan Reduplikasi dwilingga berimbuhan menurut Keraf (1991:149-150) adalah salah satu variasi dari pengulangan dwilingga, namun pada salah satu kata atau kedua lingga atau bentuk dasarnya mendapat imbuhan. contoh: [marmeam-maeam] [marhata-hata] [marragam-ragam] [marhusip-husip] bermain-main berkata-kata bermacam-macam berbisik-bisik Makna Reduplikasi Bahasa Batak Toba Makna Reduplikasi Bahasa Batak Toba dapat dijabarkan sebagai berikut : a. Reduplikasi yang mengandung makna banyak, semua, seluruh dilakukan terhadap kata benda umum. Contohnya margoni-goni eme sian hauma nai taon on. bergoni-goni padi hasil ladangnya itu tahun ini b. Reduplikasi yang mengandung makna bermacam-macam. Contohnya Di lambung ni jabu nai godang do suan-suanan di sebelah rumahnya terdapat banyak tanam-tanaman {suan-suanan} tanam-tanaman mengandung makna banyak bermacammacam tanaman. c. Reduplikasi yang mengandung makna menyerupai, Sian onan do oma manuhor motor-motor on ibu membeli mobil-mobilan dari pasar {motor-motor} mobil-mobilan dalam bahasa Batak Toba motor-motor memiliki makna sesuatu benda yang menyerupai mobil. d. Reduplikasi yang mengandung makna agak, contohnya tar haccit-haccit dope huhilala simanjojakhon molo mangalangka masih terasa sakit-sakit kakiku saat melangkah {tar haccit-haccit} sakit-sakit mengandung arti agak sakit e. Reduplikasi yang mengandung makna intensitas,contohnya Toparma sagogo-gogona pukullah sekuat-kuatnya f. Reduplikasi yang mengandung makna saling, contohnya, tong-tong ma marsitogu-toguan hamu diakka na humurang Tetaplah kalian bantumembantu dalam segala kekurangan {marsitogu-toguan} bantu-membantu (mengandung arti saling membantu) g. Reduplikasi yang mengandung makna kolektif, contohnya Buatma dihamu tolu-tolu be sahalak Ambillah bagian kalian tigs-tiga seorang {tolu-tolu} tiga-tiga (menyatakan jumlah tiga)

7 SIMPULAN DAN REKOMENDASI Simpulan Berdasarkan analisis data dalam penelitian ini dapat diambil beberapa simpulan tentang reduplikasi bahasa Batak Toba. Butir-butir simpulan dapat dijabarkan sebagai berikut : 1. Bentuk Reduplikasi bahasa Batak Toba dibagi menjadi empat macam : a. Reduplikasi Dwipurwa b. Reduplikasi sebagian c. Reduplikasi dwilingga d. Reduplikasi dwilingga berimbuhan Dalam reduplikasi dwilingga berimbuhan bahasa Batak Toba, ditemukan prefiks m- dan konfiks marsi-an yang tidak ditemukan kesamaannya dalam afiks bahasa Indonesia 2. Makna Reduplikasi Bahasa Batak Toba dapat dijabarkan sebagai berikut : a. Reduplikasi yang mengandung makna banyak, semua, seluruh dilakukan terhadap kata benda umum b. Reduplikasi yang mengandung makna bermacam-macam c. Reduplikasi yang mengandung makna menyerupai d. Reduplikasi yang mengandung makna agak e. Reduplikasi yang mengandung makna intensitas f. Reduplikasi yang mengandung makna saling g. Reduplikasi yang mengandung makna kolektif Rekomendasi Saran-saran yang dapat dikemukakan sesuai dengan penelitian ini dapat di poin-poinkan sebagai berikut : 1. Sebagai bahasa daerah yang mendukung bahasa indonesia maka bahasa Batak Toba hendaknya dilestarikan dengan cara penulisan-penulisan cerita daerah yang sampai saat ini baru sebagian kecil. 2. Penelitian khusus tentang reduplikasi bahasa Batak Toba ini hendaknya ada kelanjutannya untuk penelitian yang akan datang, untuk itu penelitian ini dapat dijadikan acuan secara perbandingan untuk mencapai hasil penelitiannya yang sempurna. 3. Dalam pengajaran di sekolah seorang guru dalam menjelaskan reduplikasi diharapkan dapat memahami tentang proses reduplikasi tersebut. Kalau tidak akan terjadi kesalah pahaman dalam proses reduplikasi itu, karena ada kata yang materi reduplikasi ini kepada siswanya. Ada kata kompak seperti reduplikasi misalnya biri-biri, kupu-kupu namun tidak dapat dikatakan kedalam proses dari reduplikasi.

8 DAFTAR PUSTAKA Keraf, Gorys. 1984. Linguistik Bandingan Historis. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. Kridalaksana, Harimurti. 2007. Pembentukan Kata dalam Bahasa Indonesia. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Agama Ramlan. M. 1985. Morfologi suatu Kajian Semantik. Yokyakarta : Caryono. 1997. Morfologi Suatu Kajian Semantik. Yogyakarta: Caryono.. 1987. Morfologi. Yokyakarta : Caryono http://ryan-banjarnahor.blogspot.co.id/2011/07/jujur-ho.html (diunduh pada tanggal 2 Oktober 2016 pukul 11:00 wib)