BAB 3 GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 3.1 Perkembangan Perusahaan 3.1.1 Sejarah Perusahaan PT. Central Aneka Busana (CAB) adalah salah satu perusahaan garmen di Indonesia, yang berlokasi di Poris, Tanggerang. Perusahaan ini telah berdiri kurang lebih 5 tahun, dan masih tergolong baru dalam industri garmen jika dibandingkan dengan perusahaan-perusahaan garmen lainnya. Walaupun masih tergolong perusahaan baru, PT. CAB telah mampu menempatkan dirinya dalam persaingan dengan perusahaan lain yang dalam bidang yang sejenis, di mana sampai saat ini perusahaan telah memiliki merek paten (merek khusus) untuk produknya, yaitu CAB dan Ie-Be. PT. CAB bermula dari sebuah industri rumah tangga, yang didirikan oleh Bapak Thomas Subekti. Karena usahanya yang gigih serta dengan kerja keras, industri rumah tangga tersebut pun semakin berkembang, dan sampai pada akhirnya memutuskan untuk membentuk perusahaan Perseroan Terbatas (PT). Setelah mempersiapkan untuk beberapa waktu, akhirnya pada tanggal 24 Agustus 2000 secara resmi PT. CAB didirikan. Produk pertama yang diluncurkan diberi merek CAB mengikuti dari nama perusahaan dan dijadikan sebagai simbol, sedangkan Ie-Be diluncurkan pada tahun 2003. Pada awal berdirinya, PT. CAB hanya memiliki total 35 orang karyawan, dan proses produksi secara keseluruhan dilakukan sendiri oleh perusahaan. Seiringnya dengan kenaikan permintaan dan daya beli konsumen, maka perusahaan pun memutuskan untuk melakukan Outsource (tenaga kerja asing atau dari luar perusahaan) untuk produksi, karena PT. CAB tidak memiliki pabrik untuk mengerjakan sendiri proses produksi dari pembuatan produknya. 27
28 PT. CAB kemudian merekrut perusahaan-perusahaan jasa untuk memenuhi perkembangan yang terjadi. Perusahaan jasa yang dimaksud terdiri dari 2 macam, yaitu printing ( sablon ) dan CMT. 3.1.2 Tujuan dan Sasaran Perusahaan Tujuan Perusahaan Menjadi market leader dalam bidang usahanya Menyediakan produk dengan harga terjangkau dan kompetitif serta kualitas yang bagus Sasaran Perusahaan Meningkatkan penjualan agar dapat mencapai laba yang diinginkan Perluasan pasar dan pertumbuhan perusahaan 3.2 Kondisi Bisnis Perusahaan Menurut lima kekuatan persaingan Porter sifat dan derajat persaingan yang dihadapi oleh PT. CAB bergantung pada lima faktor, yaitu : 1. Ancaman pendatang baru Datangnya pesaing baru merupakan ancaman bagi PT. CAB. Ancaman tersebut bisa datang dari dalam dan luar negeri. Bagi perusahaan CAB, ancaman ini terutama datang dari produk impor dari RRC, di mana sebagian besar produk dari RRC tersebut lebih terjangkau dan mampu memukau sebagian konsumen Indonesia yang memang lebih menyukai produk dengan harga lebih terjangkau. 2. Ancaman barang pengganti (subtitusi) Produk pengganti yang secara strategik layak diperhatikan adalah produk yang kualitasnya mampu menandingi kualitas produk industri atau produk yang dihasilkan oleh industri yang menikmati laba tinggi. Produk pengganti seringkali masuk dengan cepat ke dalam industri jika terjadi persaingan yang ketat dalam suatu industri sehingga dapat mengakibatkan turunnya harga atau naiknya kinerja. Ancaman barang subtitusi yang dihadapi oleh PT. CAB terutama terjadi karena adanya penjiplakan dan aksi tembak
29 merek yang dilakukan pihak yang tidak bertanggung jawab. Lebih parah lagi, produk yang dipasarkan dari produksi tersebut umumnya ditawarkan dengan harga yang sangat murah. Hal ini tentu saja sangat memukul pangsa pasar perusahaan, yang berakibat beralihnya konsumen ke produk-produk tersebut. 3. Daya tawar pemasok Pemasok dapat memanfaatkan kekuatan tawar-menawarnya atas para anggota industri dengan menaikkan harga atau menurunkan kualitas barang dan jasa yang dijualnya. Pemasok yang kuat karenanya, dapat menekan kemampuan suatu industri yang tidak dapat mengimbangi kenaikan biaya dengan menaikkan harganya sendiri. PT. CAB memiliki perusahaan pemasok tunggal yaitu PT. Jabatex. Bagi PT. CAB, hal ini tidak menjadi ancaman karena perusahaan senantiasa menjaga hubungan baik dengan membayar tagihan tepat waktu dan teratur. 4. Daya tawar pembeli Pembeli atau pelanggan juga dapat menekan harga, menuntut kualitas lebih tinggi atau layanan lebih banyak, dan mengadu domba sesama anggota industri sehingga dapat menurunkan laba industri. PT. CAB sendiri memasarkan produknya bagi kalangan menengah ke atas, di mana tawar-menawar pembeli yang dihadapi cenderung tinggi. Umumnya pembeli meminta harga yang lebih terjangkau, tetapi di sisi lain juga menuntut kualitas yang baik bagi perusahaan. 5. Persaingan di antara perusahaan sejenis dalam industri Persaingan di kalangan industri terjadi karena mereka berebut posisi dengan menggunakan taktik seperti persaingan harga, introduksi produk, dan peran iklan. Ancaman utama atau pesaing utama yang dihadapi oleh PT. CAB adalah H & R, Metalizer, Hammer, di mana para pesaing juga menjalankan bisnisnya pada segmen menengah ke atas.
30 Model lima kekuatan bersaing (PORTER) PT. CAB Pendatang Baru : Garmen Produk RRC Home Industry Daya tawarmenawar pemasok : PT. Jabatex Persaingan antar industri sejenis : Hammer H & R Metalizer Moving Blue pembeli Produk substitusi : Produk imitasi dari home industry Gambar 3.2 Kekuatan kekuatan yang Mempengaruhi Persaingan Industri. sumber: Metode Riset Strategi Bisnis. Pt. Gramedia Pustaka Umum
31 3.3 Struktur Organisasi dan Uraian Pekerjaan 3.3.1 Struktur Organisasi Purchasing Manufacturing Dept. Production QC & warehouse PPIC Finance Finance & Acc. Dept. Accounting R U P S Managing Director Marketing Dept. Cashier Selling & Adm. Promotion Personnel & GA Dept. Personalia General Affairs Gambar 3.3 Struktur Organisasi pada PT. Central Aneka Busana Sumber : PT. Central Aneka busana (CAB)
32 3.3.2 Uraian Pekerjaan 1. RUPS RUPS atau Rapat Umum Pemegang Saham merupakan pemegang kekuasaan tertinggi dalam struktur organisasi perusahaan. Hasil keputusan dalam RUPS harus ditaati oleh seluruh instansi di bawahnya. 2. Managing Director Managing Director (MD) adalah pimpinan puncak di bawah RUPS yang bertanggung jawab untuk mengoordinasikan setiap bagian dan memberikan pengawasan demi kelangsungan hidup perusahaan. MD membuat kebijakan dan strategi yang bersifat jangka panjang dan umum. Selain itu juga membuat program kerja dan anggaran demi pengembangan perusahaan, dan termasuk merencanakan dan mengurus pengelolaan harta kekayaan perusahaan. 3. Marketing Department Departemen marketing atau pemasaran pada PT. CAB terbagi atas dua bagian yaitu sales and administration serta promotion. Tugas dan kewenangan semua bagian dari departemen ini harus dapat dipertanggungjawabkan kepada MD. Khusus untuk bagian promotion, tugas dan wewenangnya yang dijalankan terutama mengatur strategi promosi dan penjualan serta menyiapkan program kerja untuk meningkatkan omzet penjualan. 4. Manufacturing Department Departemen manufaktur terdiri dari bagian produksi, purchasing, PPIC, dan quality control. Masing-masing dari bagian bertanggung jawab secara umum terhadap MD. Bagian purchasing melakukan pembelian terhadap bahan baku dan keperluan kantor. Bagian produksi dan PPIC bekerja sama agar fungsi produksi berjalan
33 dengan lancar. Sedangkan bagian QC bertugas mengecek output akhir dari CMT maupun printing. 5. Finance and Accounting Department Dalam departemen ini terdapat tiga bagian yaitu finance (keuangan), accounting (akunting), dan cashier (kasir). Ketiga bagian ini mengambil bagian dalam mengatur keuangan perusahaan dan bertanggung secara khusus dengan MD. 6. Personnel and GA Department Tugas dan kewenangan departemen ini berhubungan dengan orang-perorangan dalam perusahaan. Hak karyawan berupa gaji, upah dan tunjangan diatur, dikontrol, dan dikeluarkan oleh departemen ini. Selain itu, departemen ini melakukan pelatihan bagi karyawan baru maupun lama, mengatur tentang kewajiban karyawan, mengawasi pelaksanaan pekerjaan, dan mengeluarkan peringatan jika terjadi pelanggaran. Secara khusus, departemen ini harus memberikan laporan kepada MD.