JURNAL PENDIDIKAN KHUSUS

dokumen-dokumen yang mirip
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA MENGGUNAKAN PENDEKATAN BRAIN BASED LEARNING DI SDN 20 KURAO PAGANG

Pendahuluan. Meliana et al., Penerapan Metode Permainan... 1

Oleh: Dewi Sri Yuliati 1, Zuhri D 2, Sehatta Saragih 3

Meningkatkan Kemampuan Berhitung dengan Alat Peraga Kelereng bagi Siswa Kelas II SD N Pungai Tahun Ajaran 2013/2014

PENERAPAN METODE DEMONSTRASI PEMBELAJARAN IPA UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS SISWA SD KELAS III

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI METODE INKUIRI PADA SISWA KELAS IV SDN 27 SAGO PESISIR SELATAN

MANAJEMEN PEMBELAJARAN PKN DENGAN MODEL PROBLEM BASED INTRODUCTION (PBI) BAGI SISWA SMK

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS BUNG HATTA PADANG

PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN SISWA KELAS IV MELALUI PENDEKATAN QUANTUM TEACHING SDN 15 V KOTO KAMPUNG DALAM

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V MELALUI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PORTOFOLIO PADA PEMBELAJARAN PKn DI SD NEGERI 22 LUBUK MINTURUN

JURNAL SKRIPSI. Diajukan untuk Memenuhi Persyaratan dalam Menyelesaikan Program Sarjana (S1) Pendidikan Guru Sekolah Dasar

PENERAPAN STRATEGI THE POWER OF TWO UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS X SMAN 9 PEKANBARU

Kata Kunci: aktivitas belajar siswa, hasil belajar siswa, pendidikan matematika, teori Bruner dalam metode diskusi kelompok.

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA KERTAS ORIGAMI

PENINGKATAN HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA MELALUI METODE LATIHAN SISWA KELAS IV SD NEGERI 009 AIR EMAS KECAMATAN UKUI

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD PADA SISWA KELAS IV SEMESTER 2 SD

MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR BILANGAN BULAT SISWA KELAS V MELALUI MODEL PEMBELAJARAN BAMBOO DANCING. Dyah Tri Wahyuningtyas

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA ANIMASI BERBASIS MACROMEDIA FLASH

PENINGKATAN PARTISIPASI BELAJAR SISWA KELAS IV DENGAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PORTOFOLIO PADA PEMBELAJARAN PKn DI SD NEGERI 22 LUBUK MINTURUN

PENERAPAN MODEL MASTERY LEARNING BERBANTUAN LKPD UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PESERTA DIDIK DI KELAS VIII.3 SMP NEGERI 4 KOTA BENGKULU

NASKAH PUBLIKASI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1 Pendidikan Matematika

ARTIKEL PENELITIAN PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MODEL TALKING STICK PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA KELAS IV DI SDN 10 SUNGAI SAPIH PADANG

APPLICATION OF DIRECT LEARNING TO IMPROVE RESULTS OF IPS CLASS III SD TANJUNG BUNGO KECAMATAN KAMPAR TIMUR

BAMBOO DANCING. Dyah Tri Wahyuningtyas Pendidikan Guru Sekalah Dasar Universitas Kanjuruhan Malang

ARTIKEL PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI ALAT PERAGA BLOK DIENES PADA SISWA KELAS 1 MEKAH 2 SDIT MARHAMAH MUARALABUH SOLOK SELATAN

PENERAPAN MODEL ACTIVE LEARNING PERMAINAN CARD SORT UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS IV SDN 05 METRO SELATAN

MENINGKATKAN KEMAMPUAN PERKALIAN SISWA KELAS 2 SDN 003 RANTAU PULUNG MENGGUNAKAN ALAT PERAGA KELERENG DAN BATU KERIKIL

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN IPA MENGGUNAKAN METODE EKSPERIMEN DENGAN GIVING REWARD AND PUNISHMENT

PENGGUNAAN MEDIA BENDA KONKRET UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA ANAK TUNAGRAHITA PADA POKOK BAHASAN PERKALIAN

Kata Kunci: Teams Games Tournament (TGT), Media Konkret, Sifat-sifat Bangun Datar Sederhana, Matematika

PENINGKATAN HASIL BELAJAR MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW

PENERAPAN SUPERVISI AKADEMIK PENGAWAS DALAM UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN GURU MENERAPKAN MODEL STAD

PENINGKATAN HASIL PEMBELAJARAN PERKALIAN MENGGUNAKAN MEDIA KOTAKMATIKA DI KELAS IV SEKOLAH DASAR ARTIKEL PENELITIAN OLEH MISLAH NIM F

PENINGKATAN PEMBELAJARAN DENGAN METODE EKSPERIMEN IPA DI KELAS IV SDN 20 GUNUNG TULEH PASAMAN BARAT

Peningkatkan Hasil Belajar Ipa Materi Membuat Senter Sederhana Dengan Metode Demonstrasi Sularno SD Negeri 03 Nglebak Karanganyar

MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI METODE DISKUSI KELOMPOK SISWA KELAS VII SMP NEGERI 3 PEMANGKAT

PENERAPAN TEKNIK BERMAIN KARTU PINTAR UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR DAN HASIL BELAJAR IPA

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPA DENGAN MENGGUNAKAN METODE INKUIRI DI KELAS VI SD NEGERI 30 SUNGAI NANAM KABUPATEN SOLOK

ARTIKEL PENELITIAN PENINGKATAN KEMAMPUAN MENALAR DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V MELALUI MODEL PICTURE AND PICTURE

Abstrak. Kata Kunci : Metode pembelajaran kooperatif tipe Think Pair and Share (TPS), aktivitas belajar siswa, hasil belajar siswa.

Noviana Kusumawati Pendidikan Matematika FKIP Universitas Pekalongan Jl. Sriwijaya No 3 Pekalongan, ABSTRAK

PENINGKATAN HASIL BELAJAR MEMBACA SISWA KELAS V DENGAN MENGGUNAKAN STRATEGI INDEX CARD MATCH SD NEGERI 04 PUNGGUANG KASIAK KABUPATEN PADANG PARIAMAN

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN IPA DI KELAS IV SD N 16 PADANG BESI DENGAN MENGGUNAKAN METODE EKSPERIMEN

PENINGKATAN MINAT BELAJAR SISWA KELAS IV PADA PEMBELAJARAN IPS MELALUI MODEL WORD SQUARE DI SDN 26 PELANGAI KECIL KABUPATEN PESISIR SELATAN

MENINGKATKAN PARTISIPASI DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V DALAM PEMBELAJARAN PKn DENGAN MODEL GROUP INVESTIGATION DI SDN 05 PADANG PASIR KOTA PADANG

ARTIKEL PENELITIAN PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV DALAM PEMBELAJARAN

PENINGKATAN AKTIVITAS PEMBELAJARAN IPS TEKNIK LINGKARAN KECIL LINGKARAN BESAR KELAS III SEKOLAH DASAR ARTIKEL PENELITIAN

Ratna Situmeang SDN 004 Bagan Besar Kecamatan Bukit Kapur

MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS PARAGRAF MELALUI MEDIA PUZZLE PADA SISWA KELAS III SDN GRENDEN 02 PUGER JEMBER

Jurnal Pendidikan Matematika STKIP PGRI Sidoarjo Vol. 1, No. 2, September 2013 ISSN:

Jurnal Bidang Pendidikan Dasar (JBPD) Vol. 1 No. 1 Januari 2017

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Bung Hatta Abstract

PENINGKATAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V.E DENGAN MENGGUNAKAN MODEL WORD SQUARE DI SD KARTIKA I-10 PADANG

Volume 7 Nomor 1 Juli 2017 P ISSN : E ISSN :

Noorhafizah dan Rahmiliya Apriyani

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKANALAT PERAGA PADA SISWA KELAS III SEMESTER II SD NEGERI 67 PAGARALAM

Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Penerapan Metode Demonstrasi Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Materi Pecahan Sederhana Suharni SD Negeri 03 Nglebak Tawangmangu

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Bung Hatta

PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA PERMULAAN MELALUI METODE GLOBAL PADA SISWA KELAS I SD NEGERI KAPUKANDA ARTIKEL JURNAL

Teams Achievement Division (STAD) pada mata pelajaran Matematika materi

PENERAPAN MODEL TEAMS GAMES TOURNAMENT UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR FISIKA DI SMP

PENINGKATAN PARTISIPASI BERBICARA SISWA KELAS V MELALUI METODE DISKUSI KELOMPOK SDN 10 SINTOGA KABUPATEN PADANG PARIAMAN

ARTIKEL PENELITIAN PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN

PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS MELALUI METODE KERJA KELOMPOK PADA SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR

Pendahuluan. Meris et al., Meningkatkan Kemampuan Menulis...

UPAYA MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BERHITUNG PERMULAAN PADA ANAK DENGAN PERMAINAN ULAR TANGGA DI KB ABC BLORONG

Randi Pratama 1 Dinawati Trapsilasiwi 2 Susi Setiawani 3 ABSTRACT

PENGGUNAAN MEDIA KARTU DOMINO BILANGAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V SD

Tutik Rahayu. Purwanto,

PENINGKATAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA MELALUI METODE PQ4R

UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR FAKTOR DAN KELIPATAN BILANGAN MELALUI METODE CTL

PENERAPAN MODEL TGT (TEAMS GAMES TOURNAMENT) DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V SDN TAMAN 3 MADIUN

MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR MELALUI PENERAPAN METODE EKSPERIMEN PADA PEMBELAJARAN IPA DI SD

Joyful Learning Journal

PENINGKATAN AKTIVITAS PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK MENGGUNAKAN PENDEKATAN SAINTIFIK DI KELAS I SD

PEMANFAATAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS) DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS III SD

ARTIKEL PENELITIAN PENINGKATAN MINAT DAN HASIL BELAJAR IPA KELAS VI A DENGAN PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR DI SD NEGERI 01 ALAHAN PANJANG KABUPATEN SOLOK

JURNAL SKRIPSI. Diajukan untuk Memenuhi Persyaratan dalam Menyelesaikan Program Sarjana (S1) Pendidikan Matematika di FKIP Universitas Mataram.

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Bung Hatta Irmasuryani Abstract

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL KONSEP BILANGAN MELALUI PERMAINAN CONGKLAK PADA ANAK KELOMPOK A

ARTIKEL PENELITIAN PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV A PADA PEMBELAJARAN IPS MELALUI MODEL SCRAMBLE DI SDN 03 KOTO PULAI PESISIR SELATAN.

Irma Khairoes 1, Zulfa Amrina 1, Fazri Zuzano 1. Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL SISWA KELAS IIC SDN 91 PEKANBARU

PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN SNOWBALL THROWING

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PENDEKATAN INKUIRI PADA PEMBELAJARAN IPA KELAS V SDN 07 TUIK BATANG KAPAS

Meningkatkan Kemampuan Mengenal Bentuk Geometri Melalui Media Gelang Karet Pada Anak Kelompok A

ARTIKEL PENELITIAN PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV PADA PEMBELAJARAN IPS DENGAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING DI SD NEGERI 03 SUAYAN TINGGI

UPAYA PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DENGAN MENERAPKAN METODE JIGSAW LEARNING PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 0701 ROTAN SOGO

PENERAPAN MEDIA GAMBAR BERSERI DALAM PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS CERITA NARASI SISWA KELAS IV SDN 1 KEKERI TAHUN PELAJARAN 2016/2017

PENERAPAN PENDEKATAN KONSTEKTUAL MELALUI MODEL PEMBELAJARAN TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA

Ngatiyem SD Negeri 3 Kemiling Permai ABSTRACT

Yosepha Sumarjilah 9. Kata Kunci: Hasl Belajar, Matematika, Media Kongkrit. 9 Guru SDN Rejoagung 01 Jember

PENERAPAN METODE BUZZ GROUP

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI DENGAN MENGGUNAKAN METODE 6 M

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS IV DI SD NEGERI 13 LOLONG MELALUI STRATEGI INDEX CARD MATCH

KEEFEKTIFAN HUKUMAN TERHADAP MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS III SD N 1 MAGELUNG KENDAL

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PEMBERIAN PUJIAN DAN HUKUMAN KEPADA SISWA KELAS I SDN 15 LUBUK ALUNG

Transkripsi:

JURNAL PENDIDIKAN KHUSUS PENINGKATAN HASIL BELAJAR OPERASI PENGURANGAN BILANGAN 1-10 MELALUI METODE BERMAIN KELERENG PADA SISWA TUNAGRAHITA RINGAN KELAS 1 DI SDN INKLUSIF Diajukan kepada Universitas Negeri Surabaya Untuk Memenuhi Persyaratann Penyelesaian Program Sarjana Pendidikan Luar Biasa Oleh : TRI WURYANDI NIM. 11010044236 UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN PRODI PENDIDIKAN LUAR BIASA 2015 1

PENINGKATAN HASIL BELAJAR OPERASI PENGURANGAN BILANGAN 1-10 MELALUI METODE BERMAIN KELERENG PADA SISWA TUNAGRAHITA RINGAN KELAS 1 DI SDN INKLUSIF Tri Wuryandi dan Wahyudi Hartono (Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya) email: tri.prima.natasa.mandiri@gmail.com ABSTRACT Mental retardation student learning using play as one of the methods proper order retarded children are motivated to engage actively in the process of learning mathematics., Method of play is made according to ability and conditions making it easier for children Mental retardation children to understand math, the game is expected to provide the motivation to learn in order to improve learning outcomes mathematics children Mental retardation. In this study, researchers used a method of playing marbles on the operation of subtraction of integers, because this method provides a process-centered learning activities are based on the individual child, in which individuals use the things marbles that can increase motivation and concentration of children's learning. Media marbles is one of the props for the learning process of subtraction operations with integers concretely illustrate the approach. The results showed that the activity of teacher in Cycle I, and II, respectively 75%; 79%; 84%; and 92%; student activity at the time of playing marbles 45% ; 47.5%; 60%; and 70%, the average value of the ability of students' attitudes when playing marbles students in each cycle each 52.08; 58.33; 66.67 and 67.5. Results LKS working operations average deduction 48.75; 51.25; 57.5; and 66.25. It can be concluded that the use of a method of playing marbles can be used to enhance the ability of first grade students number operations SDN Klampis Ngasem I/246 Inclusive Surabaya 2014-2015 school year. Keywords: skills reduction of number operations, method through play marbles, Elementary 2

PENDAHULUAN Kemampuan secara umum siswa tunagrahita pada tiap jenjang di SDN Klampis Ngasem I/246 Inklusif Surabaya hampir mengalami kesulitan pada mata pelajaran matematika khususnya pada indikator operasi pengurangan, data tersebut diperoleh dari hasil assesmen, informasi guru kelas dan observasi peneliti, siswa melakukan operasi pengurangan banyak faktor pendukung sebagai masalah yang muncul, yang meliputi : penggunakan metode yang kurang tepat, tidak menggunakan media asli atau tiruannya,keadaan siswa yang kurang konsentrasi dan fasilitas sekolah yang kurang mendukung terhadap proses pembelajaran, guna meningkatkan hasil pembelajaran khususnya pada operasi pengurangan bilangan 1-10 maka peneliti menggunakan metode bermain sebagai salah satu metode yang tepat, hal ini sejalan dengan penelitian tindakan kelas yang dilakukan oleh Imam Junaedi (2012 : 15) yang menunjukkan bahwa metode belajar bermain anak adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan, aktivitas belajar dilakukan anak selalu dengan bermain. Bermain dapat digunakan sebagai metode dalam belajar, oleh karena itu pendidikan anak usia dini adalah bermain dan belajar, dapat menumbuhkan rasa senang terhadap pelajaran matematika. Permainan apabila digunakan secara berencana sesuai indikator, jelas, tepat, penggunaannya sesuai dengan waktunya dapat menjadi metode yang efektif untuk meningkatkan prestasi belajar matematika. Metode bermain kelereng dapat digunakan sebagai salah satu metode pembelajaran agar anak tunagrahita termotivasi untuk terlibat secara aktif dalam proses kegiatan belajar matematika. Metode bermain ini dibuat sesuai kemampuan dan kondisi anak tunagrahita sehingga mempermudah anak untuk memahami pelajaran matematika.pengetahuan dan pemahaman konsep matematika yang diperoleh dari permainan ini, diharapkan memberikan motivasi belajar sehingga dapat meningkatkan hasil belajar matematika anak tunagrahita. Peneliti menggunakan metode bermain kelereng karena memiliki beberapa kelebihan diantaranya permainan dirancang dari konsep abstrak menjadi konsep kongkrit, mudah dimengerti, dan menyenangkan karena dapat membantu ingatan anak terhadap pelajaran yang diberikan. Dari uraian di atas, untuk memecahkan masalah belajar siswa Tunagrahita Ringan SDN Klampis Ngasem I/246 Inklusif Surabaya, peneliti menggunakan salah satu metode yang digunakan dan dapat meningkatkan hasil belajar operasi pengurangan terhadap anak tunagrahita adalah dengan metode bermain, melalui metode bermain siswa dapat dilatih untuk bekerja sendiri, sabar, percaya diri tidak mudah putus asa dan pantang menyerah, Salah satu dasar proses mental menuju kepada intelektual adalah melalui permainan, sebab siswa akan merasa senang ketika menghadapi proses pembelajaran dengan metode bermain, karena bermain memiliki beberapa kelebihan diantaranya permainan dirancang untuk menjadikan konsep abstrak menjadi konsep konkret, mudah dimengerti, menyenangkan, dan membantu ingatan anak terhadap materi yang telah diberikan. Berdasarkan paparan di atas, bahwa anak tunagrahita membutuhkan bimbingan dan penanganan khusus pada saat belajar sehingga dapat direalisasikan dengan menggunakan media yang bersifat sederhana, 9mudah digunakan dan didapat, serta bernilai ekonomis, media yang digunakan hendaknya disesuaikan dengan kondisi siswa dan dapat membantu perkembangan akademik siswa tunagrahita ringan. Pada teknik bermain kelereng diharapkan anak dapat menghitung jumlah awal dan akhir kelereng, tehnik peermainannya adalah siswa membentuk lingkaran yang sudah diberi batasan tali kemudian tiap anak diberi 5 kali kesempatan menggelindingkan kelereng diambil dari kaleng digelindingkan ke lubang pengurangan, dan apabila ada siswa yang belum mampu menggelindimgkan melalui tanah maka dibantu dengan menggunakan paralon yang dimodifikasi. Dalam memahami persoalan pengurangan pada anak tunagrahita ringan perlu diperagakan terlebih dulu dengan benda konkrit atau melalui gambar, kemudian ke angka yang tujuannya agar siswa dapat memahami perintah dan

operasi pengurangan bilangan. Oleh karena itu salah satu metode yang diperlukan untuk memberikan pelajaran matematika diantaranya metode bermain kelereng agar dapat membantu siswa untuk memahami dari konsep abstrak melalui benda-benda konkrit. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan media kelereng konsep pengurangan pada bilangan bulat, karena media ini memberikan pembelajaran yang berpusat pada aktifitas anak yang berdasarkan individualitas, dimana setiap individu menggunakan media kelereng yang dapat meningkatkan motivasi dan konsentrasi dalam belajar anak. Media kelereng adalah alat peraga untuk pembelajaran proses perhitungan bilangan bulat dengan pendekatan konsep himpunan yang menggambarkan secara konkrit proses pengurangan pada bilangan bulat. Adapun cara permainannya tidak ada aturan yang baku, tetapi sesuaikan dengan prinsip kerjanya dan cara penggunaan pada saat melakukan pengurangan dan proses permainan sangat mudah dilakukan oleh anak tunagrahita ringan. Setelah menyelesaikan tugas berhitung. Bahwa penelitian dengan menggunakan media kelereng dapat meningkatkan motivasi belajar, prestasi belajar, keterampilan dan pemahaman anak tunagrahita ringan. Pendapat lain juga mengatakan, dalam pembelajaran pelajaran Matematika kelas I Sekolah dasar konsep dasar yang digunakan adalah benda-benda kongkrit disekitar sekolah. (Wardhani, 2004:3). Dengan benda-benda kongkrit disekitar sekolah di gunakan sebagai alat pembelajaran akan tercipta suasana pendidikan yang PAKEM (Pembelajaran Aktif Kreatif efektif dan Menyenangkan). Bermain kelereng adalah permainan tradisional yang sudah lama kita kenal dan peneliti mencoba untuk mengaplikasi sebagai metode pengajaran matematika dengan tujuan: Penggunaan metode bermain kelereng mempunyai manfaat sebagai berikut : a) Mengatur emosi (relaks), b) Melatih kemampuan berfikir. c) Melatih kemampuan motorik. d) Melatih kesabaran. e) Melatih tingkat kecermatan dan ketelitian. f) Melatih kemampuan berkompetisi. g) Melatih kemampuan sosial / menjalin pertemanan. h) Melatih bersikap jujur. Sumber : http://briliansmart.blogspot.com/2009/08/sejara h-kelerang.html (diunduh pada tanggal 5-03 2014). Dari pendapat di atas dapat diambil kesimpulan bahwa metode bermain adalah cara mengajar dengan menggunakan metode permainan untuk melatih siswa agar lebih kreatif, imajinatif dan bersifat lentur. Metode ini dalam pembelajaran dapat memberikan kesempatan bagi siswa untuk terlibat langsung daalam pembelajaran dan menimbulkan minat belajar siswa merasa senang terhadap pelajaran matematika. Penutup A. Simpulan Berdasarkan hasil penelitian meningkatkan kemampuan operasi pengurangan dengan menggunakan metode pembelajaran metode bermain kelereng yang sudah dilaksanakan di kelas I SDN Klampis Ngasem I/246 Inklusif Surabaya, maka dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Proses pelaksanaan pembelajaran operasi pengurangan dengan menerapkan metode bermain kelereng yang dilakukan oleh peneliti dan siswa pada awal siswa kurang antusias dalam pembelajaran terbukti pada hasil penilaian dan observasi ( pada saat peneliti dan sikap siswa menggunakan metode bermain kelereng ) oleh teman sejawat. 2. Hasil kegiatan dan observasi selama siklus 1 dan 2 sebagai berikut : a) aktivitas peneliti kelas I tema 1 pelajaran matematika pada materi operasi pengurangan pada setiap 4

siklus memperolehan hasil observasi oleh teman sejawat sebagai berikut pada setiap S1.PI =75, S1.P2=79, S2.P1= 84 dan S2.P2= 92. b) Penilaian ketrampilan proses belajar pengurangan menggunakan metode bermain kelereng sebagai berikut : S1.PI = 50, S1.P2=52,08, S2.P1= 60 dan S2.P2= 70. c) Aktiviats sikap belajar siswa, hal tersebut dibuktikan rata- rata hasil observasi penilaian proses pengurangan bilangan 1-10 menggunakan metode bermain kelereng pada S1.PI =45, S1.P2=60,42, S2.P1= 66,67 dan S2.P2= 70. d) Hasil belajar siswa, hal tersebut dibuktikan dengan melihat rata rata penilaian hasil mengerjakan LKS pada siklus S1.PI = 48,75, S1.P2 = 53,75, S2.P1= 57,5 dan S2.P2 = 66,25. Sesuai dengan ketuntasan klasikal dikatakan berhasil 62.5 jika mencapai > 60 siswa mengalami ketuntasan pada hasil operasi pengurangan, maka penelitian ini dikatakan berhasil. 3. Kendala-kendala yang terjadi selama pelaksanaan pembelajaran pengurangan dengan menerapkan metode bermain kelereng yaitu peneliti kurang memotivasi siswa sehingga membuat siswa kurang termotivasi diawal pembelajaran. Peneliti kurang bisa menguasai siswa sehingga siswa yang belum tertib dan tidak memperhatikan penjelasan peneliti. Belum banyak melakukan bimbingan ke siswa sehingga ada siswa yang merasa bingung. peneliti kurang memperhatikan alokasi waktu pembelajaran yang telah dibuat sehingga waktu yang disediakan untuk mengerjakan LKS masih kurang pada akhirnya siswa mengerjakannya secara tidak teratur. Kendala kendala yang ditemukan dapat diatasi dengan baik yaitu peneliti lebih memotifasi siswa agar siswa antusias dalam mengikuti pembelajaran. Peneliti akan lebih menguasai siswa dengan bersikap perhatian pada saat pembelajaran dan menegur apabila ada siswa yang perhatian berpindah. Peneliti akan lebih membimbing siswa dalam pembelajaran operasi pengurangan. Selain itu akan memberi pesan agar siswa selalu memperhatikan penjelasan peneliti. Peneliti akan lebih memerhatikan dan mengatur alokasi waktu sehingga proses pembelajaran dapat berjalan secara optimal. B. Saran Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan, ada beberapa saran yang dapat disampaikan sebagai berikut: 1. Bagi Guru dalam pembelajaran hendaknya menerapkan metode pembelajaran yang inovatif seperti peta pikiran, agar pembelajaran lebih menarik dan mempermudah siswa dalam menulis. 2. Bagi siswa agar selalu memperhatikan materi yang telah disampaikan oleh guru, berani bertanya kepada guru tentang materi yang belum jelas, selalu fokus pada pekerjaan yang diberikan oleh guru, dan belajar menjawab pertanyaan dari peneliti.. 3. Bagi sekolah agar memberikan inovasi media yang digunakan dalam pembelajaran yang sesuai dengan materi pembelajaran, agar dapat mendukung dalam proses kegiatan pembelajaran dan memebantu siswa dalam memahami materi pelajaran. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Indianto (2003 : 46) yang 5

menunjukkan bahwa metode belajar bermain dapat menumbuhkan rasa senang terhadap pelajaran matematika. Permainan apabila digunakan secara berencana sesuai indikator, jelas, tepat, penggunaanya sesuai dengan waktunya dapat menjadi metode yang efektif untuk meningkatkan prestasi belajar matematika. DAFTAR PUSTAKA Arifin, Zainal. 2013. Evaluasi Pembelajaran. Bandung: PT. Remaja Rosdikarya. Arikunto, Suharsimi. 2012. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara. Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: PT. Rineke Cipta. Ari kunto, Suharsimi (2003). Dasar dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta,PT.Bumi Aksara Arikunto, (1998) Dasar dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta, PT.Bumi Aksara Arikunto Suharsimi. 2002. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek. Rineka Cipta. Jakarta. Arsyad, Azhari (2000). Media Pembelajaran, Jakarta: PT. Raja Grafindo. Arsyad, Azhar. 2009. Media Pembelajaran. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Dewa Ketut Sukardi (1984), Bimbingan Perkembangan jiwa Anak Jakarta: Ghalia Indonesia. Hadari Nawawi (2001) Metode Penilitian sosial,yogjakarta, Gajah Mada University.Press Imam Junaedi 2007 Penerapan media permainan puzzle untuk meningkatkan hasil belajar matematika pada ATG Ringan Mark (1998). Ranah Hasil Belajar. Jakarta : Bumi Aksara. Mulyono (1998). Pendidikan bagi Anak Berkesulitan Belajar,Jakarata :Rineka Cipta. Munadi, Yudhi. 2013. Media Pembelajaran. Jakarta: Referensi (GP Press Group). Purwodarminto, (1988) Kamus Bahasa Indonesia Rasyid, Harun.2009. Penilaian Hasil Belajar.Bandung : Wacana Rochiati Wiriaatmadja. 2009. Metode Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: Remaja Rosda Karya. Syamsudin (2000) Peningkatan dan Pengembangan aktivitas Intruksional Dirjen Dikti Dep Dik Bud. Prima. Sudjana, Nana. 2011. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT.Remeja Rosdakarya. Sudjana, Nana. 2010. Media Pengajaran. Bandung: Sinar Baru Algensindo. Sudjana, Nana. 2006. Dasar Dasar Proses BelajarMengajar. Bandung : Sinar Baru Algesindo. Sukamto (1997) Teori Belajar dan Model pembelajaran, Jakarta, Suryabrata, Sumadi 2000, Metodologi Penelitian. Jakarta PT Raja Grafindo Persada. SutratinahTirtonegoro (1984) Anak supernormal dan Program Pendidikan Sutrisno hadi (2008) Ilmu Statistik dan metodologi Riset Suyadi, (2011), Panduan Penelitian Tindakan Kelas, Penerbit Diva Press. Yogjakarta 6

(www.kompasiana.com/welcome.diunduh tanggal, 13 03 2013) (http://www.balipost.co.id/mediadetail.php?mod ule=det ailberitaminggu&kid=1 &id=32524) Asas Pengajaran untuk Anak Tunagrahita. Bali Post (diunduh tanggal 29-02-2014) http://briliansmart.blogspot.com/2009/08/sejara h- kelerang. html (diunduh tanggal 5-03 2014). 7