PEMBELAJARAN BERBASIS KOMPETENSI. Oleh: Dadang Sukirman

dokumen-dokumen yang mirip
Oleh: Dadang Sukirman Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia

BAB I PENDAHULUAN. Global Monitoring report, (2012) yang dikeluarkan UNESCO menyatakan bahwa

KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR

BAB I PENDAHULUAN. Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di Sekolah Menengah Pertama

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan proses dimana seseorang memperoleh

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Kemajuan suatu negara dapat diukur dari kemajuan pendidikan di negara

Mata Kuliah Kurikulum dan Pembelajaran

PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS MATERI KEGIATAN EKONOMI INDONESIA DENGAN METODE TUTOR SEBAYA PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 01 JATIKUWUNG KECAMATAN

Pembelajaran dan Pemelajaran

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN A. KESIMPULAN. 1. Telah dikembangkan model 6 langkah pembelajaran reflektif klinik yang

BAB V KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN REKOMENDASI. analisis data yang telah dikemukakan pada Bab I, II, III, dan IV, maka beberapa

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah dan Penegasan Judul. potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri,

PROCEEDINGS INTERNATIONAL SEMINAR

PEMBELAJARAN PADA PTK (MODEL- MODEL PEMBELAJARAN PTK) PERTEMUAN 9 Ana, S.Pd.M.Pd, dkk.

PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA

BAB I PENDAHULUAN. juga semakin pesat seperti tiada henti. Dapat dilihat dari alat-alat teknologi yang

BAB I PENDAHULUAN. Undang-Undang No 20 tahun 2003 pasal 1 menegaskan bahwa pendidikan. dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

BAHAN KULIAH ORIENTASI BARU DALAM PSIKOLOGI PENDIDIKAN. Oleh: ASEP SUPENA. Program Pasca Sarjana UNJ 2010

BAB I PENDAHULUAN. sumber daya manusia tersebut adalah pendidikan. Tujuan pendidikan adalah

BAB I PENDAHULUAN. ajar dan pengalaman belajar yang di programkan, direncanakan dan dirancang

BAB I PENDAHULUAN. digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id

BAB I PENDAHULUAN. dan nilai-nilai. Undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional

dalam proses pembelajaran, sekaligus merupakan substansi kompetensi

MODEL & PENDEKATAN PEMBELARAN. (A. Suherman)

BAB I PENDAHULUAN. Laboratorium memiliki arti penting dalam perkembangan pengajaran. dan perkembangan kurikulum yang semakin kompleks.

BAB I PENDAHULUAN. dengan lingkungan dan tidak dapat berfungsi maksimal dalam lingkungan

BAB I PENDAHULUAN. Pembelajaran ekonomi selama ini berdasarkan hasil observasi di sekolahsekolah

BAB I PENDAHULUAN. sebagai pegangan untuk menyelenggarakan pendidikan yang berkualitas :

PROFIL KETUNTASAN BELAJAR DITINJAU DARI PENDEKATAN PROBLEM BASED LEARNING

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan itu sendiri merupakan suatu usaha yang dilakukan dengan sengaja dan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. menggali berbagai potensi dan kebenaran secara ilmiah.

SIKAP DAN PANDANGAN GURU MATEMATIKA TERHADAP EFEKTIVITAS PENINGKATAN KOMPETENSINYA MELALUI PENDIDIKAN LATIHAN PROFESI GUR U (PLPG)

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan merupakan faktor terpenting dalam era globalisasi, sebagai

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. belajar dan proses pembelajaran agar siswa secara aktif mengembangkan potensi

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Siti Robiah Adawiyah, 2014 Usaha Instruktur Dalam Optimalisasi Motivasi Belajar Bahasa Inggris

HAKIKAT METODE PEMBELAJARAN. Oleh : Herminarto Sofyan

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Anak jalanan adalah anak yang dalam kesehariannya hidup dijalanan. Mereka

PERENCANAAN PENGAJARAN BAHASA INDONESIA KHOLID A.HARRAS

BAB 1 PENDAHULUAN. betul-betul diarahkan untuk menghasilkan manusia yang berkualitas dan

Contoh Pendidikan Karakter Dalam Mata Kuliah: Sikap Mental Etika Profesi

HAKIKAT METODE PEMBELAJARAN. Oleh : Herminarto Sofyan

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan pada dasarnya mampu menciptakan individu yang berkualitas dan

BAB I PENDAHULUAN. masalah, tujuan penelitian, dan manfaat penelitian. pendidikan menengah, beberapa upaya yang dilakukan pemerintah untuk

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Salah satu mata pelajaran yang dipelajari di Sekolah Dasar (SD) adalah

BAB I PENDAHULUAN. pembentukan diri secara utuh dalam arti pengembangan segenap potensi

KISI-KISI MATERI PLPG MATA PELAJARAN NAUTIKA KAPAL PENANGKAP IKAN

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bellanita Maryadi, 2013

BAB I PENDAHULUAN. peningkatan mutu pendidikan formal. Seorang guru berkualitas di dalam tiaptiap

E-LEARNING PERENCANAAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA PERT-3. Oleh Nanang Khuzaini, S.Pd.Si

BAB I PENDAHULUAN. mewujudkan perkembangan mutu pendidikan yang baik, haruslah ditunjang

BAB I PENDAHULUAN. memikirkan dan membuat perencanaan secara seksama dalam meningkatkan

BAB I PENDAHULUAN. yang harus dipenuhi sepanjang hayat. Pendidikan adalah investasi masa

BAB I PEDAHULUAN. kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bertanah air. Selain itu, pendidikan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. 1 Burhanuddin Salam, Pengantar Pedagogik : Dasar-Dasar Ilmu Mendidik, PT Rineka

PEDOMAN AKADEMIK PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER GIGI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA BAB IV PENYELENGGARAAN PEMBELAJARAN

PERSEPSI SISWA TERHADAP MATA PELAJARAN MATEMATIKA. Intisari 1) Sekolah Menengah Atas Negeri 5 Kabupaten Karawang

BAB I PENDAHULUAN. matematika kurang disukai oleh kebanyakan siswa. Menurut Wahyudin (1999),

BAB I PENDAHULUAN. Rusman, Model-Model Pembelajaran Mengembangkan Profesionalisme Guru, PT Rajagrafindo Persada, Jakarta, 2013, hlm.

merupakan salah satu faktor yang menentukan keberhasilan suatu pembelajaran. Keaktifan siswa juga dipengaruhi oleh dorongan dari guru melalui

BAB I PENDAHULUAN. menstimulasi, membimbing, mengasuh dan pemberian kegiatan pembelajaran

HAKIKAT METODE PEMBELAJARAN. Oleh : Herminarto Sofyan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

Batasan Pendekatan, Model, Strategi, Metode, Teknik, dan Taktik dalam pembelajaran

21/04/2006 Draft MODUL TEACHING LEARNING

BAB II KAJIAN PUSTAKA. Berdasarkan hasil kajian yang relevan sebelumnya penelitian tentang buku

BAB I PENDAHULUAN. pembangunan bangsa suatu negara. Dalam penyelenggaraannya, pendidikan di

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pendidikan merupakan model utama untuk meningkatkan kualitas

BAB I PENDAHULUAN. pada model pembelajaran yang di lakukan secara masal dan klasikal, dengan

BAB II KAJIAN PUSTAKA. Menurut UU Nomor 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas, pembelajaran adalah proses

Transkripsi:

PEMBELAJARAN BERBASIS KOMPETENSI Oleh: Dadang Sukirman JURUSAN KURIKULUM DAN TEKNOLOGO PENDIDIKAN FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA 2009

A. Pendahuluan Pembelajaran terjemahan dari bahasa Inggris Instruction, terdiri dari dua kegiatan utama yaitu: a) Belajar (learning) dan b) Mengajar (teaching), kemudian disatukan dalam satu aktivitas yaitu kegiatan belajar-mengajar yang selanjutnya kini populer dengan istilah Pembelajaran (instruction). Oleh karena itu untuk memahami hakikat pembelajaran, bisa dikaji dari dua istilah tersebut di atas yaitu mengajar dan belajar, sehingga pada akhirnya akan memiliki pemahamanyang utuh tentang hakikat pembelajaran. Dari beberapa sumber yang membahas mengenai pembelajaran, terdapat beberapa kesamaan substansi tentang Belajar, yaitu pada dasarnya adalah perubahan perilaku (pengetahuan, sikap, keterampilan) sebagai hasil interaksi antara siswa dengan lingkungan pembelajaran. Dari pengertian tersebut terdapat dua unsur penting yang menjelaskan tentang belajar, yaitu 1) perubahan perilaku, dan 2) hasil interaksi. Dengan dua indikator tersebut dapat disimpulkan, bahwa seseorang yang telah belajar pasti harus ada ciri yaitu perubahan perilaku, jika tidak maka belum terjadi belajar. Ciri kedua sebagai indikator belajar yaitu bahwa perubahan yang terjadi pada siswa harus diperoleh melalui suatu proses yang direncanakan. Proses dalam pembelajaran pada dasarnya adalah interaksi antara siswa/mahasiswa dengan lingkungan pembelajaran, sepertri guru/dosen, bahan ajar/kurikulum, media, laboratorium, perpustakaan, dan lingkungan pembelajharan

lainnya, baik sumber yang direncanakan (by design) maupun sumberi yang dimanfaatkan (by utilization). Jika memperhatikan dua pesyaratan minimal yang harus terjadi dalam proses pembelajaran, maka perubahan perilaku pada siswa dapat dibedakan dari dua segi: pertama perubahan perilaku sebagai hasil pembelajaran, dan kedua perubahan perilaku yang bukan dari hasil pembelajaran. Adapun yang harus dilakukan oleh setiap tenaga kependidikan, bahwa perubahan perilaku pada setiap siswa/mahasiswa adalah perubahan perilaku hasil pembelajaran. Bertitik tolak dari pengertian belajar tersebut di atas, selanjutnya mari kita uraikan apa yang dimaksud dengan mengajar. Dengan menghubungkan terhadap pengertian belajar di atas, maka secara sederhana dapat dijelaskan bahwa mengajar pada dasarnya adalah kegiatan mengelola lingkungan pembelajaran (sepertri guru/dosen, bahan ajar/kurikulum, media, laboratorium, perpustakaan, dll) agar berinteraksi dengan siswa/mahasiswa untuk mencapai tujuan pembelajaran. Adapun yang menjadi tujuan pembelajaran sebagai barometer yang harus menjadi pegangan bagi setiap guru/dosen yaitu perubahan perilaku (change of behaviour) meliputi pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Pengertian mengajar yang diuraikan di atas didasarkan atau merupakan jawaban terhadap pengertian belajar yang sudah dijelaskan sebelumnya yaitu perubahan perilaku hasil interaksi dengan lingkungan pembelajaran. Dengan demikian maka

mengajar adalah mengelola lingkungan pembelajaran, sehingga dapat tercipta kelangsungan proses pembelajaran. Dari pengertian belajar dan mengejar seperti yang sudah diuraikan di atas, maka pembelajaran mencerminkan dua kativitas belajar dan mengajar. yaitu suatu proses aktivitas interaksi antara siswa/mahasiswa dengan lingkungan pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran. Menurut Prof. DR. Chaedar Alwasilah Pembelajaran (Instruction) adalah sistem sosial tempat berlangsungnya mengajar dan belajar. Dilihat dari segi pelaku utamanya (subjek), bahwa belajar menunjuk pada perilaku totalitas dari siswa/mahasiswa untuk melakukan berbagai aktivitas merespon terhadap setiap rangsangan (stimulus) pembelajaran untuk tercapainya tujuan pembelajaran. Sedangkan mengajar menunjuk pada perilaku secara totalitas dan profesional dari guru, instruktur, tutor, dan sebutan tenaga kependidikan lainnya untuk memfasilitasi terjadinya belajar pada diri siswa/mahasiswa. Dalam pemahaman umum masih terpatri dengan kuat bahwa lingkungan belajar yang paling dominan tertuju pada guru/dosen sebagai fasilitator pembelajaran, sedangkan siswa/mahasiswa adalah sebagai peserta didik (subjek pembelajaran). Dalam pandangan modern, siswa bukan sebagai objek melainkan sebagai subjek yaitu pelaku yang harus aktif melakukan proses pembelajaran. Dengan demikian dalam kontek ini belajar bukan hanya menerima pemberian dari guru/dosen, akan tetapi proses

kegiatan aktif yang dilakukan oleh siswa/mehasiswa untuk mencari dan merespon terhadap stimulus pembelajaran. Oleh karena itu dengan adanya gagasan untuk mengembangkan bahan ajar yang mendukung kearah pembelajaran yang mengaktifkan siswa/mahasiswa (Student Centered Learning), adalah suatu keniscayaan yang senantiasa harus menjadi kepedulian setiap tenaga kependidikan dalam melaksanakan proses pembelajaran. B. Hakikat Pembelajaran Berbasis Kompetensi Pembelajaran pada dasarnya dibangun dengan empat komponen pokok, termasuk di dalamnya adalah kompetensi. Setiap komponen tersebut saling terkait, saling menentukan dan mempengaruhi untuk mencapai tujuan pembelajaran. Mengingat pembelajaran memiliki unsur-unsur yang saling berhubungan, maka dalam istilah lain pembelajaran tersebut dikatakan sebagai suatu sistem. Adapun keempat komponen pembelajaran yang saling keterkaitan tersebut yaitu: 1. Tujuan / kompetensi Pembelajaran adalah proses kegiatan yang bertujuan, yaitu segala aktivitas, sarana dan prasarana, sumber daya manusia yang dilibatkan semuanya harus diarahkan pada upaya mencapai tujuan, yaitu tujuan pembelajaran. Adapun sasaran pokok tujuan pembelajaran adalah perubahan perilaku (pengetahuan, sikap, dan keterampilan).

Kompeten adalah ketrampilan yang diperlukan seseorang yang ditunjukkan oleh kemampuannya untuk dengan konsisten memberikan tingkat kinerja yang memadai atau tinggi dalam suatu fungsi pekerjaan spesifik. Pendapat yang hampir sama dengan konsep Inggris dikemukakan oleh Kravetz (2004), bahwa kompetensi adalah sesuatu yang seseorang tunjukkan dalam kerja setiap hari. Fokusnya adalah pada perilaku di tempat kerja, bukan sifatsifat kepribadian atau ketrampilan dasar yang ada di luar tempat kerja ataupun di dalam tempat kerja. Kompetensi mencakup melakukan sesuatu, tidak hanya pengetahuan yang pasif. Seorang karyawan mungkin pandai, tetapi jika mereka tidak meterjemahlkan kepandaiannya ke dalam perilaku di tempat kerja yang efektif, kepandaian tidak berguna. Jadi kompetensi tidak hanya mengetahui apa yang harus dilakukan.. 2. Bahan/Isi pembelajaran 3. Proses / metode pembelajaran 4. Evaluasi C. Merancang dan Melaksanakan Pembelajaran Berbasis Kompetensi D. Simpulan