PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI (NTP)

dokumen-dokumen yang mirip
PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI (NTP)

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI (NTP)

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI (NTP)

Perkembangan Nilai Tukar Petani September 2017 Provinsi Jambi

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI (NTP)

2. Indeks Harga Dibayar Petani (Ib)

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI (NTP) PROVINSI PAPUA BULAN FEBRUARI 2017 NAIK 0,60 PERSEN

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI (NTP) PROVINSI PAPUA BULAN OKTOBER 2016 TURUN -0,27 PERSEN

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI (NTP) PROVINSI PAPUA BULAN MEI 2017 TURUN -0,26 PERSEN

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI DAN INFLASI PEDESAAN

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI DAN INFLASI PEDESAAN

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI DAN INFLASI PEDESAAN

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI (NTP) PROVINSI PAPUA BULAN FEBRUARI 2014

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI DAN INFLASI PEDESAAN

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI (NTP) PROVINSI PAPUA BULAN APRIL 2016

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI (NTP) PROVINSI PAPUA BULAN NOVEMBER 2015

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI (NTP)

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI (NTP)

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI

Perkembangan Nilai Tukar Petani September 2017 Di Provinsi Sulawesi Barat

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI DAN INFLASI PEDESAAN

Grafik 1 Perkembangan NTP dan Indeks Harga yang Diterima/Dibayar Petani Oktober 2015 Oktober 2016

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI PROVINSI SULAWESI TENGGARA APRIL 2016

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI PROVINSI SULAWESI TENGGARA MARET 2017

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI DAN INFLASI/ DEFLASI PEDESAAN

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI PROVINSI MALUKU UTARA BULAN DESEMBER 2016

No. 02/09/81/Th.VIII,1 September 2016

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI PROVINSI MALUKU UTARA BULAN MARET 2017

No. 02/03/81/Th.IX, 1 Maret 2017

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI DAN HARGA PRODUSEN GABAH

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI

No. 02/01/81/Th.IX, 3 Januari 2017

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI (NTP)

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI (NTP) PROVINSI BENGKULU JANUARI 2017

Transkripsi:

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI (NTP) No. 37/07/15/Th. X, 1 Juli NILAI TUKAR PETANI PROVINSI JAMBI JUNI SEBESAR 99,18 ATAU TURUN 0,40 PERSEN DAN NILAI TUKAR USAHA RUMAH TANGGA PERTANIAN SEBESAR 105,18 Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Jambi Juni sebesar 99,18 atau turun 0,40 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Penurunan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) hanya naik sebesar 0,01 persen, sedangkan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) naik sebesar 0,41 persen. Pada Juni, NTP Provinsi Jambi untuk masing-masing subsektor tercatat sebesar 100,72 untuk subsektor Tanaman Pangan (NTPP) ; 93,30 untuk subsektor Hortikultura (NTPH) ; 99,92 untuk subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR); 100,02 untuk subsektor Peternakan (NTPT) dan 102,64 untuk subsektor Perikanan (NTNP) yang terdiri dari Perikanan Tangkap (NTN) sebesar 109,13 dan Perikanan Budidaya (NTPi) sebesar 95,69. Bulan Juni tingkat inflasi perdesaan sebesar 0,49 persen. Inflasi terjadi pada enam kelompok konsumsi rumah tangga yaitu kelompok Bahan Makanan, kelompok Makanan Jadi, kelompok Perumahan, kelompok Sandang, kelompok Kesehatan serta kelompok Pendidikan, Rekreasi dan Olah Raga. Pada kelompok Transportasi dan Komunikasi terjadi deflasi. Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Provinsi Jambi Juni sebesar 105,18 atau turun 0,07 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya. 1. Nilai Tukar Petani Nilai Tukar Petani (NTP) yang diperoleh dari perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani ( Ib), merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan. Nilai ini juga menunjukkan daya tukar (term of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. Semakin tinggi NTP, secara relatif semakin kuat pula tingkat kemampuan/daya beli petani. Mulai Desember 2013 dilakukan perubahan tahun dasar dalam penghitungan NTP dari tahun dasar 2007=100 menjadi tahun dasar 2012=100. tahun dasar ini dilakukan untuk menyesuaikan perubahan/pergesaran pola produksi pertanian dan pola konsumsi rumah tangga pertanian di perdesaan, serta perluasan cakupan subsektor pertanian dan provinsi dalam penghitungan NTP agar penghitungan indeks dapat dijaga ketepatannya. Perbedaan antara NTP tahun dasar 2007=100 dengan NTP tahun dasar 2012=100 adalah meningkatnya cakupan jumlah komoditas baik pada paket komoditas It maupun Ib. Penghitungan NTP (2012=100) juga mengalami perluasan khususnya pada subsektor Perikanan. Selain NTP Perikanan secara Berita Resmi Statistik No. 37/07/15/Th. X, 1 Juli 1

umum yang dihitung di 33 provinsi termasuk Provinsi DKI Jakarta, Nilai Tukar Nelayan (NTN) dan Nilai Tukar Pembudidaya Ikan (NTPi) juga disajikan secara terpisah. Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) diperoleh dari perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib), dimana komponen Ib hanya terdiri dari Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM). Dengan dikeluarkannya konsumsi dari komponen indeks harga yang dibayar petani (Ib), NTUP dapat lebih mencerminkan kemamp uan produksi petani, karena yang dibandingkan hanya produksi dengan biaya produksinya. Tabel 1 Nilai Tukar Petani per Subsektor dan nya Provinsi Jambi, Juni (2012=100) Gabungan Subsektor dan Subkelompok Bulan Mei Juni (1) (2) (3) (4) a. Nilai Tukar Petani (NTP) 99,57 99,18-0,40 b. Indeks Harga yang Diterima Petani (It) 121,06 121,07 0,01 c. Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) 121,58 122,08 0,41 - Indeks Konsumsi Rumah Tangga 123,68 124,29 0,49 - Indeks BPPBM 115,02 115,11 0,08 Gabungan Tanpa Perikanan a. Nilai Tukar Petani (NTP) 99,48 99,07-0,41 b. Indeks Harga yang Diterima Petani (It) 121,02 121,02 0,00 c. Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) 121,65 122,15 0,41 - Indeks Konsumsi Rumah Tangga 123,69 124,30 0,49 - Indeks BPPBM 115,12 115,21 0,08 1. Tanaman Pangan a. Nilai Tukar Petani (NTPP) 99,99 100,72 0,73 b. Indeks Diterima Petani (It) 122,86 124,33 1,20 - Padi 125,89 127,29 1,11 - Palawija 112,15 113,88 1,55 c. Indeks Dibayar Petani (Ib) 122,87 123,45 0,47 - Indeks Konsumsi Rumah Tangga 124,65 125,29 0,51 - Indeks BPPBM 114,57 114,82 0,22 2. Hortikultura a. Nilai Tukar Petani (NTPH) 93,62 93,30-0,34 b. Indeks Diterima Petani (It) 113,45 113,61 0,15 - Sayur-sayuran 100,74 100,27-0,47 - Buah-buahan 138,53 139,93 1,01 - Tanaman Obat 104,59 106,08 1,43 c. Indeks Dibayar Petani (Ib) 121,17 121,77 0,49 - Indeks Konsumsi Rumah Tangga 123,22 123,89 0,54 - Indeks BPPBM 111,30 111,54 0,22 2 Berita Resmi Statistik No. 37/07/15/Th. X, 1 Juli

Subsektor dan Subkelompok 3. Tanaman Perkebunan Rakyat Bulan Mei Juni (1) (2) (3) (4) a. Nilai Tukar Petani (NTPR) 101,03 99,92-1,10 b. Indeks Diterima Petani (It) 123,55 122,68-0,70 - Tanaman Perkebunan Rakyat (TPR) 123,55 122,68-0,70 c. Indeks Dibayar Petani (Ib) 122,29 122,77 0,39 - Indeks Konsumsi Rumah Tangga 123,27 123,84 0,47 - Indeks BPPBM 117,06 117,03-0,03 4. Peternakan a. Nilai Tukar Petani (NTPT) 99,60 100,02 0,42 b. Indeks Diterima Petani (It) 118,13 119,01 0,74 - Ternak Besar 122,61 123,06 0,37 - Ternak Kecil 120,92 122,48 1,29 - Unggas 108,31 109,49 1,09 - Hasil Ternak 120,70 122,74 1,69 c. Indeks Dibayar Petani (Ib) 118,61 118,99 0,32 - Indeks Konsumsi Rumah Tangga 124,35 124,97 0,50 - Indeks BPPBM 113,23 113,39 0,14 5. Perikanan a. Nilai Tukar Nelayan dan Pembudidaya Ikan (NTNP) 102,51 102,64 0,13 b. Indeks Harga yang Diterima Nelayan dan Pembudidaya Ikan (It) 122,28 122,78 0,41 c. Indeks Harga yang Dibayar Nelayan dan Pembudidaya Ikan (Ib) 119,29 119,62 0,28 - Indeks Konsumsi Rumah Tangga 123,59 124,03 0,36 - Indeks BPPBM 111,77 111,90 0,12 5.1. Perikanan Tangkap a. Nilai Tukar Nelayan (NTN) 108,87 109,13 0,24 b. Indeks Harga yang Diterima Nelayan (It) 130,36 131,05 0,53 - Penangkapan Perairan Umum 116,66 118,59 1,65 - Penangkapan Laut 131,19 131,81 0,47 c. Indeks Harga yang Dibayar Nelayan (Ib) 119,74 120,08 0,29 - Indeks Konsumsi Rumah Tangga 123,67 124,10 0,34 - Indeks BPPBM 113,22 113,44 0,20 5.2. Perikanan Budidaya a. Nilai Tukar Pembudidaya Ikan (NTPi) 95,69 95,69 0,01 b. Indeks Harga yang Diterima Pembudidaya Ikan (It) 113,70 114,00 0,27 - Budidaya Air Tawar 113,88 114,12 0,21 - Budidaya Air Payau 108,67 110,84 2,00 c. Indeks Harga yang Dibayar Pembudidaya Ikan (Ib) 118,82 119,13 0,26 - Indeks Konsumsi Rumah Tangga 123,50 123,96 0,37 - Indeks BPPBM 110,23 110,26 0,03 Sumber: Survei Harga Perdesaan Provinsi Jambi, diolah. Berita Resmi Statistik No. 37/07/15/Th. X, 1 Juli 3

Berdasarkan hasil pemantauan harga-harga perdesaan di sepuluh kabupaten/kota di Provinsi Jambi pada Juni, NTP Provinsi Jambi turun sebesar 0,40 persen dibandingkan bulan sebelumnya yaitu dari 99,57 menjadi 99,18. Penurunan NTP pada Juni disebabkan indeks harga hasil produksi pertanian hanya naik sebesar 0,01 persen sedangkan indeks harga yang dibayar petani naik sebesar 0,41 persen. Kenaikan NTP terjadi pada tiga subsektor yaitu subsektor Tanaman Pangan naik sebesar 0,73 persen, subsektor Peternakan naik sebesar 0,42 persen dan subsektor Perikanan naik sebesar 0,13 persen. Sedangkan penurunan indeks terjadi pada subsektor Hortikultura yaitu sebesar 0,34 persen dan subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 1,10 persen. 2. Indeks Harga yang Diterima Petani (It) Indeks Harga yang Diterima Petani (It) menunjukkan perubahan harga komoditas pertanian yang dihasilkan petani. Nilai It pada Juni naik sebesar 0,01 persen dibandingkan It Mei, yaitu dari 121,06 menjadi 121,07. Kenaikan It terjadi pada empat subsektor, yaitu subsektor Tanaman Pangan naik sebesar 1,20 persen, subsektor Hortikultura naik sebesar 0,15 persen, subsektor Peternakan naik sebesar 0,74 persen dan subsektor Perikanan naik sebesar 0,41 persen. Sedangkan pada subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat turun sebesar 0,70 persen. 3. Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) Melalui indeks harga yang dibayar petani (Ib) dapat dilihat fluktuasi harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh masyarakat perdesaan, khususnya petani yang merupakan bagian terbesar dari masyarakat perdesaan, serta fluktuasi harga barang dan jasa yang diperlukan untuk memproduksi hasil pertanian. Pada Juni, Ib mengalami kenaikan sebesar 0,41 persen bila dibanding Ib dengan Mei, yaitu dari 121,58 menjadi 122,08. Kenaikan tersebut terjadi pada semua subsektor, yaitu subsektor Tanaman Pangan naik sebesar 0,47 persen, subsektor Hortikultura naik sebesar 0,49 persen, subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 0,39 persen, subsektor Peternakan naik 0,32 persen dan subsektor Perikanan sebesar 0,28 persen. 4. Nilai Tukar Petani Menurut Subsektor a) Subsektor Tanaman Pangan (NTPP) Nilai Tukar Petani pada Juni untuk subsektor Tanaman Pangan (NTPP) adalah sebesar 100,72 atau naik 0,73 persen. Pada bulan ini It mengalami kenaikan lebih tinggi dibandingkan dengan Ib yang hanya naik sedikit. Naiknya It di[pengaruhi oleh kenaikan yang besar pada Kelompok Palawija yaitu sebesar 1,55 persen. Sedangkan kenaikan pada Ib dipengaruhi oleh naiknya indeks pada kelompok konsumsi rumah tangga sebesar 0,51 persen. b) Subsektor Hortikultura (NTPH) Pada Juni, NTP untuk subsektor Hortikultura (NTPH) sebesar 9 3,30 atau turun 0,34 persen. Kedua indeks penyusun NTP subsektor ini mengalami kenaikan. Kenaikan It dipengaruhi oleh naiknya indeks yang diterima petani buah-buahan sebesar 1,01 persen, dan indeks yang diterima petani tanaman obat sebesar 1,43 persen. Sedangkan kenaikan Ib dipengaruhi oleh kenaikan indeks 4 Berita Resmi Statistik No. 37/07/15/Th. X, 1 Juli

pada kelompok konsumsi rumah tangga sebesar 0,54 dan kenaikan indeks BPPBM sebesar 0,22 persen. c) Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) Nilai Tukar Petani untuk subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) pada Juni sebesar 99,92 atau turun 1,10 persen. Penurunan ini dipengaruhi oleh penurunan It sebesar 0,70 persen, sedangan Ib naik sebesar 0,39 persen. Kenaikan pada Ib dipengaruhi naiknya indeks konsumsi rumah tangga sebesar 0,47 persen. d) Subsektor Peternakan (NTPT) Pada Juni, NTP untuk subsektor Peternakan (NTPT) sebesar 100,02 atau naik sebesar 0,42 persen dari bulan sebelumnya. Pada bulan ini It naik sebesar 0,74 persen dan Ib naik sebesar 0,32 persen. Kenaikan It pada subsektor ini dipengaruhi indeks kelompok hasil ternak yang naik sebesar 1,69 persen. Kenaikan yang terjadi pada Ib dipengaruhi oleh indeks pada kelompok konsumsi rumah tangga yang naik sebesar 0,50 persen. e) Subsektor Perikanan (NTNP) Nilai Tukar Petani untuk subsektor Perikanan (NTNP) pada Juni sebesar 102,64 atau naik 0,13 persen. Indeks yang diterima nelayan dan pembudidaya ikan pada bulan ini naik sebesar 0,41 persen dan indeks yang dibayar nelayan dan pembudidaya ikan naik sebesar 0,28 persen. 1) Kelompok Perikanan Tangkap (NTN) Nilai Tukar Nelayan (NTN) naik sebesar 0,24 persen yaitu dari 108,87 menjadi 109,13 pada Juni. Indeks yang diterima nelayan naik sebesar 0,53 persen sedangkan indeks yang dibayar nelayan naik sebesar 0,29 persen. 2) Kelompok Perikanan Budidaya (NTPi) Nilai Tukar Pembudidaya Ikan (NTPi) naik sebesar 0,01 persen yaitu dari 95,688 menjadi 95,694 pada Juni. Indeks yang diterima pembudidaya ikan naik sebesar 0,27 persen dan indeks yang dibayar pembudidaya ikan naik sebesar 0,26 persen. 5. Indeks Harga Konsumen dan Inflasi Perdesaan Indeks Harga Konsumen (IHK) Perdesaan mencerminkan angka inflasi/deflasi di wilayah perdesaan. Pada Juni, IHK di wilayah perdesaan Provinsi Jambi sebesar 124,29 atau terjadi inflasi sebesar 0,49 persen. Jika dilihat menurut kelompok konsumsi rumah tangga, inflasi terjadi pada enam kelompok pengeluaran yaitu kelompok Bahan Makanan sebesar 0,48 persen; kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau sebesar 0,96 persen; kelompok Perumahan sebesar 0,33 persen; kelompok Sandang sebesar 1,04 persen; kelompok Kesehatan sebesar 0,08 persen serta kelompok Pendidikan, Rekreasi dan Olah Raga sebesar 0,07 persen. Sedangkan deflasi terjadi pada kelompok Transportasi dan Komunikasi sebesar 0,11 persen. Berita Resmi Statistik No. 37/07/15/Th. X, 1 Juli 5

Tabel 2 Indeks Harga Konsumen Perdesaan dan nya Provinsi Jambi, Juni (2012=100) No Kelompok Konsumsi Rumah Tangga Indeks Harga Konsumen (IHK) Perdesaan Mei Juni (1) (2) (3) (4) (5) 1 Bahan Makanan 129,29 129,91 0,48 2 Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau 125,03 126,23 0,96 3 Perumahan 114,65 115,03 0,33 4 Sandang 119,93 121,17 1,04 5 Kesehatan 118,70 118,79 0,08 6 Pendidikan, Rekreasi, dan Olah Raga 107,09 107,17 0,07 7 Transportasi dan Komunikasi 119,38 119,25-0,11 Konsumsi Rumah Tangga 123,68 124,29 0,49 Sumber: Survei Harga Perdesaan Provinsi Jambi, diolah. 6. Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) menurut Subsektor Pada Juni, NTUP Jambi sebesar 105,18 yang berarti turun sebesar 0,07 persen. Hal ini karena It naik 0,01 persen sedangkan Indeks BPPBM naik sebesar 0,08 persen. Tabel 3 Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian per Subsektor dan nya Provinsi Jambi, Juni (2012=100) Subsektor Mei Juni (1) (2) (3) (4) 1. Tanaman Pangan 107,23 108,28 0,98 2. Hortikultura 101,93 101,85-0,07 3. Tanaman Perkebunan Rakyat 105,54 104,83-0,68 4. Peternakan 104,32 104,95 0,60 5. Perikanan 109,41 109,73 0,29 a. Tangkap 115,14 115,53 0,33 b. Budidaya 103,15 103,39 0,24 NTUP Provinsi Jambi 105,26 105,18-0,07 Sumber: Survei Harga Perdesaan Provinsi Jambi, diolah. Penurunan NTUP Provinsi Jambi dipengaruhi oleh turunnya NTUP yang cukup besar pada subsektor Hortikultura dan subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat. Kenaikan NTUP terjadi pada tiga subsektor yaitu subsektor Tanaman Pangan sebesar 0,98 persen, subsektor Peternakan sebesar 0,60 persen dan subsektor Perikanan sebesar 0,29 persen. Sedangkan NTUP pada dua subsektor lainnya turun, yaitu pada subsektor Hortikultura sebesar 0,07 persen dan subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 0,68 persen. 6 Berita Resmi Statistik No. 37/07/15/Th. X, 1 Juli

7. Perbandingan Antar Provinsi se-sumatera NTP dan NTUP di 10 provinsi se-sumatera pada Juni dapat dilihat pada Tabel 4. Perbandingan antar provinsi se-sumatera ini diharapkan dapat digunakan untuk melihat posisi NTP dan NTUP Provinsi Jambi dibandingkan dengan provinsi-provinsi lain disekitarnya. Tabel 4 Nilai Tukar Petani dan Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian serta nya Menurut Provinsi se-sumatera, Juni (2012=100) Provinsi Mei NTP Juni Mei NTUP Juni (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) NAD 96,92 95,83-1,12 103,40 102,37-1,00 Sumatera Utara 100,91 99,84-1,06 107,46 106,43-0,96 Sumatera Barat 98,55 97,37-1,20 107,00 105,96-0,97 Riau 99,78 98,11-1,67 109,22 108,05-1,07 Jambi 99,57 99,18-0,40 105,26 105,18-0,07 Sumatera Selatan 94,90 93,84-1,12 102,42 101,77-0,64 Bengkulu 94,91 92,86-2,16 103,71 102,20-1,45 Lampung 104,13 104,59 0,44 112,33 113,12 0,70 Bangka Belitung 103,21 103,74 0,51 109,78 110,89 1,01 Kepulauan Riau 99,18 98,60-0,58 107,21 106,83-0,35 Sumber: Survei Harga Perdesaan Nasional, diolah. Pada Juni, kenaikan Nilai Tukar Petani terjadi di Provinsi Lampung dan Bangka Belitung, sedangkan NTP di delapan provinsi lainnya turun. Nilai Tukar Petani Provinsi Jambi berada pada urutan keempat diantara sepuluh provinsi se-sumatera. NTP tertinggi di Provinsi Lampung sebesar 104,59 sedangkan NTP terendah di Provinsi Bengkulu yaitu sebesar 92,86. Dilihat dari perubahan NTP pada Juni terhadap bulan sebelumnya, kenaikan NTP tertinggi terjadi di Provinsi Bangka Belitung yaitu sebesar 0,51 persen. Nilai Tukar Usaha Pertanian Provinsi Jambi pada Juni berada pada urutan ketujuh diantara sepuluh provinsi se-sumatera. Untuk NTUP tertinggi di Provinsi Lampung yaitu sebesar 113,12 dan kenaikan NTUP tertinggi yaitu di Provinsi Bangka Belitung yaitu sebesar 1,01 persen. Berita Resmi Statistik No. 37/07/15/Th. X, 1 Juli 7