BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

dokumen-dokumen yang mirip
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. sebagai alat perencanaan dan pengendalian agar manajer dapat melaksanakan

DESENTRALISASI DAN GAYA KEPEMIMPINAN SEBAGAI VARIABEL MODERATING DALAM HUBUNGAN ANTARA PARTISIPASI PENYUSUNAN ANGGARAN DAN KINERJA MANAJERIAL

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Anggaran merupakan elemen sistem pengendalian manajemen

BAB I PENDAHULUAN. mungkin. Untuk mewujudkan efektivitas dan efisiensi operasional maka

BAB I PENDAHULUAN. perusahaan harus memiliki keunggulan bersaing (competitive advantage).

BAB 1 PENDAHULUAN. rencanakan, baik itu tujuan jangka pendek maupun jangka panjang. Dalam dunia

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Anggaran merupakan elemen sistem pengendalian manajemen yang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Penelitian partisipasi anggaran terhadap kinerja manajerial sudah

BAB 1 PENDAHULUAN. finansial, sedangkan penganggaran adalah proses atau metode untuk

BAB I PENDAHULUAN. peningkatan mutu, dan peningkatan kinerja perusahaan yang mampu

UKDW BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Bank Perkreditan Rakyat berbeda dengan bank umum lainnya

BAB 1 PENDAHULUAN. masalah, menyeleksi serta mengimplementasikan proses adaptasi dengan

BAB 5 SIMPULAN, KETERBATASAN DAN SARAN

PENGARUH PARTISIPASI ANGGARAN, KOMITMEN ORGANISASI DAN GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA MANAJERIAL PADA PT. KUSUMA DIPA NUGRAHA

BABI PENDAHULUAN. Anggaran dalam dunia bisnis merupakan unsur utama dalam perencanan dan

PENGARUH PENGANGGARAN PARTISIPATIF TERHADAP KINERJA MANAJERIAL DENGAN STRUKTUR ORGANISASI SEBAGAI VARIABEL MODERATING

BAB I PENDAHULUAN. peraturan organisasi yang berlaku. Pada organisasi pemerintahan di Indonesia,

BAB I PENDAHULUAN. ketidakpastian, maka perlu menciptakan kondisi ekonomi yang lebih fleksibel dan

DESENTRALISASI DAN GAYA KEPEMIMPINAN SEBAGAI VARIABEL MODERATING DALAM HUBUNGAN ANTARA PARTISIPASI PENYUSUNAN ANGGARAN DAN KINERJA MANAJERIAL

BAB I PENDAHULUAN. rendah. Kinerja organisasi sebagian besar dipengaruhi kinerja para pegawai,

BAB I PENDAHULUAN. dan inovatif dengan mempertimbangkan faktor-faktor ekstern organisasi yang. tujuan organisasi secara efektif dan efisien.

BAB I PENDAHULUAN. persaingan dunia usaha yang berkembang akhir-akhir ini. Persaingan dalam

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. menyebabkan timbulnya suatu ketidakpastian lingkungan bisnis. Hal ini akan

BAB I PENDAHULUAN. kebangkrutan suatu perusahaan (Adrianto, 2008). Agar dapat bersaing, perusahaan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Dengan adanya kemajuan teknologi informasi telah memicu

BAB I PENDAHULUAN. anggaran. Anggaran merupakan sebuah rencana tentang kegiatan di masa datang yang

BAB I PENDAHULUAN. peningkatan mutu, dan peningkatan kinerja perusahaan yang mampu. mempertahankan kelangsungan hidup serta mampu untuk maju dan terus

PENGARUH PARTISIPASI ANGGARAN, KOMITMEN ORGANISASI, DAN GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA MANAJERIAL PADA PT. INTRACO ADHITAMA SURABAYA SKRIPSI

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. anggaran partisipatif dengan kinerja manajerial. untuk beroperasi lebih efisien dan efektif. Untuk itu pihak manajemen harus

MAYA PURNASARI B

BAB I PENDAHULUAN UKDW. menggabungkan pendekatan top down dengan pendekatan bottom up dalam

BAB 1 PENDAHULUAN. Dengan adanya kemajuan teknologi informasi telah memicu. terjadinya globalisasi. Globalisasi yang melanda hampir di seluruh

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Anggaran merupakan komponen penting dalam sebuah organisasi,

PENGARUH HUBUNGAN PERUBAHAN STRATEGIK, PENGGUNAAN ANGGARAN DAN GAYA MANAJEMEN TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN

BAB I PENDAHULUAN. persaingan global akan menyebabkan suatu ketidakpastian dalam lingkungan bisnis

BAB I PENDAHULUAN. Pada bab ini akan dibahas mengenai latar belakang, rumusan masalah,

Pratama Ilham Safitrie B

BAB 1 PENDAHULUAN. mempunyai pengaruh positif terhadap kinerja manajerial. Adanya partisipasi

PERANAN PARTISIPASI PENYUSUNAN ANGGARAN TERHADAP HUBUNGAN ANTARA KEADILAN PROSEDURAL DAN KINERJA MANAJERIAL (Survei pada BAPPEDA Surakarta)

BAB I PENDAHULUAN. Persaingan dunia bisnis yang semakin kompetitif mendorong perusahaan-perusahaan

BAB I PENDAHULUAN. organisasi yang tertuang dalam perencanaan strategis suatu organisasi. Istilah

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. yang dibiayai dari uang publik. Melalui anggaran, akan diketahui

BAB I PENDAHULUAN. bukan merupakan segmen bisnis yang populer. menerbitkan edisi Bandung-nya, seperti Kompas, Republika, SINDO, Koran Tempo,

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Anggaran merupakan elemen sistem pengendalian manajemen yang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Persaingan usaha yang semakin ketat dewasa ini menuntut

BAB I PENDAHULUAN. yang berfungsi sebagai alat perencanaan dan pengendalian agar manajer dapat

BAB I PENDAHULUAN. melaksanakan kegiatan organisasi secara lebih efektif dan efisien (Schief dan

Judul : Pengaruh Partisipasi Penyusunan Anggaran pada Kinerja Manajerial Dengan Self Efficacy dan Motivasi Kerja Sebagai Variabel Moderating

BAB I PENDAHULUAN. dipimpin oleh satu hierarki manajer, dengan chief exeutive officer (CEO) pada

Nama : Ni Ketut Ayu Mike Ratnasari NIM : Abstrak

BAB I PENDAHULUAN. Pengendalian melihat ke belakang, yaitu melihat apa yang telah dihasilkan dan

BAB I PENDAHULUAN. terjadi diantara para pelaku bisnis juga semakin ketat. Menurut Hansen &

BAB I PENDAHULUAN. Disamping itu, dalam menghadapi pesaing-pesaingnya perusahaan harus

BAB I PENDAHULUAN. kesinambungan, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat (Mardiasmo,

Oleh : DIDHIK HERMANSAH B

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. merupakan teori yang menjelaskan mengenai hubungan antara principal dan

BAB I PENDAHULUAN. Perencanaan melihat ke masa depan, yaitu menentukan tindakan-tindakan apa yang

BAB I PENDAHULUAN. kegiatan perusahaan dalam jangka pendek yang dinyatakan dalam unit

BAB I PENDAHULUAN. Hal tersebut akan berdampak pada pelanggan, persaingan, dan perubahan.

BAB I PENDAHULUAN. sektor swasta, anggaran merupakan bagian dari rahasia perusahaan yang tertutup

PENGARUH ASIMETRI INFORMASI DAN PELIMPAHAN WEWENANG TERHADAP HUBUNGAN ANTARA PARTISIPASI DALAM PENYUSUNAN ANGGARAN DAN KINERJA MANAJER

BAB I PENDAHULUAN. untuk beroperasi seefisien mungkin. Untuk itu pihak manajemen harus mampu

BAB 1 PENDAHULUAN. Agar dapat bersaing, koperasi harus melaksanakan fungsi-fungsi dalam manajemen,

BAB I PENDAHULUAN. (2004), Setiap entitas pencari laba ataupun nirlaba bisa mendapatkan manfaat dari

BAB I PENDAHULUAN. yang sangat pesat. Pertumbuhan yang pesat tersebut mengakibatkan terjadinya

BAB I PENDAHULUAN. dilaksanakan oleh Tim Anggaran Eksekutif bersama-sama Unit Organisasi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. oleh Argyris (1957) (dikutip dari Brownell dan McInnes (1983). Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. publik terkait dengan proses penentuan jumlah alokasi dana untuk tiap-tiap

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. organisasi secara efektif dan efisien (Schief dan Lewin,1970; Welsch, Hilton, dan

BAB I PENDAHULUAN. Pada era globalisasi ini, perusahaan profit oriented maupun non-profit

BAB I PENDAHULUAN. alat untuk melaksanakan strategi organisasi, oleh sebab itu anggaran harus

BAB I PENDAHULUAN. sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Anggaran di perguruan tinggi

BAB I PENDAHULUAN. pertumbuhan suatu perusahaan tergantung pada sistem informasi akuntansi

BAB I PENDAHULUAN. walaupun pemerintah telah mengeluarkan kebijakan bill out sebesar 6,7 triliun

BAB I PENDAHULUAN. disfungisional terhadap sikap dan perilaku anggota organisasi (Indriantoro dan

BAB I PENDAHULUAN. dengan adanya partisipasi dalam penyusunan anggaran diharapkan setiap. ditetapkan sebelumnya (Sardjito dan Muthaher, 2007).

BAB I PENDAHULUAN. dalam Kepmendagri memuat pedoman penyusunan rancangan APBD yang

BAB I PENDAHULUAN. pengendalian adalah dua hal yang tak terpisahkan. Perencanaan melihat ke masa

BAB I PENDAHULUAN. menyebabkan aspek transparansi dan akuntabilitas menjadi hal penting dalam

SKRIPSI. Oleh : ARIFAH NUR SABRINA B

PENGARUH MOTIVASI TERHADAP HUBUNGAN ANTARA PARTISIPASI PENYUSUNAN ANGGARAN DENGAN KINERJA MANAJERIAL. (Survai Pada Perusahaan Manufaktur di Sukoharjo)

BAB I PENDAHULUAN. operasi perusahaan. Begitu juga dengan dinas-dinas yang bernaungan disektor

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS. disusun manajemen dalam jangka waktu satu tahun untuk membawa perusahaan

BAB I PENDAHULUAN. peluang baru bagi negara-negara berkembang, seperti di Indonesia. Persaingan antar

Skripsi Pengaruh Komitmen Organisasi dan Gaya Kepemimpinan Terhadap Hubungan Antara Partisipasi Anggaran dan Kinerja Manajerial

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS

SKRIPSI. Disusun oleh: RATNA YULIATI B

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. meningkatkan kepuasaan pelanggan sangatlah sengit. Terbukti dengan banyaknya

BAB I PENDAHULUAN. Tingkat persaingan di abad 21 ini semakin ketat seiring dengan

BAB I PENDAHULUAN. Bab ini memuat latar belakang masalah, rumusan masalah penelitian, tujuan

PENGARUH PARTISIPASI PENYUSUNAN ANGGARAN TERHADAP KINERJA MANAJER DENGAN PELIMPAHAN WEWENANG SEBAGAI VARIABEL MODERATING

BAB I PENDAHULUAN. perusahaan dalam menghadapi pergeseran. Salah satu komponen penting

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN. Bab ini akan memaparkan teori-teori yang digunakan dalam penelitian.

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS. Hubungan agensi muncul ketika salah satu pihak (prinsipal) menyewa pihak

BAB I PENDAHULUAN. kegiatan untuk mencapai tujuan tersebut (Hansen dan Mowen [1997]). Proses

Transkripsi:

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Era yang semakin modern menuntut perusahaan untuk berantisipasi pada suatu keadaan yang tidak menentu. Persaingan yang semakin ketat menuntut sebuah perusahaan untuk mampu berkonsentrasi pada tiap aspek di seluruh perusahaan. Tiap aspek dalam perusahaan mampu memberikan sumbangsih yang besar terhadap kemajuan dan pencapaian visi dan misi secara tepat. Perusahaan membutuhkan berbagai strategi dan kompetensi. Esensi dari setiap penyusunan strategi adalah membuat bagaimana sebuah perusahaan atau organisasi menjadi berbeda. Strategi yang dimiliki oleh sebuah perusahaan harus berubah dari waktu ke waktu. Strategi tersebut berfokus pada kompetensi yang dilakukan perusahaan. Kemampuan untuk mampu mendukung setiap strategi dan kompetensi perusahaan sangat diperlukan untuk keberlangsungan suatu perusahaan. Kompetensi merupakan kemampuan seseorang untuk dapat menghasilkan sampai pada tingkat yang memuaskan. Kompetensi yang diberikan berupa partisipasi dalam penyusunan anggaran. Keberlangsungan perusahaan didukung dengan tanggung jawab setiap karyawan dalam perusahaan. Salah satu alat yang digunakan untuk menentukan keberhasilan kompetensi dan strategi serta keberlangsungan perusahaan adalah anggaran. Anggaran merupakan elemen sistem pengendalian 1

2 manajemen yang berfungsi sebagai alat perencanaan dan pengendalian agar manajer dapat melaksanakan kegiatan organisasi secara lebih efektif dan efisien (Schief dan Lewin, 1970; Welsch, Hilton dan Gordon, 1996, dalam Ikhsan dan La Ane, 2007). Anggaran yang efektif dan tidak bias memerlukan beberapa syarat, yakni anggaran harus fleksibel, realistis dan kontinu atau terusmenerus (Adisaputro dan Anggarini, 2007:22-23). Anggaran merupakan suatu dasar untuk mengevaluasi kinerja perusahaan. Anggaran penting dilakukan karena perusahaan menjadikan anggaran sebagai sebuah tolak ukur atas prestasi yang telah dicapai dari anggaran untuk mengambil suatu keputusan bagi perusahaan. Partisipasi penyusunan anggaran adalah suatu proses kerja sama diantara semua pihak khususnya manajer tingkat atas dan manajer tingkat bawah dalam penyusunan anggaran perusahaan. Partisipasi penyusunan anggaran merupakan pendekatan yang secara umum dapat meningkatkan kinerja yang pada akhirnya dapat meningkatkan efektivitas organisasi (Wahyudin, 2007). Anggaran dibuat dengan tiga cara yaitu top-down, bottom-up, dan partisipasi. Partisipasi membutuhkan kerjasama dari semua pihak. Partisipasi dari manajemen puncak mempunyai peran yang vital terhadap penyusunan anggaran karena manajer puncak mempunyai perspektif yang lebih luas dalam penyusunan anggaran. Hasil penyusunan anggaran tersebut digunakan oleh manajemen puncak untuk melaksanakan tujuan organisasi dan sebagai sarana komunikasi dengan bawahannya. Hansen dan Mowen (2009:448) menyatakan

3 bahwa beberapa manajer menyiapkan anggaran terlalu ketat dan terlalu tinggi. Penetapan standar anggaran terlalu tinggi dan ketat akan mengakibatkan kegagalan dalam mencapai tujuan. Manajer akan merasa bahwa mereka tidak akan mampu untuk mencapai standar yang tinggi tersebut sehingga akan mengakibatkan kehilangan kepercayaan diri untuk mengerjakannya. Kehilangan kepercayaan diri tersebut dapat mengakibatkan kegagalan. Beberapa manajer yang menetapkan standar anggaran yang terlalu rendah mengakibatkan seorang manajer kehilangan minat dan kinerjanya bisa jadi benar-benar turun (Hansen dan Mowen, 2009:448). Partisipasi penyusunan anggaran ini penting dilakukan mengingat perannya yang memberikan keuntungan dalam suatu tanggung jawab. Penyusunan anggaran yang tepat akan memberikan manfaat bagi perusahaan, yaitu sebagai alat evaluasi dan alat pengawasan terhadap kinerja yang telah dilakukan agar tidak terjadi kelebihan atau kekurangan dana. Partisipasi penyusunan anggaran mampu memberikan gambaran partisipasi karyawan perusahaan secara menyeluruh. Partisipasi dalam penyusunan anggaran mendapat perhatian besar dari peneliti-peneliti akuntansi keperilakuan (behavioral accounting), karena dinilai memiliki konsekuensi terhadap sikap dan perilaku organisasi (Murray,1990, dalam Husain, 2011), terutama orang-orang yang terlibat langsung didalam proses penyusunan anggaran. Keterlibatan manajer dalam menyusun anggaran memberikan peluang untuk melakukan senjangan anggaran. Manajer

4 melakukan senjangan anggaran agar target anggaran dapat dicapai. Peneliti sebelumnya mengemukakan bahwa pengaruh diantara keduanya bersifat positif dan negatif. Bersifat positif karena semakin tinggi partisipasi yang diberikan kepada bawahan, maka akan semakin tinggi senjangan anggaran yang dihasilkan. Bersifat negatif karena semakin tinggi partisipasi yang diberikan kepada bawahan, maka akan semakin rendah senjangan anggaran yang dihasilkan. Gaya Kepemimpinan akan memberikan andil yang cukup besar dalam sebuah organisasi untuk mencapai tujuan perusahaan. Gaya kepemimpinan akan sangat berpengaruh terhadap senjangan anggaran apabila seorang pemimpin memberikan kewenangan yang berlebih pada bawahannya. Hasil penelitian oleh Coster dan Fertakis (1968, dalam Sumarno, 2005) menunjukkan gaya kepemimpinan mempunyai dampak yang positif dalam dorongan penyusunan anggaran. Hasil ini juga diperkuat oleh Fiedler dan Chandra (1978, dalam Ikhsan dan la Ane, 2007) bahwa efektifitas partisipasi sangat dipengaruhi oleh gaya kepemimpinan manajemen. Komitmen organisasi akan menunjukkan individu tersebut memberikan yang terbaik bagi organisasinya atau tidak memiliki keinginan membuat organisasinya menjadi lebih baik. Komitmen organisasi yang kuat dalam individu akan menyebabkan individu berusaha keras mencapai tujuan organisasi sesuai dengan tujuan kepentingan yang sudah direncanakan sehingga memungkinkan terjadinya senjangan anggaran dapat dihindari (Angle dan Perry, 1981; Porter et al., 1974, dalam Kartika, 2010). Komitmen organisasi

5 yang rendah dalam organisasi menunjukkan individu melakukannya untuk kepentingan pribadinya. Hal tersebut diperkuat dengan diberikannya partisipasi yang tinggi pada individu tersebut sehingga mempermudah terjadinya senjangan anggaran. Hasil penelitian terhadap hubungan partisipasi penyusunan anggaran terhadap senjangan anggaran dengan komitmen organisasi sebagai variabel pemoderasi pernah diuji sebelumnya oleh peneliti. Komitmen yang tinggi akan memberikan yang terbaik untuk perusahaannya sehingga hasil yang dicapai sesuai dengan tujuan perusahaan, sedangkan komitmen yang rendah akan lebih mementingkan individu dibandingkan kepentingan organisasi sehingga hal tersebut akan menyebabkan senjangan anggaran. Ketidakpastian lingkungan dapat diprediksi apabila terdapat informasi pribadi untuk menyusun anggaran menjadi lebih akurat. Ketidakpastian lingkungan yang dapat diprediksi dan partisipasi yang tinggi akan mempermudah terjadinya gerak bawahan merencanakan anggaran bias sehingga terjadi senjangan anggaran. Ketidakpastian lingkungan yang tidak dapat diprediksi akan mempersulit terjadinya senjangan anggaran. Penelitian yang menguji pengaruh ketidakpastian lingkungan dengan hubungan partisipasi penyusunan anggaran dan senjangan anggaran banyak dilakukan. Contoh dari peneliti sebelumnya, yaitu hubungan antara partisipasi penyusunan anggaran dengan senjangan anggaran adalah positif dalam kondisi ketidakpastian lingkungan yang tinggi. Sedangkan hubungan menjadi negatif dalam ketidakpastian lingkungan tinggi

6 (Amrul dan Nasir, 2002, dalam Ikhsan dan La Ane, 2007). Penelitian terhadap ketidakpastian lingkungan menunjukkan bahwa kinerja akan meningkat pada ketidakpastian lingkungan yang tinggi, karena manajer akan berusaha mencari informasi yang cukup untuk kepentingan perusahaan (Gul dan Chia, dalam Ikhsan dan La Ane,2007). Ketidakpastian lingkungan yang tinggi membutuhkan suatu perencanaan strategik yang tepat. Suatu lingkungan yang tidak pasti dibutuhkan strategi yang tidak kaku sehingga dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Strategi tersebut kadangkala mengalami ketidakpastian yang berujung kesalahan pada penyusunan anggaran sehingga terjadi senjangan anggaran. Pengaruh partisipasi penyusunan anggaran terhadap senjangan anggaran dengan ketidakpastian strategik sebagai variabel pemoderasi jarang dilakukan oleh peneliti di Indonesia. Pengaruh ketidakpastian ini pernah diuji oleh Riyanto (1997, dalam Ikhsan dan La Ane, 2007) dimana pada penelitian ini menguji efektifitas sistem akuntansi manajemen (termasuk didalamnya partisipasi anggaran) dalam mempengaruhi kinerja manajerial pada level perusahaan. Kecukupan anggaran mampu melaksanakan aktivitas dalam organisasi dengan baik apabila terpenuhinya sumber-sumber anggaran yang dibutuhkan. Sumber anggaran yang dibutuhkan tidak terlalu banyak tetapi mencukupi. Sumber anggaran yang terlalu banyak atau terlalu sedikit memicu terjadinya informasi bias sehingga terjadi senjangan anggaran. Penelitian terhadap kecukupan

7 anggaran memiliki hasil yang cukup signifikan dalam mempengaruhi partisipasi penyusunan anggaran terhadap senjangan anggaran. Penelitian mengenai hubungan antara partisipasi penyusunan anggaran dengan prestasi kerja baik secara langsung maupun tidak langsung, melalui kecukupan anggaran dan komitmen organisasi menemukan hubungan yang positif dan signifikan (Nouri dan Parker,1998, dalam Ikhsan dan La Ane, 2007). Kecukupan anggaran digunakan untuk membantu tugasnya dalam mengevaluasi dan menganalisis kinerja perusahaan.beberapa studi akuntansi menyatakan bahwa para bawahan memiliki informasi yang lebih akurat dibandingkan atasan mereka (Merchant, 1981; Christensen, 1982; Chow dkk, 1988; Waller, 1988, dalam Ikhsan dan La Ane, 2007). Salah satu bidang usaha yang tidak lepas dari penganggaran adalah perusahaan perbankan. Aspek sumber daya manusia dalam perusahaan perbankan merupakan input yang penting dalam rangka mencapai tujuan bank sesuai dengan yang ditargetkan dalam rencana bisnis. Sumber daya manusia sebagai penyusun anggaran harus dipertimbangkan karena anggaran dipengaruhi oleh perilaku manusia terutama bagi pihak yang terlibat langsung dalam penyusunan anggaran. Sumber daya manusia pada perbankan akan dapat menimbulkan masalah biaya tinggi bagi bank itu sendiri jika jumlahnya tidak diimbangi dengan target yang diharapkan sehingga berakibat pemborosan terhadap biaya dan mengakibatkan penurunan laba. Selain itu akan menimbulkan senjangan anggaran.

8 Partisipasi penyusunan anggaran sebagai variabel terikat (dependent variable) dan senjangan anggaran sebagai variabel bebas (independent variable). Penelitian ini juga memiliki faktor kontijensi. Faktor kontijensi adalah faktor yang mengukur keeratan hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen. Faktor kontijensi penelitian ini memasukkan variabel moderasi seperti gaya kepemimpinan, komitmen organisasi, ketidakpastian lingkungan, ketidakpastian strategik dan kecukupan anggaran. Variabel-variabel moderasi ini menguji hubungan antara partisipasi penyusunan anggaran dengan senjangan anggaran. Variabel-variabel moderasi ini memperkuat arah hubungan langsung antara partisipasi penyusunan anggaran dengan senjangan anggaran. 1.2 Perumusan Masalah Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Apakah Gaya Kepemimpinan, Komitmen Organisasi, Ketidakpastian Lingkungan, Ketidakpastian Strategik dan Kecukupan Anggaran mempengaruhi Partisipasi Penyusunan Anggaran terhadap Senjangan Anggaran. 1.3 Tujuan Penelitian Sesuai dengan perumusan masalah tersebut, maka penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis Gaya Kepemimpinan, Komitmen Organisasi, Ketidakpastian Lingkungan,

Ketidakpastian Strategik, Kecukupan Anggaran mempengaruhi Partisipasi Penyusunan Anggaran terhadap Senjangan Anggaran 9 1.4 Manfaat penelitian 1. Manfaat akademis, penelitian ini dapat menambah bukti empiris dan pengetahuan tentang gaya kepemimpinan, komitmen organisasi, ketidakpastian lingkungan, ketidakpastian strategik, kecukupan anggaran dengan hubungan antara partisipasi penyusunan anggaran dan senjangan anggaran serta untuk memperkuat penelitian sebelumnya. 2. Manfaat praktis, penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi para manajer perbankan dalam memberikan kontribusi bagi perbaikan kinerja manajemen anggaran yang lebih baik 1.5 Sistematika Penulisan Sistematika penulisan penelitian ini terdiri dari 5 bab, yaitu: Bab 1: PENDAHULUAN Bab ini berisi dasar pemikiran yang melatarbelakangi penelitian ini yang digunakan peneliti untuk perumusan masalah, tujuan, dan manfaat penelitian serta sistematika penulisan yang memberikan gambaran umum laporan penelitian ini.

10 Bab 2: TINJAUAN PUSTAKA Bab ini berisi penjelasan tentang telaah literatur yang membahas penelitian terdahulu yang berkaitan dengan topik penelitian, konsep teoritis yang relevan dengan perumusan masalah, pengembangan hipotesis dan rerangka berpikir Bab 3: METODE PENELITIAN Bab ini berisi metode penelitian yang membahas desain penelitian; identifikasi variabel, definisi operasional dan pengukuran variabel; jenis data dan sumber data; alat dan metode pengumpulan data; populasi, sampel dan teknik pengambilan sampel serta teknik analisis data Bab 4: ANALISIS DAN PEMBAHASAN Bab ini menguraikan deskripsi dan analisis data, serta pengujian hipotesis dan pembahasan Bab 5: SIMPULAN, KETERBATASAN DAN SARAN Bab ini berisi simpulan, keterbatasan dan saran untuk penelitian selanjutnya.