BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

dokumen-dokumen yang mirip
BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. pelayanan kesehatan di berbagai instansi kesehatan dengan dukungan dari

BAB I PENDAHULUAN. yang dilakukan di rumah sakit. Rekam medis merupakan catatan tertulis

BAB I PENDAHULUAN. Rumah Sakit adalah suatu organisasi yang menaungi tenaga medis. profesional dan terorganisir serta sarana kedokteran yang permanen,

BAB I PENDAHULUAN. Rumah sakit adalah sarana kesehatan yang menyelenggarakan. pelayanan kesehatan secara merata, dengan mengutamakan upaya

BAB I PENDAHULUAN. Sarana pelayanan kesehatan menurut Permenkes RI. No.269/Menkes/Per/III/2008 adalah tempat penyelenggaraan upaya

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 tahun 2014 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat, disebutkan bahwa

BAB I PENDAHULUAN. bagi setiap penduduk, agar dapat mewujudkan derajat kesehatan masyarakat

BAB I PENDAHULUAN. Rumah sakit adalah organisasi pelayanan kesehatan yang. bertujuan memberikan pelayana kesehatan yang bermutu dan

BAB I PENDAHULUAN. membutuhkan sehingga di rumah sakit diharapkan mampu untuk. puas dan nyaman, sesuai dengan peraturan-peraturan yang ada seperti

BAB I PENDAHULUAN. pelaksanaan pemberian pelayanan kepada pasien di rumah sakit. Dalam

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia memiliki derajat kesehatan yang optimal, adil dan. berkesinambungan diseluruh wilayah Republik Indonesia.

BAB I PENDAHULUAN. sakit memegang peranan penting terhadap meningkatnya derajat kesehatan

BAB I PENDAHULUAN. memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat mamiliki peran. yang sangat strategis dalam mempercepat peningkatan derajat

TINJAUAN PROSEDUR PENYIMPANAN BERKAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT JIWA PROVINSI SUMATERA UTARA MEDAN TAHUN 2015 PARMEN ABSTRAK

BAB I PENDAHULUAN. penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan yang dilakukan secara. pendidikan dan pelatihan (Hartono, 2010).

BAB I PENDAHULUAN. Definisi sarana pelayanan kesehatan menurut Permenkes Nomor. 269/Menkes/Per/III/2008 adalah tempat penyelenggaraan upaya pelayanan

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Rumah Sakit merupakan suatu sistem atau bagian yang integral

Evaluasi Kinerja Unit Filing & Retrieving Data di Rumah Sakit Pendidikan dan Rumah Sakit Umum Daerah

TINJAUAN PELAKSANAAN SISTEM PENJAJARAN DOKUMEN REKAM MEDIS DI BAGIAN FILING RSUD KABUPATEN SUKOHARJO TAHUN 2013

BAB I PENDAHULUAN. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 269/MENKES/PER/III/2008 tentang

BAB I PENDAHULUAN. Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia. No.269/MENKES/PER/III/2008 tentang Rekam Medis bab III pasal 5 yang

BAB I PENDAHULUAN. 269/Menkes/Per/III/2008 adalah tempat penyelenggaraan upaya pelayanan

BAB I PENDAHULUAN. disediakan oleh pemerintah. Menurut Kepmenkes RI No. 128/Menkes/SK/II/2004 Puskesmas adalah unit pelaksanaan teknik dinas

BAB I PENDAHULUAN. paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia No. 340/MENKES/PER/III/2010 adalah institusi pelayanan

BAB I PENDAHULUAN. penduduk agar dapat terwujudnya derajat kesehatan yang optimal. Untuk itu perlu

BAB I PENDAHULUAN. Rumah Sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan

BAB I PENDAHULUAN. (IPTEK) yang ditemukan seperti berbagai peralatan canggih dibidang

BAB I : PENDAHULUAN. setiap dokter atau dokter gigi dalam menjalankan praktek kedokteran wajib membuat

BAB I PENDAHULUAN. aktif dalam mewujudkan derajat kesehatanyang optimal, dalam hal bidang

pendidikan dan penelitian yang erat hubungannya dengan kehidupan menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang

BAB I PENDAHULUAN. Sarana pelayanan kesehatan menurut Permenkes RI No. 269/Menkes/Per/III/2008 Tentang Rekam Medis pasal 1 ayat 3 adalah

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia Nomor : 240/MENKES/PER/III/2010 merupakan intitusi. rawat jalan pasien lama dan gawat darurat.

BAB I PENDAHULUAN. globalisasi, kini menjadi semakin diperlukannya kebutuhan akan suatu sistem

PERANCANGAN ULANG RUANG FILING BERDASARKAN ILMU ERGONOMI DI RUMAH SAKIT PANTI RINI KALASAN

penyimpanan, (c) mudah pengambilannya, (d) melindungi berkas rekam medis dari bahaya pencurian, bahaya kerusakan fisik, kimiawi dan biologi.

BAB I PENDAHULUAN. 269/Menkes/Per/III/2008 adalah tempat penyelenggaraan upaya pelayanan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Rekam medis merupakan berkas yang berisikan informasi tentang

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG

BAB I PENDAHULUAN. kehidupan. Pada dasarnya kesehatan merupakan suatu hal yang sangat

BAB I PENDAHULUAN. menyediakan tempat tidur pasien, pelayanan medis dan perawatan. lanjutan untuk diagnosis dan perawatan oleh tenaga medis yang

BAB I PENDAHULUAN. Manajemen pada hakekatnya adalah proses pengambilan keputusan dalam. kemampuan manajemen menggunakan informasi tersebut.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. dalam menjalankan usahanya tidak semata-mata mencari keuntungan. Rumah

PERATURAN YANG TERKAIT DENGAN RM

BAB I PENDAHULUAN. Rumah sakit adalah suatu organisasi yang melalui tenaga. medis profesional yang terorganisir serta sarana prasarana

PERENCANAAN PENGADAAN RAK REKAM MEDIS DI RSUD DR SOERATNO GEMOLONG SRAGEN Kurnia Sandy Saputro 1, Dian Budi Santoso 2

BAB I PENDAHULUAN. pihak luar dengan laporan-laporan yang diperlukan.

TINJAUAN PELAKSANAAN PENYIMPANAN DAN PENJAJARAN DOKUMEN REKAM MEDIS DI RUANG FILING RSUD dr. MOEWARDI ABSTRAK

BAB I PENDAHULUAN. penyakit serta pemulihan kesehatan perseorangan, keluarga, kelompok. pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat.

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Pada Era Globalisasi ini masalah kesehatan telah menjadi

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Rumah sakit adalah instusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan

BAB I PENDAHULUAN. adalah unit pelaksana teknis dinas kesehatan kabupaten atau kota yang

BAB I PENDAHULUAN. Rumah sakit adalah suatu organisasi yang melalui tenaga medis. profesional yang terorganisir serta sarana kedokteran yang permanen

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Perkembangan zaman yang begitu pesat, diera globalisaasi

BAB I PENDAHULUAN. Sakit, rumah sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang. menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Beberapa unit

BAB I PENDAHULUAN. Rekam Medis mempunyai peranan penting dalam proses pelayanan di rumah

BAB I PENDAHULUAN. rumah sakit mampu melaksanakan fungsi yang profesional baik dibidang

BAB I PENDAHULUAN. menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat. 1. pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien.

A. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN

HALAMAN PERSETUJUAN ARTIKEL TINJAUAN KEERGONOMISAN RUANG FILING RAWAT INAP DI RSUD KOTA SEMARANG. Disusun oleh : Khoerur Rozikin D

PREDIKSI KEBUTUHAN RAK PENYIMPANAN DOKUMEN REKAM MEDIS AKTIF TAHUN 2015 DI BAGIAN FILING RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA MADIUN

BAB I PENDAHULUAN. memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, memiliki peran

BAB I PENDAHULUAN. Rumah Sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang. menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat.

BAB I PENDAHULUAN. kepercayaan akan kemampuan dan kekuatan sendiri, dimana kepentingan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. medis maupun non medis. Menurut Peraturan Menteri Kesehatan. Republik Indonesia No. 269/Menkes/PER/III/2008 tentang Rekam Medis

PREDIKSI KEBUTUHAN RAK PENYIMPANAN DOKUMEN REKAM MEDIS AKTIF DI RUMAH SAKIT UMUM JATI HUSADA KARANGANYAR TAHUN 2017

BAB I PENDAHULUAN. penting dan sangat melekat dengan kegiatan pelayanan, sehingga ada

BAB I PENDAHULUAN. dikemukakan arti dari rekam medis itu sendiri. Rekam medis disini diartikan

BAB I PENDAHULUAN. Rumah Sakit merupakan instansi penyedia layanan kesehatan untuk

BAB I PENDAHULUAN. penyelenggaraan rumah sakit dalam bentuk sistem informasi manajemen. mendapatkan pelayanan gawat darurat. 2

BAB III METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. melaksanakan fungsi profesional baik di bidang teknik medis maupun. dilaksanakan surat persetujuan tindakan kedokteran.

BAB I PENDAHULUAN. pemberi pelayanan kesehatan harus meningkatkan pelayanannya dari berbagai. mampu memenuhi kebutuhan dan harapan masyarakat.

BAB I PENDAHULUAN. kesehatan yang terus mengalami perkembangan adalah rumah sakit.rumah sakit

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Teori 1. Rekam medis a. Pengertian rekam medis Menurut permenkes No.269/MENKES/PER/III/2008 rekam medis adalah

BAB I PENDAHULUAN. pasien rawat jalan, rawat darurat dan rawat inap dengan berbagai jenis

BAB I PENDAHULUAN. tidak dapat dikelola dengan manajemen sederhana, tetapi harus. berbagai perubahan. Setiap rumah sakit harus memiliki organisasi

BAB I PENDAHULUAN. rumah sakit tersebut, maka terkena kewajiban menyelenggarakan. pelayanan rekam medis sesuai dengan PERMENKES RI No.

BAB I PENDAHULUAN. pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan. rawat inap, rawat jalan dan gawat darurat.

BAB I PENDAHULUAN. Rumah sakit merupakan salah satu mata rantai pelayanan kesehatan yang

BAB I PENDAHULUAN. Pada era globalisasi, sarana pelayanan kesehatan merupakan elemen

BAB I PENDAHULUAN. 340/MENKES/PER/III/2010, Rumah sakit merupakan institusi pelayanan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. dan dokumen tentang identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan dan

BAB I PENDAHULUAN. pelayanan rawat inap, rawat jalan dan gawat darurat. kesehatan (dokter, perawat, terapis, dan lain-lain) dan dilakukan sebagai

BAB I PENDAHULUAN. upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama, dengan lebih. kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya di wilayah kerjanya.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. manusia akan bisa menjalani aktifitas kehidupannya dengan baik.

ANALISIS LAMA WAKTU TUNGGU PELAYANAN REKAM MEDIS PASIEN RAWAT JALAN PESERTA BPJS DI RSPAU dr. S. HARDJOLUKITO YOGYAKARTA Ir. Ganis Wirawan, M.

BAB I PENDAHULUAN. pelayanan rekam medis dan penunjang medis serta dimanfaatkan untuk

BAB I PENDAHULUAN. 269/MENKES/PER/III/2008 tentang Rekam Medis, sarana pelayanan

BAB 1 PENDAHULUAN. Rekam medis mempunyai peran yang dominan dalam proses pelayanan

ANALISA TATA LETAK RUANG PENYIMPANAN DOKUMEN REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM MUSLIMAT PONOROGO

Transkripsi:

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sarana pelayanan kesehatan menurut Permenkes No. 269/MENKES/Per/III/2008 adalah tempat penyelenggaraan upaya pelayanan kesehatan yang dapat digunakan untuk praktek kedokteran atau kedokteran gigi. Rumah sakit sebagai salah satu sarana kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat memiliki peran yang sangat strategis dalam mempercepat peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Rumah sakit dituntut untuk memberikan pelayanan yang bermutu sesuai dengan standar yang ditetapkan dan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat (Hatta, 2010). Rekam medis merupakan himpunan fakta-fakta yang berhubungan dengan riwayat hidup dan kesehatan seorang pasien, termasuk penyakit sekarang dan masa lampau serta tindakan-tindakan yang diberikan untuk pengobatan/perawatan kepada psien yang ditulis oleh profesional kesehatan di bidang kesehatan (Huffman, 1994). Rekam medis adalah berkas yang berisi catatan dan dokumen tentang identitas pasien dan pelayanan lain kepada pasien di sarana pelayanan kesehatan (Hatta, 2010). Di dalam sarana pelayanan kesehatan rumah sakit, rekam medis mempunyai peran yang sangat penting dalam memberikan informasi dan dapat melaksanakan kegiatan untuk melakukan pencatatan dan pendokumentasian terhadap berkas rekam medis pasien. Menurut Permenkes No.269/MENKES/PER/III/2008 Pasal 1 ayat (1) yang berbunyi sebagai berikut, rekam medis adalah berkas yang berisikan catatan dan dokumen tentang identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien. Rekam medis juga digunakan sebagai alat komunikasi dokter dan penyedia pelayanan kesehatan lainnya di rumah sakit. Fungsi utama rekam medis (kertas) adalah untuk menyimpan data dan informasi pelayanan pasien. 1

Menurut Permenkes RI 269/PER/III/2008 tentang rekam medis pasal 8 yang menyebutkan bahwa rekam medis pasien di rumah sakit sekurang-kurangnya untuk jangka waktu 5 tahun terhitung dari hari terakhir pasien berobat atau dipulangkan. Berkas rekam medis yang lebih dari 5 tahun, akan disimpan di ruang penyimpanan berkas rekam medis inaktif. Penyelenggaraan rekam medis merupakan proses kegiatan yang dimulai pada saat diterimanya pasien di rumah sakit, diteruskan kegiatan pencatatan medis rumah sakit dan lanjutan dengan penanganan berkas rekam medis yang meliputi penyelenggaraan penyimpanan untuk melayani permintaan atau peminjaman apabila dari pasien untuk keperluan dirinya (Depkes, 2006). Penyimpanan berkas rekam medis yang memadahi dan memenuhi standar akan mendukung pelayanan pasien yang maksimal. Permenkes RI 269/PER/III/2008 pasal 7 menyebutkan bahwa sarana pelayanan kesehatan wajib menyediakan fasilitas yang diperlukan dalam penyelenggaraan rekam medis, salah satunya rak rekam medis. JCAHO (Joint Commision on Acreditation of Healthcare Organizations) mengatakan bahwa rekam medis harus dipelihara untuk setiap individu yang diperiksa atau diobati di rumah sakit melalui layanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat (Huffman, 1994). Pada tanggal 23 November 2015, peneliti melakukan studi pendahuluan di RSUD Kabupaten Temanggung. Studi pendahuluan dilakukan dengan pengamatan dan wawancara kepada Kepala Instalasi Rekam Medis. Menurut Kepala Instalasi Rekam Medis sistem penyimpanan berkas rekam medis di RSUD Kabupaten Temanggung menggunakan sistem sentralisasi yaitu berkas rekam medis rawat jalan dan rawat inap dijadikan dalam satu ruang. Rak yang digunakan dalam penyimpanan berkas rekam medis adalah roll o pack sebanyak enam unit serta empat unit rak kayu. Rak kayu tersebut rencana akan digunakan untuk menyimpan berkas inaktif, namun karena roll o pack yang tersedia masih kurang maka digunakan untuk berkas aktif. Belum terdapat ruang khusus untuk menyimpan berkas inaktif. Rak penyimpanan yang ada saat ini sudah penuh dan akan membuat petugas kesulitan dalam pengambilan berkas mengingat semakin bertambahnya kunjungan pasien 2

di RSUD Kabupaten Temanggung. Kunjungan pasien mengalami peningkatan dari tahun ke tahun dapat dilihat pada kunjungan pasien tahun 2012 hingga 2014. Pada tahun 2012 jumlah kunjungan pasien rawat jalan, rawat inap, dan gawat darurat sejumlah 103813 kunjungan, tahun 2013 sejumlah 106242 kunjungan, pada tahun 2014 sejumlah 113699 kunjungan pasien, dan pada tahun 2015 160946. Dengan bertambahnya kunjungan pasien tersebut maka kebutuhan rak perlu diperhitungkan, begitu juga dengan luas ruang penyimpanan berkas rekam medis. Kebutuhan rak dan luas ruang penyimpanan yang memadai akan menciptakan sistem penyimpanan yang baik, guna mempermudah petugas dalam pengambilan dan pengembalian berkas rekam medis, sehingga dapat meningkatkan kualitas pelayanan terhadap pasien. Dari studi pendahuluan dan latar belakang tersebut maka judul dari penelitian ini Perencanaan Kebutuhan Rak dan Kebutuhan Luas Ruang Penyimpanan Berkas Rekam Medis 5 Tahun ke Depan di RSUD Kabupaten Temanggung. B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang tersebut maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah merencanakan berapa jumlah kebutuhan rak rekam medis dan kebutuhan luas ruang penyimpanan berkas rekam medis aktif selama 5 tahun berdasar perencanaan jumlah kebutuhan rak. C. Tujuan Penelitian 1. Tujuan Umum Tujuan umum dari penelitian ini adalah merencanakan jumlah kebutuhan rak rekam medis dan kebutuhan luas ruang penyimpanan selama 5 tahun. 2. Tujuan Khusus a. Mengetahui kondisi luas ruang penyimpanan dan rak berkas rekam medis. b. Menghitung jumlah kebutuhan rak untuk menyimpan berkas rekam medis selama 5 tahun. c. Merencanakan kebutuhan luas ruang penyimpanan berkas rekam medis berdasar penghitungan jumlah kebutuhan rak. 3

D. Manfaat Penelitian Penelitian yang telah saya lakukan ini memiliki manfaat, baik secara praktis maupun teoritis sebagai berikut: 1. Manfaat Praktis a. Bagi Rumah Sakit Hasil dari penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan evaluasi atau masukan bagi rumah sakit dalam meningkatkan mutu pelayanan di rumah sakit. b. Bagi Peneliti Peneliti dapat menambah pengetahuan dan pengalaman dengan mengetahui permasalahan yang diteliti serta menerapkan teori yang di dapat di perguruan tinggi. 2. Manfaat Teoritis a. Bagi Institusi Pendidikan Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat yaitu digunakan sebagai bahan kajian diskusi dalam pengembangan pendidikan dan pengembangan ilmu dalam bidang rekam medis. b. Bagi Peneliti Lain Penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan dan referensi dasar untuk peneliti lain yang serupa. E. Keaslian Penelitian 1. Prastiwi (2010) dalam penelitiannya Perancangan Tata Letak Ruang Penyimpanan Berkas Rekam Medis Berdasarkan Perhitugan Kebutuhan Rak di Rumah Sakit Bhayangkara Polda DIY. Tujuan : Merancang ulang tata letak ruang penyimpanan berdasarkan pada perhitungan rak rekam medis. Hasil: Berdasarkan dengan perhitungan rak penyimpanan berkas rekam medis untuk jangka waktu 5 tahun mendatang diperlukan 4 rak kayu dengan 1 muka yang didesain oleh perancang. Rak yang didesain oleh perancang terbuat dari kayu, tidak menggunakan penyekat antar sub rak namun terdapat penyangga yang ukurannya tidak sampai muka depan, sehingga dapat fleksibel jika akan 4

dilakukan penambahan berkas rekam medis. Dengan spesifikasi tinggi 210 cm, panjang 240 cm, lebar 40 cm, tinggi per shaft 35 cm, terdiri dari 6 shaft ke bawah dan 4 shaft ke samping. Disediakan ruang kosong di tengah untuk ruang gerak petugas pada saat pencarian berkas. Penutupan jendela akan diatasi dengan penambahan lampu untuk pencahayaan dan membuat ventilasi di samping jendela yang ditutup untuk sirkulasi udaranya. Sedangkan untuk rancangan rak yang kedua, rak akan diletakkan di tengah ruang yang kosong yang tersedia. Karena jendela tidak dapat dibuka, maka perancang juga memberikan ventilasi untuk ruang masuk udara di bagian samping jendela. Penambahan lampu akan dilakukan tetapi tidak banyak. Persamaan : Menghitung kebutuhan rak untuk jangka waktu 5 tahun yang akan datang Perbedaan : Dalam penelitian Prastiwi (2010) melakukan perancangan ulang tata letak ruang penyimpanan berkas rekam medis berdasarkan kebutuhan rak, selain itu perbedaannya di lokasi penelitian. 2. Ramadhan (2012) dengan judul Proyeksi Ketersediaan Rak Rekam Medis di Rumah Sakit TNI-AU dr. Suhardi Hardjolukito Yogyakarta Tahun 2017 Tujuan : Mengetahui proyeksi ketersediaan rak rekam medis di Rumah Sakit TNI-AU dr. Suhardi Hardjolukito Yogyakarta untuk 5 tahun mendatang. Hasil : Kebutuhan rak penyimpanan berkas rekam medis di Rumah Sakit TNI-AU dr. Suhardi Hardjolukito Yogyakarta lima tahun mendatang adalah sebanyak 48 unit dan untuk satu tahun membutuhkan 10 unit rak penyimpanan berkas rekam medis. Kemampuan rak penyimpanan di Rumah Sakit TNI-AU dr. Suhardi Hardjolukito Yogyakarta adalah 189 meter atau 9 unit rak penyimpanan berkas rekam medis. Ketersediaan rak penyimpanan di Rumah Sakit TNI-AU dr. Suhardi Hardjolukito Yogyakarta untuk lima tahun mendatang tidak mencukupi 5

Persamaan : Menghitung rak rekam medis untuk jangka waktu 5 tahun Perbedaan : Peneliti tersebut menggunakan metode kuantitatif sedangkan peneliti ini menggunakan metode kualitatif. 3. Ariesanti (2015) dengan judul penelitian Perhitungan Kebutuhan Rak dan Merencanakan Pengadaan Rak di Rumah sakit Islam Yogyakarta PDHI Tujuan : Mengetahui kondisi rak peyimpanan di RSIY PDHI, menghitung jumlah kebutuhan rak dan perencanaan pengadaan rak penyimpanan rekam medis. Hasil : Kondisi rak penyimpanan berkas rekam medis di RSIY PDHI adalah 3 rak kayu dan 2 roll o pack. Berdasarkan dari perhitungan diperoleh rata-rata ketebalan berkas Rekam Medis Rawat Jalan Baru yaitu 0,2327 cm, ketebalan berkas Rekam Medis Rawat Inap 1,033 cm, permeter dapat menyimpan 430 berkas rekam medis rawat jalan baru dan 97 berkas rawat inap, panjang jajaran rawat jalan baru 149 meter dan panjang jajaran rawat inap adalah 140 meter. Dan dari perhitungan kebutuhan rak penyimpanan berkas rekam medis untuk jangka waktu 5 tahun mendatang diperlukan 6 unit rak kayu baru. Berjumlah satu muka untuk 6 rak kayu baru. Rak yang didesain oleh peneliti terbuat dari kayu, tidak menggunakan penyekat antar sub rak namun terdapat penyangga yang ukurannya tidak sampai muka depan, sehingga dapat fleksibel jika akan dilakukan penambahan berkas rekam medis. Dengan spesifikasi tinggi 200 cm, panjang 220 cm, lebar 40 cm dan tinggi per shaf 35 cm, dan terdiri dari 5 shaf kebawah dan 4 shaf kesamping. Persamaan : Menghitung kebutuhan rak rekam medis. Perbedaan : Pada penelitian Ariesanti (2015), peneliti melakukan perancangan rak untuk kebutuhan rak rekam medis di Rumah Sakit Islam Yogyakarta PDHI dengan menggunakan rak kayu. Sedangkan penelitian ini melakukan perhitungan kebutuhan rak dengan rak yang ada di RSUD Kabupaten Temanggung dan rak yang diusulkan peneliti. 6