Kesimpulan Berdasarkan analisa hasil statik melalui perpaduan analisa deformasi total dan tegngan von- Mises ekivalen didapat condylar prosthesis dari Groningen TMJ prosthesis sangat cocok menggunakan tipe lubang baut counter boring dengan ketebalan plat 3 mm. Besar Deformasi total maksimum yang diperoleh adalah 0,000879 m atau 0,879 mm. Besar tegangan von-mises ekivalen yang diperoleh adalah 118,50 MPa. Berdasarkan analisa hasil kelelahan melalui analisa umur, kerusakan, faktor keamanan dan tegangan alternating ekivalen didapatkan condylar prosthesis dari Groningen TMJ prosthesis, juga sangat cocok menggunakan tipe lubang baut counter boring dengan ketebalan 3 mm. Hasilnya dapat ditunjukan pada tabel berikut ini. Tipe Analisa Hasil Keterangan Hasil Umur (Minimum) 1x10 8 sikluis Umur tak terhingga Kerusakan (Maksimum) 0,11 Umur desain tercapai Faktor Keamanan (Minimum) Tegangan Alternating Ekivalen (Maksimum) 1,1232 169,29 MPa Aman sampai mencapai umur desain Tidak menyebabkan kegagalan Hasil yang diperoleh ini menyatakan bahwa akibat pembebanan maksimum, terjadi tegangan alternating ekivalen maksimum sebesar 169,29 MPa. Namun besar tegangan tersebut tidak menyebabkan kegagalan g lelah pada struktur. Hal ini dapat dibuktikan dengan hasil analisa kerusakan dan faktor keamanan, yang mana memberi jaminan bahwa konstruksi tersebut tidak mengalami kerusakan dan aman sampai mencapai umur desain. Bahkan berdasarkan analisa umur, hasilnya dapat mencapai umur tak terhingga.
Saran Beberapa saran yang perlu dikemukakan dalam penulisan ini adalah sebagai berikut: Perlu dilakukan analisa dinamis (berfluktuasi) pada ANSYS sehingga lebih sesuai dengan kondisi pembebanan pengunyahan yang sebenarnya. Perlu dilakukan simulasi dengan menempatkan condylar prosthesis pada rahang. Perlu dilakukan penelitian terhadap jumlah baut yang optimum pada condylar prosthesis.
1. Browel Raymond dan Hancq, Al. (2006b), Calculating and Displaying Fatigue Result: The ANSYS Fatigue Module Has a Wide Range of Features for Performing Calculation and Presenting Analysis Results, ANSYS Solution Vol. 7, No. 2, ANSYS, Inc. hal. 16-19. 19 2. Juvinall Robert. C. (1967) Engineering Considerations of Stress, Strain, and Strength, McGraw-Hill Book Company, New York / St. Louis / San Francisco / Toronto / London / Sydney. 3. Stephens Ralph. I., Fatemi Ali, Stephens Robert. R. (2001), Metal Fatigue in Engeneering, Second edition, John Wiley & Sons, Inc., New York / Chichester / Weinheim / Brisbane / Singapore / Toronto. 4. Shigley Joseph. E., Mitchell Larry. D. (1993), Mechanical Engineering Design, dalam Perencanaan Teknik Mesin, Alih bahasa: Harahap Gandhi, Jilid 1, Edisi Keempat, Penerbit Erlangga, Jakarta, 1999. 5. van Loon Jan Paul, de Bont Lambert. G.M., Stegenga. B., Spijkervet, F.K.L., Verkerke, G.J. (2002), Groningen Temporomandibular Joint Prosthesis. Development and First Clinical Application, International Journal of Oral and Maxillofacial i l Surgery: Clinical i l Paper TMJ, 31, hal. 44-52. 6. van Loon Jan Paul, Falkenstrom, C.H., de Bont Lambert. G.M., Verkerke, G.J., Stegenga. B. (1999), The Theoretical Optimal Center of Rotation for a Temporomandibular Joint Prosthesis: A Three-Dimensional Kinematic Study, Journal of Dental Research, 78, hal. 43-48.
7. van Loon Jan Paul, Otten, E., Falkenstrom, C.H., de Bont Lambert. G.M., Verkerke, G.J. (1998), Loading of a Unilateral Temporomandibular Joint Prosthesis: A Three-Dimensional Mathematical Study, Journal of Dental Research, 77, hal. 1939-1947. 8. van Loon Jan Paul, de Bont Lambert. G.M., Boering Geert (1995), Evaluation of Temporomandibular Joint Prosthesis: Review of the Literature From 1946 to 1994 and Implications for Future Prosthesis Designs, International Journal of Oral and Maxillofacial Surgery: Clinical Article, 53, hal. 984-995. 9. Zahavi Eliahu, Torbilo Vladimir (1996), Fatigue Design: Life Expectancy of Machine Parts, CRC Press, Boca Roton / New York / London / Tokyo
Mohon saran sebagai masukan untuk penelitian ini