Available online at Website
|
|
|
- Hartanti Tedjo
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Available online at Website STUDI PENGARUH MATERIAL DAN KETEBALAN TERHADAP PARAMETER-PARAMETER KONTAK PADA SISTEM ARTFICIAL HIP JOINT Sugiyanto dan Jamari* Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro * ABSTRAK Penggantian dengan sendi tulang pinggul buatan (artificial hip joint) dilakukan apabila terjadi kerusakan permanen pada sendi tersebut. Pemilihan sifat material dan dimensi artificial hip joint perlu dilakukan secara cermat untuk mendapatkan kemampuan maskimal sambungan tulang pinggul buatan. Sistem artificial hip joint ini terdiri dari tiga bagian utama: femoral head, acetabular, dan cement. Paper ini mengkaji pengaruh variasi ketebalan acetabular dan material penyusunnya terhadap parameter-parameter kontak seperti tekanan kontak, dan radius kontak. Material penyusun yang dipilih adalah Co-Cr, UHMWPE, dan PMMA. Dua material terakhir memiliki sifat viscoelastic. Pemodelan sistem kontak dengan sistem layer dilakukan dengan analisa numerik metode elemen hingga. Dari hasil yang diperoleh diketahui bahwa ketebalan acetabular tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap parameter kontak untuk pasangan metal-non metal, namun untuk pasangan metal-metal perbedaannya cukup signifikan. Kata kunci: mekanika kontak, viscoelastic, acetabular, artificial hip joint. PENDAHULUAN Sifat-sifat seperti stabilitas dan mobilitas sangat penting pada sebuah sambungan tulang pinggul buatan (artificial hip joint). Untuk memenuhi sifat-sifat tersebut maka diperlukan perpaduan yang tepat antara variasi bentuk dengan posisi dan fungsi. Aspek tribologi pada sambungan tulang sangat besar pengaruhnya. Pelumasan menghasilkan kemampuan sambungan tulang untuk beroperasi pada kondisi yang berbeda dan membuat kontak pada sambungan tulang mempunyai koefisien gesek yang sangat kecil antara [1]. Sambungan tulang mempunyai beberapa kemungkinan kerusakan atau kegagalan fungsi. Ada dua jenis kerusakan yang sering terjadi yaitu, kerusakan karena kecelakaan sebagai akibat pembebanan yang terlalu besar sehingga melebihi batas kemampuan yang bisa ditahan oleh sambungan tulang itu sendiri, dan keroposnya tulang karena bertambahnya usia. Kerusakan dan ketidaknormalan fungsi sambungan tulang ini mendorong diciptakannya sambungan tulang buatan. Pada dunia kedokteran sambungan tulang buatan yang paling banyak dipakai adalah sambungan tulang pinggul. Hal ini dikarenakan sambungan tulang pinggul pada manusia sangat rentan terhadap kerusakan dibanding dengan sambungan tulang yang lain seperti pada lutut (knee joint). Sambungan tulang buatan pada manusia telah berkembang sejak puluhan tahun yang lalu. Gambar 1 menunjukkan sambungan tulang pinggul buatan dan komponen-komponen penyusunnya. Secara garis besar, sambungan tulang pinggul buatan terdiri dari lima bagian yaitu stem, femoral head, acetabular (liner), semen (tidak diperlihatkan pada gambar) dan shell []. Pasangan material yang dipilih pada dunia kedokteran di Indonesia pada umumnya adalah tipe pasangan metal-on-uhmwpe (Ultra High Molecular Polyethylene) untuk femoral head dan acetabular. Model pemilihan ini sangat populer karena sifat-sifat yang menguntungkan dari viscoelasticity yang dimiliki oleh UHMWPE [3, ]. Kelebihan UHMWPE, antara lain, mampu meredam tegangan yang timbul dalam sambungan pada saat pasien melakukan aktivitas [5]. Gambar 1. Sambungan tulang pinggul buatan [] Femoral head pada umumnya terbuat dari paduan Co-Cr (Cobalt-Crom). Femoral head berbentuk bola dengan diameter antara 8-33 mm dan penggunaannya tergantung dari kondisi pengguna
2 Sugiyanto dan Jamari, Studi Pengaruh Material Dan Ketebalan Terhadap Parameter-Parameter Kontak Pada Sistem Artficial Hip Joint Desain sambungan tulang pinggul buatan yang ada saat ini diprediksi dapat bertahan selama tahun [5]. Namun demikian tidak sedikit dari pasien yang dalam beberapa tahun penggunaan sudah merasakan hal yang tidak normal pada sambungan tulang pinggul buatan yang dipakainya. Terdapat beberapa aspek yang dapat mempengaruhi lamanya umur pemakaian sambungan tulang pinggul buatan. Kegagalan yang sering terjadi disebabkan oleh dua aspek utama yaitu aspek medis dan aspek tribology. Aspek medis yang banyak menyebabkan kegagalan sistem sambungan tulang pinggul buatan antara lain alergi, infeksi, dan kesalahan pemasangan. Sedangkan aspek tribology antara lain keausan, gesekan, dan tekanan kontak. Paper ini membahas perancangan pasangan kontak antara femoral head dan acetabular dari aspek tribology. Ketebalan dinding acetabular dan material penyusun pasangan kontak tersebut divariasikan untuk mempelajari karakteristik kontak yang terjadi. Tiga variasi ketebalan dan berbagai jenis material viscoelastic dan non-viscoelastic, akan dipelajari. Analisa sistem kontak dilakukan menggunakan analisa numerik metode elemen hingga. PEMODELAN Sambungan tulang pinggul buatan dimodelkan dengan bentuk dua dimensi axisymmetric seperti yang diperlihatkan pada Gambar. Susunan sambungan tulang pinggul buatan terdiri femoral head, acetabular, semen, concellous bone, dan cortical bone. Sifat atau properti material untuk semen terdiri dari dua model yaitu menggunakan acrylic cement yang diasumsikan sebagai linear elastic dan polymethyl methacrylate (PMMA) yang diasumsikan sebagai linear viscoelastic. Nilai modulus elastisitas dan rasio Poisson material-material tersebut dapat dilihat pada Tabel 1. Pada Tabel ditampilkan nilai modulus geser (shear modulus) untuk material UHMWPE dan PMMA. Dimensi yang digunakan pada model adalah sebagai berikut. Diameter femoral head sebesar 3,877 mm, radial clearance sebesar,79 mm, dan wall thickness dengan tiga variasi 1,5 mm, 3,1 mm, dan,518 mm. Cement/PMMA Acetabular Femoral head Cortical bone Concellous bone Gambar. Pemodelan axysimmetric sambungan tulang pinggul Pada pemodelan berbasis metode elemen hingga ini, mesh yang digunakan untuk semua komponen adalah -node bilinear axisymmetric quadrilateral, reduced integration, hourglass control (lihat Gambar 3). Jumlah elemen total sebanyak Meshing halus diterapkan pada femoral head dan acetabular karena pada dua komponen tersebut kontak akan terjadi, sehingga hasil simulasi akan lebih teliti. Pada komponen yang tidak berkontak mesh diperkasar agar mengurangi waktu dan iterasi selama proses simulasi. Pembebanan dilakukan pada titik pusat dari femoral head dan acetabular sebesar 5 N atau -5 kali berat manusia dewasa rata-rata secara ramp and hold. Karena material mempunyai sifat viscoelastic, dengan pembebanan ramp and hold maka akan terjadi penurunan tegangan pada model. Beban yang diberikan adalah beban statik dengan waktu penahanan selama 3 detik. Tabel 1. Data properti mekanik komponen-komponen sambungan tulang pinggul buatan [, 7] Material Modulus Young [MPa] Rasio Poisson Femoral head (CoCr) 1,3 Acetabular (UHMWPE) 1,5 PMMA cement 9,38 Concellous bone 8, Cortical bone 17,3 Tabel. Shear modulus hasil relaxation test UHMWPE dan PMMA [, 7] UHMWPE PMMA t (s) G (MPa) t (s) G (MPa),1, , ,97 1,3 51,7 3 1,1 57,8 8 1,11 387,15 1, ,93 7 1, , 33, 18 1,1 17 1,98 138,7,8 8 11,9 3,79 1 9,9 8,7,3,9 198,87 7, , 8 197, 9, , ROTASI Vol. 1, No., Juli 1: 1 5
3 von mises stress (MPa) Sugiyanto dan Jamari, Studi Pengaruh Material Dan Ketebalan Terhadap Parameter-Parameter Kontak Pada Sistem Artficial Hip Joint Gambar 3. Pemodelan berbasis metode elemen hingga sambungan tulang pinggul buatan (meshing) Model Metal on Metal HASIL DAN PEMBAHASAN Gambar menunjukkan plot distribusi tekanan kontak sepanjang radius kontak (dari titik pusat kontak) untuk variasi ketebalan yang berbeda-beda pada model Metal on Metal. Dari gambar ini dapat disimpulkan bahwa tekanan kontak maksimum akan meningkat secara signifikan apabila ketebalan semakin tebal. Tetapi sebaliknya, semakin tebal ketebalan maka semakin turun jari-jari kontak atau luas permukaan kontak yang terjadi. 1.5 mm 3.1 mm.518 mm Gambar. Pengaruh ketebalan terhadap distribusi tekanan kontak Metal on Metal model jarak arah vertikal (sumbu y) dari pusat Gambar 5. Distribusi tegangan von Mises Metal on Metal model Distribusi tegangan von Mises terhadap jarak vertikal (arah sumbu y) untuk ketiga variasi ketebalan model Metal on Metal diperlihatkan pada Gambar 5. Dapat dilihat di sini bahwa distribusi tegangan von Mises akan mengalami kenaikan secara drastis pada acetabular. Posisi tegangan von Mises maksimum terjadi pada daerah dekat permukaan kontak antara acetabular dan semen. Tegangan von Mises tertinggi mencapai 913 MPa untuk ketebalan 1,5 mm, 919 MPa untuk ketebalan 3,1 mm, dan 8573 MPa untuk ketebalan,518 mm. Namun demikian, tegangan von Mises yang diterima oleh tulang sebesar kurang dari,9 MPa untuk semua ketebalan. Model Metal on UHMWPE Hasil simulasi untuk pemodelan Metal on UHMWPE ditampilkan pada Gambar sampai dengan Gambar 8. Gambar (a) memperlihatkan adanya efek dari ketebalan terhadap distribusi tekanan kontak (contact pressure) untuk waktu 1 detik. Pada gambar tersebut terlihat adanya perbedaan maximum contact pressure sebesar 9 %. Gambar (b) memperlihatkan efek dari ketebalan ketebalan terhadap distribusi contact pressure untuk waktu 3 detik. Berbeda dengan saat t = 1 detik, di sini perbedaan tekanan kontak maksimum yang terjadi lebih rendah, yaitu hanya sekitar 3 % dengan kurva yang hampir berimpit dan posisinya berlawanan dengan Gambar (a) thickness = 1.5 thickness = 3.1 thickness = b) Gambar. Pengaruh ketebalan terhadap distribusi tekanan kontak Metal on UHMWPE with Acrylic cement model saat (a) t = 1 s dan (b) t = 3 s a) ROTASI Vol. 1, No., Juli 1: 1 5 3
4 a (mm) Von mises stress (MPa) Po (MPa) Von mises stress (MPa) h (mm) Sugiyanto dan Jamari, Studi Pengaruh Material Dan Ketebalan Terhadap Parameter-Parameter Kontak Pada Sistem Artficial Hip Joint Selanjutnya Gambar 7 menampilkan perubahan tekanan kontak maksimum, jari-jari kontak, dan kedalaman kontak pada saat t = 1 detik sampai dengan t = 3 detik untuk setiap variasi ketebalan pada model Metal on UHMWPE dengan PMMA cement. Dari Gambar 7 dapat disimpulkan bahwa perbedaan ketebalan mempengaruhi distribusi tekanan kontak, jari-jari kontak atau luas permukaan kontak dan kedalaman kontak tetapi tidak signifikan. Pada saat t = 1 detik tidak ditunjukkan perubahan yang mencolok, namum setelah t = 3 detik pengaruh dari ketebalan akan lebih terlihat. Untuk ketebalan paling rendah akan membutuhkan waktu yang lebih cepat untuk mencapai keadaan konstan daripada ketebalan yang lebih tinggi. Perubahan distribusi tekanan kontak juga dipengaruhi oleh waktu. Hal ini disebabkan UHMWPE dan PMMA mempunyai sifat viscoelastic. Semakin lama waktu pembebanan (holding time) semakin kecil tekanan kontak maksimum karena semakin meningkatnya jari-jari kontak. Kedalaman kontak atau penetrasi femoral head pada acetabular juga akan meningkat seiring berjalannya waktu. Titik kritis kontak dimana letak tekanan kontak maksimum terjadi, berada tidak pada pusat kontak. Titik kritis kontak terjadi di dekat daerah jari-jari kontak. Hal ini disebabkan karena adanya radial clearance antara femoral head dan acetabular (a) (b) ,1,8,,, (c) Gambar 7. Variasi waktu terhadap (a) tekanan kontak maksimum, (b) jari-jari kontak dan (c) kedalaman kontak Metal on UHMWPE with PMMA cement model (a) (b) jarak arah vertikal (sumbu y) dari pusat kontak (mm) jarak arah vertikal (sumbu y) dari pusat kontak (mm) Gambar 8. Distribusi tegangan von Mises Metal on UHMWPE with PMMA cement model saat (a) t = 1 s dan (b) t = 3 s Gambar 8 menunjukkan distribusi tegangan von Mises model Metal on UHMWPE with PMMA cement terhadap jarak vertical dari pusat kontak. Distribusi tegangan von Mises pada model Metal on UHMWPE with Acrylic cement mempunyai trend grafik yang ROTASI Vol. 1, No., Juli 1: 1 5
5 Sugiyanto dan Jamari, Studi Pengaruh Material Dan Ketebalan Terhadap Parameter-Parameter Kontak Pada Sistem Artficial Hip Joint hampir sama dengan model Metal on UHMWPE with PMMA cement (Gambar 8). Tegangan von Mises maksimum yang terjadi pada Metal on UHMWPE with Acrylic cement lebih rendah. Ketebalan berpengaruh pada letak tegangan von Mises maksimum dan nilainya, tetapi ketebalan hampir tidak berpengaruh pada distribusi tegangan von Mises pada saat t = 1 detik. Waktu pembebanan juga berpengaruh pada tegngan von Mises maksimum. Semakin lama waktu pembebanan, semakin rendah tegangan von Mises maksimum. KESIMPULAN Untuk mendapatkan kemampuan maskimal sambungan tulang pinggul buatan maka perlu pengkajian secara cermat. Studi tentang pengaruh variasi ketebalan acetabular dan material penyusunnya terhadap parameter-parameter kontak seperti tekanan kontak, dan radius kontak telah dilakukan. Model sambungan tulang pinggul buatan dibuat dalam beberapa kombinasi yaitu Metal on Metal, Metal on UHMWPE with PMMA cement dan Metal on UHMWPE with Acrylic cement. Dari hasil-hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa ketebalan acetabular tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap parameter-parameter kontak untuk pasangan Metal- Nonmetal, namun untuk pasangan Metal-Metal perbedaannya cukup signifikan. Untuk material viscoelatik semakin lama waktu pembebanan (holding time) semakin kecil tekanan kontak maksimum karena semakin meningkatnya jari-jari kontak. Kedalaman kontak atau penetrasi femoral head pada acetabular juga meningkat seiring berjalannya waktu. REFERENSI 1. L.D. Dorr and K.R. Hilton, K. R., Modern Metalon-Metal Articulation for Total Hip Replacement, Clinical Orthopedics and Related Research, 333 (199) J.N.A. Soto, N.C. Cora, and J.F. Irizarry, Mechanics of Biomaterials: Orthopedics, Application of Engineering Mechanics in Medicine, GED, University of Puerto Rico, Mayaguez (5) E1-E D. Roylance, Engineering Viscoelasticity, Departement of Mechanical Science and Engineering, MIT, Cambridge, USA (1).. S.M. Kurtz, UHMWPE Biomaterials Handbook, Second Edition, Elsevier, London, UK (9). 5. N. Suhendra, and G.W. Stachowiak, Computational Model of Asperity Contact for the Prediction of UHMWPE Mechanical and Wear Behaviour in Hip Joint Replacement, Tribology Letters, 5 (7) 9-.. W.N. Findley, J.S. Lai, and K. Onaran, Creep and Relaxation of Nonlinear Viscoelastic Materials, North-Holland Publishing Company, Amsterdam (1975). 7. P. Ghost, Polymer Science and Technology, Mc.Graw-Hill, New Delhi, India (). ROTASI Vol. 1, No., Juli 1: 1 5 5
ANALISA PENGARUH KETEBALAN ACETABULAR CUP TERHADAP TEKANAN KONTAK PADA SAMBUNGAN TULANG PINGGUL BUATAN
D.15 Analisa Pengaruh Ketebalan Acetabular Cup Terhadap Tekanan Kontak (Sugiyanto) ANALISA PENGARUH KETEBALAN ACETABULAR CUP TERHADAP TEKANAN KONTAK PADA SAMBUNGAN TULANG PINGGUL BUATAN Sugiyanto 1), M.
PENGARUH PEMBEBANAN TERHADAP TEGANGAN DALAM SAMBUNGAN TULANG PINGGUL BUATAN
D.24. Pengaruh Pembebanan terhadap Tegangan dalam Sambungan PENGARUH PEMBEBANAN TERHADAP TEGANGAN DALAM SAMBUNGAN TULANG PINGGUL BUATAN Sugiyanto, M. Tauviqirrahman, Rifky Ismail dan Jamari Laboratorium
V. HASIL DAN PEMBAHASAN
V. HASIL DAN PEMBAHASAN A. Validasi pemodelan Proses validasi analisa hip bearing didasarkan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Yew, A., et al., (3). Simulasi pada pemodelan ini menggunakan parameter
Gambar 1.1. Sambungan hip (hip joint) pada manusia [1].
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sambungan hip (hip joint) merupakan sendi yang penting dalam sistem kerangka manusia. Sambungan ini terletak diantara pinggul dan pangkal tulang paha atas seperti ditunjukkan
SIMULASI KONTAK PADA SAMBUNGAN TULANG PINGGUL BUATAN MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA
LAPORAN TUGAS AKHIR SIMULASI KONTAK PADA SAMBUNGAN TULANG PINGGUL BUATAN MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA Diajukan Sebagai Salah Satu Tugas dan Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana (S-1) Disusun oleh:
BAB III KONTAK PADA KOMPONEN ACETABULAR
BAB III KONTAK PADA KOMPONEN ACETABULAR 3.1 Pendahuluan Sambungan tulang pada manusia berkembang sejak puluhan tahun yang lalu [16]. Sambungan tulang meliputi perpaduan antara stabilitas dan mobilitas,
PENGARUH TEKSTUR PERMUKAAN MATERIAL UHMWPE TERHADAP DISTRIBUSI TEGANGAN PADA BEBAN KONTAK STATIC, ROLLING DAN SLIDING
Available online at Website http://ejournal.undip.ac.id/index.php/rotasi PENGARUH TEKSTUR PERMUKAAN MATERIAL UHMWPE TERHADAP DISTRIBUSI TEGANGAN PADA BEBAN KONTAK STATIC, ROLLING DAN SLIDING *Jamari, F.H.
ANALISA KONTAK PADA SAMBUNGAN TULANG PINGGUL BUATAN MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA
ANALISA KONTAK PADA SAMBUNGAN TULANG PINGGUL BUATAN MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA Yuris Setyoadi 1), Iwan Budiwan Anwar 2), Rifky Ismail 3) dan Jamari 3) 1) Program Pasca Sarjana Magister Teknik Mesin
rekayasa. Sebuah perakitan antara poros dan bantalan adalah salah satu contohnya. Dalam
II. TINJAUAN PUSTAKA A. Kontak Permukaan Kontak atau persinggungan antar permukaan adalah kejadian yang wajar dalam bidang rekayasa. Sebuah perakitan antara poros dan bantalan adalah salah satu contohnya.
BAB I PENDAHULUAN. Hip Joint. Femur
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kerangka manusia disokong oleh struktur seperti ligamen, tendon, otot, dan organ manusia yang lain. Sejumlah 206 tulang membentuk sistem kerangka manusia dewasa.
LAPORAN TUGAS AKHIR PREDIKSI TEGANGAN VON MISSES DAN TEKANAN KONTAK TOTAL KNEE REPLACEMENT (TKR) SELAMA PROSES GAIT CYCLE
LAPORAN TUGAS AKHIR PREDIKSI TEGANGAN VON MISSES DAN TEKANAN KONTAK TOTAL KNEE REPLACEMENT (TKR) SELAMA PROSES GAIT CYCLE MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA Diajukan Sebagai Salah Satu Tugas dan Syarat Untuk
Tembalang, Semarang, Jl. Jend. Ahmad Yani No.157, Pabelan, Surakarta, Jawa Tengah
Analisis Metode Elemen Hingga pada Sendi Panggul Buatan Saat Digunakan untuk Menjalankan Ibadah Salat R. Ismail *a1, Y. Umardani 1, I.B. Anwar 2, E. Saputra 1, Y.A.A. Dhaneswara 1, A. Haris 1 dan J. Jamari
ANALISA KONTAK CERAMIC-ON- CROSSLINKED UHMWPE PADA SAMBUNGAN TULANG PINGGUL BUATAN MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA
Analisa Ceramic-on-Crosslinked UHMWPE pada... R. Winarso e-mail: [email protected] Departement of Mechanical Engineering, University of Muria Kudus. Jl. Gondang Manis PO BOX 53, Bae, Kudus, Indonesia,
SIMULASI KONTAK KOMPONEN ACETABULAR PADA SAMBUNGAN TULANG PINGGUL BUATAN MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA
LAPORAN TUGAS AKHIR SIMULASI KONTAK KOMPONEN ACETABULAR PADA SAMBUNGAN TULANG PINGGUL BUATAN MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA Diajukan Sebagai Salah Satu Tugas dan Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana
Analisa Gesekan Material Implantasi Prosthesis Pada Total Hip Joint Replacement Akibat Gerak Adduksi Abduksi Menggunakan Metode Elemen Hingga
JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 1, No. 1, (2014) 1-6 1 Analisa Gesekan Material Implantasi Prosthesis Pada Total Hip Joint Replacement Akibat Gerak Adduksi Abduksi Menggunakan Metode Elemen Hingga Muhammad Hafidh
PENGEMBANGAN PROTOTIPE SAMBUNGAN TULANG PANGGUL PRODUK INDONESIA
KO-74 0742: Jamari dkk. PENGEMBANGAN PROTOTIPE SAMBUNGAN TULANG PANGGUL PRODUK INDONESIA Jamari 1,, Iwan Budiwan 2, Rifky Ismail 1, Sugiyanto 1, Muhammad Tauviqirrahman 1, dan Eko Saputra 1 1 Laboratorium
BAB II TEORI HIP JOINT
9 BAB II TEORI HIP JOINT 2.1 Sambungan Tulang Pinggul (Hip Joint) Sambungan tulang pinggul (hip joint) adalah sambungan tulang yang terletak diantara pinggul dan pangkal tulang paha atas. Hip joint pada
PEMODELAN ELEMEN HINGGA KONTAK SLIDING BERULANG ANTARA BOLA DENGAN PERMUKAAN KASAR
Available online at Website http://ejournal.undip.ac.id/index.php/rotasi PEMODELAN ELEMEN HINGGA KONTAK SLIDING BERULANG ANTARA BOLA DENGAN PERMUKAAN KASAR Jamari Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik,
BAB II TEORI HIP JOINT. Gambar 2.1. Bagian-bagian hip joint normal [4].
BAB II TEORI HIP JOINT 2.1 Sambungan tulang pinggul (hip joint) Hip joint adalah sambungan tulang yang terletak diantara pinggul dan pangkal tulang paha atas. Hip joint pada manusia terdiri dari tiga bagian
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang. Ilmu mekanika kontak merupakan bagian dari ilmu tribologi yang membahas mengenai deformasi dan tegangan dua benda yang bersinggungan satu sama lain. Kontak yang terjadi
PERANCANGAN MESIN UJI TRIBOLOGI PIN-ON-DISC
D.8. Perancangan mesin uji tribologi pin-on-disc (Eko Armanto, dkk.) PERANCANGAN MESIN UJI TRIBOLOGI PIN-ON-DISC Eko Armanto *, Aan Burhanudin, Didi Dwi Krisnandi, Dian Prabowo, Ismoyo, Jamari Program
III. METODE PENELITIAN
33 III. METODE PENELITIAN Metode penelitian adalah suatu cara yang digunakan dalam penelitian, sehingga pelaksanaan dan hasil penelitian bisa untuk dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Penelitian ini menggunakan
ANALISA KARAKTERISTIK KONTAK CAPSULE ENDOSCOPY DI DALAM USUS KECIL MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA
TUGAS SARJANA ANALISA KARAKTERISTIK KONTAK CAPSULE ENDOSCOPY DI DALAM USUS KECIL MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA Diajukan Sebagai Syarat Memperoleh Gelar Kesarjanaan Strata Satu (S-1) Teknik Mesin Fakultas
METODOLOGI PENELITIAN
III. METODOLOGI PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Mekanika Struktur Jurusan Teknik Mesin Universitas Lampung. Penelitian ini dilaksanakan mulai dari bulan
SIMULASI DAN PEMODELAN METAL ON METAL BEARING MENGGUNAKAN ELEMEN HINGGA
Prosiding SNATIF Ke-1 Tahun 201 4 ISBN: 978-602-1180-04-4 SIMULASI DAN PEMODELAN METAL ON METAL BEARING MENGGUNAKAN ELEMEN HINGGA Rochmad Winarso 1 1 Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Persendian merupakan hubungan antara dua buah tulang atau lebih yang membentuk sistem gerak pada manusia. Berdasarkan kepada sifat pergerakannya, sendi dibedakan ke
PENENTUAN PERBANDINGAN DIAMETER NOZZLE TERHADAP DIAMETER SHELL MAKSIMUM PADA AIR RECEIVER TANK HORISONTAL DENGAN MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA
PENENTUAN PERBANDINGAN DIAMETER NOZZLE TERHADAP DIAMETER SHELL MAKSIMUM PADA AIR RECEIVER TANK HORISONTAL DENGAN MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA Willyanto Anggono 1), Hariyanto Gunawan 2), Ian Hardianto
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Salah satu faktor yang mempengaruhi umur pakai sebuah mesin adalah adanya gesekan satu sama lain yang terjadi bila komponen-komponen dalam permesinan saling kontak,
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Persendian atau artikulasi adalah suatu hubungan antara dua buah tulang atau lebih yang dihubungkan melalui pembungkus jaringan ikat pada bagian luar dan pada bagian
JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 3, No. 1, (2014) ISSN: ( Print) B-108
JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 3, No. 1, (2014) ISSN: 2337-3539 (2301-9271 Print) B-108 Studi Eksperimental Keausan Permukaan Material Akibat Adanya Multi-Directional Contact Friction Muhammad Hasry dan Yusuf
Yunandaru Sahid Putra NRP Dosen Pembimbing Ir. Sudiyono Kromodihardjo Msc. PhD
Yunandaru Sahid Putra NRP. 2107.100.011 Dosen Pembimbing Ir. Sudiyono Kromodihardjo Msc. PhD 262.999 kasus patah tulang* http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/ima gepages/18026.htm Usaha pembuatan prostetik
Studi Eksperimental Keausan Permukaan Material Akibat Adanya Multi-Directional Contact Friction
JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 1, No. 1, (2014) 1 Studi Eksperimental Keausan Permukaan Material Akibat Adanya Multi-Directional Contact Friction Muhammad Hasry, Yusuf Kaelani Jurusan Teknik Mesin, Fakultas
TUGAS SARJANA. Disusun oleh: TOMY PRASOJO L2E
TUGAS SARJANA PERBANDINGAN DEFORMASI PLASTIS SAAT UNLOADING PADA KONTAKK ANTAR HEMISPHERES DENGANN VARIASI BEBAN DAN RADIUS MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA Diajukan sebagai salah satu tugas dan syarat
LAPORAN TUGAS AKHIR PREDIKSI KEAUSAN PIN PADA PIN-ON-DISC SLIDING CONTACT SYSTEM MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA
LAPORAN TUGAS AKHIR PREDIKSI KEAUSAN PIN PADA PIN-ON-DISC SLIDING CONTACT SYSTEM MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA Diajukan sebagai salah satu tugas dan syarat untuk memperoleh gelar Sarjana (S-1) jurusan
Analisa Pengaruh Diameter Nozzle Terhadap Besar Tegangan Maksimum Pada Air Receiver Tank Horisontal Dengan Menggunakan Metode Elemen Hingga
DYN-01 Analisa Pengaruh Diameter Nozzle Terhadap Besar Tegangan Maksimum Pada Air Receiver Tank Horisontal Dengan Menggunakan Metode Elemen Hingga Willyanto Anggono (1, Ian Hardianto (2 Jurusan Teknik
BAB I PENDAHULUAN. (a) (b) (c)
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Dalam semua aspek kehidupan, sering dijumpai bermacam bentuk contoh aplikasi tribology, seperti memegang, menyikat, gesekan antar komponen permesinan, gesekan antara
PENGARUH BEBAN PENGGETAR MESIN PRESS BATAKO PADA PROSES PRODUKSI BATAKO TANPA PLESTER DAN TANPA PEREKAT (BTPTP) TERHADAP KEKUATAN DINDING
Available online at Website http://ejournal.undip.ac.id/index.php/rotasi PENGARUH BEBAN PENGGETAR MESIN PRESS BATAKO PADA PROSES PRODUKSI BATAKO TANPA PLESTER DAN TANPA PEREKAT (BTPTP) TERHADAP KEKUATAN
TUGAS AKHIR SIMULASI HIP JOINT PROSTHESIS PADA ORGAN TUBUH MANUSIA
TUGAS AKHIR SIMULASI HIP JOINT PROSTHESIS PADA ORGAN TUBUH MANUSIA Makalah Seminar Tugas Akhir ini disusun sebagai syarat untuk mengikuti Ujian Tugas Akhir pada Jurusan Teknik Mesin Fakutas Teknik Universitas
Simulasi Dan Pemodelan Metal On Metal Bearing Menggunakan Elemen Hingga
Simulasi Dan Pemodelan Metal On Metal Bearing Menggunakan Elemen Hingga Rochmad Winarso, ST., MT. 1 ABSTRACT Hip bearing on artificial hip joints are classified into (1) hard-on-hard materials such as
TUGAS SARJANA ANALISA PENGARUH GESEKAN PADA KONTAK SLIDING ANTAR SILINDER MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA
TUGAS SARJANA ANALISA PENGARUH GESEKAN PADA KONTAK SLIDING ANTAR SILINDER MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA Diajukan sebagai salah satu tugas dan syarat untuk memperoleh gelar Sarjana (S-1) Jurusan Teknik
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Waktu Dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan di Lab. Mekanika Struktur Jurusan Teknik Mesin Universitas Lampung untuk mensimulasikan kemampuan tangki toroidal penampang
Analisa Pemasangan Ekspansi Loop Akibat Terjadinya Upheaval Buckling pada Onshore Pipeline
Sidang Tugas Akhir Analisa Pemasangan Ekspansi Loop Akibat Terjadinya Upheaval Buckling pada Onshore Pipeline HARIONO NRP. 4309 100 103 Dosen Pembimbing : 1. Dr. Ir. Handayanu, M.Sc 2. Yoyok Setyo H.,ST.MT.PhD
PERHITUNGAN KEAUSAN PADA SISTEM KONTAK ROLLING-SLIDING MENGGUNAKAN FINITE ELEMENT METHOD
D.6. Perhitungan Keausan pada Sistem Kontak Rolling-Sliding PERHITUNGAN KEAUSAN PADA SISTEM KONTAK ROLLING-SLIDING MENGGUNAKAN FINITE ELEMENT METHOD Eko Saputra 1), Rifky Ismail 2), Muhammad Tauviqirrahman
ANALISA KEGAGALAN POROS DENGAN PENDEKATAN METODE ELEMEN HINGGA
ANALISA KEGAGALAN POROS DENGAN PENDEKATAN METODE ELEMEN HINGGA Jatmoko Awali, Asroni Jurusan Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Metro Jl. Ki Hjar Dewantara No. 116 Kota Metro E-mail : [email protected]
LAPORAN TUGAS AKHIR PREDIKSI KEAUSAN KONTAK ANTARA STATIONARY PIVOT DAN PIN JOINT MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA
LAPORAN TUGAS AKHIR PREDIKSI KEAUSAN KONTAK ANTARA STATIONARY PIVOT DAN PIN JOINT MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA Diajukan sebagai salah satu tugas dan syarat untuk memperoleh gelar Sarjana (S-1) jurusan
Gambar 1.1 Hip fracture (Carter, 2007)
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Fraktur tulang panggul yang dijelaskan pada Gambar 1.1 adalah suatu terminologi yang digunakan untuk menggambarkan fraktur tulang paha pada daerah pangkal proksimal
ANALISA KEAUSAN STEADY STATE PADA KONTAK PIN-ON-DISC DENGAN SIMULASI ELEMEN HINGGA
F.N. Maulana, I. Syafa at, Darmanto Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim Jln. Menoreh Tengah X/22 Sampangan Semarang 50236 email: [email protected] [email protected] [email protected]
III. METODELOGI. satunya adalah menggunakan metode elemen hingga (Finite Elemen Methods,
III. METODELOGI Terdapat banyak metode untuk melakukan analisis tegangan yang terjadi, salah satunya adalah menggunakan metode elemen hingga (Finite Elemen Methods, FEM). Metode elemen hingga adalah prosedur
LAPORAN TUGAS AKHIR ANALISA KONTAK MULTIPLE ASPERITY-TO-ASPERITY MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA
LAPORAN TUGAS AKHIR ANALISA KONTAK MULTIPLE ASPERITY-TO-ASPERITY MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA Diajukan Sebagai Salah Satu Tugas dan Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana (S-1) Disusun oleh: TITI PANCA
METODE PENELITIAN. Model tabung gas LPG dibuat berdasarkan tabung gas LPG yang digunakan oleh
III. METODE PENELITIAN Model tabung gas LPG dibuat berdasarkan tabung gas LPG yang digunakan oleh rumah tangga yaitu tabung gas 3 kg, dengan data: Tabung 3 kg 1. Temperature -40 sd 60 o C 2. Volume 7.3
DAFTAR ISI KATA PENGANTAR PERNYATAAN ABSTRACT DAFTAR ISI DAFTAR GAMBAR DAFTAR TABEL DAFTAR LAMPIRAN DAFTAR NOTASI BAB I.
DAFTAR ISI KATA PENGANTAR PERNYATAAN ABSTRACT DAFTAR ISI DAFTAR GAMBAR DAFTAR TABEL DAFTAR LAMPIRAN DAFTAR NOTASI BAB I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1 1.2 Perumusan Masalah 3 1.3 Tujuan Penelitian 4
BAB I PENDAHULUAN. akibat adanya kontak atau gesekan. Gesekan biasanya didefinisikan sebagai gaya
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Jika dua benda yang saling kontak atau bergesekan, maka benda tersebut akan mengalami kerusakan. Masalah utama yang dihadapi oleh dunia industri selama ini adalah bagaimana
BAB III ANALISA TEGANGAN VON MISES
25 BAB III ANALISA TEGANGAN VON MISES 3.1 Pembebanan pada Hip Joint Aplikasi dari disiplin ilmu yang berkaitan dengan teknik mesin dalam berbagai aspek kehidupan semakin luas cakupannya, termasuk di bidang
JURNAL TEKNIK ITS Vol. 5, No. 2, (2016) ISSN: ( Print) F-316
JURNAL TEKNIK ITS Vol. 5, No. 2, (2016) ISSN: 2337-3539 (2301-9271 Print) F-316 Studi Eksperimental Stick-Slip Friction Akibat Multi-Directional Contact Friction dengan Material Uji Ultra High Molecular
BAB I PENDAHULUAN. dan efisien.pada industri yang menggunakan pipa sebagai bagian. dari sistem kerja dari alat yang akan digunakan seperti yang ada
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi mendorong terciptanya suatu sistem pemipaan yang memiliki kualitas yang baik dan efisien.pada industri yang menggunakan
ANALISIS PELUMASAN ELASTOHYDRODYNAMIC PADA SAMBUNGAN TULANG PANGGUL BUATAN UNTUK POSISI SUJUD DALAM SALAT DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK CFD DAN FSI
ANALISIS PELUMASAN ELASTOHYDRODYNAMIC PADA SAMBUNGAN TULANG PANGGUL BUATAN UNTUK POSISI SUJUD DALAM SALAT DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK CFD DAN FSI Mohammad Tauviqirrahman Departemen Teknik Mesin, Fakultas
TUGAS SARJANA STUDI PENGARUH KOEFISIEN GESEK PADA KONTAK SLIDING ANTARA SILINDER DENGAN FLAT MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA.
TUGAS SARJANA STUDI PENGARUH KOEFISIEN GESEK PADA KONTAK SLIDING ANTARA SILINDER DENGAN FLAT MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA Diajukan guna melengkapi persyaratan untuk memperoleh gelar sarjana Strata-1
LAMPIRAN A GRAFIK DAN TABEL. 1. Grafik untuk menentukan dimensi optimal bejana tekan. [Ref.5 hal 273]
DAFTAR PUSTAKA 1. Bednar, H. Henry.P.E. 1986. Pressure Vessel Design Handbook. Krieger Publishing Company. Florida. 2. Brownell, E. Llyod. dan Edwin, H. Young. 1959. Process Equipment Design. John Willey
PENGARUH IMPLANTASI ION NITROGEN TERHADAP KEKERASAN PERMUKAAN STAINLESS STEEL 316L UNTUK APLIKASI SENDI LUTUT TIRUAN
PENGARUH IMPLANTASI ION NITROGEN TERHADAP KEKERASAN PERMUKAAN STAINLESS STEEL 316L UNTUK APLIKASI SENDI LUTUT TIRUAN Darmanto Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Wahid Hasyim (UNWAHAS) Semarang
ANALISIS PENGARUH RAKE ANGLE TERHADAP DISTRIBUSI TEGANGAN PADA EXCAVATOR BUCKET TEETH MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA
C.7 ANALISIS PENGARUH RAKE ANGLE TERHADAP DISTRIBUSI TEGANGAN PADA EXCAVATOR BUCKET TEETH MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA Sumar Hadi Suryo 1, Hendrawan Surya Hadijaya 2, Moch. Fihki Fahrizal 3 Department
ANALISA SAMBUNGAN LAS PADA PENGELASAN TITIK UNTUK MENENTUKAN JARAK OPTIMAL TITIK LAS PADA BAJA KARBON AISI 1045 DENGAN PENDEKATAN ELEMEN HINGGA
ANALISA SAMBUNGAN LAS PADA PENGELASAN TITIK UNTUK MENENTUKAN JARAK OPTIMAL TITIK LAS PADA BAJA KARBON AISI 1045 DENGAN PENDEKATAN ELEMEN HINGGA (ANSYS 10) Penggunaan teknologi pengelasan dalam proses produksi
ANALISA KONTAK ELASTIS ANTAR HEMISPHERES MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA
ANALISA KONTAK LASTIS ANTA HMISHS MNGGUNAKAN MTOD LMN HINGGA Arda Yusra ), Ismoyo Haryanto ) dan Jamari 3) Abstrak ada paper ini akan dipresentasikan analisa kontak antar hemispheres (bentuk setengah bola)
PENDAHULUAN PERUMUSAN MASALAH. Bagaimana pengaruh interaksi antar korosi terhadap tegangan pada pipa?
PENDAHULUAN Korosi yang menyerang sebuah pipa akan berbeda kedalaman dan ukurannya Jarak antara korosi satu dengan yang lain juga akan mempengaruhi kondisi pipa. Dibutuhkan analisa lebih lanjut mengenai
Laporan Praktikum MODUL C UJI PUNTIR
Laporan Praktikum MODUL C UJI PUNTIR Oleh : Nama : SOMAWARDI NIM : 23107012 Kelompok : 13 Tanggal Praktikum : November 2007 Nama Asisten (Nim) : Program Studi Teknik Mesin Fakultas Teknologi Industri Institut
PENGUJIAN RUNNING-IN PADA KONTAK SLIDING ANTARA BOLA BAJA DENGAN PELAT KUNINGAN
Available online at Website http://ejournal.undip.ac.id/index.php/rotasi PENGUJIAN RUNNING-IN PADA KONTAK SLIDING ANTARA BOLA BAJA DENGAN PELAT KUNINGAN *Jamari, Nana Supriyana Program Magister Teknik
PERANCANGAN DAN PENGEMBANGAN CYLINDER BLOCK DAN CRANKCASE MESIN OTTO SATU SILINDER EMPAT LANGKAH BERKAPASITAS 65CC
PERANCANGAN DAN PENGEMBANGAN CYLINDER BLOCK DAN CRANKCASE MESIN OTTO SATU SILINDER EMPAT LANGKAH BERKAPASITAS 65CC Frendy Rian Saputro 96631194 Departemen Teknik Mesin. Fakultas Teknik Universitas Indonesia
BAB I PENDAHULUAN. Gambar 1.1. Anatomi Femoral, Tibial, dan Patellar Component (teijin-nakashima.co.jp)
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sendi merupakan salah satu organ pada tubuh manusia yang memiliki peran besar dalam mekanisme pergerakan tubuh. Salah satu macam sendi, yakni sendi lutut, merupakan
PENGARUH KOEFISIEN GESEKAN PADA PROSES MANUFAKTUR
PENGARUH KOEFISIEN GESEKAN PADA PROSES MANUFAKTUR Tri Widodo Besar Riyadi Jurusan Teknik Mesin, Universitas Muhammadiyah Surakarta Email: [email protected] ABSTRAKSI Pada proses manufaktur, faktor gesekan
JURNAL TEKNIK ITS VOL.5, No.2, (2016) ISSN: ( Print)
Studi Eksperimental Stick-Slip Friction Akibat Multi-Directional Contact Friction dengan Material Uji Ultra High Molecular Weight Polyethylene (UHMWPE) Terhadap Stainless Steel (AISI 304) Roy Yamsi Kurnia
ANALISA KEKUATAN MATERIAL PADA PROSTHESIS TOTAL KNEE JOINT REPLACEMENT
TUGAS AKHIR TM 091486 ANALISA KEKUATAN MATERIAL PADA PROSTHESIS TOTAL KNEE JOINT REPLACEMENT Disusun oleh : ADINDA DWI RISAFITRI NRP. 2016.100.056 Dosen Pembimbing : Ir. YUSUF KAELANI, M.Sc.E 1 P E N D
ANALISA PENGARUH BENTUK PROFIL PADA RANGKA KENDARAAN RINGAN DENGAN METODE ELEMEN HINGGA
ANALISA PENGARUH BENTUK PROFIL PADA RANGKA KENDARAAN RINGAN DENGAN METODE ELEMEN HINGGA Didi Widya Utama dan Roby Department of Mechanical Engineering, Universitas Tarumanagara e-mail: [email protected]
KEMAMPUAN PENYERAPAN ENERGI CRASH BOX MULTI SEGMEN MENGGUNAKAN SIMULASI KOMPUTER
KEMAMPUAN PENYERAPAN ENERGI CRASH BOX MULTI SEGMEN MENGGUNAKAN SIMULASI KOMPUTER Halman 1, Moch. Agus Choiron 2, Djarot B. Darmadi 3 1-3 Program Magister Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya
Analisa Tegangan pada Pipa yang Memiliki Korosi Sumuran Berbentuk Limas dengan Variasi Kedalaman Korosi
1 Analisa Tegangan pada Pipa yang Memiliki Sumuran Berbentuk Limas dengan Variasi Kedalaman Muhammad S. Sholikhin, Imam Rochani, dan Yoyok S. Hadiwidodo Jurusan Teknik Kelautan, Fakultas Teknologi Kelautan,
Qomaruddin 1. Gondang Manis, PO. Box 53 Bae, Kudus
ANALISA NUMERIK CONTACT STRESS DAN GESEKAN CAPSULE ENDOSCOPY DI DALAM USUS KECIL Qomaruddin 1 1 Progdi Teknik Mesin Fakultas Teknik UMK Gondang Manis, PO. Box 53 Bae, Kudus * Email: [email protected]
TUGAS SARJANA PEMODELAN KONTAK ELASTIS-PLASTIS ANTARA SEBUAH BOLA DENGAN SEBUAH PERMUKAAN KASAR (ROUGH SURFACE) MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA
TUGAS SARJANA PEMODELAN KONTAK ELASTIS-PLASTIS ANTARA SEBUAH BOLA DENGAN SEBUAH PERMUKAAN KASAR (ROUGH SURFACE) MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA Diajukan sebagai salah satu tugas dan syarat untuk memperoleh
Tata Cara Pengujian Beton 1. Pengujian Desak
Tata Cara Pengujian Beton Beton (beton keras) tidak saja heterogen, juga merupakan material yang an-isotropis. Kekuatan beton bervariasi dengan alam (agregat) dan arah tegangan terhadap bidang pengecoran.
ANALISA KEAUSAN CYLINDER BEARING MENGGUNAKAN TRIBOTESTER PIN-ON- DISC DENGAN VARIASI KONDISI PELUMAS
ANALISA KEAUSAN CYLINDER BEARING MENGGUNAKAN TRIBOTESTER PIN-ON- DISC DENGAN VARIASI KONDISI PELUMAS Darmanto 1, Wahid Nasruddin 2 dan Imam Syafa at 3 1,3 Dosen Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas
Bab V : Analisis 32 BAB V ANALISIS
Bab V : Analisis 32 BAB V ANALISIS 5.1 Distribusi Tegangan Dari bab sebelumnya terlihat bahwa semua hasil perhitungan teoritik cocok dengan perhitungan dengan metode elemen hingga. Hal ini ditunjukkan
Analisa Perancangan Pada Produk Kaki Tiruan Atas Lutut tipe four bar linkage
Available online at Website http://ejournal.undip.ac.id/index.php/rotasi Analisa Perancangan Pada Produk Kaki Tiruan Atas Lutut tipe four bar linkage Sugiyanto Dosen Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik,
OPTIMASI DESAIN RANGKA SEPEDA BERBAHAN BAKU KOMPOSIT BERBASIS METODE ANOVA
OPTIMASI DESAIN RANGKA SEPEDA BERBAHAN BAKU KOMPOSIT BERBASIS METODE ANOVA Ahmad Yakub* Universitas Presiden, Fakultas Teknik, Cikarang* Abstrak Pada dasarnya kriteria frame yang baik adalah memilki kekuatan
DISTRIBUSI TEGANGAN PADA PERCABANGAN PIPA 90 O AKIBAT TEKANAN INTERNAL MENGGUNAKAN MEH. Agus Suprihanto, Djoeli Satrijo, Dwi Basuki Wibowo *)
DISTRIBUSI TEGANGAN PADA PERCABANGAN PIPA 9 O AKIBAT TEKANAN INTERNAL MENGGUNAKAN MEH Agus Suprihanto, Djoeli Satrijo, Dwi Basuki Wibowo *) Abstract Piping system is very important in many industries.
TUGAS SARJANA ANALISA PARAMETER KONTAK PADA SLIDING CONTACT ANTAR ELLIPSOID DENGAN VARIASI ARAH SLIDING MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA
TUGAS SARJANA ANALISA PARAMETER KONTAK PADA SLIDING CONTACT ANTAR ELLIPSOID DENGAN VARIASI ARAH SLIDING MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA Diajukan sebagai salah satu tugas dan syarat untuk memperoleh gelar
Simulasi Proses Active Hydro-Mechanical Drawing dengan Menggunakan Metode Elemen Hingga pada Material Aluminium AlMg 3
Simulasi Proses Active Hydro-Mechanical Drawing dengan Menggunakan Metode Elemen Hingga pada Material Aluminium AlMg 3 Sri Raharno 1, a *, Puji Rianto 2,b dan Yatna Yuana Martawirya 3,c 1 Fakultas Teknik
OPTIMASI GEOMETRI ROTATING DISK GUNA MINIMASI TEGANGAN GESER MAKSIMUM DAN TEGANGAN VON-MISSES
Available online at Website http://ejournal.undip.ac.id/index.php/rotasi OPTIMASI GEOMETRI ROTATING DISK GUNA MINIMASI TEGANGAN GESER MAKSIMUM DAN TEGANGAN VON-MISSES Toni Prahasto*, Dema Wikatama Jurusan
Gambar 1.1. Ilustrasi bagian-bagian sendi panggul (Amirouche dan Solitro, 2011)
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sendi panggul atau acetabulofemoral joint adalah sendi yang menghubungkan tulang paha (femur) dengan tulang panggul (pelvis) pada bagian acetabulum. Sendi panggul merupakan
BAB I PENDAHULUAN. terciptanya suatu sistem pemipaan yang memiliki kualitas yang baik. dan efisien. Pada industri yang menggunakan pipa sebagai bagian
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi mendorong terciptanya suatu sistem pemipaan yang memiliki kualitas yang baik dan efisien. Pada industri yang menggunakan
LAPORAN TUGAS AKHIR PERHITUNGAN KEAUSAN CYLINDER DAN PLATE PADA SISTEM SLIDING CONTACT MENGGUNAKAN UPDATED GEOMETRY
LAPORAN TUGAS AKHIR PERHITUNGAN KEAUSAN CYLINDER DAN PLATE PADA SISTEM SLIDING CONTACT MENGGUNAKAN UPDATED GEOMETRY Diajukan Sebagai Salah Satu Tugas dan Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana (S-1) Disusun
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. A. Tinjauan Umum
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Umum Sebelum tahun 1920-an, desain perkerasan pada dasarnya adalah penentuan ketebalan bahan berlapis yang akan memberikan kekuatan dan perlindungan untuk tanah dasar
BAB I PENDAHULUAN. (a) (b) (c)
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Dalam kehidupan sehari-hari manusia sangat bergantung pada peralatan mekanik, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun kebutuhan industri. Ketika peralatan mekanik
Analisa Pengaruh Desain Gritcone terhadap Pola Patahan Gritcone pada Vertical Roller Mill dengan simulasi Explicit Dynamic (LS-DYNA)
JURNAL TEKNIK ITS Vol. 6, No. 1, (2017) ISSN: 2337-3539 (2301-9271 Print) F 65 Analisa Pengaruh Desain Gritcone terhadap Pola Patahan Gritcone pada Vertical Roller Mill dengan simulasi Explicit Dynamic
SUSTAINABLE PRODUCT DEVELOPMENT FOR SHIP DESIGN USING FINITE ELEMENT APLICATION AND PUGH S CONCEPT SELECTION METHOD
SUSTAINABLE PRODUCT DEVELOPMENT FOR SHIP DESIGN USING FINITE ELEMENT APLICATION AND PUGH S CONCEPT SELECTION METHOD Case study: Deciding the Optimum Ship Bow Design Willyanto Anggono 1), La Ode M. Gafaruddin
Analisis Kekuatan dan Deformasi Piston Mesin Bensin-Bio Etanol dan Gas dengan Injeksi Langsung untuk Kendaraan Nasional dengan Simulasi Numerik
Analisis Kekuatan dan Deformasi Piston Mesin Bensin-Bio Etanol dan Gas dengan Injeksi Langsung untuk Kendaraan Nasional dengan Simulasi Numerik Oleh : Moch. Wahyu Kurniawan 219172 Jurusan Teknik Mesin
BAB 3 MODEL ELEMEN HINGGA
BAB 3 MODEL ELEMEN HINGGA Bab 3 Model Elemen Hingga Pemodelan numerik tumbukan tabung bujursangkar dilakukan dengan menggunakan LS-Dyna. Perangkat lunak ini biasa digunakan untuk mensimulasikan peristiwa-peristiwa
ANALISA PENGARUH TEBAL DAN GEOMETRI SPOKE BERBENTUK BELAH KETUPAT PADA BAN TANPA UDARA TERHADAP KEKAKUAN RADIAL DAN LATERAL
JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 2, No. 1, (2013) ISSN: 2337-3539 (2301-9271 Print) 1 ANALISA PENGARUH TEBAL DAN GEOMETRI SPOKE BERBENTUK BELAH KETUPAT PADA BAN TANPA UDARA TERHADAP KEKAKUAN RADIAL DAN LATERAL
PERANCANGAN TEKNIS BAUT BATUAN BERDIAMETER 39 mm DENGAN KEKUATAN PENOPANGAN kn LOGO
www.designfreebies.org PERANCANGAN TEKNIS BAUT BATUAN BERDIAMETER 39 mm DENGAN KEKUATAN PENOPANGAN 130-150 kn Latar Belakang Kestabilan batuan Tolok ukur keselamatan kerja di pertambangan bawah tanah Perencanaan
TransformasiTegangan Keadaantegangansecaraumum
TransformasiTegangan Keadaantegangansecaraumum Mekanika Kekuatan Material STTM, 2013 KeadaanTeganganUmum Keadaan tegangan secara umum(3 dimensi) Sebelumnyadianggapteganganarahz (σ x,τ yz danτ xz adalahnol)
Gambar 1. Post Trauma Arthritis [1]
1 Studi Eksperimental Laju Keausan (Specific Wear Rate) antara Ultra High Molecular Weight Polyethylene (UHMWPE) dengan Stainless Steel sebagai Sendi Lutut Buatan (Total Knee Joint Replacement ) Manusia
ANALISIS PENGARUH TEKANAN DAN BEBAN PADA BAN TIPE RADIAL TERHADAP ROLLING RESISTANCE KENDARAAN PENUMPANG
Analisis Pengaruh Tekanan Dan Beban Pada Ban ANALISIS PENGARUH TEKANAN DAN BEBAN PADA BAN TIPE RADIAL TERHADAP ROLLING RESISTANCE KENDARAAN PENUMPANG Budi Setiyana* Departemen Teknik Mesin Universitas
