BAB 4 IMPLEMENTASI SISTEM KOGENERASI

dokumen-dokumen yang mirip
UNIVERSITAS INDONESIA

ABSTRAK. Kata Kunci: Capital Budgeting, Payback Period, Net Present Value, dan Internal Rate of Return. Universitas Kristen Maranatha

BAB I PENDAHULUAN. Dalam dunia usaha yang semakin berkembang saat ini, di mana ditunjukkan

DAFTAR ISI... Halaman ABSTRAKSI.. KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR Latar Belakang Penelitian 1

Bab IV Analisis Kelayakan Investasi

ABSTRAK. Universitas Kristen Marantha. Kata Kunci: Capital Budgeting, Payback Period, Net Present Value, Internal Rate of Return.

A Modal investasi Jumlah (Rp) 1 Tanah Bangunan Peralatan Produksi Biaya Praoperasi*

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

Pertemuan 12 Investasi dan Penganggaran Modal

Metode Penilaian Investasi Pada Aset Riil. Manajemen Investasi

IV. METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. baik agar penambangan yang dilakukan tidak menimbulkan kerugian baik. dari segi materi maupun waktu. Maka dari itu, dengan adanya

STUDI PEMBANGUNAN PLTU KAMBANG 2x100 MW DAN PENGARUHNYA TERHADAP TARIF LISTRIK REGIONAL DI SUMATERA BARAT

3 METODOLOGI 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian 3.2 Alat dan Bahan 3.3 Metode Penelitian 3.4 Metode Pengambilan Responden 3.5 Metode Pengumpulan Data

BAB I PENDAHULUAN. ini tentu akan meningkatkan resiko dari industri pertambangan.

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan dunia usaha dewasa ini ditandai dengan semakin. meningkatnya persaingan yang ketat di berbagai bidang usaha, hal ini

PERBANDINGAN BERBAGAI ALTERNATIF INVESTASI

ANALISIS PEMBANGUNAN PLTU MADURA KAPASITAS 2 X 200 MW SEBAGAI PROGRAM MW PT. PLN BAGI PEMENUHAN KEBUTUHAN LISTRIK DI PULAU MADURA

BAB IV METODOLOGI PENELITIAN. Dari studi kasus penelitian manajemen terintegrasi, sumber energi di

BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH

BAB I PENDAHULUAN. Kondisi suatu pasar yang dapat menjanjikan tingkat profitabilitas yang cukup

Aspek Ekonomi dan Keuangan. Pertemuan 11

DAFTAR ISI. Halaman ABSTRAK... i KATA PENGANTAR... ii DAFTAR ISI... v DAFTAR TABEL... ix DAFTAR GAMBAR... xii

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. konservasi energi listrik untuk perencanaan dan pengendalian pada gedung

ASPEK KEUANGAN. Disiapkan oleh: Bambang Sutrisno, S.E., M.S.M.

PERENCANAAN PENGHEMATAN ENERGI DENGAN SISTEM KOGENERASI / COMBINE HEAT AND POWER (CHP) CAPSTONE MICROTURBINE C-30 DI PT DUA KELINCI

BAB V HASIL ANALISA. dan keekonomian. Analisis ini dilakukan untuk 10 (sepuluh) tahun. batubara merupakan faktor lain yang juga menunjang.

Investasi dalam aktiva tetap

III. METODOLOGI PENELITIAN 3.1 KERANGKA PEMIKIRAN

ABSTRAK. Kata kunci: town house, pasar, teknis, NPV, BCR, IRR, PBP

III. METODE PENELITIAN

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

III. METODE PENELITIAN

BAB V SIMPULAN DAN SARAN. penelitian ini, maka penulis dapat menarik simpulan sebagai berikut:

III. METODOLOGI PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. bersosialisasi. Dalam bersosialisasi, terdapat berbagai macam jenis hubungan yang

MANAJEMEN KEUANGAN CAPITAL BUGDETING

BAB I PENDAHULUAN. Dalam dunia usaha sekarang ini, persaingan yang terjadi semakin ketat.

BAB III LANDASAN TEORI

Penganggaran Modal. Gambaran Umum Penganggaran Modal, Payback Period, Net Present Value, Internal Rate of Return. Nurahasan Wiradjegha, S.E.,M.

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

Capital Budgeting. adalah proses pengambilan keputusan jangka panjang.

listrik di beberapa lokasi/wilayah.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Rantauprapat Kabupaten Labuhanbatu Propinsi Sumatera Utara. Pemilihan lokasi

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

BAB VII ANALISA EKONOMI DAN FINANSIAL

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

KOMPONEN PENENTU HARGA JUAL TENAGA LISTRIK DARI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA UAP BATUBARA SKALA KECIL (PLTU B-SK) Hasan Maksum dan Abdul Rivai

Bab V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB I PENDAHULUAN. Seiring dengan iklim persaingan dalam dunia usaha yang semakin ketat dewasa

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

VIII. ANALISIS FINANSIAL

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

ABSTRAK. Kata kunci: net present value, penganggaran modal, pengambilan keputusan. Universitas Kristen Maranatha

IV METODE PENELITIAN 4.1. Lokasi dan Waktu Penelitian 4.2. Jenis dan Sumber Data 4.3. Metode Pengolahan dan Analisis Data

Oleh: Bayu Permana Indra

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB I PENDAHULUAN. Dengan semakin meningkatnya penggunaan energi sejalan dengan

BAB 14. Keputusan Investasi & Penganggaran Modal. Ekonomi Manajerial Manajemen

Handout Manajemen Keuangan

IV METODOLOGI PENELITIAN

METODE PERBANDINGAN EKONOMI. Pusat Pengembangan Pendidikan - Universitas Gadjah Mada

BAB I PENDAHULUAN. Investasi pada dasarnya merupakan usaha pengalokasian sejumlah modal (uang)

BAB I PENDAHULUAN. Persaingan di dunia bisnis di zaman globalisasi ini kian hari semakin ketat.

Materi 7 Metode Penilaian Investasi

IV. METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. sosial, manusia selalu hidup bersama dengan manusia lainnya. Manusia

III. METODOLOGI PENELITIAN

METODOLOGI PENELITIAN. (Purposive) dengan alasan daerah ini cukup representatif untuk penelitian yang

STUDI KELAYAKAN BISNIS METODE PEMIILIHAN INVESTASI IRR, PI, NPV, DISCOUNT PI

BAB I PENDAHULUAN. agar dapat mempertahankan dan mengembangkan usahanya. Dalam persaingan

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis pada AHASS Pasirkaliki Motor yang

BAB I PENDAHULUAN. Seiring dengan berjalannya waktu, permintaan akan tenaga listrik di Indonesia terus

Studi Pembangunan PLTU 2x60 MW di Kabupaten Pulang Pisau berkaitan dengan Krisis Energi di Kalimantan Tengah

VII. RENCANA KEUANGAN

Metode Penilaian Investasi

BAB VI ASPEK KEUANGAN. melakukan penghitungan net present value serta payback period. Proyeksi keuangan ini dibuat. Tabel 6.

ANALISIS INVESTASI PADA AKTIVA TETAP BERWUJUD

ABSTRACT. Keywords: capital budgeting, expansion, cash flow, auto parts store. vii. Universitas Kristen Maranatha

ANALISIS INVESTASI PADA AKTIVA TETAP BERWUJUD

ABSTRAK Kata Kunci: capital budgeting, dan sensitivity analysis.

ABSTRAK. Kata kunci: capital budgeting, net present value, pengambilan keputusan

BAB IV METODE PENELITIAN. dan data yang diperoleh. Penelitian ini disusun sebagai penelitian induktif yaitu

PEMILIHAN ALTERNATIF POTENSI SUMBER DAYA AIR DI WILAYAH DAS BRANTAS UNTUK DIKEMBANGKAN MENJADI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA AIR (PLTA)

III. METODE PENELITIAN

Tenaga Uap (PLTU). Salah satu jenis pembangkit PLTU yang menjadi. pemerintah untuk mengatasi defisit energi listrik khususnya di Sumatera Utara.

BAB I PENDAHULUAN. Bergesernya pola hidup masyarakat secara global yang semakin hari

Gambar 3. Kerangka pemikiran kajian

III. METODOLOGI PENELITIAN

IV METODE PENELITIAN 4.1 Lokasi dan Waktu Penelitian 4.2 Jenis dan Sumber Data 4.3 Metode Penentuan Narasumber

BAB II LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN. Tujuan perusahaan adalah untuk mencapai keuntungan yang maksimal atau laba

BAB III METODELOGI PENELITIAN. Menurut Surakhmad, (1994: ), metode deskriptif analisis, yaitu metode

BAB I PENDAHULUAN. Dalam persaingan yang semakin ketat dalam dunia usaha dewasa ini,

III. METODE PENELITIAN. Tanaman kehutanan adalah tanaman yang tumbuh di hutan yang berumur

Transkripsi:

24 BAB 4 IMPLEMENTASI SISTEM KOGENERASI 4.1. Metodologi Dalam penelitian ini, mencakup pemilihan sistem kogenerasi dan evaluasi nilai ekonomi. Pemilihan sistem kogenerasi yang diimplementasikan mempertimbangkan parameter teknis dan ekonomi. Parameter teknis yang dimaksud terdiri dari ketersediaan bahan bakar, dan rasio output termal terhadap listrik. Sementara itu, parameter ekonomis terdiri dari biaya investasi, biaya operasi dan pemeliharaan (O&M), biaya bahan bakar, harga energi yang dibeli dan dijual dan revenue dari perdagangan karbon. Pemilihan sistem kogenerasi akan menggunakan dua jenis penggerak mula yaitu turbin gas dan reciprocating machine dengan dua model operasi yaitu produksi mengikuti beban listrik aktual (Electricity Match=EM) serta produksi mengikuti beban termal aktual (Thermal Match=TM). Evaluasi ekonomi kelayakan implementasi sistem kogenerasi akan dilakukan dengan menggunakan Teknik Analisis Anggaran Modal (Budgeting Capital) yang terdiri dari Payback Period (PBD), Net Present Value (NPV) dan Internal Rate of Return (IRR) dan Analisis Resiko dengan menggunakan metode Analisis Sensitivitas. Deskripsi kondisi awal aliran energi di rumah sakit Dharmais, bahwa energi listrik seluruhnya disuplai oleh utililitas publik (PLN), sedangkan suplai energi termal berasal dari hasil pembakaran oleh boiler. Penerangan PLN Listrik Pendingin Utilitas Air Panas BBM Boiler Termal Gambar 4.1. Kondisi Awal Sistem Sterilisasi Laundry 24

25 Implementasi sistem kogenerasi akan menggunakan penggerak mula, jenis turbin gas dan reciprocating machine sebagai perbandingan. Penerangan Listrik Pendingin Gas kogenerasi Utilitas Air Panas Boiler Termal Sterilisasi Laundry Gambar 4.2. Skenario Implementasi Kogenerasi Proses umum dalam pemilihan serta evaluasi rencana implementasi sistem kogenerasi adalah sebagai berikut: 1. Evaluasi parameter teknis: Identifikasi ketersediaan bahan bakar Memilih minimum dua jenis penggerak mula yang mungkin sesuai berdasarkan ketersediaan bahan bakar Menghitung rasio keluaran termal terhadap listrik dari jenis penggerak mula yang dipilih dengan mempertimbangkan karakteristik beban aktual (listrik dan termal) 2. Kapasitas kogenerasi menggunakan dua model operasi Electricity Match (EM) dan Thermal Match (TM) dengan menghitung Produksi energi listrik dan termal Kelebihan energi listrik dan/atau termal Tambahan kebutuhan energi listrik dan/ atau termal 3. Menghitung biaya tahunan dari penggerak mula yang dipilih: Biaya investasi Biaya operasi dan pemeliharaan (O&M) Biaya bahan bakar 25

26 4. Menghitung revenue dari: Potensi penghematan konsumsi energi listrik dan termal pada kondisi awal Kelebihan energi listrik Biaya beban listrik Perdagangan reduksi emisi karbon Biaya bahan bakar 5. Menghitung benefit dengan menguraikan semua biaya-biaya revenue 6. Evaluasi karakteristik ekonomi dengan menggunakan teknik analisis capital budgeting (Payback Period, NPV,IRR) 7. Mengukur resiko ketidakpastian menggunakan Metode Analisis Sensitivitas. Sensitivitas karakteristik ekonomi akan diuji berdasarkan penggerak mula yang dipilih, terhadap pengaruh eskalasi biaya investasi, harga bahan bakar dan tarif listrik. 4.2. Studi Literatur 4.2.1. Perhitungan Rasio Keluaran Termal dan Listrik Sistem kogenerasi dalam penelitian ini menggunakan jenis penggerak mula yang menyesuaikan rasio keluaran termal dan listrik mendekati kebutuhan termal dan listrik aktual di RS Dharmais. Rasio termal terhadap listrik (E tr ) = % keluaran termal/ % keluaran listrik 4.2.2. Metode Annualized Cost Metode Annualized Cost dapat mengevaluasi karakteristik ekonomi berdasarkan total biaya pengeluaran tahunan dan total revenue tahunan. Total biaya pengeluaran tahunan kogenerasi terdiri dari biaya investasi, biaya bahan bakar tahunan, biaya operasi dan pemeliharaan tahunan. Total revenue tahunan terdiri dari revenue dari produksi termal dan produksi listrik, baik dari listrik yang dijual kepada utilitas publik atau listrik yang digunakan oleh pengguna. Revenue tambahan dapat diperoleh dengan terhindarnya dari biaya beban listrik [4]. 26

27 4.2.2.1 Total Biaya Pengeluaran Tahunan Komponen-komponen total biaya pengeluaran tahunan yang dimaksud adalah biaya investasi, biaya bahan bakar dan biaya operasi dan pemeliharaan. Biaya Investasi Biaya investasi tahunan dapat dinyatakan sebagai: I ca = C r (i, n) I c (4.1) dimana Ica adalah biaya investasi tahunan ($), Ic total biaya investasi ($), Cr (i, n) adalah faktor pemulihan modal dengan suku bunga = i, dan n= life time. r ( i, n) n i( 1+ i) ( 1+ i) 1 C (4.2) = n Jika biaya investasi dinyatakan sebagai biaya investasi khusus ($/kw), persamaan (4.1) dapat dimodifikasi sebagai berikut: I ca = C r(i, n) E c I cs (4.3) di mana E c adalah kapasitas output listrik (kw) dan I cs adalah biaya investasi khusus ($/kw). Biaya Bahan Bakar Biaya bahan bakar biasanya dinyatakan dalam dolar per satuan berat atau volume. Oleh karena itu diperlukan mengkonversi dolar biaya bahan bakar per unit energi. Jadi, total biaya bahan bakar tahunan dapat direpresentasikan sebagai: F cta = F c F ac (4.4) dimana F cta adalah total biaya bahan bakar tahunan ($), F c adalah biaya bahan bakar per m 3 ($/m 3 ), dan F ac adalah konsumsi bahan bakar tahunan (m 3 ). Biaya Tetap Operasi dan Pemeliharaan Biaya tetap operasi dan pemeliharaan biasanya terdiri dari biaya tenaga kerja dan biaya pemeliharaan. Biaya ini akan berbeda antara jenis kogenerasi turbin gas dan reciprocating machine misalnya. Biaya pemeliharaan terutama meliputi minyak pelumas, filter, baterai, busi dan perawatan air. Biaya tetap operasi dan pemeliharaan biasanya dinyatakan sebagai biaya operasi dan 27

28 pemeliharaan tertentu dalam dolar per kw per tahun. Oleh karena itu, biaya operasi dan pemeliharaan tahunan dapat dinyatakan sebagai: F com = F scom E C (4.5) mana F com adalah biaya tetap operasi dan pemeliharaan tahunan ($), F scom adalah biaya spesifik tetap O & M per tahun ($/kw). Total biaya pengeluaran tahunan dapat dihitung dengan menjumlahkan biaya investasi (persamaan 4.1), total biaya bahan bakar (persamaan 4.4) dan total biaya tetap operasi dan pemeliharaan (persamaan 4.5). Oleh karena itu, total biaya pengeluaran tahunan (T AC ) dapat dinyatakan sebagai: T AC = I ca + F ctae + F com (4.6) 4.2.2.2. Total Revenue Sistem Kogenerasi Potensi revenue dapat diperoleh dari produksi listrik, produksi termal dan terhindarnya dari biaya beban listrik. Revenue dari produksi listrik terdiri dari pendapatan dari listrik yang dikonsumsi oleh pengguna sistem kogenerasi dan revenue dari listrik yang dijual ke utilitas publik. Revenue Listrik Dari Konsumsi Pengguna Untuk model produksi Electricity Match, seluruh produksi listrik dikonsumsi oleh pengguna, sehingga tidak ada listrik yang dijual ke utilitas publik. Oleh karena itu, untuk model produksi Thermal Match, kemungkinan beberapa energi listrik dijual ke utilitas publik. Jika K a didefinisikan sebagai rasio antara produksi listrik yang dikonsumsi oleh pengguna terhadap total produksi listrik, revenue dari produksi listrik yang dikonsumsi oleh pengguna dapat dinyatakan sebagai: R ec = E h * K a * E p (4.7) 28

29 mana R ec adalah revenue tahunan dari produksi listrik yang dikonsumsi oleh pengguna ($), E h adalah tarif listrik ($/ kwh), dan E p adalah produksi listrik (kwh). Revenue Listrik dari Utilitas Publik Revenue listrik dari utilitas publik tergantung besar tarif penjualan listrik yang ditentukan. Oleh karena itu, revenue dari listrik yang terjual kepada utilitas publik dapat digambarkan sebagai: R ep = R esp B BR (4.8) mana R ep adalah revenue tahunan dari listrik yang dijual kepada utilitas publik ($), dan B BR adalah buy back rate ($ / kwh). Revenue Dari Biaya Beban Listrik Metode untuk menghitung pendapatan biaya beban tidak sederhana, karena tidak hanya tergantung pada faktor kapasitas dan permintaan tarifnya per kw, tetapi juga jumlah padam selama operasi kogenerasi dan kebijakan biaya beban dari utilitas publik. Untuk menyederhanakan ini, diasumsikan bahwa permintaan biaya beban tahunan adalah: D h = 12 A v C f E C D C (4.9) dimana D h adalah permintaan biaya beban tahunan ($), A v adalah faktor ketersediaan (%), C f adalah faktor kapasitas (%), E C adalah kapasitas listrik (kw), dan D C adalah biaya permintaan per kw per bulan ($ / kw). Revenue Dari Produksi Termal Revenue dari produksi termal adalah biaya termal yang dikeluarkan jika pengguna tidak menggunakan kogenerasi, diantaranya terdiri dari biaya investasi, biaya bahan bakar dan biaya O&M dari boiler. Dengan asumsi bahwa biaya investasi dan operasi dan pemeliharaan diabaikan, revenue tahunan dari produksi termal dapat dinyatakan sebagai: R t = (T p F scb ) / η b (4.10) 29

30 mana R t adalah revenue tahunan dari produksi termal ($), T p adalah produksi termal tahunan (kcal), F scb adalah biaya bahan bakar untuk boiler ($/kcal), dan η b adalah efisiensi boiler. Revenue Dari Perdagangan Karbon Revenue dari perdagangan karbon diambil dari perhitungan gas rumah kaca (GHG) emisi baik dari konsumsi bahan bakar fosil, juga dari pembelian listrik dari utilitas publik. Emisi GHG yang dihasilkan dari konsumsi bahan bakar fosil dapat dihitung dengan rumus berikut: GHG ef = F CT C er C orc C occ (4.11) Di mana GHG ef adalah emisi GHG dari konsumsi bahan bakar (k.tons/ tahun), F CT adalah jumlah konsumsi bahan bakar (TJ/ tahun), C er adalah tingkat emisi karbon (ton C/TJ), C orc adalah koefisien laju oksidasi karbon dan C occ adalah koefisien konversi unit CO 2 (ton CO 2 /tons C). Tabel 4.1 menunjukkan koefisien untuk setiap bahan bakar di tahun 1996 direvisi IPCC. Table 4.1 Koefesien Emisi Bahan Bakar [5] Uraian Coal Oil Natural gas Carbon emission rate (tons C/TJ) 27.6 20.0 15.3 Carbon oxidation rate coefficient 0.98 0.99 0.995 CO2 unit conversion coefficient 44/12 44/12 44/12 Sementara itu, emisi GHG yang dihasilkan dari pembelian listrik dari utilitas publik dapat dihitung dengan rumus berikut: GHG ee = GHG er E f (4.12) 30

31 Di mana GHG ee adalah emisi GHG dari pembelian listrik (k.tons/ tahun), GHG er adalah tingkat emisi GHG yang setara dengan emisi GHG yang dihasilkan per unit keluaran (CO 2 /MWh.ton), dan E f listrik yang dihasilkan adalah keluaran (MWh/ tahun). Total GHG emisi (GHG e ) diperoleh: GHG e = GHG ef + GHG ee (4.13) Revenue dari perdagangan emisi karbon dihitung dengan menggunakan rumus berikut: R ghge = GHG e GHG ap (4.14) dimana R ghge adalah revenue dari perdagangan emisi GHG ($) dan GHG ap adalah harga pengurangan GHG ($/ton CO2) Jadi dari uraian tersebut di atas, total revenue tahunan adalah jumlah dari unsur-unsur revenue yang dijelaskan dalam persamaan (4.13), (4.16), (4.17), (4.19) dan (4,23). Jadi, total pendapatan tahunan dapat dinyatakan sebagai: T AR = R ece + R epe + D h + R te + R ghge (4.15) dimana T AR adalah total revenue tahunan ($), R ece adalah total revenue tahunan dari listrik yang dikonsumsi oleh pengguna ($), R epe adalah total revenue tahunan dari listrik dijual kepada publik utilitas ($), D h adalah total revenue tahunan dari terhindarnya dari biaya beban ($), R te adalah total revenue tahunan dari produksi termal ($), dan R ghge adalah total revenue tahunan dari perdagangan karbon. 4.2.2.3. Total Biaya Penghematan Tahunan Sistem Kogenerasi Total biaya penghematan tahunan didefinisikan sebagai selisih antara jumlah biaya pengeluaran tahunan dan total revenue tahunan. Oleh karena itu: N AS = T AR - T AC (4.16) 31

32 dimana N AS adalah total biaya penghematan ($), T AR adalah total revenue tahunan ($), dan T AC adalah total biaya pengeluaran tahunan ($). Jelas bahwa total penghematan tahunan dalam persamaan (4.16) adalah fungsi dari banyak faktor, seperti: Parameter teknis dan ekonomi kogenerasi, termasuk efisiensi, rasio keluaran termal terhadap listrik, ketersediaan kapasitas unit kogenerasi, usia ekonomis, biaya investasi, biaya operasi & pemeliharaan, dan biaya bahan bakar. Parameter teknis dan ekonomi dari boiler, termasuk efisiensi boiler & usia ekonomis boiler, biaya investasi, dan biaya bahan bakar boiler. Parameter umum, termasuk pola beban listrik dan termal, tarif listrik, inflasi, harga pengurangan gas karbon, biaya beban listrik, tingkat suku bunga, tingkat eskalasi bahan bakar, tingkat eskalasi tarif listrik, dan biaya bahan bakar boiler. 4.2.3. Teknik Analisis Capital Budgeting Dalam rangka untuk menilai apakah suatu proyek dapat diterima atau tidak, teknik analisis capital budgeting dapat digunakan. Analisis utama dilakukan terhadap payback period (PBP), net present value (NPV) dan internal rate of return (IRR). 4.2.3.1. Payback Period (PBP) Payback period biasanya digunakan untuk mengevaluasi usulan investasi. Payback period adalah jumlah waktu yang diperlukan bagi perusahaan untuk mengembalikan investasi awal dalam suatu proyek, yang dihitung sebagai kas masuk. Dalam kasus sebuah anuitas, payback period dapat diketahui dengan membagi investasi awal: Initial investment cost PBP = (4.17) Annual cash inflows Jika PBP kurang dari maksimum PBP yang diterima, proyek akan diterima Jika PBP lebih besar daripada PBP yang diterima, proyek akan ditolak 32

33 Jangka waktu PBP maksimum yang diterima ditentukan oleh manajemen. Nilai ini ditetapkan secara subyektif berdasarkan sejumlah faktor, termasuk jenis proyek (ekspansi, penggantian, pembaharuan), risiko proyek dan hubungan antara PBP dan nilai saham. 4.2.3.2. Net Present Value (NPV) Net Present Value (NPV) dihitung dengan mengurangi investasi awal proyek (CF o ) dari nilai sekarang dari arus kas masuk (CF t ) pada tingkat suku bunga (i). NPV = nilai sekarang kas masuk - Initial investasi NPV N = CF t t=1 (1 + i) CF o (4.18) Bila NPV digunakan untuk membuat keputusan diterima-ditolak, kriteria keputusan adalah sebagai berikut:, Jika NPV lebih besar dari 0, proyek diterima Jika NPV kurang dari 0, proyek ditolak Jika NPV lebih besar dari 0, perusahaan akan mendapatkan pengembalian lebih besar dari biaya modal. 4.2.3.3. Internal Rate of Return (IRR) IRR adalah tingkat sukiu bunga yang menghasilkan nilai NPV sama dengan nol (karena nilai sekarang dari arus kas masuk sama dengan investasi awal). N 0 = CF (1 + i t t =1 ) CFo N CF (1 + i = t t =1 ) CFo (4.19) 33

34 Apabila IRR digunakan untuk membuat keputusan diterima-ditolak, kriteria keputusan adalah sebagai berikut: Jika IRR lebih besar dari biaya modal, proyek diterima Jika IRR lebih kecil dari biaya modal, proyek ditolak 4.3 Pengumpulan Data Data yang dikumpulkan berupa data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh secara langsung dari orang yang bertanggung jawab dan pekerja terkait. Data primer ini diperoleh dari pengamatan dan wawancara. Data sekunder diperoleh dari dokumen yang disediakan oleh perusahaan seperti profil perusahaan dan laporan tahunan perusahaan juga berasal dari sumber-sumber internet. Data dan informasi yang diperlukan sebagai parameter untuk evaluasi sistem kogenerasi ini sebagai berikut: Tabel 4.2. Data Boiler RS Dharmais Jenis Type Fuel Capacity Jumlah Sumber Boiler Api DK-08 / 90-2 HSD 2 ton/ jam 2 unit survei Effisiensi = 80% Tabel 4.3. Data Teknis Informasi Nilai Unit Sumber Nilai Kalori Gas 38 MJ/m 3 literatur Nilai Kalori HSD 11.000 kcal/kg literatur Kapasitas PLN 3.000 kva survei Densiti HSD 0,96 kg/liter literatur 34

35 Table 4.4 Konsumsi Listrik Bulan Nop.2008 s.d Okt 2009 Bulan Tahun LWBP WBP TOTAL (kwh) (kwh) (kwh) November 2008 707.320 130.400 837.720 Desember 2008 587.920 109.560 697.480 Januari 2009 669.840 163.200 833.040 Februari 2009 544.640 67.080 611.720 Maret 2009 518.680 97.200 615.880 April 2009 644.880 123.040 767.920 Mei 2009 646.800 121.480 768.280 Juni 2009 660.960 122.880 783.840 Juli 2009 662.880 124.800 787.680 Agustus 2009 672.560 123.760 796.320 September 2009 696.920 130.360 827.280 Oktober 2009 664.160 124.640 788.800 Total konsumsi listrik pertahun : 9.115.960 Table 4.5. Data Ekonomi Data dan Informasi Nilai Unit Sumber Konsumsi Listrik 9.115.960 kwh /tahun Survei Konsumsi Termal 7,96 TJ/ tahun Survei Konsumsi HSD 184.320 liter / tahun Survei Tarif Pembelian Listrik 0.059 US$/ kwh Survei Tarif Penjualan Listrik 0,06 US$/ kwh Literatur Biaya Beban 37 US$/tahun Survei Biaya Pengurangan Emisi GHG 10 US$/ ton CO 2 Literatur Harga Solar (HSD) 0.89 US$ / liter Literatur Harga Gas 0.18 US$ / m 3 Literatur Keterangan : 1 US$ = Rp. 9.500 35

36 4.4. Evaluasi 4.4.1. Evaluasi Karakteristik Beban Tabel 4.6 Karakteristik Beban Listrik dan Termal No Jam Beban Listrik (kw e ) Beban Termal (kw th ) 1 00:00-01:00 926 92 2 01:00-02:00 919 43 3 02:00-03:00 904 74 4 03:00-04:00 904 76 5 04:00-05:00 905 189 6 05:00-06:00 899 368 7 06:00-07:00 946 334 8 07:00-08:00 1.041 383 9 08:00-09:00 1.139 258 10 09:00-10:00 1.190 408 11 10:00-11:00 1.229 460 12 11:00-12:00 1.243 357 13 12:00-13:00 1.245 265 14 13:00-14:00 1.226 368 15 14:00-15:00 1.198 265 16 15:00-16:00 1.203 282 17 16:00-17:00 1.095 357 18 17:00-18:00 1.019 259 19 18:00-19:00 1.015 306 20 19:00-20:00 996 243 21 20:00-21:00 986 339 22 21:00-22:00 978 166 23 22:00-23:00 955 86 24 23:00-00:00 949 79 Dari tabel di atas, karakteristik beban listrik dan termal dapat dibuat dan ditunjukkan dalam Gambar 4.3 dan 4.4. 36

37 Beban Listrik (kwe) 1.300 1.250 1.200 1.150 1.100 kw 1.050 1.000 950 900 850 800 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 Waktu (jam) Gambar 4.3. Karakteristik Beban Listrik Beban Termal(kWth) 500 450 400 350 300 kwth 250 200 150 100 50 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 Waktu (jam) Gambar 4.4. Karakteristik Beban Termal Berdasarkan kedua kakarteristik beban diatas, kebutuhan untuk listrik rata-rata 1.401 kw e, sedangkan kebutuhan untuk termal rata-rata 252 kw th. 4.4.2. Perhitungan Rasio Termal Terhadap Listrik Dengan menggunakan rumus 3.2 dan tabel 3.1, perbandingan termal terhadap listrik sesuai spesifikasi jenis penggerak mula yang dipilih sebagai berikut: Kogenerasi Turbin Gas (Alstom Hurricane 1.630 kw) E tr = 50/ 35 = 1,4 Kogenerasi Reciprocating Machine E tr = 44,5/ 40,4= 1,1 37