BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDAHULUAN. 2.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

Studi Perancangan Suatu Multiplace Chamber Rectangular Untuk Terapi Oksigen Hiperbarik

BAB I PENDAHULUAN. Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi. mendorong terciptanya suatu produk dan memiliki kualitas yang baik.

BUKU KEGIATAN PEMBELAJARAN MAHASISWA D3 KEPERWATAN JALUR REGULER & NON REGULER KESEHATAN PENYELAMAN & HIPERBARIK TA. 2015/2016 GENAP SEMESTER IV

TUGAS AKHIR. Tugas Akhir ini Disusun Guna Memperoleh Gelar Sarjana Strata Satu. Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik

BAB I PENDAHULUAN. Seiring perkembangan jaman, kemajuan disegala bidang dapat terlihat dan

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG

ABSTRAK FISIOLOGI DAN MANFAAT HIPERBARIK (STUDI PUSTAKA)

Jasa Desain Mesin Autodesk Inventor Malang

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Transportasi merupakan salah satu sarana yang digunakan oleh manusia

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

III. METODELOGI. satunya adalah menggunakan metode elemen hingga (Finite Elemen Methods,

BAB I PENDAHULUAN. dan efisien.pada industri yang menggunakan pipa sebagai bagian. dari sistem kerja dari alat yang akan digunakan seperti yang ada

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. I.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. terciptanya suatu sistem pemipaan yang memiliki kualitas yang baik. dan efisien. Pada industri yang menggunakan pipa sebagai bagian

MUHAMMAD SYAHID THONTHOWI NIM.

BAB I PENDAHULUAN. pelayanan medis pada sarana kesehatan. Jenis Gas Medis yang dapat digunakan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Periodontitis adalah penyakit radang jaringan pendukung gigi yang

PERANCANGAN TEMPAT TIDUR PASIEN BERBAHAN ALUMUNIUM MENGGUNAKAN CAD. Jl. Grafika No.2, Yogyakarta

BAB 1 PENDAHULUAN. kelancaran serta kemudahan bagi pemakai jalan dalam berlalu lintas, maka

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Istimewa Yogyakarta pada khususnya semakin meningkat. Populasi penduduk

BAB I PENDAHULUAN. menyerang perempuan. Di Indonesia, data Global Burden Of Center pada tahun

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN

BAB I PENDAHULUAN. alternatif oleh masyarakat pada umumnya, menjadi sesuatu yang positif dalam

Analisis Pengaruh Penambahan Serat Kawat Berkait Pada Beton Mutu Tinggi Berdasarkan Optimasi Diameter Serat BAB I PENDAHULUAN

TERAPI OKSIGEN HIPERBARIK BAGI PENDERITA AUTIS. Widiyanto Dosen Jurusan Pendidikan Kesehatan dan Rekreasi FIK UNY

BAB I PENDAHULUAN. yang disebabkan oleh adanya penyempitan arteri koroner, penurunan aliran darah

YUNANTO KURNIAWAN D

BAB I PENDAHULUAN. pesat dan berkembang dari segala bidang khususnya di negara-negara maju,

Desain Kendaraan Bermotor Roda Tiga Sebagai Alat Bantu Transportasi Bagi Penyandang Disabilitas

BAB IV KRSIMPULAN, BATASAN DAN ANGGAPAN

BAB I PENDAHULUAN. I.1. Latar Belakang. Peningkatan jumlah penduduk di Indonesia sekarang ini semakin meningkat

BAB I PENDAHULUAN. Dalam skala besar, proses pemindahan air tidak mungkin dilakukan secara

BAB 1 PENDAHULUAN. akan pengelolaan informasi yang akurat. digunakan untuk pengelolaan data-data organisasi. Dalam sistem basis data

BAB I PENDAHULUAN. Dalam upaya untuk dapat memperoleh desain konstruksi baja yang lebih

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang


Gambar 1.1. Sambungan hip (hip joint) pada manusia [1].

Gambar 1.1. Susunan ruas tulang belakang manusia (Mow dan Hayes, 1997).

BAB I PENDAHULUAN. Ekstrusi merupakan salah satu proses yang banyak digunakan dalam

BAB I PENDAHULUAN. Tabel 1 perbandingan bahan Sifat Beton Baja Kayu. Homogen / Heterogen Homogen Homogen Isotrop / Anisotrop Isotrop Isotrop Anisotrop

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. pengkajian dan penelitian masalah bahan bangunan masih terus dilakukan. Oleh karena

BAB I PENDAHULUAN. konstruksi untuk atap, jembatan, menara atau bangunan tinggi lainnya. Bentuk

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Perkembangan teknologi dan kemajuan industri yang semakin berkembang pesat memacu peningkatan

2015 PUSAT REHABILITASI KORBAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA PRIA

BAB I PENDAHULUAN. yang ada di bawahnya dari panas,hujan, angin, dan benda-benda lain yang bisa

Sumber :

BAB I PENDAHULUAN. Tabel 1.1 Besaran dan peningkatan rata-rata konsumsi bahan bakar dunia (IEA, 2014)

BAB I PENDAHULUAN. dengan ilmu rekayasa struktur dalam bidang teknik sipil. Perkembangan ini

BAB I PENDAHULUAN. tidak dapat diramalkan kapan terjadi dan berapa besarnya, serta akan menimbulkan

ANALISIS KAPASITAS TEKAN PROFIL-C BAJA CANAI DINGIN MENGGUNAKAN SNI 7971:2013 DAN AISI 2002

BAB I PENDAHULUAN. Bangunan tinggi berkaitan erat dengan masalah kota, Permasalahan kota

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. ekonomis. Oleh karena itu, pemeliharaan kesehatan merupakan suatu upaya. pemeriksaan, pengobatan atau perawatan di rumah sakit.

BAB II LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN. bahan terpenting dalam pembuatan struktur bangunan modern, khususnya dalam

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. yang penting dalam kehidupan sehari-hari. Ada beberapa fungsi dari komputer, yaitu

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA TINJAUAN PUSTAKA

Gas Medis di Rumah Sakit

BAB I PENDAHULUAN. pesat, terutama terjadi di daerah perkotaan. Seiring dengan hal tersebut,

BAB I PENDAHULUAN. terkecuali di Indonesia. Menipisnya bahan bakar fosil sebagai sumber energi, sistem

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

TUGAS AKHIR MODIFIKASI PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG PT. PERUSAHAAN GAS NEGARA SURABAYA MENGGUNAKAN HEXAGONAL CASTELLATED BEAM PADA BALOK ANAK

BAB I PENDAHULUAN. alas pada kapal, body pada mobil, atau kendaraan semacamnya, merupakan contoh dari beberapa struktur pelat. Pelat-pelat tersebut

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Produksi Jurusan Teknik Mesin

TINJAUAN KUAT LENTUR RANGKAIAN DINDING PANEL DENGAN PERKUATAN TULANGAN BAMBU YANG MENGGUNAKAN AGREGAT PECAHAN GENTENG

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

PENGARUH KONFIGURASI RANGKA DAN OPTIMASI PROFIL TERHADAP KINERJA PADA STRUKTUR JEMBATAN RANGKA BAJA

BAB I PENDAHULUAN. satu dengan mesin yaitu turbin gas, mesin pendingin dan macam lainnya.

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR KONSTRUKSI SUB SEKTOR BANGUNAN GEDUNG EDISI 2011 JURU UKUR BANGUNAN GEDUNG

BAB I PENDAHULUAN. tarik yang tinggi namun kuat tekan yang rendah.kedua jenis bahan ini dapat. bekerja sama dengan baik sebagai bahan komposit.

Bab II Ruang Bakar. Bab II Ruang Bakar

Transkripsi:

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Terapi oksigen hiperbarik atau hyperbaric oxygen therapy adalah terapi medis dimana pasien berada dalam suatu ruangan udara bertekanan tinggi (hyperbaric chamber) dan menghirup 100% oksigen yang mana tekanan oksigen tersebut lebih tinggi daripada tekanan udara atmosfir (hingga mencapai 3 ATA) (Oktaria, 2009). Awalnya, terapi ini hanya ditujukan kepada para penyelam terutama angkatan laut yang menderita decompression sickness. Seiring dengan berjalannya waktu, penggunaan HBOT pun semakin meluas seperti untuk mengobati luka bakar, luka pasca operasi, vertigo, stroke, dan lain-lain. Bahkan saat ini, terapi ini mulai banyak digunakan untuk membantu penyembuhan luka akibat diabetes (Oktaria, 2009). Hal tersebut sangat sesuai dengan kondisi masyarakat Indonesia yang mana jumlah penderita diabetesnya menempati peringkat 7 dunia (IDF, 2014). Dan pemakaiannya semakin populer sebagai terapi kebugaran tubuh serta untuk kecantikan yang bertujuan memberikan efek tampil awet muda (Oktaria, 2009). Di Indonesia, jumlah alat HBOT dapat dikatakan sangat terbatas. Hal ini mengingat hanya beberapa rumah sakit besar di wilayah tertentu yang memilikinya seperti di RS PT Arun, Aceh; RSAL Dr Midiyatos, Tanjung Pinang; RSAL Dr Mintohardjo, Jakarta; RS Pertamina Cilacap; RS Panti Waluyo, Solo; Lakesla TNI AL, Surabaya; RSU Sanglah, Denpasar; RS Pertamina Balikpapan; RS Gunung Wenang, Manado; RSU Makasar; RSAL Halong, Ambon; dan RS Petromer, Sorong (Oktaria, 2009). Terbatasnya alat HBOT diduga karena sebagian besar alat terapi ini masih diimpor dari luar negeri dan harganya sangat mahal. Padahal kontribusi terapi HBOT kepada kesehatan masyarakat luas telah terbukti ampuh sebagai terapi penunjang (selain terapi obat oleh dokter). Hal ini 1

menunjukkan bahwa alat HBOT sangat mendesak untuk dapat diproduksi dan dikembangkan secara mandiri. Pada umumnya, alat HBOT yang banyak dijumpai terdiri dari chamber, sistem kontrol, kompresor, dan tabung oksigen. Dari berbagai komponen yang ada, chamber merupakan komponen yang paling penting untuk diperhatikan. Terdapat dua jenis chamber, yaitu monoplace chamber dan multiplace chamber. Pada monoplace chamber, ruangan hiperbarik hanya digunakan untuk terapi satu orang pasien (Mortensen, 2008). Terapi dilaksanakan dengan memasukkan 100% oksigen ke dalam ruangan tersebut. Dalam hal ini, pasien dapat bernafas dengan bebas tanpa menggunakan masker. Sedangkan pada multiplace chamber, ruangan hiperbarik digunakan untuk lebih dari satu orang pasien dengan masing-masing pasien menggunakan masker atau penutup kepala (helm) untuk keperluan suplai oksigen bertekanan (Mortensen, 2008). Kebanyakan alat HBOT tipe multiplace yang ada di rumah sakit adalah bersifat non-transportable atau tidak bisa dipindahkan. Oleh karena itu, diperlukan adanya kemampuan hyperbaric chamber yang transportable sehingga terapi ini dapat dilakukan di luar rumah sakit bila terdapat pasien yang memiliki keadaan darurat. Untuk dapat mengembangkan hyperbaric chamber transportable maka diperlukan beberapa kajian guna memperoleh suatu desain ruangan hiperbarik yang repersentatif. Adapun kajian tersebut meliputi kekuatan konstruksi pada bentuk chamber, tingkat kenyamanan pasien, serta proses manufaktur dari bentuk ruangan hiperbarik. Perancangan desain awal chamber tipe multiplace sebelumnya telah dilakukan oleh Putro (2015) dalam tugas akhirnya yang mana juga merupakan salah satu rangkaian dari kegiatan penelitian skema RAPID 2014. Kegiatan penelitian berkelanjutan ini dilakukan selama 3 tahun dan terbagi menjadi 3 step. Adapun Road map atau skema penelitian RAPID 2014 dapat dilihat pada gambar di bawah ini. 2

Gambar 1.1 Road Map Penelitian RAPID HBOT Pada tugas akhir ini, penelitian masih difokuskan pada step 1 pada bagian sistem Finite Element Design Simulation dengan mengembangkan dan memodifikasi desain awal chamber (Preliminary II) yang dirancang oleh Putro (2015). Pengembangan dan modifikasi kali ini lebih menitikberatkan pada bentuk kerangka profil atau penguat chamber yang terdapat pada Desain Preliminary II yang mana masih menggunakan jenis profil H yang tersedia di pasaran. Hal ini dilakukan guna mengurangi bobot chamber yang diduga akibat penggunaan kerangka profil H itu sendiri sehingga perlu dilakukan modifikasi dengan menggunakan profil yang di-custom. Meskipun akan menambah beban pada proses manufaktur, akan tetapi jika ditinjau dari sisi harga akan relatif lebih murah jika dibandingkan dengan profil yang tersedia di pasaran. Pembuatan profil kerangka baja dengan pengerjaan custom dipandang sangat efisien karena dapat menghemat angka pengeluaran untuk pembelian material. Hal ini sangat penting karena suatu desain atau rancangan yang sempurna tidak hanya 3

mempertimbangkan kekuatan dan keamanan, akan tetapi juga mempertimbangkan nilai ekonomis dalam pembuatannya. Selain itu, ukuran dari baja profil juga dapat dibuat sesuai dengan kebutuhan.. Secara keseluruhan, chamber mempunyai bentuk yang kompleks. Melihat tingkat kompleksitas yang tinggi serta keterbatasan perhitungan dan alat dalam melakukan analisis, diperlukan tool untuk memecahkan permasalahan analisis yang dimaksud untuk penyelesaian yang lebih efisien. Adapun analisis menggunakan software Finite Element Analysis (FEA) Simulia Abaqus 6.11. 1.2 Rumusan Masalah Seperti yang telah disebutkan di atas, bahwa penggunaan kerangka profil baja H pada Preliminary Desain Chamber dipandang masih terlalu berat untuk hyperbaric chamber yang bersifat transportable. Oleh karena itu, diperlukan suatu modifikasi dan custom-isasi terhadap kerangka profil baja yang akan digunakan untuk chamber sehingga diharapkan menghasilkan suatu chamber dengan bobot yang ringan. Sehingga, rumusan permasalahan yang akan dipecahkan melalui penelitian ini adalah: 1. Diperlukan modifikasi rancangan ruangan hiperbarik dengan kerangka profil baja yang kuat dan ringan untuk support chamber sehingga mengoptimalkan penggunaan material (ekonomis). 2. Desain konstruksi yang dibuat memiliki kemudahan dalam manufaktur (manufacturability). 3. Diperlukan suatu investigasi numerik dalam menganalisis kekuatan chamber untuk menahan tekanan internal mengingat desain konstruksi yang sangat kompleks. 1.3 Batasan Masalah Batasan masalah dalam tugas akhir ini meliputi: Studi numerik dilakukan pada suatu desain ruangan hiperbarik multiplace yang berbentuk rectangular (penampang persegi). Kapasitas ruangan hiperbarik yang dirancang adalah untuk 6 pasien dan 1 perawat. 4

Kajian numerik FEA menggunakan bantuan paket software Simulia Abaqus. Tekanan internal yang bekerja pada chamber maksimum 3 ATA (3 kali atmosfir normal) dengan faktor keamanan 2. Hasil simulasi FEA ditampilkan dalam bentuk gambar berupa kontur tegangan yang terjadi pada chamber kemudian membandingkan tegangan maksimum yang terjadi serta bobot chamber. 1.4 Tujuan Penelitian Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah: Memperoleh suatu desain chamber yang teruji kuat dan aman dalam menahan tekanan terapi saat dioperasikan. Menghasilkan desain chamber yang juga memiliki bobot seringan mungkin sehingga dapat menghemat penggunaan material (lebih ekonomis) dan mudah untuk dipindahkan. Menghasilkan desain chamber yang memiliki kemudahan dalam manufaktur (manufacturability). Membandingkan hasil desain chamber dari yang sebelumnya berdasarkan kekuatan dan bobot yang dimiliki. 1.5 Manfaat Penelitian Manfaat yang diharapkan dari hasil penelitian ini adalah memperoleh suatu desain hyperbaric chamber dengan bobot yang lebih ringan dari yang sebelumnya dan memiliki kemudahan manufaktur serta teruji aman untuk menahan tekanan maksimum 3 ATA. 5

1.6 Sistematika Penulisan Tugas akhir ini disusun dalam enam bab sebagai berikut: 1. Bab I Pendahuluan Berisi latar belakang masalah, rumusan masalah, batasan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan sistematika penulisan. 2. Bab II Tinjauan Pustaka Menguraikan penelitian-penelitian mengenai sejarah alat HBOT, desain alat HBOT yang sudah ada, desain awal hiperbarik chamber yaitu Preliminary I dan Preliminary II. 3. Bab III Landasan Teori Memberikan gambaran tentang teori terapi oksigen hiperbarik, pemilihan material, faktor keamanan, perancangan manual rectangular chamber, persamaan dasar pada metode elemen hingga, serta pengenalan software komputasi metode elemen hingga. 4. Bab IV Metodologi Penelitian Metodologi penelitian berisi tentang sistematika perancangan, perancangan ruangan hiperbarik dan prosedur perancangan menggunakan software komputasi metode elemen hingga (FEM). 5. Bab V Hasil dan Pembahasan Membahas hasil simulasi desain chamber dan perbandingannya dengan hasil desain yang sudah dibuat sebelumnya (Preliminary II) 6. Bab VI Penutup Berisi kesimpulan penelitian dan saran untuk penelitian selanjutnya. 6