PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG JAHE MERAH

dokumen-dokumen yang mirip
BAB III MATERI DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 10 Maret 28 April 2016 di CV.

BAB III MATERI DAN METODE. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan September - Desember 2015 di

Kususiyah, Urip Santoso, dan Debi Irawan. Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu

PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG JAHE MERAH (Zingiber officinale var. RUBRUM) DALAM RANSUM TERHADAP PERFORMANS PUBERTAS AYAM KAMPUNG

BAB III MATERI DAN METODE. hijau terhadap bobot relatif dan panjang organ pencernaan itik Magelang jantan

PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG JAHE MERAH (Zingiber officinale var Rubrum) DALAM RANSUM TERHADAP PEFORMANS AYAM KAMPUNG PERIODE LAYER

BAB III MATERI DAN METODE. Penelitian dengan judul Pengaruh Penambahan Kunyit dan Jahe Dalam

HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB III MATERI DAN METODE. Merah (Hylocereus polyrhizus) terhadap Performa Burung Puyuh Betina Umur 16

DAFTAR ISI HALAMAN SAMPUL LUAR HALAMAN SAMPUL DALAM LEMBAR PENGESAHAN

PENGGUNAAN POLLARD DENGAN ASAM AMINO SINTESIS DALAM PAKAN AYAM PETELUR TERHADAP UPAYA PENINGKATAN KUALITAS FISIK TELUR

BAB III METODE PENELITIAN. Alat yang digunakan dalam penelitian ini dapat dilihat pada Tabel 4. Tabel 4. Alat yang Digunakan dalam Penelitian.

Pengaruh Imbangan Energi dan Protein Ransum terhadap Energi Metabolis dan Retensi Nitrogen Ayam Broiler

PENGARUH PENGGUNAAN KUNYIT DALAM RANSUM TERHADAP PERFORMANS AYAM PEDAGING

MATERI DAN METODE. Penelitian ini telah dilakukan pada bulan Februari sampai dengan Maret

BAB III METODE PENELITIAN. energi metabolis dilakukan pada bulan Juli Agustus 2012 di Laboratorium Ilmu

BAB III MATERI DAN METODE. Laut (Gracilaria verrucosa) terhadapproduksi Karkas Puyuh (Cotunix cotunix

SURYA AGRITAMA Volume 4 Nomor 1 Maret 2015

PENGARUH PENAMBAHAN ECENG GONDOK (Eichornia crassipes) FERMENTASI DALAM RANSUM TERHADAP PRODUKSI TELUR ITIK TEGAL

BAB III MATERI DAN METODE. Penelitian tentang pemanfaatan tepung olahan biji alpukat sebagai

Animal Agriculture Journal, Vol. 2. No. 1, 2013, p Online at :

PENGARUH PEMBERIAN TEPUNG DAUN KATUK (Sauropus androgynus (L.) Merr.) DALAM RANSUM TERHADAP KUALITAS TELUR ITIK LOKAL SKRIPSI LILI SURYANINGSIH

BAB III MATERI DAN METODE. 10 minggu dilaksanakan pada bulan November 2016 Januari 2017 di kandang

(The Effect of Using Ginger Powder Emprit in The Diet on Passage Rate and Feed Digestibility Native Chicken Old 12 Weeks)

Kualitas Telur Pertama Burung Puyuh (Coturnix coturnix javonica) Dengan PemberianTepung Daun Pepaya (Carica papaya L) Dalam Ransum

Mutu Telur Asin Desa Kelayu Selong Lombok Timur yang Dibungkus dalam Abu Gosok Dan Tanah Liat

PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG JAHE MERAH DALAM RANSUM TERHADAP BOBOT BADAN DAN UKURAN TUBUH AYAM KAMPUNG PERIODE PERTUMBUHAN (UMUR MINGGU) SKRIPSI

Pengaruh Penambahan Tepung Kunyit...Rafinzyah Umay Adha

BAB III MATERI DAN METODE. Penelitian tentang pengaruh penggunaan tepung daun katuk (Sauropus

LEMBAR PERSETUJUAN ARTIKEL. PENGARUH PEMBERIAN TEPUNG DAUN ECENG GONDOK (Eichornia crassipes) TERHADAP KUALITAS TELUR PUYUH

MATERI DAN METODE. Lokasi dan Waktu. Materi

Ali, S., D. Sunarti dan L.D. Mahfudz* Program Studi S-1 Peternakan Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro Semarang

EFFECT OF ADDITION RED GINGER EXTRACT (Zingiber officinale var Rubrum) of BROILER DUCK CARCASS QUALITY

BAB III MATERI DAN METODE. Februari 2017 di kandang, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas

MATERI DAN METODE. Materi

BAB III MATERI DAN METODE. Penelitian dengan judul Pengaruh Penggunaan Gathot (Ketela

Pengaruh Lumpur Sawit Fermentasi dalam Ransum Terhadap Performa Ayam Kampung Periode Grower

BAB III MATERI DAN METODE. Penelitian dilaksanakan pada bulan November sampai Desember 2013 di

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan pada April 2015 bertempat di Desa Tegal Sari,

PENGARUH PENAMBAHAN ASAM SITRAT DALAM RANSUM SEBAGAI ACIDIFIER TERHADAP KECERNAAN PROTEIN DAN BOBOT BADAN AKHIR PADA ITIK JANTAN LOKAL

Pengaruh Penggunaan...Trisno Marojahan Aruan

BAB III MATERI DAN METODE. protein berbeda pada ayam lokal persilangan selama 2 10 minggu dilaksanakan

Yunilas* *) Staf Pengajar Prog. Studi Peternakan, FP USU.

BAB III METODE PENELITIAN

PENGARUH PERENDAMAN NaOH DAN PEREBUSAN BIJI SORGHUM TERHADAP KINERJA BROILER

PENGARUH PEMBERIAN TEPUNG AMPAS TAHU DI DALAM RANSUM TERHADAP BOBOT POTONG, BOBOT KARKAS DAN INCOME OVER FEED COST AYAM SENTUL

,Vol. 32, No. 1 Maret 2014

PENGARUH PEMBERIAN PAKAN BEBAS PILIH (Free choice feeding) TERHADAP PERFORMANS PRODUKSI TELUR BURUNG PUYUH (Coturnix coturnix japonica)

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Tabel 9. Rataan Tebal Cangkang telur puyuh.

Pengaruh Lanjutan Substitusi Ampas Tahu pada Pakan Basal (BR-2) Terhadap Penampilan Ayam Broiler Umur 4-6 Minggu (Fase Finisher)

STUDI KUALITAS TELUR AYAM RAS DI PASAR TRADISIONAL KOTA MANADO. Hearty Salatnaya

HASIL DAN PEMBAHASAN

PENGARUH PEMBERIAN TEPUNG JAHE MERAH (Zingiber officinale var. rubrum) DALAM RANSUM TERHADAP PRODUKSI TELUR AYAM KAMPUNG UMUR MINGGU ABSTRAK

EFEK PENAMBAHAN TEPUNG KULIT NANAS (Ananas comosus (L) Merr.) DALAM PAKAN TERHADAP JUMLAH TELUR DAN KUALITAS TELUR ITIK

BAB III MATERI DAN METODE. Penelitian tentang Penggunaan Tepung Daun Mengkudu (Morinda

PEMANFAATAN AMPAS SAGU FERMENTASI DAN NON FERMENTASI DALAM RANSUM TERHADAP KARKAS AYAM KAMPUNG (Gallus domesticus) UMUR 12 MINGGU

BAB III MATERI DAN METODE. Penelitian dengan judul Kadar Kolesterol, Trigliserida, HDL dan LDL

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. japanese quail (Coturnix coturnix japonica) mulai masuk ke Amerika. Puyuh terus

KINERJA AYAM KAMPUNG DENGAN RANSUM BERBASIS KONSENTRAT BROILER. Niken Astuti Prodi Peternakan, Fak. Agroindustri, Univ. Mercu Buana Yogyakarta

Gambar 3. Kondisi Kandang yang Digunakan pada Pemeliharaan Puyuh

Animal Agricultural Journal, Vol. 2. No. 2, 2013, p Online at :

Efisiensi penggunaan protein pada puyuh periode produksi yang diberi ransum mengandung tepung daun Kayambang (Salvinia molesta)

III BAHAN DAN METODE. dan masing-masing unit percobaan adalah lima ekor puyuh betina fase produksi.

KUALITAS TELUR AYAM PETELUR YANG MENDAPAT RANSUM PERLAKUAN SUBSTITUSI JAGUNG DENGAN TEPUNG SINGKONG

Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner 2004

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Ayam petelur merupakan ayam yang dipelihara khusus untuk diambil

PengaruhImbanganEnergidan Protein RansumterhadapKecernaanBahanKeringdan Protein KasarpadaAyam Broiler. Oleh

PENGARUH PEMBERIAN PAKAN BEBAS PILIH (Free choice feeding) TERHADAP PERFORMANS AWAL PENELURAN BURUNG PUYUH (Coturnix coturnix japonica)

Animal Agriculture Journal 3(3): , Oktober 2014 On Line at :

HASIL DAN PEMBAHASAN. Kandungan Nutrien

Animal Agricultural Journal, Vol. 1. No. 1, 2012, p Online at :

PENGARUH PEMBERIAN LEVEL PROTEIN-ENERGI RANSUM YANG BERBEDA TERHADAP KUALITAS TELUR AYAM BURAS

PERBEDAAN JUMLAH PEMBERIAN RANSUM HARIAN DAN LEVEL PROTEIN RANSUM TERHADAP KUALITAS TELUR AYAM RAS PETELUR UMUR MINGGU

BAB III MATERI DAN METODE. Pertanian, Universitas Diponegoro pada tanggal 22 Oktober 31 Desember 2013.

PENDAHULUAN. mempunyai potensi yang cukup besar sebagai penghasil telur karena

BAB III MATERI DAN METODE. periode starter terhadap performans pada Ayam Kedu Hitam umur 0-10 Minggu.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. unggas air yang cocok untuk dikembangbiakkan di Indonesia. Sistem

BAB III MATERI DAN METODE. Ransum terhadap Sifat Fisik Daging Puyuh Jantan dilaksanakan bulan Juni

BAB III MATERI DAN METODE. berbeda terhadap tingkah laku burung puyuh petelur, dilaksanakan pada bulan

KADAR KOLESTEROL SERUM DARAH AYAM PETELUR YANG DIBERI AIR REBUSAN DAUN SIRIH SKRIPSI TEFI HARUMAN HANAFIAH

EFEKTIVITAS PEMBERIAN TEPUNG KENCUR

PENGARUH FREKUENSI PENYAJIAN RANSUM YANG BERBEDA TERHADAP PERFORMANS AYAM KAMPUNG SUPER SKRIPSI. Oleh NIANURAISAH

III. BAHAN DAN METODE KERJA. Penelitian ini dilaksanakan pada April 2014, bertempat di Laboratorium

PEMBERIAN JUS BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus) TERHADAP KUALITAS FISIK TELUR BURUNG PUYUH SKRIPSI. Oleh ARIF PUJIYONO

BAB I PENDAHULUAN. susunan asam-asam amino yang lengkap (Fitri, 2007). Produksi telur yang tinggi

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Data hasil perhitungan skor warna kuning telur puyuh disajikan pada Tabel 7.

MATERI DAN METODE Lokasi dan Waktu Materi Ternak Kandang Peralatan dan Perlengkapan Pakan dan Air Minum

TINJAUAN PUSTAKA Karakteristik Puyuh

HASIL DAN PEMBAHASAN. Kandungan Kolesterol Daging, Hati dan Telur Puyuh

BAB III MATERI DAN METODE. Kampung Super dilaksanakan pada bulan Februari sampai April 2016 dikandang

PEMBERIAN RANSUM BERBEDA LEVEL PROTEIN DAN LISIN TERHADAP PEMANFAATAN PROTEIN PADA AYAM KAMPUNG SKRIPSI TAUFIK NURROHMAN

BAB III METODE PENELITIAN. selatan kota Gorontalo. Penelitian berlangsung selama dua bulan mulai dari bulan

Pengaruh Penggunaan Tepung Limbah Udang dalam Ransum terhadap Kualitas Telur Itik

III BAHAN DAN METODE PENELITIAN. Ayam petelur yang digunakan adalah ayam petelur yang berumur 27

I. PENDAHULUAN. Peternakan dan Kesehatan Hewan (2012) menunjukkan bahwa konsumsi telur burung

Afriansyah Nugraha*, Yuli Andriani**, Yuniar Mulyani**

KUALITAS FISIK TELUR AYAM ARAB PETELUR FASE I DENGAN BERBAGAI LEVEL Azolla microphylla

Pengaruh Tingkat Penambahan Tepung Daun Singkong dalam Ransum Komersial terhadap Performa Broiler Strain CP 707

Transkripsi:

Animal Agriculture Journal, Vol. 2. No. 1, 2013, p 377 384 Online at : http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/aaj PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG JAHE MERAH (Zingiber officinale var Rubrum) DALAM RANSUM TERHADAP KUALITAS TELUR AYAM KAMPUNG PERIODE LAYER (EFFECT OF THE ADDITION OF RED GINGER FLOUR IN THE RATION ON THE QUALITY OF NATIVE CHICKEN EGG LAYER PERIOD) H. Witantri, E. Suprijatna, dan W. Sarengat Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro, Semarang ABSTRAK Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung jahe merah dalam ransum terhadap kualitas telur ayam kampung periode layer. Pada penelitian ini menggunakan ayam kampung betina umur 24 minggu sebanyak 100 ekor. Pemeliharan ayam kampung dilakukan pada kandang baterai dari kawat. Susunan ransum yang digunakan terdiri dari T0: ransum kontrol; T1: ransum kontrol + 0,25% tepung jahe merah; T2: ransum kontrol + 0,5% tepung jahe merah; T3: ransum kontrol + 0,75% tepung jahe merah; T4: ransum kontrol + 1% tepung jahe merah. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan rancangan acak kelompok dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah berat telur, indeks telur, tebal cangkang, indeks haugh, indeks kuning telur, indeks putih telur, dan warna kuning telur. Data terkumpul diolah dengan menggunakan analisis ragam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung jahe merah dalam ransum ayam kampung tidak berpengaruh terhadap berat telur, tebal cangkang, indek haugh, indeks kuning telur, dan indeks putih telur, tetapi berpengaruh sangat nyata terhadap warna kuning telur (P<0,01). Rata-rata warna kuning telur T0, T1, T2, T3 dan T4 berturut-turut yaitu 7,79; 7,23; 5,39; 6,44; dan 5,36. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penambahan tepung jahe merah mempengaruhi warna kuning telur yang semakin pucat, penambahan optimal tepung jahe merah pada taraf 0,25%. Kata kunci: ayam kampung, jahe merah, kualitas telur ABSTRAK This study aims to determine effect of the addition of red ginger flour in the ration on the quality of native chicken egg layer period. In this study using female chickens aged 24 weeks, as many as 100 native chickens. Maintenance performed on native chicken battery cages from wire. The composition of the ration used consisted of T0: control ration; T1: control ration + 0,25% ration of red ginger flour; T2: control ration + 0,5% ration of red ginger flour; T3: control ration + 0,75% ration of red ginger flour; T4: control ration + 1% red ginger flour. The experiment was conducted using a randomized block design with 5 treatments and 4 replications. Parameters observed in this study were egg weight, shape index, shell thickness, haugh index, yolk index, albumen index and yolk color. The data collected were processed using analysis of variance. The results showed that the

Animal Agriculture Journal, Vol. 2. No. 1, 2013, halaman 378 addition of red ginger flour in native chicken rations had no effect on egg weight, shape index, shell thickness, haugh index, yolk index, and albumen index, but the effect was highly significant on yolk color (P <0,01). Average yolk color T0, T1, T2, T3 and T4 are respectively 7,79; 7,23; 5,39; 6,44, and 5,36. Based on these results it can be concluded that the addition of red ginger flour affect yolk color increasingly pale, optimal addition of red ginger flour at the level 0,25%. Keywords: native chicken, red ginger, egg quality PENDAHULUAN Dewasa ini, ayam kampung banyak dipelihara secara intensif. Pemeliharaan secara intensif cenderung menjadikan ayam stres. Akibat yang ditimbulkan karena stres menjadikan kondisi tubuh ayam yang menurun. Menurunya kondisi tubuh diikuti penurunan produksi dan produktivitas yang rendah. Untuk menghindari penurunan produksi dibutuhkan asupan pakan yang sesuai dengan kebutuhan. Sehingga mampu meningkatkan produktivitas ayam kampung yang lebih baik. Ransum yang diberikan dengan memperhatikan kebutuhan, tentu saja belum memaksimalkan produktivitas. Untuk itu perlu adanya pakan aditif yang ditambahkan dalam ransum. Pakan aditif yang digunakan dapat berupa produk herbal yang sudah dikenal oleh masyarakat luas. Produk herbal yang digunakan adalah jahe merah (Zingiber Officinale var. Rubrum) yang sudah dikenal sejak jaman dahulu sebagai tanaman obat. Jahe merah diharapkan mampu menggantikan obat non organik. Jahe merah mempunyai manfaat dalam pencernaan, penyerapan dan metabolisme. Disamping itu, jahe merah juga memiliki komponen bioaktif berupa minyak atsiri, oleoresin dan gingerol. Berbagai komponen bioaktif tersebut, disamping memperbaiki produktivitas juga mampu mempengaruhi kualitas produk yang dihasilkan. Minyak atsiri membantu kerja enzim pencernaan sehingga laju pakan meningkat dan seiring dengan laju pertumbuhan maka produksi daging akan naik. Jahe berkhasiat menambah nafsu makan, memperkuat lambung, dan memperbaiki pencernaan. Terangsangnya selaput lendir perut besar dan usus oleh minyak atsiri yang dikeluarkan rimpang jahe, sehingga mengakibatkan lambung menjadi kosong dan ayam akan mengkonsumsi ransum (Harmono dan Andoko, 2005; Setyanto et al., 2012). Dengan kandungan bioaktif yang dimiliki diharapkan mampu meningkatkan kualitas telur ayam kampung. Akan tetapi, belum diketahui seberapa banyak level penambahan tepung jahe merah untuk memperbaiki produktivitas dan kualitas produk. Untuk itu perlu dilakukan penelitian mengenai pengaruhnya jahe merah terhadap kualitas telur, karena telur ayam kampung cenderung lebih diminati sehubungan dengan ransum yang dikonsumsi ayam kampung dan daya tahan tubuhnya yang lebih baik jika dibandingkan dengan ayam ras, sehingga dapat menghasilkan produk telur yang lebih alami karena tidak menggunakan antibiotika. Manfaat yang diperoleh dari penelitian ini adalah memperoleh informasi terhadap level pemberian jahe merah yang optimal.

Animal Agriculture Journal, Vol. 2. No. 1, 2013, halaman 379 MATERI DAN METODE Materi Penelitian Penelitian dilaksanakan pada bulan September hingga November 2012, di Laboratorium Ternak Unggas Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro, Semarang. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah ayam kampung betina berumur 24 minggu sebanyak 100 ekor dengan bobot badan ratarata 1532,25 + 175,92 g. Ransum yang diberikan terdiri dari pollard, bungkil kedelai, tepung ikan, bekatul, jagung kuning, premix, dan jahe merah. Kandungan PK 16,7% dan EM 2721 Kkal/kg. Adapun kandungan nutrien bahan pakan tersebut dapat dilihat pada Tabel 1. Peralatan yang digunakan timbangan digital, kandang baterai, termometer, higrometer, jangka sorong, mikrometer skrup, depth micrometer, kipas warna dari Roche skala 1-15. Tabel 1. Kandungan Nutrien Bahan Pakan Penyusun Ransum Penelitian Kandungan Nutrisi Bahan Pakan EM* Ca P (Kkal/kg) PK (%) SK (%) LK (%) (%) (%) Pollard 2702,868 15,5755 14,9288 3,9119 0,39 0,6 Bungkil Kedelai 2909,574 50,5117 3,9119 1,3781 0,17 0,52 Tepung Ikan 2330,804 60,2491 8.1615 4,69 5.28 4,19 Bekatul 2680,286 13,1717 22,3385 12,9722 0,45 1,91 Jagung Kuning 3100,014 9,0302 2,5753 1,4953 0,11 0,22 Mineral Mix 32,5 10 Premix 48 13 Jahe Merah 2490,003 12,0531 16,0266 3,7139 Keterangan:Hasil analisis proksimat di Laboratorium Ilmu Makanan Ternak, Fakultas Peternakan dan Pertanian, UNDIP Semarang, 2012. *) Perhitungan berdasarkan rumus Balton dikutip oleh Siswohardjono (1982) Metode Penelitian Ayam dipelihara dengan menggunakan kandang baterai (individual cage). Pemeliharaan dilakukan mulai umur 24 minggu sampai 30 minggu. Ransum yang diberikan disesuaikan dengan ransum perlakuan. Ransum yang diberikan dalam perlakuan adalah T0 (ransum kontrol tanpa tepung jahe merah), T1 (ransum kontrol + 0,25% tepung jahe merah), T2 (ransum kontrol + 0,5 % tepung jahe merah), T3 (ransum kontrol + 0,75 % tepung jahe merah), T4 (ransum kontrol + 1 % tepung jahe merah). Pengumpulan data kualitas telur sebagai sampel dilakukan setiap minggu pada hari ke-7. Tiap unit percobaan digunakan 50% dari produksi.

Animal Agriculture Journal, Vol. 2. No. 1, 2013, halaman 380 Rancangan Percobaan Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan dan 4 kelompok. Tiap unit percobaan terdiri dari 5 ekor ayam kampung. Penentuan kelompok berdasarkan bobot badan. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan analisis ragam. Apabila hasil analisis menunjukkan pengaruh yang nyata dilanjutkan dengan uji wilayah ganda Duncan. HASIL DAN PEMBAHASAN Data rata-rata bobot telur, indeks bentuk telur, tebal cangkang, indeks haugh, indeks kuning, indeks putih, dan warna kuning telur hasil penelitian dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1.Pengaruh Perlakuan terhadap Penelitian Parameter Perlakuan T0 T1 T2 T3 T4 Bobot telur (g/butir) 42,17 42,83 39,94 41,38 44,46 Indeks Bentuk Telur (%) 78,63 78,33 78,73 78,13 78,11 Tebal cangkang (mm) 0,28 0,28 0,29 0,29 0,29 Indeks haugh 86,31 88,51 84,73 81,71 87,67 Indeks kuning 0,45 0,44 0,42 0,43 0,45 Indeks putih 0,12 0,11 0,13 0,10 0,11 Warna kuning 7,79 a 7,23 ab 5,39 c 6,44 b 5,36 c **) Nilai rataan dengan huruf berbeda menunjukkan perbedaan sangat nyata (p<0,01) Bobot Telur T3, T4) memberikan pengaruh yang tidak nyata (P>0,05) terhadap bobot telur. Rataan yang diperoleh berkisar antara 39,94 44,46 gram. Bobot telur ayam kampung lebih ringan bila dibandingkan dengan telur ayam ras. Pada penelitian ini kisaran bobot badan masih tergolong normal. Hal ini sesuai dengan pendapat Setiawan dan Sujionohadi (2002), yang menyatakan bahwa rataan bobot telur dalam kisaran normal untuk telur ayam kampung yaitu 35-45 gram per butir. Bobot telur dipengaruhi oleh kandungan protein dalam pakan, selain itu kandungan asam amino juga sangat berperan terhadap bobot telur. Kualitas pakan yang baik dalam hal ini kandungan protein, asam amino dan asam linoleat akan mempengaruhi bobot telur. Kandungan protein yang mempengaruhi bobot telur berasal dari pakan yang dikonsumsi. Pada penelitian ini kandungan protein dalam ransum cenderung sama, sehingga bobot telur dari masing-masing perlakuan relatif sama. Jahe merah juga tidak berpengaruh terhadap konsumsi protein dan

Animal Agriculture Journal, Vol. 2. No. 1, 2013, halaman 381 kecernaan protein sehingga jahe merah juga tidak berpengaruh terhadap bobot telur. Indeks Bentuk Telur T3, T4) memberikan pengaruh yang tidak nyata (P>0,05) terhadap indeks bentuk telur. Rataan yang diperoleh berkisar antara 78,11-78,73. Indeks bentuk telur yang diperoleh cenderung lebih bulat. Hal ini berkaitan dengan bentuk telur pada awal produksi dan menuju puncak produksi bentuk telur cenderung bulat. Indeks bentuk telur akan mengalami penurunan sejalan dengan bertambahnya umur. Hal ini sesuai dengan pendapat Yuwanta (2004), yang menyatakan bahwa indeks telur akan menurun dengan bertambahnya umur, pada awal peneluran berkisar antara 77 dan pada akhir peneluran 74. Indeks bentuk telur berkaitan dengan bobot telur, sedangkang bobot telur dipengaruhi oleh albumen. Jahe merah tidak berpengaruh terhadap konsumsi protein dan kecernaan protein sehingga tidak berpengaruh terhadap bobot telur. Hal ini yang menjadikan indeks bentuk telur yang tidak berbeda. Tebal Cangkang Telur T3, T4) memberikan pengaruh yang tidak nyata (P>0,05) terhadap tebal cangkang telur. Hasil penelitian diperoleh rataan tebal cangkang ayam kampung dengan ransum tanpa penambahan tepung jahe merah (T0) memiliki rataan 0,28; penambahan tepung jahe merah sebanyak 0,25% dalam ransum (T1) memiliki rataan 0,28; rataan 0,29 pada penambahan tepung jahe merah sebanyak 0,5% (T2); ransum dengan penambahan tepung jahe merah 0,75% (T3) memiliki rataan 0,29; dan ransum dengan penambahan tepung jahe merah 1% (T4) memiliki rataan 0,29. Tebal cangkang dipengaruhi oleh kandungan kalsium dan fosfor dalam ransum. Kandungan kalsium dan fosfor mempengaruhi tebal cangkang. Tebal cangkang tidak berbeda karena ransum dengan kandungan kalsium yang cenderung sama sehingga tidak berpengaruh terhadap tebalnya cangkang. Vitamin D juga mempengaruhi tebal cangkang. Kadar vitamin D yang cukup diperlukan untuk absorpsi kalsium dalam proses pembentukan tebal cangkang telur (Anggorodi, 1979). Hal ini dimungkinkan tepung jahe merah mampu menurunkan penyerapan lemak sehingga vitamin D yang larut dalam lemak tidak terserap sempurna dalam pembentukan tebal cangkang telur. Sejalan dengan Herawati dan Marjuki (2011), bahwa terjadi penurunan yang signifikan pada tingkat plasma trigliserida dan tingkat kolestrol. Indeks Haugh T3, T4) memberikan pengaruh yang tidak nyata (P>0,05) terhadap indeks haugh. Rataan indeks haugh berkisar antara 81,71 88,51. Nilai indeks haugh tersebut

Animal Agriculture Journal, Vol. 2. No. 1, 2013, halaman 382 masih dalam kisaran normal. Hal ini sesuai dengan pendapat Buckle et al., (1987) bahwa nilai indeks haugh tergolong dalam kelas AA (baik sekali) dengan kategori nilai HU > 79. Indeks Haugh dipengaruhi oleh bobot telur dan albumen (putih telur). Hal ini sejalan dengan pendapat Stadelman and Cotterill (1977) disitasi oleh Mampioper et al., (2008) yang menyatakan bahwa nilai HU tergantung pada tinggi rendahnya bobot telur dan tebal albumen. Jika bobot telur menurun akibat penyimpanan, maka ada kecenderungan tebal albumen dan nilai HU akan menurun. Indeks haugh tidak berpengaruh karena tepung jahe merah tidak berpengaruh terhadap bobot telur dan konsumsi protein. Indeks Kuning Telur T3, T4) memberikan pengaruh yang tidak nyata (P>0,05) terhadap indeks kuning telur. Rataan indeks kuning telur berkisar antara 0,42 0,45. Ini masih dalam kisaran normal. Indeks kuning telur segar berada pada kisaran 0,33 0,50 dengan nilai rata-rata 0,42 (Buckle et al., 1987). Penurunan nilai indeks yolk dapat terjadi akibat menurunnya kandungan protein. Jenis protein ini sangat berperan dalam penentuan ketebalan yolk. Kandungan protein berasal dari konsumsi protein ransum ayam kampung tersebut, sedangkan jahe merah tidak berpengaruh terhadap konsumsi protein dan kecernaan protein sehingga tidak berpengaruh juga terhadap indeks kuning telur. Indeks Putih Telur T3, T4) memberikan pengaruh yang tidak nyata (P>0,05) terhadap indeks putih telur. Rataan indeks putih telur berkisar antara 0,10 0,13. Indeks putih telur dipengaruhi oleh kandungan protein berupa glikoprotein dalam albumen. Jahe merah tidak berpengaruh terhadap konsumsi protein, sehingga tidak berpengaruh juga terhadap indeks putih telur. Kekentalan putih telur yang semakin tinggi dapat ditandai dengan tingginya putih telur kental (Sirait, 1986). Warna Kuning Telur Hasil analisis yang diperoleh menunjukkan perlakuan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap warna kuning telur. Rataan warna kuning telur diperoleh 5,36-7,79. Semakin meningkat taraf penambahan tepung jahe merah menjadikan warna kuning telur semakin menurun. Warna kuning dari kuning telur disebabkan oleh kandungan santofil yang berasal dari makanan ayam. Pigmen lain yang banyak terdapat didalamnya adalah pigmen karotenoid. Pigmen tersebut terdiri dari kriptoxatin, santofil dan karoten serta vitamin A (Anjarsari, 2010). Warna kuning yang semakin menurun disebabkan karena kandungan gingerol dalam jahe merah. Gingerol merupakan senyawa aktif yang mampu menurunkan kolesterol. Kuning telur memiliki kandungan yang tinggi lemak kemungkinan gingerol mampu menurunkan tingkat penyerapan lemak, sehingga menurunnya warna

Animal Agriculture Journal, Vol. 2. No. 1, 2013, halaman 383 kuning telur yang semakin pucat akibat vitamin A yang larut dalam lemak tidak terserap dengan sempurna. Sifat gingerol sebagai antikoagulan yaitu mampu mencegah penggumpalan darah, diperkirakan juga mampu menurunkan kadar kolestrol. Penggunaan bahan herbal sebagai tambahan ransum memiliki batas maksimal penggunaan dan waktu pemberian. Pemberian tepung jahe merah dalam ransum sebanyak 3% memberikan pengaruhnya terhadap warna hati, karena jahe mengandung bermacam-macam senyawa kimia (minyak atsiri, oleoresin, gingerol, dll) yang dapat memberikan dampak negatif pada kondisi ayam jika terlalu banyak ditambahkan dalam ransum (Amalia, 2004; Cahyono et al., 2012). SIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penambahan tepung jahe merah pada level 1% dalam ransum, menyebabkan warna kuning telur yang semakin pucat. Level penambahan tepung jahe merah yang disarankan 0,25%. Pada level tersebut tidak mempengaruhi parameter kualitas telur (bobot telur, indeks bentuk telur, tebal cangkang, indeks haugh, indeks kuning telur, indeks putih telur, dan warna kuning telur). Penggunaan penambahan tepung jahe merah dalam ransum, disarankan pada taraf 0,25%. DAFTAR PUSTAKA Anggorodi, R. 1979. Ilmu Makanan Ternak Umum. PT Gramedia, Jakarta. Anjarsari, B. 2010. Pangan Hewani Fisiologi Mortem dan Teknologi. Graha Ilmu, Yogyakarta. Amalia R. 2004. Kajian Aktivitas Antioksidan dan Antikanker pada Minuman Susu Jahe (Zingiber officinale Amarum) [skripsi]. Bogor: Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Buckle, A.K., A.R. Edwards, G.H. Fleet dan M. Wotton. 1987. Ilmu Pangan. Universitas Indonesia, Jakarta. (diterjemahkan oleh Hari Purnomo dan Adiono). Cahyono, E. D., U. Atmomarsono dan E. Suprijatna. 2012. Pengaruh penggunaan tepung jahe (Zingiber Offinale) dalam ransum terhadap saluran pencernaan dan hati pada ayam kampung umur 12 minggu. J. An. Ag. 1 (1): 65-74. Harmono dan A. Andoko. 2005. Budidaya dan Peluang Bisnis Jahe. Agromedia Pustaka, Jakarta. Herawati and Marjuki. 2011. The effect of feeding red ginger (Zingiber officinale Rosc) asphytobiotic on broiler slaughter weight and meat quality. Int. J. Poult. Sci. 10 (12): 983-985. Mampioper, A., S. D. Rumetor dan F. Pattiselanno. 2008. kualitas telur ayam petelur yang mendapat ransum perlakuan substitusi jagung dengan tepung singkong. J. Ternak Tropika. 2 (9): 42-51.

Animal Agriculture Journal, Vol. 2. No. 1, 2013, halaman 384 Setyanto, A., U. Atmomarsono, dan R. Muryani. 2012. Pengaruh Penggunaan Tepung Jahe Emprit (Zingiber officinale var Amarum) dalam Ransum terhadap Laju Pakan dan Kecernaan Pakan Ayam Kampung Umur 12 Minggu. Animal Agriculture Journal. 1 (1): 711 720. Setiawan, K., and A.I. Sujionohadi. 2002. Ayam Kampung Petelur. Penebar Swadaya, Jakarta. Sirait, C. H. 1986. Telur dan Pengolahannya. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan, Bogor. Siswohardjono. 1982. Beberapa metode pengukuran energi metabolisme bahan makanan ternak pada itik. Makalah Seminar. Institut Pertanian Bogor. Yuwanta, T. 2004. Dasar Ternak Unggas. Kanisius, Yogyakarta.