PEDOMAN WAWANCARA MENDALAM (IN-DEPTH-INTERVIEW

dokumen-dokumen yang mirip
PEDOMAN WAWANCARA MENDALAM (IN-DEPTH-INTERVIEW) IMPLEMENTASI PROGRAM PENGENDALIAN TB PARU DI PUSKESMAS PIJORKOLING KOTA PADANGSIDIMPUAN TAHUN 2015

2.1. Supervisi ke unit pelayanan penanggulangan TBC termasuk Laboratorium Membuat Lembar Kerja Proyek, termasuk biaya operasional X X X

Lampiran 1. Pedoman Wawancara Penelitian

PENERAPAN STRATEGI DOTS DI RUMAH SAKIT HBS MODUL F HDL 1

Lampiran 1. Universitas Sumatera Utara

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

KERANGKA ACUAN KEGIATAN PROGRAM TB PARU. Tuberkulosis adalah penyaki tmenular langsung yang disebabkan oleh kuman

I. Daftar pertanyaan untuk Informan Staf bidang Pengendalian Masalah Kesehatan (PMK) Dinas Kesehatan Kota Medan a. Identitas Informan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. kuman Mycobacterium tuberculosis. Sebagian besar kuman TB menyerang paru

/Pusk- Bal/TB/VIII/2015. Tanggal Terbit

BAB 1 PENDAHULUAN. seluruh dunia. Jumlah kasus TB pada tahun 2014 sebagian besar terjadi di Asia

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar belakang. pengobatan. Pada era Jaminan Kesehatan Nasional saat ini pembangunan

KEGIATAN BELAJAR 1-6 MATERI INTI 3 PENGOBATAN PASIEN TB

BAB I PENDAHULUAN. kesehatan terutama di Negara berkembang seperti di Indonesia. Penyebaran

PENDAHULUAN. M.Arie W-FKM Undip

I. Identitas Informan Nama : Umur : Tahun Jenis Kelamin : Laki-laki/Perempuan Pendidikan Terakhir : Tanggal Wawancara :

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

Pengertian. Tujuan. b. Persiapan pasien - c. Pelaksanaan

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Penelitian dilaksanakan di Balai Kesehatan Paru Masyarakat Wilayah

MATERI INTI 3 MODUL PENGOBATAN PASIEN BAGIAN 2

BAB I PENDAHULUAN. di negara berkembang. Badan kesehatan dunia, World Health Organitation

BAB I PENDAHULUAN. masyarakat di dunia, terutama di negara-negara berkembang termasuk Indonesia.

BAB III METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. TB.Paru merupakan penyakit yang mudah menular dan bersifat menahun, disebabkan

2017, No Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 144, Tambahan Lembaran Neg

PEDOMAN WAWANCARA MENDALAM (IN-DEPTH-INTERVIEW) ANALISIS PERENCANAAN OBAT DI PUSKESMAS PADANGMATINGGI KOTA PADANGSIDIMPUAN TAHUN 2015

PANDUAN PELAYANAN DOTS TB RSU DADI KELUARGA TAHUN 2016

Panduan OAT yang digunakan di Indonesia adalah:

BAB I PENDAHULUAN. tersebut terdapat di negara-negara berkembang dan 75% penderita TB Paru adalah

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Menurut World Health Organization (WHO) Tahun 2011, kesehatan adalah suatu

Penemuan PasienTB. EPPIT 11 Departemen Mikrobiologi FK USU

BAB I PENDAHULUAN. menular (dengan Bakteri Asam positif) (WHO), 2010). Tuberkulosis merupakan masalah kesehatan global utama dengan tingkat

PEMERIKSAAN BTA ( BAKTERI TAHAN ASAM )

BAB I PENDAHULUAN. menjangkit jutaan orang tiap tahun dan menjadi salah satu penyebab utama

PROVINSI RIAU PERATURAN BUPATI SIAK NOMOR 46 TAHUN 2016 TENTANG PEMBERANTASAN DAN ELIMINASI PENYAKIT TUBERKULOSIS DI KABUPATEN SIAK

BAB I PENDAHULUAN. Penyakit tuberkulosis (TB) merupakan salah satu penyakit menular yang

Dikembangkan dari publikasi di JMPK yang ditulis oleh Alex Prasudi 1 dan Adi Utarini 2

BAB 1 PENDAHULUAN. Penyakit Tuberculosis Paru (TB Paru) merupakan salah satu penyakit yang

ANALISIS PENATALAKSANAAN PROGRAM PENANGGULANGAN TUBERKULOSIS PARU DENGAN STRATEGI DOTS DI PUSKESMAS DESA LALANG KECAMATAN MEDAN SUNGGAL TAHUN 2015

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. dengan sinar matahari, tetapi dapat hidup beberapa jam di tempat yang gelap dan

JEJARING PROGRAM NASIONAL PENGENDALIAN TUBERKULOSIS DI INDONESIA

BAB 1 PENDAHULUAN. Kegiatan penanggulangan Tuberkulosis (TB), khususnya TB Paru di

2. Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4431);

I. PENDAHULUAN. Tuberkulosis (TB) merupakan salah satu masalah kesehatan utama yang

KERANGKA ACUAN PROGRAM TB PARU UPTD PUSKESMAS BANDA RAYA KECAMATAN BANDA RAYA

PENGUMPULAN DAHAK SPS DI RAWAT INAP No. Dokumen No. Revisi Halaman 1 / 1 RSKB RAWAMANGUN STANDAR PROSEDUR OPERASION AL. dr, Elviera Darmayanti, MM

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB III METODE PENELITIAN

Unnes Journal of Public Health

PEDOMAN WAWANCARA ANALISIS PELAKSANAAN PROGRAM USAHA KESEHATAN GIGI SEKOLAH (UKGS) DI WILAYAH PUSKESMAS POLONIA KECAMATAN MEDAN POLONIA TAHUN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

UNTUK PENGOBATAN TUBERKULOSIS DI UNIT PELAYANAN KESEHATAN

Universitas Sumatera Utara

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Penyakit ini tersebar ke seluruh dunia. Pada awalnya di negara industri

I. PENDAHULUAN. Penyakit Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi yang masih menjadi

BAB I PENDAHULUAN. Menurut Departemen Kesehatan RI (2008) tuberkulosis merupakan

BAB I PENDAHULUAN. Penyakit infeksi, yang juga dikenal sebagai communicable disease atau transmissible

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. oleh kuman Mycobacterium tuberculosis. Kuman tersebut biasanya masuk ke

ABSTRAK. Sri Ariany P, 2009, Pembimbing I : Dr. Felix Kasim, dr., M.Kes Pembimbing II: J. Teguh Widjaja, dr., Sp.P., FCCP

BAB I PENDAHULUAN. Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi kronis yang masih menjadi

BAB I PENDAHULUAN. di kenal oleh masyarakat. Tuberkulosis disebabkan oleh Mycobacterium

I. PENDAHULUAN. secara global masih menjadi isu kesehatan global di semua Negara (Dave et al, 2009).

BAB I PENDAHULUAN. ditakuti karena menular. Menurut Robins (Misnadiarly, 2006), tuberkulosis adalah

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

BAB 7 KESIMPULAN DAN SARAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB 1 PENDAHULUAN. Penyakit Tuberkulosis paru merupakan penyakit infeksi yang masih menjadi

7. Penghasilan per bulan : a. < Rp b. > Rp PENGETAHUAN

BAB 1 PENDAHULUAN. karena penularannya mudah dan cepat, juga membutuhkan waktu yang lama

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. penyakit infeksius yang menyerang paru-paru yang secara khas ditandai oleh

BUPATI SOPPENG PROVINSI SULAWESI SELATAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN SOPPENG NOMOR 16 TAHUN 2017 TENTANG PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN TUBERKULOSIS

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. berbentuk batang (basil) yang dikenal dengan nama Mycobacterium

HASIL DISKUSI KELOMPOK RKD TBC PROVINSI DAN KABUPATEN/KOTA

BAB I PENDAHULUAN. Mycobacterium tuberculosis, dengan gejala klinis seperti batuk 2

UNIVERSITAS INDONESIA

GAMBARAN PERAN DAN STRATEGI SUB RECIPIENT (SR) COMMUNITY TB CARE AISYIYAH DALAM PENANGGULANGAN TB DI KOTA PADANG TAHUN 2011

DAFTAR ISI. Halaman HALAMAN JUDUL i HALAMAN PERSEMBAHAN ii HALAMAN MOTTO. iii HALAMAN PERNYATAAN. iv HALAMAN BIMBINGAN. v HALAMAN PENGESAHAN

ANALISIS SISTEM PENCATATAN DAN PELAPORAN PROGRAM PENGENDALIAN TB DI PUSKESMAS TUMINTING KECAMATAN TUMINTING KOTA MANADO

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB VII PENUTUP. Kesimpulan komponen masukan yaitu: tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan.

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Mycobacterium tuberculosis complex (Depkes RI, 2008). Tingginya angka

Transkripsi:

101 PEDOMAN WAWANCARA MENDALAM (IN-DEPTH-INTERVIEW) IMPLEMENTASI PROGRAM PENANGGULANGAN TB PARU DI PUSKESMAS BATANG PANE II KABUPATEN PADANG LAWAS UTARA TAHUN 2016 1. Pedoman wawancara mendalam mengenai komitmen politis. No. Informan Pertanyaan Informan di a. Apakah menurut bapak/ibu penyakit TB paru Bidang Seksi penting dibuat ke dalam program kesehatan? 1. Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit b. Mengapa menurut bapak/ibu TB paru penting dalam program kesehatan? c. Bagaimana menurut bapak/ibu dana yang ada saat ini untuk TB paru? Apakah ada peningkatan anggaran dana dari APBD setiap tahunnya untuk program TB ini? d. Bagaimanakah kerjasama lintas sektor dan lintas program yang dilakukan untuk program 2. 3. 4. 5. Kepala Petugas TB paru Petugas Analis Hutaimbaru penanggulangan TB paru? a. Bagaimana menurut bapak/ibu tentang komitmen politis dinas kesehatan kabupaten/kota terhadap program penanggulangan TB paru ini? Ditandai dengan apakah komitmen politis tersebut? b. Darimanakah sumber pendanaan untuk program TB paru? c. Apakah pernah dilakukan pelatihan terhadap petugas TB paru? d. Bagaimana kerjasama yang dilakukan oleh puskesmas untuk mengatasi masalah TB paru? a. Darimanakah sumber pendanaan untuk program TB paru? b. Adakah insentif yang diberikan kepada petugas yang melaksanakan penyuluhan TB paru kepada masyarakat? c. Apakah bapak/ibu pernah mendapatkan pelatihan mengenai program penanggulangan TB paru? d. Siapa yang melakukan pelatihan tersebut dan pelatihan dalam hal apa saja yang dilakukan? e. Apakah obat TB paru selalu tersedia di puskesmas? a. Apakah bapak/ibu pernah mendapatkan pelatihan mengenai program penanggulangan TB paru? b. Siapa yang melakukan pelatihan tersebut dan pelatihan dalam hal apa saja yang dilakukan? Pasien TB paru a. Apakah obat TB paru selalu tersedia di puskesmas? b. Apakah bapak/ibu mendapatkan obat TB paru secara gratis di puskesmas?

102 2. Pedoman wawancara mendalam mengenai tenaga kesehatan dalam program penanggulangan TB paru No. Informan Pertanyaan 1. Kepala a. Siapa saja tenaga kesehatan yang terlibat dalam program penanggulangan TB paru dan apa tugas masing-masing tenaga kesehatan tersebut? b. Berapa jumlah tenaga kesehatan yang bertanggung 2. Petugas TB paru jawab dalam program TB paru? a. Siapa saja tenaga kesehatan yang terlibat dalam program penanggulangan TB paru dan apa tugas masing-masing tenaga kesehatan tersebut? b. Berapa jumlah tenaga kesehatan yang bertanggung jawab dalam program TB paru? 3. Pedoman wawancara mendalam mengenai pendanaan dalam program penanggulangan TB paru No. Informan Pertanyaan Informan di a. Bagaimana menurut Bapak/Ibu dengan sumber Bidang Seksi pendanaan untuk pelaksanaan program TB paru? 1. Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit 2. Kepala Petugas TB paru a. Bagaimana menurut Bapak/Ibu dengan sumber pendanaan untuk pelaksanaan program TB paru? b. Apakah ada kegiatan penanggulangan TB paru yang terkendala untuk dilaksanakan karena tidak tersedianya dana? a. Bagaimana menurut Bapak/Ibu dengan sumber pendanaan untuk pelaksanaan program TB paru? b. Apakah ada kegiatan penanggulangan TB paru yang terkendala untuk dilaksanakan karena tidak tersedianya dana? 4. Pedoman wawancara mendalam mengenai sarana dan prasarana dalam program penanggulangan TB paru No. Informan Pertanyaan Informan di a. Apa saja sarana dan prasarana yang diperlukan Bidang Seksi dalam pelaksanaan program penanggulangan TB 1. Pengendalian dan paru? Pemberantasan b. Apakah sarana dan prasarana tersebut sudah

103 2. 3. 4. Penyakit Kepala Petugas TB paru Petugas Analis Hutaimbaru terpenuhi/tersedia di puskesmas? c. Bagaimana menurut Bapak/Ibu dengan persediaan Obat Anti Tuberkulosis? a. Apa saja sarana dan prasarana yang diperlukan dalam pelaksanaan program penanggulangan TB paru? b. Apakah sarana dan prasarana tersebut sudah terpenuhi/tersedia di puskesmas? a. Apa saja sarana dan prasarana yang diperlukan dalam pelaksanaan program penanggulangan TB paru? b. Apakah sarana dan prasarana tersebut sudah terpenuhi/tersedia di puskesmas? c. Bagaimana menurut Bapak/Ibu dengan persediaan Obat Anti Tuberkulosis? a. Apa saja sarana dan prasarana yang diperlukan dalam pelaksanaan program penanggulangan TB paru? b. Apakah sarana dan prasarana tersebut sudah terpenuhi/tersedia di puskesmas? 5. Pedoman wawancara mendalam mengenai pelaksanaan kegiatan dalam program penanggulangan TB paru No. Informan Pertanyaan Informan di a. Apa peran Dinas Kesehatan dalam mengatasi Bidang Seksi masalah TB paru? 1. Pengendalian dan b. Bagaimana sistem monitoring dan evaluasi yang Pemberantasan dilakukan oleh dinas kesehatan terhadap Penyakit puskesmas dalam program penanggulangan TB 2. 3. Kepala Petugas TB paru paru? a. Bagaimana alur pemeriksaan penderita TB paru di puskesmas ini? b. Apakah ada monitoring dan evaluasi yang dilakukan oleh dinas kesehatan terhadap pelaksanaan program penanggulangan TB paru di puskesmas? a. Bagaimana alur pemeriksaan penderita TB paru di puskesmas ini? b. Bagaimana prosedur untuk mendiagnosa pasien TB paru? c. Dalam penemuan kasus: Bagaimana pelaksanaan penemuan kasus TB paru yang dilakukan di puskesmas? Apakah pernah dilakukan penemuan kasus TB

104 Petugas Analis Hutaimbaru Pasien TB paru paru dengan door to door ke rumah warga? Apakah penemuan kasus sudah mencapai target dan berapa targetnya? d. Dalam pemeriksaan BTA (+): Bagaimana cara pemeriksaan BTA (+)? Bagaimana dengan waktu yang diperlukan untuk mendapat hasil pemeriksaan BTA (+) dari Hutaimbaru? Setelah hasil datang dari PRM, apa yang Bapak/Ibu lakukan dalam mendiagnosa penderita? e. Bagaimana cara memantau hasil pengobatan penderita TB paru? f. Terkait penyuluhan Siapa yang melaksanakan penyuluhan? Bagaimana penyuluhan tuberkulosis dilaksanakan? Berapa kali frekuensi dilakukannya penyuluhan? g. Apakah ada monitoring dan evaluasi yang dilakukan oleh dinas kesehatan terhadap pelaksanaan program penanggulangan TB paru di puskesmas? h. Terkait dengan pelaksanaan program pengendalian TB paru, apa saja hambatan yang sering ditemui? i. Strategi apa yang dilakukan dalam mengatasi kendala-kendala tersebut? a. Bagaimana prosedur untuk mendiagnosa pasien TB paru? b. Dalam pemeriksaan BTA (+) Bagaimana cara pemeriksaan BTA (+)? Apa kendala yang ditemui pada saat pemeriksaan BTA (+)? Bagaimana dengan waktu yang diperlukan untuk melakukan pemeriksaan BTA (+)? Setelah hasil pemeriksaan BTA (+) diketahui, apa yang bapak/ibu lakukan terkait hasil pemeriksaan tersebut? a. Ketika Bapak/Ibu berobat ke puskesmas, apakah ada petugas yang menerangkan apa itu penyakit TB paru dan bagaimana cara menyembuhkannya? b. Bagaimana alur pemeriksaan yang dilakukan petugas selama berobat ke puskesmas? c. Menurut Bapak/Ibu bagaimana pelayanan yang dilakukan tenaga kesehatan di puskesmas ini?

105 Pengawas Menelan (PMO) Penderita Paru Sembuh Obat TB yang d. Berapa lama waktu yang diperlukan untuk mengetahui hasil pemeriksaan dahak/ BTA (+)? e. Apakah petugas TB paru melakukan pemantauan terhadap kemajuan hasil pengobatan yang Bapak/Ibu jalani? Bagaimana caranya? f. Apakah petugas pernah memberikan penyuluhan mengenai TB paru kepada masyarakat umum? a. Ketika Bapak/Ibu ditunjuk sebagai PMO, apakah ada petugas yang menerangkan apa itu penyakit TB dan informasi lainnya mengenai TB paru? b. Apa saja tugas Bapak/Ibu sebagai PMO? c. Menurut Bapak/Ibu bagaimana alur pemeriksaan yang dilakukan petugas selama berobat ke puskesmas? d. Menurut Bapak/Ibu bagaimana pelayanan yang dilakukan tenaga kesehatan di puskesmas ini? e. Apakah petugas TB paru melakukan pemantauan terhadap kemajuan hasil pengobatan yang dijalani pasien TB paru? Bagaimana caranya? f. Apa saja kendala/kesulitan yang dihadapi Bapak/Ibu sebagai PMO? g. Apakah petugas pernah memberikan penyuluhan mengenai TB paru kepada masyarakat umum? a. Ketika Bapak/Ibu berobat ke puskesmas, apakah ada petugas yang menerangkan apa itu penyakit TB paru dan bagaimana cara menyembuhkannya? b. Bagaimana alur pemeriksaan yang dilakukan petugas selama berobat ke puskesmas? c. Menurut Bapak/Ibu bagaimana pelayanan yang dilakukan tenaga kesehatan di puskesmas ini? d. Berapa lama waktu yang diperlukan untuk mengetahui hasil pemeriksaan dahak/ BTA (+)? e. Apakah petugas TB paru melakukan pemantauan terhadap kemajuan hasil pengobatan yang Bapak/Ibu jalani? Bagaimana caranya? f. Apakah petugas pernah memberikan penyuluhan mengenai TB paru kepada masyarakat umum?

106 TABEL DAFTAR COCOK (CHECKLIST) Kegiatan Program Penanggulangan TB Paru di No. Kegiatan Program Penanggulangan TB Paru Petugas TB melakukan penyuluhan 1. kepada masyarakat umum mengenai TB paru untuk meningkatkan penemuan kasus Dahak suspek TB paru di tampung di pot dahak pada saat datang ke 2. puskesmas untuk pertama kalinya/petugas TB menjaring suspek TB. Pada saat pulang dari puskesmas, 3. suspek TB paru diberikan informasi dan pot dahak untuk menampung dahak pagi pada hari kedua. Pada hari kedua pasien datang ke puskesmas untuk mengantar dahak 4. pagi segera setelah bangun tidur dan di puskesmas dahak suspek TB di tampung lagi. 5. Petugas TB membuat sediaan hapus dahak. Petugas TB mengirim sediaan hapus 6. dahak ke Hutaimbaru dengan form TB.05 Dilakukan pemeriksaan dahak 7. mikroskopis langsung di Hutaimbaru 8. Petugas TB menyampaikan hasil diagnosis ke pasien suspek TB paru 9. Petugas TB membuat klasifikasi tipe penderita Petugas TB mengisi kartu penderita 10. (Form TB.01) dan kartu identitas penderita (Form TB.02) 11. Petugas TB menetapkan jenis paduan OAT 12. Petugas TB memberi obat tahap awal dan tahap lanjutan 13. Pasien menjalani pengobatan dan ditunjuk seorang PMO. 14. Petugas TB mencatat pemberian obat Ya Tidak Keterangan

107 15. 16. 17. 18. tersebut dalam kartu penderita (Form TB.01) Petugas TB melakukan penemuan kasus secara aktif yaitu dengan melakukan penemuan kasus pada kelompok yang rentan/beresiko tinggi sakit TB seperti pada orang yang kontak erat dengan penderita TB paru dan pada pasien HIV/AIDS. Petugas TB paru memberikan penyuluhan kepada penderita, keluarga dan PMO Petugas TB melakukan pemantauan dan hasil pengobatan pasien TB paru dengan melakukan pemeriksaan dua contoh uji dahak (sewaktu dan pagi) setelah penderita TB paru menjalani pengobatan tahap awal selama 2 bulan dan melakukan pemeriksaan ulang dahak selanjutnya pada bulan ke-5 dan pemeriksaan ulang dahak kembali pada akhir pengobatan. Petugas TB menentukan hasil pengobatan dan mencatatnya di kartu penderita.

108 Tabel checklist mengenai sarana dan prasarana yang diperlukan dalam program penanggulangan TB paru. 1. Sarana dan Prasarana yang harus ada di Satelit ( ) No. Sarana dan Prasarana a. Sarana dan Prasarana habis pakai 1. Bahan-bahan laboratorium TB: pot dahak, kaca sediaan, lidi 2. Obat Anti Tuberkulosis 3. Formulir pencatatan dan pelaporan TB : TB.01 s/d TB.13 b. Sarana dan prasarana tidak habis pakai 1. Alat-alat laboratorium TB: kotak penyimpanan kaca sediaan (box slide), lemari/rak penyimpanan OAT, lampu spiritus/bunsen 2. Barang cetakan lainnya: buku pedoman, buku petunjuk teknis, leaflet, brosur, poster, dll. Ada Tidak Ada Keterangan

109 2. Sarana dan Prasarana yang harus ada di Rujukan Mikroskopis ( Hutaimbaru) No. Sarana dan Prasarana Ada Tidak Ada a. Sarana dan Prasarana habis pakai: 1. Bahan-bahan laboratorium TB: reagensia, pot dahak, kaca sediaan, oli emersi, ether alcohol, tisu, sarung tangan, lysol, lidi, kertas saring, kertas lensa 2. Obat Anti Tuberkulosis 3. Formulir pencatatan dan pelaporan TB: TB.01 s/d TB.13 b. Sarana dan prasarana tidak habis pakai: 1. Alat-alat laboratorium TB: mikroskop binokuler, ose, lampu spiritus/bunsen, rak pengering kaca sediaan (slide), kotak penyimpanan kaca sediaan (box slide), safety cabinet, dan lemari/rak penyimpanan OAT 2. Barang cetakan lainnya: buku pedoman, buku petunjuk teknis, leaflet, brosur, poster, dll. Sumber: Pedoman Nasional Pengendalian Tuberkulosis Tahun 2014 Keterangan

110

111

112