TEKNOLOGI PENGOLAHAN HASIL TERNAK

dokumen-dokumen yang mirip
Buletin Peternakan Edisi IV 2017 Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Prov. Sulawesi Selatan

TELUR ASIN 1. PENDAHULUAN

BISNIS TELOR ASIN DAN KEUNTUNGANYA. Disusun oleh: Sandwi Devi Andri S1 teknik informatika 2F

Penuntun Praktikum Teknologi Pengolahan Hasil Ternak Islami

LAPORAN PRAKTEK TEKNOLOGI MAKANAN PEMBUATAN NUGGET AYAM

Bahan Baku daging ikan 500 g. tepung tapioka 50 g. merica halus 1/2 sendok teh. bawang merah 7,5 g. bawang putih 1,5 g. jahe 0,5 g.

b. Bahan pangan hewani bersifat lunak dan lembek sehingga mudah terpenetrasi oleh faktor tekanan dari luar.

METODE. Waktu dan Tempat

PENDAHULUAN. segar mudah busuk atau rusak karena perubahan komiawi dan kontaminasi

KECAP KEDELAI 1. PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULUAN. Telur adalah salah satu bahan makanan hewani yang dikonsumsi selain

Menerapkan Teknik Pengolahan Menggunakan Media Penghantar Panas. KD 1. Melakukan Proses Pengolahan Abon Ikan

BAB III METODE PENELITIAN. A. Jenis Penelitian Jenis pelitian ini adalah jenis penelitian eksperimen di bidang Ilmu Teknologi Pangan.

T E M P E 1. PENDAHULUAN

PENDAHULUAN. Bidang teknologi pangan terus mengalami perkembangan dari tahun ke

PENGOLAHAN DAGING NUGGET. Materi 6b TATAP MUKA KE-6 Semester Genap

Kata Kunci : Nugget, Uji Organoleptik.

TINJAUAN PUSTAKA. Daging ayam juga merupakan bahan pangan kaya akan gizi yang sangat. diperlukan manusia. Daging ayam dalam bentuk segar relatif

KADAR PROTEIN DAN BETAKAROTEN BAKSO IKAN TUNA YANG DIPERKAYA JAMUR MERANG (Volvariella volvaceae) DAN UMBI WORTEL NASKAH PUBLIKASI

LAPORAN PRAKTEK TEKNOLOGI MAKANAN PEMBUATAN SOSIS AYAM

I. PENDAHULUAN. Jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) merupakan salah satu jenis sayuran sehat

STMIK AMIKOM YOGYAKARTA

PEMBUATAN TELUR ASIN RASA BAWANG SEBAGAI ALTERNATIF PENINGKATAN NILAI JUAL TELUR BEBEK Oleh : Dr. Das Salirawati, M.Si

TEKNOLOGI PENGOLAHAN NUGGET

DEMO MASAK DIES NATALIS KE-35 UNIKA SOEGIJAPRANATA 2017

PENDAHULUAN. banyak. Dilihat dari segi ekonomi individual tentu saja masalah. kerja, kita harus mampu berpikir kreatif dan inovatif yang mampu

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. aroma spesifik dan mempunyai nilai gizi cukup tinggi. Bagian kepala beratnya

PENGARUH LAMA PEMERAMAN TELUR ASIN TERHADAP TINGKAT KESUKAAN KONSUMEN

MODUL 2 NUGGET IKAN. Indikator Keberhasilan: Mutu nugget ikan yang dihasilkan memiliki tekstur yang kenyal dan rasa khas ikan.

PENUNTUN PRAKTIKUM TEKNOLOGI HASIL TERNAK

III. MATERI DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2014 di Laboratorium

Meningkatkan Nilai Tambah Bawang Merah Oleh: Farid R. Abadi

LAPORAN MODIFIKASI RESEP DI INSTALASI GIZI RSU SUNAN KALIJAGA DEMAK SUP AYAM FANTASI

tips: Menyimpan Tahu Segar

tips: Menyimpan Tahu Segar

TELUR ASIN PENDAHULUAN

PENDAHULUAN. Latar Belakang. Kebutuhan masyarakat Indonesia terhadap pemenuhan nilai gizi

BAB III MATERI DAN METODE. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah daging kelinci, daging

KERUPUK UDANG ATAU IKAN

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian Jurusan

III.MATERI DAN METODE Waktu dan Tempat Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan September - Desember 2014

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

NUGGET BANANA SKIN. Disusun oleh: Arnitya S. P. (X MIA 4/03) Theana Leoma (X MIA 4/27) SMA SANTA ANGELA. Jl. MERDEKA NO 24 BANDUNG

JAGUNG. Bahan Pangan Alternatif SERI BACAAN ORANG TUA

BAB III METODE PELAKSANAAN

I PENDAHULUAN. Bab ini menguraikan mengenai: (1) Latar Belakang, (2) Identifikasi

MODUL 5 PIZZA IKAN. Indikator Keberhasilan: Mutu pizza ikan yang dihasilkan memiliki tekstur yang lembut, rasa dan aroma khas ikan.

PENDAHULUAN. ekonomi yang masih lemah tersebut tidak terlalu memikirkan akan kebutuhan

SOSIALISASI DAN PEMBUATAN NUGGET DARI AMPAS TAHU UNTUK MENINGKATKAN EKONOMI MASYARAKAT GAMPONG LENGKONG, KECAMATAN LANGSA BARO, KOTA LANGSA

Pembuatan Sosis Ikan

BAB I PENDAHULUAN. Telur merupakan salah satu sumber protein hewani yang memiliki rasa

PENGARUH PENGGUNAAN PEWARNA ALAMI, WAKTU PENGUKUSAN DAN SUHU TERHADAP PEMBUATAN SNACK MIE KERING RAINBOW

Inovasi Olahan dan Limbah Meningkatkan SDM dan Ekonomi Petani

I PENDAHULUAN. Dewasa ini kesadaran masyarakat akan pentingnya nilai gizi suatu produk

BAB I PENDAHULUAN. yang aman dan beberapa spesies digunakan sebagai terapi dalam proses

BAB I PENDAHULUAN. mamalia seperti sapi, kambing, unta, maupun hewan menyusui lainnya.

KADAR PROTEIN DAN ORGANOLEPTIK NUGGET FORMULAS IKAN TONGKOL DAN JAMUR TIRAM PUTIH YANG BERBEDA NASKAH PUBLIKASI. Program studi pendidikan biologi

: Plantae (Tumbuhan) Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)

III. BAHAN DAN METODOLOGI PENELITIAN

TEHNIK PEMBUATAN MIE SEHAT. Dr. Sri Handayani

PEMANFAATAN DAUN KELOR (Moringa oleifera Lamk.) SEBAGAI BAHAN CAMPURAN NUGGET IKAN TONGKOL (Euthynnus affinis C.)

II. TINJAUAN PUSTAKA. tapioka menjadi adonan yang kemudian dibentuk menjadi bola-bola seukuran bola

PENGARUH BERBAGAI FILLER (BAHAN PENGISI) TERHADAP KARAKTERISTIK DAN DAYA TERIMA CHICKEN NUGGET SKRIPSI. Oleh MARGI KUSUMANINGRUM

PENGARUH PROSES PENGGARAMAN TRADISIONAL TERHADAP RASIO KEKERASAN DAN KEMASIRAN TELUR ASIN

I. PERANAN AIR DI DALAM BAHAN PANGAN. terjadi jika suatu bahan pangan mengalami pengurangan atau penambahan kadar air. Perubahan

I. PENDAHULUAN. ekonomi, perubahan pola hidup, peningkatan kesadaran gizi, dan perbaikan

METODE Waktu dan Tempat Alat dan Bahan Metode Penelitian Penelitian Pendahuluan

1. mutu berkecambah biji sangat baik 2. dihasilkan flavour yang lebih baik 3. lebih awet selama penyimpanan

JENIS KEJU DAN PEMBUATAN KEJU

LAPORAN PRAKTIKUM TEKNOLOGI PENGOLAHAN PANGAN TEKNOLOGI PENGOLAHAN DAGING PEMPEK

CONTOH TEKNOLOGI PENGOLAHAN PANGAN PADA KELOMPOK BAHAN PANGAN

Kecap Asin/Manis CARA MEMBUAT:

BAB III METODE PENELITIAN

1 I PENDAHULUAN. Penelitian, (1.5) Kerangka Pemikiran, (1.6) Hipotesis Penelitian, dan (1.7) Waktu

METODOLOGI PENELITIAN

NAMA KELOMPOK : PUTRI FEBRIANTANIA M ( ) R

INOVASI PRODUK OLAHAN BERBASIS UBI JALAR

I PENDAHULUAN. Bab ini akan menguraikan mengenai: (1) Latar Belakang Penelitian,

I. PENDAHULUAN. dimanfaatkan sebagian kecil masyarakat (Chasanah dkk., 2013).

1. Contoh lembar kerja uji preferensi berpasangan. 2. Contoh lembar kerja uji penerimaan dengan peringkat

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Pada proses penggolahan stick singkong, singkong yang digunakan yaitu

METODE. Materi. Rancangan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

MAKALAH MULOK (Kimia Terapan) Home Industri PEMBUATAN TELUR ASIN

TEKNOLOGI PEMBUATAN SAUS TOMAT Oleh: Masnun Balai Pelatihan Pertanian Jambi I. PENDAHULUAN

BAB III METODE PENELITIAN

OLEH: YULFINA HAYATI

Pengaruh Teknik Inkubasi Pada Pembuatan Telur Asin Terhadap Sifat Kimia dan Organoleptiknya

BAHAN MAKANAN SETENGAH JADI

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Resep Kastengel Bawang Merah

I PENDAHULUAN. berlebihan dapat disinyalir menyebabkan penyakit jantung dan kanker. Menurut

BAB I PENDAHULUAN. sangat terkenal dan digemari oleh semua lapisan masyarakat, karena memiliki

BAB I PENDAHULUAN. Dalam kondisi perekonomian yang menuju arah globalisasi, merek yang kuat

STMIK AMIKOM YOGYAKARTA

PEMBUATAN SAOS CABE MERAH Nurbaiti A. Pendahuluan Cabe merah merupakan salah satu komoditas hortikultura yang mempunyai nilai ekonomis cukup tinggi

PENGARUH PEMBERIAN ANGKAK SEBAGAI PEWARNA ALAMI TERHADAP PRODUKSI KORNET DAGING AYAM

I. PENDAHULUAN. Penelitian, (5) Kerangka Pemikiran, (6) Hipotesis Penelitian dan (7) Tempat dan

3. METODOLOGI PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

Transkripsi:

Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo Tim Pengampu Mata Kuliah Prof. Dr. Ir. Harapin Hafid, M.Si. Ir. Hj. Nuraini, MP. Rahim Aka, S.Pt., MP. Fitrianingsih, S.Pt., M.Sc. Amiluddin Indi, S.Pt., M.Si. PANDUAN PRAKTIKUM TEKNOLOGI PENGOLAHAN HASIL TERNAK 1

I. PRAKTIKUM PEMBUATAN CHICKEN NUGGET A. Latar Belakang Chicken nugget atau nugget ayam didefinisikan sebagai produk olahan ayam yang dicetak, dimasak dan dibekukan, dibuat dari campuran daging ayam giling yang diberi bahan pelapis dengan atau tanpa penambahan bahan makanan lain dan bahan tambahan makanan yang diizinkan (BSN, 2002). Daging yang digunakan biasanya merupakan keseluruhan otot pada bagian tertentu dari ayam (Owens, 2001). Dalam Standar Nasional Indonesia 01-6683 kandungan gizi chicken nugget adalah kadar air maksimum 60%, kadar protein minimum 12%, kadar lemak maksimum 20% dan kadar karbohidrat maksimum 25% (BSN, 2002). Manullang dan Tanoto (1995) dalam Suwoyo (2006), mengatakan bahwa chicken nugget adalah produk olahan dengan bahan baku daging ayam. Produk ini berupa restructured meat dengan bentuk bervariasi yang merupakan bentuk diversifikasi dari produk daging dengan nilai nutrisi masih baik. Tujuan diversifikasi ini adalah meningkatkan pola ragam konsumsi protein hewani guna memenuhi kebutuhan konsumsi protein hewani asal ternak. Hui (1991) dalam Suwoyo (2006), menyatakan bahwa chicken nugget merupakan produk olahan yang paling sukses di Amerika Serikat pada tahun 1980. Chicken nugget merupakan produk restructured meat dengan memanfaatkan potongan-potongan daging yang relativ kecil dan tidak beraturan dengan melekatkannya kembali menjadi ukuran yang lebih besar dengan memanfaatkan bahan pengikat berupa tepung. Tepung yang dipergunakan sebagai bahan pengikat bermacam-macam. Beberapa produk menggunakan tepung garut, terigu atau menggunakan kominasi tepung terigu dengan tepung tapioka. Rahardjo, Dexter, Sofos, Solomon, Shults dan Schimdt, 1995 dalam Suwoyo (2006). Faktor keberhasilan chicken nugget terletak pada kemampuan mengikat antara partikel daging dan bahan-bahan lain yang ditambahkan untuk mencapai daya ikat yang diinginkan. Oleh karena itu dalam proses pembuatannya perlu dipergunakan teknik yaitu perlakuan 2

menggunakan mesin yang dapat memotong dengan sangat tipis dan menyusun kembali serabut-serabut otot atau dengan penambahan binding agent (Raharjo, 1996 dalam Suwoyo 2006). Nugget bisa dibuat bervariasi berdasarkan bahan dagingnnya dan disebut duck nugget jika terbuat dari daging itik, beef nugget jika terbuat dari daging sapi, dan lain sebagainya (Hafid, 2009). Chicken nugget dibuat dari daging ayam dengan penambahan pati dan bumbu antara lain 1% garam, 0,6% bawang putih, 0,4% mrica dan 14% air (Sririwiwatkul dkk, 1997 dalam Suwoyo (2006). B. Tujuan Tujuan yang ingin dicapai dalam praktikum ini adalah mahasiswa dapat membuat nugget dan menguji mutu organoleptinya. C. Luaran Luaran yang diharapkan adalah berupa laporan akhir yang ditulis tiaptiap mahasiswa yang akan menjadi salah satu sumber pengetahuan yang bermanfaat. D. Materi Praktikum Materi yang digunakan dalam praktikum ini adalah daging ayam tanpa tulang, Bawang putih, Garam, Lada, Tepung tapioka, Tepung instan (tepung roti). Peralatan yang digunakan antara lain Timbangan, Baskom, Kompor, Panci, Sendok, Grinder, Chopper, Pisau, Talenan, Plastik, dan piring. E. Langkah Kerja dan Jadwal Praktikum a. Langkah Kerja Daging ayam tanpa tulang ditimbang 400 gram, dipotong kecil-kecil kemudian digiling sampai halus, lalu ditambahkan 6 g bawang putih, 4 g lada, 6 g garam, 1 g pala, 1 buah kaldu blok, 20 g tepung terigu, 20 g tepung pati di aduk hingga kompak. Adonan ditempatkan pada sebuah loyang yang dilapisi plastik dan dikukus pada air mendidih selama 20 menit. Setelah dingin, diiris menjadi bentuk yang sesuai selera, kemudian dimasukkan pada kuning telur yang telah diaduk dan selanjutnya pada remahan roti. Penggorengan dilakukan pada suhu 3

120-140 0 C selama 2 menit atau sampai berwarna coklat keemasan. Pengamatan : 1. Remendemen Pemasakan (RP) Berat nugget yang dihasilkan RP = ---------------------------------------- x 100% Berat adonan yang dimasak 2. Lakukan uji organoleptik (hedonik) terhadap warna, aroma, rasa dan tekstur yang dihasilkan. 3. Jelaskan kesimpulan pengamatan anda! b. Jadwal Praktikum Praktikum dilaksanakan pada minggu pertama bulan April 2016. Bertempat di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak, Fakultas Peternakan Universitas Halu oleo, Kendari. 4

II. A. Latar Belakang PRAKTIKUM PEMBUATAN DADIH Dadih merupakan produk susu fermentasi tradisional dengan bahan baku susu kerbau yang berasal dari Sumatera Barat. Fermentasi pada pembuatan dadih terjadi secara spontan, artinya fermentasi terjadi secara alami tanpa penambahan starter. Susu kerbau hasil pemerahan langsung dimasukkan ke dalam tabung bambu yang telah didiamkan selama semalam, lalu ditutup dengan daun pisang. Pada umumnya tabung bambu tersebut disimpan di suhu ruang selama 1-2 malam hingga terbentuk dadih. Jenis bambu yang banyak digunakan adalah bambu buluh dan betung / petung. Menurut Sayuti (1992), sebaiknya bambu yang dipilih untuk digunakan adalah bambu tua sehingga memiliki kadar air yang rendah, dan dengan demikian akan menghasilkan dadih dengan tekstur yang kental. Dadih merupakan produk susu fermentasi yang tergolong dalam produk pangan fungsional karena mengandung mikrobia hidup yang bermanfaat terhadap kesehatan. Mikrobia hidup tersebut merupakan bakteri probiotik yang utamanya adalah bakteri asam laktat dan Bifidobacteria. Istilah probiotik didefinisikan oleh Fuller (1989) sebagai suplemen makanan yang mengandung mikrobia hidup yang memberi pengaruh menguntungkan bagi inangnya dengan cara memperbaiki keseimbangan mikrobia pada usus. Manfaat makanan dan minuman probiotik terhadap kesehatan antara lain merangsang sistem pencernaan dan penyerapan zat gizi, menghambat pertumbuhan dan membunuh bateri patogen pada saluran pencernaan seperti E. coli, S.aureus, S.typhimurium, V. cholera, dan M. tuberculosis, mencegah konstipasi, antikanker, menurunkan kolesterol darah, mencegah lactose intolerance, dan meningkatkan imuno respon tubuh. B. Tujuan Tujuan yang ingin dicapai dalam praktikum ini adalah mahasiswa mampu mengolah susu menjadi dadih C. Luaran Luaran yang diharapkan adalah keberhasilan pembuatan dadih sehingga menghasilkan produk baru serta mahasiswa menghasilkan laporan akhir. 5

D. Materi Praktikum Materi yang digunakan dalam praktikum ini adalah 1 liter susu sapi segar 1 botol Sirup rasa orange. Peralatan yang digunakan berupa bambu segar dan sendok makan. E. Langkah Kerja dan Jadwal Praktikum a. Langkah Kerja 1. Susu segar dimasukkan ke dalam tabung bambu yang telah dipotong (dengan panjang masing-masing kurang lebih 5 cm dari ruas/buku bambu). 2. Tabung bambu yang telah berisi susu ini ditutup dengan daun pisang atau plastik dan diikat dengan karet gelang. 3. Tabung bambu yang telah berisi susu dibiarkan dalam ruangan yang tidak kena sinar matahari langsung (difermentasi) selama kurang lebih 2 hari atau sampai menjadi kental/menggumpal. 4. Tambahkan sirup sesuai selera Pengamatan 1. Lakukan uji sensorik terhadap warna, keempukan, tekstur dan rasa bakso yang dihasilkan. b. Jadwal Praktikum Praktikum dilaksanakan pada minggu pertama bulan April 2016. Bertempat di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak, Fakultas Peternakan Universitas Halu oleo, Kendari. 6

VII. PRAKTIKUM PEMBUATAN TELUR ASIN A. Latar Belakang Telur asin merupakan hasil olahan tradisional. Proses pembuatan telur asin pada dasarnya adalah penggaraman telur utuh. Proses penggaraman dilakukan selama beberapa hari untuk memberi kesempatan garam berdifusi ke dalam telur. Telur yang biasanya diolah menjadi asinan adalah telur itik, meskipum pada prinsipnya semua telur dapat dijadikan telur asin. Media penggaraman yang digunakan biasanya abu gosok atau serbuk bata merah yang dicampur dengan air dan garam dapur. Salah satu hal penting yang perlu diperhatikan di dalam pengawetan telur adalah mutu awal telur dan telur yang akan mengalami proses pengawetan. Tujuan dari tindakan pengawetan adalah menunda kerusakan fisik dan kimia serta mencegah pertumbuhan bakteri. Telur yang diawetkan harus mempunyai mutu awal yang masih masuk dalam kelas AA. Ciri-ciri telur yang masuk dalam kualitas AA adalah kulit telur bersih, tidak retak, bentuk normal, kedalaman kantung udara 0,3 cm atau kurang, putih telur kental dan jernih, kuning telur terletak di pusat dengan baik, kuning telur jernih dan bebas dari noda (Romanoff dan Romanoff, 1963) Proses pengasinan dapat dibedakan menjadi dua cara yaitu merendam telur dengan larutan garam jenuh dan membungkus telur dengan adonan garam yang biasanya terdiri dari bubukan bata, abu gosok dan garam atau dengan kata lain pemeraman (Suprapti, 2002). Pengasinan dengan cara pembungkusan menggunakan adonan garam dan bahan bantu yang dapat berupa abu gosok atau bubuk bata merah, dilakukan selama 12-14 hari (Sudaryani, 1996). Telur asin yang disukai konsumen adalah telur asin yang kuningnya memiliki tekstur masir, tidak terlalu asin putihnya dan kuningnya berwarna orange (Chi dan Tseng, 1998). B. Tujuan Tujuan yang ingin dicapai dalam praktikum ini adalah mahasiswa mampu mengolah telur menjadi telur asin. 7

C. Luaran Luaran yang diperoleh dari praktikum ini berupa produk telur asin yang lezat. Serta laporan akhir yang dibuat tiap-tiap mahasiswa. D.Materi Praktikum Materi yang digunakan dalam praktikum ini adalah Telur itik, Abu gosok atau semen bata merah, dan Garam dapur. Peralatan yang digunakan berupa timbangan dan baskom E.Langkah Kerja dan Jadwal Praktikum a. Langkah Kerja 1. Pilih telur yang bermutu baik (tidak retak atau busuk); 2. Bersihkan telur dengan jalan mencuci atau dilap dengan air hangat, kemudian keringkan 3. Amplas seluruh permukaan telur agar pori-porinya terbuka 4. Buat adonan pengasin yang terdiri dari campuran abu gosok dan garam, dengan perbandingan sama (1:1). Dapat pula digunakan adonan yang terdiri dari campuran bubuk bata merah dengan garam; 5. Tambahkan sedikit air ke dalam adonan kemudian aduk sampai adonan berbentuk pasta; 6. Bungkus telur dengan adonan satu persatu secara merata sekeliling permukaan telur, kirakira setebal 1 2 mm; 7. simpan telur dalam kuali tanah dan ember plastik selama 15 20 hari. Usahakan agar telur tidak pecah, simpan di tempat yang bersih dan terbuka; b. Pengamatan 1. Rebus telur asin yang diperoleh dalam air mendidih sampai matang (sekitar 30 menit). 2. Lakukan uji sensorik terhadap warna, rasa, tekstur dan warna telur asin yang dihasilkan. c. Jadwal Praktikum Praktikum dilaksanakan pada minggu pertama bulan April 8

2016. Bertempat di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak, Fakultas Peternakan Universitas Halu oleo, Kendari. DAFTAR PUSTAKA Astawan, MW. dan M. Astawan., 2004. Teknologi Pengolahan Pangan Hewani Tepat Guna. CV. Akademika Pressindo, Jakarta. Badan Standarisasi Nasional. 2002. SNI. 01-6683. Standarisasi Nasional, Jakarta. Nugget Ayam. Badan Hafid, H. 2009. Penuntun Praktikum Teknologi Hasil Ternak. Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Haluoleo, Kendari. Owens, C. M. 2001. Coated Poultry Products. Didalam: Sam, A. R. Poultry Meat Processing. CRC Press. London. Suwoyo. H,. 2006. Pengembangan Produk Chicken Nugget Vegetable Berbahan Dasar Daging SBB (Skinless Boneless Breast) dengan Penambahan Flakes Wortel di PT. Charoen Pokphand Indonesia Chicken Processing Plant, Cikande-Serang (Skripsi). Institut Pertanian Bogor. Rachmawati, D. 2006. Eksperimen pembuatan dendeng bunga pisang.skripsi. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Semarang. Semarang Standar Nasional Indonesia. 1992. Dendeng Sapi. SNI : 01-2908-1992. Dewan Standarisasi Nasional. 9

Format Laporan Praktikum Teknologi Pengolahan Hasil Ternak Judul Praktikum LOGO UHO NAMA :.. KELOMPOK: ANGGOTA: FAKULTAS PETERNAKAN UNIVERSITAS HALU OLEO KENDARI 2017 10

Hal i DAFTAR ISI I. PENDAHULUAN 2,5 sp A. Latar Belakang 2 sp 1,5sp 2sp B. Tujuan dan Manfaat Praktikum 2sp.1.5 sp. II. TINJAUAN PUSTAKA 2,5 sp 1,5 sp... III. MATERI DAN METODE PRAKTIKUM 2,5 sp A. Materi Praktikum 2 sp 1,5sp 2sp B. Metode praktikum 2sp.1.5 sp. IV. HASIL DAN PEMBAHASAN 2,5 sp 11

1,5 sp... V. KESIMPULAN DAN SARAN 2,5 sp C. Kesimpulan 2 sp 1,5sp 2sp D. Saran 2sp.1.5 sp. DAFTAR PUSTAKA 12