supertipe/subtipesubtipe

dokumen-dokumen yang mirip
Enhanced E-R Model 4/20/2009 1

SISTEM BASIS DATA 2. WAHYU PRATAMA, S.Kom., MMSI.

SISTEM BASIS DATA 2. WAHYU PRATAMA, S.Kom., MMSI.

Database Design. Enhanced Entity-Relationship (EER) Pertemuan 5. Dahlia Widhyaestoeti, S.Kom

Sistem Basis Data. Chapter 4: The Enhanced E-R Model and Business Rules Andronicus Riyono, M.T.

Sistem Basis Data. Chapter 4: The Enhanced E-R Model and Business Rules Andronicus Riyono, M.T.

Entity adalah objek di dunia yang bersifat unik. Setiap entity mempunyai atribut yang membedakannya dengan entity lainnya.

Perancangan Database Bagian I. Ahmad Hanafi

Perancangan Database Bagian I

Mahasiswa dapat melakukan perancangan basis data dengan model entity relationship

MODEL EER (ENHANCED ENTITY RELATIONSHIP)

MODEL ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM. Basis data

MODEL ENTITY RELATIONSHIP

ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM (ERD) Basis data

Enhanced ER Modeling Techniques. Yusuf 2010

Outline. 1. Latar Belakang. 2. Superclass/Subclass Relationship. 3. Specialisasi dan Generalisasi. 4. Hierarchy dan Lattice

PERANCANGAN BERORIENTASI OBJEK

Model EER. (Enhanced Entity Relationship)

Enhanced Entity Relationship. Mata Ajar Basis Data 1

ERD, EERD DAN PEMETAAN KE MODEL RELASIONAL

Pertemuan IV Advanced Entity Relationship Diagram Fak. Teknik Jurusan Teknik Informatika

PERTEMUAN IV ADVANCED ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM FAK. TEKNIK JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA

PERANCANGAN BERORIENTASI OBJEK

ENHANCED ENTITY RELATIONSHIP (EER) DIAGRAM

Diagram E-R. ERD (Entity Relationship Diagram) Alat Bantu Perancangan Basis Data

PERANCANGAN DATABASE E-R DIAGRAM. Pengolahan Basis Data D3-TI STMIK AMIKOM

Atribut NPM (underlined) = primary key

Entity Relationship Diagram

DIAGRAM E-R. ERD (ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM) ALAT BANTU PERANCANGAN BASIS DATA

Entity Relationship Model

Entity Relationship Diagram. Rima Dias Ramadhani, S.Kom., M.Kom Wa:

PERANCANGAN BASIS DATA. Alif Finandhita, S.Kom

Basis Data. Roni Andarsyah, ST., M.Kom Lecture Series

E-R Diagram Kusnawi, S.Kom, M.Eng

PertemuanI. Object Oriented

KOMPONEN ENTITY RELATIONSHIP

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Pertemuan9. Disain Basis Data

Basis Data I Danny Kriestanto, S.Kom., M.Eng

PEMODELAN DATA (ER-D) Basis Data -1 / Dian Dharmayanti

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Adri Priadana. ilkomadri.com

Modul 9. Memahami dan menerapkan ERD (Entity Relationship Diagram) dan Normalisasi. Memahami Diagram EER (Enhanced Entity Relatioship Diagram)

NORMALISASI BASIS DATA. Institut Teknologi Sumatera

Database Design. Pemodelan data & Model Entity-Relationship. Pertemuan 4. Dahlia Widhyaestoeti, S.Kom

BAB I PENDAHULUAN I - 1

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

Basis Data I. Pertemuan Ke-2 & Ke-3 (Rancangan Basisdata) Noor Ifada.

Handout 1A. Anggaran Bulanan. Anggaran Berimbang

Modul ke: Pertemuan - 8. Model Relasi Entitas. Fakultas Ilmu Komputer. Ariefah Rachmawati. Program Studi Sistem Informasi.

Kontrak Kuliah. Entity Relationship Diagram Bagian 2. Edi Sugiarto, S.Kom, M.Kom

SISTEM BASIS DATA. Pertemuan 4. 3 SKS Semester 2 S1 Sistem Informasi Nizar Rabbi Radliya

ENTITY RELATIONSHIP PENGERTIAN

BAB 2 LANDASAN TEORI

SURVEI STATISTIK KEUANGAN BADAN USAHA MILIK DAERAH

PERBANDINGAN PERHITUNGAN BAGI HASIL TABUNGAN MUDHARABAH PADA PT. BANK SYARIAH MANDIRI DENGAN PADA PT. BANK MANDIRI

STIKOM SURABAYA BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Kemajuan teknologi informasi telah merambah dengan cepat ke berbagai

Perancangan Basis Data Relasional. (Lanjutan dengan EER) By : Hanung N. Prasetyo

Modul 3 Konsep Perancangan Basis Data

PERTEMUAN 11 KONSEP PEMROGRAMAN BERORIENTASI OBJEK

UML : Class Diagram 23/11/ Area Pokok Class. Kaidah Penulisan Nama Class. Class Diagram (1) Contoh Class. Class Diagram (2) SHINTA P.

KUESIONER PENELITIAN. Berikut ini adalah kuesioner yang berkaitan dengan penelitian tentang PENGARUH KOMPENSASI DAN KEPUASAN TERHADAP KINERJA

Basis data ERD. Entity. Atribut ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM 13/10/2015 TIU TIK. Entity

Pembeli. Bag. Gudang. Bag. Keuangan. Supplier

BAB I PENDAHULUAN. perusahaan-perusahaan untuk terus berkembang agar dapat bertahan dalam kancah

Perancangan Basis Data Relasional. (Entity Relationship Model) By : Hanung N. Prasetyo

BAB 5 SIMPULAN & SARAN

IKHTISAR LHKPN BRAM BRAHMANTIYO

TEKNIK ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM (ERD)

Perancangan Basis Data Relasional. Bab IV Converting ER Model To Table

Pertemuan6. Class Diagram

Pertemuan Transformasi ER-MODEL INDIKATOR. 1. Memahami ER model 2. Menerapkan transformasi ER- Model ke Model Relasional.

SISTEM BASIS DATA 1 Imam Asrowardi, S.Kom.

PERTEMUAN 3. Model E-R (Lanjutan)

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. Sistem pelayanan pada rumah sakit MARDI WALUYO merupakan suatu sistem

PEMODELAN DATA DAN PROSES PENGEMBANGAN DATABASE. Pengolahan Basis Data D3-TI STMIK AMIKOM

Model Data HANI IRMAYANTI, M.KOM

Materi 6 PERANCANGAN BASIS DATA (PBD) 3 SKS Semester 5 S1 Sistem Informasi UNIKOM 2014 Nizar Rabbi Radliya

Pertemuan 4 ENTITY RELATIONSHIP ENTITY RELATIONSHIP

PERANCANGAN DATABASE E-R DIAGRAM 2. Pengolahan Basis Data D3-TI STMIK AMIKOM

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

PENGERTIAN DASAR AKUNTANSI. Akuntansi dapat didefinisikan berdasarkan dua aspek penting yaitu :

Pertemuan 6-7. UML (Unified Modeling Language) (Software Design 2) Muhamad Alif,S.Kom Teknik Informatika UTM 17 Oktober 2012

Entity Relationship Model

30 Juni 31 Desember

PERANCANGAN BASIS DATA

LAMPIRAN. Lampiran 1 Notasi untuk Flowchart Diagram

PERHITUNGAN BUNGA TABUNGAN

LAMPIRAN. Screenshot Perancangan Data Warehouse Menggunakan Oracle Warehouse Builder 11g. Gambar berikut berisi atribut-atribut dari dimensi waktu.

IKHTISAR LHKPN TATANG HIDAYAT

Transkripsi:

Enhanced E-R Model E - ERD

EER Digunakan untuk menangani hubungan supertipe/subtipesubtipe Supertipe adalah suatu entitas yang bersifat umum Subtipe adalah suatu entitas yang merupakan pengkhususan dari supertipe Contoh: MOBIL dapat menjadi supertipe SEDAN, MINIBUS, JIP dapat berkedudukan sebagai subtipe

Hubungan Supertipe/Subtipe Atribut-atribut yang bersifat umum SUPERTIPE Tipe entitas umum SUBTIPE 1 SUBTIPE 2 SUBTIPE 3 Pengkhususan dari supertipe Atribut-atribut khusus milik SUPTIPE 1 Atribut-atribut khusus milik SUPTIPE 2 Atribut-atribut khusus milik SUPTIPE 3

Notasi Hubungan Supertipe/Subtipe Simbol lingkaran digunakan untuk menghubungkan garis ke supertipe dan suptipe Simbol Bentuk-U pada garis yang menghubungkan simbol lingkaran dan suptipe menyatakan bahwa suptipe adalah bagian dari supertipe

Contoh Supertipe dan Subtipe Nama_Pegawai Alamat Nomor_Pegawai PEGAWAI Tgl_Mulai_Kerja PEGAWAI HARIAN PEGAWAI TETAP PEGAWAI KONTRAK Kompensasi Upah_Harian Gaji_Bulanan Tunjangan Nomor_Kontrak Lama_Kontrak

Pilihan Model Konseptual 1. Buat sebuah tipe entitas bernama PEGAWAI 2. Buat tiga buah entitas terpisah 3. Buat supertipe dan subtipe seperti pada contoh di depan

Contoh Supertipe dan Subtipe Kode_Pasien Tgl_Kunjung Kode_Dokter PASIEN Ditangani_oleh DOKTER RAWAT JALAN RAWAT INAP Ditempatkan_ke TEMPAT TIDUR Tgl_Balik Tgl_Pulang Kode_Tempat_Tidur

Pewarisan Atribut Pewarisan atribut (attribute inheritance) merupakan sifat yang membuat entitas subtipe mewarisi nilai-nilai yang terdapat pada semua atribut dalam supertipe Contoh Nama_Pegawai terdapat pada supertipe PEGAWAI. Nilai atribut ini dengan sendirinya diwarisi oleh subtipe seperti PEGAWAI TETAP

Proses Pembuatan Hubungan 1. Generalisasi Supertipe/Subtipe Proses perancangan yang bersifat bottom-up Pembuatan entitas yang bersifat umum dimulai dari tipe-tipe entitas yang bersifat khusus 2. Spesialisasi Proses perancangan yang bersifat top-down Pembuatan satu atau beberapa entitas yang bersifat khusus (subtipe) dilakukan dari entitas yang bersifat umum terlebih dulu (supertipe)

Ilustrasi Generalisasi Model Tahun ID_Kendaraan Nama_Kendaraan Harga Cc_Mesin Model Tahun Jumlah_Penumpang MOBIL ID_Kendaraan Nama_Kendaraan Harga Cc_Mesin Model Tahun MOTOR ID_Kendaraan Nama_Kendaraan Harga Kapasitas TRUK Cc_Mesin Tiga tipe entitas dibuat terlebih dulu (MOBIL, TRUK, MOTOR)

Ilustrasi Generalisasi Model Tahun ID_Kendaraan Nama_Kendaraan Harga KENDARAAN Cc_Mesin Generalisasi supertipe KENDARAAN (Entitas MOTOR tidak muncul secara eksplisit) MOBIL TRUK Jumlah_Penumpang Kapasitas

Ilustrasi Spesialisasi Harga_Per_Unit Nomor_Suku_Cadang Kode_Pemasok Nama_Suku_Cadang SUKU CADANG Lokasi Jumlah_Tersedia Routing_Number Kondisi: Kode_Pemasok dan Harga_Per_Unit terkait dnegan suku cadang yang dibeli dari pemasok Routing_Number terkait dengan pabrik (tempat suku cadang dibuat sendiri)

Ilustrasi Spesialisasi Jumlah_Tersedia Nomor_Suku_Cadang Lokasi Kode_Pemasok Nama_Suku_Cadang SUKU CADANG PEMASOK SUKU CADANG BUATAN SENDIRI SUKU CADANG DIBELI Memasok Routing_Number Harga_Per_Unit

Contoh Lain Spesialisasi Entitas ORANG mengandung atribut Nama, Alamat, Kota Seseorang bisa dipecah lagi menjadi: PELANGGAN PEGAWAI

Kekangan Kelengkapan Kekangan kelengkapan (completeness constraint) ) adalah jenis kekangan yang ditujukan untuk menjawab pertanyaan apakah suatu instan dari supertipe harus juga menjadi paling tidak anggota dari sebuah subtipe Kekangan kelengkapan memiliki 2 aturan: Spesialisasi parsial (partial specialization) Suatu instan supertipe boleh tidak menjadi bagian dari subtipe Spesialisasi total (total specialization) Setiap instan supertipe harus menjadi anggota dari subtipe

Ilustrasi Aturan Spesialisasi Total Kode_Pasien Tgl_Kunjung Kode_Dokter PASIEN Ditangani_oleh DOKTER Spesialisasi total RAWAT JALAN RAWAT INAP Ditempatkan_ke TEMPAT TIDUR Tgl_Balik Tgl_Pulang Kode_Tempat_Tidur Aturan bisnis: Setiap pasien harus tergolong sebagai salah satu: pasien rawat jalan atau pasien rawat inap Pada contoh ini, penambahan pada PASIEN dengan sendiri akan menambahkan ke salah satu: RAWAT JALAN atau RAWAT INAP

Ilustrasi Spesialisasi Parsial Model Tahun ID_Kendaraan Harga Nama_Kendaraan KENDARAAN Cc_Mesin Jika kendaraan adalah mobil, maka akan menjadi instan dari MOBIL Jika kendaraan adalah truk, maka akan menjadi instan dari TRUK Tapi jika kendaraan adalah sepeda motor, tidak akan muncul dalam subtipe MOBIL TRUK Jumlah_Penumpang Kapasitas

Disjointness Constraint Disjointness constraint adalah kekangan yang ditujukan untuk menjawab pertanyaaan apakah suatu instan supertipe bisa secara serentak menjadi angota dua buah suptipe (atau lebih). Dua aturan pada disjointness constraint : Aturan disjoint : jika suatu instan supertipe adalah anggota salah satu subtipe, maka instan tersebut tidak boleh menjadi anggota subtipe yang lain Aturan overlap : jika suatu instan supertipe adalah anggota salah satu subtipe, maka instan tersebut boleh menjadi anggota subtipe yang lain

Ilustrasi Aturan Disjoint Kode_Pasien Tgl_Kunjung Kode_Dokter PASIEN Ditangani_oleh DOKTER d Aturan disjoint RAWAT JALAN RAWAT INAP Ditempatkan_ke TEMPAT TIDUR Tgl_Balik Tgl_Pulang Kode_Tempat_Tidur Aturan bisnis: Pada waktu yang sama, tidak mungkin seseorang pasien masuk kategori RAWAT JALAN dan RAWAT INAP

Ilustrasi Aturan Overlap Aturan bisnis: Suatu suku cadang bisa berasal dari buatran sendiri atau beli Contoh: suku cadang dengan kode AX-003 memiliki jumlah sediaan sebanyak 60 buah (40 berasal dari pembelian dan 20 berasal dari buatan sendiri) Jumlah_Tersedia Nomor_Suku_Cadang Lokasi Kode_Pemasok Nama_Suku_Cadang SUKU CADANG Aturan overlap PEMASOK o SUKU CADANG BUATAN SENDIRI SUKU CADANG DIBELI Memasok Routing_Number Harga_Per_Unit

Pembeda Subtipe Masalah yang timbul dalam hubungan supertipe/subtipe: Ke dalam subtipe yang mana suatu instan akan disisipkan? Hal ini diatasi dengan pembeda subtipe (Subtype discriminator) Pembeda subtipe adalah suatu atribut pada supertipe yang nilainya menentukan target sebuah subtipe atau beberapa subtipe

Pembeda Subtipe Jumlah_Tersedia Nomor_Suku_Cadang Lokasi Kode_Pemasok SUKU CADANG Nama_Suku_Cadang Tipe_Suku_Cadang: Buatan Sendiri?= Y o Beli?=Y Pembeda subtipe PEMASOK SUKU CADANG BUATAN SENDIRI SUKU CADANG DIBELI Memasok Routing_Number Harga_Per_Unit

Pembeda Subtipe (Lanjutan ) Tipe Suku Cadang Buatan Sendiri Beli Dibuat sendiri Y T Beli saja T Y Dibuat sendiri dan juga beli Y Y

Pembeda Subtipe Nama_Pegawai Alamat Nomor_Pegawai PEGAWAI Tgl_Mulai_Kerja Tipe_Pegawai: H T d K PEGAWAI HARIAN PEGAWAI TETAP PEGAWAI KONTRAK Kompensasi Upah_Harian Gaji_Bulanan Tunjangan Nomor_Kontrak Lama_Kontrak

Contoh Soal Bank memiliki tiga jenis rekening: cek, tabungan, pinjaman Atribut untuk ketiga rekening: CEK=(No_Rek, Tgl_Buka, Saldo, Biaya_Layanan) TABUNGAN=(No_rek, Tgl_Buka, Saldo, Bunga) PINJAMAN=(No_Rek, Tgl_Buka, Bunga, Pembayaran) Setiap rekening harus menjadi salah satu dari ketiga subtipe. Dengan menggunakan generalisasi, buatlah model EER Sertakan pula pembeda subtipe

Soal EER Gambarkan diagram EER-nya untuk masing- masing persoalan berikut, bila ATLIT, PELARI, PETEMBAK, dan PEMBALAP adalah entitas: Suatu ATLIT tidak harus menjadi PELARI, PETEMBAK, dan PEMBALAP Suatu ATLIT bisa menjadi salah satu PELARI, PETEMBAK, dan PEMBALAP Suatu ATLIT bisa menjadi PELARI, PETEMBAK, dan PEMBALAP sekaligus