FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMILIHAN BUSANA PADA MAHASISWI MALUKU TENGGARA DI YOGYAKARTA

dokumen-dokumen yang mirip
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PENDIDIKAN TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN MENGHIAS BUSANA DI SMKN 2 GODEAN

FAKTOR-FAKTOR KESULITAN BELAJAR DALAM MENGIKUTI MATA PELAJARAN KETERAMPILAN TATA BUSANA SISWA SMPN 1 SURUH SEMARANG

HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BERPRESTASI PEMBUATAN POLA KONSTRUKSI DENGAN PRESTASI BELAJAR MENJAHIT SISWA SMK ADHI YUDYA KARYA PATEAN KENDAL JAWA TENGAH

HUBUNGAN KEMANDIRIAN DENGAN MINAT BERWIRAUSAHA SISWA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 1 SEWON BANTUL YOGYAKARTA

PENGARUH PENGETAHUAN SANITASI DAN HIGIENE TERHADAP PENGOLAHAN MAKANAN SEHAT KELUARGA LPKK

PENGARUH PERHATIAN ORANG TUA TERHADAP PRESTASI BELAJAR MENJAHIT PADA SISWA SMPN 2 MOJOGEDENG KABUPATEN KARANGANYAR

PEMAHAMAN TREND FASHION SISWA KELAS XI TATA BUSANA DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

PERBEDAAN HASIL BELAJAR MENGGAMBAR BUSANA DENGAN PENGGUNAAN MEDIA KOMIK DAN MEDIA GAMBAR DI SMK PGRI 1 SALATIGA

HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN MINAT BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR MUHAMMADIYAH JOGOKARIYAN YOGYAKARTA

PENGARUH BIMBINGAN KARIER TERHADAP KESIAPAN KERJA SISWA BIDANG KEAHLIAN TATA BUSANA DI SMK

Jurnal KELUARGA Vol 1 No 2 September Dwi Mifta Rahmawati 1, Yasmi Teni Susiati 2 Prodi PKK JPTK FKIP UST.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT KONSUMEN DALAM MENGKONSUMSI MAKANAN TRADISIONAL DAERAH TEGAL DI WARUNG TEGAL (WARTEG) BALEK MANING YOGYAKARTA

PENGARUH KONSUMSI MAKAN TERHADAP STATUS GIZI ANAK DI SEKOLAH DASAR

BAB III METODE PENELITIAN. rinci (Nana Syaodih, 2007:287). Penelitian ini menggunakan pendekatan

ANALISIS FAKTOR DETERMINAN PENAMPILAN BERBUSANA MAHASISWI ASRAMA DI YOGYAKARTA

PENGARUH TEMAN SEBAYA TERHADAP HASIL BELAJAR PENGOLAHAN DAN PENYAJIAN MAKANAN INDONESIA PADA SISWA SMK

PENGARUH PENGELOLAAN PERALATAN PRAKTIKUM DAN PERAN TEKNISI TERHADAP PRESTASI MEMBUBUT

PENGARUH FASILITAS BELAJAR DAN LINGKUNGAN BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V SD NEGERI KRADENAN TAHUN PELAJARAN 2013/2014

PENGARUH PEMANFAATAN MEDIA INTERNET TERHADAP HASIL PEMBELAJARAN DESAIN BUSANA SISWA SMK

BAB III METODE PENELITIAN. A. Waktu dan Tempat Penelitian. Penelitian ini dilakukan pada bulan 1 April sampai 30 Juni 2014

HUBUNGAN PENGAWASAN DENGAN DISIPLIN KERJA PEGAWAI PADA DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA KABUPATEN DHARMASRAYA

PENGARUH MOTIVASI, KEMANDIRIAN, DAN FASILITAS TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA SMK

BAB III METODE PENELITIAN. merumuskan masalah sampai dengan menarik kesimpulan (Purwanto,

FAKTOR PENDUKUNG PEMBELAJARAN PERMAINAN BOLAVOLI DI SMK MUHAMMDIYAH 1 PRAMBANAN KLATEN TAHUN AJARAN 2015/2016

ANALISIS FAKTOR HASIL BELAJAR DASAR TEKNOLOGI MENJAHIT SISWA TATA BUSANA DI SMK

TANGGAPAN SISWA KELAS VII TERHADAP PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN DI SMP NEGERI 2 PLERET

Oleh : Dimas Wicaksono, Universitas Negeri Yogyakarta, : Kompetensi kerja aspek keterampilan dan sikap, kesiapan kerja

PENGARUH KONSENTRASI BELAJAR DAN KREATIVITAS BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR AKUNTANSI SISWA KELAS XI IPS DI SMA MUHAMMADIYAH 1

BAB III METODE PENELIITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional dengan menggunakan

FAKTOR-FAKTOR KESULITAN BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN MEKANIKA TEKNIK DI JURUSAN TEKNIK GAMBAR BANGUNAN SMK NEGERI 1 SEYEGAN

HUBUNGAN PARTISIPASI ORANG TUA DENGAN HASIL BELAJAR IPA TERPADU SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 LEMBAH GUMANTI ARTIKEL

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONDISI BELAJAR SENI MUSIK SISWA SMP NEGERI 2 PEKALONGAN

HUBUNGAN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DENGAN MORAL KERJA GURU DI SMK NEGERI 2 BUKITTINGGI

PENGARUH LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK TERHADAP PENINGKATAN KEPERCAYAAN DIRI DALAM MENGEMUKAKAN DAN MEMPERTAHANKAN PENDAPAT PADA SISWA KELAS

Keywords: Learning Interest, Basic Gastronomy Subject.

HUBUNGAN MORAL KERJA DENGAN PELAKSANAAN TUGAS GURU SEBAGAI PENGAJAR DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK) NEGERI 3 KOTA PADANG

BAB III METODE PENELITIAN. bahasa terbaik yang mengajarkan bahasa Prancis kepada siswa siswinya dan

FAKTOR-FAKTOR PENDUKUNG PEMBELAJARAN PERMAINAN BOLAVOLI MINI SISWA KELAS V DAN VI DI SD N PAKEM TAMANMARTANI KALASAN SLEMAN TAHUN AJARAN 2016/2017

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di SMK Muhammadiyah. beralamat di Jalan Pramuka No. 62 Giwangan, Yogyakarta.

HUBUNGAN KONSEP DIRI DENGAN HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS VII MTs UNIT SEKOLAH BARU (USB) SAGULUNG BATAM

ANALISIS HAMBATAN BELAJAR TEKNOLOGI MEKANIK PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK PEMESINAN SMK NEGERI 3 YOGYAKARTA

PENGARUH PELAYANAN PRIMA TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN DI JADE BAMBOO RESTO YOGYAKARTA

KESADARAN ANGGOTA LPKK TERHADAP SANITASI DAN HIGIENE LINGKUNGAN DI KELURAHAN TAHUNAN KECAMATAN UMBULHARJO YOGYAKARTA

PERILAKU PEDULI KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DAN SANITASI HYGIENE SISWA DI LABORATORIUM TPHP SMK NEGERI 1 PANDAK

IN PRAMBANAN STATE SENIOR HIGH SCHOOL KLATEN

PENGARUH BUDAYA ORGANISASI DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA TENAGA KEPENDIDIKAN DI PESANTREN RAUDLATUL HASANAH MEDAN

PERSEPSI SISWI KELAS X TATA BUSANA TENTANG KOMPETENSI MEMBUAT POLA TEKNIK KONSTRUKSI DI SMKN 3 SUNGAI PENUH JULITA HARMAIDA

HAMBATAN DALAM MENYELESAIKAN SKRIPSI MAHASISWA D4 FAKULTAS PARIWISATA DAN PERHOTELAN UNIVERSITAS NEGERI PADANG JURNAL

HUBUNGAN MINAT DAN PRESTASI BELAJAR MENJAHIT DENGAN KESIAPAN KERJA SISWA SMK Arwita Priyani Guru MAN 2 Trenggalek

III. METODE PENELITIAN

PENGETAHUAN TENTANG KOSMETIKA PERAWATAN KULIT WAJAH DAN RIASAN PADA MAHASISWI JURUSAN KESEJAHTERAAN KELUARGA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI PADANG

BAB III METODE PENELITIAN. atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya. Pendekatan

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERSEPSI SISWA KELAS VII SMP NEGERI 4 WATES TERHADAP PROSES PEMBELAJARAN PERMAINAN BOLABASKET

BAB III METODE PENELITIAN

KESULITAN BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN MEKANIKA TEKNIK DAN ELEMEN MESIN DI SMK N 2 WONOSARI

ETIKA BERBUSANA MUSLIM MAHASISWA PKK FKIP UST

Disusun Oleh: DENI EKA RINTAKASIWI A

PENDEKATAN KONTEKTUAL MELALUI METODE PENUGASAN UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII SMPN 2 KUTASARI PURBALINGGA

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRONIKA JURUSAN TEKNIK ELEKTRONIKA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI PADANG

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. berjumlah 88 orang. Responden diambil sebanyak 20 orang dari

PENGARUH PERKEMBANGAN SOSIAL TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK (STUDI DESKRIPTIF KUANTITATIF) DI SMP N 1 PASAMAN KABUPATEN PASAMAN BARAT ABSTRACT

MINAT SISWA SMK N 3 PAYAKUMBUH UNTUK MELANJUTKAN STUDI KE JURUSAN KESEJAHTERAAN KELUARGA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI PADANG

ANALISA PELAKSANAAN KURIKULUM SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN BERORIENTASI KTSP DI SMKN 2 PENGASIH

HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DENGAN INTERAKSI SOSIAL PADA SISWA KELAS XI DI SMA NEGERI 1 WERU SUKOHARJO TAHUN PELAJARAN 2014/2015

PENGARUH KEAKTIFAN SISWA BERORGANISASI TERHADAP PENINGKATAN SOFT SKILLS DAN PRESTASI BELAJAR SISWA SMK MUHAMMADIYAH PRAMBANAN

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI MINAT MELANJUTKAN PENDIDIKAN KE PERGURUAN TINGGI PADA SISWA KELAS XII AKUNTANSI SMK NEGERI 6 SURAKARTA TAHUN 2013

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN KURIKULUM 2013 DI SMK N 2 DEPOK PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK MESIN

HUBUNGAN SIKAP SISWA DALAM PEMBELAJARAN TERHADAP HASIL BELAJAR IPA-BIOLOGI SISWA KELAS VII MTSN PARAK LAWAS PADANG

BAB III METODE PENELITIAN

Oleh: Farah Dita Wulandari, Pendidikan Teknik Boga, Universitas Negeri Yogyakarta

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 2013/2014 pada tanggal 20 September 2013 sampai dengan 11 Oktober 2013

REGULASI DIRI BELAJAR PESERTA DIDIK DI KELAS XI SMA NEGERI 2 SIJUNJUNG

BAB III METODE PENELITIAN. mendeskripsikan fenomena-fenomena yang ada, baik fenomena alamiah maupun

PERSEPSI SISWA SMA N 1 PARIGI PANGANDARAN TERHADAP PEMBELAJARAN RENANG

Oleh : Ridwan Prayogo A

TINGKAT KEPUASAN PESERTA DIDIK TERHADAP SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN JASMANI TAHUN AJARAN 2015/2016 DI SMA NEGERI 1 BANDONGAN KABUPATEN MAGELANG

III. METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN MATA PELAJARAN KEJURUAN PAKET KEAHLIAN TEKNIK INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK SMK N 1 PURWOREJO

Kata kunci: kemampuan motorik kasar, anak tunagrahita, SLB Negeri Pembina Yogyakarta.. ABSTRACT

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif korelasional. Penelitian

Diajukan Oleh : INDRI AVISHA SETYANINGSIH A

BAB III METODE PENELITIAN. dengan analisis data dan penyajian secara kuantitatif/statistik.

Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan, Volume 8, No. 2 Juni 2012 ETIKA PERGAULAN MAHASISWA KOS DALAM PERSPEKTIF MASYARAKAT DUKUH KRUWED SELOKERTO SEMPOR

JURNAL PUBLIKASI Untuk memenuhi sebagian persyaratan guna mencapai derajat Sarjana S-1 Program Studi Pendidikan Ekonomi Akuntansi

PENGARUH MOTIVASI BELAJAR DAN METODE MENGAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA STANDAR KOMPETENSI MENGELOLA SISTEM KEARSIPAN

IMPLEMENTASI KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU IPS SMP/MTs DI KECAMATAN PANDAK JURNAL SKRIPSI

BAB III METODE PENELITIAN

PENGARUH PEMANFAATAN WAKTU BELAJAR SISWA DI LUAR JAM PELAJARAN DAN PERHATIAN ORANG TUA TERHADAP PRESTASI BELAJAR AKUNTANSI

BAB III METODE PENELITIAN

HUBUNGAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU DENGAN HASIL BELAJAR IPS SISWA JURNAL. Oleh NIO WICAK KUNCORO BAHARUDDIN RISYAK RIYANTO M.

BAB III METODE PENELITIAN. pendekatan kuantitatif-dekriptif. Desain penelitian ini dipilih dengan

MINAT BELAJAR SISWA KELAS XI PADA MATA PELAJARAN MENGHIAS BUSANA DI SMK NEGERI 3 SUNGAI PENUH PERA WETTI

PERSEPSI WARGA SEKOLAH TENTANG PENERAPAN PERATURAN 5 HARI KERJA DI SMK NEGERI 1 CILACAP JAWA TENGAH

PERSEPSI SISWA KELAS VIII TERHADAP PEMBELAJARAN AKTIVITAS AIR DI SMP NEGERI 2 KLATEN

BAB III METODE PENELITIAN. Menurut Suharsimi Arikunto (2010: 3) penelitian deskriptif adalah suatu

ANALISIS PERSEPSI SISWA UNTUK MENINGKATKAN PROSES PEMBELAJARAN TEKNIK LAS BUSUR MANUAL DI SMKN 1 SEDAYU

B. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMA N 1 Kaliwungu yang beralamat di Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kendal pada

BAB III METODE PENELITIAN

Transkripsi:

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMILIHAN BUSANA PADA MAHASISWI MALUKU TENGGARA DI YOGYAKARTA Selvisina Salawaney Endang Wani Karyaningsih Prodi PKK FKIP UST Abstrak Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan busana ditinjau dari 1) faktor internal: kepribadian dan pengetahuan 2) faktor eksternal : lingkungan pergaulan, lingkungan masyarakat. Jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Pengambilan sampel menggunakan proportional random sampling. Metode pengumpulan data menggunakan metode angket dan dokumentasi. Hasil analisis menunjukkan : 1) faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan busana kategori tinggi dengan frekuensi relatif 74,19%, artinya, berpenampilan dengan busana yang baik dapat menentukan kepribadian seseorang. Pemilihan busana dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor dari dalam (internal), dan faktor dari luar (eksternal). 2) Besarnya pengaruh faktor tersebut terhadap pemilihan busana dapat dilihat dari kategori masing-masing indikator. Faktor internal meliputi indikator kepribadian (25,34%) dan pengetahuan (26,67%). Faktor eksternal: indikator lingkungan pergaulan (21,20%), lingkungan masyarakat (26,79%). Dapat dijelaskan bahwa faktor lingkungan masyarakat memberikan pengaruh paling tinggi. Abstract The objectives of this research are to know the factors influencing the selection of dress base on: 1) internal factors: personality and knowledge, 2) external factors: communication and social environment. The type of the research is descriptive quantitative. Samples are taken by proportional random sampling. Data are collected by questinaire and documentation. The results show: the factors influencing the selection of dress are categorized high by relative frequency 74.19%, meaning that good dress performance determines personality of someone. The selection of dress is influenced by two factors, that is, internal and external factors, 2) the large influent factor to the dress selection can be seen from each indicator category. The internal factors cover personality indicator (25.34%) and knowledge (26.67%). External indicator factors of communication environment (21.20%), social environment (26.79). It explains that social environment factor gives the highest contribution. Key words: Dresss selection, woman of college students Kata Kunci: Pemilihan busana, mahasiswi. PENDAHULUAN Pemilihan busana merupakan faktor yang sangat penting dalam pergaulan. Untuk dapat berpenampilan yang baik seharusnya seseorang dapat menutupi kekurangan agar tampak lebih indah dengan kata lain harus dapat menyamarkan kekurangan yang ada pada tubuh, dan cara yang paling tepat adalah dengan busana yang serasi sesuai dengan bentuk tubuh dan terpenting dapat menutupi kekurangan dari tubuh.. Fenomena yang terjadi, banyak orang kurang memiliki pengetahuan busana dalam setiap penampilannya sehingga kurang dapat memantas diri dengan busana yang serasi dan menarik. Hal ini disebabkan karena kurang mendapatkan informasi tentang bagaimana pemilihan busana yang baik dan pantas. Pemilihan busana yang baik untuk diri sendiri tidaklah mudah. Banyak hal yang perlu diperhatikan dan diperhitungkan sehingga diperlukan pengetahuan tentang busana dan tujuan pemilihan busana terlebih dahulu. 41

Tujuan busana tidak hanya menutupi tubuh belaka, tetapi lebih dari itu busana juga dapat menutupi kekurangankekurangan pada tubuh, misalnya seseorang yang memiliki bentuk tubuh kurus dengan busana dapat terkesan gemuk dan seseorang yang memiliki kulit pucat dapat terkesan kulit lebih bercahaya. Selain tujuan berbusana yaitu melindungi badan agar tetap sehat, menutup aurat, atau memenuhi kesopan santunan dan dapat tampil serasi (Arifah.A Riyanto, 2003: 149). Pakaian juga dapat melindungi tubuh dari panas matahari, gigitan serangga, dan lain-lain. Jadi dengan busana dapat mempengaruhi jiwa pribadi seseorang baik jasmani maupun rohani. Berpenampilan dengan busana yang baik dapat menentukan kepribadian seseorang. Hal ini dikarenakan pemilihan busana yang baik mencerminkan sikap dan tingkah laku yang baik dalam bersosialisasi dalam masyarakat. Dalam pemilihan busana untuk dipergunakan dalam penampilan sehari-hari dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor dari luar (eksternal) dan faktor dari dalam (internal). Faktor lain yang mempengaruhi seseorang dalam pemilihan busana adalah pendidikan, lingkungan, tingkat ekonomi, agama, dan kebudayaan. Lingkungan juga memiliki peran yang penting dalam pemilihan busana. Di dalam lingkungan terkandung normanorma yang mengatur tingkah laku seseorang dalam busana. Pendapatan keluarga berhubungan dengan status sosial yang disandang, sehingga mempengaruhi pemilihan busana. Agama di sini sangat mempengaruhi seseorang dalam pemilihan busana, karena didalamnya mengandung sebuah moral dalam pemilihan busana yang baik. Pemilihan busana yang baik untuk penampilan diri sendiri hal yang terpenting adalah ketelitian dalam menyesuaikan busana dengan keadaan tubuh, warna kulit atau usia, dan kesempatan. Fenomena yang sering dijumpai dalam masyarakat adalah bahwa seseorang memiliki kecenderungan mengenakan busana yang sedang digemari tanpa memperhatikan keserasian busana dengan bentuk tubuh, warna kulit, usia maupun kesempatan. Tata cara busana serasi atau berpakaian yang baik merupakan ciri khusus, memancarkan kepribadian dan kewibawaan bagi seseorang yang memakainya. Dari cara berbusana, seseorang dapat dinilai kepribadiannya, tingkat pendidikannya, lingkungan dan seleranya. Busana harus meliputi pula pilihan yang tepat yang berhubungan dengan kepribadian dan pembawanaan pemakai. Busana serasi mampu menyesuaikan dengan kebutuhan, adat-istiadat, lingkungan atau suasana pada saat memakainya. Berdasarkan hasil wawancara dengan ketua RW 06 Babarsari, permasalahan yang sering dihadapai mahasiswi Maluku Tenggara yang tinggal di wilayah Babarsari adalah sebagian besar mahasiswi kurang memperhatikan pemilihan busana yang baik. Mereka terkesan hanya memakai busana yang sedang terkenal tanpa memperhatikan tingkat kesopanan atau kepantasan. Hal ini tentu menjadi perhatian mahasiswi sendiri untuk memilih busana yang baik sesuai dengan kaedah sosial yang berlaku. Salah satu faktor yang menyebabkan kurang baiknya pemilihan busana adalah mahasiswi kurang selektif dalam pemilihan busana yang akan dipergunakan dengan memperhatikan bentuk tubuh, umur, warna kulit, dan kesempatan. Faktor lainnya adalah mahasiswi terkontaminasi oleh pergaulan dan perkembangan teknologi yang maju yang menayangkan berbagai bentuk busana. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor kepribadian dan pengetahuan yang mempengaruhi pemilihan busana mahasiswi Maluku, selain itu juga untuk mengetahui faktor lingkungan pergaulan dan lingkungan masyarakat yang mempengaruhi pemilihan busana mahasiswi Maluku. METODE PENELITIAN Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. 42

Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian dilaksanakan selama enam bulan pada bulan November 2013 sampai dengan maret 2014 di wilayah Babarsari RW 06 Yogyakarta. Target/ Subyek Penelitian Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswi Maluku Tenggara di Wilayah Babarsari RW 06 Yogyakarta dengan jumlah 112 mahasiswi. Teknik sampling yang digunakanan yaitu Propotional Random Sampling. Pengambilan sampel dilakukan secara acak dengan proporsi sebesar 50% dari jumlah populasi ditambah 10 % (missing data) dari sampel. Jadi jumlah sampel keseluruhan sebanyak 62 mahasiswa. Data, Intrumen, dan Teknik Pengumpulan Data Variabel dalam penelitian ini terdiri dari satu variabel dan dua sub variabel yaitu variabel faktor internal dan variabel faktor eksternal. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket dan dokumentasi. Instrumen dalam penelitian ini sebanyak 20 butir soal, yang terdiri dari 10 butir soal variabel faktor internal dan 10 butir soal variabel faktor eksternal. Pemberian skor pada masing-masing angket menggunakan model skala Likert yang dimodifikasi dengan menggunakan 4 katagori skor. Uji coba dilakukan terhadap 30 mahasiswi diluar sampel penelitian tetapi masih dalam populasi yaitu uji validitas dan reliabilitas. Teknik Analisis Data Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan cara menghitung mean, median, modus, dan standar deviasi. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Deskripsi Data Menggambarkan hasil penelitian tentang faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan busana mahasiswi Maluku Tenggara di Wilayah Babarsari RW 06 Yogyakarta yang diperoleh melalui angket yang dikerjakan oleh 62 responden dengan hasil sebagai berikut. 1. Faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan busana terdiri dari 19 item. Setiap item mempunyai 4 pilihan jawaban sehingga skor tertinggi ideal = 76, skor terendah ideal = 19, mean ideal = 47,5, standar deviasi ideal = 11,2, sedangkan skor tertinggi observasi = 72, skor minimum observasi = 30, mean observasi = 51, standar deviasi observasi = 7, median = 62, dan modus = 62. 2. Faktor internal terdiri dari faktor kepribadian dan faktor pengetahuan. a. Faktor kepribadian terdiri dari 5 item. Setiap item mempunyai 4 opsi jawaban sehingga skor tertinggi ideal = 20, skor terendah ideal 5, mean ideal = 12,5, standar deviasi ideal = 2,5, skor tertinggi observasi = 20, skor minimum observasi = 7, mean observasi = 13,5, standar deviasi observasi = 2,2, median = 17, dan modus = 17. b.faktor pengetahuan terdiri dari 5 item. Setiap item mempunyai 4 opsi jawaban sehingga skor tertinggi ideal = 20, skor terendah ideal 5, mean ideal = 12,5, standar deviasi ideal = 2,5, skor tertinggi observasi = 20, skor minimum observasi = 9, mean observasi = 14,5, standar deviasi observasi = 1,8, median = 16, dan modus = 16. 3. Faktor eksternal terdiri dari lingkungan pergaulan dan lingkungan masyarakat. a. Lingkungan pergaulan terdiri dari 4 item. Setiap item mempunyai 4 opsi jawaban sehingga skor tertinggi ideal = 16, skor terendah ideal 4, mean ideal = 10, standar deviasi ideal = 2, skor tertinggi observasi = 16, skor minimum observasi = 7, mean observasi = 11,5, standar deviasi observasi = 1,5, median = 13, dan modus = 13. 43

b.lingkungan masyarakat terdiri dari 5 item. Setiap item mempunyai 4 opsi jawaban sehingga skor tertinggi ideal = 20, skor terendah ideal 5, mean ideal = 12,5, standar deviasi ideal = 2,5, skor tertinggi observasi = 20, skor minimum observasi = 6, mean observasi = 13, standar deviasi observasi = 2,3, median = 16, dan modus = 16. Untuk lebih jelasnya hasil skor observasi dan skor ideal dapat dilihat pada tabel 1 Dan hasil kategori skor faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan busana dapat dilihat pada tabel 2. Tabel 1. Deskripsi Data Penelitian Indikator Observasi Ideal Variabel max min Mean SD max min Mean SD Med Mo Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi pemilihan busana 72 30 51 7 76 19 47,5 11,2 62 62 Faktor Internal Kepribadian 20 7 13,5 2,2 20 5 12,5 2,5 17 17 Pengetahuan 20 9 14,5 1,8 20 5 12,5 2,5 16 16 Faktor Eksternal Lingkungan Pergaulan Lingkungan masyarakat 16 7 11,5 1,5 16 4 10 2 13 13 20 6 13 2,3 20 5 12,5 2,5 16 16 Tabel 2. Katagori skor faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan busana 1 Tinggi 59-72 46 74,19 2 Cukup 45-52 15 24,19 3 Rendah 30-44 1 1,62 Hasil perhitungan deskripsi skor observasi faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan busana meliputi: faktor internal (kepribadian dan pengetahuan) dan faktor eksternal (lingkungan pergaulan dan lingkungan masyarakat) dideskripsikan melalui tabel kategori skor dengan penjelasan sebagai berikut. 44

1. Faktor Internal a. Kepribadian Tabel 3. Rangkuman Hasil Penelitian b. Pengetahuan 2. Faktor Eksternal a. Lingkungan Pergaulan b.lingkungan Masyarakat 1 Tinggi 16-20 39 62,90 2 Cukup 11-15 19 30,65 3 Rendah 7-10 4 6,45 Tabel 4. Rangkuman Hasil Kategori Pengetahuan. 1 Tinggi 17-20 26 41,94 2 Cukup 13-16 33 53,23 3 Rendah 9-12 3 4,83 Tabel 5. Rangkuman Hasil Kategori Pergaulan 1 Tinggi 14-16 24 38,71 2 Cukup 1-13 34 54,84 3 Rendah 7-10 4 6,45 Tabel 6. Rangkuman Hasil Kategori Lingkungan Masyarakat 1 Tinggi 16-20 44 70,97 2 Cukup 11-15 17 27,72 3 Rendah 6-10 1 1,61 (sumber: analisis kategori skor) 45

Pembahasan Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan busana dalam kategori tinggi dengan frekuensi relatif 74,19%. Artinya, berpenampilan dengan busana yang baik dapat menentukan kepribadian seseorang. Hal ini dikarenakan pemilihan busana yang baik mencerminkan sikap dan tingkah laku yang baik dalam bersosialisasi dalam masyarakat. Dalam pemilihan busana untuk dipergunakan dalam penampilan sehari-hari dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor dari dalam (internal), yaitu kepribadian dan pengetahuan dan faktor dari luar (eksternal) yaitu lingkungan pergaulan dan lingkungan masyarakat. Kedua faktor tersebut sangat menentukan mahasiswi dalam memilih busana. 1. Faktor Internal Faktor internal meliputi kepribadian dan pengetahuan. Indikator kepribadian termasuk dalam kategori tinggi dengan frekuensi 62,9% dan memberikan pengaruh sebesar 25,34%. Faktor kepribadian termasuk kategori tinggi karena mahasiswi memiliki kerpibadian yang baik dalam memilih busana mulai dari memilih model, warna, corak, dan tekstur busana. Mahasiswi yang memiliki tipe kepribadian yang berbeda, seperti tipe feminim, tipe maskulin, dan tipe intermediet dan kepribadian tersebut mempengaruhi mahasiswi untuk memilih busana yang akan dipakai dalam kehidupan sehari-hari. Pengetahuan dalam kategori cukup dengan frekuensi 53,23% dan memberikan pengaruh sebesar 26,67%. Pengetahuan dalam kategori cukup karena responden cukup memiliki kemampuan untuk mengenal dan memahami cara berbusana yang benar. Mahasiswi juga dapat menerapkan pengetahuan busana pada pemakaian busana sehari-hari dengan memperhatikan unsur-unsur desain seperti garis, arah, bentuk, ukuran, warna bahan dan teksturnya. Penyebab lain adalah pemahaman mahasiswi tentang cara berbusana yang baik sesuai dengan bentuk tubuh, kesempatan dan waktu. 2. Faktor Eksternal Faktor eksternal meliputi lingkungan pergaulan dan lingkungan masyarakat. Lingkungan pergaulan dalam kategori cukup dengan frekuensi 54,84% dan memberikan pengaruh sebesar 21,20%. Lingkungan pergaulan termasuk dalam ketagori cukup karena lingkungan pergaulan mahasiswi cukup menentukan pemilihan busana. Melalui lingkungan pergaulan tersebut, mahasiswi memperoleh informasi tentang perkembangan busana, sehingga mahasiswi akan mudah memilih busana yang sedang populer saat ini. Lingkungan pergaulan antara mahasiswi satu dengan yang lainnya mempengaruhi, mengubah atau memperbaiki kelakuan individu lain, khususnya dalam pemilihan busana untuk menunjang aktivitas seharihari. Lingkungan masyarakat dalam kategori tinggi dengan frekuensi 70,97% dan memberikan pengaruh sebesar 26,79%. Lingkungan masyarakat termasuk dalam kategori tinggi karena dalam pemilihan busana, mahasiswi sangat memperhatikan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat dimana mahasiswi tinggal. Dengan berpedoman pada norma dan aturan tersebut, mahasiswi terpengaruh untuk memilih berbusana yang sesuai dan tepat dengan norma yang berlaku. Berdasarkan hasil analisis di atas, faktor yang paling mempengaruhi pemilihan busana adalah faktor eksternal, khususnya lingkungan masyarakat dengan frekuensi 70,97% dengan sumbangan sebesar 26,79%. Hal ini disebakan karena lingkungan masyarakat terdiri dari kelompok sosial besar yang umumnya terdiri atas banyak keluarga yang mempunyai hubungan sosial relatif tetap dan didasarkan atas hubungan sosial yang tinggi yang memiliki aturan atau norma dan tradisi yang berlaku dalam masyarakat, khususnya dalam berbusana. Dalam pemilihan busana, mahasiswi selalu berpedoman pada aturan yang berlaku dalam masyarakat, seperti kesopanan dan aturan agama yang berlaku di masyarakat. 46

SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan analisis dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut. 1. Faktor- faktor yang mempengaruhi pemilihan busana mahasiswi Maluku Tenggara di Wilayah Babarsari RW 06 Yogyakarta, yaitu faktor internal dan faktor eksternal termasuk dalam kategori tinggi dengan frekuensi relatif 74,19%. 2. Besarnya pengaruh faktor tersebut terhadap pemilihan busana pada mahasiswi Maluku Tenggara di Wilayah Babarsari RW 06 Yogyakarta dapat dilihat dari kategori masing-masing indikator. Faktor internal meliputi indikator kepribadian dan pengetahuan dan faktor eksternal meliputi indikator lingkungan pergaulan dan lingkungan masyarakat. Hasil dari masingmasing indikator tersebut dijelaskan sebagai berikut. a. Indikator kepribadian termasuk dalam kategori tinggi dengan frekuensi 62,9% dan memberikan pengaruh sebesar 25,34%. b. Indikator pengetahuan termasuk dalam kategori cukup dengan frekuensi 53,23% dan memberikan pengaruh sebesar 26,67%. c. Indikator lingkungan termasuk dalam kategori cukup dengan frekuensi 54,84% dan memberikan pengaruh sebesar 20,21% d. Indikator lingkungan masyarakat dalam kategori tinggi dengan frekuensi 70,97% memberikan pengaruh sebesar 26,79%. Dari perhitungan tersebut, dapat dijelaskan bahwa faktor lingkungan masyarakat memberikan pengaruh paling tinggi terhadap pemilihan busana sebesar 26,79%. Saran Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menyampaikan saran untuk peneliti berikutnya, mahasiswa dan tokoh masyarakat sebagai berikut. 1. Bagi peneliti berikutnya yang akan melakukan penelitian lanjutan mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan busana sebaiknya mengikutsertakan faktor lain seperti faktor pendidikan, tingkat ekonomi dan kebudayaan. 2. Bagi mahasiswa disarankan untuk memilih busana dengan memperhatikan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat, seperti kesopanan dan aturan agama. 3. Bagi tokoh masyarakat dalam hal ini RW 06 diharapkan membuat aturan tentang cara berbusana yang baik bagi mahasiswi yang tinggal diwilayah tersebut. DAFTAR PUSTAKA Arifah Ariyanto.2003. Teori Busana.Bandung.Yupendo. Ernawati, dkk. 2003. Tata Busana SMK. Jakarta: Direktorat Jendral Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan. Eka Yunita. 2011. Pengertian Lingkungan. (dapat dilihat di ekayunita.blogspot.com, dikases 21 Januari 2014). Sugiyono. 2007. Statistik untuk Penelitian. Bandung: CV Alfaberta. Suharsimi Arikunto. 2002. Prosedur Penelitian. Jakarta: PT Rineka Cipta. 47