MIKROTIK. I. Setting Mikrotik Wireless Bridge

dokumen-dokumen yang mirip
SETTING MIKROTIK WIRELESS BRIDGE

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

Membuat Jaringan Point-to-Point Wireless Bridge antar BTS dengan Router Mikrotik RB 411 dan Antena Grid

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

Membuat Jaringan Point-to-Point Wireless Bridge Antar BTS Menggunakan Antena Grid dengan Mikrotik RB 411

BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG SEDANG BERJALAN

Bab 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. topologi jaringan yang telah penulis rancang. dibutuhkan, diantaranya adalah sebagai berikut :

Modul 1 RB N. Pengenalan Mikrotik Router. Konfigurasi Dasar Mikrotik

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. client yang terbagi dalam 15 titik serta intermediary network devices yang

BAB III PEMBAHASAN Kegiatan Kerja Praktek

PERANCANGAN JARINGAN RT/RW-NET MENGGUNAKAN MIKROTIK ROUTERBOARD 750 DAN TP-LINK MR3420 SEBAGAI ACCESS POINT

Mengenal Mikrotik Router

RESET MIKROTIK HARDWARE RB 133C. Cara ini biasanya digunakan ketika permasalah yang dihadapi cukup serius, misalnya:

BAB III LANDASAN TEORI

BAB 3. PERANCANGAN JARINGAN DAN PENGUJIAN

Konfigurasi Mikrotik Sebagai Router Gateway Internet

BAB 4 PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI PEMILIHAN STANDAR WIRELESS YANG AKAN DIGUNAKAN

BAB 4 SIMULASI DAN EVALUASI. Berikut ini adalah peralatan-peralatan yang dibutuhkan dalam implementasi

WIRELESS OUTDOOR SEBAGAI SOLUSI KONEKSI INTERNET DI DAERAH TERPENCIL PADA PT. ABC

Praktek Mikrotik (Routing & Access Point)

BAB III PERANCANGAN SISTEM. Ada 2 macam VPN, yaitu site-to-site dan remote-access. Untuk percobaan


Tutorial setting WDS pada Mikrotik.

Kuesioner. RT/RW net, dibuat kuesioner dengan pertanyaan sebagai berikut : 1. Apakah sehari-hari anda membutuhkan/menggunakan koneksi internet?

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

Modul Mikroik MTCNA Mikrotik Academy SMK N 2 Tambusai Utara. Oleh Didit Aji Septiawan, S.Kom MTCNA, MTCRE, ACTRE

SISTEM ROUTER BROADBAND DI UNIVERSITAS GUNADARMA KELAPA DUA KAMPUS E

BAB 4 KONFIGURASI DAN UJI COBA. jaringan dapat menerima IP address dari DHCP server pada PC router.

Pembuatan Sistem Jaringan Komputer LAN dengan mikrotik RouterBoard 750. Achmad Muharyadi

CARA MENJALANKAN PROGRAM

BAB IV IMPLEMENTASI SISTEM. Metodologi pelaksanaan berisi penjelasan tentang langkah-langkah yang

Wireless Access Management

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... HALAMAN PENGESAHAN... SURAT PERINTAH MAGANG... SURAT KETERANGAN SELESAI MAGANG... INTISARI... ABSTRACT...

IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

Membangun BTS Internet

3 BAB III PEMBAHASAN

SEKILAS WIRELESS LAN

BAB III DASAR TEORI. interkoneksi sejumlah komputer autonomous atau dalam bahasa popular adalah

Laporan Pratikum Instalasi Jaringan Komputer Konfigurasi Router

Your Logo Here. FIQI NUARI, S.Kom SMK ALMADANI PONTIANAK THE ROUTER. Media presentasi ini menggunakan

A I S Y A T U L K A R I M A

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. bertujuan untuk mempermudah pengelompokan sampel. Adapun analisis

IMPLEMENTASI JARINGAN POINT TO MULTIPOINT DENGAN MIKROTIK RB 433 PADA JARINGAN INTERNET ASRAMA MAHASISWA UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA

BAB IV HASIL KERJA PRAKTEK. 4.1 Perancangan WLAN di Dinas Pariwisata. penempatan access point dipilih di tempat-tempat yang memang membutuhkan

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

LANGKAH-LANGKAH KONFIGURASI RADIO BULLET M2 SEBAGAI ACCESS POINT WDS

BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN

CAPsMAN Implementation (Overview & Simple Configuration) Citraweb Solusi Teknologi MUM Yogyakarta, Indonesia

Tutorial Setting RB 433

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. dapat mengimplementasikan rancangan ini secara langsung, maka digunakan simulator

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM

BAB I PENDAHULUAN. Adapun terdapat beberapa rumusan masalah pada Proyek akhir ini : 1.Bagaimana cara kerja topologi sistem jaringan yang dibentuk?

BAB III RANCANG BANGUN WMN

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

PERCOBAAN 7 KOMUNIKASI WIRELESS MODE AD-HOC

menjadi channel-channel seperti pembagian frekuensi untuk stasiun radio.

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. Router untuk menghubungkan PC Server dan PC Client. Aplikasi PHP yang dibuat. Linksys WRT54GL

MEMBUAT HOTSPOT DENGAN ROUTERBOARD MIKROTIK 750

Yunarsiasti Cambodiani

BAB IV IMPLEMENTASI. CV. Setia Mandiri. Sesuai dengan keperluan di CV. Setia Mandiri, penempatan access point

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

BAB III IMPLEMENTASI

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. berjalan sebagaimana dengan yang diharapkan antara lain adalah:

A. TUJUAN PEMBELAJARAN

JARINGAN KOMPUTER. Zaid Romegar Mair, S.T., M.Cs

Tunnel dan Virtual Private Network

BAB III PERANCANGAN. Pada bab ini akan dibahas mengenai perencanaan jaringan komputer lokal,

Wireless Distribution System untuk Area Hotspot. Diploma Teknik Elektro Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

Konfigurasi Awal Router Mikrotik

Fungsi Acces Point. 12:01 Network

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah

BAB 3. Analisis Routing Protokol BGP & OSPF

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

MAKALAH ANALISIS PERANCANGAN JARINGAN KOMPUTER

BAB 3 METODOLOGI. Melakukan Survey. Mengidentifikasi Masalah & Menganalisis Kebutuhan User. Perancangan Jaringan Hotspot

Konfigurasi Jaringan Bridge Point-to-Multipoint Menggunakan Access Point

Diagram skematik dari dua aplikasi pada wireless LAN dapat diperhatikan pada gambar di bawah ini :

LEMBAR PENGESAHAN. 1. Judul Kegiatan : Pengiriman Staf mengikuti pelatihan tentang Basic In House Certified MikroTik Training (MTCNA)

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN

Point to point. Teknologi Jaringan Wireless

Jaringan Wireless. Komponen utama pembangun jaringan wireless. 1. PC Personal Computer)

Instalasi UGM-Hotspot Menggunakan Mikrotik. Oleh : Muhammad Rifqi

Wireless Tools & Configuration

Mengenal Access Point

VPLS Tunnel Untuk Kebutuhan Akses Data Pada Backbone Office to Office Menggunakan Mikrotik

I. TOPOLOGI. TUTORIAL ROUTER BOARD MIKROTIK RB750 bagian -1 : Setting Dasar RB750 untuk LAN & Hotspot

Diagnosa, Perbaikan, dan Setting Ulang WAN. Nama : Gede Wiarta Kusuma Dika Kelas : XII TKJ2 No : 13. SMKN 3 Singaraja

BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN

HALAMAN PENGESAHAN TUGAS AKHIR

UJI KOMPETENSI KEAHLIAN TEKNIK KOMPUTER JARINGAN - PAKET 2

Pengertian Access Point Apa Fungsi Access Point?

BAB 1 PENDAHULUAN. dinamakan hotspot. Batas hotspot ditentukan oleh frekuensi, kekuatan pancar

MEMBUAT JARINGAN WIFI ACCESS POINT-REPEATER WDS MENGGUNAKAN TP-LINK TL-WA801ND

Jaringan LAN padawarnet MAGNET. Npm : Jurusan : Manajemen Informatika

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

BAB III TEORI PENUNJANG. 1. Menjadikan PC biasa memiliki fungsi router yang Lengkap. 3. Hardware untuk jaringan (terutama wireless).

Transkripsi:

MIKROTIK MikroTik RouterOS adalah sistem operasi dan perangkat lunak yang dapat digunakan untuk menjadikan komputer manjadi router network yang handal, mencakup berbagai fitur yang dibuat untuk ip network dan jaringan wireless, cocok digunakan oleh ISP dan provider hostspot. I. Setting Mikrotik Wireless Bridge Sering kali, kita ingin menggunakan Mikrotik Wireless untuk solusi point to point dengan mode jaringan bridge (bukan routing). Namun, Mikrotik RouterOS sendiri didesain bekerja dengan sangat baik pada mode routing. Kita perlu melakukan beberapa hal supaya link wireless kita bisa bekerja untuk mode bridge. Mode bridge memungkinkan network yang satu tergabung dengan network di sisi satunya secara transparan, tanpa perlu melalui routing, sehingga mesin yang ada di network yang satu bisa memiliki IP Address yang berada dalam 1 subnet yang sama dengan sisi lainnya. Namun, jika jaringan wireless kita sudah cukup besar, mode bridge ini akan membuat traffic wireless meningkat, mengingat akan ada banyak traffic broadcast dari network yang satu ke network lainnya. Untuk jaringan yang sudah cukup besar, saya menyarankan penggunaan mode routing. Berikut ini adalah diagram network yang akan kita set. 1

A. Konfigurasi Pada Access Point 1. Buatlah sebuah interface bridge yang baru, berilah nama bridge1 2. Masukkan ethernet ke dalam interface bridge 2

3. Masukkan IP Address pada interface bridge1 4. Selanjutnya adalah setting wireless interface.kliklah pada menu Wireless (1), pilihlah tab interface (2) lalu double click pada nama interface wireless yang akan digunakan (3). Pilihlah mode AP-bridge (4), tentukanlah ssid (5), band 2.4GHz-B/G (6), dan frekuensi yang akan digunakan (7). Jangan lupa mengaktifkan default authenticated (8) dan default forward (9). Lalu aktifkankanlah interface wireless (10) dan klik OK (11). 3

5. Berikutnya adalah konfigurasi WDS pada wireless interface yang digunakan. Bukalah kembali konfigurasi wireless seperti langkah di atas, pilihlah tab WDS (1). Tentukanlah WDS Mode dynamic (2) dan pilihlah bridge interface untuk WDS ini (3). Lalu tekan tombol OK. 6. Langkah selanjutnya adalah menambahkan virtual interface WDS. Tambahkan interface WDS baru seperti pada gambar, lalu pilihlah interface wireless yang kita gunakan untuk WDS ini. Lalu tekan OK. 4

7. Jika WDS telah ditambahkan, maka akan tampak interface WDS baru seperti pada gambar di bawah. B. Konfigurasi pada Wireless Station Konfigurasi pada wireless station hampir sama dengan langkah-langkah di atas, kecuali pada langkah memasukkan IP Address dan konfigurasi wirelessnya. Pada konfigurasi station, mode yang digunakan adalah station-wds, frekuensi tidak perlu ditentukan, namun harus menentukan scan-list di mana frekuensi pada access point masuk dalam scan list ini. Misalnya pada access point kita menentukan frekuensi 2412, maka tuliskanlah scan-list 2400-2500. 5

C. Pengecekan link Jika link wireless yang kita buat sudah bekerja dengan baik, maka pada menu wireless, akan muncul status R (lihat gambar di bawah). Selain itu, mac-address dari wireless yang terkoneksi juga bisa dilihat pada jendela registration (lihat gambar di bawah). D. Konfigurasi keamanan jaringan wireless Pada Mikrotik, cara paling mudah untuk menjaga keamanan jaringan adalah dengan mendaftarkan mac-address wireless pasangan pada access list. Hal ini harus dilakukan pada sisi access point maupun pada sisi client. Jika penginputan access-list telah dilakukan, maka matikanlah fitur default authenticated pada wireless, maka wireless lain yang mac addressnya tidak terdaftar tidak akan bisa terkoneksi ke jaringan kita. Jika kita menginginkan fitur keamanan yang lebih baik, kita juga bisa menggunakan enkripsi baik WEP maupun WPA. 6

II. Penggunaan IPSec untuk Abacus Setting Mikrotik untuk user Abacus / ip ipsec policy add src-address=[your ip address]/32:any dst-address=10.10.1.0/24:any protocol=all action=encrypt level=require ipsec-protocols=esp tunnel=yes sa-src-address=[ip router] sa-dst-address=203.130.231.5 proposal=abacus manual-sa=none dont-fragment=clear disabled=yes / ip ipsec peer add address=203.130.231.5/32:0 secret="[secret key nya di sini]" generate-policy=yes exchange-mode=main send-initial-contact=yes proposal-check=obey hash-algorithm=md5 enc-algorithm=des dh-group=modp768 lifetime=1d lifebytes=0 disabled=no / ip ipsec proposal add name="abacus" auth-algorithms=md5 enc-algorithms=des lifetime=1d lifebytes=0 pfs-group=none disabled=no III. Wireless LAN FAQ Berikut ini adalah daftar pertanyaan dan jawaban yang banyak ditanyakan mengenai sistem wireless Mikrotik. ering kali, kita ingin menggunakan Mikrotik Wireless untuk solusi point to point dengan mode jaringan bridge (bukan routing). Namun, Mikrotik RouterOS sendiri didesain bekerja dengan sangat baik pada mode routing. Kita perlu melakukan beberapa hal supaya link wireless kita bisa bekerja untuk mode bridge. Di manakah sebaiknya saya menempatkan Base Station? Base station biasanya diletakkan di tempat yang tinggi, yang memungkinkan dapat terjangkau dari pelanggan. Bisa berupa rooftop dari gedung tinggi, ataupun tower. Perangkat apa saja yang dibutuhkan di Base Station? Pada dasarnya, perangkat wireless di base station di bagi dua, yaitu perangkat point to point sebagai backhaul, dan perangkat lainnya untuk melayani pelanggan. Perangkat backhaul tidak dibutuhkan jika Anda memiliki akses internet ke BTS via kabel ataupun media lain. Untuk access pointnya sendiri, biasanya menggunakan antenna yang dapat melayani area yang cukup lebar. Bisa berupa omnidirectional antenna, ataupun antenna sectoral. Omnidirectional antenna dapat menjangkau 360 derajat, sedangkan antenna sectoral hanya dapat menjangkau 90 hingga 120 derajat, sehingga dibutuhkan 3 hingga 4 antenna, termasuk juga access pointnya. 7

Berapa client yang dapat terkoneksi ke base station? Secara teori, perangkat wireless Mikrotik dapat melayani 2007 client. Namun, bagaimanapun juga, performance nya tergantung pada kehandalan sistem dan kondisi sekitar. Jumlah ini sangat regantung pada penggunaan setiap client, dan berapa jumlah komputer yang terkoneksi di belakang sebuah AP Client. Jumlah yang pernah dicapai pada penggunaan normal adalah 100 client. Berapakah jarak terjauh antara BTS dan lokasi client? Jarak terjauh akan tergantung pada daya antena, loss pada kabel antenna, kekuatan pancar radio, sensifitas radio, dan tingkat inteferensi dari radio lain yang menggunakan frekuensi yang sama. Dengan frekuensi 2,4 GHz, biasanya jarak terjauh yang bisa dicapai adalah 12 kilometer, sedangkan dengan frekuensi 5 GHz, dengan menggunakan antenna solid disc 30db, bisa dicapai jarak 28 km. Lebar bandwidth yang bisa dicapai adalah sekitar 10 mbps dengan uji coba bandwidth test. Dapatkah saya menggunakan amplifier untuk memperjauh jangkauan? Secara teknis, bisa. Namun, perhatikan regulasi yang berlaku. Penggunaan amplifier dapat digunakan untuk mengkompensasikan loss yang terjadi akibat penggunaan kabel antenna yang panjang. Apakah antara BTS dan client harus benar-benar bebas halangan (Line of sight)? Ya. Kondisi line of sight mutlak dibutuhkan. Juga perhatikan freznel zone yang dibutuhkan. Apakah yang dimaksud dengan fresnel zone? Freznel Zone adalah area di sekitar garis lurus antar alat yang digunakan untuk rambatan gelombang. Area ini juga harus bebas dari gangguan, atau kekuatan signal akan menurun. Sebagai contoh, pada link berjarak 16 km, dengan frekuensi 5,8 GHz, besarnya lingkaran freznel zone di tengah-tengah kedua alat adalah lingkaran dengan radius 8,7 meter, dan 13,6 meter untuk frekuensi 2,4 GHz. Dapatkah saya melakukan bridge saat menggunakan produk wireless Mikrotik? Ya. Jika Anda menggunakan Access Point Mikrotik dan client merk lainnya, yang perlu Anda lakukan adalah memasukkan interface wlan pada mikrotik ke interface bridge, demikian juga dengan ethernetnya. Sedangkan bila menggunakan wireless client Mikrotik, Anda bisa melakukan bridge dengan menggunakan teknik EoIP atau menggunakan WDS Wireless. Simak manual penggunaan untuk lebih jelasnya. 8

JENIS JENIS MIKROTIK A. Wireless Outdoor RB532 (tanpa access point) Kategori: Wireless Router 500 Kode : WO532-A0 Menggunakan Routerboard 532A (MIPS CPU, 64MB DDR RAM, 128MB NAND Storage) dengan RouterOS WISP-AP. Memiliki 3 buah port ethernet (1 untuk PoE), dan 2 slot minipci, tanpa Wireless Card. Sistem ini didesain untuk performa yang stabil dan terus menerus. Dibandingkan dengan prosesor Geode SC1100, sistem ini bekerja 2 sampai 3 kali lebih efisien, berkat arsitektur MIPS 4Kc. Routerboard 532A dengan outdoor box 3 port ethernet (1 untuk PoE) 2 slot minipci Tanpa wireless card 2 Insulator Ethernet Power Adaptor 18 V Power over Ethernet Spliter 2 metal ring Lisensi Mikrotik RouterOS WISP-AP 9

Spesifikasi Routerboard 532 : CPU: MIPS 32 4Kc based 266MHz (BIOS adjustable from 200 to 333 MHz; 400MHz processsor factory option) embedded processor Memory: 64MB DDR onboard memory chip Root loader: RouterBOOT, 1Mbit Flash chip Data storage: 128MB onboard NAND memory chip CompactFlash: type I/II slot (also supports IBM/Hitachi Microdrive) Ethernet ports: 1 IDT Korina and 2 Two VIA VT6105 10/100 Mbit/s Fast Ethernet port supporting Auto-MDI/X Daughterboard connector: Present Serial ports: One DB9 RS232C asynchronous serial port LEDs: Power, 2 LED pairs for MiniPCI slots, 1 user LED Watchdog: IDT internal SoC hardware watchdog timer Power options: IEEE802.3af Power over Ethernet: 12V or 48V DC Power jack/header: 6..24V or 25..56V DC jumper selectable IEEE802.3af Power over Ethernet: 12V DC Dimensions: 14.0 cm x 14.0 cm (5.51 in x 5.51 in) Temperature: Operational: -20 C to +70 C (-4 F to 158 F) Humidity: Operational: 70% relative humidity (non-condensing) Currently supported OS: RouterOS 2.9, Linux 2.4 B. Wireless Outdoor RB532 (1 bh AP A+B+G) Kategori: Wireless Router 500 Kode : WO532-A1 10

Menggunakan Routerboard 532A (MIPS CPU, 64MB DDR RAM, 128MB NAND Storage) dengan RouterOS WISP-AP. Memiliki 3 buah port ethernet (1 untuk PoE), dan 2 slot minipci, dengan 1 buah card minipci wireless card A+B+G. Sistem ini didesain untuk performa yang stabil dan terus menerus. Dibandingkan dengan prosesor Geode SC1100, sistem ini bekerja 2 sampai 3 kali lebih efisien, berkat arsitektur MIPS 4Kc. Routerboard 532A dengan outdoor box 3 port ethernet (1 untuk PoE) 2 slot minipci 1 buah Atheros MiniPCI Wireless 802.11a+b+g 54Mbps 2.4/5GHz 2 Insulator Ethernet Power Adaptor 18 V Power over Ethernet Spliter 2 metal ring Lisensi Mikrotik RouterOS WISP-AP Spesifikasi Routerboard 532 : CPU: MIPS 32 4Kc based 266MHz (BIOS adjustable from 200 to 333 MHz; 400MHz processsor factory option) embedded processor Memory: 64MB DDR onboard memory chip Root loader: RouterBOOT, 1Mbit Flash chip Data storage: 128MB onboard NAND memory chip CompactFlash: type I/II slot (also supports IBM/Hitachi Microdrive) Ethernet ports: 1 IDT Korina and 2 Two VIA VT6105 10/100 Mbit/s Fast Ethernet port supporting Auto-MDI/X Daughterboard connector: Present Serial ports: One DB9 RS232C asynchronous serial port LEDs: Power, 2 LED pairs for MiniPCI slots, 1 user LED Watchdog: IDT internal SoC hardware watchdog timer Power options: IEEE802.3af Power over Ethernet: 12V or 48V DC Power jack/header: 6..24V or 25..56V DC jumper selectable IEEE802.3af Power over Ethernet: 12V DC Dimensions: 14.0 cm x 14.0 cm (5.51 in x 5.51 in) Temperature: Operational: -20 C to +70 C (-4 F to 158 F) Humidity: Operational: 70% relative humidity (non-condensing) Currently supported OS: RouterOS 2.9, Linux 2.4 C. Wireless Outdoor RB532 (2 bh AP A+B+G) 11

Kategori: Wireless Router 500 Kode : WO532-A2 Menggunakan Routerboard 532A (MIPS CPU, 64MB DDR RAM, 128MB NAND Storage) dengan RouterOS WISP-AP. Memiliki 3 buah port ethernet (1 untuk PoE), dan 2 slot minipci, dengan 2 buah card minipci wireless card A+B+G. Sistem ini didesain untuk performa yang stabil dan terus menerus. Dibandingkan dengan prosesor Geode SC1100, sistem ini bekerja 2 sampai 3 kali lebih efisien, berkat arsitektur MIPS 4Kc. Routerboard 532A dengan outdoor box 3 port ethernet (1 untuk PoE) 2 slot minipci 2 buah Atheros MiniPCI Wireless 802.11a+b+g 54Mbps 2.4/5GHz 2 Insulator Ethernet Power Adaptor 18 V Power over Ethernet Spliter 2 metal ring Lisensi Mikrotik RouterOS WISP-AP Spesifikasi Routerboard 532 : 12

CPU: MIPS 32 4Kc based 266MHz (BIOS adjustable from 200 to 333 MHz; 400MHz processsor factory option) embedded processor Memory: 64MB DDR onboard memory chip Root loader: RouterBOOT, 1Mbit Flash chip Data storage: 128MB onboard NAND memory chip CompactFlash: type I/II slot (also supports IBM/Hitachi Microdrive) Ethernet ports: 1 IDT Korina and 2 Two VIA VT6105 10/100 Mbit/s Fast Ethernet port supporting Auto-MDI/X Daughterboard connector: Present Serial ports: One DB9 RS232C asynchronous serial port LEDs: Power, 2 LED pairs for MiniPCI slots, 1 user LED Watchdog: IDT internal SoC hardware watchdog timer Power options: IEEE802.3af Power over Ethernet: 12V or 48V DC Power jack/header: 6..24V or 25..56V DC jumper selectable IEEE802.3af Power over Ethernet: 12V DC Dimensions: 14.0 cm x 14.0 cm (5.51 in x 5.51 in) Temperature: Operational: -20 C to +70 C (-4 F to 158 F) Humidity: Operational: 70% relative humidity (non-condensing) Currently supported OS: RouterOS 2.9, Linux 2.4 D. Wireless Outdoor RB534 (tanpa access point) Kategori: Wireless Router 500 Kode : WO534-A0 Menggunakan Routerboard 532A (MIPS CPU, 64MB DDR RAM, 128MB NAND Storage) dengan Daughterboard RB502 dan RouterOS WISP-AP. Memiliki 3 buah port ethernet (1 untuk PoE), dan 4 slot minipci, tanpa wireless card. 13

Sistem ini didesain untuk performa yang stabil dan terus menerus. Dibandingkan dengan prosesor Geode SC1100, sistem ini bekerja 2 sampai 3 kali lebih efisien, berkat arsitektur MIPS 4Kc. Routerboard 532A dengan outdoor box 3 port ethernet (1 untuk PoE) 4 slot minipci Daughterboard 502 Tanpa wireless card 2 Insulator Ethernet Power Adaptor 18 V Power over Ethernet Spliter 2 metal ring Lisensi Mikrotik RouterOS WISP-AP Spesifikasi Routerboard 532 : CPU: MIPS 32 4Kc based 266MHz (BIOS adjustable from 200 to 333 MHz; 400MHz processsor factory option) embedded processor Memory: 64MB DDR onboard memory chip Root loader: RouterBOOT, 1Mbit Flash chip Data storage: 128MB onboard NAND memory chip CompactFlash: type I/II slot (also supports IBM/Hitachi Microdrive) Ethernet ports: 1 IDT Korina and 2 Two VIA VT6105 10/100 Mbit/s Fast Ethernet port supporting Auto-MDI/X Daughterboard connector: Present Serial ports: One DB9 RS232C asynchronous serial port LEDs: Power, 2 LED pairs for MiniPCI slots, 1 user LED Watchdog: IDT internal SoC hardware watchdog timer Power options: IEEE802.3af Power over Ethernet: 12V or 48V DC Power jack/header: 6..24V or 25..56V DC jumper selectable IEEE802.3af Power over Ethernet: 12V DC Dimensions: 14.0 cm x 14.0 cm (5.51 in x 5.51 in) Temperature: Operational: -20 C to +70 C (-4 F to 158 F) Humidity: Operational: 70% relative humidity (non-condensing) Currently supported OS: RouterOS 2.9, Linux 2.4 14