STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN Dalam perumusan strategi didasarkan pada kriteria : 1. Strategi yang realistis untuk mencapai tujuan dan sasaran yang ditetapkan 2. Menganalisis dan mengevaluasi faktor faktor yang mempengaruhi keberhasilan dan ketidak keberhasilan dalam mencapai tujuan dan sasaran yang ditetapkan 3. Mengevaluasi berbagai faktor internal (kekuatan dan kelemahan), eksertnal (peluang dan tantangan) dalam upaya merumuskan strategi yang tepat Internal (+) Kekuatan - Pertumbuhan ekonomi mengalami peningkatan dengan sektor pertanian, sektor perdagangan, hotel dan restoran memberikan kontribusi terbesar dalam PDRB Kabupaten Probolinggo - nilai IPM Kabupaten Probolinggo mengalami peningkatan di lima tahun terakhir - posisi geografis yang strategis. - Sumberdaya alam dan manusia sebagai modal (-) Kelemahan Perekonomian : - Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Probolinggo masih di bawah rata-rata Provinsi Jawa Timur - Tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Probolinggo masih relatif tinggi - Masih tingginya tingkat kemiskinan di Kabupaten Probolinggo - Terbatasnya pengetahuan dan ketrampilan pengelolaankelembagaan dan usaha Koperasi dan UKM. - Masih lemahnya hubungan kemitraan antara Pengusaha Besar dengan Koperasi dan UKM. - Kurangnya jaringan pemasaran hasil produk Koperasi dan Usaha Kecil & Menengah Pendidikan : - Angka melek huruf yang masih rendah - Angka rata-rata lama sekolah yang relatif masih rendah Tabel 6. 1 Identifikasi SWOT Eksternal (+) Peluang - Dinamika perekonomian nasional dan regional Jawa Timur yang meningkat - Pelaksanaan Masyarakat Ekonomi ASEAN. - Peningkatan peran teknologi dan informasi dalam aktivitas - Komitmen dunia berkembang termasuk Indonesia untuk mencapai MDGs tahun 2015 (-) Ancaman - Anomali cauaca yang dapat berakibat pada penurunan produksi pertanian dan keseimbangan lingkungan - Inkonsistensi regulasi pemerintah pusat dan provinsi - Reformasi birokrasi di berbagai level pemerintahan belum sepenuhnya dapat meminimalisir penyimpangan VI-1
Internal - Mutu dan aksesibilitas pendidikan yang masih kurang dan merata di setiap wilayah Kabupaten Probolinggo Kesehatan : - Umur Harapan Hidup (UHH) Kabupaten Probolinggo tergolong rendah - Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) masih cukup tinggi - Status gizi masih memprihatinkan, ditandai dengan penemuan balita gizi kurang dan balita gizi buruk di beberapa kecamatan. - Sarana dan prasarana pelayanan kesehatan yang ada belum memadai baik jumlah maupun mutunya. Infrastruktur : - Masih banyak terdapat jalan yang terkondisi rusak - Masih terdapat beberapa desa yang jalannya belum beraspal, kondisi kerikil/makadam, kondisi tanah - Masih adanya wilayah Desa rawan air bersih terutama pada musim kemarau - Kurangnya sarana sanitasi dan MCK, jamban dan SPAL. Lingkungan : - Terbatasnya sumber daya alam, disamping ketersediaannya yang tidak merata, sedangkan pemanfaatan cenderung meningkat. - Kesadaran tentang pentingnya kelestarian fungsi lingkungan hidup yang masih perlu ditingkatkan. - Meningkatnya aktivitas usaha dan/atau kegiatan. Eksternal Pemetaan SWOT di atas sangat penting untuk memahami kondisi riil termasuk di dalamnya Pemerintah Daerah. Berdasarkan tabel identifikasi SWOT di atas dapat ditentukan alternatif strategi berdasarkan permasalahan yang ada. VI-2
Tabel 6. 2 Penentuan Alternatif Strategi dan Indikator Sasaran Peluang: Ancaman: Faktor Internal Faktor Eksternal 1. Dinamika perekonomian nasional dan regional Jawa Timur yang meningkat 2. Pelaksanaan Masyarakat Ekonomi ASEAN. peran teknologi dan informasi dalam aktivitas 4. Komitmen dunia berkembang termasuk Indonesia untuk mencapai MDGs tahun 2015 1. Anomali cauaca yang dapat berakibat pada penurunan produksi pertanian dan keseimbangan lingkungan 2. Inkonsistensi regulasi pemerintah pusat dan provinsi 3. Reformasi birokrasi di berbagai level pemerintahan belum sepenuhnya meminimalisir penyimpangan dapat Kekuatan: 1. Pertumbuhan ekonomi mengalami peningkatan dengan sektor pertanian, sektor perdagangan, hotel dan restoran memberikan kontribusi terbesar dalam PDRB Kabupaten Probolinggo 2. nilai IPM Kabupaten Probolinggo mengalami peningkatan di lima tahun terakhir 3. posisi geografis yang strategis. 4. Sumberdaya alam dan manusia sebagai modal. Kelemahan: 1. Masalah sektor perekonomian 2. Masalah sektor pendidikan 3. Masalah sektor kesehatan 4. Masalah sektor infrastruktur 5. Masalah sektor lingkungan 6. Masalah kepemerintahan : 1. Meningkatkan Ekonomi Sektor/Sub sektor dalam PDRB, 2. Meningkatkan ketahanan pangan, 3. Meningkatkan kemandirian usaha koperasi dan UMKM melalui pengembangan komoditas unggulan 1. mengakselerasikan manusia, pengurangan kemiskinan dan pengangguran 1. Meningkatkan iklim investasi melalui system perijinan yang singkat dan tepat waktu 2. Mengoptimalkan pengelolaan SDA yang berkelanjutan serta berwawasan mitigasi bencana alam 1. Meningkatkan otonomi, pemerintahan umum, administrasi keuangan, perangkat dan kepegawaian yang partisipatif, transparan dan Dalam bagian ini diuraikan strategi yang dipilih dalam mencapai tujuan dan sasaran serta arah kebijakan dari setiap strategi terpilih. Strategi merupakan langkah-langkah yang berisikan program-program indikatif untuk mewujudkan visi dan misi. Strategi harus dijadikan salah satu rujukan penting dalam perencanaan (strategy focussed-management). Rumusan strategi berupa pernyataan yang menjelaskan bagaimana tujuan dan sasaran akan dicapai yang selanjutnya diperjelas dengan serangkaian arah kebijakan. VI-3
VISI : Terwujudnya Kabupaten Probolinggo yang Sejahtera, Berkeadilan, Mandiri, Berwawasan Lingkungan dan Berakhlak Mulia. Tabel 6. 3 Strategi, Arah dan Kebijakan Kabupaten Probolinggo MISI I : Mewujudkan kesejahteraan melalui peningkatan daya saing, ekonomi berbasis kerakyatan, dan optimalisasi pengelolaan sumber daya berkelanjutan. 1. Meningkatkan perekonomian yang berbasis kerakyatan. perekonomian yang didukung oleh sumber daya manusia dan alam yang berorientasi pada kepentingan 2. Meningkat dan meratanya pendapatan 1. Meningkatkan Ekonomi Sektor/Sub sektor dalam PDRB, pemantapan ketahanan pangan, dan peningkatan kemandirian usaha koperasi dan UMKM melalui pengembangan komoditas unggulan 1. Stabilisasi pertanian pertambangan dan penggalian Pertumbuhan industri pengolahan listrik, gas dan air bersih 5. Peningkatan bangunan 6. Peningkatan perdagangan, 7. Peningkatan hotel dan restoran 8. Peningkatan pengangkutan dan komunikasi 9. Peningkatan keuangan, persewaan dan jasa perusahaan 10. Peningkatan jasa-jasa 1 dlm pemantapan ketahanan pangan kemandirian usaha koperasi 2. Percepatan pemberdayaan UMKM melalui VI-4
MISI I : Mewujudkan kesejahteraan melalui peningkatan daya saing, ekonomi berbasis kerakyatan, dan optimalisasi pengelolaan sumber daya berkelanjutan. 2. Meningkatkan daya saing 3. Meningkatkan Pembangunan ekonomi yang berwawasan lingkungan pelayanan publik. 2. Meningkatnya infrastruktur lingkungan hidup Peningkatan iklim investasi dan pengelolaan SDA yang berkelanjutan serta berwawasan mitigasi bencana alam pengembangan ekonomi lokal partisipatif sesuai komoditas unggulan masing-masing wilayah pelayanan prima di bidang perijinan penanaman modal dan investasi pelayanan prima di bidang administrasi kependudukan pelayanan prima di bidang pertanahan infrastruktur kebinamargaan infrastruktur sumber daya air sarana/prasarana kawasan permukiman sarana/prasarana transportasi/perhubu ngan penataan ruang pengelolaan LH secara berkelanjutan mitigasi dan adaptasi penanggulangan bencana alam MISI II : Mewujudkan yang berakhlak mulia melalui peningkatan pelaksanaan otonomi dalam kepemerintahan yang baik dan bersih. Meningkatkan kehidupan pendidikan, Percepatan peningkatan manusia, peningkatan derajat pendidikan mutu VI-5
MISI II : Mewujudkan yang berakhlak mulia melalui peningkatan pelaksanaan otonomi dalam kepemerintahan yang baik dan bersih. Meningkatkan kepemerintahan yang baik dan bersih 2. Meningkatnya kesehatan dan kondisi sosial. 3. Meningkatnya sanitasi perumahan dan permukiman. partisipasi aktif dan 2. Meningkatnya transparansi dan akuntabilitas publik pengurangan kemiskinan dan pengangguran Peningkatan otonomi, pemerintahan umum, administrasi keuangan, perangkat dan kepegawaian yang inovatif, partisipatif, dan aksesibilitas sarana pendidikan peningkatan derajat kesehatan KB dan KS pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak pemberdayaan dan desa dalam percepatan penanggulangan kemiskinan 5. Peningkatan pelayanan kesejahteraan sosial 6. Peningkatan ketenagakerjaan dan perluasan lapangan kerja peningkatan dan kuantitas perumahan perencanaan yang inovatif, partisipatif, fungsi pengawasan dan pengendalian pemerintahan yang partisipatif. pelayanan fungsi legislasi yang partisipatif. administrasi dan tata laksana pemerintahan yang VI-6
MISI II : Mewujudkan yang berakhlak mulia melalui peningkatan pelaksanaan otonomi dalam kepemerintahan yang baik dan bersih. penganggaran, pengelolaan keuangan, dan asset yang intensifikasi dan ekstensifikasi pendapatan yang penguatan kapasitas kelembagaan dan SDM aparatur 5. Peningkatan dalam pengelolaan arsip 6. Peningkatan pemantapan trantibmas dan stabilitas kesbangpol linmas 7. Peningkatan peran dan fungsi pemerintahan tingkat Kecamatan dan Kelurahan Berdasarkan tabel di atas, strategi dan arah kebijakan merupakan rumusan perencanaan komperhensif tentang bagaimana Pemerintah Daerah Kabupaten Probolinggo dalam mencapai tujuan dan sasaran RPJMD dengan efektif dan efisien. Dengan pendekatan yang komprehensif, strategi juga dapat digunakan sebagai sarana untuk melakukan tranformasi, reformasi, dan perbaikan kinerja birokrasi. Perencanaan strategik tidak saja mengagendakan aktivitas, tetapi juga segala program yang mendukung dan menciptakan layanan tersebut dapat dilakukan dengan baik, termasuk di dalamnya upaya memberbaiki kinerja dan kapasitas birokrasi, sistem manajemen, dan pemanfaatan teknologi informasi. VI-7