NYERI DAN EFEK PLASEBO

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDAHULUAN. Penyakit jantung koroner (PJK) merupakan jenis penyakit yang paling

BAB 1 PENDAHULUAN. Operasi atau pembedahan merupakan semua tindak pengobatan yang. akan ditangani. Pembukaan bagian tubuh ini umumnya dilakukan dengan

DITA RACHMAYANI, S.PSI., M.A YUNITA KURNIAWATI, S.PSI., M.PSI

Menurut beberapa teori keperawatan, kenyamanan adalah kebutuhan dasar klien yang merupakan tujuan pemberian asuhan keperawatan. Pernyataan tersebut

Clinical Science Session Pain

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. kerusakan jaringan tubuh yang disebabkan oleh energi panas, bahan kimia,

BAB I PENDAHULUAN. Semenjak tahun 2000, angka kejadian penyakit tidak menular semakin

BAB I PENDAHULUAN. Menurut World Health Organization (WHO), ada sebanyak 234,2 juta

BAB V PEMBAHASAN DAN SIMPULAN. Bab ini penulis membahas mengenai permasalahan tentang respon nyeri

BAB I PENDAHULUAN. lingkungan fisik yang tidak sehat, dan stress (Widyanto, 2014).

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Di seluruh dunia saat ini terjadi transisi demografi dimana proporsi

HUBUNGAN ANTARA TINGKAT DEPRESI DENGAN KEMANDIRIAN DALAM ACTIVITY of DAILY LIVING (ADL) PADA PASIEN DIABETES MELLITUS DI RSUD PANDAN ARANG BOYOLALI

BAB I PENDAHULUAN. jaringan tulang dan/atau tulang rawan yang umumnya disebabkan oleh

BAB I PENDAHULUAN. memberikan pelayanan dengan cepat, tepat dan benar. Diberikan melalui

BAB I PENDAHULUAN. kadar gula darah, dislipidemia, usia, dan pekerjaan (Dinata, dkk., 2015). Angka

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PEMERINTAH PROVINSI DKI JAKARTA RUMAH SAKIT UMUM KELAS D KOJA Jl. Walang Permai No. 39 Jakarta Utara PANDUAN ASESMEN PASIEN TERMINAL

KUESIONER PENELITIAN PENGARUH DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA TERHADAP KEJADIAN STROKE BERULANG DI RSUD DR. PIRNGADI MEDAN

ARTIKEL EFEKTIVITAS PENGGUNAAN TEKNIK RELAKSASI NAFAS DALAM TERHADAP PENURUNAN TINGKAT KECEMASAN PASIEN PRE OPERASI DI RUANG CEMPAKA RSUD UNGARAN

BAB I PENDAHULUAN. anak-anak yang berkualitas agar dapat melanjutkan cita-cita bangsa dan

BAB I PENDAHULUAN. Penyebab yang sering disampaikan adalah stres subjektif atau biopsikososial

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Persalinan merupakan kejadian fisiologi yang normal dialami oleh

BAB I PENDAHULUAN. (2010) dikutip dalam Andarmoyo (2013) menyatakan bahwa nyeri merupakan

PERILAKU SEHAT DAN PROMOSI KESEHATAN

BAB І PENDAHULUAN. semakin tidak terkendali seperti: pergeseran pola makan kearah yang serba

BAB I PENDAHULUAN. Nyeri merupakan alasan yang paling umum bagi pasien-pasien untuk

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. tekanan mental atau beban kehidupan. Dalam buku Stress and Health, Rice (1992)

BAB V PEMBAHASAN. perineum pada ibu postpartum di RSUD Surakarta. A. Tingkat Nyeri Jahitan Perineum Sebelum Diberi Aromaterapi Lavender

Akupunktur - pengobatan alternatif untuk sakit dan kondisi lain

BAB I PENDAHULUAN. kanker payudara terjadi karena perubahan sel-sel kelenjar dan saluran air susu

BAB I PENDAHULUAN. Kondisi kesehatan di Indonesia mengalami perkembangan yang sangat berarti dalam

BAB I PENDAHULUAN. Congestive Heart Failure (CHF) atau gagal jantung merupakan salah

BAB I PENDAHULUAN. sederhana dan mudah dilakukan pengukurannya. Tekanan darah. penyakit gangguan hemodinamik dalam sistem kardiovaskuler

BAB 1 PENDAHULUAN. Nyeri merupakan fenomena yang universal dan kebebasan dari nyeri

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Penelitian. Lanjut usia (lansia) adalah perkembangan terakhir dari siklus kehidupan.

BAB I PENDAHULUAN. menular (PTM) yang menjadi masalah kesehatan masyarakat, baik secara

BAB I PENDAHULUAN. merupakan gejala terbanyak kedua, setelah masalah saluran pernapasan atas, yang

PERILAKU SEHAT DAN PROMOSI KESEHATAN

BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

PENGANTAR KESEHATAN. DR.dr.BM.Wara K,MS Klinik Terapi Fisik FIK UNY. Ilmu Kesehatan pada dasarnya mempelajari cara memelihara dan

Tips Mengatasi Susah Buang Air Besar

BAB I PENDAHULUAN. Semakin pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,

BAB 1 PENDAHULUAN. Gangguan jiwa (Mental Disorder) merupakan salah satu dari empat

dr. Moh. Danurwendo Sudomo, Sp.Ok

FAKTOR PSIKOLOGIS DAN PERILAKU YANG BERHUBUNGAN DENGAN GANGGUAN Pembimbing : dr. Dharmawan Ardi, Sp.KJ

kepatuhan dan menjalankan self care individu lanjut usia dengan Diabetes Melitus selama menjalani terapi hipoglikemi oral dan insulin?.

- Seluruh perilaku, gerak dan aktivitas kita dikontrol oleh otak, yang terdiri dari bermilyard-milyard sel otak.

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. seorang ibu mengalami perubahan-perubahan yang terjadi baik fisik maupun

BAB I PENDAHULUAN. TBC, AIDS, leukemia, dan sebagainya (Fitria, 2010). ketakutan, ansietas, kesedihan yang menyeluruh (Potter & Perry, 2005).

BAB I PENDAHULUAN. World Health Organization (WHO), sampai dengan tahun 2008, PJK masih

BAB I PENDAHULUAN Latar belakang masalah

BAB 1 PENDAHULUAN. dipungkiri bahwa dengan adanya perkembangan ini, masalah yang. manusia. Menurut National Institute of Mental Health, 20% populasi

PENGARUH BEBAN KERJA DENGAN TINGKAT STRES PADA PERAWAT PELAKSANA DI RUANG PENYAKIT DALAM RUMAH SAKIT WILLIAM BOOTH SURABAYA

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Kebutuhan dasar manusia merupakan unsur-unsur yang dibutuhkan

Siswanto dan Florentinus Budi Setiawan. Fakultas Psikologi Universitas Katolik Soegijapranata Semarang. Abstraksi

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA. dapat dicegah dan diobati, ditandai oleh hambatan aliran udara yang tidak

Pembimbing: dr Tumpal Siagian, Sp.S. Allert Benedicto Ieuan Noya (07-110)

BAB I PENDAHULUAN. Jumlah penderita stroke di Indonesia kini kian meningkat dari tahun ke

BAB I PENDAHULUAN. kemajuan suatu bangsa seringkali dinilai dari umur harapan hidup penduduknya

BAB I PENDAHULUAN. Diabetes Melitus (DM) merupakan kelompok penyakit metabolic dengan karakteristik

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Permasalahan. Kesadaran masyarakat akan pentingnya merawat gigi masih kurang.

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. metabolisme gula akibat kurangnya sekresi hormon insulin sehingga terjadi

BAB I PENDAHULUAN. remote control, komputer, lift, escalator dan peralatan canggih lainnya

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Halusinasi adalah persepsi atau tanggapan dari panca indera tanpa adanya

Penyakit yang tidak dapat disembuhkan dan tidak ada obatnya, kematian tidak dapat dihindari dalam waktu yang bervariasi. (Stuard & Sundeen, 1995).

Lampiran Kuesioner KUESIONER GAMBARAN PERILAKU PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS NANGGALO TAHUN 2017

JOURNAL READING GANGGUAN GEJALA SOMATIK. Diajukan Kepada : dr. Rihadini, Sp.KJ. Disusun oleh : Shinta Dewi Wulandari H2A012001

BAB 1 PENDAHULUAN. memenuhi kebutuhan hidup. Sebagian aktivitas dan pekerjaan tersebut

BAB I DEFENISI A. LATAR BELAKANG

BAB II TINJAUAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN. baik karena ada kerusakan jaringan aktual maupun tidak. Nyeri pada

BAB I PENDAHULUAN. kesehatan jiwa pada manusia. Menurut World Health Organisation (WHO),

BAB I PENDAHULUAN. memberikan gambaran yang jelas tentang gagal jantung. Pada studinya disebutkan

DAFTAR KOMPETENSI KLINIK

PENGARUH TEKNIK RELAKSASI GUIDED IMAGERY TERHADAP PENURUNAN NYERI PADA PASIEN PASCA OPERASI FRAKTUR DI RSUD DR. MOEWARDI SURAKARTA SKRIPSI

BAB I PENDAHULUAN. merupakan prioritas tertinggi dalam Hirarki Maslow, dan untuk manusia

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Setiap perjalanan kehidupan manusia berada dalam rentang toleransi dan keseimbangan yang dinamis terhadap

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Sakit merupakan keadaan dimana terjadi suatu proses penyakit dan

BAB I PENDAHULUAN. modalitas sensorik tetapi adalah suatu pengalaman 1. The

BAB I PENDAHULUAN. Pembedahan merupakan suatu tindakan pengobatan yang menggunakan. cara invasif dengan membuka dan menampilkan bagian tubuh yang akan

PROSES TERJADINYA MASALAH

BAB 1 PENDAHULUAN. pasien melalui berbagai aspek hidup yaitu biologis, psikologis, sosial dan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. World Health Organitation (WHO) mendefinisikan kesehatan sebagai

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. yang meliputi bidang ekonomi, teknologi, politik dan budaya serta bidang-bidang lain

FRUSTRASI & STRESS LIA AULIA FACHRIAL, M.SI

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN ANSIETAS

BAB 1 PENDAHULUAN. operasi melalui tiga fase yaitu pre operasi, intraoperasi dan post. kerja dan tanggung jawab mendukung keluarga.

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Rongga mulut merupakan gambaran dari kesehatan seluruh tubuh, karena

Disusun Oleh : SARI INDAH ASTUTI F

Health Belief Penderita Hipertensi Primer Non Compliance Di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung

Transkripsi:

NYERI DAN EFEK PLASEBO

NYERI

APA YANG DIMAKSUD DENGAN NYERI?

Teori Nyeri terdahulu: Nyeri merupakan Sensasi Dideskripsikan sebagai berikut: 1. Kerusakan jaringan menyebabkan sensasi nyeri 2. Keterlibatan psikologi dalam teori ini hanya sebagai konsekuensi (mis. cemas, takut, depresi). Psikologi tidak memiliki pengaruh kausa 3. Nyeri merupakan respon otomatis terhadap stimulus eksterna 4. Sensasi nyeri memiliki 1 kausa 5. Nyeri dikategorikan menjadi: 1. Nyeri psikogenik bila tidak ada dasar organik yang ditemukan 2. Nyeri organik bila ada trauma/jejas terlihat

Memasukkan Psikologi ke dalam Teori Nyeri Berdasarkan beberapa observasi : Tatalaksana medis saja tidak efektif untuk terapi nyeri kronik harus ada sesuatu yang lain yang terlibat dalam sensasi nyeri Individu dengan derajat kerusakan jaringan yang sama melaporkan sensasi dan respon nyeri yang berbeda pengalaman nyeri Nyeri phantom

The Gate Control Theory of Pain

Teori Tiga Proses Nyeri 1. Proses fisiologis Kerusakan jaringan, pelepasan endorin dan perubahan denyut jantung 2. Proses subjektif afektif kognitif 3. Proses perilaku Ketiga proses tidak berjalan sendiri sendiri namun berinteraksi dan dapat berubah sewaktu waktu

Peran Faktor Psikososial Pada Persepsi Nyeri

Proses Subjektif Afektif Kognitif 1. Peran Pembelajaran a. Classical Conditioning Pembelajaran asosiatif individu mengasosiasikan lingkunangan tertentu dengan pengalaman nyeri b. Operant Conditioning Individu dapat berespon terhadap nyeri dengan menunjukkan perilaku nyeri (mis. beristirahat, meringis, pincang, tidak masuk kerja)

2. Peranan Afek a. Ansietas Nyeri akut ansietas terapi berhasil menghilangkan nyeri nyeri ansietas Nyeri kronik terapi berefek minimal ansietas nyeri b. Takut Takut akan nyeri dapat menimbulkan kewaspadaan berlebih terhadap nyeri progresi nyeri akut menjadi nyeri kronik Terapi yang memaparkan pasien terhadap situasi yang ditakuti dapat mengurangi keyakinan menghindari rasa takut dan memodifikasi pengalaman nyeri

3. Peranan Kognisi a. Catastrophizing Pada pasien nyeri kronik Melibatkan 3 komponen: (1) ruminasi, (2) magnifikasi, (3) ketidakberdayaan b. Pemaknaan Nyeri dapat memiliki berbagai arti/jarak pada orang berbeda c. Efikasi diri Peningkatan efikasi diri merupakan faktor penting dalam menentukan derajat persepsi nyeri d. Perhatian Perhatian terhadap nyeri dapat mengeksaserbasi nyeri Distraksi perhatian dapat mengurangi pengalaman nyeri

Proses Perilaku Perilaku nyeri dan Keuntungan sekunder Dikuatkan melalui perhatian, sambutan yang diterima dan keuntungan sekunder Cara dimana individual berespon terhadap nyeri dapat meningkatkan/menurunkan persepsi nyeri

Peranan Psikologi dalam Terapi Nyeri

Pengukuran Nyeri Lapor diri Visual Analogue Scales, Verbal Scales Deskripsi nyeri: tidak nyeri, ringan, sedang, berat Kuesioner deskriptif (McGill Pain Questionnaire)

Penilaian observasional Bila lapor diri tidak dapat dipercaya atau tidak dapat dilakukan Dilakukan penilaian: Penilaian penghilang nyeri yang diminta dan digunakan Perilaku nyeri (pincang, meringis, tarikan otot Waktu yang dihabiskan untuk tidur/istirahat Pengukuran fisiologis Penilaian inflamasi, pengukuran keringat, denyut nadi dan suhu tubuh

Keluaran Manajemen dan Tatalaksana Nyeri Pengurangan intensitas nyeri dan persepsi nyeri Pergeseran fokus pada penerimaan rasa nyeri Penerimaan nyeri merupakan prediktor yang lebih baik dibandingkan variabel koping terhadap perubahan nyeri (intensitas nyeri, disabilitas, depresi, ansietas dan satus kerja yang lebih baik)

EFEK PLASEBO

PLASEBO? Zat inert yang menyebabkan gejala yang muncul menjadi lebih baik. ( sakit kepala saya hilang setelah saya makan permen gula) Zat yang menyebabkan perubahan pada gejala yang tidak berkaitan secara langsung dengan terapi farmakologi / operasi Setelah melakukan operasi pinggul, sakit kepala saya hilang Terapi yang sengaja digunakan untuk efek yang tidak spesifik baik psikologis / fisiologis ( e.g Sehabis saya mandi maka sakit kepala saya hilang)

Sejarah Zat Inert berabad abad Individu dari berbagai latar belakang budaya telah menggunakan (dan masih menggunakan) pengobatan inert untuk berbagai macam kondisi. (e.g darah gladiator, penis dolphin etc)

Plasebo Di Zaman Modern Placebo terbukti memiliki beberapa efek, seperti alergi, asma, kanker, diabetes, enuresis, epilepsi, insomnia, ulkus, dll. ( Haas et al, 1959) Paling banyak diteliti berhubungan dengan nyeri 30% penderita nyeri kronik sembuh menggunakan plasebo 50% penderita angina sembuh dengan operasi palsu

Bagaimana Plasebo Bekerja? Teori dalam memahami efek plasebo Non interaktif Karakteristik Individu Karakterisitik Pengobatan Karakteristik Profesional Kesehatan Interaktif Bias Eksperimen Harapan Pasien Kesalahan Pelaporan Conditioning effects - Pengurangan Kecemasan Teori Fisiologis

Bagaimana Plasebo Bekerja?

Teori Non Interaktif 1. Karakteristik Individu Individu individu tertentu memiliki karakteristik yang membuat mereka rentan terhadap efek plasebo (ketergantungan emosional, extroversi, neurosis, sugestif) 2. Karakterisitik Pengobatan Karakteristik dari proses yang sebenarnya terlibat dalam pengobatan plasebo berkaitan dengan efektivitas atau tingkat efek plasebo (operasi > suntikan > 2 obat > 1 obat) 3. Karakteristik Profesional Kesehatan Jenis profesional dalam menjalankan pengobatan plasebo dapat menentukan tingkat efek plasebo.

Teori Interaktif 1. Bias Eksperimen Teori Bias eksperimen menggambarkan harapan dokter, yang disampaikan kepada pasien, mengubah harapan pasien. 2. Harapan Pasien Teori efek harapan menjelaskan secara langsung bahwa harapan pasien berasal dari pengobatan yang berhasil didapatkan sebelumnya. Jensen dan Karoly (1991) juga berpendapat bahwa motivasi pasien memiliki peran penting dalam efek plasebo, dan mereka membedakan antara motivasi pasien (keinginan untuk mengalami perubahan gejala) dengan harapan pasien (keyakinan bahwa perubahan gejala akan terjadi).

3. Kesalahan Pelaporan Kesalahan pelaporan terjadi karena adanya kesalahan dalam menjelaskan efek placebo, atau keliru dalam menjelaskan perubahan mengenai gejala plasebo. 4. Conditioning effects Menurut teori pengkondisian, stimulus Menurut teori pengkondisian, stimulus berkondisi (pengobatan) biasanya akan dikaitkan dengan respon berkondisi (pemulihan). Namun, jika stimulus berkondisi ini (pengobatan) dipasangkan dengan stimulus terkondisi (mis rumah sakit, jas putih), stimulus terkondisi dapat sendiri mendapatkan respon terkondisi (pemulihan, efek plasebo).

5. Pengurangan Kecemasan Downing dan Rickles (1983) berpendapat bahwa plasebo mengurangi kecemasan, sehingga membantu pasien untuk pulih. Teori Fisiologis Levine et al. (1978) plasebo meningkatkan pelepasan endorfin (opiate) obat penghilang rasa sakit alami otak mengurangi rasa sakit.

Peran Sentral Harapan Pasien

Peran Sentral Harapan Pasien Ross dan Olson (1981) merangkum efek plasebo sebagai berikut: 1. arah efek plasebo sejajar efek dari obat yang diteliti 2. kekuatan efek plasebo sebanding dengan yang dari obat aktif; 3. efek samping yang dilaporkan dari obat plasebo dan obat aktif seringkali sama; 4. waktu yang dibutuhkan untuk kedua placebo dan obat aktif menjadi aktif seringkali sama.

Teori Disonansi Kognitif Totman (1976, 1987) menempatkan teori disonansi kognitif tentang plasebo dalam konteks berikut: 'Mengapa penyembuhan menggunakan kepercayaan berlangsung sangat lama? "Dan "Mengapa banyak dari obat obatan homeopati, yang tidak memiliki konten medis aktif, masih digunakan? "

Pengaruh investasi Totman menyarankan bahwa hasil dari investasi yang dilakukan oleh individu harus melalui dua proses: (1) kebutuhan individu untuk memperbaiki perilaku mereka; dan (2) individu harus melihat diri mereka sebagai individu yang rasional dan terkendali Totman berpendapat bahwa high justification(berhasil) menghasilkan disonansi rendah (misalnya 'Saya dapat memperbaiki perilaku saya, saya rasional dan terkendali'). Namun, pada low justification (misalnya 'tidak berhasil') menghasilkan disonansi tinggi (misalnya saya tidak bisa memperbaiki perilaku saya, saya tidak rasional atau tidak terkendali).

Peran Efek Plasebo Pada Psikologi Kesehatan Kepercayaan kesehatan Agar plasebo memiliki efek pada individu, individu harus percaya bahwa intervensinya efektif. Kepercayaan pada tenaga kesehatan berjas putih akan menyembuhkan penyakit mereka, RS adalah tempat mereka merasa baik dan intervensi medis bisa menghasilkan hasil positif

Pengenalan penyakit Agar plasebo memiliki efek, individu juga harus percaya pada penyebab dari penyakit mereka. Contoh, percaya bahwa penyakit mereka memiliki penyebab medis (ex. Diabetes) maka plasebo bentuk pil akan lebih efektif. Namun, bila percaya bahwa penyakit mereka karena gaya hidup, plasebo bentuk pil mungkin tidak dapat efektif.

Kepercayaan tenaga kesehatan Efektifitas plasebo juga berhubungan dengan kepercayaan ahli kesehatan. Contoh, bila dokter percaya bahwa penyakit pasien nya disebabkan oleh gaya hidup dan bisa di sembuhkan dengan cara mengubah gaya hidup lalu plasebo dalam bentuk intervensi medis tidak akan menyembuhkan. Harus ada penekanan kepercayaan pada plasebo melalui komunikasi antar pasien dan dokter agar plasebo berpengaruh pada pasien

Perilaku yang berhubungan dengan kesehatan Jika individu sudah percaya dan sadar akan kesehatan maka akan lebih mungkin bagi mereka untuk merubah perilaku yang berhubungan dengan kesehatan (ex.tidak merokok, tidak minum alkohol dan berolahraga) Termasuk dengan minum obat yang dipercaya juga Termasuk dengan minum obat yang dipercaya juga sebagai salah satu perilaku yang berhubungan dengan kesehatan

Stres Plasebo juga memiliki keterlibatan dengan respon stress. Baik secara langsung (perubahan fisik) ataupun tidak langsung (perubahan psikologis) Plasebo dapat berfungsi dengan mengurangi stress karena penyakit yang dirasakan. Dengan cara percaya bahwa mereka memiliki kontrol atas penyakit mereka.

TERIMA KASIH Jane Ogden. 2012. Health Psychology Fifth Edition.