Transkip Wawancara Responden

dokumen-dokumen yang mirip
BAB V STRATEGI DAN KEGIATAN FFI DALAM MEWUJUDKAN HUTAN DESA

DATA AGREGAT KEPENDUDUKAN PER KECAMATAN (DAK2)

Lampiran I.61 PENETAPAN DAERAH PEMILIHAN DAN JUMLAH KURSI ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PROVINSI DALAM PEMILIHAN UMUM TAHUN 2014

LUAS KAWASAN (ha)

PEMERINTAH KABUPATEN KAYONG UTARA

KEADAAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Letak dan Luas. Komponen fisik

BAB IV GAMBARAN UMUM WILAYAH PENELITIAN. data BPS tahun 2012 yang diambil dari buku Kecamatan Matan Hilir Selatan dalam angka 2012

UU 34/2003, PEMBENTUKAN KABUPATEN MELAWI DAN KABUPATEN SEKADAU DI PROVINSI KALIMANTAN BARAT

RGS Mitra 1 of 14 UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 34 TAHUN 2003 TENTANG PEMBENTUKAN KABUPATEN MELAWI DAN KABUPATEN SEKADAU

R E P U B L I K I N D O N E S I A D E P A R T E M E N K E H U T A N A N J A K A R T A. KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : SK.246/VI-BPHA/2008 TENTANG

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL BINA PRODUKSI KEHUTANAN

PEMERINTAH KABUPATEN KAPUAS HULU

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 2007 TENTANG PEMBENTUKAN KABUPATEN KAYONG UTARA DI PROVINSI KALIMANTAN BARAT

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA TENTANG PEMBENTUKAN KABUPATEN KUBU RAYA DI PROVINSI KALIMANTAN BARAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

KEPUTUSAN DEWAN PERWAKILAN DAERAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7/DPD RI/I/ TENTANG PANDANGAN DAN PENDAPAT

KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR 02 TAHUN 2005 TENTANG

West Kalimantan Community Carbon Pools

Tabel I.1. Luas dan Tingkat Kekritisan Lahan di Wilayah Kerja BPDAS Kapuas Tahun 2007

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 2007 TENTANG PEMBENTUKAN KABUPATEN KAYONG UTARA DI PROVINSI KALIMANTAN BARAT

PEMERINTAH KABUPATEN KAYONG UTARA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 35 TAHUN 2007 TENTANG PEMBENTUKAN KABUPATEN KUBU RAYA DI PROVINSI KALIMANTAN BARAT

Sekapur Sirih. Penutup

~ 1 ~ BUPATI KAYONG UTARA PROVINSI KALIMANTAN BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN KAYONG UTARA NOMOR 4 TAHUN 2015 TENTANG PENETAPAN DESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 35 TAHUN 2007 TENTANG PEMBENTUKAN KABUPATEN KUBU RAYA DI PROVINSI KALIMANTAN BARAT

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang

GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH

PEMERINTAH KABUPATEN KAPUAS HULU

BAB I PENDAHULUAN. memperbaiki berbagai aspek kehidupan masyarakat. Sebagai proses perubahan

DAFTAR PEMILIH TETAP (DPT) BERBASIS TPS PEMILIHAN UMUM ANGGOTA DPR, DPD, DPRD PROVINSI DAN DPRD KAB/KOTA TH

LAPORAN KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN (KARHUTLA) KALIMANTAN

KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR 251 TAHUN 2006 TENTANG

KEMENTERIAN KEHUTANAN BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SDM KEHUTANAN PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEHUTANAN

LAPORAN PELAKSANAAN PATROLI TERPADU PENCEGAHAN KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN

KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR 248 TAHUN 2006 TENTANG

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL BINA PRODUKSI KEHUTANAN Nomor : SK.136/VI-BPHA/2009

GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH

Demikian disampaikan, atas perhatian dan kerjasama diucapkan terima kasih.

PEMERINTAH KABUPATEN SINTANG

Sanggau, Agustus 2010 Kepala BPS Kabupaten Sanggau MUHAMMAD YANI, SE NIP

Hutan Desa Oleh: Arief Tajalli dan Dwi P. Lestari. Serial: BADAN USAHA MILIK DESA (BUM Desa)

LAPORAN KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN (KARHUTLA) KALIMANTAN TANGGAL 21 NOVEMBER 2016 PUSAT PENGENDALIAN PEMBANGUNAN EKOREGION (P3E) KALIMANTAN, KLHK

ANALISIS KEJADIAN HUJAN SEDANG - SANGAT LEBAT YANG MENGAKIBATKAN BANJIR DI KABUPATEN KAPUAS HULU KALIMANTAN BARAT TANGGAL MEI 2018

BUPATI KUDUS PERATURAN BUPATI KUDUS NOMOR 21 TAHUN 2012 TENTANG KELEMBAGAAN PENGELOLAAN IRIGASI (KPI) DI KABUPATEN KUDUS BUPATI KUDUS,

GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 84 TAHUN 2016 TENTANG

PERATURAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : P.64/Menhut-II/2006 TENTANG

KEMENTERIAN KEHUTANAN DIREKTORAT JENDERAL PLANOLOGI KEHUTANAN

LAPORAN KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN (KARHUTLA) KALIMANTAN

KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR 07 TAHUN 2006 TENTANG

KONDISI KETENAGAKERJAAN SEKADAU TAHUN 2015

IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. Letak geografis KPHL Batutegi terletak pada BT dan 5 5 -

J A K A R T A. Membaca : Surat Direktur Utama PT. Jati Dharma Indah Plywood Industries :

KEPUTUSANBUPATI SAROLANGUN NOMOR 3')7 /BUNHUT/2014 TENTANG PENGUKUHANKAWASANHUTANADATDUSUN MENGKADAIDESA TEMENGGUNG KECAMATANLIMUN BUPATI SAROLANGUN,

KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN DAN PERKEBUNAN NOMOR 865/KPTS-II/1999 TENTANG

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA,

GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH KEPUTUSAN GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH NOMOR / 94 / 2012 TENTANG

PERSIAPAN BERLAKUNYA UNDANG-UNDANG NOMOR 23 TAHUN 2014 TENTANG PEMERINTAH DAERAH

Draft 0 PERATURAN MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : P. /Menhut -II/2014 TENTANG PANITIA TATA BATAS KAWASAN HUTAN

Laporan ini merupakan laporan triwulan III (Juli-September) tahun 2013 dengan kegiatan sebagai berikut :

BAB I PENDAHULUAN. Halaman 1

Kab. Kapuas Hulu 1 Paket Rp ,00 APBD 2013 Januari 2013 Seleksi Umum

PROGRES IMPLEMENTASI 6 SASARAN RENCANA AKSI KORSUP KEHUTANAN DAN PERKEBUNAN DI SUMATERA BARAT

MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA. KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 397/Kpts-II/2005

4. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Pemerintah Kabupaten Sintang Tahun 2013 I. PENDAHULUAN

BUPATI KETAPANG PROVINSI KALIMANTAN BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN KETAPANG NOMOR 10 TAHUN 2016 TENTANG PEMBENTUKAN DAN SUSUNAN PERANGKAT DAERAH

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BUPATI CIAMIS PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN BUPATI CIAMIS NOMOR 63 TAHUN 2016

PAPARAN LATAR BELAKANG HASIL TELAHAN YURIDIS DRAF PERMENHUT SKEMA KHDTK PETA

BUPATI SINTANG PERATURAN DAERAH KABUPATEN SINTANG NOMOR 5 TAHUN 2013 TENTANG

PERATURAN MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR

KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR 09 TAHUN 2006 TENTANG

PEMERINTAH KABUPATEN SINTANG

BUPATI PURBALINGGA PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI PURBALINGGA NOMOR 80 TAHUN 2016

PEMERINTAH KABUPATEN SINTANG

PERATURAN BUPATI KUNINGAN NOMOR 42 TAHUN 2016 TENTANG

V. HASIL DAN PEMBAHASAN

DAFTAR ISI. DAFTAR GAMBAR... ii I. PENDAHULUAN... 1 II. KEGIATAN PERIODE TRIWULAN III TAHUN PERSIAPAN... 4

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL BINA PRODUKSI KEHUTANAN

LAPORAN KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN (KARHUTLA) KALIMANTAN TANGGAL 13 OKTOBER 2016 PUSAT PENGENDALIAN PEMBANGUNAN EKOREGION (P3E) KALIMANTAN, KLHK

SALINAN. Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 114, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5887);

BUPATI HULU SUNGAI SELATAN, PROVINSI KALIMANTAN SELATAN PERATURAN BUPATI HULU SUNGAI SELATAN NOMOR 28 TAHUN 2016

PEMERINTAH KABUPATEN SINTANG

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

MENTEIU KRIIUTANAN REPUJJLIK INDONESIA

1. Jumlah update laporan hotspot tanggal 29 Agustus 2016 adalah sebagai berikut :

Transkripsi:

L A M P I R A N 98

LAMPIRAN I Transkip Wawancara Responden Pedoman Pertanyaan Untuk LSM FFI Nama.. Tanggal Jenis Kelamin.. Usia Pekerjaan... 1. Apa sajakah program yang dimiliki oleh LSM yang telah dijalankan? 2. Apa sajakah program yang dimiliki oleh LSM yang belum dijalankan kan? mengapa? 3. Bagaimana proses pembentukan hutan desa? 4. Apa sajakah hambatan serta dorongan dalam pembentukan hutan desa? 5. Bagaimana cara mengatasi masalah yang menghambat pembentukan hutan desa? 6. Bagaimanakah strategi yang dilakukan LSM dalam pelaksanaan program hutan desa? 7. Bagaimanakah proses pelaksanaan progam hutan desa ini? 8. Bagaimanakah tingkat partisipasi masyarakat desa terhadap program hutan desa? 99

Pedoman Pertanyaan Untuk Kepala Desa Nama.. Tanggal Jenis Kelamin.. Usia Pekerjaan... 1. Apakah anda mendukung program Hutan Desa? 2. Apakah anda ikut berpartisipasi dalam program Hutan Desa? 3. Bagaimanakah partisipasi yang anda ikuti dalam terbentuknya Hutan Desa? 4. Apa yang mendorong anda mengikuti program Hutan Desa?. 5. Apa sajakah halangan terbentuknya hutan desa di Desa Sungai pelang? 6. Bagaimanakah kinerja LSM FFI dalam pembentukan Hutan Desa Di Sungai Pelang? 100

Pedoman Pertanyaan Untuk Lembaga Kelola Hutan Desa Nama : Tanggal : Jenis Kelamin : Usia : Pekerjaan : 1. Apa saja tugas dari masing masing bagian dari LKHD? 2. Bagaimanakah hubungan yang terbina antara LKHD dengan FFI? 3. Bagaimanakah respon masyarakat desa terhadap pembentukan Hutan Desa? 4. Hal yang mendorong LKHD untuk mendukung pembentukan Hutan Desa? 5. \Upaya apa yang dilakukan LKHD agar hutan desa segera terbentuk? 6. Menurut LKHD bagaimana kinerja LSM FFI dalam proses pembentukan Hutan Desa di Desa Sungai Pelang ini? 7. Menurut LKHD apa sajakah hambatan terbentuknya Hutan Desa? 101

Pedoman Pertanyaan Untuk Dinas Kehutanan Provinsi dan Kabupaten Ketapang Nama.. Tanggal Jenis Kelamin.. Usia Pekerjaan... 1. Apakah Hutan Desa tercantum dalam program kerja DisHut? 2. Bentuk dukungan seperti apa yang diberikan DisHut dalam mendorong terbentuknya Hutan Desa? 3. Apakah DisHut ikut berperan pelaksanaan Hutan Desa? 4. Apakah ada pengecekan secara berkala untuk melihat perkembangan pembentukkan Hutan Desa? Bagaimana cara pengecekkannya? 5. Bagaimanakah kinerja LSM FFI dalam pembentukan Hutan Desa? 6. Bagaimana tingkat partisipasi masyarakat Di Desa Sungai Pelang, dalam mengikuti program Hutan Desa yg dilaksanakan oleh LSM FFI? 7. Apa sajakah faktor penghambat pembentukan Hutan Desa? 8. Apa sajakah fator pendorong pembentukan Hutan Desa? 102

LAMPIRAN 2 Transkrip Wawancara 1. Transkrip Wawancara Untuk Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Barat Nama : Ir. Sri Mulyati M.Si Tanggal : 27 Agustus 2013 Jenis Kelamin : Perempuan Usia Pekerjaan : 54 Tahun : Seksi Sumber Daya Masyarakat Hutan 1. Apakah Hutan Desa tercantum dalam program kerja DisHut? Ya, Hutan Desa masuk dalam program kerja DisHut 2. Bentuk dukungan seperti apa yang diberikan DisHut dalam mendorong terbentuknya Hutan Desa? Kami menjadi fasilitator ketika LSM FFI membuat seminar dan pelatihan terkait program Hutan Desa. Serta mengurus perizinan di Pemerintahan Daerah yaitu permintaan pengesahan wilayah Hutan Desa kepada Gubernur. Selain itu kami juga mengurus perizinan Hutan Desa di Pemerintahan Pusat 3. Apakah DisHut ikut berperan pelaksanaan Hutan Desa? 103

Kami hanya menjadi fasilitator dalam pelatihan dan seminar terkait Hutan Desa, serta mengurus sistem birokrasinya. Untuk urusan dilapangan yang menangani adalah LSM bekerja sama dengan masyarakat Desa. 4. Apakah ada pengecekan secara berkala untuk melihat perkembangan pembentukkan Hutan Desa? Bagaimana cara pengecekkannya? Tidak ada pengecekan yang kami lakukan. Kami belum memiliki wewenang untuk melakukan pengecekkan. 5. Bagaimanakah kinerja LSM FFI dalam pembentukan Hutan Desa? Sudah cukup baik, namun dalam pengiriman dokumen masih lama. Hal ini menjadi salah satu faktor yang memperlama proses perizinan terbentuknya Hutan Desa. Akan tetapi, untuk masalah komunikasi pihak LSM dengan Dinas Kehutanan terjalin dengan baik. 6. Bagaimana tingkat partisipasi masyarakat Di Desa Sungai Pelang, dalam mengikuti program Hutan Desa yg dilaksanakan oleh LSM FFI? Secara keseluruhan Desa tingkat partisipasi masih rendah. Namun untuk Desa Sungai Pelang sendiri tingkat partisipasi masyarakatnya sudah baik, masyarakat sudah sangat aktif dalam pembentukan Hutan Desa di Desa Sungai Pelang 7. Apa sajakah faktor penghambat pembentukan Hutan Desa? Ada beberapa faktor penghambatnya adalah belum ada kepercayaan daerah kepada pusat, Pusat masih memukul rata persyaratan pembentukan Hutan Desa dengan pembentukan Hutan Desa di wilayah pulau Jawa yang memiliki geografis wilayah ysng berbeda, hasil Verifikasi Hutan Desa yang belum turun, dan proses di Biro Hukum yang lama 8. Apa sajakah fator pendorong pembentukan Hutan Desa? 104

Faktor Pendorong Pembentukan Hutan Desa disungai Pelang, Yang pertama adanya LSM FFI yang menjadi pencetus pembentukkan Hutan Desa. Kedua, respon masyarakat Desa Sungsi Pelang yang positif untuk terbentuknya Hutan Desa. 2. Transkrip Wawancara Untuk Dinas Kehutanan Kabupaten Ketapang Provinsi Kalimantan Barat Nama : A. Syamsyudin Tanggal : 09 September 2013 Jenis Kelamin : Laki- Laki Usia Pekerjaan : 51 Tahun : Kepala Seksi Pembinaan dan Pengembangan Hutan 1. Apakah Hutan Desa tercantum dalam program kerja DisHut? Ya, Hutan Desa ada dalam program kerja DisHut. 2. Bentuk dukungan seperti apa yang diberikan DisHut dalam mendorong terbentuknya Hutan Desa? Kami memberi dukungan dengan menjadi fasilitator pada setiap seminar dan pelatihan yang dilakukan oleh LSM FFI terkait program Hutan Desa. Serta kami yang mengurus urusan perizinan Hutan Desa diaras Pemerintahan Daerah. 3. Apakah DisHut ikut berperan pelaksanaan Hutan Desa? Kami lebih kepada pengurusan ijin dan pengurusan sistem birokrasinya saja. Kami tidak mengurus secara langsung pelaksanaan Hutan Desa itu sendiri. 105

4. Apakah ada pengecekan secara berkala untuk melihat perkembangan pembentukkan Hutan Desa? Bagaimana cara pengecekkannya? Belum, karena pembentukkan Hutan Desa masih dalam proses dan sekarang masih ada pada SekDa dan belum ditanda tangani oleh Gubernur. Jadi kami belum bisa melakukan pengecekkan karena Hutan Desa belum secara resmi ada. 5. Bagaimanakah kinerja LSM FFI dalam pembentukan Hutan Desa? Sudah baik, pihak LSM aktif melakukan komunikasi dengan pihak Dinas Kehutanan, perihal perkembangan perizinan pembentukan Hutan Desa ditingkat Gubernur. 6. Bagaimana tingkat partisipasi masyarakat Di Desa Sungai Pelang, dalam mengikuti program Hutan Desa yg dilaksanakan oleh LSM FFI? Baik sekali, Bapak Jaswadi selaku ketua LKHD selalu menjalin komunikasi dengan pihak kami. Beliau juga sering datang ke kantor untuk membicarakan perkembangan perizinan Hutan Desa. 7. Apa sajakah faktor penghambat pembentukan Hutan Desa? Faktor penghambat untuk terbentuknya Hutan Desa di Desa Sungai Pelang sendiri hanya dari sistem saja. Pertama sistem birokrasi yang lama dan yang kedua PerDa yang terlalu rumit dilaksanakan oleh masyarakat untuk melaksanakan Hutan Desa terlalu banyak syaratnya. 8. Apa sajakah faktor pendorong pembentukan Hutan Desa? Faktor pendorong untuk terbentuknya Hutan Desa di Desa Sungai Pelang adalah pertama adanya LSM FFI yang menjadi jembatan terbentuknya Hutan Desa. Kedua adalah semangat masyarakat Desa Sungai Pelang itu sendiri untuk memiliki Hutan Desa sendiri 106

guna merubah perekonomian masyarakatnya itu sendiri dan menjaga kelestarian Hutan yang hampir musnah. 3. Transkrip Wawancara Untuk LSM FFI Nama : Rahmawati Tanggal : 10 September 2013 Jenis Kelamin : Perempuan Usia Pekerjaan : 31 Tahun : Staff FFI-IP Ketapang 1. Apa sajakah program yang dimiliki oleh LSM yang telah dijalankan? Hutan Desa Global Trees campaign 2. Apa sajakah program yang dimiliki oleh LSM yang belum dijalankan kan? mengapa? Tidak ada 3. Bagaimana proses pembentukan hutan desa? Masyarakat mengajukan pembentukkan Hutan Desa kepada menteri kehutanan setelah itu menteri menandatangani untuk penunjukan kawasan Hutan Desa, setelah mendapatkan 107

penunjukan kawasan proses selanjutnya masyarakat mengajukan izin Hak kelola Hutan Desa kepada Gubernur, maka jika disetujui Gubernur menandatangani izin tersebut. 4. Apa sajakah hambatan serta dorongan dalam pembentukan hutan desa? Proses perijinan yang lama dan panjang dan banyaknya persyaratan yang harus diajukan tidak disertai panduan yang detail, misalnya masyarakat harus menyiapkan peraturan Desa yang harus didaftarkan kelembaran daerah sementara panduan untuk pembuatan perdes tersebut belum ada. Sedangkan faktor pendorongnya adalah semangat masyarakat Desa itu sendiri untuk membentuk Hutan Desa di wilayah mereka. 5. Bagaimana cara mengatasi masalah yang menghambat pembentukan hutan desa? Dalam hal ini kami selaku pihak LSM masih menunggu tanda tangan dari pihak Gubernur, karena salah satu persyaratan untuk terbentuknya Hutan Desa adalah persetujuan dari Gubernur. Saat ini kami berusaha mengatasi masalah dengan membantu masyarakat menghadap instansi terkait seperti Dinas Kehutanan untuk membantu mempercepat sistem birokrasi nya. 6. Bagaimanakah strategi yang dilakukan LSM dalam pelaksanaan program hutan desa? Mengadakan pendekatan kepada semua stakeholder terkait, baik masyarakat maupun pihak pemerintahan. Serta mengadakan seminar dan pelatihan mengenai Hutan Desa 7. Bagaimanakah proses pelaksanaan progam hutan desa ini? Proses pelaksanaanya masih dalam tahap menunggu izin kelola dari Gubernur Kalimantan Barat 8. Bagaimanakah tingkat partisipasi masyarakat desa terhadap program hutan desa? 108

Sangat Antusias. Masyarakat sangat menginginkan agar izin kelola hutan Desa cepat keluar, dan tujuan pembentukan Hutan Desa adalah untuk kelestarian dari Hutan itu sendiri. Masyarakat Desa selalu berpartisipasi terhadap seluruh kegiatan yang kami lakukan terkait dengan pembentukkan Hutan Desa. 4. Transkrip Wawancara Untuk Lembaga Kelola Hutan Desa Nama : Jaswadi Tanggal : 11 September 2013 Jenis Kelamin : Laki- Laki Usia Pekerjaan : 38 Tahun : Petani / Ketua Lembaga Kelola Hutan Desa Wana Gambut 1. Bagaimana awal mula terbentuknya LKHD ini? Berawal dari adanya pelatihan pembuatan Perdes di tahun 2011, terbentuklah LKHD Wana Gambut ini. Guna mempermudah pembuatan PerDes yang sesuai dengan kondisi Desa Sungai Pelang. Selain itu LKHD ini berfungsi sebagai tempat untuk mengurus semua hal yang terkait dengan pembentukkan Hutan Desa dan sebagai pengontrol masyarakat sekitar Hutan Desa dalam mempergunakan hasil Hutan Desa. 2. Apa saja tugas dari masing masing bagian dari LKHD? 109

Pertama, Penasehat dan Pembina : Kepala Desa Sungai Pelang dan Badan Permusyawaratan Desa Sungai Pelang. Penasehat dan Pembina bertugas sebagai pemberi masukan kepada LKHD dalam setiap keputusan yang dibuat oleh LKHD yang berkaitan tentang Hutan Desa. Kedua, Ketua Lembaga : Jaswadi Ketua lembaga bertugas sebagai pemberi keputusan terhadap setiap kebijakkan yang ada di LKHD. Serta penghubung LKHD dengan LSM FFI dan Dinas Kehutanan. Ketiga, Sekretaris : Sumardi Sekretaris bertugas sebagai pendata semua kebutuhan Hutan Desa dan menyimpan semua dokumen penting yang terkait dengan program Hutan Desa. Keempat, Bendahara : Samsudin Bendahara bertugas sebagai pendata serta penanggung jawab keuangan yang dimiliki LKHD untuk kebutuhan Hutan Desa. Kelima, Koor. Kelola Kawasan : Selamet Mujiono Koor. Kelola Kawasan bertugas sebagai pengecek dan penanggung jawab kawasan Hutan Desa. Keenam, Koor. Kelola Usaha : Salahudin Koor. Kelola Usaha bertugas sebagai pengecek dan penanggung jawab kelola usaha berdasarkan hasil Hutan Desa non- kayu. Ketujuh. Koor. Kelola SDM : Asmaji Koor. Kelola SDM bertugas sebagai pengecek dan penanggung jawab sumber daya manusia yang mengelola hasil Hutan Desa non- kayu. Kedelapan, Koor. Kelola Lembaga : Syahrudin A.MA.PD 110

Koor. Kelola Lembaga bertugas sebagai pengecek dan penanggung jawab terhadap tugas apa saja yang ada di LKHD Kesembilan, Koor. Wilayah Kerja : Jemu Hadi Wibowo Koor. Wilayah Kerja bertugas sebagai pengecek dan penanggung jawab wilayah kerja masyarat desa didalam areal Hutan Desa. 3. Bagaimanakah hubungan yang terbina antara LKHD dengan FFI? Baik. kami selalu berkomunikasi tentang perkembangan pembentukan Hutan Desa 4. Bagaimanakah respon masyarakat desa terhadap pembentukan Hutan Desa? Respon masyarakat Desa Sungai Pelang terhadap pembentukan Hutan Desa sangat Positif. Masyarakat Desa selalu mengikuti semua seminar dan pelatihan mengenai Hutan Desa yang diadakan oleh LSM FFI. Walaupun kebanyakan hanya perwakilan jika seminar atau pelatihannya tidak di Desa Sungai Pelang. 5. Hal yang mendorong LKHD untuk mendukung pembentukan Hutan Desa? Untuk saya pribadi saya memiliki keinginan untuk menjaga hutan yang tersisa agar anak- anak saya nantinya dapat melihat hutan sama seperti yang saya lihat waktu saya kecil. Masyarakat desa yang lain pun memiliki tujuan yang sama dengan saya. Namun, selain untuk melestarikan hutan yang masih tersisa, mereka juga ingin menjadikan hutan desa sebagai penambah ekonomi dengan memanfaatkan hasil hutan non kayu. 6. Upaya apa yang dilakukan LKHD agar hutan desa segera terbentuk? Secara pribadi saya selaku ketua LKHD sudah membuat proposal yang ditujukan kepada perusahaan guna mendapat bantuan dana untuk pembentukan hutan desa. 111

Untuk urusan birokrasi ke Pemerintah, kami serahkan kepada LSM FFI dan Dinas Kehutanan selaku fasilitator dan pihak yang berwenang atas urusan birokrasi program Hutan Desa. Kami memantau dengan terus melakukan komunikasi dengan kedua belah pihak terkait dengan perkembangan pembentukan Hutan desa di Desa Sungai Pelang ini. 7. Menurut LKHD bagaimana kinerja LSM FFI dalam proses pembentukan Hutan Desa di Desa Sungai Pelang ini? Menurut saya sudah cukup baik. Namun, kalau dikatakan maksimal saya rasa belum. Akan tetapi selama ini LSM FFI sudah berusaha melakukan yang terbaik, dengan selalu datang dan mengundang kami untuk mengikuti seminar serta pelatihan yang berhubungan dengan Hutan Desa. 8. Menurut LKHD apa sajakah hambatan terbentuknya Hutan Desa? Hambatan yang paling utama kami adalah tidak ada dana untuk pengembangan Hutan Desa dan banyaknya PETI didalam kawasan Hutan Desa. Serta sistem birokrasi yang berlarut- larut dalam menyetujui Hutan Desa yang ada di Desa Sungai Pelang ini. 112

5. Transkrip Wawancara Untuk Kepala Desa Sungai Pelang Nama : Suandi Tanggal : 11 September 2013 Jenis Kelamin : Laki- Laki Usia Pekerjaan : 42 Tahun : Petani / Kepala Desa 1. Apakah anda mendukung program Hutan Desa? Ya saya sangat mendukung terbentuknya Hutan Desa. Karena salah satu syarat pengajuan pembentukkan Hutan Desa adalah adanya persetujuan dari kepala Desa. 2. Apakah anda ikut berpartisipasi dalam program Hutan Desa? Ya saya ikut berpartisipasi dalam program Hutan Desa 3. Bagaimanakah partisipasi yang anda ikuti dalam terbentuknya Hutan Desa? 113

Saya mengikuti setiap seminar dan pelatihan mengenai Hutan Desa yang diadakan oleh LSM FFI. Serta saya menjadi penasehat dan juga Pembina dalam LKHD Wana Gambut Desa Sungai Pelang 4. Apa sajakah partisipasi yang masyarakat Desa ikuti dalam pembentukkan Hutan Desa? Seperti saya dan pak Jaswadi selaku Ketua LKHD, masyarakat Desa mengikuti setiap seminar dan pelatihan yang mengenai Hutan Desa yang diadakan oleh LSM FFI. 5. Apa yang mendorong anda mengikuti program Hutan Desa? Untuk melestarikan hutan yang ada di desa Sungai Pelang dan memperbaiki ekonomi masyarakat Desa Sungai Pelang melaui Hasil hutan non kayu. 6. Apa sajakah halangan terbentuknya hutan desa di Desa Sungai pelang? Masih banyaknya aktivitas PETI yang berlangsung dikawasan Hutan Desa. Serta tidak ada dana untuk Hutan Desa. selain itu sistem birokrasi untuk perizinan Hutan Desa yang membutuhkan waktu yang lama. 7. Bagaimanakah kinerja LSM FFI dalam pembentukan Hutan Desa Di Sungai Pelang? Sudah cukup baik. Pihak LSM selalu menjaga komunikasi dengan pihak LKHD, serta selalu memberi kabar perkembangan pengesahan Hutan Desa. 114

LAMPIRAN 3 Foto Narasumber Bapak. Suwadi (Kepala Desa Sungai Pelang) 115

Ibu Rahmawati (Staff Lapangan FFI) Bapak Jaswadi (Ketua LKHD) 116

Ibu Sri Mulyati (Seksi SDM Hutan) Bapak Syamsudin (Seksi Pembinaan dan Pengembangan hutan) LAMPIRAN 4 Foto Dokumentasi 117

Area hutan desa di ambil dari atas Area hutan di ambil melalui jalur air Kondisi masyarakat Ds. Sungai Pelang Kondisi masyarakat Proses FGD Pelatihan LKHD 118

Pelatihan LKHD Pelatihan LKHD Hutan Desa Sungai Pelang Hutan Desa Sungai Pelang 119

Finalisasi Perdes Finalisasi Perdes 120

LAMPIRAN 5 Berkas - Berkas Hutan Desa 121

122

123

124

125

126

127

128

129

130

131

132

133

134

135

136

137

138

139

140

141

142

143

144

145

146

147

148

149

150

151

152

153

154

155

156

157

LAMPIRAN 6 Data Pendukung Tahap Pengusulan Sudah Ke Menteri Kehutanan Sampai Mei 2012 No Program Kegiatan/ Waktu 1 Hutan Usul Bupati Desa ke Menhut bulan Desember 2011 2 Hutan Usul Bupati Desa ke Menhut bulan April 2012 3 Hutan Usul Bupati Desa ke Menhut 4 Hutan Usul Bupati Desa ke Menhut 5 Hutan Usul Bupati Desa ke Menhut 6 Hutan Usul Bupati Desa ke Menhut Jumlah Total Kabupaten Kecamatan Desa Luas (Ha) Keterangan Kapuas Selimbau Piasak 2.203 FFI-IP Hulu Kapuas Hulu Kapuas Jongkong Jongkong 4.792 FFI-IP Hulu Kiri Hilir Kapuas Hulu Kapuas Embaloh Manua 5.188 FFI-IP Hulu Hulu Sadap Kapuas Hulu Kapuas Boyan Nanga 1.891 FFI-IP Hulu Tanjung Betung Kapuas Hulu Kapuas Pengkadan Buak 1.560 FFI-IP Hulu Limbang Kapuas Hulu Kapuas Jongkong Ujung 4.090 FFI-IP Hulu Said Kapuas Hulu 19.728 158

Tahap Sosialisasi dan Inventarisasi dan identivikasi Sampai Mei 2012 No Program Kegiatan/ Waktu 1 Sosialisasi Aprsil 2012 Kabupaten Kecamatan Desa Luas (Ha) Keterangan Ketapang Simpang Hulu Matan Hilir Utara Balai Berkuak Sungai Putri Forum hutan desa dan paroki charitas Nanga Tayap Mei 2012 Kapuas Hulu Hulu Gurung Boyan Tanjung Pangkalan Teluk Nanga Yen Nanga Jemah Sriwangi PRCF 2 Inventarisasi Identifikasi 3 Ren sosialisasi Mentebah Tanjung Mei 2012 Ketapang Simpang Hulu Paoh Concong Semandang Kiri Legong Kualan Hulu Kualan Hilir Merawa Juni 2012 Ketapang Sungai Laur Desa Kapari Desa sepotong Desa Sinar Kuri Desa Tanjung Beringin Paroki Charitas Forum Hutan Desa 159

Progres Sudah Di Verifikasi oleh Kementerian Kehutanan Sampai Mei 2012 No Program Kegiatan/ Waktu Kabupaten Kecamatan Desa Luas (Ha) Keterangan 1 Hutan Desa Verifikasi maret 2011 Kayong Utara Pulau Maya Dusun Besar 7.611 Gemawan Karimata Dusun kecil 6.377 Tanjung Satai 9.786 Satai Lestari 8.022 Kemboja 6.342 2 Hutan Desa Verifikasi desember 2011 Sintang Ketungau Hulu Yasa Rasau 38.138 2.100 5.850 Titian 7.950 3 Hutan Desa Verifikasi tahun 2010 Ketapang Matan Hilir Pematang 14.415 FFI-IP Ketapang Selatan Gadung 4 Hutan Desa Verifikasi tahun mei Sintang Kelam Permai Ensaid 355 PRCF 2012 Panjang Jumlah Total 60.858 160

Kemasyarakatan dan Hutan Desa di Prov. Kalimantan Barat Tahun 2011 s.d Mei 2012 No Program SK. Menhut Lokasi Luas Kabupaten Kecamatan Desa (Ha) 1 Hkm SK. Sanggau Jangkang 76.090 364/Menhut- Bonti II/2011 Kembayan tanggal 7 juni Noyan 2011 Nanga Taman Sekadau Meragun 2.375 Keterangan YPSBK Sanggau usul IUPHKm 2 Hutan Desa Jumlah SK. 563/Menhut- II/2011 tanggal 30 september 2011 SK. 493/Menhut- II/2011 tanggal 24 agustus 2011 SK. 494/Menhut- II/2011 tanggal 24 agustus 2011 SK. 495/Menhut- II/2011 tanggal 24 agustus 2011 SK. 586/Menhut- II/2011 tanggal 11 oktober 2011 SK. 587/Menhut- II/2011 tanggal 11 oktober 2011 Ketapang Ketapang Ketapang Ketapang Ketapang Ketapang Matan Hilir Utara Matan Hilir Selatan Nanga Tayap Matan Hilir Selatan Tumbang Titi Tumbang Titi Laman Satong Sungai Pelang Sebadak Raya Sungai Besar Beringin Rayo Tanjung Beulang 1.070 610 2.425 6.825 1.645 1.750 14.325 YPSBK Sanggau FFI-IP Ketapang usul dan Verifikasi HPHD 161

SK. 586/Menhut- II/2011 tanggal 11 oktober 2011 162