BAB 2 PROSES BOOTING

dokumen-dokumen yang mirip
LAPORAN PRAKTIKUM SISTEM OPERASI

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM SISTEM OPERASI Modul IV ADMINISTRASI LINUX

Instalasi IGOS Nusantara

Kompatibilitas hardware

Pengantar Hardware: Konfigurasi BIOS. Hanif Fakhrurroja, MT

LAPORAN AWAL Perangkat Lunak Jaringan 1 NAMA : DIAN BAYU NIM : KELAS : C

Bab 1 Instalasi Sistem Operasi DEPDIKnux

E. Ully Artha SISTEM OPERASI

PERTEMUAN 7 SISTEM OPERASI DAN PROGRAM UTILITAS

intruksi kepada CPU untuk mengakses sistem operasi. BIOS tersimpan pada Read Only

FUNDAMENTAL LINUX SERVER ADMINISTRATOR

MODUL 1 INSTALASI LINUX NUSANTARA

Instalasi Linux Redhat 7.0

PANDUAN INSTALASI LINUX FEDORA CORE 6

Laporan Sistim Operasi Jaringan Kompetensi Teknik Komputer dan Jaringan

BIOS tertanam dalam sebuah chip memory (ROM ataupun Flash Memory berbahancomlpimentari Metal Oxide Semiconductor-CMOS) yang terdapat pada

BAB 12 KOMPILASI KERNEL

Praktikum 10 POKOK BAHASAN: TUJUAN BELAJAR: DASAR TEORI: 1 PC BOOT DAN LINUX INIT PROCESS. Linux Booting Process

Untuk menambahkan password saat booting GNU/Linux, tambahkan baris berikut pada file konfigurasi /etc/lilo.conf tepat di bawah baris read-only.

Pilih Local CDROM karena proses instalasi a. Seting boot Priority yang pertama adalah CD/DVD Room pada BIOS

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM ADMIN DAN MANAJEMEN JARINGAN File Transfer Protocol (FTP)

JURNAL PRAKTIKUM SISTEM OPERASI 2012/2013. NAMA : Adysta Galang Iman A. S NIM : ASISTEN : Rahman Dattebayo KELAS : H2 BAB Ke- : 1

Instalasi System Operasi Linux Ubuntu

/(Root) menunjukkan hirarki tertinggi dari sistem ditektori Linux dimana direktori ini membawahi direktori lainya. Diantaranya :

INSTALASI SISTEM OPERASI LINUX DEBIAN

MINGGU II DASAR SISTEM OPERASI

APLIKASI KOMPUTER SISTEM OPERASI. Modul ke: I b r a h i m, S.T, M.T. Fakultas Psikologi. Program Studi Psikologi.

Instalasi FreeBSD 6.0

Modul 5 Menginstal Linux Mandrake 9.2. I. Tujuan Praktikan dapat menginstal sistem operasi Linux Mandrake 9.2

Contoh yang digunakan untuk membuat tulisan ini adalah pemasangan OS Mandriva Linux Free yang berasal dari majalah Info Linux.

Beberapa merek BIOS yang terkenal antara lain : Phoenix Technologies, Award, dan American Megatrends. Masing masing memiliki cara akses menu dan

Merupakan software yang memanfaatkan kemampuan komputer langsung untuk melakukan suatu tugas yang diinginkan pengguna. Mempunyai karakteristik:

Distribusi Linux Modern dan PC Tua By Richard Johnson

Sistem Operasi Jaringan Linux Redhat 9

3.1 Cara install Ubuntu Server 12.04

PROSES BOOTING. proses pemeriksaan perangkar keras (hardware) komputer sebelum digunakan BOOTING

LANGKAH LANGKAH INSTALASI LINUX REDHAT

I. DASAR TEORI. Perintah Dasar Linux

Tutorial Instalasi SUSE LINUX ENTERPRISE SERVER 11

LANKAH INSTALLASI LINUX REDHAT 9

CentOS Linux Installation for Dummies

LANGKAH LANGKAH INSTALASI LINUX DEBIAN 4 BERBASIS GUI

LAPORAN INSTALASI SISTEM OPERASI DEBIAN 6. pada VIRTUAL BOX

BAB III INSTALASI VMWARE

Panduan Instalasi. 1.Pendahuluan

[DUALBOOT MS. WINDOWS XP & GNU/LINUX DEBIAN CODENAME SQUEEZE] August 28, 2013 DUAL BOOT WINDOWS XP DENGAN DEBIAN 6

BAB 1 Instalasi Redhat Linux 7.2

Pengantar Hardware: Partisi dan Format Harddisk. Hanif Fakhrurroja, MT

1. Pendahuluan. 2. Memulai Instalasi

Laporan. Disusun Oleh: M. Luthfi Fathurrahman. Kelas: X TKJ 2

Lampiran 1. Gambar 1.1 Welcome screen instalasi Fedora 8 (Warewolf)

PENGANTAR TEKNOLOGI INFORMASI 2

A. Instalasi dasar Linux Debian

LANGKAH LANGKAH INSTALASI LINUX DEBIAN BERBASIS GUI

Pengertian Dan Fungsi Bios

MODUL 2 INSTALLASI DAN PENGENALAN OS UBUNTU (LINUX)

Pengantar TIK B. COLORING THE GLOBAL FUTURE

Praktikum 5. Proses dan Manajemen Proses 2 POKOK BAHASAN: TUJUAN BELAJAR: DASAR TEORI: 1 KONSEP PROSES PADA SISTEM OPERASI LINUX

Cara Mudah Mengatasi Masalah Windows Cannot be Installed to the Disk. The Selected Disk is of the GPT Partition

Melakukan instalasi sistem operasi Dasar Dasar Kompetensi Kejuruan Kelas X Semester 1

5. Instalasi dan Format Harddisk IDE, RAID IDE, dan SCSI

Modul 1 INSTALL DEBIAN 6 (SQUEEZE) MODE TEXT (CLI) PADA VIRTUALBOX

Mengembalikan password root yang terlupa..

Proses pada Sistem Operasi Linux Manajemen Proses pada Sistem Operasi Linux

Mengidentifikasi Masalah Melalui Gejala Yang Muncul

BIOS Dory Amanda sari

Awali.org & Awali.or.id

MODUL INSTALLASI LINUX UBUNTU SERVER

System Software. Kusniyati, ST.,MKom. Modul ke: Fakultas. Program Studi MKCU

BAB IV HASIL DAN ANALISIS. 4.1 Implementasi Instalasi Trixbox Server

Konfigurasi Desktop BAB 2

BAB II PROSES INSTALASI LINUX MANDRAKE 9.0

MODUL 01 SISTEM OPERASI

I. Tujuan - Agar siswa dapat memahami dan melakukan Instalasi OS Debian dengan benar dan tepat dengan menggunakan mesin VM Virtual Box

BAB II. Instalasi Linux

BAB IV PROSES PERBAIKAN KOMPUTER DESKTOP. perakitan komputer menjadi dasar untuk memperbaiki computer.

Sistem Operasi Linux PJJ PENS ITS. Tujuan

PANDUAN SINGKAT INSTALASI ZENCAFE 1.2. A. HARDIENA TUTORIAL INI DI DISTRIBUSIKAN OLEH DEPKOMINFO

Spesifikasi: Ukuran: 14x21 cm Tebal: 123 hlm Harga: Rp Terbit pertama: Februari 2005 Sinopsis singkat:

Menginstall server dengan CD Server Installation

LAMPIRAN. : Bagaimana pendapat anda dengan sistem baru ini?

Gambar 3.1 Perancangan Sistem

LAPORAN PRAKTEK SISTEM OPERASI JARINGAN KOMPUTER

Instalasi Linux (Debian 3.0 Woody)

Installasi Linux SuSE 9.3 Basis Text

Proses pada Sistem Operasi Linux Manajemen Proses pada Sistem Operasi Linux

Praktikum Sistem Operasi Proses dan Manajemen Proses. Zaid Romegar Mair, ST., M.Cs

MODUL 1 INSTALASI DAN PENGENALAN OS. MCROSOFT WINDOWS

SPESIFIKASI YANG DISARANKAN Processor Pentium 133 Pentium 166 RAM 128 MB 256 MB Harddisk 2 GB dengan space bebas minimal 1 GB SPESFIKASI MINIMUM

LANGKAH LANGKAH INSTALASI LINUX REDHAT

Hak Cipta Pada

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

DUAL BOOT. Windows 7 Professional dan Debian 7.5 Weezy

OPERASI DASAR KOMPUTER

TUGAS UAS SISTEM OPERASI

LAPORAN PRAKTIKUM SISTEM OPERASI. Modul I. Disusun Oleh : : Adrian Rananda Putra. Nim : LABORATORIUM KOMPUTER FAKULTAS ILMU KOMPUTER

CARA MENGINSTALASI FreeBSD: SEBAGAI SARANA BELAJAR UNIX DI PC. Luthfi Kisbiono Arif Onno W. Purbo Computer Network Research Group ITB

Tugas Pengantar Sistem Operasi Dual Booting pada Virtual Box

Panduan Installasi Fedora 16 (Verne)

Transkripsi:

BAB 2 PROSES BOOTING

Key Word Proses Booting Urutan Proses Booting GRUB Boot Loader Inisiasi Kernel Init dan /etc/inittab Run Levels Mengontrol Servis

Urutan Proses Booting Secara ringkas, urutan booting pada linux bisa dilihat pada gambar di bawah ini: Gambar 1 Urutan Proses Booting 1. BIOS: Basic Input/Output System merupakan interface level paling bawah yang menghubungkan antara komputer dan perangkatnya. BIOS melakukan pengecekan integritas memori dan mencari instruksi pada Master Boot Record (MBR) yang terdapat pada floppy drive atau harddisk. 2. MBR menjalankan boot loader. Di linux, boot loader yang sering dipakai adalah LILO (Linux Loader) dan GRUB (GRand Unified Boot loader). Pada Red Hat dan Turunannya menggunakan GRUB sebagai boot loader. 3. LILO/GRUB akan membaca label sistem operasi yang kernelnya akan dijalankan. Pada boot loader inilah sistem operasi mulai dipanggil. Untuk mengkonfigurasi file grub, filenya terdapat pada /boot/grub/grub.conf. 4. Setelah itu, tanggung jawab untuk booting diserahkan ke kernel. Setelah itu, kernel akan menampilkan versi dari kernel yang dipergunakan, mengecek status SELinux, menegecek paritisi swap, mengecek memory, dan sebagainya. 5. Kernel yang dipanggil oleh bootloader kemudian menjalankan program init, yaitu proses yang menjadi dasar dari proses-proses yang lain. Ini dikenal dengan nama Process. Proses ini mengacu pada script yang ada di file /etc/rc.d/rc.sysinit.

6. Program init kemudian menentukan jenis runlevel yang terletak pada file /etc/inittab. Berdasarkan pada run-level, script kemudian menjalankan berbagai proses lain yang dibutuhkan oleh sistem sehingga sistem dapat berfungsi dan digunakan. Runlevel adalah suatu parameter yang mengatur servis yang akan dijalankan misalnya single user, reboot, shutdown, dan sebagainya. Program yang mengatur runlevel ini adalah init yang terletak pada direktori /etc/inittab. Inisiasi BIOS BIOS (Basic Input/Output System) adalah antar muka antara perangkat keras dan perangkat lunak level dasar. BIOS menyediakan kumpulan instruksi yang digunakan sistem operasi. Kesuksesan proses booting tergantung pada BIOS, yang menyediakan antar muka level terendah ke perangkat periferal dan kontrol. Bios pertama kali menjalankan power on self test (POST) kemudian mencari periferal dan perangkat untuk melakukan booting. Informasi konfigurasi perangkat keras disimpan pada area kecil (biasanya 64 byte) secara permanen pada CMOS (Complementary Metal Oxide Semiconductor) yang terdapat pada motherboard. Setelah POST, perangkat booting dipilih dari daftar perangkat yang terdeteksi pada booting. Perangkat booting termasuk di dalamnya floppy drive, hard drive, CDROM, network interface, Zip drive dan media removable lain. BIOS membaca dan mengeksekusi sektor fisik pertama dari media booting yang dipilih pada sistem. Biasanya 512 byte pertama dari hard disk. Grub Boot Loader Boot Loader adalah suatu program yang sudah tertanam pada suatu sistem operasi untuk mem-boot atau memanggil sistem operasi yang ada pada hard disk dan media boot lainnya seperti flashdisk (contohnya GRUB dan LILO). Biasanya Boot Loader digunakan untuk memilih sistem operasi yang ada pada hard disk karena pada hard disk tersebut memiliki lebih dari 1 sistem operasi. Boot Loader ini, dimuat pada BIOS komputer, yang kemudian digunakan untuk memanggil kernel suatu sistem operasi.

Jadi, Boot Loader ini digunakan untuk memilih dan memanggil sistem operasi yang ada pada hard disk dan media boot lainnya. Boot Loader, harus dipasang pada MBR (Master Boot Record) pada hard disk atau media boot lainnya agar sistem operasi yang terdapat pada hard disk atau media boot lainnya bisa di-boot dengan baik. Terdapat 2 jenis Boot Loader pada GNU/Linux, yaitu GRUB dan LILO. Tetapi, modul ini hanya akan membahas mengenai Grub Boot Loader saja. GRUB (the Grand Unified Boot-loader) merupakan antar muka baris perintah yang tersedia pada prompt saat booting. Boot dari sistem file ext2/ext3, ReiserFS, JFS, FAT, minix atau FFS. Konfigurasi GRUB dilakukan pada /boot/grub/grub.conf mempunyai format yang global. Contoh isi grub.conf: timeout=5 spashimage=(hd0,0)/grub/splash.xpm.gz password md5 $1$/iX9y$Bk4yt37Ch2fz5GFN default=0 title Red Hat Enterprise Linux AS (2.6.90648_EL) root (hd0,1) kernel /vmlinuz-2.6.9-648.el ro root=/dev/volgroup00/logvo100 rhgb quiet initrd /initrd-2.6.9-648.el.img title Windows XP Pro rootnoverify (hd0,0) chainloader +1 Perubahan pada file grub.conf akan mengubah sistem dengan segera. GRUB membaca file konfigurasi pada waktu booting, sehingga file grub.conf harus disimpan pada sistem file yang mengerti GRUB, misalnya ext2/ext3, reiserfs, FAT, minix dan FFS. Jika untuk beberapa alasan MBR terkorupsi dan perlu menginstall ulang GRUB maka dapat menggunakan perintah /sbin/grub-install <boot-device>, misalnya : /sbin/grub-install /dev/had

User dapat melakukan setting grub secara manual. Jika instalasi gagal cobalah cara berikut: 1. Ketik perintah grub dan tekan enter 2. Ketik root (hd0,0) 3. Ketik setup (hd0) 4. Ketik quit Inisiasi Kernel Aktifitas inisialisasi kernel berlangsung secara cepat pada saat booting. Untuk melihat pesan kernel yang dilewatkan pada init, output file dapat dilihat pada /var/log/dmesg. Output memperlihatkan langkah inisialisasi dasar dari kernel Linux yang meliputi : Mendeteksi driver perangkat yang dikompilasi dan menempatkannya pada perangkat yang berhubungan. Jika berhasil, driver akan menginisialisasi dan kernel memberi pesan. Apabila driver selesai dikompilasi sebagai modul dalam kernel, maka akan dimasukkan dalam initrd yang kemudian di-mount oleh kernel ke RAM disk untuk inisialisasi proses. Setelah semua driver dibuka, kernel akan melakukan mounting sistem file root dengan mode read only. Proses pertama kemudian disimpan pada init dan kontrol dilewatkan dari kernel ke proses. init dan /etc/inittab init adalah parent dari semua proses. Untuk melihat urutan proses tree dapat menjalankan perintah pstree:

$ pstree init-+-apmd /-atd /-automount /-crond---crond /-deskguide_apple /-gdm-+-x / `-gdm---gnome-session Karena init adalah proses pertama, maka selalu mempunyai nomor PID 1. File /etc/inittab berisi informasi bagaimana init harus set up sistem pada setiap run level. Jika file /etc/inittab hilang atau terkorupsi, maka tidak dapat dilakukan booting pada standard run level (0-6) dan memerlukan penggunaan mode single atau darurat. Isi /etc/inittab adalah : Inisialisasi run level Skrip inisialisasi system Direktori skrip run level khusus Menangkap urutan kunci tertentu Menentukan kegagalan power UPS / menyimpan skrip Menentukan virtual console Inisialisasi X pada run level 5 Run Levels init mendefinisikan run level 0-6 meliputi: Run Level Efek 0 Halt 1, S, emergency Mode single user 2 Multi user, tanpa jaringan NFS 3 Full multi user (termasuk jaringan)

4 Didefinisikan user, tetapi duplikat runlevel 3 (default) 5 X11 (termasuk jaringan) 6 Reboot Table 1. Run Level Run level dipilih sebagai default pada /etc/inittab, dilewatkan sebagai argumen dari boot loader atau menjalankan init x setelah booting (dimana x adalah run level yang dipilih). Baris initdefault pada file /etc/inittab mengontrol run level default setelah sistem dimulai. Formatnya adalah sebagai berikut: id:x:initdefault: dimana x adalah run level setelah sistem dimulai. Untuk melihat run level saaat ini dan sebelumnya dapat dilihat pada /sbin/runlevel. Bila ingin melakukan perpindahan level init dengan menggunakan perintah init dengan runlevel tertentu, gunakan perintah init# dimana # adalah satu dari 0, 1, 3, 5, 6. Dapat juga menggunakan perintah telinit. Skrip untuk run level yang diberikan dijalankan selama boot dan shutdown. Skrip ditemukan pada direktori /etc/rc.d/rc#.d/ dimana simbol # menandakan run level, misalnya run level 3 akan menjalankan semua skrip pada direktory /etc/rc.d/rc3.d/ yang dimulai dengan huruf S selama sistem boot. Skrip ini akan menjalankan proses background yang dibutuhkan oleh sistem. Pada saat shutdown semua skrip pada direktori yang dimulai dengan huruf K akan dieksekusi. Sistem ini menyediakan urutan sistem ke state yang berbeda untuk mode produksi dan maintenance. (Daftar state dan run level dari semua service dimulai oleh ini; chkconfig list GUI tool : /usr/x11r6/bin/tksysv) Mengontrol Servis Skrip inisialisasi System V memulai servis pada waktu booting. Kebanyakan dari servis dijalankan sebagai daemon, seperti cups, cron dan sendmail. Red Hat Linux

menyediakan beberapa utilitas yang memfasilitasi pengaturan inisialisasi System V. system-config-service adalah utilitas grafis meng membutuhkan antarmuka X. Menampilkan servis yang dimulai dan dihentikan setiap run level. Servis dapat ditambahkan, dihapus atau diurut ulang pada run level 3 sampai 5 dengan utilitas ini. ntsysv adalah utilitas interaktif berbasis console yang memungkinkan untuk mengontrol servis yang berjalan bila memasukkan run level tertentu. Utilitas ini digunakan selama inisialisasi sistem, tetapi dapat dijalankan dari baris perintah. Mengkonfigurasikan run level saat ini secara default. Dengan menambahkan pilihan --level maka dapat dikonfigurasi run level lain. chkconfig adalah utilitas baris perintah. Jika melewatkan --list, akan menampilkan daftar semua skrip System V dan mematikan atau menghidupkan setiap run level. Skrip dapat diatur dalam setiap run level dengan on atau off chkconfig. Pilihan --level digunakan untuk menentukan run level yang diaktifkan jika default tidak diterima. Perintah service digunakan untuk memulai dan menghentikan servis standalone segera. Beberapa servis menerima argumen start, stop, restart, reload, condrestart dan status sebagai servis minimum. Perintah system-config-services dan chkconfig akan memulai dan menghentikan xinetd dikonfigurasi on atau off. Servis standalone tidak dimulai atau dihentikan sampai sistem dilakukan booting ulang atau menggunakan perintah services.