Modul ke: Perkembangan Sepanjang Hayat Memahami Masa Perkembangan Dewasa Akhir dalam Aspek Fisik dan Kognitif Fakultas PSIKOLOGI Hanifah, M.Psi, Psikolog Program Studi Psikologi http://mercubuana.ac.id
Masa Dewasa Akhir Usia yang semakin menua mengarah pada beberapa perubahan fisiologis yang tak dapat terhindarkan Rentang usia bagi dewasa akhir adalah usia 65 tahun ke atas
Masa Dewasa Akhir Seiring dengan bertambahnya usia, individu pada usia dewasa akhir akan mengalami kemunduran fisik seperti berat dan volume otak yang mulai menyusut, kemunduran dari fungsi sistem saraf, menurunnya fungsi sistem kekebalan tubuh, kulit yang mulai keriput dan bercak di kulit, serta perubahan dalam perkembangan sensoris
Perkembangan Fisik pada Masa Dewasa Akhir Otak yang Menyusut dan Melambat Secara Perlahan Rata-rata antara usia 20 hingga 90 tahun, otak kehilangan beratnya sebesar 5 hingga 10 persen, volume otak juga berkurang Korteks prefrontal adalah salah satu area yang menyusut seiring dengan proses penuaan dan penyusutan ini berkaitan dengan menurunnya kerja memori dan aktivitas kognitif lainnya pada lanjut usia
Perkembangan Fisik pada Masa Dewasa Akhir Melambatnya fungsi otak dan batang otak di mulai pada masa dewasa madya dan berlangsung lebih cepat pada masa dewasa akhir sehingga koordinasi fisik dan performa intelektual terpengaruh Proses penuaan juga berkaitan dengan berkurangnya produksi beberapa neurotransmitter termasuk asetilkolin, dopamin dan gamma-aminobutyric acid (GABA) Pada masa dewasa akhir, otak hanya kehilangan sebagian dari kemampuannya untuk berfungsi dan aktivitas yang dilakukan oleh individu pada lanjut usia dapat memengaruhi perkembangan otak
Perkembangan Fisik pada Masa Dewasa Akhir Sistem Kekebalan Tubuh Menderita stress yang berkepanjangan dan berkurangnya proses penyembuhan pada individu dewasa akhir dapat mempercepat efek penuaan terhadap kekebalan Kekurangan nutrisi yang berkaitan dengan rendahnya kadar protein berkaitan dengan menurunnya sel T yang menghancurkan sel-sel yang terinfeksi, sehingga sistem kekebalan semakin memburuk
Perkembangan Fisik pada Masa Dewasa Akhir Penampilan Fisik Ketika bertambah tua, individu akan bertambah pendek, kerutan dan bercak penuaan adalah perubahan yang paling terlihat jelas Pada masa dewasa akhir, pria dan wanita menjadi lebih pendek karena tulang belakang mengalami penyusutan Berat tubuh biasanya menurun setelah mencapai usia 60 tahun Hal ini disebabkan karena menyusutnya otot, di mana kondisi tersebut juga membuat tubuh terlihat jadi kendur Otot dan tulang dari usia 25 hingga 75 tahun persentasenya berkurang dan bersamaan dengan itu juga terjadi peningkatan persentase lemak
Perkembangan Fisik pada Masa Dewasa Akhir Perkembangan Sensori Penglihatan Pendengaran Penciuman Seiring dengan bertambahnya usia, ketajaman visual, warna penglihatan dan persepsi kedalaman akan menurun Diperkirakan terdapat 15% dari populasi yang berusia 65 tahun ke atas menjadi tuli, di mana biasanya hal ini berkaitan dengan degenerasi dan cochlea Individu dewasa akhir menunjukkan penurunan indera penciuman yang lebih pesat daripada indera perasa mereka Sentuhan Penciuman Individu dapat mendeteksi berkurangnya kepekaan terhadap sentuhan terhadap tubuh bagian bawah dibandingkan dengan tubuh bagian atas Seiring dengan bertambahnya usia, individu dewasa mengalami penurunan dalam mendeteksi aroma
Perkembangan Fisik pada Masa Dewasa Akhir Proses penuaan dapat mengakibatkan beberapa perubahan di dalam performa seksual khususnya pada pria Seksualitas Pasangan dewasa akhir sering kali merasakan adanya kasih sayang yang lebih, berkurangnya konflik dan mampu menghadapi berbagai konflik tanpa meluapkan emosi-emosi negatif Seiring dengan bertambahnya usia, orgasme pada pria menjadi menurun Aktivitas seksual dengan pasangan menurun dari tahap akhir masa dewasa madya hingga masa dewasa akhir, dengan tingkat aktivitas seksual bersama pasangan yang lebih rendah pada perempuan dibandingkan laki-laki
Perkembangan Kognitif pada Masa Dewasa Akhir Pada usia dewasa akhir, lambannya dalam memberikan respon tidak dapat dihindari, namun jumlah penurunan fungsi kognitif dapat dikurangi apabila individu dewasa pada masa dewasa akhir dibiarkan berlatih untuk membuat respon yang cepat atau mereka memang sudah berpengalaman / terbiasa dengan mengerjakan berbagai tugas
Perkembangan Kognitif pada Masa Dewasa Akhir Memori, penalaran, pemrosesan informasi, kemampuan dalam memecahkan masalah dan kekakuan secara mental atau mencairnya seluruh kapasitas individu dewasa untuk melakukan introspeksi terhadap dirinya sendiri, menentukan tujuan-tujuan hidup yang bermakna, mengelola sumber daya yang mengalami perubahan dan merencanakan masa depan Kapasitas intelektual tersebut memengaruhi kemampuan individu untuk terlibat dalam pekerjaan yang bersifat produktif, mengarahkan dan memberi saran kepada orang lain serta menciptakan solusi-solusi yang baru untuk menghadapi persoalan dalam kehidupan sehari-hari
Perkembangan Kognitif pada Masa Dewasa Akhir Kecepatan dalam pemrosesan informasi akan mengalami kemunduran di masa dewasa akhir Pemrosesan Informasi Menurunnya kecepatan pemrosesan informasi yang dialami individu dewasa akhir cenderung berkaitan dengan penurunan fungsi otak dan sistem saraf pusat Meskipun kecepatan pemrosesan informasi cenderung melambat di masa dewasa akhir, masih terdapat variasi individual dalam kemampuan ini
Perkembangan Kognitif pada Masa Dewasa Akhir Memori mengalami perubahan seiring dengan bertambahnya usia namun tidak semua perubahan memori berlangsung dengan cara yang sama Individu dewasa akhir memiliki efektivitas yang sama dengan individu dewasa awal dalam mengenali informasi yang sudah dipelajari di masa lalu, namun mereka memiliki kesulitan dalam menyimpulkannya ke dalam sebuah nama yang lebih spesifik atau nomor ketika berusaha untuk menemukannya Memori dapat digunakan dengan cara baru ketika memasuki usia dewasa akhir, yaitu dengan mengatasi berbagai konflik yang terjadi pada aspek psikososial yaitu integrity versus despair
Perkembangan Kognitif pada Masa Dewasa Akhir Karakteristik Pemikiran Post Formal Kepercayaan dalam merefleksikan dirinya sendiri, emosi, nilai-nilai yang dimiliki dan situasi yang spesifik dalam mengatasi permasalahan Kemauan untuk mengubah atau menggunakan pendekatan yang berbeda tergantung pada permasalahan spesifik yang sedang dihadapi Kemampuan untuk mengerahkan pengetahuan pribadi untuk menemukan solusi yang pragmatis Kesadaran akan adanya kontradiksi dalam kehidupan dan kemauan untuk mencoba melibatkan suatu konflik atau pemikiran yang kontradiktif, emosi dan pengalaman dalam menemukan sebuah solusi Gabungan pemikiran dan emosi yang bersifat fleksibel sehingga mendapatkan solusi yang adaptif, berorientasi pada realita serta mendapatkan kepuasan emosional Antusias untuk mencari pertanyaan-pertanyaan baru, menemukan permasalahanpermasalahan baru dan memiliki kerangka baru dalam memahami suatu pengalaman
Perkembangan Kognitif pada Masa Dewasa Akhir Individu yang mengoperasikan pemikiran post formal tidak selalu mampu menggunakannya dalam setiap situasi Ketika suatu persoalan sudah memiliki parameter yang jelas dan hanya membutuhkan satu situasi maka pemikiran operasional formal atau konkrit akan bekerja Namun, ketika muncul suatu persoalan dengan nilai-nilai tertentu, bermakna ganda atau berdampak pada hubungan interpersonal maka pemikiran post formal yang akan bermain peran untuk menyelesaikannya
Terima Kasih Hanifah M.Psi, Psikolog