Perkembangan Sepanjang Hayat

dokumen-dokumen yang mirip
Perkembangan Sepanjang Hayat

Perkembangan Sepanjang Hayat

BAB I PENDAHULUAN. usia lanjut di Indonesia diperkirakan antara tahun sebesar 414 %

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

TAHAP PERKEMBANGAN ANAK USIA TAHUN

BAB I PENDAHULUAN. Dalam kehidupan, setiap manusia akan melalui tahap perkembangan yang sama.

Perkembangan Sepanjang Hayat

Perkembangan Sepanjang Hayat

PERSEPSI BENTUK. Persepsi Modul 1. Udhi Marsudi, S.Sn. M.Sn. Modul ke: Fakultas Desain dan Seni Kreatif. Program Studi Desain Produk

01FDSK. Persepsi Bentuk. Denta Mandra Pradipta Budiastomo, S.Ds, M.Si.

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Kristen Maranatha 1

manusia mengalami banyak perubahan dari segi fisik dan mental. Penuaan adalah salah satu

BAB I PENDAHULUAN. mencapai usia 60 tahun ke atas. Lansia adalah seorang laki-laki atau

BAB I PENDAHULUAN. Pembangunan Nasional di bidang kesehatan adalah upaya yang. dilaksanakan oleh semua komponen bangsa yang bertujuan untuk

BAB I PENDAHULUAN. diulang kembali. Hal-hal yang terjadi di masa awal perkembangan individu akan

BAB I PENDAHULUAN. Jepang 129%, Jerman 66%, dan Swedia 33% (Depkes,2003). Indonesia termasuk salah satu negara Asia yang pertumbuhan penduduk

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

HALAMAN JUDUL KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR GAMBAR DAFTAR TABEL DAFTAR BAGAN BAB I : KONSEP DASAR PSIKOLOGI FAAL 1

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Manusia lanjut usia adalah seorang yang karena usianya mengalami perubahan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian

SEL SARAF MENURUT BENTUK DAN FUNGSI

BAB I PENDAHULUAN. wajar akan dialami semua orang. Menua adalah suatu proses menghilangnya

PERKEMBANGAN MASA DEWASA MADYA

Ditandai dg penurunan kekuatan fisik & daya ingat Dibagi dlm 2 bagian :

BAB I PENDAHULUAN. beranjak jauh dari periode terdahulu yang lebih menyenangkan atau beranjak dari waktu

tahun 2005 adalah orang, diprediksi pada tahun 2020 menjadi orang dan

BAB I PENDAHULUAN. Valentina, 2013). Menurut Papalia dan Olds (dalam Liem, 2013) yang dimaksud

Rentang perhatian pada anak pra-sekolah sangat dipengaruhi oleh banyak faktor, misalnya

BAB I PENDAHULUAN. Masa remaja adalah masa transisi dari anak-anak ke fase remaja. Menurut

SPESIALISASI UTAMA DALAM PSIKOLOGI

Peningkatan atau penurunan kemampuan pemecahan masalah dan kreativitas

BAB I PENDAHULUAN. obstetrik dan ginekologi di suatu wilayah adalah dengan melihat Angka

Menurut UU No. 13 Th.1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia yang dimaksud Lanjut Usia adalah seseorang yang berusia 60 tahun ke atas.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. sistem fisiologis dan meningkatnya kerentanan terhadap berbagai penyakit dan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. terjadi pada pertengahan tahun 2008 karena penurunan ekonomi global.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 1. Gambaran Umum Sampel Penelitian. usia minimal 60 tahun yang telah memenuhi kriteria inklusi dan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar belakang Masalah. Ada banyak definisi mengenai lanjut usia (lansia), namun selama ini

BAB I PENDAHULUAN. sudah mengalami kemunduran fungsi fisiologis organ tubuhnya (Wahyunita, 2010).

Unita Werdi Rahajeng

Sensasi dan Persepsi

HUBUNGAN ANTARA TIPE KEPRIBADIAN DENGAN TINGKAT DEPRESI PADA LANSIA DI WILAYAH DESA BUMIHARJO KECAMATAN NGUNTORONADI KABUPATEN WONOGIRI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. fisiologis dan meningkatnya kerentanan terhadap berbagai penyakit dan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Otak merupakan pusat dari keseluruhan tubuh. Otak manusia

BAB 1 PENDAHULUAN. dari persentase pria dan wanita dari penduduk lanjut usia berdasarkan estimasi

BAB I PENDAHULUAN. gizi terjadi pula peningkatan kasus penyakit tidak menular (Non-Communicable

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB II TINJAUAN TEORI Pengertian pengetahuan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Siti Zahroh Nur Sofiani Suryana, 2013

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. ekonomi berkepanjangan juga merupakan salah satu pemicu yang. memunculkan stress, depresi, dan berbagai gangguan kesehatan pada

PENERIMAAN DIRI PADA WANITA BEKERJA USIA DEWASA DINI DITINJAU DARI STATUS PERNIKAHAN

SMP kelas 8 - BIOLOGI BAB 2. PERKEMBANGAN PADA MANUSiAlatihan soal 2.5

BAB II KAJIAN TEORITIK

2.1 Perkembangan anak sekolah dasar. Perkembangan anak usia sekolah disebut juga perkembangan masa

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Di seluruh negara-negara industri stroke merupakan. problem kesehatan besar. Penyakit ini masih merupakan

Masa Dewasa Madya Perkembangan Fisik, Kognitif, Karir dan Religiusitas. Psikologi Perkembangan Unita Werdi Rahajeng

Fungsi. Sistem saraf sebagai sistem koordinasi mempunyai 3 (tiga) fungsi utama yaitu: Pusat pengendali tanggapan, Alat komunikasi dengan dunia luar.

KESEJAHTERAAN SUBJEKTIF PADA PENYANDANG KANKER PAYUDARA

Sudah benarkah cara belajar Anda?

BAB 1 PENDAHULUAN. Indonesia populasi lanjut usia juga mengalami peningkatan (Tanaya, 1997).

BAB I PENDAHULUAN. infeksi Human Papilloma Virus (HPV) grup onkogenik resiko tinggi, terutama HPV 16 dan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Usia lanjut dikatakan sebagai tahap akhir perkembangan pada daur

BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang

TINJAUAN MATA KULIAH...

BAB I PENDAHULUAN. Memasuki ambang millennium ketiga, masyarakat Indonesia mengalami

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA Mekanisme Penurunan Kognitif pada Infeksi STH. Infeksi cacing dapat mempengaruhi kemampuan kognitif.

BAB I PENDAHULUAN. perkembangan dan pertumbuhan tersebut, salah satu fase penting dan menjadi pusat

DITA RACHMAYANI, S.PSI., M.A YUNITA KURNIAWATI, S.PSI., M.PSI

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. mengarahkan, dan mempertahankan perilaku. Dengan demikian, perilaku yang

HUBUNGAN ANTARA TINGKAT KECEMASAN DENGAN KEMANDIRIAN PELAKSANAAN AKTIVITAS HARIAN PADA KLIEN SKIZOFRENIA DI RUMAH SAKIT JIWA DAERAH SURAKARTA SKRIPSI

SIJIL PSIKOLOGI ISLAM DAN KAUNSELING. WPK 523 Psikologi Perkembangan Remaja, Dewasa dan Orang Tua

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. kemungkinan, menghasilkan strategi dan berfantasi. 1

BAB I PENDAHULUAN. tangga yang memiliki minimal salah satu anggota didalam rumah tangganya

HUBUNGAN HIGH DENSITY LIPOPROTEIN DENGAN PENURUNAN FUNGSI KOGNITIF PADA WANITA POST MENOPAUSE

BAB I PENDAHULUAN. kesehatan jiwa pada manusia. Menurut World Health Organisation (WHO),

BAB I PENDAHULUAN. Setiap individu mengalami proses perkembangan semasa hidupnya, mulai

BAB 1 PENDAHULUAN. meningkat hingga dua kali lipat pada tahun 2025 (Depkes, 2013). Hal ini

BAB I PENDAHULUAN. perusahaan akan sumber daya yang berkualitas. Setiap perusahaan

BAB I PENDAHULUAN. Penyakit asam urat atau biasa dikenal sebagai gout arthritis merupakan

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Definisi sehat sendiri ada beberapa macam. Menurut World Health. produktif secara sosial dan ekonomis.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

SENSASI PERSEPSI Biopsikologi

BAB I PENDAHULUAN. Meningkatnya umur harapan hidup ini mengakibatkan jumlah penduduk lanjut usia meningkat pesat

BAB I PENDAHULUAN. yang disebabkan pekerjaan ataupun kegiatan sehari hari yang tidak. mata bersifat jasmani, sosial ataupun kejiwaan.

Transkripsi:

Modul ke: Perkembangan Sepanjang Hayat Memahami Masa Perkembangan Dewasa Akhir dalam Aspek Fisik dan Kognitif Fakultas PSIKOLOGI Hanifah, M.Psi, Psikolog Program Studi Psikologi http://mercubuana.ac.id

Masa Dewasa Akhir Usia yang semakin menua mengarah pada beberapa perubahan fisiologis yang tak dapat terhindarkan Rentang usia bagi dewasa akhir adalah usia 65 tahun ke atas

Masa Dewasa Akhir Seiring dengan bertambahnya usia, individu pada usia dewasa akhir akan mengalami kemunduran fisik seperti berat dan volume otak yang mulai menyusut, kemunduran dari fungsi sistem saraf, menurunnya fungsi sistem kekebalan tubuh, kulit yang mulai keriput dan bercak di kulit, serta perubahan dalam perkembangan sensoris

Perkembangan Fisik pada Masa Dewasa Akhir Otak yang Menyusut dan Melambat Secara Perlahan Rata-rata antara usia 20 hingga 90 tahun, otak kehilangan beratnya sebesar 5 hingga 10 persen, volume otak juga berkurang Korteks prefrontal adalah salah satu area yang menyusut seiring dengan proses penuaan dan penyusutan ini berkaitan dengan menurunnya kerja memori dan aktivitas kognitif lainnya pada lanjut usia

Perkembangan Fisik pada Masa Dewasa Akhir Melambatnya fungsi otak dan batang otak di mulai pada masa dewasa madya dan berlangsung lebih cepat pada masa dewasa akhir sehingga koordinasi fisik dan performa intelektual terpengaruh Proses penuaan juga berkaitan dengan berkurangnya produksi beberapa neurotransmitter termasuk asetilkolin, dopamin dan gamma-aminobutyric acid (GABA) Pada masa dewasa akhir, otak hanya kehilangan sebagian dari kemampuannya untuk berfungsi dan aktivitas yang dilakukan oleh individu pada lanjut usia dapat memengaruhi perkembangan otak

Perkembangan Fisik pada Masa Dewasa Akhir Sistem Kekebalan Tubuh Menderita stress yang berkepanjangan dan berkurangnya proses penyembuhan pada individu dewasa akhir dapat mempercepat efek penuaan terhadap kekebalan Kekurangan nutrisi yang berkaitan dengan rendahnya kadar protein berkaitan dengan menurunnya sel T yang menghancurkan sel-sel yang terinfeksi, sehingga sistem kekebalan semakin memburuk

Perkembangan Fisik pada Masa Dewasa Akhir Penampilan Fisik Ketika bertambah tua, individu akan bertambah pendek, kerutan dan bercak penuaan adalah perubahan yang paling terlihat jelas Pada masa dewasa akhir, pria dan wanita menjadi lebih pendek karena tulang belakang mengalami penyusutan Berat tubuh biasanya menurun setelah mencapai usia 60 tahun Hal ini disebabkan karena menyusutnya otot, di mana kondisi tersebut juga membuat tubuh terlihat jadi kendur Otot dan tulang dari usia 25 hingga 75 tahun persentasenya berkurang dan bersamaan dengan itu juga terjadi peningkatan persentase lemak

Perkembangan Fisik pada Masa Dewasa Akhir Perkembangan Sensori Penglihatan Pendengaran Penciuman Seiring dengan bertambahnya usia, ketajaman visual, warna penglihatan dan persepsi kedalaman akan menurun Diperkirakan terdapat 15% dari populasi yang berusia 65 tahun ke atas menjadi tuli, di mana biasanya hal ini berkaitan dengan degenerasi dan cochlea Individu dewasa akhir menunjukkan penurunan indera penciuman yang lebih pesat daripada indera perasa mereka Sentuhan Penciuman Individu dapat mendeteksi berkurangnya kepekaan terhadap sentuhan terhadap tubuh bagian bawah dibandingkan dengan tubuh bagian atas Seiring dengan bertambahnya usia, individu dewasa mengalami penurunan dalam mendeteksi aroma

Perkembangan Fisik pada Masa Dewasa Akhir Proses penuaan dapat mengakibatkan beberapa perubahan di dalam performa seksual khususnya pada pria Seksualitas Pasangan dewasa akhir sering kali merasakan adanya kasih sayang yang lebih, berkurangnya konflik dan mampu menghadapi berbagai konflik tanpa meluapkan emosi-emosi negatif Seiring dengan bertambahnya usia, orgasme pada pria menjadi menurun Aktivitas seksual dengan pasangan menurun dari tahap akhir masa dewasa madya hingga masa dewasa akhir, dengan tingkat aktivitas seksual bersama pasangan yang lebih rendah pada perempuan dibandingkan laki-laki

Perkembangan Kognitif pada Masa Dewasa Akhir Pada usia dewasa akhir, lambannya dalam memberikan respon tidak dapat dihindari, namun jumlah penurunan fungsi kognitif dapat dikurangi apabila individu dewasa pada masa dewasa akhir dibiarkan berlatih untuk membuat respon yang cepat atau mereka memang sudah berpengalaman / terbiasa dengan mengerjakan berbagai tugas

Perkembangan Kognitif pada Masa Dewasa Akhir Memori, penalaran, pemrosesan informasi, kemampuan dalam memecahkan masalah dan kekakuan secara mental atau mencairnya seluruh kapasitas individu dewasa untuk melakukan introspeksi terhadap dirinya sendiri, menentukan tujuan-tujuan hidup yang bermakna, mengelola sumber daya yang mengalami perubahan dan merencanakan masa depan Kapasitas intelektual tersebut memengaruhi kemampuan individu untuk terlibat dalam pekerjaan yang bersifat produktif, mengarahkan dan memberi saran kepada orang lain serta menciptakan solusi-solusi yang baru untuk menghadapi persoalan dalam kehidupan sehari-hari

Perkembangan Kognitif pada Masa Dewasa Akhir Kecepatan dalam pemrosesan informasi akan mengalami kemunduran di masa dewasa akhir Pemrosesan Informasi Menurunnya kecepatan pemrosesan informasi yang dialami individu dewasa akhir cenderung berkaitan dengan penurunan fungsi otak dan sistem saraf pusat Meskipun kecepatan pemrosesan informasi cenderung melambat di masa dewasa akhir, masih terdapat variasi individual dalam kemampuan ini

Perkembangan Kognitif pada Masa Dewasa Akhir Memori mengalami perubahan seiring dengan bertambahnya usia namun tidak semua perubahan memori berlangsung dengan cara yang sama Individu dewasa akhir memiliki efektivitas yang sama dengan individu dewasa awal dalam mengenali informasi yang sudah dipelajari di masa lalu, namun mereka memiliki kesulitan dalam menyimpulkannya ke dalam sebuah nama yang lebih spesifik atau nomor ketika berusaha untuk menemukannya Memori dapat digunakan dengan cara baru ketika memasuki usia dewasa akhir, yaitu dengan mengatasi berbagai konflik yang terjadi pada aspek psikososial yaitu integrity versus despair

Perkembangan Kognitif pada Masa Dewasa Akhir Karakteristik Pemikiran Post Formal Kepercayaan dalam merefleksikan dirinya sendiri, emosi, nilai-nilai yang dimiliki dan situasi yang spesifik dalam mengatasi permasalahan Kemauan untuk mengubah atau menggunakan pendekatan yang berbeda tergantung pada permasalahan spesifik yang sedang dihadapi Kemampuan untuk mengerahkan pengetahuan pribadi untuk menemukan solusi yang pragmatis Kesadaran akan adanya kontradiksi dalam kehidupan dan kemauan untuk mencoba melibatkan suatu konflik atau pemikiran yang kontradiktif, emosi dan pengalaman dalam menemukan sebuah solusi Gabungan pemikiran dan emosi yang bersifat fleksibel sehingga mendapatkan solusi yang adaptif, berorientasi pada realita serta mendapatkan kepuasan emosional Antusias untuk mencari pertanyaan-pertanyaan baru, menemukan permasalahanpermasalahan baru dan memiliki kerangka baru dalam memahami suatu pengalaman

Perkembangan Kognitif pada Masa Dewasa Akhir Individu yang mengoperasikan pemikiran post formal tidak selalu mampu menggunakannya dalam setiap situasi Ketika suatu persoalan sudah memiliki parameter yang jelas dan hanya membutuhkan satu situasi maka pemikiran operasional formal atau konkrit akan bekerja Namun, ketika muncul suatu persoalan dengan nilai-nilai tertentu, bermakna ganda atau berdampak pada hubungan interpersonal maka pemikiran post formal yang akan bermain peran untuk menyelesaikannya

Terima Kasih Hanifah M.Psi, Psikolog