PROGRAM STRATEGIS DEWAN KOPERASI INDONESIA

dokumen-dokumen yang mirip
Visi DEKOPIN 2045: Koperasi Pilar Negara

Kebijakan Pemerataan dan Keadilan Pelaku Ekonomi Dengan Memperkuat Koperasi Sebagai Soko Guru Perekonomian

BAB V VISI, MISI,TUJUAN DAN SASARAN

Menteri Perindustrian Republik Indonesia NARASI PADA ACARA KONGRES GERAKAN ANGKATAN MUDA KRISTEN INDONESIA (GAMKI) TAHUN 2015

BAB II KEBIJAKAN PEMERINTAH KOTA SEMARANG

Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional

KEPPRES 24/1999, PENGESAHAN PERUBAHAN ANGGARAN DASAR DEWAN KOPERASI INDONESIA

PROGRAM PRIORITAS PEMBANGUNAN PEMERINTAH PROVINSI SULAWESI SELATAN

I. PENDAHULUAN. Perkembangan perekonomian di Indonesia tidak dapat terlepas dari tiga kelompok

ARAH KEBIJAKAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL BIDANG UMKM DAN KOPERASI

BAB IV LANDASAN PEMBERDAYAAN KOPERASI DAN UMKM

PEMERINTAH DAERAH PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TIMUR NOMOR 15 TAHUN 2012 TENTANG PENYELENGGARAAN KOORDINASI PENYULUHAN

- 1 - BAB I PENGUATAN REFORMASI BIROKRASI

KERANGKA PELAKSANAAN TUJUAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN (TPB)

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

RENCANA KERJA (RENJA) DINAS PEKERJAAN UMUM BINA MARGA PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2016

ADHI PUTRA ALFIAN DIREKTUR PEMBERDAYAAN KOPERASI DAN UKM BATAM, 18 JUNI 2014

PROGRAM LEGISLASI NASIONAL TAHUN

PEMERINTAH KABUPATEN LUWU UTARA

V BAB V PENYAJIAN VISI, MISI, TUJUAN, DAN SASARAN

RINGKASAN DOKUMEN RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA PANJANG DAERAH (RPJPD) KABUPATEN PASURUAN TAHUN

BAB IV ANALISIS ISU-ISU STRATEGIS

SAMBUTAN GUBERNUR SULAWESI TENGAH SELAKU KETUA BKPRS PADA: MUSYAWARAH PERENCANAAN PEMBANGUNAN (MUSRENBANG) REGIONAL SULAWESI TAHUN 2018

RPJMN dan RENSTRA BPOM

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN

REVITALISASI KOPERASI DI TENGAH MEA. Bowo Sidik Pangarso, SE Anggota DPR/MPR RI A-272

PEMERINTAH KABUPATEN BANGKALAN

BAB IV VISI, MISI DAN STRATEGI PEMBANGUNAN DAERAH TAHUN

Rencana Pembangunan Jangka Menengah strategi juga dapat digunakan sebagai sarana untuk melakukan tranformasi,

SISTEM EKONOMI INDONESIA Penafsiran Pancasila dan UUD 45. Pusat Kajian Ekonomi Kerakyatan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2014 TENTANG PERINDUSTRIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

UU Nomor 16 Tahun 2006 Tentang SISTEM PENYULUHAN PERTANIAN, PERIKANAN, DAN KEHUTANAN (SP3K)

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA TENTANG KEWIRAUSAHAAN NASIONAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

Disampaikan oleh: MENTERI DALAM NEGERI TJAHJO KUMOLO KEMENTERIAN DALAM NEGERI. Yogyakarta, 7 Maret 2016

KESIAPAN KABUPATEN MAROS MELAKSANAKAN SDGs. Ir. H. M. HATTA RAHMAN, MM (BUPATI MAROS)

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruh isi paparan ini dengan mencantumkan sumber kutipan atas nama Komite Ekonomi dan Industri Nasional

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN

MENTERI PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/ KEPALA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL,

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2009 TENTANG KEBIJAKAN PERCEPATAN PENGANEKARAGAMAN KONSUMSI PANGAN BERBASIS SUMBER DAYA LOKAL

PERAN STRATEGIS KEMENTERIAN DALAM NEGERI DALAM IMPLEMENTASI KEBIJAKAN OTONOMI DAERAH MENUJU PENCAPAIAN GOOD GOVERNANCE

Pokok-Pokok Pikiran DPRD Provinsi Jawa Tengah Untuk Pembangunan Jawa Tengah Tahun

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 50 TAHUN 2011 TENTANG RENCANA INDUK PEMBANGUNAN KEPARIWISATAAN NASIONAL TAHUN

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2014 TENTANG PERINDUSTRIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

INSTRUKSI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2016 TENTANG GERAKAN NASIONAL REVOLUSI MENTAL PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2014 TENTANG PERINDUSTRIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

BAB II RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH (RPJMD)

Kementerian Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional

- 1 - PEMERINTAH DAERAH PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TIMUR NOMOR 13 TAHUN 2013 TENTANG

BAB III TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN

MENTERI PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/ KEPALA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL,

PERATURAN DAERAH KABUPATEN KATINGAN NOMOR 7 TAHUN 2013

Mendukung terciptanya kesempatan berusaha dan kesempatan kerja. Meningkatnya jumlah minat investor untuk melakukan investasi di Indonesia

PEMIKIRAN EKONOMI PANCASILA

BAB IV VISI DAN MISI DAERAH PROVINSI SULAWESI TENGGARA

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN

UNDANG-UNDANG NOMOR 3 TAHUN 2014 TENTANG PERINDUSTRIAN DAN LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN PERATURAN PELAKSANAANNYA

BAB III VISI, MISI, DAN ARAH PEMBANGUNAN DAERAH

LD NO.14 PENJELASAN ATAS PERATURAN DAERAH KABUPATEN GARUT NOMOR 14 TAHUN 2012 TENTANG PENANAMAN MODAL I. UMUM

BAB I PENDAHULUAN. yang paling berperan dalam menentukan proses demokratisasi di berbagai daerah.

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN TENTANG PENANGANAN FAKIR MISKIN

LAMPIRAN PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 29 TAHUN 2011 TENTANG RENCANA KERJA PEMERINTAH TAHUN 2012

PEMBINAAN INDUSTRI KECIL DAN MENENGAH MELALUI PENERAPAN STANDAR NASIONAL INDONESIA. Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumatera Selatan

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN

PERATURAN DIREKTUR JENDERAL BINA PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI DAN PERHUTANAN SOSIAL NOMOR: P. 1 /V-SET/2014 TENTANG

PPN/Bappenas: KNKS Untuk Percepatan Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah di Indonesia Kamis, 27 Juli 2017

Disampaikan pada acara : Rapat Koordinasi Nasional Pemberdayaan KUMKM Tahun 2014

Kebijakan Pemerataan Ekonomi Dalam Rangka Menurunkan Kemiskinan. Lukita Dinarsyah Tuwo

BAB V PENYAJIAN VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN

BUPATI PATI PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH KABUPATEN PATI NOMOR 1 TAHUN 2016 TENTANG PEMBANGUNAN KAWASAN PERDESAAN

SAMBUTAN MENTERI PPN/KEPALA BAPPENAS

Rio Deklarasi Politik Determinan Sosial Kesehatan Rio de Janeiro, Brasil, 21 Oktober 2011.

Siaran Pers KemenkopUKM: Koperasi jadi Institusi Ekonomi Rakyat di Masa Depan Jumat, 14 Juli 2017

BAB I PENDAHULUAN I-1

MENTERI NEGARA PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/ KEPALA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL,

BABV VISI, MISI, TUJUAN, DAN SASARAN

UNDANG UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2009 TENTANG KEPEMUDAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

KETUA DEWAN KOMISIONER OTORITAS JASA KEUANGAN PADA PERINGATAN HARI ULANG TAHUN PROKLAMASI KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB II PERAN KOPERASI DAN USAHA KECIL DAN MENENGAH DALAM PEMBANGUNAN NASIONAL A. STRUKTUR PEREKONOMIAN INDONESIA

RAPAT KOORDINASI PERENCANAAN

BAHAN TAYANG MODUL 5

PELAYANAN INFORMASI PUBLIK

BAPPEDA KAB. LAMONGAN

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia

Yang Terhormat: Sulawesi Tengah

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 50 TAHUN 2011 TENTANG RENCANA INDUK PEMBANGUNAN KEPARIWISATAAN NASIONAL TAHUN

PEMERINTAH KABUPATEN SITUBONDO

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 41 TAHUN 2011 TENTANG PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN DAN KEPELOPORAN PEMUDA,

Transkripsi:

Member of : PROGRAM STRATEGIS DEWAN KOPERASI INDONESIA H. A.M. NURDIN HALID Ketua Umum DEKOPIN Materi : Rapat Koordinasi Kementerian Koperasi dan UKM RI, Bali 21-23 Maret 2017

Program Strategis 1 Koperasi Pilar Negara

Dasar Pemikiran : Membangun Pemerataan dan Keadilan Ekonomi Bangsa Dasar Fundamental Kemerdekaan Bangsa Membangun manusia yang berkeadilan Pembukaan UUD 45 Alenia 4 Ekonomi konstitusi Pancasila 1. Pancasila Sila 2 : Batang Tubuh UUD 2. Tujuan Nasional 45 Pasal 33 : Kemanusiaan 1. Sistem Sila 5 : Perekonomian Keadilan Sosial 2. Asas Kekeluargaan Tujuan Nasional Masyarakat Adil & Makmur Kondisi Ekonomi: Pelaku ekonomi Kategori Ekonomi Kondisi Ekonomi : Usaha Negara, Koperasi dan Swasta : Mikro, Kecil, Menengah dan Besar : Ketimpangan antar pelaku ekonomi, sektor ekonomi, pendapatan dan penguasaan sumber daya ekonomi Indikator Ekonomi : Pertumbuhan ekonomi, kontribusi PDB, persentase penguasaan aset nasional, tax rasio, persentase penyerapan tenaga kerja

Tujuan Nasional dan Visi Kebangsaan No Tujuan Nasional Visi Kebangsaan 1 Melindungi seluruh tumpah darah Indonesia 2 Memajukan kesejahateraan umum 3 Mencerdaskan kehidupan bangsa 4 Ikut menjaga perdamaian dunia Visi Nasionalisme / Kebangsaan Visi Ekonomi Visi Pendidikan Visi Politik Luar Negeri Implementasi dalam Pembangunan Sistem Hankamrata Sistem Perekonomian Nasional (???) Sistem Pendidikan Nasional Sistem Politik Nasional dan Luar Negeri 1. Dasar politik perekonomian Republik Indonesia adalah BAB KESEJAHTERAAN SOSIAL pasal 33 UUD 1945. 2. Perekonomian suatu negeri pada umumnya ditentukan oleh tiga hal (1) kekayaan tanahnya, (2) kedudukannya terhadap negeri lain dalam hubungan internasional, dan (3) sifat dan kecakapan rakyatnya serta cita-citanya. 3. Terhadap Indonesia harus ditambah satu pasal lagi yaitu sejarahnya sebagai tanah jajahan. (pidato Bung Hatta pada Konferensi Ekonomi di Yogyakarta pada tanggal 3 Februari 1946).

Koperasi Bangun Usaha Yang Tepat Membangun Ekonomi Rakyat 1. Koperasi kumpulan orang yang mempunyai kepentingan dan aspirasi yang sama dibidang ekonomi, sosial dan budaya; 2. Koperasi wadah ekonomi berwatak sosial (tidak serakah mengeruk kekayaan); 3. Koperasi mendorong pemerataan penguasaan sumber daya ekonomi yang berkeadilan; 4. Koperasi berusaha mewujudkan kesejahteran bersama; 5. Koperasi membangun kekeluargaan, kebersamaan, kegotong-royongan untuk mewujudkan kesatuan ekonomi anggotanya; 6. Koperasi membangun jiwa kemandirian (self help) dan kersama untuk saling menolong (mutual help) dalam mewujudkan kedaulatan ekonomi anggota; 7. Koperasi membangun jiwa kemandirian dan kepedulian antar sesama serta lingkungan alam.

Koreksi Total Pembangunan Perkoperasian Indonesia Internal 1. Rendahnya idiologisasi koperasi pada anggota 2. Lemahnya kelembagaan koperasi (instabilisasi kepemimpinan) 3. Lemahnya modal internal koperasi 4. Lemahnya penguasaan pasar 5. Kurangnya inovasi & kreatifitas dalam bisnis koperasi 6. Lemahnya kualitas SDM dan kurangnya profesionalisme di Koperasi 7. Lambannya implementasi & pemanfaatan IT pada bisnis koperasi 8. Rendahnya nilai (value) bisnis pada koperasi Eksternal 1. Instabilisasi kebijakan & kondisi ekonomi, politik dan keamanan 2. Ketidakberpihakan pemerintah pada koperasi 3. Perundangan yang kurang memberikan ruang gerak pada bisnis koperasi 4. Penguasaan sumber daya ekonomi yang tidak adil 5. Infrastruktur penunjang bisnis yang tidak mendukung 6. Kemiskinan dan kesenjangan yang tinggi antar strata sosial ekonomi masyarakat 7. Ketimpangan kemampuan ekonomi yang lebar antar pelaku ekonomi (BUMN, Swasta, dan Koperasi) dan sektor usaha (Pertanian, Pertambangan, dll)

Peran Pemerintah dan DEKOPIN : Meningkatkan Daya Saing dan Produktivitas Koperasi Institusi Koperasi 1. Memperkuat idiologisasi koperasi pada anggota 2. Penguatan kelembagaan koperasi sebagai entitas bisnis modern 3. Membangun kultur kreatif, inovatif dan nilai tambah dalam kerangka meningkatkan daya saing koperasi 4. Menerapkan nilai-nilai dan prinsip koperasi sejati 5. Memberikan nilai tambah yang luar biasa pada anggota sehingga membangun loyalitas, komitmen anggota terhadap koperasi 6. Memperkuat jaringan kemitraan koperasi dengan stake holder Bisnis Koperasi 1. Peningkatan modal sendiri berdasarkan skala ekonomi yg layak 2. Pengembangan bisnis yang inovatif, kreatif dan mempunyai nilai tambah 3. Penerapan manajemen modern pengelolaan koperasi 4. Penerapan IT 5. Kemitraan dengan pelaku bisnis lain SDM 1. Peningkatan kualitas SDM koperasi 2. Pengembangan sistem kompensasi yang menarik bagi insan koperasi 3. Profesionalisasi manajemen 4. Pengukuran kinerja SDM yang unggul

Konstruksi : Koperasi Pilar Negara Visi Koperasi Pancasila & UUD 1945 Mewujudkan Negara Kesejaheraan dan Lestarinya Ekosistem NKRI Target 2045 Inisiatif Strategis 1. Pengembangan koperasi berbasis kearifan lokal dan SDA 2. Koperasi berperan dominan dalam seluruh sektor kehidupan 3. Kerjasama koperasi dan usaha lain serta kemitraan strategis Aliansi Strategis Pilar Strategis Sosiocultural Capital Human Capital Koperasi mengatasi kemiskinan dankesenjangan Koperasi membangun karakter nilai dannorma Koperasi melestarikan gotong royong dan kearifan lokal Koperasi menjamin ketahanan pangan dan energi Koperasi sebagai sabuk pengaman kedaulatan RI Pendidikan karakter: nilai dan prinsip koperasi, gotong royong, kebersamaan, kekeluargaan, solidaritas, kesetaraan, keterbukaan Konsolidasi Koperasi Human Investmen Natural Capital Indonesia sebagai negara agraris : pertanian, perkebunan, kehutanan, peladangan, pertambangan dll dan sebagai negara maritim: perikanan, kelautan serta kaya budaya pariwisata, keberagaman budaya dll Natural Capital

Konsepsi Koperasi Pilar Negara 1 No Bagian Uraian 1 Pengertian Merupakan dasar dan arah strategi, kebijakan dan program DEKOPIN serta blueprint ICA dalam rangka pembangunan koperasi Indonesia, yang diselaraskan dengan dinamika sosial-ekonomi dan lingkungan lokal, nasional, regional, dan global untuk meraih cita-cita kesejahteraan rakyat dan lestarinya ekosistem NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 2 Maksud Merumuskan agenda strategis koperasi sebagai pilar negara dalam rangka mewujudkan masyarakat NKRI yang maju, adil, dan makmur berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 dalam tata perekonomian nasional yang disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas azas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi serta diselaraskan dengan dinamika lingkungan strategis nasional dan global. 3 Tujuan 1. Koperasi mendukung dan memperkuat NKRI 2. Koperasi mendukung dan memperkuat demokrasi ekonomi dan politik 3. Koperasi mendukung dan memperkuat pelaksanaan Kedaulatan Rakyat menurut UUD 1945 4. Koperasi memperkuat Negara-Hukum NKRI 5. Koperasi mendukung terwujudnya tujuan nasional cita-cita pembentukan Negara dan Pemerintah RI sesuai amanat Alinea IV Pembukaan UUD 1945 4 Visi Kuatnya karakter bangsa, penyehatan ekonomi negara untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat yang berkeadilan, dan lestarinya ekosistem NKRI berbasis nilai-nilai koperasi

Konsepsi Koperasi Pilar Negara 2 No Bagian Uraian 5 Misi 1. Koperasi untuk kesejahteraan rakyat NKRI (Welfare State) 2. Koperasi untuk lestarinya ekosistem NKRI 6 Sasaran / Target 7 Indikator Pencapaian 1. Membentuk karakter bangsa dan kegotongroyongan 2. Merawat bumi dan menghemat sumber daya alam 3. Menjamin kedaulatan/ketahanan pangan dan energi 4. Melestarikan budaya dan kearifan lokal 5. Menjaga kedaulatan NKRI di wilayah perbatasan dan pulau-pulau terluar 1. Jumlah anggota koperasi, Mayoritas masyarakat Indonesia berkoperasi 2. Penetrasi Koperasi, Koperasi masuk ke semua sektor kehidupan masyarakat bangsa (sosial, ekonomi, budaya, dan ekologi) 3. Daya Saing Koperasi, Koperasi-koperasi bertumbuh dan berdaya saing karena manajemen sehat (good cooperative governance) 4. Membumikan nilai-nilai dan prinsip-prinsip koperasi, koperasi-koperasi berjalan di atas nilai dan prinsip-prinsip koperasi (sesuai prinsip-prinsip ICA dan UU Perkoperasian) 5. Koperasi menjadi pelaku utama ekonomi rakyat yang menyejahterakan, berkeadilan serta berkelanjutan 6. Koperasi mampu memenuhi kebutuhan pangan dan energi masyarakat di daerah terpencil, daerah pesisir, dan pulau-pulau kecil

Strategi Pokok Koperasi Pilar Negara 1. Pemetaan dan pengembangan koperasi berbasis sumber daya dan kearifan lokal 2. Perintisan, pengembangan dan penguatan koperasi produsen dan konsumen 3. Penyehatan dan modernisasi manajemen koperasi berbasis nilai-nilai dan prinsip koperasi 4. Kemitraan lintas kementerian/lembaga dan sektor bisnis skala kecil dan besar 5. Peningkatan daya saing koperasi 6. Penguatan modal sendiri koperasi dari anggota dengan sistem keuangan yang terbuka, transparan dan berbasis IT 7. Penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam tata kelola organisasi dan usaha koperasi

Arah Kebijakan dan Strategi Implementasi 1. Pengembangan Koperasi Pertanian 2. Pengembangan Koperasi Maritim 3. Pengembangan Koperasi Konsumen 4. Pengembangan Koperasi Produsen 5. Pengembangan Koperasi Pemuda (siswa dan mahasiswa) dan Koperasi Wanita 6. Pengembangan Koperasi Pekerja

Program Strategis 2 Kongres Koperasi lll

Kongres Koperasi III 1. KBBI (2016) menegaskan bahwa kongres adalah pertemuan besar para wakil organisasi (politik, sosial, profesi) untuk mendiskusikan dan mengambil keputusan mengenai pelbagai masalah; 2. KONGRES KOPERASI adalah ajang pertemuan besar yang dihadiri para wakil pemangku kepentingan koperasi (pemerintah, DPR/D, DEKOPIN, pelaku/praktisi koperasi, akademisi, peminat dan pengamat koperasi, BUMS, BUMN), untuk mendiskusikan dan mengambil keputusan strategis dalam rangka memecahkan dan/atau mengantisipasi permasalahan dalam penumbuh kembangan perkoperasian di Indonesia. 3. Kongres merupakan acara puncak dari serangkaian kegiatan yang dilaksanakan sebelumnya, yang memungkinkan seluruh pemangku kepentingan menyampaikan aspirasi dan kesiapannya untuk berperan aktif dalam penumbuh kembangan koperasi Indonesia sebagai PILAR NEGARA.

Kongres Koperasi III KONGRES KOPERASI ADALAH : 1. Ajang nasional untuk menetapkan arah pengembangan koperasi Indonesia. 2. Diselenggarakan secara rutin dan kontinu, dengan rentang waktu 5 tahun. 3. Melibatkan seluruh pemangku kepentingan perkoperasian, mencakup gerakan koperasi, pemerintah, swasta, akademisi, masyarakat peminat koperasi. 4. Memperhatikan dan mempertimbangkan perkembangan kondisi dan perubahan kondisi makro nasional untuk diantisipasi dalam menyusun strategi pengembangan koperasi secara mikro. 5. Memperhatikan dan mempertimbangkan perkembangan kondisi dan arah kebijakan internasional yang diperkirakan akan mempengaruhi pengembangan perkoperasian indonesia baik secara langsung maupun tidak langsung.

Dasar Pemikiran Kongres Koperasi III (1) 1. Pembangunan Koperasi Indonesia selama 70 tahun setelah merdeka belum memiliki fungsi dan peran sebagai soko guru perekonomian. 2. Selama 15 tahun terakhir ini kesenjangan pendapatan antar golongan penduduk, antar sektor ekonomi, Jawa luar Jawa, dan desa kota semakin melebar. 3. Perkembangan ekonomi domestik akhir-akhir ini semakin mengkhawatirkan. 4. Kemiskinan yang merupakan blind spot perekonomian kita akan semakin mengkhawatirkan karena adanya tambahan penganggur yang cukup banyak dan potensi inflasi yang lebih tinggi karena adanya imported inflation sehubungan dengan pelemahan nilai tukar rupiah yang kelihatannya sulit dicegah.

Dasar Pemikiran Kongres Koperasi III (2) 5. Dalam beberapa tahun terakhir ini, sebagian dari kebutuhan pangan kita diimpor dengan jumlah yang cukup besar. 6. Persaingan yang semakin ketat dengan negara-negara pesaing tetangga kita dan keterbukaan ekonomi yang semakin meningkat karena integrasi ekonomi secara regional dan global. 7. Dalam 30 tahun mendatang, komposisi penduduk Indonesia akan didominasi oleh usia produktif. 8. Sejak Kongres Koperasi II tahun 1953 hingga saat ini belum ada Kongres lagi.

Tujuan Kongres III 1. Memfasilitasi berbagai pihak yang berkepentingan dengan pembangunan koperasi Indonesia, untuk menyepakati berbagai sasaran dan tindakan yang harus dicapai setiap lima tahun ke depan. 2. Merumuskan dan menyepakati langkah-langkah strategis untuk membangun masyarakat berbasis kerjasama dengan memanfaatkan roadmap pembangunan koperasi Indonesia. 3. Mengevaluasi secara rutin pencapaian pembangunan koperasi yang telah dilaksanakan sebelumnya. 4. Melakukan penyesuaian roadmap pembangunan koperasi Indonesia dengan perkembangan ekonomi global.

Output Kongres Koperasi III 1. Deklarasi untuk reafirmasi komitmen membangun perekonomian Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945; 2. Menyepakati usulan yang akan diajukan kepada Pemerintah untuk menyelenggarakan Sensus Koperasi Nasional (SUSKOPNAS) sekali dalam 10 tahun sebagai dasar penguatan implementasi Roadmap Pembangunan Koperasi; 3. Menyepakati dan meluncurkan Roadmap 30 Tahun Pembangunan Koperasi 4. Menyepakati strategi dan sistem pendidikan perkoperasian 30 tahun mendatang; 5. Menyepakati penyelenggaraan Kongres Koperasi secara regular 5 tahun sekali untuk mengkaji ulang pelaksanaan, melakukan penguatan implementasi, dan menyusun prospek perkembangan koperasi 5 tahunan.

Outcome Kongres Koperasi III 1. Dicantumkannya kembali penjelasan Pasal 33 dalam batang tubuh UUD 1945. 2. Diusulkannya Undang-undang Tentang Perekonomian nasional. 3. Terciptanya koperasi sebagai soko guru perekonomian, yang didukung oleh berbagai Kebijakan dan mengacu pada roadmap pembangunan koperasi Indonesia. 4. Terciptanya SDM koperasi handal yang merupakan produk dari sistem pendidikan nasional, yang memenuhi standar kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan penumbuhkembangan koperasi Indonesia yang berorientasi global. 6. Terciptanya sinergi dari berbagai pihak terkait baik secara langsung maupun tidak langsung dalam penumbuhkembangan perkoperasian nasional berdasarkan guideline praksis perkoperasian di Indonesia. 7. Terciptanya sistem pemantauan dan evaluasi kinerja koperasi Indonesia yang terukur dan rutin setiap 5 tahun satu kali. 8. Tersedianya data dan informasi perkoperasian Indonesia yang akurat dan lengkap sebagai dasar penetapan berbagai kebijakan yang dibutuhkan dalam rangka penumbuhkembangan koperasi Indonesia.

Peserta Kongres Koperasi III Untuk mendapatkan pengakuan dan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan perkoperasian, maka berbagai pihak yang akan dilibatkan dalam kongres ini adalah : 1. WATIMPRES 2. PEMERINTAH PUSAT (KEMENKOP, BAPENAS, MENKO PEREKONOMIAN, KEMENRISTEKDIKTI, KEMDIKBUD, KOMINFO) 3. NON-DEPARTEMEN (BI, OJK, KPPU, BKPM) 4. PIMPINAN DPR-RI DAN ANGGOTA KOMISI IV, V, VI, XI DPR-RI 5. KOMITE DAN PIMPINAN DPD 6. PERWAKILAN PEMERINTAH DAERAH (PEMBUKAAN SELURUH GUBERNUR DAN BUPATI/WALIKOTA BANTAENG, WALIKOTA PADANG, BLITAR, SOLO, KULON PROGO DAN BUPATI KLUNGKUNG, MAUMERE, LAINNYA) 7. TOKOH NASIONAL PERKOPERASIAN (SUBIYAKTO, DAWAM RAHARJO, SOELARSO, SRI EDI SWASONO, LAINNYA) 8. DEKOPIN, DEKOPINDA DAN DEKOPINWIL 6. AKADEMISI PEMINAT DAN/ATAU PENGAMAT KOPERASI (ADOPKOP, PERWAKILAN PTN DAN PTS, IKOPIN, UI, GAMA, UNS, UNAIR, ITB, ITS, UNDIP, UNSRI, USU, IPB, UNIVERSITAS MUHAMADIYAH MALANG DAN ACEH) 7. LSM YANG BERKOMITMEN PADA PENGEMBANGAN KOPERASI (LSP2I, PAKARTI, AMKI, AKSES) 8. PENGUSAHA (MOCHTAR RYADI, FRANKIE WELIRANG) 9. WORLD BANK (AHMAD SUBAGYO), ADB, IDB. 10. ICA GLOBAL DAN ICA ASIA PASIFIC (PRESIDEN + ROBBY TULUS, BALLU IYER) 11. EURICSE 12. GERAKAN KOPERASI INTERNASIONAL (ANGKASA, CCA, ACO, MAKTAB KERJASAMA MALAYSIA, GERAKAN KOPERASI ASEAN, ACEDAC, FAIRPRICE, JENOCH) 15. KEIN (SUTRISNO BACHIR, HENDRI SAPARINI,..) 16. INDUK DAN SEKUNDER KOPERASI (INKOPDIT, INKOPPOL, INKOPPAU, IKPN, ) 17. KOPERASI BESAR (KODANUA, KOSPINJASA, KPSBU, KSBW, PUSKOWAN JATI, KOP.BATU,.) 18. PERWAKILAN MAHASISWA

Terima Kasih Dewan Koperasi Indonesia Jl. Raya Pasar Minggu No. 97B Jakarta Selatan Email: agungsudjatmoko@yahoo.com Hp: 0813 9904 5855