PERAGA NO : 1 SOAL :

dokumen-dokumen yang mirip
Pokok Bahasan (PB)/ Sub Pokok Bahasan (SPB) 5. Annelida a.struktur tubuh Polychaeta, Oligochaeta, dan Hirudinea

A. PROSES PEMBENTUKAN KEKAR, SESAR, DAN LIPATAN

BAB III GEOLOGI DAERAH PENELITIAN

Uraian Kegiatan Perkuliahan. Standar Kompetensi. No. Kompetensi Dasar Materi Perkuliahan Metode Perkuliahan

DIAGRAM ALIR DESKRIPSI BATUAN BEKU

3.2.3 Satuan Batulempung. A. Penyebaran dan Ketebalan

BAB III TATANAN GEOLOGI DAERAH PENELITIAN

Jumat, 24 Desember 2010

Gambar 3.13 Singkapan dari Satuan Lava Andesit Gunung Pagerkandang (lokasi dlk-13, foto menghadap ke arah barat )

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB III GEOLOGI DAERAH PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. kekayaan dari hasil laut yang dimiliki sangat luar biasa, ini bisa dibuktikan

BAB I PENDAHULUAN. Geologi dan Analisis Struktur Daerah Pasirsuren dan Sekitarnya, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat

Kode Mata Kuliah : BI402 Program Studi : Pendidikan Biologi Jenjang : S 1

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB III GEOLOGI DAERAH PENELITIAN

LATIHAN DAN TES JARAK JAUH (LTJJ) Persiapan OSK Bidang : Kebumian. Solusi. Latihan 1. Bahan : Geologi -1

BAB III GEOLOGI DAERAH PENELITIAN

BAB III GEOLOGI DAERAH PENELITIAN

Umur GEOLOGI DAERAH PENELITIAN

Geologi dan Studi Fasies Karbonat Gunung Sekerat, Kecamatan Kaliorang, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur.

BAB III GEOLOGI DAERAH PENELITIAN

Geologi Daerah Sirnajaya dan Sekitarnya, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat 27

GEOLOGI STRUKTUR. PENDAHULUAN Gaya/ tegasan Hasil tegasan Peta geologi. By : Asri Oktaviani

BAB III GEOLOGI DAERAH PENELITIAN

PRIYAMBODO, M.SC. FOSIL DAN BATUAN

Umur dan Lingkungan Pengendapan Hubungan dan Kesetaraan Stratigrafi

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.2 Maksud dan Tujuan

ANALISIS TAFONOMI MOLUSKA PADA FORMASI DAMAR DI KALI SIWUNGU TEMBALANG SEMARANG

BAB IV ANALISIS STRUKTUR GEOLOGI

BAB III GEOLOGI DAERAH PENELITIAN

BAB III GEOLOGI DAERAH PENELITIAN

BAB IV TEORI DASAR DIAGENESIS KARBONAT

PEDOMAN PRAKTIKUM GEOLOGI UNTUK PENGAMATAN BATUAN

Jilid 1. Penulis : Arief Harisa Muhammad. Copyright 2013 pelatihan-osn.com. Cetakan I : Oktober Diterbitkan oleh : Pelatihan-osn.

BAB IV ASOSIASI FASIES DAN PEMBAHASAN

Foto 32. Singkapan batugamping fasies foraminifera packestone yang berlapis.

JENIS CITRA

BAB III GEOLOGI DAERAH PENELITIAN

GEOLOGI DAERAH PENELITIAN

3.2.3 Satuan lava basalt Gambar 3-2 Singkapan Lava Basalt di RCH-9

Geologi dan Analisis Struktur Daerah Cikatomas dan Sekitarnya, Kabupaten Lebak, Banten. BAB I PENDAHULUAN

BAB III GEOLOGI DAERAH PENELITIAN

BAB III GEOLOGI DAERAH PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

BAB III GEOLOGI DAERAH PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB III GEOLOGI DAERAH PENELITIAN

BAB III GEOLOGI DAERAH PENELITIAN

Foto 3.5 Singkapan BR-8 pada Satuan Batupasir Kuarsa Foto diambil kearah N E. Eko Mujiono

Struktur batuan beku ekstrusif. a. Masif. b. Columnar joint (kekar kolom)

KOMPONEN PENGINDERAAN JAUH. Sumber tenaga Atmosfer Interaksi antara tenaga dan objek Sensor Wahana Perolehan data Pengguna data

III.1 Morfologi Daerah Penelitian

Gambar 1. Lokasi kesampaian daerah penyelidikan di Daerah Obi.

BAB III GEOLOGI DAERAH PENELITIAN

GEOGRAFI. Sesi PENGINDERAAN JAUH : 1 A. PENGERTIAN PENGINDERAAN JAUH B. PENGINDERAAN JAUH FOTOGRAFIK

Geologi Daerah Perbukitan Rumu, Buton Selatan 19 Tugas Akhir A - Yashinto Sindhu P /

BAB I PENDAHULUAN I.1.

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

UNTUK MENDAPATKAN MATERI KULIAH. Silahkan kunjungi: kartono.sttnas.ac.id

BAB III GEOLOGI DAERAH PENELITIAN

BAB 3 GEOLOGI DAERAH PENELITIAN

KEKAR (JOINT) Sumber : Ansyari, Isya Foto 1 Struktur Kekar

Kata Pengantar. Jakarta, Januari Direktur Pembinaan SMK. Drs. M. Mustaghfirin Amin, MBA. iii

BAB I PENDAHULUAN. Tugas Akhir merupakan mata kuliah wajib dalam kurikulum pendidikan

Struktur geologi terutama mempelajari struktur-struktur sekunder yang meliputi kekar (joint), sesar (fault) dan lipatan (fold).

BAB III GEOLOGI DAERAH NGAMPEL DAN SEKITARNYA

KISI KISI PROFESIONAL dan PEDAGOGIK UKG TEKNIK GEOLOGI PERTAMBANGAN TAHUN 2015 PPPPTK BBL MEDAN

BAB I PENDAHULUAN 1. 1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Gastropoda atau dikenal sebagai siput merupakan salah satu kelas dari filum

BAB III GEOLOGI DAERAH PENELITIAN

KEKAR (JOINT) STRUKTUR REKAHAN PADA BATUAN PALING UMUM, PALING BANYAK DIPELAJARI TIDAK ATAU SEDIKIT MENGALAMI PERGESERAN PALING SULIT UNTUK DIANALISA

BAB III GEOLOGI DAERAH PENELITIAN

KISI-KISI MATA PELAJARAN GEOLOGI PERTAMBANGAN. Standar Kompetensi Guru (SKG) Kompetensi Guru Mata Pelajaran (KD)

Menentukan Jurus dan Kemiringan Batuan serta Struktur Patahan di Sepanjang Sungai Cinambo, Jawa Barat. Abstrak

01. Pendahuluan. Salahuddin Husein. TKG 123 Geomorfologi untuk Teknik Geologi. Planet Bumi

BAB III GEOLOGI DAERAH PENELITIAN


OKSIDA GRANIT DIORIT GABRO PERIDOTIT SiO2 72,08 51,86 48,36

TANAH / PEDOSFER. OLEH : SOFIA ZAHRO, S.Pd

Keselarasan dan Ketidakselarasan (Conformity dan Unconformity)

ANALISA BENTANG ALAM

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

03. Bentangalam Struktural

I. PENDAHULUAN. rendah. Studi mengenai aliran air melalui pori-pori tanah diperlukan dan

BAB III TATANAN GEOLOGI DAERAH PENELITIAN

BAB IV DIAGENESIS BATUGAMPING

ULANGAN HARIAN PENGINDERAAN JAUH

BAB I PENDAHULUAN. geologi khususnya mempelajari tentang batuan sebagai objek utama, prosesproses

BAB IV ANALISIS DATA

E C H I N O D E R M A T A

BAB 3. PENDEKATAN DAN METODOLOGI

By. Lili Somantri, S.Pd.M.Si

BAB III GEOLOGI DAERAH PENELITIAN

// - Nikol X - Nikol 1mm

PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

Transkripsi:

PERAGA NO : 1 1. Peraga ini termasuk pada jenis.......... a. Foto udara pankromatik b. Infra merah modifikasi c. Citra satelit d. Foto ultraviolet e. Foto udara ortokromatik

PERAGA NO : 2 2. Peraga ini adalah jenis batuan......... yang merupakan hasil ubahan dari batu.......... Nama batuan ini adalah.........

PERAGA NO : 3 3. Batuan ini adalah jenis batuan....... dengan butiran fragmen berbentuk........ dengan nama batuan.......

PERAGA NO : 4 4. Batuan ini terbentuk karena proses.......... dari jenis batuan asal.......... Nama batuan ini adalah..........

PERAGA NO : 5 5. Peraga ini memiliki cangkang yang terputar pada satu bidang (planispiral). Peraga ini juga memiliki bentukan sutur yang khas. Peraga ini termasuk ke dalam kelas.......... a. Molusca b. Cephalopoda c. Pelecypoda d. Gastropoda e. Echinodermata

PERAGA NO : 6 6. Batuan ini memiliki ukuran butir........... dengan ukuran........... Batuan ini memiliki nama batu.............

PERAGA NO : 7 7. Batuan ini adalah jenis batuan......... yang berasal dari proses magmatisme yang mengalami proses pendinginan yang sangat cepat. Batuan ini memiliki tekstur.......... nama batuan ini adalah..........

PERAGA NO : 8 8. Berdasarkan lokasi pembentukannya, batuan ini adalah jenis batuan beku.......... Sebutkan minimal 3 jenis mineral penyusun batuan ini (1).........; (2)........; (3)........ Nama batuan ini adalah..........

PERAGA NO : 9 9. Jenis peraga ini adalah mineral........... yang banyak ditemukan di daerah........... dan mempunyai sistem kristal............

PERAGA NO : 10 10. Peraga ini merupakan phylum Echinodermata yang telah mengalami pengawetan. Peraga ini termasuk ke dalam kelas........... a. Asteroidea b. Ophiuroidea c. Echinoidea d. Holothuroidea e. Crinoidea

PERAGA NO : 11 11. Peraga ini merupakan fosil phylum Coelenterata. Fosil ini dapat terbentuk akibat dari proses........... a. Pengawetan bagian lunak organisme b. Pengawetan bagian keras asli organisme c. Petrifikasi d. Replacement e. Pengawetan sisa organisme

PERAGA NO : 12 12. Fosil ini merupakan cangkang keras yang terputar secara spiral. Cangkang ini berkembang seperti tabung yang mekar terputar melingkari satu lubang yang disebut dengan columella. Fosil ini termasuk ke dalam phylum............ a. Pelecypoda b. Gastropoda c. Brachiopoda d. Echinodermata e. Coelenterata

PERAGA NO : 13 13. Pilihlah salah satu jawaban yang paling benar menurut Saudara. Peraga ini adalah jenis........ dengan nama........ a. Mineral, mangan b. Batuan, mangan c. Mineral, lignit d. Batuan, lignit. e. Mineral, grafit.

PERAGA NO : 14 14. Pembentukan struktur geologi dipengaruhi oleh adanya gaya endogen dari dalam bumi. Peraga ini adalah jenis struktur geologi berupa.. a. Sesar turun b. Sesar geser c. Sesar naik d. Antiklin e. Sinklin

PERAGA NO : 15 15. Mineral ini memiliki stuktur seperti serat yang disebut........ Nama mineral ini adalah......... dengan rumus kimia........ Tingkat kekerasannya adalah... (Skala Mohs).

PERAGA NO : 16 16. Peraga ini merupakan hasil pengawetan bagian keras dari organisme. Peraga ini berupa cangkang yang berfungsi melindungi bagian lunak di bagian dalamnya. Cangkang berbentuk asimetris. Peraga ini termasuk ke dalam phylum.......... a. Pelecypoda b. Braciopoda c. Echinodermata d. Cephalopoda e. Coelenterata

PERAGA NO : 17 17. Pernyataan yang benar mengenai peraga pada struktur dibawah ini adalah. a. Peraga tersebut adalah jenis sesar turun yang dipengaruhi oleh gaya endogen berupa release b. Peraga tersebut adalah jenis sesar turun yang dipengaruhi oleh gaya endogen berupa kompresi c. Peraga tersebut adalah jenis sesar naik yang dipengaruhi oleh gaya endogen berupa release d. Peraga tersebut adalah jenis sesar naik yang dipengaruhi oleh gaya endogen berupa kompresi e. Peraga tersebut adalah jenis sesar geser yang dipengaruhi oleh gaya endogen berupa release

PERAGA NO : 18 18. Deskripsikan mineral pada peraga ini berdasarkan sifat- sifat fisiknya, meliputi: a) Warna :.............. b) Cerat :.............. c) Kekerasan :.............. d) Struktur :.............. e) Nama mineral :..............

PERAGA NO : 19 19. Posisi objek yang ditembak oleh kompas adalah......... a. N 0⁰ E b. N 90⁰ E c. N 180⁰ E d. N 270⁰ E e. N 360⁰ E

PERAGA NO : 20 20. Pada peraga di atas, jarak titik A B yang diwakili oleh garis berwarna merah adalah................ a. 50000 km b. 2500 km c. 5000 km d. 10000 km e. 15000 km