CATATAN HARIAN DALAM LUKISAN

dokumen-dokumen yang mirip
GORESAN ANAK-ANAK SEBAGAI IDE PENCIPTAAN KARYA SENI LUKIS

SUGESTI GARIS DALAM LUKISAN

BAB III PROSES DAN TEKNIK PENCIPTAAN

UPT PERPUSTAKAAN ISI YOGYAKARTA HALAMAN PENGESAHAN

BAB III PROSES DAN TEKNIK PENCIPTAAN

PERWUJUDAN RUANG WAKTU DI DALAM SENI LUKIS PENCIPTAAN KARYA SENI. Oleh: Yusuf Ferdinan Yudhistira NIM : PROGRAM STUDI SENI MURNI

BAB V PENUTUP. tentu saja tidak hadir dari kekosongan. Karya seni dalam perwujudannya tentu

BAB III PROSES DAN TEKNIK PENCIPTAAN. kebenaran, hal ini terkait sekali dengan realitas.

UANG ADALAH SUMBER KONFLIK (SEBAGAI TEMA DALAM PENCIPTAAN KARYA SENI LUKIS)

TEMA KELUARGA DALAM PENCIPTAAN SENI LUKIS

ZAMAN EDAN PENGANTAR KARYA TUGAS AKHIR. Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Meraih Gelar Sarjana Seni Program Studi Seni Rupa Murni

KISAH ASMARA SEBAGAI IDE PENCIPTAAN SENI GRAFIS

VISUALISASI GAJAH SIRKUS DALAM KARYA SENI LUKIS

EKSPRESI WAJAH ANAK - ANAK SEBAGAI SUMBER IDE DALAM PENCIPTAAN KARYA SENI LUKIS

AKTIVITAS SEHARI-HARI DI RUMAH SEBAGAI SUMBER IDE PENCIPTAAN KARYA SENI LUKIS

PERSEMBAHAN. Karya Tugas Akhir ini kupersembahkan. kepada: 1. Tuhan Yang Maha Esa yang selalu. memberikan berkat. 2. Ayah dan Ibu tercinta.

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penciptaan Karya

Bagan 3.1 Proses Berkarya Penulis

KELUARGA SEBAGAI IDE PENCIPTAAN KARYA SENI LUKIS PENCIPTAAN KARYA SENI. Oleh: Dwi Febri Sariyanto NIM PROGRAM STUDI SENI RUPA MURNI

VISUALISASI PERMAINAN BONEKA DALAM KARYA SENI LUKIS

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penciptaan Adi Khadafi, 2013

FANTASI MASA KECIL SEBAGAI IDE PENCIPTAAN KARYA SENI LUKIS

BAB III METODE PENCIPTAAN

BAB III. METODE PENCIPTAAN

WAJAH WANITA SEBAGAI TEMA DALAM PENCIPTAAN SENI LUKIS

ALFABET SEBAGAI SUMBER IDE PENCIPTAAN KARYA BATIK

DEWI SINTA SEBAGAI SUMBER IDE PERANCANGAN MOTIF DENGAN TEKNIK BATIK TULIS PADA KAIN SUTERA

BIOLA SEBAGAI TEMA PENCIPTAAN KARYA SENI LUKIS

MATERI SEKOLAH DASAR SEBAGAI IDE PENCIPTAAN SENI LUKIS

IMAJINASI TENTANG AYAM DALAM LUKISAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. mata pencaharian dengan hormat dan jujur. Dalam versi yang lain seni disebut. mempunyai unsur transendental atau spiritual.

BAB I PENDAHULUAN. Karya sastra dapat dikatakan bahwa wujud dari perkembangan peradaban

VISUALISASI KUCING DALAM KARYA LUKIS

HARMONI KELUARGA DALAM SENI LUKIS PENCIPTAAN KARYA SENI. Oleh: VALENTINO FEBRI SETYA WIDADA UPT Perpustakaan ISI Yogyakarta

POHON SEBAGAI TEMA DALAM PENCIPTAAN KARYA SENI LUKIS

KARNAVAL SEBAGAI SUMBER IDE DALAM PENCIPTAAN SENI LUKIS

PEREMPUAN DAN SELENDANG SEBAGAI TEMA DALAM PENCIPTAAN KARYA SENI LUKIS

BAB I PENDAHULUAN. gagasan, ekspresi atau ide pada bidang dua dimensi.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penciptaan

MATA SEBAGAI INSPIRASI PENCIPTAAN SENI GRAFIS

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

FOTO DOSEN SEBAGAI SUMBER INSPIRASI DALAM PENCIPTAAN KARYA SENI GRAFIS DENGAN TEKNIK DIGITAL PAINTING

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Impressionisme adalah aliran seni yang pada mulanya melakukan

BURUNG HANTU SEBAGAI TEMA DALAM PENCIPTAAN KARYA SENI GRAFIS

BAB III PROSES PENCIPTAAN KARYA. memberikan ingatan segar kembali akan pengalaman-pengalaman kita dimasa

AKTIVITAS MASYARAKAT MARJINAL SEBAGAI TEMA DALAM LUKISAN PENCIPTAAN KARYA SENI. Disusun oleh : Eric Pradana

BAB III PROSES PEMBENTUKAN

GURU BAHASA INDONESIA, GURU SASTRA ATAU SASTRAWAN

KEINDAHAN GERAK TARI SEBAGAI IDE PENCIPTAAN KARYA SENI. oleh EKA SUSILAWATI NIM

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian

III. METODE PENCIPTAAN. A. Implementasi Teoritis

PENCIPTAAN KARYA SENI GRAFIS SEBAGAI REFLEKSI KEGELISAHAN PRIBADI

GARIS EKSPRESI DI DALAM MONOPRINT

GAYA RENANG INDAH SEBAGAI TEMA KARYA SENI GRAFIS

BAB I PENDAHULUAN. menunjukkan ciri-ciri khas, meskipun puisi telah mengalami perkembangan

PENGALAMAN PRIBADI SEBAGAI IDE PENCIPTAAN SENI GRAFIS

BAB I PENDAHULUAN. suatu bahasa. Puisi juga merupakan cara penyampaian tidak langsung seseorang

Contoh lukisan daerah Bali. Contoh lukisan daerah kalimatan

BAB III METODE PENCIPTAAN. A. Implementasi Teoritik

PERANCANGAN INTERIOR LIQUID KARAOKE YOGYAKARTA

IRONI KEMAKMURAN PENGANTAR KARYA TUGAS AKHIR

III. PROSES PENCIPTAAN

MOMEN DALAM KELUARGA SEBAGAI SUMBER IDE DALAM PENCIPTAAN KARYA SENI

GEBOGAN SEBAGAI INSPIRASI DALAM PENCIPTAAN SENI LUKIS

BAB I PENDAHULUAN. Dalam kehidupan sehari-hari, kita ketahui terdapat beberapa jenis seni yang di

MASA KANAK-KANAK SEBAGAI TEMA DALAM PENCIPTAAN KARYA SENI GRAFIS

KEMAMPUAN MENULIS CERPEN BERDASARKAN PENGALAMAN SISWA DI SMP NEGERI 17 KOTA JAMBI

BAB I PENDAHULUAN. Karya sastra merupakan hasil kreasi manusia yang indah, di dalamnya

PERANCANGAN SOFA DARI PALET KAYU

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penciptaan

VISUALISASI ANTI GRAVITASI DALAM SENI PATUNG

KENANGAN MASA KECIL SEBAGAI IDE PENCIPTAAN SENI LUKIS

LEBAH MADU SEBAGAI TEMA DALAM KARYA LUKIS

VISUALISASI RASA SAKIT BERDASARKAN PENGALAMAN PRIBADI DALAM PENCIPTAAN KARYA KRIYA KULIT

KEMUNAFIKAN SEBAGAI TEMA DALAM PENCIPTAAN KARYA SENI LUKIS

BAB I PENDAHULUAN. tentang kisah maupun kehidupan sehari-hari. Seseorang dapat menggali,

PENGEMBANGAN DESAIN KERANJANG SAYURAN PADA SEPEDA MOTOR

AMBIGUITAS SEBAGAI IDE PENCIPTAAN SENI LUKIS

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

PENGARUH KARYA PIET MONDRIAN PADA KARYA RANCANGAN BUSANA YVES SAINT LAURENT DAN DONNA KARAN

I. PENDAHULUAN. pengalaman dan pengamatan penulis dalam melihat peristiwa yang terjadi

BAB I PENDAHULUAN. umum musik yang meliputi pitch, dinamika, kualitas sonik dari timbre dan

DESKRIPSI KARYA SENI MONUMENTAL Judul Karya Seni Monumental (kriya Seni): Predator. Pencipta I Made Sumantra, S.Sn, M.Sn

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS CERPEN MENGGUNAKAN PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES DENGAN MEDIA SURAT KABAR PADA SISWA KELAS X 5 SMA NEGERI 2 PATI TESIS

BAB III METODE PENCIPTAAN. keluar dari kegelisahan tersebut. Ide/gagasan itu muncul didorong oleh keinginan

BAB V SIMPULAN DAN SARAN

ASPEK-ASPEK TEMATIS DALAM BUKU KAMBING JANTAN KARYA RADITYA DIKA: Tinjauan Struktural Robert Stanton

BAB I PENDAHULUAN. Seni grafis sudah jarang diminati, terutama yang masih menggunakan

BAB I PENDAHULUAN. estetik dan keindahan di dalamnya. Sastra dan tata nilai kehidupan adalah dua fenomena

PEMANFAATAN SERAT ALAM UNTUK PARTISI DAN TIRAI

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. Kriya merupakan suatu proses dalam berkesenian dengan berkegiatan

PERANCANGAN BUKU CERITA BERGAMBAR JAKA KENDANG DAN GADIS SAMPUR KUNING

KEKERASAN TERHADAP ANAK

SKRIPSI. Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Mencapai Derajat Sarjana S-1. Disusun oleh: Ajeng Wulandari A

JURUSAN KRIYA TEKSTIL FAKULTAS SASTRA DAN SENI RUPA UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2014

MOTIF MICROCONTROLLER PADA BUSANA HUMANE DALAM GAYA KONTEMPORER FUTURISTIS PENCIPTAAN. Vincentia Tunjung Sari NIM

BAB I PENDAHULUAN. berbagi pengalaman, belajar dari yang lain, dan meningkatkan pengetahuan

Transkripsi:

CATATAN HARIAN DALAM LUKISAN PENCIPTAAN KARYA SENI Oleh : Lilik Setyawan MINAT UTAMA SENI LUKIS PROGRAM STUDI SENI RUPA MURNI JURUSAN SENI MURNI FAKULTAS SENI RUPA INSTITUT SENI INDONESIA YOGYAKARTA 2015 i

CATATAN HARIAN DALAM LUKISAN PENCIPTAAN KARYA SENI Oleh : Lilik Setyawan NIM : 0811925021 Tugas Akhir ini diajukan pada Fakultas Seni Rupa Institut Seni Indonesia Yogyakarta Salah satu syarat untuk memperoleh Gelar Sarjana S-1 dalam Bidang Seni Rupa Murni ii

Tugas Akhir Penciptaan Karya Seni berjudul : CATATAN HARIAN DALAM LUKISAN diajukan oleh LilikSetyawan, NIM 0811925021, Program Studi Seni Rupa Murni, Jurusan Seni Murni, Fakultas Seni Rupa, Institut Seni Indonesia Yogyakarta, telah dipertanggung jawabkan di depan Tim Penguji. Tugas Akhir pada tanggal 03 Juli 2015 dan dinyatakan telah memenuhi syarat untuk diterima. Dr. Edi Sunaryo, M.S Pembimbing I / Anggota Wiyono, S.Sn.,M.Sn Pembimbing II / Anggota Drs. Titoes Libert, M.Sn Cognate / Anggota Wiwik Sri Wulandari, S.Sn.,M.Sn Ketua Jurusan Seni Murni / Ketua Program Studi Seni Rupa Murni / Ketua / Anggota Dekan Fakultas Seni Rupa Institut Seni Indonesia Yogyakarta Dr. Suastiwi, M. Des. NIP. 19590802 198803 2 002 iii

KATA PENGANTAR Setelah menempuh perkuliahan dikampus seni ini ISI Yogyakarta, banyak sekali pengalaman berharga yang didapat, baik tentang praktik maupun teori seni yang diajarkan oleh dosen-dosen. Segala hal tentang teknik maupun teori yang didapat merupakan bekal penting untuk berkreatifitas dan menemukan segala sesuatu yang baru didalam kesenian. Selain mempelajari dari sisi teknik, terasa kurang lengkap jika tanpa mencoba untuk membuka diri dengan menggunakan penjelasan rasional tentang seni lukis melalui kajian-kajian ilmiah dari berbagai sumber referensi baik secara akademis maupun non akademis. Laporan ini berisi tentang penjabaran konsep berkarya seni lukis yang dilakukan untuk melengkapi tugas akhir sebagai syarat kelulusan program strata 1, Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Rasa syukur dan terimakasih saya panjatkan kepada Tuhan yang telah memberi kelancaran atas studi yang saya jalankan, sehingga mampu mencapai Tugas Akhir. Tidak lupa pula saya ucapkan terimakasih atas bimbingan Dr. Edi Sunaryo, M.S selaku dosen pembimbing 1 dan Wiyono, S.Sn., M.Sn selaku pembimbing II, yang dengan bimbingannya laporan ini dapat saya selesaikan, tak lupa juga saya ucapkan banyak terimakasih kepada Drs. Titoes Libert, M.Sn selaku Cognate dan Wiwik Sri Wulandari, S.Sn., M.Sn selaku Ketua Jurusan Seni Murni, serta sahabat-sahbat berkat motivasinya saya dapat terus bersemangat. Saya sangat memahami bahwa karya ini adalah bagian dari perkembangan dunia Seni pada khususnya, oleh karena itu segala saran bagi perkembangan karya serta tulisan sangatlah terbuka. Sebagai kata penutup, harapan saya semoga apa yang telah saya kerjakan ini dapat bermanfaat bagi semua pembaca. Amin. iv

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... i HALAMAN JUDUL II... ii HALAMAN PENGESAHAN... iii KATA PENGANTAR... iv DAFTAR ISI... v DAFTAR GAMBAR...vi BAB I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang... 1 B. Rumusan Penciptaan... 6 C. Tujuan dan Manfaat... 6 D. Makna Judul... 7 BAB II. KONSEP A. Konsep Peniptaan... 8 B. Konsep Bentuk... 12 C. Konsep Penyajian... 26 BAB III. PROSES PEMBENTUKAN A. Bahan... 28 B. Alat... 32 C. Teknik... 36 D. Tahapan Pembentukan... 37 BAB IV. DISKRIPSI KARYA... 46 BAB V. PENUTUP... 75 DAFTAR PUSTAKA... 77 LAMPIRAN... 79 DAFTAR GAMBAR v

Gb. 1 Karya Paul Gauguin when will you marry... 18 Gb. 2 Karya Paul Gauguin yellow christ... 19 Gb. 3 Karya Henri Matisse dance... 20 Gb. 4 Karya Henri Matisse blue nude... 21 Gb. 5 Karya Edvard Munch madonna... 22 Gb. 6 Karya Vincent Van Gogh the harvest... 23 Gb. 7 Karya Nashar tangisan gadis... 26 Gb. 8 Karya Nashar menuju matahari... 27 Gb. 9 Kanvas... 29 Gb. 10 Cat Tembok dan Lem Kayu... 30 Gb. 11 Cat Lukis... 31 Gb. 12 Vernis Pelapis... 32 Gb. 13 Spanram... 33 Gb. 14 Staples... 34 Gb. 15 kuas... 35 Gb. 16 Palet... 35 Gb. 17 Pisau Palet... 36 Gb. 18 Pemotongan Kain Kanvas... 39 Gb. 19 Perentangan... 39 Gb. 20 Pemlamiran... 40 Gb. 21 Pembuatan Background... 41 Gb. 22 Pembuatan Objek Global... 42 Gb. 23 Pembuatan Objek Detail... 43 Gb. 24 Penyelesaian Detail... 44 Gb. 25Pembubuhan Tanda Tangan... 44 vi

Gb. 26 Pelapisan Cat Vernis... 45 Gb. 27 Karya Selesai... 46 Gb. 28 Lilik Setyawan, Terbit dalam Violet... 48 Gb. 29 Lilik Setyawan, Matahari Kecil... 49 Gb. 30 Lilik Setyawan, Horizontal Rain... 50 Gb. 31 Lilik Setyawan, Penembak Buta... 51 Gb. 32 Lilik Setyawan, Anjing Pendoa... 52 Gb. 33 Lilik Setyawan, Why... 53 Gb. 34 Lilik Setyawan, Malam Perjalanan... 54 Gb. 35 Lilik Setyawan, Menunggu Siapa... 55 Gb. 36 Lilik Setyawan, Bukit Kepala Batu... 56 Gb. 37 Lilik Setyawan, Penjara dalam Kepala... 57 Gb. 38 Lilik Setyawan, Bag Home... 58 Gb. 39 Lilik Setyawan, Kissing the Sun... 59 Gb. 40 Lilik Setyawan, Eat More Self... 60 Gb. 41 Lilik setyawan, Perempatan Terakhir... 61 Gb. 42 Lilik Setyawan, Asap dalam Kepala... 62 Gb. 43 Lilik Setyawan, Memayungi Hujan... 63 Gb. 44 Lilik Setyawan, Rindu yang Sama... 64 Gb. 45 Lilik Setyawan, Pawang Ular... 65 Gb. 46 Lilik Setyawan, Eksplorasi Kebiasaan... 66 Gb. 47 Lilik Setyawan, Seperti Binatang... 67 Gb. 48 Lilik Setyawan, Mengutuk Langit... 68 Gb. 49 Lilik Setyawan, Mencari Tuhan Dengan Warna... 69 Gb. 50 Lilik Setyawan, Mainan Masa Kecil... 70 Gb. 51 Lilik Setyawan, Fragmen... 71 vii

Gb. 52 Lilik Setyawan, Luka Kecil... 72 Gb. 53 Lilik Setyawan, Black Coffee and Red Wine... 73 Gb. 54 Lilik Setyawan, Tai...74 Gb. 55 Lilik Setyawan, God and Me... 75 Gb. 56 Foto Diri... 81 Gb. 57 Foto Poster... 83 Gb. 58 Foto Suasana Pameran #1... 84 Gb. 59 Foto Suasana Pameran #2... 84 viii

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sebagai media ekspresi, seni murni dapat menimbulkan rasa sedih, senang, haru, simpati dan lain sebagainya. Rasa itu dipicu oleh adanya paduan dari unsur-unsur bentuk yang menunjang visualisasi utuh dari karya seni murni. Seperti pada komposisi warna, unsur garis yang digunakan, juga unsurunsur seni rupa yang lainnya, dan dikerjakan dengan kesadaran untuk menyampaikan kegelisahan atau suatu maksud yang diinginkan seorang seniman. Aristoteles mengatakan ciri khas dari seni adalah kemampuan membedah alam dan mengupas esensinya. Dan seni sendiri menurut Aristoteles adalah karya cipta yang dibimbing oleh pikiran dalam arti yang sebenarnya. 1 Ungkapan Aristoteles di atas memberikan dorongan yang kuat dalam merumuskan tema tulisan, yakni, Catatan Harian Dalam Lukisan. Buku catatan harian atau biasa disebut dengan diari adalah sebuah buku yang berisi tentang catatan kejadian sehari-hari atau berisikan tentang ungkapan kegelisahan dari pemilik catatan tersebut. Dalam aktivitas melukis dan menulis catatan harian ada beberapa kesamaan esensi, salah satunya adalah suatu media untuk menuangkan kegelisahan diri. 1. Agus Sachari. Estetika (Bandung : ITB, 2002), p.5 1

. Berawal dari beberapa tahun yang lalu, sekitar tahun 2009, memiliki kesenangan membaca karya seni sastra, meliputi cerpen, novel, prosa dan puisi, suatu kesenangan yang ditularkan dari beberapa sahabat pada suatu lingkungan yang menggemari dan menekuni seni sastra. Adapun beberapa sastrawan Indonesia yang karyanya disukai antara lain, Muchtar Lubis, Ahmad Tohari, Sapardi Joko Damono, Budi Darma dan lain sebagainya. Sedangkan untuk bacaan luar suka dengan karya Ernst Hemingway, Sarte, Aristoteles, Herman Hesse, dan yang lainnya. Karya sastra banyak memberikan pengalaman spritual, sebab banyak dari sastrawan sekaligus filsuf yang mencetuskan gagasan-gagasan filosofisnya kedalam karya sastra. Ada pun keinginan untuk menulis, sebab seiring dengan berjalannya waktu, apa yang telah dibaca dari beberapa novel, cerpen dan sebagainya telah memberikannya pemahaman, bahwa karya sastra merupakan suatu hasil kreativitas yang diciptakan untuk mengekspresikan jiwa, emosi, dan perasaan. Terkait dengan pemahaman tersebut, maka tidaklah jauh berbeda dengan keberadaan karya seni lukis yang masing-masing mempunyai persamaan diciptakan untuk pemenuhan atas kebutuhan batin manusia. Hal pertama yang dilakukan untuk memulai keinginan menulis adalah dengan membuat catatan harian. Buku catatan harian menjadi tempat untuk mengungkapkan pikiran, perasaan atau pengalaman hidup sehari-hari seperti halnya melukis, sebab semua itu dapat diungkapkan secara efektif dengan menggunakan kalimat bebas dan ekspresif. Yang dimaksud dengan kalimat ekspresif adalah kalimat yang mampu mengungkapkan gambaran, maksud, 2

gagasan, juga perasaan. Hal ini berarti bahwa kalimat yang diungkapkan secara ekspresif tidak sekedar menceritakan, akan tetapi juga melukiskan kegelisahan. Berangsur-angsur aktifitas menulis catatan harian tersebut dilakukan sehingga menjadi suatu kebiasaan dan kesenangan. Setidak-tidaknya dalam satu hari ada satu kalimat atau bahkan hanya satu kata yang dituliskan dalam sebuah buku diari, tentunya dengan kalimat bebas dan ekspresif. Ada pun isi dari catatan harian meliputi tentang hal yang sangat dekat juga sesuatu yang tak jauh pula dengan unsur-unsur sederhana kehidupan manusia dan alam. Seperti tentang perasaan bahagia, kesedihan, kecewa, rasa cinta, penyesalan, juga rasa syukur dan sebagainya. Ada juga tulisan tentang suatu moment berharga, seperti tentang kesaksian, perasaan kagum pada alam, atau tentang sesuatu yang dirasa aneh. Seiring berjalannya waktu dalam aktivitas menulis catatan harian, ada juga catatan yang berupa sketsa atau catatan visual lainnya, hal tersebut terkadang memang diinginkan, namun tidak jarang dikarenakan sesuatu hal yang tidak mampu dipahami dengan logika, sehingga harus dicatat dengan sebuah gambar. Perubahan zaman yang sangat cepat menjadikan beberapa individu mengalami stres, entah dengan karir atau keluarga, catatan harian pun berubah fungsi dari sekedar menyimpan kenangan menjadi sebuah media untuk mencurahkan perasaan seseorang atas persoalan yang dihadapinya. Begitu pula dengan apa yang dirasakan, dengan menulis catatan harian ada beberapa manfaat yang diperoleh, antara lain: 3

- merasa terbantu ketika melewati masa-masa sulit, saat merasa tidak ada kepedulian dari orang lain, tak disayangi dan sebagainya. - mengungkapkan perasaan bahagia dan syukur dengan khusuk dan tidak berlebihan. - mengungkapkan amarah, kecemburuan, juga kebencian tanpa merusak suasana sekeliling. - melatih kepekaan naluri dan kecerdasan emosi. - sebuah catatan harian akan menjadi kenangan yang pernah dialami, sejarah kehidupan bagi yang mempunyai. - buku catatan harian layaknya ruangan yang dapat didatangi apabila ingin mengenali diri tanpa perlu diawasi siapa pun. - dan tentunya dengan mempunyai catatan harian dalam berkarya melukis bisa menjadi lebih mengalir tanpa dibebani dengan permasalahan ide. Dengan merujuk beberapa manfa at yang diperoleh tersebut di atas, dapat diartikan bahwa aktifitas menulis catatan harian adalah suatu usaha seseorang untuk merawat pikiran juga kestabilan emosional. Sebab sebuah endapan perasaan jika dibiarkan berlarut-larut tentu akan berdampak tidak baik bagi kesehatan emosi bagi seseorang, dan tentunya juga akan berakibat buruk bagi kesehatan jasmani, terlebih endapan tersebut tentang suatu pengalaman buruk atau hal yang menyedihkan. Terlepas dari beberapa manfaat tersebut, dapat memaknai bahwa menulis catatan harian adalah suatu aktifitas yang penting. Tanpa tendensi apa pun menulis catatan harian menjadi sesuatu yang harus dilakukan. 4

Mikke Susanto mengatakan, sehari-hari adalah wadah dari peristiwaperistiwa, setidaknya setiap hari telah terjadi serangkaian peristiwa yang menurut benak masing-masing individu dianggap sebagai sesuatu yang penting. 2 Kembali ke isi dari catatan harian dan merujuk kepada pernyataan Mikke Susanto diatas, bahwa hal sekecil apa pun yang dialami dan diketahui merupakan bagian dari sebuah perjalanan atau proses hidup. Sesuatu yang terkesan sepele pun bukan berarti harus diremehkan dan dibiarkan, sebab semua hal berpotensi menjadi serangkaian dari peristiwa besar yang belum terjadi, dengan kesadaran demikian melukiskan isi catatan harian menjadi penting untuk dilakukan, dan Tugas Akhir penciptaan karya seni ini adalah moment yang tepat untuk mengemasnya dengan judul Catatan Harian dalam Lukisan. 2. Mieke Susanto, Pengantar Kuratorial : Documenting Now. Person to Person. (ISI Yogyakarta, 2011), p.9 5

B. Rumusan Penciptaan Setiap penciptaan karya seni menghadirkan permasalahan yang menjadi dasar pijakannya. Dalam proses penciptaan karya seni terdapat beberapa hal yang hendak diuraikan dan dianalisa dalam bentuk penulisan maupun karya seni, antara lain: 1. Bagaimana menghadirkan suatu permasalahan dalam buku catatan harian kedalam lukisan sesuai dengan konteks permasalahan yang ada. 2. Seperti apa permasalahan tersebut divisualisasikan kedalam karya seni lukis. 3. Melalui medium dan teknik apakah cerita dalam catatan harian tersebut dikerjakan dalam lukisan. C. Tujuan dan Manfaat 1. Memvisualisasikan suatu permasalahan yang tercatat dalam buku catatan harian kedalam seni lukis sesuai bahasa ungkap atau gaya lukisan. 2. Menciptakan lukisan yang unik sesuai tema-tema yang ada dalam catatan harian dengan kreatifitas yang dimiliki. 3. Mengabadikan pengalaman atau suatu pemikiran yang tercatat dalam buku catatan harian ke dalam lukisan sehingga dapat dinikmati secara visual yang kemungkinan akan menimbulkan multi interpretasi. 6

D. Makna Judul Untuk menjelaskan judul Catatan Harian dalam Lukisan, maka perlu diberikan batasan pengertian dari kalimat judul tersebut diatas yang diambil dari bentuk kata dasar catatan harian dan lukisan. Berikut uraian dari kata atau frase yang dipakai dalam judul laporan Tugas Akhir ini: 1. Catatan Harian: Merupakan suatu tulisan yang difungsikan untuk mengungkapkan atau menuangkan pikiran, perasaan, atau pengalaman dalam sehari-hari. 3 2. Lukisan: Penggunaan garis, warna, tekstur, ruang dan bentuk pada satu permukaan yang bertujuan menciptakan image-image yang bisa merupakan pengekspresian dari ide-ide, emosi pengalaman yang dibentuk sedemikian rupa sehingga mencapai harmoni. 4 Ditinjau dari arti masing-masing kata di atas, kemudian dapat ditarik dalam satu pengertian, maka yang dimaksud dengan judul Catatan Harian dalam Lukisan adalah, penciptaan image-image berdasarkan pikiran, perasaan, ataupun pengalaman sehari-hari kedalam lukisan yang diambil dari catatan harian dengan semangat, kesadaran beserta kreatifitas baru. 3. Id. M. wikipedia.org/wiki/buku_harian, diakses : 7 April 2015 jam 19.45 WIB 4. Herbert Read. 1973. Pengetahuan Seni, Terjemahan Soedarso, SP, (Yogyakarta STSRI ASRI). p, 90 7