BAB III METODE PENELITIAN

dokumen-dokumen yang mirip
2015 EVALUASI RUGI-RUGI D AYA TEGANGAN SISTEM TRANSMISI 150 KV REGION II JAWA BARAT

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. Transmisi, dan Distribusi. Tenaga listrik disalurkan ke masyarakat melalui jaringan

SIMULASI DAN ANALISIS ALIRAN DAYA PADA SISTEM TENAGA LISTRIK MENGGUNAKAN PERANGKAT LUNAK ELECTRICAL TRANSIENT ANALYSER PROGRAM (ETAP) VERSI 4.

BAB III METODE ALIRAN DAYA SISTEM 500KV MENGGUNAKAN DIgSILENT POWER FACTORY

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Zenny Jaelani, 2013

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV ANALISA DATA. 4.1 ETAP (Electrical Transient Analyzer Program) Vista, 7, dan 8. ETAP merupakan alat analisa yang komprehensif untuk

BAB 1 PENDAHULUAN. Load Flow atau studi aliran daya di dalam sistem tenaga merupakan studi

SINGUDA ENSIKOM VOL. 7 NO. 2/Mei 2014

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang

SIMULASI DAN ANALISIS ALIRAN DAYA PADA SISTEM TENAGA LISTRIK MENGGUNAKAN PERANGKAT LUNAK ELECTRICAL TRANSIENT ANALYSER PROGRAM (ETAP) VERSI 4.

Politeknik Negeri Sriwijaya BAB 1 PENDAHULUAN

BAB III METODE PENELITIAN

ANALISIS PEHITUNGAN RUGI-RUGI DAYA PADA GARDU INDUK PLTU 2 SUMUT PANGKALAN SUSU DENGAN MENGGUNAKAN PROGRAM SIMULASI ELECTRICAL TRANSIENT ANALYZER

BAB IV PENGGUNAAN PENGUBAH SADAPAN BERBEBAN TERHADAP PERBAIKAN TEGANGAN JARINGAN 20 KV. 4.1 Perhitungan Jatuh Tegangan di Jaringan 20 kv

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

BAB III SISTEM KELISTRIKAN DAN PROTEKSI

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian

ANALISIS GANGGUAN HUBUNG SINGKAT TIGA FASE PADA SISTEM DISTRIBUSI STANDAR IEEE 13 BUS

MAKALAH SEMINAR KERJA PRAKTEK

BAB IV HASIL DAN ANALISIS

BAB II LANDASAN TEORI ANALISA HUBUNG SINGKAT DAN MOTOR STARTING

BAB IV DATA DAN PEMBAHASAN. panasbumi Unit 4 PT Pertamina Geothermal Energi area Kamojang yang. Berikut dibawah ini data yang telah dikumpulkan :

PENENTUAN SLACK BUS PADA JARINGAN TENAGA LISTRIK SUMBAGUT 150 KV MENGGUNAKAN METODE ARTIFICIAL BEE COLONY

STUDI ALIRAN DAYA PADA SISTEM KELISTRIKAN SUMATERA BAGIAN UTARA (SUMBAGUT) 150 kv DENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE POWERWORLD VERSI 17

BAB III LANDASAN TEORI

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Universitas Lampung dan PT. PLN (Persero) Cabang Tanjung Karang pada. bulan Maret 2013 sampai dengan selesai.

BAB 1 PENDAHULUAN. tegangan pengirim akibat suatu keadaan pembebanan. Hal ini terjadi diakibatkan

BAB III METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

EVALUASI EKSPANSI JARINGAN TEGANGAN MENENGAH 20 kv GI SOLO BARU

BAB III METODE PENELITIAN

PENGARUH PENAMBAHAN PLTU TELUK SIRIH 100 MEGAWATT PADA SISTEM SUMATERA BAGIAN TENGAH

Jurnal Media Elektro Vol. V No. 2 ISSN: ANALISIS RUGI-RUGI DAYA JARINGAN DISTRIBUSI 20 kv PADA SISTEM PLN KOTA KUPANG

BAB III METODE PENELITIAN. keras dan perangkat lunak, adapun perangkat tersebut yaitu: laptop yang dilengkapi dengan peralatan printer.

Modul Pelatihan etap Jurusan Teknik Elektro Universitas Muhamadiyah Yogyakarta. by Lukita Wahyu P, Reza Bakhtiar

ABSTRAK. Kata kunci : Kondisi tanpa Harmonisa, Kondisi dengan Harmonisa, Harmonic Analysis Load Flow, Rugi Daya, Sistem Tegangan Rendah.

BAB I PENDAHULUAN. pendukung di dalamnya masih tetap diperlukan suplai listrik sendiri-sendiri.

ANALISIS JATUH TEGANGAN DAN RUGI DAYA PADA JARINGAN TEGANGAN RENDAH MENGGUNAKAN SOFTWARE ETAP

BAB III LANDASAN TEORI

PENDAHULUAN. Adapun tampilan Program ETAP Power Station sebagaimana tampak ada gambar berikut:

DAFTAR ISI JUDUL... LEMBAR PRASYARAT GELAR... LEMBAR PERNYATAAN ORISINALITAS... LEMBAR PENGESAHAN... UCAPAN TERIMAKASIH... ABSTRAK...

BAB III. Transformator

NASKAH PUBLIKASI ANALISIS GANGGUAN HUBUNG SINGKAT TIGA FASE LINE TO GROUND

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. diperlukan suatu pengumpulan data dan fakta yang lengkap, relevan dan objektif

ANALISA PERHITUNGAN DROP TEGANGAN MENGGUNAKAN RUMUS DAN MENGGUNAKAN APLIKASI ETAP 7.5 PADA PENYULANG SEMERU DI GARDU INDUK SIMPANG TIGA INDRALAYA

SIMULASI PEMISAHAN BEBAN BERDASARKAN TINGKAT FLUKTUASI BEBAN PADA SUBSISTEM TENAGA LISTRIK 150KV

BAB I PENDAHULUAN. itu susut pada sistem jaringan tersebut perlu diperhitungkan lebih teliti.

ANALISIS TEORITIS PENEMPATAN TRANSFORMATOR DISTRIBUSI MENURUT JATUH TEGANGAN DI PENYULANG BAGONG PADA GARDU INDUK NGAGEL

MODUL PRAKTIKUM SISTEM TENAGA LISTRIK II

ANALISIS GANGGUAN HUBUNG SINGKAT TIGA FASE PADA SISTEM DISTRIBUSI STANDAR IEEE 13 BUS DENGAN MENGGUNAKAN PROGRAM ETAP POWER STATION 7.

BAB III METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB IV DATA DAN PEMBAHASAN. Pengumpulan data dilaksanakan di PT Pertamina (Persero) Refinery

EVALUASI SUSUT PADA SISTEM KELISTRIKAN ENERGI MEGA PERSADA GELAM

EVALUASI LOSSES DAYA PADA SISTEM TRANSMISI 150 KV SUMATERA BARAT

ANALISIS SUATU SISTEM JARINGAN LISTRIK DENGAN MENGGUNAKAN METODE GAUSS SEIDEL Z BUS

BAB III Metodologi Penelitian

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Gambar 2.1 Tiga Bagian Utama Sistem Tenaga Listrik untuk Menuju Konsumen

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

ANALISA SETTING RELAI PENGAMAN AKIBAT REKONFIGURASI PADA PENYULANG BLAHBATUH

ANALISIS JATUH TEGANGAN DAN RUGI DAYA PADA JARINGAN TEGANGAN RENDAH MENGGUNAKAN SOFTWARE ETAP

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Tri Fani, 2014 Studi Pengaturan Tegangan Pada Sistem Distribusi 20 KV Menggunakan ETAP 7.0

ANALISIS ALIRAN BEBAN SISTEM DISTRIBUSI MENGGUNAKAN ETAP POWER STATION TUGAS AKHIR. Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik

Analisis Kestabilan Sistem Daya pada Interkoneksi PT.Ajinomoto Indonesia dan PT.Ajinex Internasional Mojokerto Factory

BAB IV ANALISA GANGGUAN DAN IMPLEMENTASI RELAI OGS

BAB II DASAR TEORI. Universitas Sumatera Utara

STUDI PENGATURAN TEGANGAN PADA JARINGAN DISTRIBUSI 20 KV YANG TERHUBUNG DENGAN DISTRIBUTED GENERATION (STUDI KASUS: PENYULANG TR 5 GI TARUTUNG)

BAB 4 METODE PENGURANGAN RUGI-RUGI DAYA AKTIF

PERBAIKAN JATUH TEGANGAN PADA FEEDER B KB 31P SETIABUDI JAKARTA DENGAN METODE PECAH BEBAN

BAB III 1 METODE PENELITIAN

Kecukupan Skema Load Shedding IBT 500/150 kv 500 MVA Pada Sistem Kelistrikan 150 kv Jawa Barat

Analisis Aliran Daya Pada Sistem Distribusi Radial 20KV PT. PLN (Persero) Ranting Rasau Jaya

STUDI ANALISIS ALIRAN BEBAN (LOAD FLOW) SISTEM TENAGA LISTRIK IMPLEMENTASI PADA JARINGAN KELISTRIKAN DI UNNES

III PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

TUGAS AKHIR. Disusun untuk Melengkapi Tugas Akhir dan Syarat-syarat untuk. Mencapai Gelar Sarjana Teknik Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik

Analisis Rugi Daya Pada Jaringan Distribusi Penyulang Barata Jaya Area Surabaya Selatan Menggunakan Software Etap 12.6

Analisis Setting Relay Proteksi Pengaman Arus Lebih Pada Generator (Studi Kasus di PLTU 2X300 MW Cilacap)

BAB II DASAR TEORI. Gardu Induk, Jaringan Distribusi, dan Beban seperti yang ditunjukkan Gambar 2.1

Prosiding SENTIA 2016 Politeknik Negeri Malang Volume 8 ISSN:

ANALISA KESEIMBANGAN BEBAN SISTEM DISTRIBUSI 20 KV PADA PENYULANG KUTILANG SUPPLY DARI GI SEDUDUK PUTIH MENGGUNAKAN ETAP 12.6

PENGARUH PENAMBAHAN JARINGAN TERHADAP DROP TEGANGAN PADA SUTM 20 KV FEEDER KERSIK TUO RAYON KERSIK TUO KABUPATEN KERINCI

ABSTRAK. Kata Kunci : Jaringan tegangan rendah, Rugi rugi energi, Konektor Tap, Konektor Pres.

BAB I PENDAHULUAN. sekunder dalam kehidupan sehari-hari, baik penggunaan skala rumah tangga

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

DAFTAR ISI SAMPUL DALAM...

Pemerataan atau penyeimbangan beban merupakan salah satu cara untuk menekan losses teknik. Penekanan losses terjadi dengan prinsip mengurangi arus yan

Analisis Kestabilan Sistem Daya pada Interkoneksi PT.Ajinomoto Indonesia dan PT.Ajinex Internasional Mojokerto Factory

TUGAS AKHIR ANALISIS STABILITAS TRANSIEN DAN PELEPASAN BEBAN DI PT. WILMAR NABATI GRESIK AKIBAT ADANYA PENGEMBANGAN SISTEM KELISTRIKAN FASE 2

PERNYATAAN.. ABSTRAK KATA PENGANTAR. UCAPAN TERIMAKASIH. DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR BAGAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Penentuan Kapasitas dan Lokasi Optimal Penempatan Kapasitor Bank Pada Penyulang Rijali Ambon Menggunakan Sistem Fuzzy

ANALISA JATUH TEGANGAN PADA JARINGAN DISTRIBUSI 20 kv DI FEEDER PENYU DI PT. PLN (PERSERO) RAYON BINJAI TIMUR AREA BINJAI LAPORAN TUGAS AKHIR

Transkripsi:

44 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Lokasi dan Subjek Penelitian Lokasi dari penelitian ini bertempat di PT.PLN (PERSERO) Area Pengaturan Beban (APB) Jawa Barat yang beralamat di Jln. Mochamad Toha KM 4 Komplek PLN Cigereleng Bandung dengan subjek yang diangkat adalah mengenai evaluasi rugi-rugi daya dan tegangan saluran transmisi 150 kv Subsistem Bandung Selatan. Pada subsistem Bandung Selatan terdapat 16 saluran dengan jarak yang bervariasi. Data mengenai saluran transmisi 150 kv yang ada di subsistem Bandung Selatan adalah sebagai berikut : Tabel 3.1. Data Saluran Transmisi 150 kv Subsistem Bandung Selatan No Nama Saluran Dari Ke 1 BDSLN II CGRLG II 2 BDSLN I GISKC I 3 BDSLN I PNSIA I 4 CGRLG I CNJUR I 5 CGRLG II CBREM II 6 KRCDG I UBRG I 7 WYNDU II BDSLN II 8 WYNDU KMJNG 9 KMJNG II CKSKA II 10 CKSKA II RCKEK II 11 CKSKA I RCKBA I 12 RCKEK II UBRG II 13 DGPKR I BDUTR I 14 DGPKR I UBRG I 15 KMJNG I DRJAT I 16 DRJAT I DRAJAS I 3.2 Alur Penelitian Alur yang sistematis dalam penelitian harus diperhatikan. Hal tersebut berguna untuk memberikan arahan untuk mempermudah pemahaman serta tujuan yang ingin dicapai dalam proses penelitian. Alur pada gambar bagan alir penelitian dibawah ini : penelitian tersebut diperlihatkan

45 Mulai Studi Literature Perumusan Masalah Pencarian dan Pengumpulan Data (P, Q, V, I, R, XL, Z) Data Sesuai? Tidak Perhitungan Manual Pembuatan One Line Diagram Mencari P dan Q Antar Saluran Transmisi Ya Pengolahan Data Pembuatan One Line Diagram Menggunakan ETAP 7.0 Input Data (Saluran, bus, Generator, trafo, beban) Perhitungan dengan ETAP 7.0 Mencari Tegangan Setiap Bus Run Load Flow Analysis Menghitung Losses Antar Saluran Transmisi Error? Ya Tidak Mencari Losses Saluran dan tegangan setiap bus dari hasil Load Flow Analysis Analisa Perbandingan Hasil ETAP 7.0 dan Perhitungan Manual Data PT.PLN Kesimpulan Berhenti Gambar 3.1. Diagram Alir Penelitian

46 3.3 Metode Penelitian Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah membandingkan hasil rugi-rugi daya dan tegangan antar saluran transmisi 150 kv Subsistem Bandung Selatan antara data aktual milik PT.PLN (PERSERO) APB Jawa Barat dengan hasil program ETAP 7.0 dan perhitungan manual. Adapun yang menjadi studi kasus dalam penelitian ini adalah data pada hari Minggu, 02 November 2014 dan hari Senin, 01 Desember 2014 pada saat kondisi beban puncak pukul 19.00 WIB. 3.4 Metode Pengumpulan Data Dalam penelitian mengenai evaluasi rugi-rugi daya dan tegangan sistem transmisi 150 kv subsistem Bandung Selatan ini ada beberapa kegiatan yang dilakukan penyusun berkaitan dengan pengumpulan data, adapun kegiatan tersebut adalah : a. Observasi (Pengamatan Langsung) Pengambilan data dengan metode observasi (pengamatan langsung) dilakukan dengan cara mencari data-data teknis secara langsung ke lapangan. Data tersebut berupa jenis dan luas penampang penghantar yang digunakan sepanjang saluran transmisi 150 kv Subsistem Bandung Selatan juga data pembebanannya. Adapun tempat dilaksanakannya observasi oleh penyusun bertempat di PT.PLN (PERSERO) Area Pengatur Beban (APB) Jawa Barat yang bertempat di Jalan Moch.Toha KM.4 Komplek Cigereleng Bandung. b. Wawancara Pengambilan data dengan metode wawancara dilakukan dengan cara konsultasi langsung dengan karyawan PT PLN (PERSERO) APB Jawa Barat yang menguasai permasalahan tentang rugi-rugi daya dan tegangan sistem transmisi 150 kv. c. Dokumentasi/literatur Pengambilan data dengan metode dokumentasi/literatur dilakukan dengan cara mengumpulkan materi-materi yang berhubungan dengan penelitian ini baik itu yang berasal dari buku ajar, internet, jurnal atau artikel ilmiah maupun buku panduan dari PT PLN (PERSERO). Selain itu, pengambilan data teknis terkait penelitian ini berasal dari PT.PLN (PERSERO) APB Jawa Barat.

47 3.5 Metode Pengolahan Data Dalam penelitian ini instrument yang digunakan adalah software ETAP (Electrical Transient Analyzer Program) versi 7.0. Hasil dari software ETAP 7.0 ini kemudian akan dibandingkan dengan perhitungan manual dan data aktual milik PT.PLN APB Jawa Barat. Dalam penelitian ini terdapat tiga langkah utama yang dilakukan untuk pengolahan data. Langkah-langkah pengolahan data tersebut adalah sebagai berikut : Langkah 1 Langkah 1 merupakan metode pengolahan data dengan cara menggunakan data aktual dari hasil pengukuran langsung oleh PT.PLN APB Jawa Barat. Urutan dari langkah ini adalah sebagai berikut : a. Untuk mencari tegangan setiap bus sistem transmisi 150 kv Region II Jawa Barat Subsistem Bandung Selatan dilakukan dengan cara melihat report SCADA atau yang disebut LSD PT.PLN APB Jawa Barat yang disesuaikan dengan studi kasus penelitian. b. Perhitungan rugi-rugi daya antar saluran transmisi 150 kv dilakukan dengan menggunakan data aliran daya pada sisi pengiriman dan sisi penerimaan dari LSD PT.PLN APB Jawa Barat. Rugi-rugi daya antar saluran bisa dihitung dengan menggunakan persamaan : S Lij = S ij +S ji (Saadat, 1999, hlm.212) c. Untuk keandalan tegangan setiap bus didapat dengan cara membandingkan profil tegangan setiap bus dari data LSD PT.PLN APB Jawa Barat dengan SPLN No.1 Tahun 1995 tentang variasi tegangan yang diizinkan dimana nilai tegangan maksimum saat drop voltage adalah 10 % dari tegangan nominal, dan nilai tegangan maksimum saat over voltage adalah 5% dari tegangan nominal. Hasil perhitungan di atas akan dibandingkan dengan hasil perhitungan menggunakan software ETAP 7.0 dan perhitungan manual. Langkah 2 Langkah 2 merupakan metode pengolahan data dengan cara menghitung rugirugi daya dan tegangan dengan menggunakan perhitungan manual metode

48 Gauss Seidel yang dilakukan oleh peneliti. Urutan dari langkah ini adalah sebagai berikut : a. Pemotongan konfigurasi saluran sesuai dengan studi kasus penelitian yang hanya terdiri dari 16 saluran transmisi 150 kv dan 21 bus. b. Menentukan atau mencari data pembebanan subsistem dari data LSD PT.PLN APB Jawa Barat. c. Menentukan nilai S base, V base, I base, dan Z base. d. Konversi semua nilai ke dalam satuan Pu (Per Unit). e. Menghitung nilai impedansi per unit. f. Menghitung nilai admitansi per unit. g. Membuat matrix admitansi bus h. Klasifikasi jenis bus menjadi : slack bus, load bus, voltage controller bus. i. Mencari tegangan setiap bus dan iterasinya dengan menggunakan persamaan = j i (Saadat, 1999, hlm.209) j. Iterasi berhenti setelah syarat tercapai yaitu e < 0.0001 k. Alpha atau faktor akselerasi sebesar 1.6. l. Mencari arus saluran dengan menggunakan persamaan I ij = I l + I i0 = y ij (V i V j ) + Y i0 V i (Saadat, 1999, hlm.212) m. Mencari daya komplek saluran dengan menggunakan persamaan S ij = V i I * ij S ji = V j I * ji n. Mencari rugi daya saluran dengan menggunakan persamaan S Lij = S ij +S ji Langkah 3 (Saadat, 1999, hlm.212) (Saadat, 1999, hlm.212) (Saadat, 1999, hlm.212) Langkah 3 merupakan metode pengolahan data dengan menggunakan perangkat lunak atau software ETAP 7.0. Perhitungan aliran daya dengan menggunakan ETAP 7.0 memiliki langkah-langkah pada gambar 3.2 dibawah ini.

49 Dalam ETAP 7.0 ada beberapa data yang menjadi input diantaranya adalah data bus yang digunakan, nameplate dari transformator dan generator, data beban / lumped load, data saluran penghantar. Data yang tidak terdapat di lapangan bisa diganti dengan menggunakan parameter yang terdapat dalam software ETAP 7.0. Berikut ini adalah alur untuk melakukan perhitungan menggunakan ETAP 7.0 : Mulai Jalankan Program ETAP 7.0 Pembuatan One Line Diagram Masukan Data (Beban, Trafo, Generator, Bus, dan Penghantar) Run Load Flow Analysis Hasil Sesuai? Tidak Ya Load Flow Result Analyzer Branch Result Load Flow Result Analyzer Bus Result Selesai Gambar 3.2. Diagram Alir Penggunaan ETAP 7.0

50 Penjelasan mengenai alur penggunaan ETAP 7.0 untuk penelitian mengenai evaluasi rugi-rugi daya dan tegangan sistem transmisi 150 kv region II Jawa Barat adalah sebagai berikut : 1. Langkah pertama dalam penggunaan ETAP 7.0 setelah tampilan utama muncul adalah pembuatan one line diagram sistem. 2. Setelah pembuatan one line diagram selesai langkah selanjutnya adalah input data seperti data power grid, generator, bus, transformator, penghantar, dan beban yang digunakan. a. Power Grid Bagian penting dalam one line diagram adalah adanya sumber yang akan digunakan untuk suplay ke sistem. Power grid berfungsi sebagai sumber atau swing yang nantinya akan menyuplay energi dalam sistem. Tampilan power grid dalam ETAP 7.0 adalah sebagai berikut :

51 Gambar 3.3. Tampilan Editor Power Grid Dalam ETAP 7.0 Pada tampilan editor power grid, bagian yang perlu diisi adalah bagian info dan rating. Pada bagian info yang diisi adalah ID dari power grid, dan bus yang terhubung dengan power grid tersebut. Mode yang digunakan adalah swing, konfigurasi dalam kondisi normal dan dalam keadaan in service. Sedangkan pada editor rating, yang perlu diisi adalah rated kv dari power grid, operating value, dan SC rating dari power grid. b. Generator Generator adalah bagian penting dalam suatu sistem tenaga listrik. Generator yang ada dalam satu pembangkit biasanya difungsikan sebagai slack/swing atau difungsikan sebagai voltage control. Dalam ETAP 7.0 tampilan editor untuk generator adalah sebagai berikut :

52 Gambar 3.4. Tampilan Editor Generator Dalam ETAP 7.0 Pada editor untuk generator yang harus diisi adalah editor info dan rating. Untuk rating yang harus diinput ke dalam editor adalah nameplate dari generator seperti tegangan, daya output yang dihasilkan, faktor daya dan jumlah kutub generator. c. Bus Dalam penggunaan ETAP 7.0, bus memiliki peranan yang sama pentingnya dengan komponen yang lain. Bagian yang perlu diisi dalam editor untuk bus adalah bagian info yang terdiri dari ID bus, nominal kv dari bus, dan voltage bus. Tampilan untuk editor bus dalam ETAP 7.0 adalah sebagai berikut : d. Transformator Gambar 3.5. Tampilan Editor Bus Dalam ETAP 7.0 Transformator berfungsi untuk merubah tegangan dari level tegangan tertentu ke level tegangan yang lain. Dalam ETAP 7.0 tampilan editor untuk transformator adalah sebagai berikut :

53 Gambar 3.6. Tampilan Editor Transformator Dalam ETAP 7.0 Bagian yang perlu diisi adalah rating dari transformator yang digunakan. Bagian tersebut meliputi tegangan primer dan sekunder, kapasitas daya, dan FLA atau Full Load Ampere. Sedangkan untuk impedance bisa dengan menggunakan typical data. e. Penghantar Penghantar berfungsi sebagai media untuk menyalurkan energi listrik dari satu tempat ke tempat yang lain. Dalam ETAP 7.0 editor untuk penghantar adalah sebagai berikut :

54 Gambar 3.7. Tampilan Editor Penghantar Dalam ETAP 7.0 Bagian pada editor untuk penghantar yang perlu diisi adalah pada bagian info yang merupakan identitas dari penghantar, bagian parameter yang berisi nameplate atau spesifikasi dari penghantar yang digunakan. Configuration merupakan editor mengenai konfigurasi saluran yang terdiri dari tinggi tiang, posisi penghantar, dan jarak antar phasa. f. Beban Dalam ETAP 7.0 beban bisa diganti dengan menggunakan lumped load. Editor lumped load dalam ETAP 7.0 yang penting untuk diisi adalah nameplate dari beban tersebut yang terdiri dari MVA, MW, MVAR, faktor daya dan arus beban. Tampilan editor untuk lumped load adalah sebagai berikut :

55 Gambar 3.8. Tampilan Editor Lumped Load Dalam ETAP 7.0 3. Setelah input data selesai dilakukan, langkah selanjutnya adalah menjalankan atau running one line diagram tersebut. Mode yang dipilih adalah load flow analysis. Gambar 3.9. Tampilan Mode Load Flow Analysis Dalam ETAP 7.0 Jika pada saat running load flow tidak terjadi error atau kesalahan, maka hasil yang ditunjukkan adalah berupa aliran daya dalam sistem tersebut. Tampilan untuk hasil running load flow analysis adalah sebagai berikut :

56 Gambar 3.10. Tampilan Hasil Running Load Flow Analysis Dalam ETAP 7.0 Untuk mengetahui mengenai rugi-rugi daya yang terjadi pada saluran bisa dengan menggunakan menu load flow result analyzer lalu pilih mode branch result pada report type Gambar 3.11. Tampilan Hasil Losses Saluran Dalam ETAP 7.0

57 Sedangkan untuk mengetahui tegangan pada setiap bus bisa dengan menggunakan menu yang sama lalu pilih mode bus result pada report type. Tampilan untuk hasil tegangan pada setiap bus adalah sebagai berikut : Gambar 3.12. Tampilan Hasil Tegangan Setiap Bus Dalam ETAP 7.0 3.6 Perbandingan Hasil PT.PLN (PERSERO) APB Jawa Barat Dengan ETAP 7.0 dan Perhitungan Manual Pada bagian ini penyusun menganalisa bagaimana perbandingan antara hasil rugi-rugi daya dan tegangan sistem transmisi 150 kv Subsistem Bandung Selatan berdasarkan hasil software ETAP 7.0 dan perhitungan manual dengan data milik PT.PLN (PERSERO) APB Jawa Barat. Seberapa besar perbedaan antara hasil ETAP 7.0 dan perhitungan manual dengan data milik PT.PLN tersebut.

58