22 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 PENDEKATAN PENELITIAN Pendekatan penelitian adalah metode yang digunakan untuk mendekatakan permasalahan yang diteliti sehingga menjelaskan dan membahas permasalahan secara tepat. Skripsi ini menggunakan metode penelitian jenis pengujian dan eksperimen. Pengujian adalah penelitian dengan melakukan uji coba terhadap suatu alat untuk mendapatkan data. Pengujian yang dilakukan dengan mengeringkan bahan jamuan seperti jahe merah dan kunyit. Pola pendekatan yang diambil adalah dengan one shot model dimana pendekatan menggunakan beberapa kali pengumpulan data. Data tersebut diambil dari proses penelitian terhadap alat yang di rancang. Waktu dan Tempat Penelitian: 1. Memodifikasi alat pengering dilakukan pada bulan Oktober - Desember 2016 2. Tempat pelaksanaan dilakukan di Laboratorium Teknik Mesin UMB (Universitas Mercu Buana)
23 3.2 DIAGRAM ALIR PROSES PENELITIAN Mulai Persiapan Alat Pengering Tidak Control Temperatur 50º C Eksperimen Tidak Eksperimen K.A <6% Pengambilan Data Analisa Data Selesai Stop Gambar 3.1 Diagram Alir Proses Penelitian
24 3.3 BAHAN DAN PERALATAN 3.3.1 Bahan 1. Jahe merah Jahe yang digunakan adalah jahe yang masih dalam keadaan bersih dan segar. Potongan jahe yang akan di uji memiliki berat 0.5kg 2. Kunyit Kunyit yang digunakan adalah kunyit yang masih dalam keadaan bersih dan segar. Potongan kunyit yang akan di uji memiliki berat 0.5 kg. 3.3.2 Peralatan 1. Mesin Pengering Gambar 3.2 Mesin Pengering Mesin pengering ini berbentuk persegi berukuran 60x50 cm, dengan suhu ruang pemanas sekitar 50ºC. mesin pengering ini berfungsi sebagai media utama untuk mengeringkan suatu bahan makanan dan menjadikan makanan tersebut menjadi tahan lama untuk di kosumsi,
25 2. Glass Defrost Heater Gambar 3.3 Glass defrost heater Glass defrost heater berbentuk seperti persegi panjang yang berfungsi memanaskan ruang mesin pengering dengan suhu 50ºC. Ukuran bisa dipilih sesuai ruangan yang akan dipanaskan. Material pada Glass defrost heater terbuat dari kumparan kawat di dalam tabung kaca. Glass defrost heater ini merupakan salah satu komponen pada alat pemanas dan cukup mudah untuk pemasangannya. 3. Sensor Suhu Pemanas Gambar 3.4 Sensor suhu Sensor Suhut dipergunakan untuk sensor panas dan bisa untuk menyambung dan memutuskan arus listrik apabila temperatur yang diinginkan telah tercapai dan mempertahankan temperature mesin sehingga dicapai temperatur yang ideal.
26 4. Thermometer digital Gambar 3.5 Thermometer Thermometer adalah untuk mengukur suhu di dalam ruang mesin pemanas. Bukan hanya untuk mengukur suhu, termometer bimetal di gunakan sebagai acuan peneliti dalam mengatur besar kecilnya suhu didalam ruang pemanas. Jika termometer menunjukan suhu yang melebihi batas maksimal maka pengaturan dari ego thermostat di kecilkan, hal ini bertujuan supaya tidak terjadi over heat di dalam ruang pemanas. 5. Potensio Gambar 3.6 Potensio Potensio adalah alat untuk mengatur kecepatan kipas pada mesin pengering saat mesin dihidupkan.
27 6. Exhaust Gambar 3.7 Exhaust Exhaust ini berfungsi untuk membuang uap air pada mesin pengering. 7. Kipas Gambar 3.8 Kipas Kipas ini berfungsi untuk mendorong suhu panas masuk kedalam ruang pemanas. 8. Box Panel Box panel lama Box panel terbaru Gambar 3.9 Box panel
28 Box panel ini berfungsi sebagai alat pengoperasian semua komponen yang terdapat di mesin pengering guna untuk mendapatkan suhu yang konstan di dalam ruang pemanas. 9. Ruang Pemanas Gambar 3.10 Ruang pemanas Ruangan ini adalah tempat pemanasan dimana suhu panas yang dikeluarkan oleh heater dan masuk kedalam ruang pemanas besekita 50ºC. 10. Rak Gambar 3.11 Rak mesin pengering Rak ini befungsi untuk tempat bahan yang mau dikeringkan didalam ruangan pemanas. Pada rak terdapat bahan yang akan di uji berupa jahe yang sudah di iris sebesar ±2.5 cm sedangkan pada kunyit sebesar ±1.5 cm
29 11. Batu Alam Zeloite Gambar 3.12 Batu Alam Zeloite Batu Alam Zeolite merupakan kelompok mineral yang mempunyai sifat dapat menyerap air dan melepaskannya lagi tanpa mengalami perubahan struktur yang signifikan. 3.4 LANGKAH - LANGKAH PERCOBAAN ALAT Untuk mengetahui kondisi kerja alat mesin pengering menjadi kering, maka dilakukan percobaan untuk mengambil data operasi yang akan memberikan gambaran kinerja alat tersebut. Parameter yang di ambil dalam langkah percobaan tersebut yaitu: 1. Media Air sebagai bahan yang akan uji 2. Memasukan bahan kedalam mesin pengering 3. Temperatur perngeringan
30 1. Berat Bahan Gambar 3.13 Menimbang bahan (air) Sebelum melakukan proses pengeringan, langkah yang diambil terlebih dahulu yaitu dengan melakukan penimbangan bahan (air) untuk dapat mengetahui jumlah dan berat bahan yang akan dimasukan kedalam mesin pengering. 2. Memasukan Bahan (air) kedalam mesin pengering Gambar. 3.14 Memasukan bahan kedalam pengering Masukkan ikan kedalam mesin pengering dengan cara di gantung agar lebih maksimal dalam proses pengeringan.
31 3. Temperature Pengeringan Gambar 3.15 Temperatur pengeringan Cara mengambil suhu saat melakukan pengeringan, dimulainya pada saat temperatur mercapai 50ºC dan konstan selama pengeringan berlangsung. Tabel 2.3 Hasil Uji Air 1kg Selama 10 jam Air 0 jam 2 jam 4 jam 6 jam 8 jam 10 jam Massa Kotor (g) 1267 1253 1241 1226 1213 1199 Massa Bejana (g) 267 267 267 267 267 267 Massa Bersih (g) 1000 986 974 959 946 932
32 Massa Air 1kg 1400 1200 1000 800 600 400 200 0 TEMPERATUR 50º 0 jam 2 jam 4 jam 6 jam 8 jam 10 jam Waktu Massa Kotor (g) Massa Bersih (g) Gambar 3.16 Grafik. Hasil Uji Air Selama 10 jam Keterangan: Dari keterangan grafik diatas uji coba pada bahan Air selama 10 jam dengan berat awal 1 kg mempunyai berat kadar air 100%, dalam proses penguapan selama waktu 2 jam air yang terdapar di dalam bejana berkurang sebanyak 14 gram, pada waktu 4 jam berkurang sebanyak 12 gram, pada waktu 6 jam berkurang 15 gram. Pada waktu 8 jam berkurang 13 gram, dan pada waktu 10 jam air berkurang sebanyak 14 gram.