PENGARUH BOOK-TAX DIFFERENCES

dokumen-dokumen yang mirip
BAB II. Tinjauan Pustaka

BAB I PENDAHULUAN. yang banyak menarik perhatian adalah book-tax differences yaitu perbedaan

BAB I PENDAHULUAN. standar akuntansi keuangan. Book tax differences tersebut berpengaruh besar

BAB II KAJIAN PUSTAKA, RERANGKA PEMIKIRAN, DAN HIPOTESIS. yang mendasari penelitian dibidang pertumbuhan laba, yaitu Teori Stakeholder dan

BAB I PENDAHULUAN. Laporan keuangan yang dipublikasikan perusahaan go public pada Bursa Efek

BAB II LANDASAN TEORI

PENGARUH RETURN ON ASSET, RETURN ON EQUITY, RETURN ON INVESTMENT, NET PROFIT MARGIN, EARNING PER SHARE, DEVIDEN PER SHARE TERHADAP HARGA SAHAM

ANALISA PENGARUH VOLATILITAS ARUS KAS, VOLATILITAS PENJUALAN, TINGKAT HUTANG, BOOK TAX GAP

PENGARUH RETURN ON INVESTMENT, FREE CASH FLOW,

ABSTRACT. Keywords: Permanent differences, temporary or timing differences and earnings persistence. viii. Universitas Kristen Maranatha

SKRIPSI. Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Syarat Mencapai Derajat Sarjana S-1. Oleh : NISA ASMARINA PROGRAM STUDI AKUNTANSI S1

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 1. Ni Putu Lestari dan I.G.A.M Asri Dwija Putri (2015)

ANALISIS PENGARUH TINGKAT PROFITABILITAS DAN HARGA SAHAM TERHADAP VOLUME PENJUALAN SAHAM

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS. kebijakan akuntansi oleh manajer dan bagaimana manajer akan merespon

Skripsi ini diajukan sebagai salah satu syarat Untuk menyelesaikan jenjang pendidikan Strata satu (SI) pada Fakultas Ekonomi Universitas Muria Kudus

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. yang dilaporkan melalui laporan laba rugi (Income Statement) untuk

Diajukan Oleh: ERNI RAHMA HARTONO

PENGARUH TINGKAT PERPUTARAN PERSEDIAAN, PERTUMBUHAN PENJUALAN, PERPUTARAN KAS DAN PERPUTARAN PIUTANG TERHADAP PROFITABILITAS

BAB II LANDASAN TEORI

PENGARUH KINERJA LINGKUNGAN TERHADAP KINERJA KEUANGAN DENGAN PENGUNGKAPAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY SEBAGAI VARIABEL INTERVENING

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Salah satu informasi yang dilaporkan dalam laporan keuangan

BAB I PENDAHULUAN. Sedangkan bagi perusahaan, pajak merupakan biaya dan juga pengeluaran yang

Skripsi ini diajukan sebagai salah satu syarat Untuk menyelesaikan jenjang pendidikan Strata satu (SI) pada Fakultas Ekonomi Universitas Muria Kudus

PENGARUH ASET PAJAK TANGGUHAN, BEBAN PAJAK TANGGUHAN DAN PERENCANAAN PAJAK TERHADAP MANAJEMEN LABA

ETIKA ISLAM DAN ACCRUAL EARNING MANAGEMENT PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI INDONESIA

ABSTRACT. Keywords : bond rating, income book-tax different, book income, tax income VIII. Universitas Kristen Maranatha

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan terhadap perusahaan manufaktur sektor

PENGARUH KUALITAS AUDIT TERHADAP MANAJEMEN LABA PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN

PENGARUH BEBAN PAJAK TANGGUHAN DAN AKRUAL DALAM MEMPREDIKSI ARUS KAS OPERASI MASA DATANG PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR

PENGARUH JALUR KARIR, PENGEMBANGAN KARIR INDIVIDU, KARIR ORGANISASI TERHADAP KOMITMEN AFEKTIF (Studi Kasus Pada Karyawan Poliklinik Rejosari Husada)

PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN, LABA OPERASI, SO LVABILITAS, KOMITE AUDIT, PENERAPAN INTERNATIONAL FINANCIAL REPORTING STANDARDS

BAB I PENDAHULUAN. Terdapat tiga tujuan pelaporan keuangan menurut Statement of Financial

Pengaruh Penghindaran Pajak (Tax Avoidance) terhadap Biaya Utang (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI Tahun )

ANALISIS RASIO KEUANGAN UNTUK MEMPREDIKSI PERTUMBUHAN LABA PADA PERUSAHAAN TRANSPORTASI YANG TERDAFTAR DI BEI PERIODE

PENGARUH TINGKAT KESULITAN KEUANGAN PERUSAHAAN, RISIKO LITIGASI, DEBT COVENANT

PENGARUH ARUS KAS BEBAS DAN LABA BERSIH TERHADAP RETURN SAHAM PADA PERUSAHAAN CONSUMER GOODS INDUSTRY YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI)

ETIKA ISLAM DAN KUALITAS LABA PERUSAHAAN PUBLIK DI INDONESIA

PENGARUH DIVIDEND PER SHARE DAN EARNING TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BURSA EFEK INDONESIA SKRIPSI

: RENGGA SUKMA HARTONO B

KEGUNAAN INFORMASI LABA AKUNTANSI DAN ARUS KAS OPERASI DALAM MEMPREDIKSI LABA MASA DEPAN

BAB I PENDAHULUAN. menarik perhatian adalah mengenai book tax differences. Book tax differences

PENGARUH STRUKTUR MODAL, PROFITABILITAS, UKURAN PERUSAHAAN DAN LIKUIDITAS TERHADAP NILAI PERUSAHAAN

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI JUMLAH PENGAMBILAN KREDIT PADA NASABAH PD. BPR-BKK KUDUS CABANG KECAMATAN GEBOG

KEMAMPUAN LABA DAN ARUS KAS OPERASI DALAM MEMPREDIKSI RETURN SAHAM PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BURSA EFEK JAKARTA (Studi Empiris Tahun )

Disusun oleh : RISKA FAJAR SUNDARI B

Disusun Oleh : DEWI SURYANINGSIH B

PENGARUH PERBEDAAN PERMANEN DAN PERBEDAAN TEMPORER BOOK-TAX DIFFERENCES TERHADAP PERTUMBUHAN LABA

ANALISIS KEMAMPUAN LABA, KOMPONEN AKRUAL DAN ARUS KAS SEBAGAI PREDIKTOR LABA DAN ARUS KAS MASA DEPAN

BAB 1 Pendahuluan 1.1. Latar belakang masalah

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

PENGARUH SELISIH LABA AKUNTANSI DAN LABA FISKAL, TINGKAT HUTANG, VOLTAILITAS ARUS KAS TERHADAP PERSISTENSI LABA

ANALISIS INFORMASI AKUNTANSI DAN NON AKUNTANSI TERHADAP INITIAL RETURN SAHAM PADA PERUSAHAAN YANG MELAKUKAN IPO DI BURSA EFEK INDONESIA SKRIPSI

PENGARUH TOTAL ASSET TURNOVER, PRICE EARNINGS RATIO DAN PRICE TO BOOK VALUE TERHADAP RETURN SAHAM PERUSAHAAN

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPTOTESIS PENELITIAN. Teori adalah kumpulan dari konsep, definisi, dan proposisi-proposisi yang

PENGARUH LEVERAGE TERHADAP MANAJEMEN LABA DENGAN DIVERSIFIKASI OPERASI PERUSAHAAN SEBAGAI VARIABEL MODERASI

CHOIRI AFIFAH NIM

PENGARUH PUBLIKASI SUSTAINABILITY REPORT TERHADAP KINERJA KEUANGAN, NILAI PERUSAHAAN DAN STRUKTUR MODAL

PENGARUH PROFITABILITAS, UKURAN PERUSAHAAN, DAN PERTUMBUHAN ASET TERHADAP STRUKTUR MODAL

PROGRAM STUDI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS MURIA KUDUS FITRIA AFRILIYANTY. Diajukan Oleh : NIM

HALAMAN PENGESAHAN. Mengetahui Dekan Fakultas Ekonomi. (Titi Rapini, SE, MM) NIP Dosen Penguji

PENGARUH KEBIJAKAN DIVIDEN, KEBIJAKAN HUTANG, PROFITABILITAS, KEPUTUSAN INVESTASI TERHADAP NILAI PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE

ANALISIS PENGARUH REPUTASI AUDITOR, LEVERAGE, UKURAN PERUSAHAAN, KEPEMILKAN MANAJERIAL DAN KOMISARIS INDEPENDEN TERHADAP PERATAAN LABA

Prosiding Akuntansi ISSN:

PENGARUH RASIO KEUANGAN TERHADAP KINERJA (PROFIT OR LOSS AFTER TAX) PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BURSA EFEK INDONESIA

PENGARUH PERTANGGUNGJAWABAN SOSIAL PERUSAHAAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN DENGAN PROFITABILITAS DAN KEPEMILIKAN MANAJERIAL SEBAGAI VARIABEL MODERASI

PENGARUH KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP VOLATILITAS HARGA SAHAM

PENGARUH KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP VOLATILITAS HARGA SAHAM

KEMAMPUAN LABA OPERASI, ARUS KAS OPERASI DAN MODAL KERJA DALAM MEMPREDIKSI ARUS KAS MASA DEPAN SKRIPSI

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENERAPAN STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN BERBASIS AKRUAL (Studi Pada Pemerintah Daerah Kabupaten Boyolali)

Skripsi ini diajukan sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan jenjang Strata Satu (S1) pada Fakultas Ekonomi. Universitas Muria Kudus

PENGARUH LABA, ARUS KAS OPERASI, ARUS KAS BEBAS, CASH RATIO

PENGARUH LABA AKUNTANSI, KOMPONEN ARUS KAS, DAN TOTAL ARUS KAS TERHADAP RETURN SAHAM PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA

SKRIPSI. Diajukan Untuk Memenuhi Sebagai Syarat Mencapai Derajat Sarjana S-1. Oleh : SITI MARWAH ( )

ANALISIS PENGARUH PERSAINGAN, KEPEMILIKAN MANAJERIAL, DEBT TO EQUITY RATIO (DER)

BAB III METODE PENELITIAN

PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP PENGUNGKAPAN SUSTAINABILITY REPORTING PADA PERUSAHAAN PESERTA INDONESIA SUSTAINABILITY REPORTING AWARDS (ISRA)

PENGARUH CAPITAL ADEQUACY RATIO (CAR), RETURN ON ASSET (ROA), NET PROFIT MARGIN (NPM), LOAN TO DEPOSIT RATIO (LDR),

Penggunaan Komponen Arus Kas dalam Memprediksi Financial Distress pada Perusahaan Otomotif yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI)

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. keuangan oleh manajemen bertujuan untuk

Transkripsi:

PENGARUH BOOK-TAX DIFFERENCES TERHADAP PERTUMBUHAN LABA (STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAAN YANG TERDAFTAR DALAM JAKARTA ISLAMIC INDEX (JII) TAHUN 2012-2014) SKRIPSI Diajukan Kepada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri Surakarta Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Oleh: RIZAL JULIOE NIM. 12.22.2.1.109 JURUSAN AKUNTANSI SYARIAH FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SURAKARTA 2017

ii

PENGARUH BOOK-TAX DIFFERENCES TERHADAP PERTUMBUHAN LABA (STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAAN YANG TERDAFTAR DALAM JAKARTA ISLAMIC INDEX (JII) TAHUN 2012-2014) SKRIPSI Diajukan Kepada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri Surakarta Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Dalam Bidang Ilmu Akuntansi Syari ah Oleh : RIZAL JULIOE NIM 12.22.2.1.109 Surakarta, 22 Februari 2017 Disetujui dan Disahkan Oleh : Biro Skripsi Dita Andraeny, S.E., M.Si NIP. 19880628 201403 2 005 iii

iv

Indriyana Puspitosari, SE., M.Si., AK Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri Surakarta NOTA DINAS Hal : Skripsi Sdra. : Rizal Julioe Kepada Yang Terhormat Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri Surakarta Di Surakarta Assalamu alaikum Wr. Wb. Dengan hormat, bersama ini kami sampaikan bahwa setelah menelaah dan mengadakan perbaikan seperlunya, kami memutuskan bahwa skripsi saudara Rizal Julioe NIM : 12.22.2.1.109 yang berjudul : PENGARUH BOOK-TAX DIFFERENCES TERHADAP PERTUMBUHAN LABA (STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAAN YANG TETDAFTAR DALAM JAKARTA ISLAMIC INDEX (JII) TAHUN 2012-2014). Sudah dapat dimunaqasyahkan sebagai salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.Akun) dalam bidang Ilmu Akuntansi Syari ah. Oleh karena itu, kami mohon agar skripsi tersebut segera dimunaqasyahkan dalam waktu dekat. Demikian atas dikabulkannya permohonan ini disampaikan terima kasih. Wassalamu alaikum Wr. Wb. Surakarta, 6 Januari 2017 Dosen Pembimbing Indriyana Puspitosari, SE., M.Si., AK NIP. 19840126 201403 2 001 iv

PENGESAHAN PENGARUH BOOK-TAX DIFFERENCES TERHADAP PERTUMBUHAN LABA (STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAAN YANG TERDAFTAR DALAM JAKARTA ISLAMIC INDEX (JII) TAHUN 2012-2014) Oleh : RIZAL JULIOE NIM 12.22.2.1.109 Telah dinyatakan lulus dalam ujian munaqosah Pada Hari Selasa Tanggal 02 Februari 2017 / 5 Jumadil Awal 1438H dan dinyatakan telah memenuhi persyaratan guna memperoleh gelar Sarjana Ekonomi Dewan Penguji: Penguji I : Dita Andraeny, S.E., M.Si NIP. 19880628 201403 2 005 Penguji II : Wahyu Pramesti, M.Si NIP. 19871007 201403 2 004 Penguji III : Ika Yoga, MM NIP. 19790406 201403 1 001 Mengetahui Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Surakarta Drs. H. Sri Walyoto, M.M., Ph.D. NIP. 19561011 198303 1 002 vi

MOTTO Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa yang ada pada diri mereka (Q.S. Ar Ra du : 11) Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. (Q.S. Al-Insyiraah : 5) Hidup untuk berkembang menjadi lebih baik dan bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga dan lingkungan sekitar. vii

PERSEMBAHAN Kupersembahkan dengan segenap cinta dan doa Karya yang sederhana ini untuk: 1. Bapak Damin dan Ibu tercinta Magdalena Dewi Puji Astuti, 2. Kakakku Nila Sari dan adikku Rizky Buana Mukti tersayang, 3. Sahabatku KONCO KOCLOK Riki, Sanjaya, Rais, Tofa, Pujiono, Ria Aisiah, Ria Afrilia, Sri Lestari, Ranny Hanaffi, 4. Sahabat-sahabatku AKS C 2012, 5. Teman-teman kost Ali Munawar, Izet, Arif, 6. Teman-teman KAMMI Komisariat Al-Aqsa, 7. Teman-teman Tim Kesekjenan KAMMI Komisariat Al-Aqsa 2013-2015, 8. Teman-teman ADK FEBI 2012 Enha, Bano, Ardika, Fida, Novi, Maulana, Alvian, dkk, 9. Teman-teman FKA 2012 dan ADK 2012 10. Teman-teman SEMA FEBI 2015-2016 Siti Furusin, Nimas Sartika, Yusuf F, Burhan, Syafii, 11. Teman-teman BEM FEBI 2014-2015, 12. Teman-teman TIM PAKKIS, 13. Teman-teman Organisasi FEBI yang tidak bisa sebutkan namanya satu persatu, 14. Teman-teman GENBI 2015, 15. Teman-teman SMK, 16. Teman-teman seperguruan KI AGENG PANDAN ALAS Surakarta. yang selalu memberikan doa, semangat dan kasih sayang yang tulus dan tiada ternilai besarnya Terimakasih viii

KATA PENGANTAR Assalamu alaikum Wr.Wb. Segala puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, karunia, dan hidayah-nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi, yang berjudul Pengaruh Book-Tax Differences Terhadap Pertumbuhan Laba (Studi Empiris Pada Perusahaaan yang Tetdaftar Dalam Jakarta Islamic Index (JII) Tahun 2012-2014). Skripsi ini disusun untuk menyelesaikan Studi Jenjang Strata 1 (S1) Jurusan Akuntansi Syari ah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri Surakarta. Penulis menyadari sepenuhnya, telah banyak mendapatkan dukungan, bimbingan, dan dorongan dari berbagai pihak yang telah menyumbangkan pikiran, waktu, tenaga, dan sebagainya. Oleh karena itu, pada kesempatan ini dengan setulus hati penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada: 1. Dr. H. Mudofir, S.Ag., M.Pd., Rektor Institut Agama Islam Negeri Surakarta. 2. Drs. H. Sri Walyoto, M.M., Ph.D, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam. 3. Marita Kusuma Wardhani S.E., M.Si., Ak. CA, Ketua Jurusan Akuntansi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam. 4. Indriyana Puspitosari, SE., M.Si., Pembimbing skripsi yang telah memberikan banyak perhatian dan bimbingan selama penulis menyelesaikan skripsi. 5. Biro Skripsi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam atas bimbingannya dalam menyelesaikan skripsi. 6. Bapak dan Ibu Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam yang telah memberikan bekal ilmu yang bermanfaat bagi penulis. ix

7. Ibu dan Bapakku, terima kasih atas do a, cinta, dan pengorbanan yang tak pernah ada habisnya, kasih sayangmu tak akan pernah kulupakan. 8. Sahabat-sahabatku serta teman-teman Akuntansi Syariah angkatan 2012 yang telah memberikan keceriaan dan semangat kepada penulis selama penulis menempuh studi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Surakarta. Terhadap semuanya tiada kiranya penulis dapat membalasnya, hanya do a serta puji syukur kepada Allah SWT, semoga memberikan balasan kebaikan kepada semuanya. Amin. Wassalamu alaikum Wr. Wb. Surakarta, 6 Januari 2017 Penulis x

ABSTRACT This study aimed to analyze the influence of the Book-Tax Differences on profit growth. Specifically, this study will examine the effect of temporary differences, permanent differences and the book-tax differences on profit growth. The method used is quantitative research methods. The population of this research is a company registered in Jakarta Islamic Index in 2012-2014. Based on purposive sampling technique obtained 15 samples of the company. The analytical method used is multiple linear regression analysis. The test results showed that, temporary differences had significant effect on earnings growth, permanent differences had significant negative effect on earnings growth, and the book-tax differences had positive significant effect on earnings growth. Keyword: Profit Growth, Different Temporary, Different Permanent And Book- Tax Differences. xi

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dari Book-tax Differences terhadap pertumbuhan laba. Khususnya, penelitian ini akan menguji pengaruh dari beda temporer, beda permanen dan book-tax differences terhadap pertumbuhan laba. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif. Populasi dari penelitian ini adalah perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index pada tahun 2012-2014. Berdasarkan teknik purposive sampling diperoleh 15 sampel perusahaan. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Hasil pengujian menunjukkan bahwa, beda temporer berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan laba, beda permanen berpengaruh signifikan negatif terhadap pertumbuhan laba, dan book-tax differences berpengaruh signifikan positif terhadap pertumbuhan laba. Kata kunci:. Pertumbuhan Laba, Beda Temporer, Beda Permanen dan Book-tax Differences. xii

DAFTAR ISI HALAMAN DEPAN... HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING... HALAMAN PERSETUJUAN BIRO SKRIPSI... HALAMAN PERNYATAAN BUKAN PLAGIASI... HALAMAN NOTA DINAS... HALAMAN PENGESAHAN... HALAMAN MOTTO... HALAMAN PERSEMBAHAN... KATA PENGANTAR... ABSTRACT...... ABSTRAK...... DAFTAR ISI...... i ii iii iv v vi vii viii ix xi xii xiii DAFTAR TABEL... xvii DAFTAR GAMBAR... xviii DAFTAR LAMPIRAN... xix BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah... 1 1.2 Identifikasi Masalah... 6 1.3 Batasan Masalah... 7 1.4 Rumusan Masalah... 7 1.5 Tujuan Penelitian... 8 1.6 Manfaat Penelitian... 8 xiii

1.7 Jadwal Penelitian... 9 1.8 Sistematika Penulisan Skripsi... 9 BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Kajian Teori... 11 2.1.1 Teori Stakeholder... 11 2.1.2 Pertumbuhan Laba... 13 2.1.3 Beda Waktu (Temporary Differences)... 16 2.1.4 Beda Tetap (Permanent Differences)... 17 2.1.5 Book-tax Differences... 19 2.2 Hasil Penelitian yang Relevan... 21 2.3 Kerangka Berfikir... 24 2.4 Hipotesis... 25 2.4.1 Pengaruh Perbedaan Temporer terhadap Pertumbuhan Laba 25 2.4.2 Pengaruh Perbedaan Permanen terhadap Pertumbuhan Laba 27 2.4.3 Pengaruh Book-tax Differences terhadap Pertumbuhan Laba 29 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Waktu dan Wilayah Penelitian... 31 3.2 Jenis Penelitian... 31 3.3 Populasi, Sampel, dan Teknik Pengambilan Sampel... 31 3.3.1 Populasi... 31 3.3.2 Sampel... 32 3.3.3 Teknik Pengambilan Sampel... 32 3.4 Data dan Sumber Data... 33 xiv

3.5 Variabel Penelitian... 33 3.6 Definisi Operasional Variabel... 33 3.6.1 Variabel Independen... 33 3.6.2 Variabel Dependen... 35 3.7 Teknik Analisis Data... 36 3.7.1 Statistik Deskriptif... 36 3.7.2 Uji Asumsi Klasik... 37 3.7.3 Uji Ketepatan Model... 40 3.7.4 Analisis Regresi... 41 3.7.5 Pengujian Hipotesis... 41 BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Penelitian... 43 4.2 Pengujian dan Analisis Data... 44 4.2.1 Statistik Deskriptif... 44 4.2.2 Pengujian Asumsi Klasik... 46 4.2.3 Uji Ketepatan Model... 51 4.2.4 Pengujian Hipotesis (Uji t)... 53 4.2.5 Analisis Regresi... 54 4.3 Pembahasan Hasil Analisis Data... 55 BAB V PENUTUP... 60 5.1 Kesimpulan... 60 5.2 Keterbatasan Penelitian... 61 5.3 Saran-Saran... 61 xv

DAFTAR PUSTAKA... 63 LAMPIRAN-LAMPIRAN... 66 xvi

DAFTAR TABEL Tabel 3.1 : Tarif Pajak Penghasilan Untuk Kegiatan Usaha... 34 Tabel 3.2 : Pengambilan Keputusan Autokorelasi... 38 Tabel 4.1 : Sampel Penelitian... 43 Tabel 4.2 : Hasil Penentuan Sampel... 44 Tabel 4.3 : Hasil Statistika Deskriptif... 45 Tabel 4.4 : Tabel Uji Normalitas... 47 Tabel 4.5 : Tabel Uji Autokorelasi... 48 Tabel 4.6 : Hasil Uji Multikolinieritas... 49 Tabel 4.7 : Hasil Uji Heteroskedastisitas... 50 Tabel 4.8 : Hasil Uji F... 52 Tabel 4.9 : Hasil Uji Koefisien Determinasi... 53 xvii

DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1: Kerangka Berpikir... 25 Gambar 4.1: P-Plot of Regression Standarized Residual... 47 Gambar 4.2: Scatterplot... 51 xviii

DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 : Jadwal Penelitian... 66 Lampiran 2 : Daftar Perusahaan... 67 Lampiran 3 : Data Perusahaan... 68 Lampiran 4 : Penghitungan Data... 72 Lampiran 5 : Output Hasil Penelitian... 74 Lampiran 6 : Tabel Distribusi F... 77 Lampiran 7 : Tabel Distribusi t... 78 Lampiran 8 : Tabel Durbin Watson... 79 Lampiran 9 : Daftar Riwayat Hidup...... 80 xix

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Usaha pengelolaan perusahaan yang baik, pihak-pihak yang berkepentingan dalam setiap pengambilan keputusan selalu membutuhkan informasi-informasi baik yang bersifat keuangan maupun non keuangan. Informasi keuangan sendiri masih terbagi menjadi dua yaitu informasi akuntansi dan informasi non akuntansi. Informasi akuntansi terdiri dari informasi operasional, informasi akuntansi keuangan, informasi akuntansi manajemen serta informasi akuntansi pajak. Semua informasi akuntansi dan non akuntansi dapat diperoleh dari laporan keuangan yang disusun oleh perusahaan (Saputro, 2011). PSAK No. 1 Paragraf ke 7 (Revisi 2009), Laporan keuangan adalah suatu penyajian terstruktur dari posisi keuangan dan kinerja keuangan suatu entitas. Laporan keuangan juga merupakan bentuk tanggung jawab emiten terhadap investor dan kreditor dalam pengelolaan sumber dana yang digunakan untuk kegiatan perusahaan. Laporan tahunan berisi pengungkapan informasi yang dapat membantu stakeholders dalam pengambilan keputusan. Oleh sebab itu, dalam setiap pengambilan keputusan stakeholder berpedoman pada pelaporan keuangan karena laporan tahunan berisi pengungkapan informasi yang dapat membantu stakeholders dalam pengambilan keputusan. Informasi yang diungkapkan tidak hanya berupa informasi keuangan saja, tetapi juga berupa informasi non keuangan (Mildawati, 2015).

2 Ghozali dan Chariri (2007 :349) menjelaskan bahwa salah satu tujuan pelaporan keuangan adalah memberikan informasi keuangan yang dapat menunjukkan prestasi perusahaan dalam menghasilkan laba (earning per share). Disamping itu, laba merupakan suatu pos dasar dan penting dari ikhtisar keuangan yang memiliki berbagai kegunaan dalam berbagai konteks (Belkoui, 1993). Informasi yang terkandung di dalam laba (earnings) mempunyai peran sangat penting bagi pihak - pihak yang berkepentingan terhadap suatu perusahaan. Pihak internal dan eksternal perusahaan menggunakan laba sebagai dasar pengambilan keputusan seperti pemberian kompensasi dan pembagian bonus kepada manajer, pengukur prestasi atau kinerja manajemen, dan dasar penentuan besarnya pengenaan pajak (Wijayanti, 2006). Oleh sebab itu, laba menjadi pusat perhatian sekaligus memberikan sebuah sinyal tentang nilai perusahaan bagi investor, kreditor, pembuat kebijakan akuntansi dan pemerintah. Bagi pemerintah, dalam hal ini instansi pemerintah yang terkait adalah Direktorat Jenderal Pajak. Laba yang dilaporkan perusahaan menjadi dasar dalam penetapan pengenaan pajak. Oleh sebab itu, perusahaan menghitung dua versi laporan keuangan setiap tahunnya, yaitu laporan keuangan berdasarkan Generally Accepted Accounting Principles (GAAP) dan laporan keuangan yang dihitung berdasarkan ketentuan perpajakan yang berlaku (Deviana, 2010). Dari kedua versi laporan keuangan tersebut dapat menunjukkan adanya perbedaan dalam jumlah besarnya laba. Hal itu dikarenakan terdapat perbedaan perlakuan pengakuan dalam perhitungan laba menurut akuntansi (book income)

3 dengan laba / penghasilan menurut pajak (taxable income) atau sering disebut dengan istilah book-tax differences (Mildawati, 2015). Book-tax differences timbul dari perbedaan yang sifatnya sementara (temporary differences) dan sifatnya tetap (permanent differences). Perbedaan yang bersifat sementara (temporary differences) timbul akibat dari perbedaan metode akuntansi serta saat pengakuan pendapatan dan biaya. Perbedaan temporer diproyeksikan akan mempengaruhi laba pada periode yang akan datang karena perbedaan temporer ini akan menimbulkan aset pajak tangguhan serta kewajiban pajak tangguhan (Hutagaol, 2006). Untuk perbedaan yang sifatnya tetap (permanent differences) timbul karena adanya perbedaan tujuan dan fungsinya serta rugi yang diderita pada tahun-tahun sebelumnya yang dapat dikompensasikan atas laba tahun berjalan (loss carryforward) (Hutagaol, 2006). Dengan demikian, manajemen berkewajiban melakukan penyesuaian atas laba akuntansinya dengan ketentuan perpajakan yang berlaku untuk menghitung laba fiskal atau biasa disebut dengan rekonsiliasi fiskal (Deviana, 2010). Rekonsiliasi fiskal merupakan mekanisme teknis yang dilakukan oleh wajib pajak PPh ketika menghitung pajak menggunakan basis pembukuan (Kiswara, 2009:107). Rekonsiliasi fiskal menyandingkan antara laporan laba rugi komersil dengan perhitungan laba kena pajak. Hal ini dikarenakan adanya perbedaan konsep pengakuan, penilaian dan pengungkapan penghasilan dan biaya.

4 Soewito (2009), penyesuaian fiskal positif dalam komponen penghasilan terjadi bila mengakibatkan penghasilan komersil bertambah yang dikarenakan penghasilan tersebut belum diperhitungkan dalam penghasilan komersil. Dan untuk komponen biaya, maka penyesuaian fiskal positif terjadi apabila komponen biaya dalam perhitungan komersil berkurang, sebagai akibat tidak diperkenankannya suatu jenis biaya tertentu diperhitungkan sebagai biaya fiskal dalam perhitungan PPh. Adapun penyesuaian fiskal negatif atas penghasilan dan biaya adalah kebalikan pengertian dari penyesuaian fiskal positif Akan tetapi, laporan keuangan komersil yang dijadikan sebagai dasar dalam rekonsiliasi fiskal guna menghitung laba kena pajak sering kali tidak mempresentasikan keadaan ekonomi perusahaan yang sebenarnya. Karena terkadang manajemen perusahaan akan berusaha menampilkan kinerja keuangan yang baik melalui kebijakan akuntansi yang diperbolehkan, sehingga akan mempengaruhi besarnya jumlah pertumbuhan laba yang akan datang (Kiswara, 2009). Penelitian ini menggunakan perusahaan yang terdaftar dalam Jakarta Islamic Index (JII) dengan menggunakan data laporan tahunan selama 3 tahun, yakni tahun 2012-2014 sebagai objek penelitian. JII merupakan indeks saham yang mencerminkan kinerja atau pergerakan indeks harga saham syariah dari 30 saham syariah pilihan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Konstituen JII adalah 30 saham syariah pilihan yang tercatat di BEI dan terdaftar dalam Daftar Efek Syariah (DES). JII pertama kali diluncurkan oleh BEI (pada saat itu

5 masih bernama Bursa Efek Jakarta) bekerjasama dengan PT Danareksa Investment Management pada tanggal 3 Juli 2000 (www.idx.co.id). Saham syariah yang menjadi konstituen JII terdiri dari 30 saham yang merupakan saham-saham syariah paling likuid dan memiliki kapitalisasi pasar yang besar. BEI melakukan review JII setiap 6 bulan, yang disesuaikan dengan periode penerbitan DES oleh OJK. Setelah dilakukan penyeleksian saham syariah oleh OJK yang dituangkan ke dalam DES, BEI melakukan proses seleksi lanjutan yang didasarkan kepada kinerja perdagangannya (www.idx.co.id). Penelitian yang berkaitan dengan hubungan pengaruh book-tax differences terhadap pertumbuhan laba dilakukan oleh Jackson (2009). Memberikan bukti empiris bahwa perbedaan permanen berpengaruh positif terhadap pertumbuhan laba, akan tetapi berpengaruh negatif dengan perubahan beban pajak. Sedangkan untuk perbedaan temporer memiliki hubungan negatif terhadap pertumbuhan laba. Penelitian di Indonesia mengenai book-tax differences berkaitan dengan persistensi laba dilakukan oleh Brolin dan Rohman (2014). Brolin dan Rohman (2014) menguji apakah Book-Tax Differences akan berpengaruh pada pertumbuhan laba. Dalam penelitian tersebut Brolin dan Rohman berhasil membuktikan bahwa perbedaan permanen tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perubahan laba. Hasil penelitian tersebut tidak konsisten dengan hasil penelitian sebelumnya (Jackson, 2009 ; Lev dan Nissim, 2004). Jackson (2009) dan Lev and Nissim (2004) menemukan bahwa perbedaan permanen memiliki korelasi negatif

6 dengan tax expenses. Jadi secara teoritis akan memiliki korelasi positif dengan pertumbuhan laba (pertumbuhan laba bersih). Sedangkan pengujian perbedaan temporer yang dilakukan Brolin dan Rohman (2014) memberikan bukti empiris bahwa perbedaan temporer memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan laba dengan arah positif. Hasil tidak konsisten dengan penelitian yang dilakukan sebelumnya oleh Jackson (2009) menyatakan bahwa perbedaan temporer memiliki hubungan negatif terhadap net income. Dengan adanya perbedaan hasil dari penelitian sebelumnya maka peneliti melakukan pengujian kembali untuk meninjau kekonsistenan hasil penelitian dalam mengidentifikasikan pengaruh book-tax differences dengan pertumbuhan laba pada perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index (JII) pada selama tahun 2012-2014. Pemilihan perusahaan pada JII dalam penelitian ini dikarenakan perusahaan pada JII telah melalui filter yang cukup ketat dan lebih spesifik dibandingkan dengan Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI). Berdasarkan latar belakang tersebut, peneliti ingin menguji bagaimana pengaruh book-tax differences terhadap pertumbuhan laba (studi empiris pada perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index (JII) tahun 2012-2014). 1.2 Identifikasi Masalah Berdasarkan uraian latar belakang masalah diatas, penulis mengidentifikasi masalah-masalah penelitian diantaranya. Informasi yang terkandung dalam Book-tax Differences terdapat dua perlakuan dalam menghitung pajak dan laba, apakah menggunakan perhitungan laba menurut akuntansi (Book

7 income) dengan laba/penghasilan menurut pajak (Taxable income) sehingga perlu dilakukan rekonsiliasi fiskal. 1.3 Batasan Masalah Penelitian ini dibatasi pada menguji pengaruh beda temporer, beda permanen dan book-tax differences sebagai variabel independen terhadap pertumbuhan laba periode kedepan perusahaan. Penelitian ini menggunakan data sekunder dan juga hanya menggunakan sampel dari perusahaan yang terdaftar pada Jakarta Islamic Index (JII) pada tahun 2012 sampai dengan 2014. 1.4 Rumusan Masalah Berdasarkan research gap dari hasil penelitian yang dilakukan Jackson (2009) dengan penelitian yang dilakukan oleh Brolin dan Rohman (2014), maka peneliti mengkaji kembali pengaruh book-tax differences terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index (JII) periode 2012 sampai dengan 2014. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah : 1. Apakah perbedaan temporer berpengaruh terhadap pertumbuhan laba perusahaan satu periode ke depan? 2. Apakah perbedaan permanen berpengaruh terhadap pertumbuhan laba perusahaan satu periode ke depan? 3. Apakah Book-tax Differences berpengaruh terhadap pertumbuhan laba perusahaan satu periode ke depan?

8 1.5 Tujuan Penelitian Sesuai dengan rumusan masalah, tujuan yang diharapkan dari penelitian ini adalah : 1. Untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh perbedaan temporer terhadap pertumbuhan laba perusahaan satu periode kedepan. 2. Untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh perbedaan permanen terhadap pertumbuhan laba perusahaan satu periode kedepan. 3. Untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh book-tax differences terhadap pertumbuhan laba perusahaan satu periode kedepan. 1.6 Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan mampu memberikan manfaat bagi pihak-pihak pemakai laporan keuangan, antara lain sebagai berikut: 1. Bagi Emiten Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai salah satu pertimbangan pengambilan keputusan dalam bidang keuangan terutama dalam memaksimumkan laba dengan memperhatikan komponen perpajakan yang diteliti dalam penelitian ini. 2. Bagi stakeholder Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan di dalam pengambilan keputusan investasi.

9 3. Bagi akademis Penelitian ini diharapkan dapat membantu memudahkan memahami tentang perbedaan temporer, perbedaan permanen dan book-tax differences yang berhubungan dengan pertumbuhan laba perusahaan satu periode kedepan. 1.7 Jadwal Penelitian Terlampir. 1.8 Sistematika Penulisan Dalam penelitian ini, pembahasan dan penyajian hasil penelitian akan disusun dengan sistematika sebagai berikut: BAB I : PENDAHULUAN Pada bab ini meliputi latar belakang masalah yang menjadi dasar pemikiran atau latar belakang penelitian ini untuk selanjutnya disusun rumusan masalah dan diuraikan tentang tujuan dan manfaat penelitian serta disusun sistematika penulisan di akhir bab ini. BAB II : TELAAH PUSTAKA Pada bab ini meliputi tentang landasan teori yang menjadi dasar dari penelitian dan penelitian terdahulu yang dijadikan dasar dalam perumusan hipotesis dan analisis penelitian ini. Setelah itu diuraikan dan digambarkan kerangka pemikiran dari penelitian kemudian disebutkan hipotesis yang ingin diuji dalam penelitian ini.

10 BAB III : METODE PENELITIAN Pada bab ini berisi tentang variabel penelitian dan definisi operasional variabel, populasi dan sampel, jenis dan sumber data, metode pengumpulan data serta metode analisis data. BAB IV : HASIL DAN ANALISIS DATA Pada bab ini berisi tentang deskripsi dari objek penelitian, kemudian hasil analisis data dari pengujian pengujian statistik dan diakhiri dengan interpretasi hasil berupa penolakan atau penerimaan hipotesis yang diuji. BAB V : PENUTUP Pada bab ini berisi kesimpulan atas hasil analisis pada bab sebelumnya, keterbatasan penelitian serta saran bagi penelitian berikutnya.

BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Kajian Teori 2.1.1 Teori Stakeholder Semua stakeholder memiliki hak untuk memperoleh informasi mengenai aktivitas perusahaan yang mempengaruhi mereka. Pada awalnya, pemegang saham sebagai satu-satunya stakeholder perusahaan. Pandangan ini didasarkan pada argumen yang disampaikan Friedman (1962) yang mengatakan bahwa tujuan utama perusahaan adalah untuk memaksimumkan kemakmuran pemiliknya. Namun demikian, Freeman (1983) tidak setuju dengan pandangan ini dan memperluas definisi stakeholder dengan memasukkan konstituen yang lebih banyak, termasuk kelompok yang tidak menguntungkan (adversarial group) seperti pihak yeng memiliki kepentingan tertentu dan regulator (Ghozali dan Chariri, 2007:409) Menurut Ghazali dan Chariri (2007:409), Teori Stakeholder merupakan teori yang menyatakan bahwa perusahaan bukanlah entitas yang hanya beroperasi untuk kepentingan sendiri, namun harus memberikan manfaat kepada seluruh stakeholder-nya (pemegang saham, kreditor, konsumen, supplier, pemerintah, masyarakat, analis, dan pihak lain). Kelompok stakeholder inilah yang menjadi bahan pertimbangan bagi manajemen perusahaan dalam mengungkap atau tidak suatu informasi di dalam laporan perusahaan tersebut. Tujuan utama dari teori stakeholder adalah untuk membantu manajemen perusahaan dalam meningkatkan penciptaan nilai sebagai

12 dampak dari aktivitas-aktivitas yang dilakukan dan meminimalkan kerugian yang mungkin muncul bagi stakeholder (Ghazali dan Chariri, 2007:409). Teori ini mengharapkan manajemen perusahaan melaporkan aktivitasaktivitas perusahaan kepada para stakeholder, yang berisi mengenai bagaimana dampak kegiatan atau aktivitas-aktivitas yang dilakukan oleh perusahaan kepada stakeholder, jadi stakeholder mempunyai hak untuk mengetahui informasi yang disampaikan baik yang bersifat keuangan maupun non keuangan meskipun nantinya mereka memilih untuk tidak menggunakan informasi tersebut Ghazali dan Chariri, 2007:409). Menurut Ghazali dan Chariri (2007:409), informasi yang terdapat di dalam Book-tax Differences baik berupa perbedaan temporer dan perbedaan permanen mengenai pertumbuhan laba perusahaan satu periode yang akan datang, boleh digunakan ataupun tidak digunakan oleh para stakeholder dalam pengambilan keputusan. Meskipun stakeholder theory mampu memperluas perspektif pengelolaan perusahaan dan menjelaskan dengan jelas hubungan antara perusahaan dengan stakeholder, teori ini memiliki kelemahan. Gray et al (1997) mengatakan bahwa kelemahan dari stakeholder theory terletak pada fokus teori tersebut yang hanya tertuju pada cara-cara yang digunakan perusahaan dalam mengatur stakeholder-nya. Perusahaan hanya diarahkan untuk mengidentifikasi stakeholder yang dianggap penting dan berpengaruh dan perhatian perusahaan akan diarahkan pada stakeholder yang dianggap bermanfaat bagi perusahaan. Mereka yakin

13 bahwa stakeholder theory mengabaikan pengaruh masyarakat luas (society as a whole) terhadap penyediaan informasi dalam pelaporan keuangan (Ghozali dan Chariri, 2007:411). 2.1.2 Pertumbuhan Laba Ghozali dan Chariri (2003 :349) mengemukakan bahwa salah satu tujuan pelaporan keuangan adalah memberikan informasi keuangan yang dapat menunjukkan prestasi perusahaan dalam menghasilkan laba (earning per share). Laba adalah hasil dari suatu periode yang telah dicapai oleh perusahaan sebagaimana disebutkan dalam Statement of Financial Accounting Standards (SFAS) nomor 1, laba merupakan salah satu informasi potensial yang terkandung di dalam laporan keuangan dan yang sangat penting bagi pihak internal maupun eksternal perusahaan, untuk melakukan penaksiran earning power perusahaan di masa yang akan datang. Belkaoui (1993) menyatakan bahwa laba merupakan suatu pos dasar dan penting dari ikhtisar keuangan yang memiliki berbagai kegunaan dalam berbagai konteks. Laba umumnya dipandang sebagai suatu dasar bagi perpajakan, determinan pada kebijakan pembayaran dividen, pedoman investasi, pengambilan keputusan dan unsur prediksi. Pertama, laba sebagai suatu dasar bagi perpajakan yaitu suatu versi laba yang dikenal sebagai laba kena pajak, dihitung sesuai dengan aturan-aturan yang ditentukan oleh Direktorat Jenderal Pajak yang dijadikan dasar pengenaan pajak. Kedua, laba dianggap sebagai determinan kebijakan pembayaran dividen. Laba diakui sebagai indikator dari jumlah maksimum yang harus dibagikan

14 sebagai dividen dan laba ditahan untuk perluasaan atau diinvestasikan di dalam perusahaan. Akan tetapi, pengakuan laba belum tentu akan menjamin dividen dibayarkan hal itu disebabkan karena terdapat perbedaan akuntansi akrual dengan akuntansi kas. Sebuah perusahaan dapat mengakui suatu jumlah laba dan pada saat yang bersamaan tidak mempunyai dana untuk membayar dividen. Ketiga, laba pada umumnya dipandang sebagai pedoman investasi dan pedoman dalam pengambilan keputusan. Laba digunakan para investor untuk mengetahui dan memeperhitungkan pengembalian/return atas modal yang diinvestasikannya tersebut, yang sepadan dengan tingkat resiko yang dapat diterima. Jadi jumlah laba pada laporan keuangan tersebut dapat mencerminkan kinerja perusahaan dan dapat mempengaruhi keputusan investor apakah ingin berinvestasi pada perusahaan tersebut atau tidak. Keempat, laba sebagai suatu alat prediktif yang membantu dalam peramalan laba mendatang dan peristiwa ekonomi yang akan datang. Nilai laba di masa lalu, yang didasarkan pada biaya historis dan nilai berjalan, terbukti berguna dalam meramalkan nilai mendatang. Laba terdiri dari hasil opersional atau laba biasa dan hasil-hasil nonoperasional atau keuntungan dan kerugian luar biasa di mana jumlah keseluruhannya sama dengan laba bersih. Kelima, laba bisa dipandang sebagai suatu ukuran efisiensi. Laba adalah suatu ukuran kepengurusan (stewardship) manajemen atas sumberdaya suatu kesatuan dan ukuran efisiensi manajemen dalam menjalankan usaha suatu perusahaan (Belkaoui, 1993).

15 Selain itu, laba juga mempunyai karakteristik, Ghozali dan Chariri (2003:347) menjelaskan beberapa karakteristik laba antara lain sebagai berikut: 1. laba didasarkan pada transaksi yang benar-benar terjadi, 2. laba didasarkan pada postulat periodisasi, artinya merupakan prestasi perusahaan pada periode tertentu, 3. laba didasarkan pada prinsip pendapatan yang memerlukan pemahaman khusus tentang definisi, pengukuran dan pengakuan pendapatan, 4. laba memerlukan pengukuran tentang biaya dalam bentuk biaya historis yang dikeluarkan perusahaan untuk mendapatkan pendapatan tertentu, dan 5. laba didasarkan pada prinsip penandingan (matching) antara pendapatan dan biaya yang relevan dan berkaitan dengan pendapatan tersebut. Perbandingan yang tepat atas pendapatan dan biaya tergambar dalam laporan laba rugi. Penyajian laba melalui laporan tersebut merupakan fokus kinerja perusahaan yang penting. Kinerja perusahaan merupakan hasil dari serangkaian proses dengan mengorbankan berbagai sumber daya. Adapun salah satu parameter penilaian kinerja perusahaan tersebut adalah pertumbuhan laba. Pertumbuhan laba merupakan prosentase kenaikan laba yang diperoleh perusahaan. Oleh sebab itu, pertumbuhan laba yang diperoleh perusahaan merupakan tujuan perusahaan jadi informasi yang berhubungan dengan laba akan digunakan para stakeholder dalam setiap pengambilan keputusan agar keputusan yang dihasilkan tersebut efektif dan efisien dalam melakukan aktivitas aktivitas perusahaan yang berdampak pada kepentingan stakeholder.

16 2.1.3 Beda Waktu (Temporary Differences) Perbedaan temporer atau beda waktu merupakan perbedaan waktu pengakuan penghasilan atau biaya antara pajak dan akuntansi sehingga mengakibatkan besarnya laba akuntansi lebih tinggi daripada laba pajak atau sebaliknya dalam suatu periode (Deviana, 2010). Perbedaan temporer muncul karena adanya perbedaan tujuan antara akuntansi dengan aturan pajak. Untuk tujuan pelaporan keuangan, pendapatan diakui ketika diperoleh dan biaya diakui pada saat terjadinya, atau accrual basic. Dan Prinsip Akuntansi Berterima Umum (PABU) memberikan kebebasan bagi manajemen untuk memilih prosedur akutansinya. Manajer dapat memilih salah satu diantara beberapa metoda akuntansi yang berbeda, misalnya dalam penentuan metoda depresiasi dan pengestimasian perioda depresiasi dan amortisasi, serta manajer bebas menggunakan pertimbangannya untuk menentukan besarnya cadangan dana yang dapat mengurangi laba, misalnya penentuan cadangan piutang tidak tertagih, cadangan kompensasi, cadangan garansi, dan lain-lain (Mills dan Newberry dalam Wijayanti, 2006). Sedangkan untuk tujuan pajak, perusahaan hanya mengakui pendapatan yang diterima dan biaya yang dikeluarkan pada perioda yang bersangkutan. Dengan kata lain, pendapatan dicatat ketika kas diterima, penangguhan pendapatan (unearned) tidak dimasukkan dalam laba fiskal, dan biaya diakui pada saat kas dikeluarkan, atau cash basic. Hal ini dikarenakan peraturan pajak tidak memperkenankan adanya pengestimasian dan pencadangan biaya yang dapat mengurangi penghasilan kena pajak serta peraturan perpajakan tidak memberikan

17 banyak keleluasaan bagi manajemen dalam menggunakan estimasi atau metode akuntansi dalam pelaporan pajak perusahaan. (Wijayanti, 2006). Perbedaan temporer juga akan menimbulkan pergeseran pengakuan penghasilan atau biaya ke tahun berikutnya atau ke tahun lain. Empat transaksi yang dapat menimbulkan beda waktu antara lain (Kiswara, 2009:128): 1. Penghasilan yang masuk perhitungan pajak sesudah laba akuntansi : laba bruto penjualan angsuran, laba bruto kontrak jangka panjang, pendapatan dari investasi saham. 2. Biaya atau rugi perhitungan pajak sesudah laba akuntansi: taksiran biaya garansi/jaminan produk, taksiran kerugian kontrak pembelian, persediaan barang, kerugian piutang dan investasi jangka pendek. 3. Pendapatan pajak sebelum laba akuntansi: sewa, bunga dan persekot. Biaya atau rugi pajak sebelum laba akuntansi: depresiasi dan biaya dalam masa konstruksi aset tetap (seperti pajak dan bunga). 2.1.4 Beda Tetap (Permanent Differences) Beda tetap atau perbedaan permanen merupakan item-item yang dimasukkan dalam salah satu ukuran laba, tetapi tidak dimasukkan dalam ukuran laba yang lain. Dengan kata lain, jika suatu item termasuk dalam ukuran laba akuntansi, maka item tersebut tidak dimasukkan dalam ukuran laba fiskal dan sebaliknya (Wijayanti, 2006). Misalnya bunga deposito diakui sebagai pendapatan dalam laba akuntansi, tetapi tidak diakui sebagai pendapatan dalam laba fiskal. Pos-pos yang termasuk beda tetap: 1. Penghasilan bunga dari bank

18 2. Penghasilan dividen kecuali penghasilan dividen dari perseroan terbatas yang mempunyai saham di perseroan terbatas lain sebesar 25% atau lebih, penerimaan dividennya tidak termasuk objek pajak/tidak dikenakan pajak yang telah diatur dalam Ketentuan Peraturan Perundang undangan Perpajakan Pasal 4 (3) 3. Penghasilan dari hadiah undian 4. Keuntungan dari penjualan penyertaan saham di bursa efek 5. Penghasilan berupa sumbangan dari pihak yang mempunyai hubungan usaha, pekerjaan, kepemilikan dan penguasaan 6. Biaya sumbangan/bantuan, selain biaya sumbangan untuk bencana alam yang dikategorikan sebagai bencana nasional 7. Pemberian perusahaan kepada karyawan dalam bentuk natura dan kenikmatan tidak boleh dibebankan sebagai biaya untuk menghitung laba kena pajak (Pasal 9 ayat 1 huruf e). Kecuali pemberian perusahaan kepada dalam bentuk uang boleh dibebankan sebagai biaya untuk menghitung laba kena pajak 8. PPh atas royalti yang ditanggung pemberi hasil 9. Biaya representatif yang tidak ada daftar normatifnya 10. Biaya denda dan bunga pajak 11. Hibah/warisan Pengurang lainnya yang tidak diperbolehkan menurut fiskal (nondeductible expenses) sebagaimana telah diatur dalam Ketentuan Peraturan Perundang undangan Perpajakan Pasal 9 (1) (Wijayanti, 2006).

19 2.1.5 Book-tax Differences Book-tax Differences merupakan perbedaan jumlah laba yang dihitung berdasarkan akuntansi dengan laba yang dihitung sesuai dengan peraturan perpajakan (Hanlon, 2005). Sedangkan menurut ketentuan perundang-undangan perpajakan pada dasarnya antara akuntansi keuangan dan akuntansi pajak memiliki kesamaan tujuan, yaitu untuk menetapkan hasil operasi bisnis dengan pengukuran dan rekognisi penghasilan dan biaya. Pada umumnya, perusahaan yang bergerak dibidang bisnis akan menyusun laporan keuangan untuk dua tujuan setiap tahunnya. Tujuan yang pertama ialah pelaporan keuangan sesuai dengan Generally Accepted Accounting Principles (GAAP) dan yang kedua yaitu sesuai dengan undang-undang perpajakan untuk menentukan besarnya kewajiban pajak perusahaan yang harus dibayarkan ke pihak regulator dalam hal ini yaitu pemerintah (Hanlon, 2005). Menurut standar akuntansi keuangan, tujuan laporan keuangan adalah untuk menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi pemakai laporan keuangan dalam rangka pengambilan keputusan (Zain, 2007:120). Informasi posisi keuangan terutama disediakan dalam neraca sedangkan informasi kinerja terutama disediakan dalam laporan laba rugi dan informasi perubahan posisi keuangan disajikan dalam laporan arus kas. Akan tetapi, Zain (2007:122) menjelaskan bahwa ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan tidak hanya sekedar instrumen pentransfer sumber daya, akan tetapi sering kali digunakan untuk tujuan mempengaruhi

20 perilaku wajib pajak untuk investasi kesejahteraan dan lain-lain yang terkadang dijadikan alasan untuk membenarkan penyimpangan dan prinsip akuntansi. Dalam penerapannya terdapat perbedaan prinsip atau perlakuan akuntansi dengan aturan perpajakan yang berlaku sehingga menyebabkan dua jenis penghasilan, yaitu laba akuntansi dan penghasilan kena pajak. Meskipun antara laba akuntansi dan penghasilan kena pajak disusun atas dasar akrual, akan tetapi hasil akhir dari perhitungan tersebut besarnya tidak sama (Hanlon, 2005). Besarnya pajak penghasilan yang harus dibayar oleh perusahaan dapat dihitung berdasarkan penghasilan kena pajak, penghasilan kena pajak perusahaan diperoleh dari rekonsiliasi fiskal terhadap laba akuntansi. Rekonsiliasi fiskal merupakan penggabungan antara penyajian laporan keuangan laba rugi akuntansi dengan laba rugi fiskal guna memperhitungkan besarnya penghasilan kena pajak (Deviana, 2010) Penghasilan kena pajak dihitung berdasarkan laporan laba rugi akuntansi yang dikoreksi positif maupun negatif di dalam rekonsiliasi fiskal sesuai dengan ketentuan pembukuan pajak menurut undang-undang (Kiswara, 2009:62). Dengan demikian nampak bahwa terdapat perbedaan konsep pengakuan antara pendapatan dan biaya antara akuntansi dengan pajak. Perbedaan pengakuan pendapatan dan biaya sehingga menyebabkan perbedaan laba sebagai berikut: 1. Penghasilan yang diakui dalam laba usaha oleh akuntansi tetapi tidak diakui sebagai penghasilan menurut perpajakan. Jenis penghasilan ini merupakan jenis penghasilan yang dikenakan pajak bersifat final yang telah diatur dalam

21 Ketentuan Peraturan Perundang-undangan Perpajakan Pasal 4 ayat 2 seperti bunga bank, penghasilan dari hadiah, dan keuntungan dari penjualan penyertaan saham di bursa efek, selain itu penghasilan dividen dari perseroan terbatas yang mempunyai saham di perseroan terbatas lain sebesar 25% atau lebih yang diatur dalam Ketentuan Peraturan Perundang-undangan Perpajakan Pasal 4 ayat 3. 2. Penghasilan yang tidak diakui dalam laba usaha oleh akuntansi tetapi diakui sebagai penghasilan menurut perpajakan. Misalnya hibah/sumbangan yang mempunyai hubungan usaha, pekerjaan, pemilikan dan penguasaan. Biaya yang diakui sebagai pengurang laba akuntansi, tetapi tidak diakui sebagai pengurang laba menurut pajak yang tercantum dalam Ketentuan Peraturan Perundang-undangan Perpajakan Pasal 9 (1). Biaya ini meliputi biaya-biaya yang tidak boleh dikurangkan dari penghasilan bruto, misalnya pemberian tunjangan kepada karyawan berupa natura atau kenikmatan dll. Dalam konteks akuntansi perpajakan perbedaan tersebut menimbulkan dua jenis beda yaitu beda tetap (permanent differences) dan beda waktu (temporary differences). 2.2 Hasil Penelitian yang Relevan Beberapa penelitian telah mengkaji tentang pengaruh Book-tax Differences terhadap pertumbuhan laba pada periode yang akan datang, antara lain: Pertama, penelitian yang dilakukan oleh Brolin dan Rohman (2014), yang berjudul Pengaruh Book-tax Differences Terhadap Pertumbuhan Laba.

22 Penelitian ini menggunakan metode analisis linier berganda, sampel penelitian tersebut adalah 355 perusahaan manufaktur pada periode tahun 2008-2012. Hasil dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa perbedaan permanen tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan laba. Hal ini menunjukkan bahwa pertumbuhan laba tidak dipengeruhi perbedaan permanen sebagai komponen pembentuk Book-tax Differences. Sedangkan perbedaan temporer memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan laba dengan arah positif. Hal ini menunjukkan bahwa perbedaan temporer yang merupakan komponen pembentuk Book-tax Differences berpengaruh terhadap pertumbuhan laba. Kedua, penelitian yang dilakukan oleh Mildawati (2015), yang berjudul Pengaruh Perbedaan Laba Akuntansi dan Laba Fiskal Terhadap Perubahan Laba. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan sampel penelitian 21 perusahaan pertambangan yang terdaftar di BEI pada periode tahun 2010-2014. Hasil dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa perbedaan permanen tetap berpengaruh negatif terhadap perubahan laba satu periode kedepan, hal ini dikarenakan oleh komponen penyusun variabel permanen itu sendiri yaiti itemitem yang akan ditambahkan kembali dalam rekonsiliasi fiskal. Sehingga dapat disimpulkan bahwa perbedaan permanen merupakan komponen pembentuk Booktax Differences mempengeruhi perubahan laba satu periode kedepan. Sedangkan perbedaan temporer waktu berpengaruh positif terhadap perubahan laba satu periode kedepan. Pengaruh positif pada variabel ini menunjukkan adanya manfaat pajak tangguhan. Hal ini berarti bahwa perbedaan

23 temporer yang merupakan komponen pembentuk Book-tax Differences berpengaruh terhadap perubahan laba satu periode kedepan. Ketiga, penelitian yang dilakukan oleh Hutabarat (2013), yang berjudul Pengaruh Book-tax Differences Terhadap Pertumbuhan Laba. Penelitian ini menggunakan metode analisis regresi data panel dengan sampel penelitian 12 perusahaan food and beverages yang terdaftar di BEI dari tahun 2010-2012. Hasil dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa Book-tax Differences berpengaruh signifikan negatif terhadap pertumbuhan laba. Ini menunjukkan terdapat pengaruh yang negatif dari Book-tax Differences terhadap pertumbuhan laba. Semakin tinggi nilai Book-tax Differences yang dimiliki oleh suatu perusahaan maka pertumbuhan laba perusahaan tersebut akan semakin rendah. Keempat, penelitian yang dilakukan oleh Martani dan Persada (2009), yang berjudul Pengaruh Book Tax Gap Terhadap Persistensi Laba. Penelitian ini menggunakan metode panel data (pooled regression). Hasil dari penelitian tersebut menunjukkan beda waktu memiliki hubungan negatif dengan pertumbuhan laba bersih sebelum pajak dan berhubungan positif terhadap pertumbuhan laba bersih. Beda tetap berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan laba sebelum pajak dan pertumbuhan laba bersih. Kelima, penelitian yang dilakukan oleh Waluyo (2016), yang berjudul The Relationship Between Book-tax Differences and Earnings Growth Within Indonesian Manufacturing Firms. Penelitian ini menggunakan metode Multiple Regression Analysis (MRA) dengan sampel 390 perusahaan yang listed pada Indonesia Stock Exchange (IDX) pada tahun 2010-2014.

24 Hasil dari penelitian tersebut menunjukkan hasilnya menunjukkan bahwa permanen buku-pajak perbedaan positif dan signifikan terkait dengan perubahan pendapatan sebelum pajak, sedangkan perbedaan buku-pajak sementara adalah negatif dan signifikan terkait dengan perubahan pendapatan sebelum pajak. Hasil lebih lanjut menunjukkan bahwa perbedaan buku-pajak permanen positif dan signifikan terkait dengan perubahan laba bersih, sementara perbedaan buku-pajak sementara adalah negatif dan signifikan terkait dengan perubahan pendapatan sebelum pajak. 2.3 Kerangka Pemikiran Dalam penelitian ini, pertumbuhan laba perusahaan satu periode kedepan diprediksi dengan informasi yang terdapat dalam Book-tax Differences (perbedaan jumlah laba menurut perhitungan akuntansi dengan jumlah laba menurut perhitungan pajak sesuai dengan ketentuan peraturan perpajakan yang berlaku). Book-tax Differences timbul akibat adanya perbedaan pengakuan penghasilan/biaya, sehingga timbul perbedaan temporer dan perbedaan permanen. Perbedaan temporer timbul adanya perbedaan waktu pengakuan penghasilan/biaya menurut akuntansi dengan menurut perpajakan sehingga mengakibatkan besarnya laba akuntansi lebih tinggi daripada laba pajak atau sebaliknya dalam suatu periode (Deviana, 2010). Sedangkan perbedaan permanen merupakan penghasilan/biaya yang dimasukkan dalam salah satu ukuran laba, tetapi tidak dimasukkan dalam ukuran laba yang lain (Wijayanti, 2006).

25 Gambar 2.1 Kerangka Pemikiran Penelitian Perbedaan Temporer H1 Perbedaan Permanen H2 Pertumbuhan Laba Book-tax Differences H3 2.4 Hipotesis 2.4.1 Pengaruh Perbedaan Temporer terhadap Pertumbuhan Laba Perbedaan waktu terjadi karena perbedaan waktu pengakuan pendapatan dan biaya antara pajak dengan akuntansi. Menurut Kiswara (2009) terdapat empat jenis transaksi yang menimbulkan beda waktu adalah: (1) Penghasilan masuk perhitungan pajak sesudah laba akuntansi. (2) Biaya atau rugi perhitungan pajak sesudah laba akuntansi. (3) Pendapatan pajak sebelum laba akuntansi. (4) Biaya atau rugi pajak sebelum laba akuntansi. Menurut Harnanto (2003), perbedaan temporer adalah perbedaan antara dasar pengenaan pajak dari suatu aset atau kewajiban dengan nilai tercatat aset atau kewajiban tersebut yang akan berakibat pada kenaikan atau bertambahnya laba fiskal periode mendatang (future taxable amountor taxable temporary differences) atau berkurangnya laba fiskal periode mendatang (future deductible amount or deductible temporary differences). Pada saat nilai tercatat aset

26 dipulihkan atau nilai tercatat kewajiban diselesaikan atau dilunasi, memberikan keleluasaan kepada perusahaan untuk menghitung pajak penghasilan berdasarkan Penghasilan Kena Pajak (PKP) atau laba fiskal tanpa menyajikan efeknya di dalam neraca. Menurut Mildawati (2015), beban pajak (penghasilan pajak) terdiri atas beban pajak kini (penghasilan pajak kini) dan beban pajak tangguhan (penghasilan pajak tangguhan). Pajak kini adalah jumlah pajak penghasilan yang terutang (dilunasi) atas laba kena pajak (rugi pajak) untuk satu periode. Liabilitas pajak tangguhan adalah jumlah pajak penghasilan terutang pada periode masa depan sebagai akibat adanya perbedaan temporer kena pajak. Jumlah pajak kini untuk periode kini dan periode sebelumnya yang belum dibayar diakui sebagai liabilitas. Apabila jumlah pajak yang telah dibayar untuk periode kini dan periode periode sebelumnya melebihi jumlah pajak yang terutang untuk periode periode tersebut, maka selisihnya diakui sebagai aset (Mildawati, 2015). Perbedaan waktu atau temporer terjadi karena perbedaan waktu pengakuan pendapatan dan biaya antara pajak dengan akuntansi. Suatu biaya atau penghasilan telah diakui menurut akuntansi komersial dan belum diakui menurut fiskal, atau sebaliknya. Hal ini menyebabkan besarnya laba akuntansi lebih tinggi daripada laba fiskal atau sebaliknya (Kiswara, 2011). Perbedaan temporer sebagai pembentuk Book-tax Differences menyebabkan adanya koreksi fiskal baik positif maupun negatif. Koreksi positif menyebabkan laba fiskal bertambah. Jika laba fiskal bertambah maka beban pajak pajak yang harus dibayarkan akan semakin

27 besar. Semakin besar beban pajak yang harus dibayarkan maka semakin kecil laba bersih yang dihasilkan (Rosanti, 2013). Brolin dan Rohman (2014) memaparkan bahwa koreksi negatif menyebabkan laba fiskal berkurang sehingga beban pajak yang harus dibayarkan semakin kecil. Beban pajak yang semakin kecil membuat laba bersih menjadi semakin besar. Oleh karena itu, perbedaan temporer berpengaruh dengan pertumbuhan laba. Perbedaan ini bersifat sementara karena akan tertutup pada periode sesudahnya. Penelitian ini memprediksi adanya hubungan positif antara perbedaan temporer dengan pertumbuhan laba. Berdasarkan hal tersebut maka dapat dirumuskan hipotesis Pertama dalam penelitian ini: H1 : Perbedaan temporer berpengaruh terhadap pertumbuhan laba satu periode kedepan. 2.4.2 Pengaruh Perbedaan Permanen terhadap Pertumbuhan Laba Penelitian ini memprediksi pertumbuhan laba melalui informasi yang terkandung dalam Book-tax Differences. Penyebab perbedaan laporan keuangan komersial dan laporan keuangan fiskal adalah karena terdapat perbedaan prinsip akuntansi, perbedaan metode dan prosedur akuntansi, perbedaan pengakuan penghasilan dan biaya, serta perbedaan perlakuan penghasilan dan biaya (Resmi, 2009). Adapun prinsip-prinsip yang berlaku umum (Standar Akuntansi Keuangan disingkat SAK) yang telah diakui secara umum dalam dunia bisnis dan profesi tetapi tidak diakui dalam fiskal, yaitu prinsip konservatisme, prinsip harga perolehan, prinsip pemadanan biaya-manfaat (Resmi, 2009).

28 Menurut Kiswara (2011), perbedaan pengakuan penghasilan dan biaya antara penyajian laporan keuangan komersial (menurut SAK) dengan laporan keuangan fiskal (menurut aturan perpajakan) dibagi menjadi beda waktu/temporer dan beda tetap/ permanen. Perbedaan tetap terjadi karena transaksi transaksi pendapatan dan biaya diakui menurut akuntansi komersial dan tidak diakui menurut fiskal. Perbedaan tetap mengakibatkan laba (rugi) bersih menurut akuntansi berbeda (secara tetap) dengan penghasilan (laba) kena pajak menurut fiskal. Perbedaan permanen sebagai pembentuk Book-tax Differences menyebabkan adanya koreksi fiskal baik positif maupun negatif (Kiswara, 2011). Koreksi positif menyebabkan laba fiskal bertambah. Jika laba fiskal bertambah maka beban pajak pajak yang harus dibayarkan akan semakin besar. Semakin besar beban pajak yang harus dibayarkan maka semakin kecil laba bersih yang dihasilkan. Koreksi negatif menyebabkan laba fiskal berkurang sehingga beban pajak yang harus dibayarkan semakin kecil. Beban pajak yang semakin kecil membuat laba bersih menjadi semakin besar. Oleh karena itu, perbedaan permanen berpengaruh dengan pertumbuhan laba (Brolin dan Rohman, 2014). Berdasarkan hal tersebut maka dapat dirumuskan hipotesis Kedua dalam penelitian ini: H2 : Perbedaan permanen berpengaruh terhadap pertumbuhan laba perusahaan satu periode kedepan.

29 2.4.3 Pengaruh Book-tax Differences terhadap Pertumbuhan Laba Book-tax Differences umumnya dapat dirujuk sebagai perbedaan antara laba laporan keuangan dan penghasilan kena pajak federal yang (Moore, 2012). Perbedaan buku pajak timbul karena penghasilan laporan keuangan dimaksudkan untuk menilai kinerja perusahaan, sedangkan penghasilan kena pajak federal dimaksudkan untuk menghitung jumlah pajak yang harus dibayar. Book-tax Differences secara umum dibagi menjadi dua, yaitu perbedaan permanen dan perbedaan temporer. Perbedaan tetap timbul dari transaksi pendapatan dan beban yang diakui oleh prinsip akuntansi tetapi tidak oleh peraturan pajak, sedangkan perbedaan temporer disebabkan oleh perbedaan waktu pengakuan antara prinsip akuntansi dan aturan (Huang dan Wang, 2013). Beberapa studi sebelumnya telah membahas kehadiran Book-tax Differences menunjukkan bahwa ukuran ini mampu mencerminkan kualitas laba. Mengacu Jackson (2011), aturan akuntansi menyediakan lebih banyak fleksibilitas dalam penyajian laporan keuangan relatif terhadap undang-undang pajak. Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa semakin tinggi perbedaan antara laba akuntansi dan laba kena pajak, semakin rendah kualitas laba. Jackson (2011) lebih menekankan pentingnya menyelidiki perbedaan buku-pajak, dan kemampuannya untuk memprediksi laba masa depan. Penulis menunjukkan bahwa pekerjaan tambahan yang dibutuhkan untuk memberikan pemahaman yang lebih berkaitan dengan hubungan antara perbedaan buku-pajak dan perubahan

30 laba serta peran penghasilan kena pajak untuk menentukan nilai perusahaan (Jackson, 2011). Hasil analisis yang telah dilakukan menunjukkan bahwa variabel Book-tax Differences (tax diff) mempunyai koefisien regresi yang negatif. Ini menunjukkan terdapat pengaruh yang negatif dari Book-tax Differences terhadap pertumbuhan laba. Semakin tinggi nilai Book-tax Differences yang dimiliki oleh suatu perusahaan maka pertumbuhan laba perusahaan tersebut akan semakin rendah (Loesiana, 2013). Hasil penelitian tersebut sejalan dengan penelitian terdahulu yang telah dilakukan oleh Wijayanti (2006), Ginting (2009), Martani dan Persada (2009) dan Saputro (2011) yang menyimpulkan bahwa Book-tax Differences berpengaruh secara negatif signifikan terhadap persistensi laba akuntansi satu periode ke depan. Dari hasil penelitian ini maka diketahui semakin besar Book-tax Differences akan mempengaruhi pertumbuhan laba yaitu semakin rendah. Ini bertentangan dengan penelitian yang dilakukan oleh Djamaludin (2008) yang mengatakan perusahaan dengan Book-tax Differences besar tidak terbukti sacara statistik mempunyai persistensi laba rendah dibandingkan perusahaan dengan Book-tax Differences kecil. Berdasarkan hal tersebut maka dapat dirumuskan hipotesis Ketiga dalam penelitian ini : H3 : Book-tax Differences berpengaruh terhadap pertumbuhan laba perusahaan satu periode kedepan.

BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Waktu dan Wilayah Penelitian Waktu penelitian ini adalah pada bulan Mei 2016 sampai September 2016. Obyek penelitian ini adalah perusahaan yang terdaftar dalam Jakarta Islamic Index (JII), yang terdiri dari 15 perusahaan. 3.2. Jenis Penelitian Metode yang digunakan dalam metode ini adalah metode kuantitatif. Penelitian kuantitatif menekankan pada pengujian teori-teori melalui pengukuran variabel-variabel penelitian dengan angka dan melakukan analisis data dengan prosedur statistik (Indriantoro dan Supomo, 2002: 12). Metode kuantitatif pada penelitian ini bertujuan untuk mengumpulkan, mengolah, menguji dan menganalisa suatu data berupa angka-angka. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh Book-tax Differences terhadap Pertumbuhan Laba pada perusahaan yang terdaftar dalam Jakarta Islamic Index (JII) pada tahun 2012-2014. 3.3. Populasi, Sampel, dan Tehnik Pengambilan Sampel 3.3.1 Populasi Populasi dari penelitian ini adalah seluruh perusahaan pada Jakarta Islamic Index (JII) pada tahun 2012-2014, yakni berjumlah 30 perusahaan.

32 3.3.2 Sampel Pemilihan sampel dalam penelitian ini didasarkan pada metode purposive sampling dan diperoleh sampel sebanyak 15 perusahaan sehingga data penelitian ini berjumlah 45 sampel. 3.3.3 Tehnik Pengambilan Sampel Tehnik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah dengan menggunakan metode pusposive sampling, dengan melakukan pengambilan sampel berdasarkan kriteria tertentu. Adapun kriteria dalam pengambilan sampel pada penelitian ini adalah: 1. Perusahaan dalam Jakarta Islamic Index (JII) yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan mempublikasikan laporan keuangan auditan per 31 Desember secara konsisten dan lengkap dari tahun 2012-2014. 2. Selama tahun 2012-2014 perusahaan tidak mengalami kerugian, baik rugi komersial maupun rugi fiskal. 3. Perusahaan menggunakan satuan mata uang lokal (rupiah) sebagai dasar pelaporan. 4. Perusahaan tidak melakukan kompensasi pajak akibat rugi selama tahuntahun sebelumnya. Alasannya adalah karena kompensasi dapat menutupi laba perusahaan pada tahun bersangkutan sehingga dapat mengaburkan arti Book-tax Differences. 5. Sampel harus memiliki kelengkapan informasi yang dibutuhkan terkait dengan indikator-indikator perhitungan yang dijadikan variabel pada penelitian ini.

33 3.4 Data dan Sumber Data Data-data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Data sekunder adalah data yang diperoleh secara tidak langsung melalui media perantara (diperoleh dan dicatat pihak lain). Data tersebut berupa publikasi laporan tahunan perusahaan yang tercatat di Jakarta Islamic Index (JII) periode 2012 sampai 2014 yang diambil dari situs (www.idx.co.id). 3.5 Variabel Penelitian Dalam penelitian ini variabelnya: 1. Variabel bebas atau X (independen) Variabel independen dalam penelitian ini adalah Beda Permanen dan Beda Temporer serta Book-tax Differences yang dilaporkan pada laporan laba rugi. 2. Variabel terikat atau Y(dependen) Variabel terikat pada penelitian ini adalah Pertumbuhan Laba. 3.6 Definisi Operasional Variabel 3.6.1 Variabel Independen 1. Beda Temporer Perbedaan temporer terjadi ketika kedua aturan akuntansi dan hukum pajak mengakui jumlah yang sama dari transaksi, namun, mereka berbeda berkaitan dengan waktu pengakuan ini. Sebuah transaksi mungkin diakui oleh prinsip akuntansi, tetapi tidak dengan peraturan pajak; atau sebaliknya. Perbedaan temporer biasanya disebabkan oleh perbedaan metode yang digunakan oleh aturan

34 aturan akuntansi dan pajak, dalam hal akrual dan realisasinya, penyusutan dan amortisasi, penilaian persediaan, dan perhitungan kompensasi kerugian (Jackson, 2009). Tabel 3.1 Tarif Pajak Penghasilan untuk Badan Usaha Penghasilan Kotor (Peredaran Tarif Pajak Bruto) (Rp) Kurang dari Rp4.8 Miliar 1% x Penghasilan Kotor (Peredaran Bruto) Lebih dari Rp4.8 Miliar s/d Rp50 {0.25 - (0.6 Miliar/Penghasilan Miliar Kotor)} x PKP Lebih dari Rp50 Miliar 25% x PKP Sumber : PP No. 46 Tahun 2013 Menurut Jackson, (2009), bahwa porsi saat beban pajak penghasilan kotor dibagi oleh t yaitu tarif pajak yang berlaku. Penghasilan kena pajak dikalikan dengan (1 - t) untuk membuatnya sebanding dengan laba bersih yang diukur setelah pajak. Selanjutnya untuk menghitung perbedaan temporer digunakan perhitungan sebagai berikut : Perbedaan Temporer = -(Beban pajak tangguhan) / t * (1-t) / Aset Rata-rata (Jackson, 2009). 2. Beda Permanen Menurut Jackson, (2009), etelah jumlah perbedaan temporer telah diketahui, maka langkah selanjutnya adalah mencari jumlah perbedaan tetap yang dihitung dengan menggunakan perhitungan sebagai berikut : (Jackson, 2009).

35 3. Book-tax Differences Menurut Jackson, (2009), untuk menguji hubungan antara komponen Book-tax Differences dan pertumbuhan laba bersih. Pertama, menghitung besarnya Book-tax Differences (TaxDiff) sebagai perbedaan antara penghasilan kena pajak dan laba bersih dengan skala total aset. Book-tax Differences diperoleh dari perhitungan dengan menggunakan prosedur menurut Jackson (2009): (Jackson, 2009). Menurut Jackson, (2009), laba bersih diukur sebagai pendapatan sebelum pos luar biasa dan aset rata-rata adalah jumlah rata rata total asset selama satu tahun sebelumnya. Taksiran penghasilan kena pajak yang diperoleh dari beban pajak kini dengan menggunakan perhitungan : Taksiran PKP = Beban pajak kini / t * (1-t) / Aset Rata-rata (Jackson, 2009). 3.6.2 Variabel Dependen Variabel terikat (dependen) adalah variabel yang dijelaskan atau dipengaruhi oleh variabel independen (Sugiyono, 2010). Penelitian ini menggunakan variabel dependen yaitu pertumbuhan laba. Pengukuran pertumbuhan laba menggunakan perubahan laba bersih/net income ( NI). Perubahan laba bersih/net income ( NI) dalam penelitian ini menggunakan rentan waktu satu periode kedepan dengan alasan untuk dapat memberikan informasi

36 yang tepat, akurat serta tepat waktu sehinnga dapat bermanfaat bagi pihak pihak investor maupun kreditor. Pertumbuhan laba bersih/net income ( NI) dalam penelitian ini merupakan penghasilan/laba sebelum pos luar biasa yang diperoleh dari laporan laba rugi perusahaan (Jackson, 2009). Dimana : NI = Pertumbuhan laba bersih NI it+1 = Laba bersih perusahaan i pada periode t+1 NI it = Laba bersih perusahaan i pada periode t (Jackson, 2009) 3.7 Tehnik Analisis Data Seluruh penyajian dan analisis data yang digunakan pada penelitian ini menggunakan bantuan program SPSS (Statistical Package for Social Sciences) 20 for windows. Penelitian ini diuji dengan beberapa uji statistik yang terdiri dari analisis statistik deskriptif, uji asumsi klasik dan pengujian hipotesis. 3.7.1 Statistika Deskriptif Statistik deskriptif memberikan gambaran atau deskripsi suatu data yang dilihat dari nilai rata-rata (mean), standar deviasi, varian, maksimum, minimum, sum, range, kurtosis dan skewness (Ghozali, 2011:10). Statistik deskriptif digunakan untuk menganalisa data dengan cara mendeskripsikan atau

37 menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi (Sugiyono, 2010). 3.7.2 Uji Asumsi Klasik 1. Uji Normalitas Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah model dalam regresi, variabel dependen dan independen atau keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak (Ghozali, 2011:160). Regresi yang baik adalah memiliki distribusi data normal atau mendekati normal. Seperti yang diketahui bahwa uji t dan F mengasumsikan bahwa nilai residual mengikuti distribusi normal, apabila asumsi ini dilanggar maka uji statistik tidak valid untuk jumlah sampel kecil. Ada dua cara untuk mendeteksi apakah residual distribusi normal atau tidak yaitu dengan analisis grafik dan uji statistik. Cara yang pertama untuk melihat model regresi normal atau tidak, dilakukan analisis grafik dengan melihat normal probability report plot yang membandingkan antara distribusi kumulatif dari data sesungguhnya dengan distribusi normal. Distribusi normal akan membentuk satu garis lurus diagonal dan ploting data akan dibandingkan dengan garis diagonal. Jika distribusi data normal, maka garis yang menggantikan data sesungguhnya akan mengikuti garis diagonalnya. Cara kedua, yaitu dengan uji statistik, salah satu uji statistik yang biasa digunakan adalah uji Kolmogrov-Smirnov. Untuk meningkatkan hasil uji normalitas data, maka peneliti menggunakan uji Kolmogrov-Smirnov ini. Jika

38 pada hasil uji Kolmogrov-Smirnov menunjukkan p-value lebih besar dari 0,05, maka data berdistribusi normal dan sebaliknya, jika p-value lebih kecil dari 0,05 maka data tersebut berdistribusi tidak normal. 2. Uji Autokorelasi Uji autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah dalam suatu model regresi linier ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pengganggu pada periode t-1 (sebelumnya) (Ghozali, 2011:110). Model regresi yang baik adalah yang bebas dari autokorelasi. Salah satu cara yang digunakan untuk mendeteksi adanya autokorelasi ini adalah dengan uji Durbin Watson (DW). Adapun dalam pengambilan keputusan ada atau tidaknya autokorelasi : Tabel 3.2 Pengambilan Keputusan Autokorelasi Hipotesis nol Keputusan Jika Tidak ada autokorelasi positif Tolak 0 < d <dl Tidak ada autokorelasi positif No decission dl d du Tidak ada korelasi negative Tolak 4 dl < d < 4 Tidak ada korelasi negative No decission 4 du d 4 dl Tidak ada autokorelasi, positif Tidak ditolak Du < d < 4 du atau negative Sumber : Ghozali (2011) 3. Uji Multikolinieritas Uji multikolinieritas bertujuan untuk menguji ada tidaknya korelasi antara variabel bebas dalam persamaan model regresi. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi di antara variabel independen (Ghozali, 2011:105). Jika variabel bebas saling berkorelasi maka variabel-variabel ini tidak ortogonal. Variabel ortogonal adalah variabel bebas yang nilai korelasi antar

39 sesame variabel bebas sama dengan nol. Multikolinieritas di dalam regresi dapat dilihat dari tolerance value dan lawannya variance inflation factor (VIF). Nilai cut off yang umum dipakai untuk menunjukkan adanya multikolinieritas adalah nilai tolerance 0,10 atau sama dengan nilai VIF 10 (Ghozali, 2011:106). Sehingga untuk menunjukkan tidak adanya korelasi antar variabel independen maka nilai tolerance harus 0,10 atau sama dengaan nilai VIF 10. 4. Uji Heterokedastisitas Uji heterokedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan yang lain (Ghozali, 2011 : 139). Ada beberapa cara untuk mendeteksi ada tidaknya heterokedastisitas yaitu dengan cara melihat grafik plot antara nilai prediksi variabel terikat (dependen) yaitu ZPRED dengan residualnya SPREID. Menurut Ghozali (2011:141) analisis dengan grafik memiliki kelemahan yang cukup signifikan, oleh karena jumlah pengamatan mempengaruhi hasil ploting. Semakin sedikit jumlah pengamatan semakin sulit mengintepretasikan hasil grafik plot. Selain menggunakan grafik plot, bisa menggunakan uji statistik yang lebih dapat menjamin keakuratan hasil. Ada beberapa uji statistik yang dapat digunakan untuk mendeteksi ada tidaknya heterokedastisitas yaitu uji park, uji glejser dan uji white. Penelitian ini menggunakan uji glejser dengan meregresikan nilai absolute residual terhadap variabel independen. Jika nilai signifikan hitung lebih besar dari alpha = 5%, maka tidak ada masalah heterokedastisitas. Tetapi jika nilai

40 signifikan hitung kurang dari alpha = 5% maka dapat disimpulkan bahwa model regresi terjadi heterokedastisitas. 3.7.3 Uji Ketepatan Model 1. Pengujian Ketetapan Model (Uji F) Uji F statistik bertujuan untuk mengetahui apakah variabel bebas yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel terikat/dependen (Ghozali, 2011:98). Kriteria pengambilan keputusan adalah : a. Bila F hitung > F table atau probabilitas < nilai signifikan ( 0,05), maka hipotesis tidak dapat ditolak, ini berarti bahwa secara simultan variabel independen memiliki pengaruh signifikan terhadap variabel dependen. b. Bila F hitung < F table atau probabilitas > nilai signifikan ( 0,05), maka hipotesis diterima, ini berarti bahwa secara simultan variabel independen tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap variabel dependen. 2. Koefisien Determinasi (R 2 ) Koefisien determinasi (R 2 ) pada intinya mengukur sejauh mana kemampuan model dalam menerangkan variabel-variabel dependen. Nilai koefisien determinasi adalah antara nol dan satu. Nilai R 2 yang kecil berarti kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variabel-variabel dependen amat terbatas. Nilai mendekati satu berarti variabel-variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen (Ghozali, 2011:97).

41 3.7.4 Analisis Regresi Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah model analisis regresi berganda. Penelitian ini menguji pengaruh antara variabel independen terhadap variabel dependen. Untuk menguji hipotesis penelitian maka digunakan rumus : Pertumbuhan Laba = β 0 + β 1 BT + β 2 BP + β 3 BTD + e Keterangan: β 0 = Konstanta β 1 BT = Beda Temporer β 2 BP = Beda Permanen β 3 BTD = Book-tax Differences e = Standar eror 3.7.5 Pengujian Hipotesis Uji hipotesis digunakan untuk membuktikan adanya pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Untuk menguji hipotesis digunakan uji t. Uji statistik t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel independen secara individual dalam menerangkan variabel dependen (Ghozali, 2011:98). Pada uji t statistik t, nilai t hitung akan dibandingkan dengan t table, dengan cara sebagai berikut : 1. Bila t hitung > t table atau probabilitas < tingkat signifikansi (Sig < 0,05), maka Ha diterima dan H0 ditolak, variabel independen berpengaruh terhadap variabel dependen.

42 2. Bila t hitung < t table atau probabilitas > tingkat signifikasi (Sig > 0,05), maka Ha ditolak dan H0 diterima, variabel independen tidak berpengaruh terhadap variabel dependen.

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Penelitian Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index (JII) pada Bursa Efek Indonesia (BEI) selama 3 tahun pengamatan yaitu tahun 2012 sampai dengan 2014. Sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah data yang lolos berdasarkan kriteria-kriteria tertentu seperti yang sudah dinyatakan dalam purposive sampling sebagai syarat yang harus dipenuhi untuk menjadi sampel penelitian. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang berupa annual report perusahaan yang terdaftar di JII tahun 2012 sampai 2014 yang diperoleh dari www.idx.co.id. Dengan memperhatikan kriteria yang ada maka diperoleh sampel penelitian sebanyak 15 perusahaan. Data diperoleh dari laporan tahunan perusahaan. Pengolahan variabel dalam penelitian ini menggunakan IBM SPSS versi 20. Tabel 4.1 Sampel Penelitian Kriteria Jumlah Perusahaan yang terdaftar di JII 30 Perusahaan yang tidak sesuai kriteria 15 Jumlah sampel 15 Sumber: Data diolah, 2016 Populasi dalam penelitian ini diperoleh dengan jumlah perusahaan perbankan sebanyak 30 perusahaan. Sedangkan sampel data yang memenuhi kriteria untuk dapat digunakan sebagai sampel penelitian ini sebanyak 15 perusahaan perbankan dari 30 perusahaan perbankan yang listing di JII tahun

45 2012 sampai dengan 2014. Sehingga, jumlah keseluruhan unit yang dijadikan objek penelitian dari tahun 2012-2014 adalah sejumlah 45 annual report perusahaan yang listing di JII. Tabel 4.2 Hasil Penentuan Sampel No Kode Nama Perusahaan 1 AALI Astra Argo Lestari Tbk 2 AKRA AKR Corporindo Tbk 3 ASII Astra Internasional Tbk 4 ASRI Alam Sutera Realty Tbk 5 ICBP Indofood CBP Sukses Makmur Tbk 6 INDF Indofood Sukses Makmur Tbk 7 INTP Indocement Tunggal Prakasa Tbk 8 JSMR Jasa Marga (Persero) Tbk 9 KLBF Kalbe Farma Tbk 10 LPKR Lippo Karawaci Tbk 11 LSIP PP London Sumatera Plantation Tbk 12 SMGR Semen Indonesia (Persero) Tbk 13 TLKM Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk 14 UNTR United Tractors Tbk 15 UNVR Unilever Indonesia Tbk Sumber: Data diolah, 2016 4.2 Pengujian dan Analisis Data Analisis yang digunakan dalam penelitian ini meliputi analisis terhadap variabel-variabel independen yaitu Book-taxDifferences yang diukur dengan beda temporer dan beda permanen, terhadap variabel dependen yakni pertumbuhan laba. 4.2.1 Statistika Deskriptif Berdasarkan hasil pengujian deskriptif dari variabel beda temporer, beda permanen, book-tax differences, pertumbuhan laba berikut pada tabel 4.3,

46 menampilkan karakteristik sampel yang digunakan didalam penelitian ini meliputi jumlah sampel (N), rata-rata sampel (mean), nilai maksimum, nilai minimum serta standar deviasi untuk masing-masing variabel. Tabel 4.3 Hasil Statistika Deskriptif Descriptive Statistics N Minimum Maximum Mean Std. Deviation Beda Temporer 45 -,0641366 -,0002829 -,027140694,0193431611 Beda Permanen 45,853933,434663885,117082826,105884068 Book-tax Differences 45 -,4396177 -,0391927 -,146362676,0930395990 Pertumbuhan Laba 45 -,1131202,0568775 -,003320648,0325928673 Valid N (listwise) 45 Sumber: Data Diolah, 2016 Pada tabel 4.3 diatas menunjukkan bahwa jumlah data yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 45 data yang diambil dari laporan tahunan perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index (JII) yang telah dipublikasikan di www.idx.co.id. Dengan menggunakan metode purposive sample diambil 15 perusahaan yang kemudian dikalikan dengan jumlah periode yakni 3 tahun, sehingga jumlahnya menjadi 45. Dari tabel 4.3 diatas, dapat dilihat bahwa rata-rata dari nilai beda temporer adalah sebesar -0,027140694, nilai terendah sebesar -0,0641366, nilai tertinggi sebesar -0,0002829, dan standar deviasi 0,0193431611. Selanjutnya pada data beda permanen diperoleh rata-rata (mean) sebesar 0,117082826, nilai terendah sebesar 0,853933, nilai tertinggi sebesar 0,434663885, dan standar deviasi sebesar 0,105884068.

47 Pada variabel book-tax differences dapat diketahui nilai rata-rata (mean) sebesar -0,146362676, nilai terendah sebesar -0,4396177, nilai tertinggi sebesar -- 0,0391927, dan nilai standar deviasinya sebesar 0,0930395990. Selanjutnya pada pertumbuhan laba diperoleh nilai rata-rata (mean) sebesar -0,003320648, nilai terendah sebesar -0,1131202, nilai tertinggi sebesar 0,0568775 dan nilai standar deviasinya sebesar 0,0325928673. 4.2.2 Pengujian Asumsi Klasik 1. Uji Normalitas Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah model dalam regresi, variabel dependen dan independen atau keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak (Ghozali, 2011:160). Pengujian normalitas dilakukan dengan melihat nilai asymp Sig, pada hasil uji normalitas dengan metode uji Kolmogrov-Smirnov. Hasil asymp sig pada peneltian ini sebesar 0,952 seperti pada tabel 4.4, hasil tersebut apabila dibandingkan dengan tingkat probabilitas 5% atau 0,05 maka lebih besar, sehingga dapat disimpulkan bahwa data yang digunakan dalam penelitian ini terdistribusi normal.

48 Tabel 4.4 Tabel Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual N 45 Normal Parameters a,b Mean 0E-7 Std. Deviation,02972439 Most Extreme Differences Absolute,077 Positive,076 Negative -,077 Kolmogorov-Smirnov Z,517 Asymp. Sig. (2-tailed),952 a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data. Sumber: Data Diolah, 2016 Gambar 4.1 P-Plotof Regression Standarized Residual Sumber: Data Diolah, 2016

49 2. Uji Autokorelasi Uji autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah dalam suatu model regresi linier ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pengganggu pada periode t-1 (sebelumnya) (Ghozali, 2011: 110). Model regresi yang baik adalah yang bebas dari autokorelasi. Autokorelasi muncul karena observasi yang berurutan sepanjang waktu berkaitan satu sama lainnya, hal ini sering diketemukan pada data time series. Tabel 4.5 Tabel Uji Autokorelasi Model Summary b Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson 1,410 a,168,107,0307926728 2,190 a. Predictors: (Constant), Book-tax Differences, Beda Temporer, Beda Permanen b. Dependent Variable: Pertumbuhan Laba Sumber: Data Diolah, 2016 Pengujian autokoerelasi dalam penelitian ini diuji menggunakan uji Durbin-Watson. Yakni dengan melihat nilai dari Durbin-Watson (d) sebesar 1.982 dalam tabel DW. Kemudian nilai d ini dibandingkan dengan dl (batas luar) = 1.3832 dan du (batas dalam) = 1.6662, yang diperoleh dari tabel Durbin-Watson dengan k = 3 dan n = 45. Dari hasil uji hipotesis, diketahui bahwa nilai d berada diantara du<d<4-du yaitu 1.6662<2.190<2.3338. Sehingga dapat disimpulkan bahwa data yang digunakan pada penelitian ini tidak ada autokorelasi positif atau negatif.

50 3. Uji Multikolinieritas Uji multikolinieritas bertujuan untuk menguji ada tidaknya korelasi antara variabel bebas dalam persamaan model regresi. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi di antara variabel independen (Ghozali, 2011: 105). Didapatkan hasil perhitungan tolerance dan VIF sebagai berikut: Tabel 4.6 Hasil Uji Multikolinieritas Coefficients a Model Unstandardized Standardized t Sig. Collinearity Statistics Coefficients Coefficients B Std. Error Beta Tolerance VIF (Constant) -,001,012 -,091,928 1 Beda Temporer Beda Permanen,133,244,079 2,547,002,970 1,031 -,613,000,849 2,536,015,181 5,521 Book-tax Differences a. Dependent Variable: Pertumbuhan Laba Sumber: Data Diolah, 2016,200,117,570 3,711,045,183 5,475 Dari tabel 4.6 diatas menunjukkan bahwa semua nilai tolerance yakni pada variabel beda temporer, beda permanen, book-tax differences diatas nilai 0.1. Selain itu pada nilai VIF baik pada semua variabel yakni beda temporer, beda permanen, book-tax differences menunjukkan nilai kurang dari 10. Sehingga dapat disimpulkan bahwa dalam model regresi ini tidak terjadi gejala multikolinieritas. 4. Uji Heteroskedastisitas Uji heterokedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan yang lain

51 (Ghozali, 2011: 139). Pada penelitian ini menggunakan uji glejser untuk menentukan ada tidaknya gejala heteroskedastisitas, dan berikut hasilnya: Tabel 4.7 Hasil Uji Heterokedastisitas Coefficients a Model Unstandardized Standardized t Sig. Collinearity Statistics Coefficients Coefficients B Std. Error Beta Tolerance VIF (Constant),012,007 1,900,065 1 Beda Temporer Beda Permanen,001,137,001,007,994,970 1,031-1,511E- 010,000 -,867-2,606,130,181 5,521 Book-tax Differences a. Dependent Variable: RES2 Sumber: Data Diolah, 2016 -,193,066 -,976-2,945,061,183 5,475 Dari hasil pengujian glejser diatas manunjukkan bahwa semua nilai probabilitas signifikansinya diatas 5%. Baik pada variabel beda temporer 0,994 > 0,05, beda permanen 0,130 > 0,05, dan book-tax differences 0,061 > 0,05, semuanya memiliki nilai signifikansi diatas 5% atau 0,05. Jadi dapat disimpulkan bahwa model regresi tidak mengandung adanya heteroskedastisitas.

52 Gambar 4.2 Scatterplot 4.2.3 Uji Ketepatan Model 1. Uji F Uji F statistik bertujuan untuk mengetahui apakah variabel bebas yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel terikat/dependen (Ghozali, 2011: 98). Selain itu, uji F juga digunakan untuk mengetahui ketepatan suatu model atau fungsi regresi sampel dalam menaksir nilai aktual. Uji F dilakukan dengan cara membandingkan nilai F hitung dengan F tabel.

53 ANOVA a Tabel 4.8 Hasil uji F Model Sum of Squares df Mean Square F Sig. Regression,008 3,003 2,965,004 b 1 Residual,039 41,001 Total,047 44 a. Dependent Variable: Pertumbuhan Laba b. Predictors: (Constant), Book-tax Differences, Beda Temporer, Beda Permanen Sumber: Data diolah, 2016 Berdasarkan hasil uji F diatas, dapat dilihat bahwa nilai F hitung yang terdapat dalam tabel ANOVA yaitu sebesar 2,965 dan sig sebesar 0.004. Sementara F tabel dari df (3; 41) sebesar 2,83, sehingga F hitung > F tabel yakni 2,965 > 2,83 dan nilai sig juga lebih kecil dari probabilitas 5%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh secara simultan atau bersama-sama dari seluruh variabel independen yakni beda temporer, beda permanen, dan book-tax differences terhadap variabel dependen yakni pertumbuhan laba. 2. Uji Koefisiensi Determinasi (R 2 ) Koefisien determinasi (R 2 ) pada intinya mengukur sejauh mana kemampuan model dalam menerangkan variabel-variabel dependen. Berikut hasil pengujian koefisiensi determinasi atau R 2 :

54 Tabel 4.9 Hasil Uji Koefisien Determinasi Model Summary b Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson 1,410 a,168,107,0307926728 2,190 a. Predictors: (Constant), Book-tax Differences, Beda Temporer, Beda Permanen b. Dependent Variable: Pertumbuhan Laba Sumber: Data Diolah, 2016 Berdasarkan hasil perhitungan diatas, diketahui nilai Adjusted R Square sebesar 0,107 atau 10,7%. Ini artinya kemampuan variabel-variabel independen dalam penelitian ini yakni beda temporer, beda permanen, dan book-tax differences dalam menjelaskan variabel dependen yakni pertumbuhan laba sebesar 10,7%. Sedangkan 89,3% dijelaskan oleh faktor-faktor lainnya yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini. 4.2.4 Pengujian Hipotesis (Uji t) Uji statistik t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel independen secara individual dalam menerangkan variabel dependen (Ghozali, 2011: 98). Pada uji t statistik t, nilai t hitung akan dibandingkan dengan t table. Apabila t hitung > t tabel atau probabilitas < tingkat signifikansi (Sig < 0,05) maka variabel independen tersebut berpengaruh terhadap variabel dependen. Berdasarkan tabel 4.6, maka diketahui bahwa: 1. Pada variabel beda temporer diperoleh nilai t hitung sebesar 2,547 dan probabilitasnya sebesar 0,002. Jika dibandingkan dengan t tabel sebesar 2,01954, maka t hitung > t tabel dan sig < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa H1 diterima, yang artinya bahwa beda temporer berpengaruh signifikan terhadap

55 pertumbuhan laba pada perusahaan yang terdaftar pada Jakarta Islamic Index (JII) tahun 2012-2014. 2. Pada variabel beda permanen diperoleh t hitung sebesar 2,536 dan probabilitas sebesar 0,015. Jika dibandingkan dengan t tabel sebesar 2,01954, maka t hitung < t tabel dan sig < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa beda permanen tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan yang terdaftar pada Jakarta Islamic Index (JII) tahun 2012-2014. 3. Pada variabel book-tax differences diperoleh t hitung sebesar 3.711 dan probabilitas sebesar 0,045. Jika dibandingkan dengan t tabel sebesar 2,01954, maka t hitung > t tabel sig < 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa variabel booktax differences berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan yang terdaftar pada Jakarta Islamic Index (JII) tahun 2012-2014. 4.2.5 Analisis Regresi Hasil pengujian hipotesis penelitian dibawah ini diperoleh dari tehnik analisis regresi linier berganda, menggunakan IBM SPSS. Berdasarkan hasil uji regresi pada tabel 4.6 diatas, maka persamaan regresi linier berganda dapat dirumuskan sebagai berikut: Y = -0,001 + 0,133BT 0,613BP + 0,200BTD + e Berdasarkan persamaan regresi linier berganda tersebut, maka dapat diinterpretasikan sebagai berikut: 1. Konstanta sebesar -0,001 menunjukkan bahwa apabila variabel independen yakni beda temporer, beda permanen dan book-tax differences dianggap

56 konstan, maka nilai pertumbuhan laba pada perusahaan yang terdaftar pada Jakarta Islamic Index (JII) tahun 2012-2014 sebesar -0,001. 2. Koefisien regresi variabel beda temporer (b 1 ) sebesar 0,133. Hal ini menunjukkan bahwa jika beda temporer ditingkatkan satu satuan maka hal ini akan meningkatkan pertumbuhan laba pada perusahaan yang terdaftar pada Jakarta Islamic Index (JII) tahun 2012-2014 sebesar 0,133. 3. Koefisien regresi variabel beda permanen bernilai negatif 0,613. Hal ini menunjukkan bahwa jika beda permanen dinaikkan satu satuan maka akan menurunkan pertumbuhan laba pada perusahaan yang terdaftar pada Jakarta Islamic Index (JII) tahun 2012-2014 sebesar 0,613. 4. Koefisien regresi variabel book-tax differences sebesar 0,200. Hal ini menunjukkan bahwa jika variabel book-tax differences ditingkatkan satu satuan maka akan meningkatkan pula pertumbuhan laba pada perusahaan yang terdaftar pada Jakarta Islamic Index (JII) tahun 2012-2014 sebesar 0,200. 4.3 Pembahasan Hasil Analisis Data Berdasarkan hasil analisis data diatas, maka dapat menjawab hipotesis yang telah dirumuskan diawal yakni: H 1 : Perbedaan temporer berpengaruh terhadap pertumbuhan laba satu periode kedepan. Perbedaan waktu/ temporer terjadi karena perbedaan waktu pengakuan pendapatan biaya dan biaya antara pajak dengan akuntansi. Suatu biaya atau penghasilan telah diakui menurut akuntansi komersial dan belum diakui menurut

57 fiskal, atau sebaliknya. Hal ini menyebabkan besarnya laba akuntansi lebih tinggi daripada laba fiskal atau sebaliknya. Perbedaan ini bersifat sementara karena akan tertutup pada periode sesudahnya. Perbedaan temporer dalam penelitian ini diperoleh dari jumlah perbedaan temporer yang terdapat pada catatan atas laporan keuangan dibagi dengan total aset (Martani dan Persada, 2009). Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda, Pada variabel beda temporer diperoleh nilai t hitung sebesar 2,547 dan probabilitasnya sebesar 0,002. Jika dibandingkan dengan t tabel sebesar 2,01954, maka t hitung > t tabel dan sig < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa H1 diterima, yang artinya bahwa beda temporer berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan yang terdaftar pada Jakarta Islamic Index (JII) tahun 2012-2014. Temuan tersebut memberikan makna bahwa apabila perbedaan temporer semakin besar atau terjadi koreksi fiskal negatif yang besar maka akan mengurangi pertumbuhan laba di masa yang akan datang, hal itu terjadi akan timbul potensi penambahan PPh dimasa yang akan datang yang dapat mempengaruhi besarnya laba atau sebaliknya. Sehingga dapat disimpulkan sebagai berikut: Beda temporer berpengaruh sigifikan terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan yang terdaftar pada Jakarta Islamic Index (JII) tahun 2012-2014. Perbedaan temporer atau beda waktu merupakan perbedaan waktu pengakuan penghasilan atau biaya antara pajak dan akuntansi sehingga mengakibatkan besarnya laba akuntansi lebih tinggi daripada laba pajak atau sebaliknya dalam suatu periode (Deviana, 2010).

58 Hal ini selaras dengan penelitian (Brolin dan Rohman, 2014) yang membuktikan perbedaan temporer memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan laba dengan arah positif. Hal ini menunjukkan bahwa perbedaan temporer yang merupakan komponen pembentuk book tax differences berpengaruh terhadap pertumbuhan laba. Perusahaan dengan perbedaan temporer yang lebih besar akan memiliki pertumbuhan laba yang lebih besar. H2 : Perbedaan permanen berpengaruh terhadap pertumbuhan laba satu periode kedepan. Beda permanen berpengaruh signifikan negatif terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan yang terdaftar pada Jakarta Islamic Index (JII) tahun 2012-2014. Hal ini ditunjukkan dari hasil uji t variabel beda permanen, dimana t hitung sebesar - 2.536 dan probabilitas sebesar 0,015. Jika dibandingkan dengan t tabel sebesar 2,01954, maka t hitung > t tabel dan sig < 0,05, sehingga H 2 diterima. Artinya, variabel beda permanen mempengaruhi pertumbuhan laba perusahaan periode ke depan. Temuan tersebut memberikan makna bahwa secara konsep dasar perbedaan permanen hanya akan mempengaruhi jumlah laba pada periode berjalan, jadi perbedaan permanen tidak memerlukan Alokasi Pajak Penghasilan Interperiode (Interperiod Income Tax Allocation). Sehingga dapat disimpulkan, bahwa beda permanen berpengaruh signifikan pertumbuhan laba pada perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index tahun 2012-2014. Sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh (Martani dan Persada, 2008) perbedaan permanen berpengaruh terhadap perubahan laba akuntansi pada periode mendatang diterima. Perbedaaan temporer/tetap berpengaruh signifikan terhadap

59 perubahan laba dengan koefisien β negatif menunjukkan bahwa semakin tinggi perbedaan tetap yang dihasilkan di dalam perusahaan maka akan menurunkan perubahan labanya, begitu pula sebaliknya apabila perubahan laba di dalam perusahaan turun, perbedaan temporernya akan naik. perbedaan permanen yang menyebutkan bahwa sampel didalam penelitian di dominasi oleh item-item yang akan ditambahkan kembali di dalam rekonsiliasi fiskal yaitu beban yang tidak dapat dikurangkan atau kerugian anak perusahaan dan bersifat non reccuring sehingga memiliki hubungan negatif terhadap pertumbuhan laba Martani dan Persada, (2008). H3: Book-tax differences berpengaruh terhadap pertumbuhan laba satu periode kedepan. Book-tax differences berpengaruh signifikan positif terhadap pertumbuhan laba. Hal ini ditunjukkan dari hasil uji t variabel book-tax differences, t hitung sebesar 3.711 dan probabilitas sebesar 0,045. Jika dibandingkan dengan t tabel sebesar 2,01954, maka t hitung > t tabel, sig < 0,05, sehingga H 3 diterima. Hal ini berarti book-tax differences akan mempengaruhi laba perusahaan pada periode kedepan. Sehingga semakin besar nilai book-tax differences maka laba yang diperoleh perusahaan semakin besar begitu pula sebaliknya. (Djamaludin,2008) yang mengatakan perusahaan dengan book tax differences besar tidak terbukti sacara statistik mempunyai persistensi laba rendah dibandingkan perusahaan dengan book tax differences kecil. Waluyo (2016) menunjukkan bahwa perbedaan buku-pajak permanen (β = 0.340; p <0,01) positif dan signifikan terkait dengan pertumbuhan laba bersih.

60 Hasil ini konsisten dengan penelitian sebelumnya (Jackson, 2009; Lev dan Nissim, 2004) yang menemukan bahwa perbedaan book-tax differences permanen memiliki hubungan positif dengan perubahan laba bersih. Hubungan ini menunjukkan bahwa perbedaan book-tax differences didominasi oleh barangbarang yang akan ditambahkan dalam rekonsiliasi fiskal: yaitu, non dikurangkan beban pajak atau anak kehilangan. Ini bertentangan dengan penelitian yang dilakukan oleh Wijayanti (2006), Ginting (2006), Martani dan Aulia (2008) dan Saputro (2011) yang menyimpulkan bahwa book tax differences berpengaruh secara negatif signifikan terhadap persistensi laba akuntansi satu periode ke depan. Dari hasil penelitian ini maka diketahui semakin besar book tax differences akan mempengaruhi pertumbuhan laba yaitu semakin rendah.

BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengarung beda temporer, beda permanen, Book-tax Differences terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index tahun 2012-2014. Berdasarkan hasil penelitian mengenai pengaruh beda temporer, beda permanen dan booktaxdifferences terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index (JII) tahun 2012-2014, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: 1. Beda temporer berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan yang terdaftar pada Jakarta Islamic Index (JII) tahun 2012-2014. Hal ini dinyatakan berdasarkan pada hasil uji t variabel beda temporer menunjukkan bahwa nilai t hitung sebesar 2,547 dan probabilitasnya sebesar 0,002. Jika dibandingkan dengan t tabel sebesar 2,01954, maka t hitung > t tabel dan sig < 0,05. Sehingga H 1 diterima. 2. Beda permanen tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan yang terdaftar pada Jakarta Islamic Index (JII) tahun 2012-2014. Hal ini ditunjukkan dari hasil uji t variabel beda permanen, dimana t hitung sebesar 2,536 dan probabilitas sebesar 0,015. Jika dibandingkan dengan t tabel sebesar 2,01954, maka t hitung < t tabel dan sig < 0,05. Sehingga H2 ditolak. 3. Book-tax Differences berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan yang terdaftar pada Jakarta Islamic Index (JII) tahun 2012-2014.

61 Hal ini ditunjukkan dari hasil uji t variabel Book-tax Differences, dimana t hitung sebesar 3,711 dan probabilitas sebesar 0,045. Jika dibandingkan dengan t tabel sebesar 2,01954, maka t hitung > t tabel sig < 0,05. Sehingga H 3 diterima. 5.2 Keterbatasan Penelitian Penelitian ini tidak terlepas dari keterbatasan-keterbatasan. Beberapa keterbatasn dalam penelitian ini adalah: 1. Keterbatasan sampel, sampel yang digunakan dalam penelitian ini hanya menganilisis perusahaan yang terdaftar pada Jakarta Islamic Index (JII) 2. Penelitian ini hanya menggunakan 45 sampel penelitian dalam jangka waktu yang relatif singkat yakni 3 tahun dari tahun 2012 sampai dengan 2014. 3. Data mengenai perbedaan permanen dan perbedaan temporer sulit didapatkan dikarenakan tidak semua perusahaan sampel mencantumkan perbedaan permanen dan perbedaan temporer ataupun dikarenakan format penyajian mengenai perbedaan permanen dan perbedaan temporer berbeda beda antara perusahaan satu dengan perusahaan yang lain. 5.3 Saran Berdasarkan pembahasan dan pengambilan kesimpulan yang telah dilakukan terhadap hasil penelitian, maka penulis mengajukan saran sebagai berikut: 1. Bagi perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index (JII), agar mencantumkan perbedaan permanen dan perbedaan temporer di laporan

62 keuangan dengan format penyajian yang umum digunakan untuk mempermudah pembaca menemukan informasi tersebut. 2. Bagi investor, mempertimbangkan Book-tax Differences sebagai salah satu alat ukur untuk menilai kualitas laba perusahaan pada periode kedepan adalah hal yang bijak. Melihat perbedaan antara pengakuan laba akuntansi dan laba fiskal sangatlah berbeda. 3. Bagi peneliti selanjutnya, disarankan untuk memperluas sampel tahun penelitian yang digunakan, tidak hanya perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index (JII) tahun 2012 sampai 2014, dan memperluas variabel independen.

DAFTAR PUSTAKA Belkaoui, A, dkk. 1993. Teori Akuntansi. Edisi kedua, Erlangga. Brolin, A.R., dan Rohman, Abdul. (2014), Pengaruh book tax differences terhadap per- tumbuhan laba, Diponegoro Journal of Accounting, Vol. 03, N0. 02, 2014. Deviana, Birgita S.P. (2010), Kemampuan beban pajak tangguhan dan beban pajak kini dalam deteksi manajemen laba pada saat seasoned equity offerings. Eprintsundip.ac.id./brigitadeviana. Djamaludin, Subekti dan Wijayanti, H.T. (2008). Analisis perbedaan laba akuntansi dan laba fiskal terhadap persistensi laba, akrual dan aliran kas pada perusahaan perbankan yang terdaftar di bursa efek jakarta, Jurnal Riset Akuntansi Indonesia, Vol. 11 No.1. Freeman, R.E., and Reed. (1983). Stockholders and Stakeholders : A New Perspective on Corporate Governance. Friedman, Milton. (1962). Capitalisan and Freedom. Chocago : University of Chicago Press. Ghozali, Imam dan Anis Chariri. (2007). Teori Akuntansi. Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Semarang.. (2003). Teori Akuntansi. Semarang : Badan Penerbit Universitas Diponegoro.. (2011). Aplikasi Analisis Multivariat dengan Program IBM SPSS 19. Cet, ke-lima. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Ginting, S.E. (2009). Pengaruh perbedaan antara laba akuntansi dan laba fiskal terhadap persistensi laba. Skripsi Universitas Sumatera Utara, Medan. Gray, dkk. (1997). Manajemen Proyek. LPFE Universitas Indonesia. Hanlon, M. (2005). The persistence and pricing of earnings, accruals and cash flows when firms have large book-tax differences. The Accounting Review 80 (1):137-166. Harnanto. (2003). Akuntansi Perpajakan. Yogyakarta: BPFE. Huang, D.F., Wang, C.L. (2013), Book-tax differences and earnings quality for the banking industry: evidence from Taiwan. Pacific Accounting Review, 25 (2), 145 164.

64 Hutabarat, L.M. (2013), Pengaruh book-tax differences terhadap pertumbuhan laba, Jurnal Akuntansi Universitas Negeri Gorontalo. Hutagaol, John. (2006), Meningkatkan Kepatuhan wajib Pajak Melalui Penerapan Strategi Pelayanan dan Penegakkan Hukum, Jurnal Perpajakan Indonesia, Vol. 5, No. 6, Agustus-september 2006 : 12-15. Indriantoro, Nur dan Supomo, Bambang. (2002). Metodologi Penelitian Bisnis untuk Akuntansi & Manajemen. Cet, ke-dua. Yogyakarta: BPFE Yogyakarta. Jackson, M. (2009). Book Tax Differences and Earning Growth. Dissertation Departement od Accounting University of Nevada. Kiswara, Endang. (2009), Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pengungkapan Sukarela Oleh Pendapatan Multi Nasional di Indonesia. Jurnal Akuntandi dan Manajemen, Vol. 20, No. 2, Hal 107-117.. (2009). Akuntansi Perpajakan Edisi Kedua. Semarang : Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Lev, B., and D. Nissim. (2004), Taxable Income, Future Earnings, and Equity Values. The Accounting Review 79 (4) : 1039-1074. Martini, Dwi dan Persada, A.E. (2009). Pengaruh book tax gap terhadap persistensi laba. Jurnal Akuntansi Keuangan. Jakarta. Mildawati, Titik. (2015), Pengaruh pebedaan laba akuntansi dan laba fiskal terhadap pertumbuhan laba, Jurnal Ilmu & Riset Akuntansi, Vol. 4 No.11. Mills, L dan K. Newberry. (2001). The influence of tax and notax cost on book tax differences. The Journal of The American Taxation Association, 23 (1), PP-1-1-9. Moore, J.A. (2012), Empirical evidence on the impact of external monitoring on book-tax differences, Advances in Accounting, incorporating Advances in Internasional Accounting, 28, 254-269. Muljono, Djoko dan Baruni W. (2009). Akuntansi Pajak Lanjutan. Yogyakarta : Salemba Empat. Republik Indonesia, Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2013 Tentang Pajak Penghasilan Atas Penghasilan dari Usaha Yang Diterima atau Diperoleh Wajib Pajak Yang Memiliki Peredaran Bruto Tertentu.

65 Resmi, S. (2009). Perpajakan Teori dan Kasus. Salemba Empat. Jakarta. Rosanti, N.A. (2013). Pengaruh book tax differences terhadap perubahan laba (studi empiris pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di bursa efek indonesia tahun 2008 2010). Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro. Saputro, Nugroho. (2011). Pengaruh book-tax differences terhadap pertumbuhan laba (studi empiris pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di bursa efek Indonesia tahun 2008-2010). Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro : Semarang. Soewito. (2009). Materi Pajak pengahsilan brevet A-B. Jakarta: LP3AB. Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Bisnis. Bandung: CV. Alfabeta. Waluyo. (2016). The relationship between book-tax differences and earnings growth within Indonesian manufacturing firms. Research Journal of Finance and Accounting. ISSN 2222-1697 (Paper) ISSN 2222-2847 (Online). Vol.7, No.18, 2016. Wijayanti, H.T., (2006), Analisis pengaruh perbedaan antara laba akuntansi dan laba fiskal terhadap persistensi laba, akrual, dan arus kas, Simposium Nasional Akuntansi 9, Padang. www.idx.co.id (2016). Zain, Mohammad. (2007). Manajemen Perpajakan. Jakarta Selatan : Salemba Empat.