ORGANIZATION THEORY AND DESIGN Modul ke: Teori-teori Organisasi Fakultas Pasca Sarjana Prof. Dr. Ir. Hapzi Ali, MM, CMA Program Studi Magister Management http://mercubuana.ac.id
Teori-teori Organisasi 1. Evolusi teori organisasi 2. Teori organisasi dan periaku organisasi 3. Perspektif siklus hidup organisasi 4. Perspektif sistem organisasi 5. Teori positivisme, postmodern dan critical theory
1. Evolusi Teori Organisasi Kontemporer 1900-1930 1930-1960 1960-1975 1975-?? Perspektif Sistem Tertutup Tertutup Terbuka Terbuka Perspektif Tujuan Rasional Sosial Rasional Sosial Tema Utama Efisiensi Mekanis Orang dan hubungan manusia Desaindesain Kontingensi Kekuasaan dan Politik
Teoritikus tipe 1 FREDERICK TAYLOR Scientific Management HENRY FAYOL Prinsip-prinsip Organisasi MAX WEBER Birokrasi RALPH DAVIS Perencanaan Rasional
FREDERICK W. TAYLOR : Scientific Management Perkembangan manajemen ilmiah yang sebenarnya, menentukan metode terbaik untuk melaksanakan setiap tugas dapat ditentukan Seleksi ilmiah para pekerja, sehingga setiap pekerja akan diberi tanggung jawab melakukan tugas yang paling cocok dengannya Pendidikan dan pengembangan ilmiah para pekerja Kerjasama bersahabat dan secara pribadi antara manajemen dan para pekrja
Henry Fayol : 14 Prinsip-Prinsip Organisasi 1. Pembagian Kerja, ( division of work ) 2. Wewenang dan Tanggunga jawab ( authority and responsibility ) 3. Disiplin ( Diciplin) 4. Kesatuan Perintah ( unity of command ) 5. Kesatuan Pengarahan ( unity of direction ) 6. Mendahulukan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi (subordination interest of individual interest to general interest ) 7. Balas jasa ( remuneration of personnel ) 8. Sentralisasi ( centralization ) 9. Rantai Skalar ( scalar chain ) 10.Tata tertib ( order ) 11.Keadilan ( equity ) 12. Kelanggengan personalia ( stability of tenure of personnel ) 13. Inisiatif ( initiative ) 14.Semangat Korps ( esprit de corps )
MAX WEBER : KARAKTERISTIK BIROKRASI Pembagian kerja. Pekerjaan dari setiap orang dipecah-pecah sampai ke pekerjaan-pekerjaan yang sederhana, rutin dan ditetapkan dengan jelas. Hirarki kewenangan yang jelas Formalisasi yang tinggi Bersifat tidak pribadi (impersonal) Pengambilan keputusan mengenai penempatan pegawai didasarkan atas kemampuan Jejak karier bagi para pegawai Kehidupan organisasi yang dipisahkan dengan jelas dari kehidupan pribadi.
Teoritikus tipe 2 ELTON MAYO Kajian Hawthorne CHESTER BERNARD Sistem Kerja Sama DOUGLAS McGREGOR Teori X dan Y WEBER Karakteristik Birokrasi
ELTON MAYO : Kajian Hawthorne Penemuan-penemuan howthorne telah menambah dimensi dimensi baru dan esensial bagi teori organisasi. Di dalam studi Howthorne tersebut telah memperkenalkan gagasan bahwa organisasi adalah suatu system terbuka dimana segmen teknis dan manusiawi saling terkait erat. Dan pada akhirnya percobaan-percobaan Howthorne menunjukkan bagaimanakegiatan kelompok-kelompok kerja kohesif sangat berpengaruh pada operasi organisasi. 9
CHESTER BERNARD : Sistem Kerja Sama Lebih menekankan aspek psikologi daripada aspek teknis ekonomis Hidupnya organisasi bergantung pada pemeliharaan keseimbangan diantara sumbangan dengan kepuasannya. Perlu diberikan imbalan psikosial disamping materi. Wewenang bergantung pada kesediaan bawahan untuk patuh Harus ada organisasi informal.
DOUGLAS McGREGOR : Teori X dan Y Teori X : Para pegawai pada dasarnya tidak menyukai pekerjaan dan jika mungkin menghindarinya. Karena pegawai tidak menyukai pekerjaan, maka mereka harus dipaksa, dikendalikan dan diancam dengan hukuman. Para pegawai akan mengelakkan tanggung jawab. Kebanyakan pegawai menempatkan rasa aman diatas factor lainnya yang berhubungan dengan pekerjaan dan hanya akan memperlihatkan sedikit ambisi. Teori Y : Para pegawai dapat melihat pekerjaan sebagai sesuatu yang biasa seperti halnya istirahat atau bermain. Manusia akan menentukan arahnya sendiri dan mengendalikan diri, jika mereka terikat pada tujuan-tujuan. Rata-rata orang dapat belajar untuk menerima, malahan mencari tanggung jawab Kreativitas yaitu kemampuan untuk membuat keputusan-keputusan yang baik tersebar luas pada seluruh populasi dan tidak selalu merupakan hak dari mereka yang menduduki fungsi manajerial.
WARREN BENNIS : Karakteristik Birokrasi Pembagian kerja. Pekerjaan dari setiap orang dipecah-pecah sampai ke pekerjaan-pekerjaan yang sederhana, rutin dan ditetapkan dengan jelas. Hirarki kewenangan yang jelas Formalisasi yang tinggi Bersifat tidak pribadi (impersonal) Pengambilan keputusan mengenai penempatan pegawai didasarkan atas kemampuan Jejak karier bagi para pegawai Kehidupan organisasi yang dipisahkan dengan jelas dari kehidupan pribadi.
Teoritikus tipe 3 HERBERT SIMON Serangan Terhadap Prinsip KATZ DAN KAHN Perspektif Lingkungan JOAN WOODWARD Teknologi
HERBERT SIMON : Serangan Terhadap Prinsip Teori organisasi perlu melebihi prinsip-prinsip yang dangkal dan terlalu disederhanakan bagi suatu kajian mengenai kondisi yang dibawahnya dapat diterapkan prinsip yang saling bersaing.
KATZ DAN KAHN : Perspektif Lingkungan perspektif system terbuka untuk menelaah hubungan yang penting dari sebuah organisasi dengan lingkungannya dan perlunya organisasi menyesuaikan diri terhadap lingkungannya yang berubah jika mereka ingin bertahan hidup.
JOAN WOODWARD : Teknologi Perbedaan teknologi akan menyebabkan perbedaan tuntutan terhadap keahlian manusia yang berbeda-beda dan akhirnya juga menuntut perbedaan dalam struktur organisasinya.
Teoritikus tipe 4 MARCH DAN SIMON RASIONALITAS PREFFER ARENA POLITIK
March dan Simon : Rasionalitas March dan Simon menentang gagasan klasik mengenai keputusan yang rasional atau optimum. Mereka beragumentasi bahwa mayoritas pengambil keputusan memilih alaternatif yang memuaskan alternative cukup baik. Hanya pada kasus-kasus yang luar biasa mereka akan mencari dan menyeleksi alternatif yang optimal.
PREFFER : Arena Politik kendali di dalam organisasi menjadi tujuan ketimbang hanya sebagai alat untuk mencapai tujuan-tujuan yang rasional, seperti produksi output yang efisien. Organisasi merupakan koalisi terdiri dari berbagai kelompok dan individu dengan tuntutan yang berbeda-beda. Desain organisasi merupakan hasil dari pertarungan kekuasaan berbagai koalisi tersebut.
2. Teori organisasi dan periaku organisasi Organisasi Entitas sosial yang dikoordinasikan secara sadar dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi untuk dapat mencapai tujuan bersama. ENTITAS SOSIAL DIARAHKAN OLEH TUJUAN SISTEM AKTIFITAS YANG TERSTRUKTUR BATASAN YANG DAPAT DIIDENTIFIKASI
Perbedaan TO dengan PO Perilaku organisasi (PO): Teori organisasi (TO) Individu serta kelompok kecil Pandangan mikro Fokus pada perilaku di dalam organisasi Seperangkat prestasi & variabel (kepuasan kerja, toi, absensi, produktivitas, kepemimpinan, komunikasi, konflik, dll) Pandangan makro Menganalisis organisasi Fokus pada perilaku dari organisasi TO tidak hanya memperhatikan prestasi & sikap karyawan tapi juga kemampuan organisasi
3. Perspektif siklus hidup organisasi Tahap formasi/pembentukan -> kewiraswastaan Tahap pertumbuhan -> kebersamaan Tahap kedewasaan -> tahap formalisasi & control Tahap perluasan struktur Tahap kemunduran
Tahapan Daur Hidup 1. Tahap Kewiraswastaan = tahap pembentukan (formation stage) 2. Tahap Kebersamaan (Collectivity) 3. Tahap formalisasi : dan alat kontrol (formalization and control) 4. Tahap perluasan struktur (elaboration of structure) 5. Tahap kemunduran (decline)
DAUR HIDUP ORGANISASI Tahap Kewiraswastaan : tujuan tidak jelas, kreativitas tinggi Tahap Kebersamaan : Komunikasi & Struktur informal, Komitmen tinggi Tahap Formalisasi & Kontrol : Formalisasi Peraturan, Struktur stabil, penekanan pada efisiensi Tahap Perluasan Struktur : Struktur lebih kompleks, desentralisasi, berbagai macam pasar Tahap Kemunduran : turnover pegawai tinggi, Konflik meningkat, Sentralisasi
4. Perspektif sistem organisasi Saling berhubungan dan saling bergantung yang diatur dalam menghasilkan suatu kesatuan (Seperti masyarakat, mobil, tumbuhtumbuhan, tubuh manusia, universal dan lainnya). Perspektif Sistem menawarkan pandangan penting mengenai cara kerja organisasi. Dengan membedakan tentang gagasan sistem tertutup dan terbuka, serta menunjukan bagaimana pendekatan sebuah sistem terbuka dapat membantu untuk mengkonseptualkan dengan lebih baik tentang apa yang sebenarnya dikerjakan organisasi. Perspektif Rasional menyatakan bahwa struktur organisasi sebagai alat untuk mencapai tujuan-tujuan khusus secara efektif Perspektif sosial menekankan bahwa struktur organisasi adalah hasil utama dari kekuatan-kekuatan yang saling bertentangan dari para pengikut organisasi yang mencari kekuasaan dan kendali.
5. Teori positivisme, Postmodern dan Critical theory Teori positivisme Suatu aliran filsafat yang menyatakan ilmu alam sebagai satu-satunya sumber pengetahuan yang benar dan menolak aktifitas yang berkenaan dengan metafisik. Tidak mengenal adanya spekulasi, semua didasarkan pada data empiris. Sesungguhnya aliran ini menolak adanya spekulasi teoritis sebagai suatu sarana untuk memperoleh pengetahuan (seperti yang diusung oleh kaum idealisme khususnya idealisme Jerman Klasik)
Teori Postmodern Suatu organisasi terdiri dari berbagai entitas (tim) yang beragam namun terhubung satu sama lain. Entitas-entitas tersebut mempunyai kemampuan untuk mengatur dan mengontrol dirinya sendiri melalui koordinasi yang bersifat polisentris. Koordinasi dibangun melalui kebutuhan pekerjaan Entitas diorganisasikan dalam flat desain, pekerja sangat diberdayakan dan dilibatkan dalam pekerjaan, informasi disebarluaskan Menekankan pada continous improvement.
Critical theory 1. Teori bersifat historis, maksudnya teori didasarkan atas situasi mesyarakat yang kongkrit, lalu melakukan kritik terhadap kondisi masyarakat yang tidak adil dan tidak manusiawi. 2. Teori Kritis bersifat kritis terhadap pandangan/teorinya sendiri 3. Metode dialektik yang digunakan memunculkan kecurigaan terhadap kondisi masyarakat aktual. 4. Teori tidak bersifat kontemplatif tapi bertujuan praxis, di mana teori mendorong transformasi masyarakat yang hanya mungkin bisa diterapkan melalui praxis
References : 1. Daft RL. 2007. Understanding the Theory and Design of Organization. Thompson. Southwesyern 2. Jones, Gareth. 2004. Organization Theory, Design, and Change. Upper Saddle River (New Jersey). Pearson Education Inc. 3. Robbins, Stephen P. 2002. Organization Theory, Concept, and Cases. French Forest (New South Wales). Pearson Education Australia.
Wassalamu alaikum, Wr, Wb Gambar 1. Investasi Modal Teknologi Sistem Informasi