ALGORITMA SCHEDULING WEIGHTED ROUND ROBIN DAN DEFICIT ROUND ROBIN PADA JARINGAN WIMAX TESIS

dokumen-dokumen yang mirip
Pendahuluan. Gambar I.1 Standar-standar yang dipakai didunia untuk komunikasi wireless

Simulasi dan Analisis Algoritma Scheduling pada WIMAX

Analisis Algoritma Penjadwalan Berbasis Quality of Service pada Wimax

BAB II LANDASAN TEORI

Perancangan Mekanisme Buffering untuk Multi-QoS pada MAC Layer WiMAX

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB II DASAR TEORI. Bab ini menjelaskan sekilas tentang teknologi Worldwide Interoperability

BAB I PENDAHULUAN UNIVERSITAS INDONESIA

3.6.3 X2 Handover Network Simulator Modul Jaringan LTE Pada Network Simulator BAB IV RANCANGAN PENELITIAN

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB II LANDASAN TEORI

STUDI TENTANG ALOKASI PITA FREKUENSI BWA UNTUK TEKNOLOGI WIMAX TESIS

BAB III PERANCANGAN SIMULASI JARINGAN

Makalah Seminar Tugas Akhir

ANALISIS KINERJA ALGORITMA SCHEDULING PADA JARINGAN WIMAX DENGAN MENGGUNAKAN OPNET MODELER 14.5

4.2. Memonitor Sinyal Receive CPE/SU Full Scanning BAB V. PENUTUP Kesimpulan Saran...

ACTIVE QUEUE MANAGEMENT UNTUK TCP CONGESTION CONTROL

BAB II Standar WIMAX- IEEE

BAB I PENDAHULUAN. Analisis Kinerja Protocol SCTP untuk Layanan Streaming Media pada Mobile WiMAX 3

Algoritma Scheduling

PENYUSUNAN METODOLOGI PELAKSANAAN TATA KELOLA TEKNOLOGI INFORMASI UNTUK PEMERINTAHAN TESIS


ANALISIS DAN IMPLEMENTASI ALGORITMA ROUND ROBIN DAN BEST CQI PADA PENJADWALAN DOWNLINK LTE

BAB IV PENGUJIAN. 4.1 Lingkungan Pengujian

TUGAS AKHIR ANALISA INFRASTRUKTUR LAYANAN VOICE OVER INTERNET PROTOKOL PADA PT. AJ CENTRAL ASIA RAYA. Diajukan guna melengkapi sebagian syarat

HASIL SIMULASI DAN ANALISIS

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi telekomunikasi yang semakin pesat dan kebutuhan akses data melahirkan salah satu jenis

EVALUASI PENGGUNAAN ALGORITMA GENETIKA UNTUK MENYELESAIKAN PERSOALAN PENGALOKASIAN RESOURCE BLOCK PADA SISTEM LTE ARAH DOWNLINK

BAB 3 ANALISA DAN RANCANGAN MODEL TESTBED QOS WIMAX DENGAN OPNET. menjanjikan akses internet yang cepat, bandwidth besar, dan harga yang murah.

PERANCANGAN SOFTWARE SCHEDULER UNTUK MAC LAYER WIMAX MENURUT STANDAR IEEE

TUGAS AKHIR. ANALISIS KINERJA MODULASI DAN PENGKODEAN ADAPTIF PADA JARINGAN WiMAX ALEX KRISTIAN SITEPU

ANALISIS KINERJA TEKNIK PENJADWALAN PADA WIMAX UNTUK LAYANAN VIDEO ON DEMAND

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN I-1

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

1 BAB I PENDAHULUAN. Long Term Evolution (LTE) menjadi fokus utama pengembangan dalam bidang

BAB I PENDAHULUAN. 1. Latar Belakang

Algoritma Schedulling

ABSTRAK. Kata Kunci : algoritma penjadwalan, linux virtual server, network address translation, network load balancing.

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

PERFORMANSI MODULASI 16-QAM OPTICAL OFDM PADA JARINGAN RADIO OVER FIBER DENGAN METODE PENDETEKSIAN KOHEREN TUGAS AKHIR

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB II DASAR TEORI. Bab ini menjelaskan sekilas mengenai teknologi Worldwide

KAJIAN KARAKTER FASADE BANGUNAN-BANGUNAN RUMAH TINGGAL KOLONIAL DI KAWASAN PERUMAHAN TJITAROEM PLEIN BANDUNG TESIS

TESIS Karya tulis sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Magister dari Institut Teknologi Bandung. Oleh

Mengenal WiMAX. Onno W. Purbo

BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Jaringan WiMaX WiMaX (Worldwide Interoperability for Microwave Access) adalah salah satu industry jaringan nirkabel

METODE MENENTUKAN PRIORITAS DALAM ANALYTIC HIERARCHY PROCESS MENGGUNAKAN DEKOMPOSISI NILAI SINGULAR PROYEK

PERBANDINGAN PENGARUH BANDWIDTH REQUEST WIMAX TERHADAP KUALITAS TRANSMISI VIDEO

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN MODEL QOS WIMAX DENGAN OPNET. Pada bab 3 ini penulis ingin memfokuskan pada system evaluasi kinerja

MODEL PENJADWALAN BATCH PADA JOB SHOP DENGAN KELOMPOK MESIN HETEROGEN UNTUK MEMINIMASI TOTAL WAKTU TINGGAL AKTUAL

ANALISIS PERBANDINGAN ALGORITMA ANTRIAN BERDASARKAN QOS PADA PENJADWALAN DI JARINGAN WIMAX

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

SIMULASI DAN ANALISIS DATA TRAFIK SCHEDULING DAN PERFORMANSI PADA SISTEM LTE ARAH DOWNLINK MENGGUNAKAN ALGORITMA GENETIKA

Aplikasi WiMAX. Oleh: Yenniwarti Rafsyam, Milda Yuliza, Lifwarda. Staf Pengajar Teknik Elektro Politeknik Negeri Padang ABSTRACT

ANALISA PERBANDINGAN PERFORMANSI SKEMA SCHEDULING WFQ (WEIGHTED FAIR QUEUEING) DAN PQ (PRIORITY QUEUEING) PADA JARINGAN IP (INTERNET PROTOCOL)

BAB II TEORI DASAR. 2.1 Perkembangan Wireless. Analisis perbandingan..., Husni Safruddin, FT UI., 2009 Universitas indonesia

Penggunaan Hidden Markov Model untuk Kompresi Kalimat

ANALISIS PEMANFAATAN SEQUENTIAL PATTERN UNTUK MENENTUKAN NODE ORDERING PADA ALGORITMA KONSTRUKSI STRUKTUR BAYESIAN NETWORK

BAB II DASAR TEORI WIMAX

Standard IEEE 802. Pertemuan II

EVALUASI KINERJA PENJADWALAN WEIGHTED FAIR QUEUEING (WFQ) DENGAN ADAPTIVE MODULATION AND CODING (AMC) DALAM JARINGAN MOBILE WIMAX

TEKNOLOGI WiMAX untuk Komunikasi Digital Nirkabel Bidang

KUALITAS LAYANAN PADA JARINGAN NIRKABEL WORLDWIDE INTEROPERABILITY FOR MICROWAVE ACCESS (WIMAX) TUGAS AKHIR M. ALMER FAHLERI

Analisis Pengiriman Video Pada WiMAX Menggunakan Network Simulator dan Perangkat WiMAX PCR

BAB II DASAR TEORI. Bab ini menjelaskan sekilas tentang teknologi Worldwide Interoperability

Teknologi Komunikasi. INFRASTRUKTUR KOMUNIKASI Broadband & Telecommunication USO. Yani Pratomo, S.S, M.Si. Advertising & Marketing Communication

ANALISIS PENERAPAN MODEL PROPAGASI ECC 33 PADA JARINGAN MOBILE WORLDWIDE INTEROPERABILITY FOR MICROWAVE ACCESS (WIMAX)

ALGORITMA PENGALOKASIAN RESOURCE BLOCK BERBASIS QOS GUARANTEED MENGGUNAKAN ANTENA MIMO 2X2 PADA SISTEM LTE UNTUK MENINGKATKAN SPECTRAL EFFICIENCY

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 1 I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

ANALISIS POTENSI PEMANFAATAN TEKNOLOGI BROADBAND WIRELESS ACCESS PADA FREKUENSI 2,3 GHz DI DAERAH USO TESIS

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

SIMULASI NETWORK REFERENCE MODEL PADA JARINGAN WIMAX

PENCARIAN MELODI PADA FILE MIDI

OPTIMASI PASOKAN GAS BUMI MENGGUNAKAN ANALISIS INPUT-OUTPUT TESIS. JATI ARIE WIBOWO NIM : Program Studi Teknik Perminyakan

BAB II PEMBAHASAN 2.1. Dasar Wimax

1.1 LATAR BELAKANG MASALAH

APLIKASI ALGORITMA GENETIKA UNTUK MENGOPTIMALKAN POLA RADIASI SUSUNAN ANTENA

SIMULASI DAN ANALISA SCHEDULING SERVICE CLASS PADA JARINGAN WIMAX MENGGUNAKAN OPNET MODELER

PERANCANGAN PENGENDALI PID DIGITAL DAN IMPLEMENTASINYA MENGGUNAKAN FPGA

BAB I PENDAHULUAN - 1 -

TUGAS AKHIR ANALISIS KINERJA CONTENT DELIVERY NETWORK YANG MENGGUNAKAN LOAD BALANCER

ANALISIS IMPLEMENTASI WiMAX DALAM PERKEMBANGAN TELEKOMUNIKASI DI INDONESIA

KUALITAS LAYANAN. Budhi Irawan, S.Si, M.T

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

KOMUNIKASI DATA ST014 Komunikasi data nirkabel dan topologi jaringan

Transkripsi:

ALGORITMA SCHEDULING WEIGHTED ROUND ROBIN DAN DEFICIT ROUND ROBIN PADA JARINGAN WIMAX TESIS Karya tulis sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Magister dari Institut Teknologi Bandung Oleh IMAN HEDI SANTOSO NIM : 23205053 Program Studi Teknik Elektro INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG 2007

ALGORITMA SCHEDULING WEIGHTED ROUND ROBIN DAN DEFICIT ROUND ROBIN PADA JARINGAN WIMAX Oleh : Iman Hedi Santoso NIM : 23205053 Program Studi Teknik Elektro Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung Menyetujui Tim Pembimbing Tanggal :... 2007 Pembimbing I : Pembimbing II : Dr. Ir. Hendrawan Ir. Nana Rachmana M.Eng. NIP : 131 660 121 NIP : 131 473 905

ABSTRAK ALGORITMA SCHEDULING WEIGHTED ROUND ROBIN DAN DEFICIT ROUND ROBIN PADA JARINGAN WIMAX Oleh: Iman Hedi Santoso NIM: 23205053 Diantara bermacam-macam sistem akses broadband, sistem fixed broadband wireless access (FBWA) diharapkan akan menjadi sistem yang paling fleksible dimasa depan. Meskipun link fiber optik dan link DSL merupakan teknologi broadband yang sudah eksis di jaringan akses, layanan-layanan berbasis BWA mempunyai keuntungan seperti: pengembangannya cepat, sharing sumberdaya radio yang dinamis, dan berbiaya rendah Salah satu standar BWA adalah IEEE 802.16, standar ini disponsori oleh masyarakat IEEE/LAN/MAN, yang beroperasi pada range 2-11 GHz dan mendukung akses LOS (Line of Sight) dan NLOS. Dengan adanya standar IEEE 802.16 ini, jaringan internet wireless menjadi mungkin terwujud. Munculnya teknologi ini memunculkan harapan teknologi informasi makin berkembang maju. Standar IEEE 802.16 telah mendasari sebuah teknologi jaringan akses yang disebut WIMAX. WIMAX menawarkan beberapa keuntungan salah satunya adalah jaminan QoS pada level MAC. Agar dapat menjamin QoS, base station (BS) harus mengalokasikan bandwidth berdasarkan algoritma tertentu. Standar IEEE 802.16 memang sudah menetapkan mekanisme QoS signaling tetapi belum menetapkan algoritma scheduling untuk alokasi bandwidth sehingga terbuka kesempatan bagi berbagai pihak untuk berinovasi. Karena jaringan WIMAX merupakan jaringan berkecepatan tinggi, kesederhanaan algoritma scheduling i

harus menjadi perhatian. Oleh karena itu, dalam penelitian ini dikaji dan dibandingkan kinerja 2 jenis scheduling yang sederhana, yaitu Weighted Round Robin (WRR) dan Deficit Round Robin (DRR). Hasil simulasi menunjukkan, bahwa, algoritma scheduling WRR dapat menjamin QoS requirement untuk setiap kelas layanan pada jaringan WIMAX, sedang DRR kinerjanya sedikit dibawah WRR. Oleh karena itu pada jaringan WIMAX sebaiknya digunakan WRR daripada DRR. Kata Kunci: scheduling, WIMAX, WRR, DRR. ii

ABSTRACT SCHEDULING ALGORITHM WEIGHTED ROUND ROBIN AND DEFICIT ROUND ROBIN ON WIMAX NETWORK Oleh: Iman Hedi Santoso NIM: 23205053 Among various broadband wireless access, fixed broadband wireless access (FBWA) are expected become most flexible system in the future. In spite of optic fiber and DSL link have became existing broadband technology in access network, BWA-based services have several advantage, ie: rapid development, dynamic resource sharing, and low cost. One of the BWA standard is IEEE 802.16, this standar is sponsored by IEEE/LAN/MAN society, operate in range 2 11 GHz and support LOS (Line of Sight) and NLOS (Non Line of Sight) propagation. By this standar, the implementation of wireless internet become possible. The advent of this technology has raised the expectation in increased rapid progress of information technology. IEEE 802.16 standard serves as a basis for an access network, it is called WIMAX. WIMAX offer several advantage, one of them is guaranteeing QoS in MAC level. In order to guarantee the QoS, base station (BS) has to allocate bandwidth according to certain algorithm. IEEE 802.16 standard has defined QoS signalling mechanism but not yet for the scheduling algorithm. This scheduling algorithm over WIMAX is opened to the public, giving opportunity to everyone creating inovation in this field. WIMAX network is a high speed network, the simplicity of the scheduling algorithm become important to notice. Therefore, in iii

this research two simple scheduling, Weighted Round Robin (WRR) and Deficit Round Robin (DRR) will be analyzed and compared. The simulation shows WRR and DRR scheduling can guarantee QoS requirement for every service classes, even though the DRR performance slightly below WRR. Therefore, in WIMAX network, this research suggests using WRR instead of DRR. Keywords: scheduling, WIMAX, WRR, DRR. iv

PEDOMAN PENGGUNAAN TESIS Tesis S2 yang tidak dipublikasikan terdaftar dan tersedia di Perpustakaan Institut Teknologi Bandung, dan terbuka untuk umum dengan ketentuan bahwa hak cipta ada pada pengarang dengan mengikuti aturan HaKI yang berlaku di Institut Teknologi Bandung. Referensi kepustakaan diperkenankan dicatat, tetapi pengutipan atau peringkasan hanya dapat dilakukan seizin pengarang dan harus disertai dengan kebiasaan ilmiah untuk menyebutkan sumbernya. Memperbanyak atau menerbitkan sebagian atau seluruh tesis haruslah seizin Direktur Program Pascasarjana, Institut Teknologi Bandung. v

KATA PENGANTAR Pertama-tama penulis ucapkan syukur ke hadlirat Allah SWT karena Dialah yang menjadi sebab yang pertama dan utama atas segala sesuatu yang terjadi didunia ini, dan karena Dialah yang telah memberikan kesehatan, kelancaran, dan hidayah sehingga penulis dapat menyelesaikan karya tulis ini. Penulis mengucapkan terimakasih atas partisipasi dan bantuan semua pihak, yang telah diberikan kepada penulis baik secara langsung atau pun tidak, dan secara khusus kepada: 1. Dr. Ir. Hendrawan dan Ir. Nana Rachmana M.Eng. yang telah membimbing penulis dalam penyelesaian tesis ini. 2. Dr. Ir. Suhartono Tjondronegoro, selaku wali akademik yang telah membimbing penulis dalam menyelesaikan studi Magister di ITB. 3. Ir. Sigit Haryadi, M.T., yang telah memberi rekomendasinya untuk penulis sehingga penulis dapat diterima di program pasca sarjana ITB, dan juga atas kesediaannya untuk menjadi penguji penulis dalam sidang tesis. 4. Ir. Hardi Nusantara, M.T., Dr. Ir. Ridwan Efendi, dan Ir. Tutun Juhana, M.T., yang telah bersedia menjadi penguji penulis dalam sidang tesis dan telah memberikan masukkan berharga dalam penyelesaian tesis ini. 5. Bapak dan Ibu tercinta yang telah memberikan do a, motivasi, dan dorongan, dan begitu juga kepada Istriku, Tjutju Supriatin, dan Anakku, Nisrina Nurul Iman, atas motivasi dan penyertaannya di hari-hari yang sempit dalam menyelesaikan tesis ini. 6. Achmad Ubaidillah, Nina Hendrarini, Andri Priambodo, sebagai temanteman di komunitas WIMAX. 7. Junaid, Samy, dan Ibu Liby yang telah mendorong penulis dalam penyelesaikan tesis ini, Sukiswo, Martinus Mujur Rose, dan Sholihin sebagai teman-teman di laboratorium resisdensi S2. vii

8. Baso Marudani, Wiwit, teman-teman angkatan 2004 dan 2005 lainnya, yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu, atas bantuan dan kerjasamanya. 9. Seluruh sivitas akademika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, pengelola Laboratorium Telematika dan Laboratorium Telekomunikasi Radio dan Gelombang Mikro atas segala bimbingan, pengajaran, dan bantuannya. 10. Ir Arief Permana, M.Sc., sebagai Ketua STTK, yang telah memberikan rekomendasi sehingga penulis dapat diterima pada program pasca sarjana ITB. 11. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan atas bantuan Beasiswa Pendidikan Pascasarjana (BPPs) yang telah diterima selama pendidikan program magister ini. Akhir kata, penulis berharap semoga hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi para pembaca dan buku tesis ini dapat menjadi referensi. Bandung, Juni 2007 Penulis, Iman Hedi Santoso viii

DAFTAR ISI ABSTRAK... i ABSTRACT... iii PEDOMAN PENGGUNAAN TESIS... v KATA PENGANTAR... vi DAFTAR ISI... viii DAFTAR GAMBAR... xi DAFTAR TABEL... xiii BAB I Pendahuluan.. 1 I.1 Latar Belakang... 1 I.2 Rumusan Masalah... 3 I.3 Tujuan Penelitian... 4 I.4 Batasan Masalah... 4 I.5 Metodologi Penelitian... 5 I.6 Sistematika Laporan... 5 BAB II Standar WIMAX IEEE 802.16... 5 II.1 Arsitektur... 6 II.2 Layer Fisik... 8 II.2.1 Single Carrier 8 II.2.2 Orthogonal Frequency Division Multiple 10 Access (OFDMA)... II.2.3 Teknik Duplexing.. 12 II.3 Subframe Downlink. 13 II.4 Subframe Uplink... 14 II.5 MAC Common Part Sublayer... 15 II.5.1 MAC Protocol Data Unit... 16 II.5.2 Network Entity dan Inisialisasi Sebuah SS 17 II.5.3 Keterjaminan QoS pad IEEE 802.16... 18 II.5.3.1 Layanan Uplink Scheduling... 19 viii

II.5.3.2 Mekanisme Bandwidth Request dan 20 Grant... BAB III Algoritma Scheduling... 22 III.1 Pendahuluan... 22 III.2 Persyaratan Sebuah Scheduling... 23 III.3 Klasifikasi Algoritma Scheduling... 25 III.4 Beberapa Jenis Scheduling... 25 III.4.1 Generalized Processor Sharing (GPS).. 26 III.4.2 First In First Out (FIFO) 28 III.4.3 Priority Queueing (PQ)... 30 III.4.4 Fair Queueing (FQ)... 30 III.4.5 Weighted Fair Queueing (WFQ)... 33 III.4.6 Weighted Round Robin (WRR) 33 III.4.7 Deficit Round Robin (DRR). 37 III.4.7.1 Algoritma DRR... 37 III.4.7.2 DRR Pseudocode... 38 BAB IV Modul IEEE 802.16 dan Implementasi Scheduling pada 42 Simulator NS-2... IV.1 Pendahuluan... 42 IV.2 Modul IEEE 802.16 pada NS-2... 42 IV.3 Implementasi Scheduling pada NS-2... 44 IV.3.1 Weighted Round Robin... 46 IV.3.2 Deficit Round Robin... 50 IV.4 Contoh Simulasi... 53 BAB V Simulasi dan Analisis Algoritma Scheduling pada WIMAX... 75 V.1 Karakteristik Layanan pada Jaringan WIMAX... 61 V.2 Analisa Kinerja Scheduling... 64 V.2.1 Node Tunggal... 64 V.2.2 Node Banyak... 66 V.2.2.1 Weighted Round Robin... 67 V.2.2.2 Deficit Round Robin... 69 ix

BAB VI Kesimpulan dan Saran... 71 VI.1 Kesimpulan... 71 VI.2 Saran... 71 DAFTAR PUSTAKA... 72 x

DAFTAR TABEL Tabel V.1 Parameter pada WIMAX 61 Tabel V.2... 68 Tabel V.3... 70 xiii

DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar I.1 Standar-standar yang dipakai di dunia untuk 1 komunikasi wireless... Gambar I.2 Struktur PMP... 2 Gambar I.3 Struktur MESH... 2 Gambar II.1 Jaringan WIMAX... 7 Gambar II.2 Protokol Stack 802.16... 8 Gambar II.3 Banyak antena pada mode LOS... 9 Gambar II.4. Modulasi dan coding adaptif... 9 Gambar II.5 Struktur frame OFDMA... 11 Gambar II.6 Struktur subframe TDD... 12 Gambar II.7 Tiga tipe struktur subframe... 13 Gambar II.8 Struktur subframe downlink... 13 Gambar II.9 Struktur subframe uplinki... 14 Gambar III.1 Model algoritma scheduling... 23 Gambar III.2 GPS scheduling... 26 Gambar III.3 Contoh 1, scheduling GPS... 27 Gambar III.4 Contoh 2, scheduling GPS... 27 Gambar III.5 FIFO scheduling... 29 Gambar III.6 Priority Queueing (PQ)... 30 Gambar III.7 Fair Queueing... 31 Gambar III.8 Weighted Fair Queueing... 33 Gambar III.9 Weighted Round Robin 35 Gambar III.10 Contoh untuk WRR.. 36 Gambar III.11 Deficit Round Robin (DRR)... 38 Gambar III.12 Cara kerja DRR... 40 Gambar IV.1 Hubungan antara modul WIMAX dengan modulmodul 43 pada NS-2... Gambar IV.2 Diagram kelas pada modul WIMAX... 45 Gambar IV.3 Konfigurasi jaringan... 54

Gambar IV.4 Tampilan NAM pada NS-2... 59 Gambar V.1 Tampilan grafis pada simulator NS-2... 60 Gambar V.2 Perbandingan rata-rata throughput... 62 Gambar V.3 Delay transmisi UGS, ertps, dan rtps... 62 Gambar V.4 Perbandingan delay antrian rata-rata... 63 Gambar V.5 Perbandingan standar deviasi delay antrian... 63 Gambar V.6 Satu BS melayani satu SS... 65 Gambar V.7 Rata-rata throughput pada WRR scheduling 65 Gambar V.8 Rata-rata throughput pada DRR scheduling. 66 Gambar V.9 Konfigurasi jaringan WIMAX dengan banyak SS... 67 Gambar V.10 WRR dengan skema pembobotan: 30-30-30-5-5... 67 Gambar V.11 WRR dengan skema pembobotan: 20-20-50-5-5... 68 Gambar V.12 WRR dengan skema pembobotan: 30-20-40-5-5... 68 Gambar V.13 DRR dengan skema quantum: 250-250-980... 69 Gambar V.14 DRR dengan skema quantum: 500-250-980... 69 Gambar V.15 DRR dengan skema quantum: 980-980-980... 70