ANALISIS BREAK EVENT POINT USAHA TANI JAGUNG

dokumen-dokumen yang mirip
ANALISA USAHATANI BAYAM

ANALISIS TITIK IMPAS USAHATANI KEDELAI

Oleh: 1 Haris Hermawan, 2 Soetoro, 3 Cecep Pardani

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

METODE PENELITIAN. status suatu gejala yang ada. Data dikumpulkan disusun, dijelaskan dan kemudian

BAB III METODE PENELITIAN

AGRITECH : Vol. XVII No. 2 Desember 2015 : ISSN :

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Objek dalam penelitian ini adalah usaha tani jagung Desa Semedo yang

BAB I PENDAHULUAN. mata pencaharian di bidang pertanian. Sektor pertanian pada setiap tahap

III. METODELOGI PENELITIAN. untuk mendapatkan dan menganalisis data sesuai dengan tujuan

ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI JAGUNG DI DESA LABUAN TOPOSO KECAMATAN LABUAN KABUPATEN DONGGALA

ECONOMIC ANALYSIS OF AGRIBUSINESS PAPAYA HAWAII IN NORTH PONTIANAK

ANALISIS BIAYA, PENDAPATAN DAN R/C USAHATANI JAHE ( Zingiber officinale ) (Suatu Kasus di Desa Kertajaya Kecamatan Panawangan Kabupaten Ciamis)

METODE PENELITIAN. deskriptif analisis, pelaksanaan penelitian ini menggunakan studi komparatif,

ANALISIS TITIK PULANG POKOK USAHATANI BAWANG MERAH (Allium ascolinicum L) VARIETAS LEMBAH PALU DI KELURAHAN TAIPA KECAMATAN PALU UTARA KOTA PALU

IV METODE PENELITIAN 4.1 Lokasi dan Waktu Penelitian 4.2 Jenis dan Sumber Data

ANALISIS KELAYAKAN USAHATANI DAN TINGKAT EFISIENSI PENCURAHAN TENAGA KERJA PADA USAHATANI PADI SAWAH

Oleh : DEDI DJULIANSAH DOSEN PRODI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SILIWANGI

Kelayakan Ekonomi Teknologi Petani Pada Usahatani Bawang Merah Varietas Sumenep (Studi Kasus di Desa Rajun Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep)

SURYA AGRITAMA Volume 2 Nomor 2 September 2013

SURYA AGRITAMA Volume I Nomor 1 Maret 2012 KERAGAAN USAHATANI PADI SAWAH PETANI GUREM DI DESA MLARAN KECAMATAN GEBANG KABUPATEN PURWOREJO

Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara

SOCIETA IV - 1 : 48 53, Juni 2015 ISSN

SURYA AGRITAMA Volume 2 Nomor 1 Maret 2013

Faidah, Umi., dkk. Faktor-faktor Yang...

III. METODE PENELITIAN. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif

ANALISIS USAHATANI JAGUNG (Zea Mays L) (Suatu kasus di Desa Pancawangi Kecamatan Pancatengah Kabupaten Tasikmalaya)

PENENTUAN HARGA POKOK DAN SKALA MINIMUM PRODUKSI COMRING HASIL OLAHAN SINGKONG

SURYA AGRITAMA Volume I Nomor 2 September 2012

ANALISIS EKONOMI USAHATANI DAN TINGKAT EFISIENSI PENCURAHAN TENAGA KERJA PADA USAHATANI MELON

ANALISA BREAK EVENT POINT

III. METODE PENELITIAN. A. Konsep Dasar, Definisi Operasional dan Pengukuran. variabel- variabel yang digunakan dalam penelitian ini akan diukur dan

ANALISIS USAHATANI PEPAYA DI KABUPATEN MUARO JAMBI. Refa ul Khairiyakh. Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Jambi

ANALISIS USAHATANI DAN KESEJAHTERAAN PETANI PADI, JAGUNG DAN KEDELE

ANALISIS USAHATANI RUMPUT LAUT DI KECAMATAN NAGAWUTUNG KABUPATEN LEMBATA

ANALISIS PENDAPATAN DAN KELAYAKAN USAHATANI PADI SAWAH DI DESA KARAWANA KECAMATAN DOLO KABUPATEN SIGI

ANALISIS USAHATANI TERPADU TANAMAN PADI

ANALISIS OPTIMASI PENGGUNAAN INPUT PRODUKSI PADA USAHATANI MENTIMUN DI KECAMATAN MUARA BULIAN KABUPATEN BATANGHARI

III. METODE PENELITIAN. Semua konsep dan defenisi operasional ini mencakup pengertian yang

ANALISIS USAHATANI JAGUNG HIBRIDA PADA AGROEKOSISTEM LAHAN TADAH HUJAN

III. METODE PENELITIAN. dianalisis. Menurut Supardi (2005) penelitian deskripsi secara garis besar

METODE PENELITIAN. merupakan penelitian yang dimaksudkan untuk mengumpulkan informasi

III. METODE PENELITIAN. metode survey. Metode survey digunakan untuk memperoleh fakta-fakta dari

IV METODE PENELITIAN 4.1. Lokasi dan Waktu Penelitian 4.2. Jenis dan Sumber Data

ANALISIS TITIK IMPAS USAHATANI TANAMAN KETEPENG CINA (Cassia alata L) PADA PT. SRIKAYA SEGA UTAMA BANJARBARU

1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

III. METODE PENELITIAN

ANALISIS PENDAPATAN DAN EFISIENSI USAHATANI PADI SAWAH DI DESA KOTA BANGUN KECAMATAN KOTA BANGUN

22 ZIRAA AH, Volume 33 Nomor 1, Februari 2012 Halaman ISSN

Nelfita Rizka*), Salmiah**), Aspan Sofian**)

IV. METODE PENELITIAN

I. METODE PENELITIAN. dikumpulkan mula-mula disusun, dijelaskan dan kemudian dianalisis. Tujuannya

BESARNYA KONTRIBUSI CABE BESAR (Capsicum annum L) TERHADAP PENDAPATAN PETANI PADI (Oryza sativa L) DI KELURAHAN BINUANG

ANALISIS KELAYAKAN USAHA TAMBAK BANDENG DI DESA DOLAGO KECAMATAN PARIGI SELATAN KABUPATEN PARIGI MOUTONG

PENDAPATAN USAHATANI KACANG TANAH DI DESA TAGAWITI KECAMATAN ILE APE KABUPATEN LEMBATA

KAJIAN EKONOMIS USAHATANI TERPADU TANAMAN PANGAN DENGAN TERNAK KAMBING PADA LAHAN KERING DI KABUPATEN SUMBAWA

METODE PENELITIAN. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian kelayak usahatani dengan

IV METODE PENELITIAN

ANALISIS USAHATANI PISANG AYAM DI DESA AWE GEUTAH PAYA KECAMATAN PEUSANGAN SIBLAH KRUENG KABUPATEN BIREUEN

III. METODE PENELITIAN. bahwa kabupaten ini adalah sentra produksi padi di Provinsi Sumatera Utara.

ANALISIS PENDAPATAN DAN KELAYAKAN USAHATANI PADI SAWAH DI DESA SIDERA KECAMATAN SIGI BIROMARU KABUPATEN SIGI

ANALISIS TITIK IMPAS SEBAGAI ALAT PERENCANAAN LABA PEDAGANG CABAI RAWIT DI WILAYAH KOTA GORONTALO* )

III. METODE PENELITIAN

Kajian Biaya, Penerimaan & Keuntungan Usahatani

METODE PENELITIAN. Menurut Travers (1978) dalam Umar menjelaskan bahwa metode ini bertujuan

VIII ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI UBI JALAR

ANALISIS KOMPARATIF PENDAPATAN PETANI JAGUNG DI SEKITAR WADUK KEDUNG OMBO KECAMATAN SUMBERLAWANG KABUPATEN SRAGEN

III. METODE PENELITIAN. A. Konsep Dasar dan Batasan Operasional. mengenai variabel yang akan diteliti untuk memperoleh dan menganalisis

KELAYAKAN DIVERSIFIKASI USAHATANI SAYURAN Asep Irfan Fathurrahman 1) Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

IV. METODE PENELITIAN

Analis Pendapatan Usaha Tani Padi dengan Sistem Tanam Benih Langsung (TABELA) di Kelurahan Padangsappa Kecamatan Ponrang Kabupaten Luwu

ANALISIS TITIK IMPAS PADA USAHATANI PADI ORGANIK (Suatu Kasus di Desa Sukanagara Kecamatan Lakbok Kabupaten Ciamis) Abstrak

Pendekatan Perhitungan Biaya, Pendapatan & Analisis Kelayakan Usahatani

SURYA AGRITAMA Volume I Nomor 2 September 2012 ABSTRAK

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

III. METODE PENELITIAN. penelitian yang memusatkan diri pada pemecahan masalah-masalah yang ada pada

Sisvaberti Afriyatna Dosen Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Palembang ABSTRAK

V. HASIL DAN PEMBAHASAN. Petani cabai merah lahan pasir pantai di Desa Karangsewu berusia antara

ANALISIS FINANSIAL USAHATANI SAWI

Manajemen Keuangan. Break-Even Point

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

ANALISIS USAHA TANI BEBERAPA VARIETAS PADI DENGAN MENGGUNAKAN REVENUE COST RATIO (R/C RATIO) Untari 1) ABSTRACT PENDAHULUAN

e-j. Agrotekbis 2 (2) : , April 2014 ISSN :

KAJIAN NILAI TAMBAH PRODUK AGRIBISNIS KEDELAI PADA USAHA ANEKA TAHU MAJU LESTARI DI KECAMATAN LANDASAN ULIN, KOTA BANJARBARU

23 ZIRAA AH, Volume 38 Nomor 3, Oktober 2013 Halaman ISSN

Kata Kunci : Biaya Total, Penerimaan, Pendapatan, dan R/C.

AGRIPLUS, Volume 22 Nomor : 01Januari 2012, ISSN

PENGARUH FAKTOR SOSIAL EKONOMI PETANI TERHADAP PRODUKSI USAHATANI SAWI (Kasus: Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan) JURNAL ILMIAH

VII ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI PADI SEHAT

ANALISIS PRODUKSI DAN PENDAPATAN USAHATANI PADI SAWAH DI DESA SIDONDO 1 KECAMATAN SIGI BIROMARU KABUPATEN SIGI

BAB III METODE PENELITIAN. Usahatani Padi Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus. Sarana. Produksi

ANALISIS KELAYAKAN USAHA GULA AREN STUDI KASUS: DESA MANCANG, KEC. SELESAI, KAB. LANGKAT ABSTRAK

ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI TANAMAN PANGAN DI KECAMATAN PURWOSARI KABUPATEN GUNUNGKIDUL (Studi kasus Daerah Rawan Pangan)

ABSTRAK. XAVERIUS GINTING, SALMIAH, JUFRI Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara

III. METODE PENELITIAN. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitis

BAB III METODE PENELITIAN DAN ANALISIS DATA

METODE PENELITIAN. dijelaskan dan dianalisis. Penelitian ini bersifat kuantitatif, karena dalam

Break Even Point. Suatu teknik analisa untuk mempelajari hubungan antara biaya tetap, biaya variabel, keuntungan dan volume kegiatan

Transkripsi:

WAHANA INOVASI VOLUME 3 No.2 JULI-DES 2014 ISSN : 2089-8592 ANALISIS BREAK EVENT POINT USAHA TANI JAGUNG Khairunnisyah Nasution Dosen Fakultas Pertanian Universitas Islam Sumatera Utara Jl. Karya Bakti No.34 Medan Johor ABSTRAK Anaslisa break even point adalah suatu teknis analisa yang mempelajari hubungan antara biaya tetap, biaya variable, keuntungan dan volume kegiatan. oleh karena analisa tersebut mempelajari hubungan antara biaya, keuntungan dan volume kegiatan, maka analisa tersebut sering pula disebut costprofit-volume analysis (CPV analysis). Dalam perencanaan keuntungan, analisa break event point merupakan profit planning approach yang mendasarkan pada hubungan biaya (cost) dan penghasilan penjualan (revenue). Dengan analisa Break Even Point, suatu usaha dapat mengetahui pada jumlah produksi atau volume penjualan berapa keuntungan perusahaan sama dengan nol. Dengan demikian suatu usaha dapat menargetkan keuntungan yang akan diperoleh dari usahamya. Kata Kunci : Break Even Point, Usaha Tani Jagung PENDAHULUAN Indonesia merupakan negara pertanian yang artinya memegang peranan penting dari keseluruhan perekonomian nasional. Hal ini dapat ditunjukkan dari banyaknya penduduk atau tenaga kerja yang hidup atau bekerja pada sektor pertanian atau produk nasional yang berasal dari pertanian. Sektor pertanian itu sendiri mempunyai peranan penting untuk menyediakan pangan yang terus menerus menngkat dari tahun ke tahun sesui dengan pertumuhan dan perkembangan penduduk (Mubyarto, 1994). Sudah menjadi bagian dari kebijaksanaan pemerintah, bahwa salah satu sasaran utama pembangunan pertanian adalah terciptanya swasembada dan mempertahankan serta meningkatkan swasembada pangan tersebut. Pengertian pangan dalam usaha pemenuhan kebutuhan-kebutuhan pokok hidup manusia yang dihubungkan akan pemenuhan karbohidrat dan kalori, umumnya mancakup dua jenis komiditi, yaitu padi dan palawija (Sastraatmadja, 1996). Salah satu tanaman palawija yang mempunyai prospek cukup cerah adalah tanaman jagung bila dikelola secara insentif dan komersial berpola agribisnis. Permintaan pasar dalam negri dan peluang eksport komiditi jagung cenderung meningkat dari tahun, kle tahun, baik untuk memenuhi kebutuhan pangan maupun non pangan. Selain untuk memenuhi kebutuhan dalam negri yang terus meningkat, upaya peningkatan produksi jagung nasional juga sangat berpeluang untuk mengisi pasaran dunia (Pingali 2001 dan Kasryno 2002). Analisa break even point adalah salah satu teknis analisa yang mempelajari hubungan antara biaya tetap, biaya variabel, keuntungan dan volume kegiatan. Oleh karena analisa tersebut mempelajari hubungan antara biaya, keuntungan volume kegiatan, maka analisa tersebut sering pula disebut Cost Profit Volume Analysis (CPV Analysis). Dalam perencanaan keuntungan, analisa break even merupakan Profit Planing Approach yang mendasarkan pada hubungan biaya (Cost) dan penghasilan penjualan (Revenue) (Bambang, 1997). Masalah Penelitian Berdasarkan latar belakang diatas, maka masalah penelitian dapat dirumuskan sebagai berikut a. Apakah produksi usahatani jagung di atas Break Even Point produksi b. Apakah nilai produksi usahatani jagung di atas Break Even Point nilai produksi c. Apakah harga jual jagung petani di atas Price Break Even

479 Tujuan Penelitian Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah, maka tujuan penelitian dapat dirumuskan untuk meneliti : a. Besarnya produksi usahatani jagung dan Break Even Point produksi b. Besarnya nilai usahatani dan Break Event Point nilai produksi c. Harga jual jagung petani dan Price Break Even Kegunaan Penelitian Diharapkan hasil penelitian ini merupakan sumbang saran yang dapat memberikan manfaat untuk : a. Bahan pertimbangan atau masukan kepada pemerintah dalam kebijakan pembangunan pertanian kedepan khusus dalam menetapkan kebijakan harga produk pertanian b. Bahan pertimbangan atau masukan buat masyarakat petani jagung dalam meningkatkan produksi dan pendapatan. c. Menambah pengetahuan penulis tentang analisis Break Even Point d. Data tambahan bagi penelitian yang sejeni pada bidangnya dalam rangka pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. METODE PENELITIAN Penelitian dilakukan di Desa Tanjung Anom Kecamatan Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara yang ditentukan secara purposive (sengaja) untuk diteliti. Dasar pertimbangan penentuan secara sengaja karena daerah ini sesuai dengan syarat penelitian dan mempunyai potensi pengembangan tanaman jagung. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan januari 2014 sampai maret 2014, mengingat adanya keterbatasan kemampuan tenaga, dana, dan waktu peneliti. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus (case study), karena penelitian yang digunakan sifatnya insentif, terinci dan mendalam terhadap fenomena tertentu. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat petani Desa Tanjung Anom yang berusahatani jagung berjumlah 63 petani. Penentuan sampel dalam penelitian ini adalah dengan simple random sampling (acak sederhana) dengan metode undian. Jumlah sampel yang dianggap mewakili populasi dalam penelitian ini adalah 50% dari total populasi yaitu sebanyak 31 petani. Untuk mengetahui menguji hipotesisi pertama, kedua dan ketiga digunakan metode analisis break even point Sebagai berikut : BEP = Fixed Cost. Sales Price/Unit Variable Cost/Unit Dimana : BEP = Break Even Point (titik pulang pokok) Fixed Cost = Biaya tetap Sales Price / Unit = Harga jual / unit Variable Cost / Unit = Harga variable/ unit (Arifin, J dan Akhmad Fauzi. 1999) Penggunaan Faktor Produksi Rata-rata penggunaan faktor produksi petani di daerah penelitian dapat dilihat pada Tabel berikut. Tabel 1. Rata-Rata Penggunaan Faktor Produksi Usahatni Jagung Per Musim Tanam Tahun 2014 No. Faktor Produksi Jumlah 1. Luas Lahan 0,84 Ha 2. Benih 21,32 Kg 3. Pupuk 1.064,19 Kg 4. Pestisida 8,71 Ltr 5. Tenaga Kerja 88,61 HKSP Sumber : Data Primer Diolah Luas Lahan Petani Dari hasil penelitian lahan petani sampel yang ditanami jagung berkisar antara 0,40 Ha hingga 1,40 Ha dengan luas rata-rata 0,84 Ha. Rata-rata Luas lahan pertanian 0,84 Ha menunjukkanpetani jagung di daerah penelitian rata-rata mempunyai luas lahan usahatani sedang, tidak terlalu luas dan

480 tidak pula sebagai petani gurem yang mempunyai luas lahan <0,50 Ha Benih Varietas jagung yang umum digunakan oleh petani jagung di daerah penelitian adalah varietas pionerrr 23. Dari hasil penelitian diperoleh informasi bahwa benih jagung pioner 23 tahan terhadap serangan penyakit bulai. Dalam pengadaan benih, petani memperoleh dengan cara membeli dalam bentuk benih yang telah ada di pasaran (toko penjual sarana produksi) terdekat. Jumlah benih yang digunakan petani sampel dalam berusahatani tajung berkisar 10 kg hingga 35 kg dengan jumlah benih rata-rata 21,32 kg. Pupuk Pupuk yang digunakan oleh petani sampel berupa pupuk organik, yaitu pupuk kandang dan pupuk anorganik seperti, Urea, SP36 dan KCI, yang juga dibeli dalam kios sasaran produksi yang terdekat. Jumlah pupuk yang digunakan petani sampel dalam berusahatani jagung, untuk pupuk kandang berkisar antara 400 kg hingga 1.500 kg dengan jumlah pupuk kandang. Pestisida Pestisida yang digunakan oleh petani sampel adalah herbisida seperti, Gromoxon dan Tosdon. Sedangkan insektisida jarang digunakan petani untuk tanaman jagung, sebab hama tanaman jagung tidak begitu berarti dalam merusak tanaman jika tanaman subur. Tenaga Kerja Usahatani jagung di daerah peneliti menggunakan tenaga kerja yang berasal dari dalam dan luar keluarga, baik laki-laki maupun perempuan. Tenaga kerja dalam keluarga yang digunakan antara lain istri, anak, manantu bahkan saudara juga ikut membantu. Rata-rata Produksi dan Biaya Produksi Rata-rata produksi, biaya produksi, penerimaan, pendapatan dan harga jual petani sampel di daerah peneliti dapat dilihat pada Tabel berikut. Tabel 2. Rata-rata Produksi, Biaya Produksi, Penerimaan, Pendapatan dan Harga Jual Usahatani Jagung Per Musim Tanam Tahun 2014 No. Uraian Jumlah 1. Luas Lahan 0,84 Ha 2. Produksi 4.322,58 Kg 3. Biaya Produksi Rp. 6.979.829,03 4. Penerimaan Rp. 8.834.677,42 5. Pendapatan Rp. 1.854.848,39 6. Harga Jual Rp. 2.043,55 Sumber : Data Primer Diolah Produksi Produksi adalah hasil jagung yang telah dipanen petani. Dalam penelitian ini produksi yang dihitung hasil jagung pipilan dalam datu kali musim tanam yang dinyatakan dalam satu kilogram. jumlah produksi jagung pipilan yang dihasilkan petani sampel dalam berusahatani jagung berkisar antara 2.100 kg hingga 7.500 kg dengan luas lahan 0,40 Ha. Rata-rata produksi 4.322,58 Kg dengan rata-rata luas lahan 0,84 Ha. Biaya Produksi Biaya produksi adalah biaya yang dikeluarkan petani dalam menghasilkan jagung. Biaya produksi yang dikeluarkan antara lain, biaya sewa lahan, biaya benih, biaya pupuk, biaya pestisida, biaya tenaga kerja dan biaya penyusutan yang dihitung dalam satuan rupiah per musim tanam. Jumlah biaya produksi usahatani jagung yang dikeluarkan petani sampel berkisar antara Rp. 3.332.000 hingga Rp. 1.812.000 dengan rata-rata biaya produksi Rp. 6.979.829,03 dengan rata-rata luas lahan 0,84 Ha. Penerimaan Penerimaan petani adalah penghasilan sebelum dikurangi dengan biaya

481 produksi yang dikeluarkan petani dalam menghasilkan produksi jagung. usahatani jagung yang diperoleh petani sampel berkisar antara Rp. 4.410.000 hingga Rp. 15.000.000 dengan rata-rata lahan 0,84 Ha. Pendapatan Pendapatan adalah penerimaan petani jagung setelah dikurangi dengan biaya produksi yang dikeluarkan petani dalam menghasilkan jagung. Pendapatan dihitung dalam rupiah per musim tanam. pendapatan usahatani jagung yang diperoleh petani sampel berkisar antara Rp. 1.036.000 hingga Rp. 3.854.000 dengan pendapatan rata-rata Rp. 1.854.848,39 dengan rata-rata luas lahan 0,84 Ha. Titik Pulang Pokok (Break Even Point) Usahatani Jagung Break Even Point (BEP) adalah titik keseimbangan antara penggunaan total biaya (TC), terhadap nilai total penerimaan (TR). Pada keadaan ini jumlah keuntungan adalah nol, dan kerugian juga nol. Tabel 3. Break Even Point Usahatani Jagung Petani Sampel per Musim Tanam Tahun 2014 No. Uraian Jumlah BEP (Unit) SBE (Rp) PBE (Rp) 1. Rata-Rata Produksi 4.322,58 Kg 2. Rata-Rata FC Rp. 1.714.829,03 3. Rata-Rata VC Rp. 5.265.000,00 2.130,53 4.334.507,47 1.609,95 4. Rata-Rata SP / Unit Rp. 2.043,55 5. Rata-rata VC / Unit Rp. 1.213,43 Sumber : Data Primer Diolah. Break Even Point (BEP) Dalam Unit Break Even Point dalam unit merupakan gambaran berapa unit produk yang harus dihasilkan pada tingkat biaya tetap dan biaya variabel serta harga tertentu agar tercapai titik pulang pokok. Diketahui bahwa BEP dalam unit sebesar 2.130,53 Kg dengan luas lahan rata-rata 0,84 Ha. Berarti dengan biaya tetap sebesar Rp. 1.714.829,03, biaya variabel sebesar Rp. 5.265.000,00 dan harga jual petani harus berada di atas 2.130,53 Kg. Jika di bawah 2.130,53 Kg petani akan mengalami kerugian. Break Even Point (BEP) Dalam Rupiah Break Even Point dalam rupiah merupakan gambaran berapa rupiah penerimaan yang harus didapat pada tingkat biaya tetap dan biaya variabel serta harga tertentu agar tercapai titik pulang pokok. Diketahui bahwa BEP dalam rupiah sebesar Rp. 4.334.507,47 dengan luas rata-rata 0,84 Ha. Berarti dengan biaya tetap sebesar Rp. 1.714.829,03, biaya variabel sebesar Rp. 5.265.000,00 dan harga jual per kg sebesar Rp. 2.043,5 untuk mendapatkan keuntungan penerimaan usahatani jagung petani harus berada di atas Rp. 4.334.507,47. Jika di bawah Rp. 4.334.507,47 petani akan mengalami kerugian. Price Break Even Price Break Even merupakan gambaran berapa rupiah harga per unit yang harus didapat pada tingkat biaya tetap dan biaya variabel serta produksi tertentu agar tercapai titik pulang pokok. Diketahui bahwa PBE sebesar Rp. 1.609,95. Berarti dengan biaya tetap sebesar Rp. 1.714.829,03, biaya variabel sebesar Rp. 5.265.000,00 dan produksi yang dihasilkan sebesar 4.322,58 Kg untuk mendapatkan keuntungan harga jual per kg jagung beradsa diatas Rp. 1.609,95. Jika di bawah Rp.1.609,95 petani akan mengalami kerugian. Break Even Point Sebagai Perencanaan Laba Nilai break even point di atas merupakan gambaran usahatani jagung petani sampel. Dari nilai tersebut direncanakan perolehan laba pada masa yang akan datang. Dengan menggunakan harga jual rata-rata Rp. 2.043,55/kg, maka usahatani jagung harus mencapai target produksi sebesar 2.130,53 kg agar tercapai titik impas. Untuk mendapatkan laba usahatani jagung harus melebihi target produksi tersebut.

482 KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut. a. BEP dalam unit usahatani jagung di daerah penelitian sebesar 2.130,53 Kg dengan luas lahan rata-rata 0,84 b. BEP dala rupiah usahatani jagung di daerah peneliti sebesar Rp. 4.334.507,47 dengan luas lahan rata-rata 0,84 Ha c. PBE usahatani jagung di daerah peneliti sebesar Rp. 1.609,95 Djarwanto. 1994. Pokok-Pokok Analisa Laporan Keuangan. BPFE. Yogyakarta. Horngern. 1992. Management Accounting. Terjemahan Ancella A. Hermawan. Erlangga. Jakarta. Mubyarto. 1994. Pengantar Ekonomi Produksi Pertanian LP3ES. Jakarta. Saran a. Kepada petani jagung, diharapkan kepada petani jagung khususnya yang berdominasi di daerah peneliti untuk menganalisis usahataninya agar dapat diketahui apakah usahataninya menguntungkan atau tidak. b. Kepada pemerintah, diharapkan agar dapat memberikan perhatian yang lebih banyak kepada para petani jagung terutama dalam hal harga hasil produksi maupun harga input produksi, sehingga petani mampu membeli sasaran produsi dan dapat terangsang untuk berusahatani jagung dan dapat memperoleh keuntungan yang lebih layak. c. Kepada mahasiswa lainnya, diharapkan untuk meneliti faktorfaktor lain yang mempengaruhi usahatani jagung seperti faktor harga hasil produksi dan harga input produksi terhadap pendapatan petani jagung serta peran kelembagaan yang ada di desa dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat desa. DAFTAR PUSTAKA Adisarwanto dan Yustina 2007. Meningkatkan Produksi Jagung di Lahan Kering, Sawah dan Pasang Surut. Penebar Swadaya. Jakarta. Cholid Handoko dan Abu Achmadi. 2003. Metodologi Penelitian. Bumi Aksara. Jakarta.