8 Obesitas pada Anak dan Remaja

dokumen-dokumen yang mirip
10 Usaha Kesehatan Sekolah Dan Remaja

2. POKOK BAHASAN / SUB POKOK BAHASAN

2. POKOK BAHASAN / SUB POKOK BAHASAN

Modul 4 SIRKUMSISI PADA PHIMOSIS (No. ICOPIM: 5-640)

1 Tumbuh Kembang Anak

15 Gangguan Perilaku Pada Anak: Temper Tantrum

Modul 23 ORCHIDOPEXI/ORCHIDOTOMI PADA UNDESCENSUS TESTIS (UDT) (No. ICOPIM: 5-624, 5-620)

Diabetes Mellitus Type II

195 Batu Saluran Kemih

16 Gangguan Perilaku Pada Anak: Encopresis

TERAPI INHALASI MODUL PULMONOLOGI DAN KEDOKTERAN RESPIRASI. : Prosedur Tidakan pada Kelainan Paru. I. Waktu. Mengembangkan kompetensi.

68 Gagal Ginjal Kronik (GGK)

Modul 26 DETORSI TESTIS DAN ORCHIDOPEXI (No. ICOPIM: 5-634)

Modul 34 EKSISI LUAS TUMOR DINDING ABDOMEN PADA TUMOR DESMOID & DINDING ABDOMEN YANG LAIN (No. ICOPIM: 5-542)

BAB 1 PENDAHULUAN. merupakan bagian dari sindroma metabolik. Kondisi ini dapat menjadi faktor

Modul 26 PENUTUPAN STOMA (TUTUP KOLOSTOMI / ILEOSTOMI) ( No. ICOPIM 5-465)

Modul 20 RESEKSI/ EKSISI ANEURISMA PERIFER (No. ICOPIM: 5-382)

2. POKOK BAHASAN / SUB POKOK BAHASAN

Contoh Penghitungan BMI: Obesitas atau Overweight?

Pencegahan Tersier dan Sekunder (Target Terapi DM)

MODUL PULMONOLOGI DAN KEDOKTERAN RESPIRASI BATUK DARAH. Oleh

93 Meningitis Tuberkulosa

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Obesitas merupakan salah satu masalah kesehatan yang banyak terjadi di

BAB 1 PENDAHULUAN. suatu keadaan dengan akumulasi lemak yang tidak normal atau. meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular dan serebrovaskular

BAB 1 PENDAHULUAN. kematian berasal dari PTM dengan perbandingan satu dari dua orang. dewasa mempunyai satu jenis PTM, sedangkan di Indonesia PTM

BAB I PENDAHULUAN. perempuan ideal adalah model kurus dan langsing, obesitas dipandang sebagai

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

200 Neurofibromatosis

BAB I PENDAHULUAN. Pengukuran antropometri terdiri dari body mass index

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. yang terdiri dari dataran tinggi atau pegunungan. Gangguan Akibat. jangka waktu cukup lama (Hetzel, 2005).

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. gizi terjadi pula peningkatan kasus penyakit tidak menular (Non-Communicable

BAB I PENDAHULUAN. negara berkembang terus mengalami perubahan, terutama di bidang

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN orang dari 1 juta penduduk menderita PJK. 2 Hal ini diperkuat oleh hasil

BAB I PENDAHULUAN. kesejahteraan masyarakat semakin meningkat. Salah satu efek samping

BAB I PENDAHULUAN. absolute atau relatif. Pelaksanaan diet hendaknya disertai dengan latihan jasmani

( No. ICOPIM : )

1. Nama Penyakit/ Diagnosis : Sindrom Down

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. Pola penyakit yang diderita masyarakat telah bergeser ke arah. penyakit tidak menular seperti penyakit jantung dan pembuluh darah,

BAB I PENDAHULUAN. Penyakit Jantung Koroner (PJK) merupakan penyakit yang menyerang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Pengetahuan Mengenai Insulin dan Keterampilan Pasien dalam Terapi

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. disebabkan oleh PTM terjadi sebelum usia 60 tahun, dan 90% dari kematian sebelum

Mitos dan Fakta Kolesterol

Esti Nurwanti, S.Gz., Dietisien., MPH

BAB 1 PENDAHULUAN. produksi glukosa (1). Terdapat dua kategori utama DM yaitu DM. tipe 1 (DMT1) dan DM tipe 2 (DMT2). DMT1 dulunya disebut

PENYAKIT DEGENERATIF V I L D A A N A V E R I A S, M. G I Z I

BAB I PENDAHULUAN. terjadinya penyempitan, penyumbatan, atau kelainan pembuluh nadi

MODUL GLOMERULONEFRITIS AKUT

BAB I PENDAHULUAN. Sindroma metabolik merupakan kumpulan kelainan metabolik komplek

Pada wanita penurunan ini terjadi setelah pria. Sebagian efek ini. kemungkinan disebabkan karena selektif mortalitas pada penderita

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. yang ditandai dengan meningkatnya glukosa darah sebagai akibat dari

Definisi: keadaan yang terjadi apabila perbandingan kuantitas jaringan lemak

202 Sindroma Guillain Barre

BAB 1 : PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Status kesehatan masyarakat ditunjukkan oleh angka kesakitan, angka

BAB I PENDAHULUAN. commit to user

BAB 1 PENDAHULUAN. penduduk dunia meninggal akibat diabetes mellitus. Selanjutnya pada tahun 2003

Milik MPKT B dan hanya untuk dipergunakan di lingkungan akademik Universitas Indonesia


BAB I PENDAHULUAN. Tekanan darah adalah tenaga pada dinding pembuluh darah arteri saat

BAB I PENDAHULUAN. yang mendadak dapat mengakibatkan kematian, kecacatan fisik dan mental

BAB I PENDAHULUAN. epidemiologi di Indonesia. Kecendrungan peningkatan kasus penyakit

EATING DISORDERS. Silvia Erfan

BAB 1 PENDAHULUAN. orang dewasa dan usia balita. Jika kegemukan terjadi pada masa balita

Penyakit Diabetes Bisa Disembuhkan Seutuhnya..?

BAB I PENDAHULUAN. meningkat. Peningkatan asupan lemak sebagian besar berasal dari tingginya

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Bab 2 Metode Penelitian

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. bentuk variabel tertentu atau perwujudan dari nutritute dalam bentuk. variabel tertentu ( Istiany, 2013).

DIABETES MELITUS GESTASIONAL

BAB. 3. METODE PENELITIAN. : Cross sectional (belah lintang)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. fibrosa yang longgar. Skin tag dapat berupa tonjolan kecil, lunak dan mempunyai

BAB 1 PENDAHULUAN. Obesitas telah menjadi masalah kesehatan yang serius di seluruh dunia,

Kanker Prostat. Prostate Cancer / Indonesian Copyright 2017 Hospital Authority. All rights reserved

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Tingkat Cholesterol Apa artinya, Diet dan Pengobatannya

BAB I PENDAHULUAN. a. Latar Belakang Penelitian. Dislipidemia adalah suatu istilah yang dipakai untuk

BAB I PENDAHULUAN. Menurut International Diabetes Federation (IDF, 2015), diabetes. mengamati peningkatan kadar glukosa dalam darah.

BAB 1 : PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang American Diabetes Association (ADA) menyatakan bahwa Diabetes melitus

UPT Balai Informasi Teknologi LIPI Pangan & Kesehatan Copyright 2009

DIAGNOSIS DM DAN KLASIFIKASI DM

Kanker Usus Besar. Bowel Cancer / Indonesian Copyright 2017 Hospital Authority. All rights reserved

BAB 1 PENDAHULUAN. Berdasarkan data International Diabetes Federation (IDF) pada

BAB 1 PENDAHULUAN. Diabetes mellitus (DM) adalah salah satu penyakit. degenerative, akibat fungsi dan struktur jaringan ataupun organ

2 Penyakit asam urat diperkirakan terjadi pada 840 orang dari setiap orang. Prevalensi penyakit asam urat di Indonesia terjadi pada usia di ba

LEMBAR PENJELASAN KEPADA CALON SUBJEK PENELITIAN

PREVALENSI DAN FAKTOR RISIKO PENYAKIT JANTUNG KORONER PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RUMAH SAKIT IMMANUEL BANDUNG PERIODE JANUARI DESEMBER

Diabetes tipe 2 Pelajari gejalanya

Transkripsi:

8 Obesitas pada Anak dan Remaja Waktu Pencapaian kompetensi : Sesi di dalam kelas Sesi dengan fasilitasi pembimbing Sesi praktik dan pencapaian kompetensi : 2 x 50 menit (classroom session) : 3 x 50 menit (coaching session) : 4 minggu (facilitation and assessment) Tujuan pembelajaran umum Setelah mengikuti sesi ini peserta didik dipersiapkan untuk mempunyai keterampilan di dalam mengelola anak dengan obesitas melalui pembelajaran pengalaman klinis, dengan didahului serangkaian kegiatan antara lain pre-assessment, diskusi, bedside/kasus, dan berbagai penelusuran sumber pengetahuan. Tujuan pembelajaran khusus Setelah mengikuti sesi ini peserta latih akan memiliki kemampuan untuk: 1. Mengenali kasus obesitas pada anak dan remaja 2. Menentukan etiologi dan komplikasi 3. Melakukan penatalaksanaan secara tuntas dan pencegahan. Strategi pembelajaran Tujuan 1. Mengenali kasus obesitas pada anak dan remaja Untuk mencapai tujuan ini maka dipilih metode pembelajaran sbb: A. Proses pembelajaran dilaksanakan melalui metode: Small group discussion Case study approach Problem based learning B. Peserta didik paling tidak sudah harus mempelajari (prasyarat): Bahan acuan referensi Ilmu dasar yang berkaitan dengan topik pembelajaran Ilmu klinik dasar tentang tata cara anamnesis dan pemeriksaan jasmani umum dalam ruang lingkup pediatri. Must to know key points: o Definisi / kriteria obesitas o Penggunaan growth curve (BMI) o Tanda dan gejala klinis 88

Tujuan 2. Menentukan etiologi dan komplikasi Untuk mencapai tujuan ini maka dipilih metode pembelajaran sbb: A. Proses pembelajaran dilaksanakan melalui metode: Small group discussion Case study approach Problem based learning B. Peserta didik paling tidak sudah harus mempelajari (prasyarat): Bahan acuan referensi Ilmu dasar yang berkaitan dengan topik pembelajaran Ilmu klinik dasar tentang tata cara anamnesis dan pemeriksaan jasmani umum dalam ruang lingkup pediatri. Must to know key points: o Perbedaan obesitas idiopatik dan endogen secara klinis o Pemeriksaan penunjang untuk menentukan etiologi o Gejala komplikasi obesitas o Pemeriksaan penunjang untuk menentukan adanya Komplikasi Tujuan 3. Menatalaksana obesitas secara tuntas Untuk mencapai tujuan ini maka dipilih metode pembelajaran sbb: A. Proses pembelajaran dilaksanakan melalui metode: Belajar mandiri Diskusi kasus Mengelola kasus B. Peserta didik paling tidak sudah harus mempelajari (prasyarat): Bahan acuan referensi Ilmu dasar yang berkaitan dengan topik pembelajaran seperti metabolisme nutrien, patofisiologi, dampak/penyulit obesitas, dan sebagainya Ilmu klinik dasar tentang tata cara anamnesis dan pemeriksaan jasmani umum dalam ruang lingkup pediatri Must to know key points: o Tujuan tatalaksana obesitas pada anak dan remaja o Prinsip tatalaksana obesitas pada anak dan remaja o Prinsip tatalaksana komplikasi obesitas pada anak dan remaja Persiapan sesi Materi sesi dalam program power point: Obesitas pada anak dan remaja Slide 1-2 Pendahuluan 89

Kepustakaan 3-4 Epidemiologi 5-6 Patogenesis 7-10 (+gambar) Manifestasi klinis 11 Pemeriksaan penunjang 12-13 Diagnosis 14-18 Komplikasi 19-22 Pengobatan 23 Prognosis 24-25 Pencegahan Kasus : kasus obesitas Sarana dan alat Bantu : - Penuntun belajar (learning guide) - Tempat belajar (training setting): Rawat jalan dan Rawat inap - Audiovisual 1. Donohoue PA. Obesity. In: Behrman RE, Kliegman RM, Jenson HB, editors. Nelson Textbook of Pedia-trics. 17th ed. Philadelphia: Saunders; 2004. p.173-6 2. Freemark M. Obesity. Accessed on April 8, 2006. Available from: www.emedicine.com/ped. 3. Roberts SB, Hoffman DJ. Energy and Substrate Regulation in Obesity. In: Walker WA, Watkins JB, Duggan C, editors. Nutrition in Pediatrics, Basic Science and Clinical Applications. 3rd ed. BC Decker Inc 2003 Kompetensi Mengenal dan menatalaksana tuntas kasus obesitas pada anak dan remaja Gambaran umum. OBESITAS PADA ANAK DAN REMAJA Obesitas adalah keadaan penimbunan jaringan lemak tubuh yang berlebihan dan ditandai dengan adanya gambaran klinis yang khas. Pada anak dan remaja obesitas sering memberikan dampak masalah sosial dan emosional, gangguan fungsi kardiovaskular misalnya dislipidemia dan hipertensi, gangguan saluran nafas misalnya asma dan obstructive sleep apnea syndrome (OSAS), non-alkoholic steato-hepatitis (NASH), gang-guan toleransi glukosa, komplikasi ortopedi, dll. Obesitas terjadi akibat ketidakseimbangan antara asupan energi dengan pengeluaran energi. Ketidakseimbangan energi ini dapat disebabkan oleh asupan energi yang berlebih dan atau pengurangan pengeluaran energi, baik untuk metabolisme, termoregulasi dan aktivitas fisik. Etiologi Peningkatan asupan energi ditemukan pada beberapa sindrom genetik, sedangkan pengurangan energi dijumpai pada beberapa defisiensi hormon. Namun, kelainan genetik dan hormonal tersebut ternyata hanya dapat menjelaskan peningkatan berlebih berat badan pada 10% pasien. Sedangkan 90% obesitas disebabkan oleh faktor lingkungan (gaya hidup), misal-nya pola makan dan pola aktifitas sehari-hari. 90

Sindrom genetik terkait dengan obesitas pada masa kanak dapat disebabkan oleh kelainan kromosom misalnya pada sindrom Down, delesi kromosom 9q34, mutasi gen tunggal misalnya pada defisiensi Leptin, sindrom obesitas dan mental retardasi yang diturunkan secara autosomal resesif misalnya sindrom Prader Willi, dll, sindrom mental retardasi dan obesitas yang diturunkan secara terangkai-x misalnya Borjeson-Forssman-Lehman, dll. Kelainan hormonal terkait dengan obesitas pada masa kanak, antara lain hipotiroidisme, defisiensi growth hormon, sindrom Cushing, pseudohipo-paratiroidisme, dll. Obat-obatan yang dapat mengakibatkan peningkatan berat badan, antara lain: kortisol dan glukokortikoid lain penghambat monoamin oksidase sulfonilurea tiazolidindion risperidon klozapin insulin (dosis berlebih) kontrasepsi oral Manifestasi klinis Anamnesis: Riwayat pertumbuhan/pertambahan berat badan: perawakan pendek atau defek pertumbuhan linear pada anak dengan obesitas harus dicurigai kemungkinan defisiensi growth hormone, hipotiroidisme, kelebihan kortisol, pseudohipoparatiroidisme, atau sindrom genetik, misalnya sindrom Prader-Willi Riwayat kerusakan pada SSP (misalnya infeksi, trauma, perdarahan, radiasi, kejang) mengarah pada obesitas hipotalamikus dengan atau tanpa defisiensi growth hormone atau hipotiroidisme hipotalamus. Riwayat sakit kepala pagi hari, muntah, gangguan penglihatan dan miksi berlebih juga merupakan petunjuk bahwa obesitas disebabkan oleh tumor atau massa di hipotalamus Kulit kering, konstipasi, intoleransi terhadap cuaca dingin atau cepat lelah mengarah pada hipotiroidisme Kapan mulai tampak gemuk: pranatal, early adiposity rebound, remaja Riwayat masukan makanan dan obat-obatan misalnya kortikosteroid Riwayat obesitas dalam keluarga Pola makan dan aktivitas harian Riwayat penyakit keluarga yang berkaitan dengan risiko obesitas misalnya penyakit kardiovaskular dini (misalnya stroke atau serangan jantung sebelum usia 55 tahun), peningkatan kadar kolesterol, hipertensi, diabetes tipe II Pemeriksaan fisis: Pengukuran BB, TB, BB/TB, body mass index (BMI) dan tekanan darah Kulit kering, intoleransi terhadap dingin, konstipasi, cepat lelah Muka tembem, dagu rangkap, leher pendek Tonsil / adenoid Akumulasi lemak di leher dan badan, tetapi tidak pada ekstremitas Pseudoacanthosis nigricans (hiperpigmentasi di kulit leher, lipatan ketiak, di bawah payudara, 91

daerah pinggang) Rambut wajah yang berlebihan, jerawat, menstruasi iregular pada remaja perempuan Perkembangan seksual yang tidak sesuai untuk usianya (pubertas praecox) Ginekomastia pada anak lelaki Perut membuncit dan pendular, striae ungu Ektremitas: kaki berbentuk X atau O, jari meruncing Genitalia: burried penis Kriteria Diagnosis Diagnosis obesitas ditegakkan bila indeks massa tubuh (BMI) terletak sama dengan atau di atas persentil 95 kurva BMI menurut usia dan jenis kelamin CDC 2000, sedangkan bila BMI terletak sama dengan atau di atas persentil 85 sampai persentil 95 kurva BMI menurut usia dan jenis kelamin CDC 2000 dikatakan mengalami overweight. Pemeriksaan Penunjang Jika memungkinkan dilakukan secara rutin pada semua pasien obesitas Darah perifer lengkap Profil lipid: trigliserida, kolesterol total, HDL dan LDL Tes toleransi glukosa oral, insulin puasa Fungsi hati: SGPT, SGOT Fungsi ginjal: ureum, creatinin, asam urat Dilakukan sesuai indikasi: Fungsi tiroid Sekresi dan fungsi growth hormone Kalsium, fosfat dan kadar hormon paratiroid bila dicurigai pseudohipoparatiroidisme Foto orofaring AP dan Lateral bila dicurigai hipertrofi tonsiloadenoid Sleep studies untuk mendeteksi sleep apnea USG hati jika dicurigai NASH Echocardiography jika terindikasi secara klinis Pemindaian MRI otak dengan fokus hipotalamus dan hipofisis, bila terindikasi secara klinis Pemeriksaan analisis kromosom jika terdapat dismorfisme Pemeriksaan analisis genetik jika diduga berkaitan dengan sindrom tertentu Tata laksana Pengaturan diet, petunjuk praktis diet pediatrik dapat dilihat pada Tabel 1. Pengaturan aktivitas Modifikasi perilaku: membina cara makan dan cara beraktifitas yang sehat Melibatkan keluarga Farmakoterapi: sampai saat ini (2006) tidak ada satu obatpun yang dianggap aman untuk pemakaian pada usia anak, sedangkan untuk remaja orlistat dapat digunakan dengan kemasan khusus remaja (dikomb-inasi dengan suplemen vitamin yang larut dalam lemak) 92

Tabel 1. Petunjuk praktis diet pediatrik (usia >2 tahun) Konsumsi lebih banyak buah-buahan, sayuran, sereal, kacang, gandum Makanlah paling sedikit 3 porsi sayuran dan 2 porsi buah setiap hari Pilih produk bebas lemak atau rendah lemak Perbanyak konsumsi daging merah tanpa lemak, unggas (tanpa kulit) atau ikan Konsumsi kuning telur kurang dari 3 per minggu Gunakan minyak sayur, margarin yang mengandung asam lemak tak jenuh dan yang hanya sedikit mengandung asam lemak trans Bila makan atau membeli makanan jadi, pilihlah makanan yang mengandung asam lemak jenuh dan kolesterol yang rendah, atau makanan yang dipanggang atau dipanggang. Sumber: Walker WA, Watkins JB, Duggan C. Nutrition in Pediatrics, Basic Science and Clinical Applications. 3rd ed. BC Decker Inc; 2003. Pendidikan dan pencegahan Pemantauan pertumbuhan Pendidikan/penjelasan bahaya atau komplikasi obesitas Contoh kasus STUDI KASUS: OBESITAS Arahan Baca dan lakukan analisis terhadap studi kasus secara perorangan. Bila sudah selesai membaca, jawab pertanyaan yang disediakan dan diskusikan dalam kelompok. Kelompok lain dalam ruangan juga melakukan hal yang sama dengan soal yang sama pula. Setelah semua kelompok selesai dilakukan semacam pleno dan diskusi antar hasil kelompok. Studi Kasus 1 Seorang anak lelaki berusia 9 tahun dibawa berobat oleh orang tuanya karena terlalu gemuk. BB saat ini adalah 100 kg dengan TB 128 cm. Anak ini dilahirkan prematur 36 minggu dengan BL 2,4 kg, sampai usia 1 tahun BBnya sulit naik tetapi setelah itu nafsu makannya mendadak berlebihan sehingga usia 3 tahun beratnya 30 kg. Pasien juga mengalami keterlambatan perkembangan karena baru dapat duduk sendiri pada usia 1,5 tahun dan berjalan sendiri usia 2,5 tahun. Saat ini dia duduk di kelas 1 SD tetapi sulit mengikuti pelajaran sehingga 2 kali tidak naik kelas dan pada pemeriksaan psikologi didapatkan adanya IQ 60. Anak ini merupakan anak pertama dari pasangan orang tua yang non consanguinitas. Pada pemeriksaan fisik didapatkan adanya undescensus testiculorum bilateral, tangan dan kaki kecil. Apakah penyakit yang diderita anak ini? Bagaimana tatalaksana sindrom ini? Jawaban: Tujuan pembelajaran 93

Evaluasi Pada awal pertemuan dilaksanakan pre-test yang bertujuan untuk menilai kinerja awal yang dimiliki peserta didik dan untuk mengidentifikasi kekurangan yang ada. Selanjutnya dilakukan small group discussion bersama dengan fasilitator untuk membahas kekurangan yang teridentifikasi, membahas isi dan hal-hal yang berkenaan dengan penuntun belajar, kesempatan yang akan diperoleh pada saat bedside teaching dan proses penilaian. Setelah mempelajari penuntun belajar ini, mahasiswa diwajibkan untuk mengaplikasikan langkah-langkah yang tertera dalam penuntun belajar dalam bentuk role-play dengan temantemannya (peer assisted learning) atau kepada SP (standardized patient). Pada saat tersebut, yang bersangkutan tidak diperkenankan membawa tuntunan belajar, tuntunan belajar dipegang oleh teman-temannya untuk melakukan evaluasi (peer assisted evaluation). Setelah dianggap memadai, melalui metoda bedside teaching di bawah pengawasan fasilitator, peserta didik mengaplikasikan penuntun belajar kepada pasien sesungguhnya. Pada saat pelaksa-naan, evaluator melakukan pengawasan langsung (direct observation), dan mengisi formulir penilaian sebagai berikut: Perlu perbaikan: pelaksanaan belum benar atau sebagian langkah tidak dilaksanakan Cukup: pelaksanaan sudah benar tetapi tidak efisien, misal pemeriksaan terlalu lama atau kurang memberi kenyamanan kepada pasien Baik: pelaksanaan benar dan baik (efisien) Setelah selesai bedside teaching, dilakukan kembali diskusi untuk mendapatkan penjelasan dari berbagai hal yang tidak memungkinkan dibicarakan di depan pasien, dan memberi masukan untuk memperbaiki kekurangan yang ditemukan. Self assessment dan Peer Assisted Evaluation dengan mempergunakan penuntun belajar Pendidik/fasilitas: Pengamatan langsung dengan memakai evaluation checklist form (terlampir) Penjelasan lisan dari peserta didik/ diskusi Kriteria penilaian keseluruhan: cakap/ tidak cakap/ lalai. Di akhir penilaian peserta didik diberi masukan dan bila diperlukan diberi tugas yang dapat memperbaiki kinerja (task-based medical education) Instrumen penilaian Kuesioner awal(mcq / esei): 1. Bagaimana mendiagnosis obesitas pada anak? 2. Bagaimana membedakan obesitas idiopatik dan endogen? 3. Apa komplikasi obesitas pada anak dan bagaimana gejalanya? 4. Bagaimana tatalaksana obesitas pada anak dan komplikasinya? Answers: Kuesioner tengah (MCQ / esei) :.1. WHO (1997) merekomendasikan baku pengukuran obesitas pada anak di atas usia 2 tahun dan remaja berdasarkan : a. persentase BB aktual dibandingkan dengan BB ideal b. persentil tebal lipatan kulit c. lingkar pinggang (waist circumference) 94

d. ratio lingkar pinggang : lingkar panggul (waist:hip ratio) e. persentil Indeks Massa Tubuh 2. Karakteristik obesitas endogen adalah sbb, kecuali : a. umumnya berperawakan tinggi b. terdapat retardasi mental c. usia tulang terlambat d. ada dismorfisme e. terdapat riwayat obsitas di dalam keluarga 3. Sampai saat ini tatalaksana obesitas pada anak terdiri atas hal-hal berikut ini, kecuali : a. pengaturan diet b. peningkatan aktivitas fisik c. mengubah pola hidup / modifikasi perilaku d. farmakoterapi e. melibatkan orangtua, anggota keluarga, teman dan guru 4. OSAS pada obesitas memberikan gejala sbb, kecuali : a. mengorok b. mengantuk di pagi hari c. gagal jantung d. mengompol e. sering terbangun sewaktu tidur malam karena apnoe 5. Faktor risiko kardiovaskular pada obesitas anak dan remaja adalah sbb, kecuali : a. Kadar LDL-kolesterol > 160 mg/dl b. Kadar HDL-kolesterol > 45 mg/dl c. Hipertensi d. Diabetes mellitus e. Riwayat penyakit kardiovaskular dalam keluarga atau kematian mendadak pada usia < 55 tahun Answers: 95

PENUNTUN BELAJAR (Learning guide) Lakukan penilaian kinerja pada setiap langkah / tugas dengan menggunakan skala penilaian di bawah ini: 1 Perlu Langkah atau tugas tidak dikerjakan secara benar, atau dalam urutan yang salah (bila diperlukan) atau diabaikan perbaikan 2 Cukup Langkah atau tugas dikerjakan secara benar, dalam urutan yang benar (bila diperlukan), tetapi belum dikerjakan secara lancar 3 Baik Langkah atau tugas dikerjakan secara efisien dan dikerjakan dalam urutan yang benar (bila diperlukan) Nama peserta didik Nama pasien Tanggal No Rekam Medis No. PENUNTUN BELAJAR OBESITAS PADA ANAK DAN REMAJA Kegiatan / langkah klinik I. ANAMNESIS 1. Sapa pasien dan keluarganya, perkenalkan diri, jelaskan maksud anda. 2. Tanyakan keluhan utama 3. Kapan mulai tampak gemuk: pranatal, early adiposity rebound, remaja 4. Intoleransi terhadap dingin, konstipasi, cepat lelah 5. Riwayat masukan makanan dan obat-obatan misalnya kortikosteroid 6. Pola makan dan aktivitas harian 7. Riwayat obesitas dalam keluarga 8. Riwayat penyakit keluarga yang berkaitan dengan risiko obesitas II. PEMERIKSAAN JASMANI 1. Terangkan akan dilakukan pemeriksaan jasmani 2. BB (kg), PB atau TB (cm), BB/TB, BMI, skinfold 3. Kesadaran/status mental 4. Tanda vital: nadi, tekanan darah 5. Wajah tembem, dagu rangkap 6. Rambut wajah yang berlebihan, jerawat, menstruasi iregular pada remaja perempuan 7. Leher pendek 8. Akumulasi lemak di leher dan badan, tetapi tidak pada ekstremitas 9. Toraks/dada: Ginekomastia pada anak lelaki 10. Paru: apakah ditemukan kelainan, 11. Jantung: pembesaran? 12. Abdomen: membuncit dan pendular striae ungu hepatomegali 13. Genitalia: burried penis Kesempatan ke 1 2 3 4 5 96

14. Ekstremitas: kaki berbentuk X atau O, jari meruncing 15. Perkembangan seksual yang tidak sesuai untuk usianya (pubertas praecox) 16. Kulit: - kulit kering - jaringan lemak subkutis tebal - Pseudoacanthosis nigricans (hiperpigmentasi di kulit leher, lipatan ketiak, di bawah payudara, pinggang) III. PEMERIKSAAN PENUNJANG 1. GTT 2. Darah perifer lengkap 3. Profil lipid: trigliserida, kolesterol total, HDL dan LDL 4. Fungsi ginjal: ureum, creatinin, asam urat 5. Fungsi hati: SGPT, SGOT 6. Atas indikasi: Fungsi tiroid Sekresi dan fungsi growth hormone Kalsium, fosfat dan kadar hormon paratiroid bila dicurigai pseudohipoparatiroidisme Foto orofaring AP dan Lateral bila dicurigai hipertrofi tonsiloadenoid Sleep studies untuk mendeteksi sleep apnea USG hati jika dicurigai NASH Echocardiography jika terindikasi secara klinis Pemindaian MRI otak dengan fokus hipotalamus dan hipofisis, bila terindikasi secara klinis Analisis kromosom jika terdapat dismorfisme Pemeriksaan analisis genetik jika diduga berkaitan dengan sindrom tertentu IV. DIAGNOSIS 1. Berdasarkan hasil anamnesis : sebutkan 2. Berdasarkan hasil pemeriksaan jasmani: sebutkan 3. Berdasarkan hasil laboratorium: sebutkan V. TATALAKSANA 1. Pengaturan diet 2. Pengaturan aktivitas 3. Modifikasi perilaku: membina cara makan dan cara beraktifitas yang sehat 4. Melibatkan keluarga 5. Farmakoterapi: sampai saat ini tidak ada satu obatpun yang dianggap aman untuk pemakaian pada usia anak, sedangkan untuk remaja orlistat dapat digunakan dengan kemasan khusus remaja (dikombinasi dengan suplemen vitamin yang larut dalam lemak) VI. PENCEGAHAN 1. Pola hidup sehat: diet seimbang dan aktivitas 2. Pemantauan pertumbuhan 97

DAFTAR TILIK Berikan tanda dalam kotak yang tersedia bila keterampilan/tugas telah dikerjakan dengan memuaskan, dan berikan tanda bila tidak dikerjakan dengan memuaskan serta T/D bila tidak dilakukan pengamatan Memuaskan Langkah/ tugas dikerjakan sesuai dengan prosedur standar atau penuntun Tidak Tidak mampu untuk mengerjakan langkah/ tugas sesuai dengan prosedur memuaskan T/D Tidak diamati standar atau penuntun Langkah, tugas atau ketrampilan tidak dilakukan oleh peserta latih selama penilaian oleh pelatih Nama peserta didik Nama pasien Tanggal No Rekam Medis DAFTAR TILIK OBESITAS PADA ANAK DAN REMAJA Hasil penilaian No. Langkah / kegiatan yang dinilai Tidak Memuaskan Memuaskan I. ANAMNESIS 1. Sikap profesionalisme: Menunjukkan penghargaan Empati Kasih saying Menumbuhkan kepercayaan Peka terhadap kenyamanan pasien Memahami bahasa tubuh 2. Menarik kesimpulan berdasarkan data yang didapat 3. Mencari kemungkinan etiologi 4. Mencari kemungkinan komplikasi yang sudah terjadi 5. Kapan mulai tampak gemuk: prenatal, early adiposity rebound, remaja 6. Riwayat masukan makanan dan obat-obatan misalnya kortikosteroid 7. Riwayat obesitas dalam keluarga 8. Pola makan dan aktivitas harian 9. Riwayat penyakit keluarga yang berkaitan dengan risiko obesitas II. PEMERIKSAAN JASMANI 1. Sikap profesionalisme 2. BB (kg), PB atau TB (cm), BB/TB, BMI, skinfold 3. Kesadaran/status mental Tidak diamati 98

4. Tanda vital: nadi, tekanan darah 5. Wajah tembem, dagu rangkap 6. Rambut wajah yang berlebihan, jerawat, menstruasi iregular pada remaja perempuan 7. Leher pendek 8. Pembesaran tonsil/adenoid 9. Akumulasi lemak di leher dan badan, tetapi tidak pada ekstremitas 10. Toraks/dada Ginekomastia pada anak lelaki 11. Paru: apakah ditemukan kelainan 12. Jantung: pembesaran? 13. Abdomen: - membuncit dan pendular - striae ungu - hepatomegali 14. Genitalia: burried penis 15. Ekstremitas: kaki berbentuk X atau O, jari meruncing 16. Perkembangan seksual yang tidak sesuai untuk usianya (pubertas praecox) III. PEMERIKSAAN LABORATORIUM Keterampilan dalam memilih rencana pemeriksaan (selektif dalam memilih jenis pemeriksaan) IV. DIAGNOSIS Keterampilan dalam memberi argumen dari diagnosis kerja yang ditegakkan V. TATALAKSANA PENGELOLAAN 1. Memilih jenis pengobatan atas pertimbangan keadaan klinis, ekonomi, nilai yang dianut pasien, pilihan pasien, dan efek samping 2. Memberi penjelasan mengenai pengobatan yang akan diberikan 3. Memantau hasil pengobatan 4. Pengaturan diet 5. Pengaturan aktivitas 6. Modifikasi perilaku: membina cara makan dan cara beraktifitas yang sehat 7. Melibatkan keluarga 8. Farmakoterapi: sampai saat ini (2006) tidak ada satu obatpun yang dianggap aman untuk pemakaian pada usia anak, sedangkan untuk remaja orlistat dapat digunakan dengan kemasan khusus remaja (dikombinasi dengan suplemen vitamin yang larut dalam lemak) 99

VI. PENCEGAHAN 1. Pola hidup sehat: diet seimbang dan aktivitas 2. Pemantauan pertumbuhan Peserta dinyatakan: Layak Tidak layak melakukan prosedur Tanda tangan pembimbing ( Nama jelas ) PRESENTASI: Power points Lampiran (skor, dll) Tanda tangan peserta didik ( Nama jelas ) Kotak komentar 100