PATOLOGI SERANGGA (BI5225)

dokumen-dokumen yang mirip
II. TINJAUAN PUSTAKA. Patogen serangga adalah mikroorganisme infeksius yang membuat luka atau

Icerya purchasi & Rodolia cardinalis

PRINSIP-PRINSIP MIKROBIOLOGI. (RAHMIATI S.Si, M.Si)

PROGRAM PASCASARJANA INSTITUT PERTANIAN BOGOR PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT VETERINER PROGRAM MAGISTER (S-2)

TINJAUAN PUSTAKA. kerusakan daun kelapa sawit. Namun demikian, penggunaan insektisida kimia

I. PERKEMBANGAN MIKROBIOLOGI

Musuh Alami. Pengendalian Hayati

CARA CARA PENGENDALIAN OPT DAN APLIKASI PHESTISIDA YANG AMAN BAGI KESEHATAN 1) SUHARNO 2) 1) Judul karya ilmiah di Website 2)

BAB I PENDAHULUAN. ulat grayak merupakan hama penting pada tanaman tembakau (Nicotiana tabacum

Berikut ini beberapa manfaat dan dampak positif perkembangan ilmu biologi :

tanam, tanamlah apa saja maumu aku akan tetap datang mengganggu karena kau telah merusak habitatku maka aku akan selalu menjadi pesaingmu

DAMPAK NEGATIF DAN POSITIF PADA BIOLOGI

5. Cekaman Lingkungan Biotik: Penyakit, hama dan alelopati 6. Stirilitas dan incompatibilitas 7. Diskusi (presentasi)

I. PENDAHULUAN. Indonesia dikenal sebagai negara produsen kopi ke-empat terbesar di dunia. Data

FITOPATOLOGI. Ketua Program Studi / Koordinator Mayor: Sri Hendrastuti Hidayat. Staf Pengajar: Tujuan Pendidikan. Kompetensi Lulusan S2

GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN (GBPP)

SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG 2016 MATA PELAJARAN/PAKET KEAHLIAN BIOLOGI BAB III KESELAMATAN KERJA DI LABORATORIUM. Dra. Ely Rudyatmi, M.

PARASITOLOGI DAN ENTOMOLOGI KESEHATAN

I. PENDAHULUAN. Kedelai adalah salah satu bahan pangan yang sangat penting bagi masyarakat

BAB I PENDAHULUAN. Serangga merupakan hewan yang paling banyak jumlah dan ragamnya di

I. PENDAHULUAN. luas areal kakao yang cenderung mengalami peningkatan. Berdasarkan data dari

PENDAHULUAN. perikanan laut yang sangat besar. Sebagai negara maritim, usaha budidaya laut

Penyisihan Osteologi Sitologi Fisiologi Agen Penyakit (Protozoa) Biologi Molekuler (Genetika Umum) Kesehatan Masyarakat Veteriner

PENGELOLAAN HAMA SECARA HAYATI Oleh : Awaluddin (Widyaiswara)

BABI PENDAHULUAN. kehidupannya sangat dekat dengan aktifitas manusia. Kita dapat menemukannya

PENGANTAR VIROLOGI TUMBUHAN (PNH 3284, SKS 1/1) A. SILABUS

BAB I PENDAHULUAN. tanaman perkebunan. Akan tetapi banyak juga diantara serangga-serangga

PENGENDALIAN HAYATI DALAM PERLINDUNGAN TANAMAN

PENDAHULUAN. senilai US$ 588,329,553.00, walaupun ada catatan impor juga senilai US$ masyarakat (Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, 2010).

KURIKULUM TAHUN 2012 PRODI AGROTEKNOLOGI

SEJARAH DAN RUANG LINGKUP MIKROBIOLOGI

I. PENDAHULUAN. Kedelai (Glycine max (L.) Merrill) merupakan tanaman sumber protein yang

RENCANA PROGRAM KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS) DAN BAHAN AJAR DASAR-DASAR ILMU PENYAKIT TUMBUHAN (PNH 2800) SKS 3 (2/1)

Materi UN Bilogi. Cakupannya membran plasma, organel dan ini, termasuk sel pada organnisme uniseluler dan muliseluler.

KONSEP, DIAGNOSIS, DAN KLASIFIKASI PENYAKIT TANAMAN

(biologically based tactics) Modul 1. Pengendalian Hayati Untuk Pengelolaan Hama Kegiatan Belajar 1

DESKRIPSI KERANGKA KUALIFIKASI NASIONAL INDONESIA PENDIDIKAN KEDOKTERAN

Cara Menyerang Patogen (1) Mofit Eko Poerwanto

I. P E N D A H U L U A N. empat bibit kelapa sawit dibawa dari Afrika dan ditanam di Kebun Raya Bogor

MATERI BIOTEKNOLOGI MODERN JAGUNG TRANSGENIK. Disusun Oleh : NURINSAN JUNIARTI ( ) RISKA AMELIA ( )

Oleh : Erwin Maulana Farda Arifta Nanizza Lidwina Roumauli A.S Ramlah Hardiani

BAB I PENDAHULUAN. polifagus. Pada fase larva, serangga ini menjadi hama yang menyerang lebih dari

Implementasi MHPT. Implementasi MHPT

Diselenggarakan Oleh LPPM UPN Veteran Jawa Timur

TINJAUAN PUSTAKA. Menurut Kalshoven (1981), adapun sistematika dari hama ini adalah

RENCANA PROGRAM KEGIATAN PERKULIAHAN SEMESTER (RPKPS)

PENDAHULUAN. Buku Pustaka. Penilaian MKA Bioteknologi Pertanian 9/16/2012. Materi Kuliah Bioteknologi Pertanian Prodi Agroteknologi Pertemuan Ke 1

Pengendalian Hayati untuk Pengelolaan Hama

EFEKTIVITAS ISOLAT DAN METODE PAPARAN Beauveria bassiana (Balsamo) Vuillemin TERHADAP MORTALITAS DAN MIKOSIS Spodoptera litura Fabricius

BAB I PENDAHULUAN. manusia yang melakukan kontak langsung dengan insektisida kimia (Soetopo,

JENJANG SMA X (SEPULUH) BIOLOGI BIOLOGI ILMU TENTANG MAKHLUK HIDUP KELAS MATA PELAJARAN TOPIK BAHASAN

3. PENGENDALIAN OPT TANAMAN JAGUNG

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Ikan mas tergolong dalam jenis ikan air tawar. Ikan mas terkadang juga

SEMINAR NASIONAL MASYARAKAT BIODIVERSITAS INDONESIA UNAND PADANG, 23 APRIL Biodiversitas dan Pemanfaatannya untuk Pengendalian Hama

Peta Konsep. Tujuan Pembelajaran. gulma biologi hama predator. 148 IPA SMP/MTs Kelas VIII. Tikus. Hama. Ulat. Kutu loncat. Lalat. Cacing.

APAKAH APLIKASI BIOPESTISIDA SUDAH EFEKTIF?

BIODIVERSITY & BIOSAFETY Ir. Sri Sumarsih, MP. Weblog: Sumarsih07.wordpress.com Website: agriculture.upnyk.

MENGENAL ORGANISME PENGGANGGU TUMBUHAN (OPT) BAWANG MERAH DAN MUSUH ALAMINYA PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HORTIKULTURA

IDENTITAS MATA KULIAH

I. PENDAHULUAN. Kedelai (Glycine max (L) Meriill) merupakan salah satu komoditi tanaman yang

TINJAUAN PUSTAKA. Biologi Hama Conopomorpha cramerella (Lepidoptera: Gracillariidae)

BAB I PENDAHULUAN. sehingga mengakibatkan penurunan hasil pertanian, perkebunan maupun sayursayuran.

*) Dibiayai Dana DIPA Universitas Andalas Tahun Anggaran 2009 **) Staf Pengajar Fakultas Pertanian Univ.Andalas Padang

I. PENDAHULUAN. Kepik hijau (Nezara viridula L.) merupakan salah satu hama penting pengisap

TINJAUAN PUSTAKA. 1. Chilo sacchariphagus Bojer. (Lepidoptera: Crambidae) Imago betina meletakkan telur secara berkelompok pada dua baris secara

BIOLOGI DAN PERKEMBANGANNYA

BAB I PENDAHULUAN. Kecoa merupakan serangga yang hidup di dalam rumah, restoran, hotel,

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Tembakau merupakan komoditas perkebunan yang mempunyai

I. PENDAHULUAN. Nanas (Ananas comosus [L.] Merr.) merupakan komoditas andalan yang sangat

Company name. Fapet-UB. MIKROBIOLOGI-PET 4001 Sejarah

KERANGKA KUALIFIKASI NASIONAL INDONESIA

Pengantar MIKROBIOLOGI

III. BAHAN DAN METODE. Tanaman, serta Laboratorium Lapang Terpadu, Fakultas Pertanian, Universitas

Pengendalian Hama KULIAH ILMU HAMA HUTAN CHAPTER. Dr.Ir.Musyafa Ir.Subyanto, MS. Pusat Pengembangan Pendidikan - Universitas Gadjah Mada

Learning Outcomes Program Master (S2) PS Entomologi, Departemen Proteksi Tanaman, Faperta, IPB

Pengertian dan Arti Penting Perlindungan Tanaman

Dokumen Kurikulum Program Studi : Magister Biologi. Lampiran III

BAB I PENDAHULUAN. artinya tumbuhan yang menempel pada tumbuhan lain, tetapi tidak hidup secara

Identifikasi dan Klasifikasi Hama Aphid (Kutu Daun) pada tanaman Kentang

Suplemen Majalah SAINS Indonesia

JADWAL PRAKTIKUM FAKULTAS PERTANIAN UGM SEMESTER GENAP 2007/2008

BAB I PENDAHULUAN. pemukiman penduduk serta tempat-tempat umum lainnya. Pada saat ini telah

KULIAH I BIOLOGI. Tim Biologi

memahami hakikat Biologi sebagai ilmu.

MIKROBIOLOGI PERTANIAN ( 2 1)

Sejarah Perkembangan Mikrobiologi

I. TINJAUAN PUSTAKA. Tanaman sawi B. juncea (L.) menyerbuk sendiri, umumnya tahan terhadap suhu

BAKTERIOLOGI 3 (2,1) SKS

KULIAH 1. ILMU PENYAKIT TUMBUHAN DASAR. Definisi Penyakit Tumbuhan Konsep Penyakit Tumbuhan Arti Penting Penyakit Tumbuhan

BAB IV. EKOLOGI PENYAKIT TUMBUHAN PENDAHULUAN

Ambang Ekonomi. Dr. Akhmad Rizali. Strategi pengendalian hama: keuntungan dan resiko Resiko aplikasi pestisida

KURIKULUM JURUSAN/PROGRAM STUDI FARMASI PENGEMBANGAN

Mollicutes (Phytoplasma)

V. KURIKULUM PROGRAM SARJANA

Dalam sistem pengendalian hama terpadu (PHT),

I. PENDAHULUAN. disebut dengan kerapu bebek (Cromileptes altivelis). Ikan ini memiliki potensi

Pengendalian Hama Terpadu (PHT) pada Tanaman Sayuran di Kota Tomohon Sulawesi Utara

SILABI MATA KULIAH KURIKULUM 2012 PRODI AGROTEKNOLOGI MATA KULIAH WAJIB

HASIL DAN PEMBAHASAN

HAMA DAN PENYAKIT BENIH Oleh: Eny Widajati

Transkripsi:

PATOLOGI SERANGGA (BI5225) 1. Pendahuluan tjandra anggraeni 1

Patologi Serangga Adalah ilmu yang mempelajari penyakit karena patogen pada serangga. Mengapa harus dipelajari? Terutama untuk kepentingan manusia : apakah akan menyebabkan kerusakan atau menyebabkan keadaan menjadi tidak normal tjandra anggraeni 2

Secara umum : Penyakit pada Serangga dapat disebabkan oleh infeksi mikroorganisma (patogen) atau bukan oleh infeksi (non-patogen) seperti misalnya ketidakseimbangan metabolisme,abnormal genetika, fetal malformation, kekurangan makan, luka secara fisik maupun kimia, atau luka karena parasit atau predator. tjandra anggraeni 3

Malformation tjandra anggraeni 4

Malformation tjandra anggraeni 5

Abnormal tjandra anggraeni 6

Abnormal tjandra anggraeni 7

Patologi Serangga Berkaitan erat dengan mikrobiologi, awalnya pengamatan terhadap mikroorganisma non-patogen Selanjutnya digunakan untuk aplikasi di pertanian termasuk penelitianpenelitian non-target tjandra anggraeni 8

Hal yang dipelajari dalam Patologi Serangga Penyebab, gejala, gross pathology, histopathology, pathogenesis, epizootiology. tjandra anggraeni 9

Rational untuk Aplikasi Organisma penyebab penyakit yang menyerang serangga adalah organisma yang dapat digunakan sebagai "natural insecticides" untuk mengendalikan serangga hama sebagai pengganti insektisida kimia. tjandra anggraeni 10

Prinsip untuk Aplikasi Penggunaan organisma penyebab penyakit ini adalah alami, spesifik, dan aman bagi manusia, hewan domestik, dan tumbuhan. Selain itu juga aman bagi serangga non target lain seperti lebah, predator, parasitoid, organisma berguna lain. Patogen dapat diperbanyak secara massal dengan tehnik yang mudah dan cocok untuk negara berkembang yang perlu menekan pendanaan. tjandra anggraeni 11

Sejarah Singkat Penyakit pada ulat sutera (2700 SM) - Cina Penyakit pada lebah (384-322 SM) - Cina Laporan ilmiah ttg penyakit pada silkworm (Nysten, 1808) Europa Chapter pada buku ttg penyakit pada serangga (1826) Eksperimen Beauveria bassiana (1835-1836) Antara 1888-1931 banyak studi sukses mengenai jamur patogen pada serangga dsb. tjandra anggraeni 12

Penelitian Pioneer Agostino Bassi (1773-1856) membuktikan jamur parasit alami pada ulat sutera Louis Pasteur metoda praktis dalam memelihara ulat sutera agar tetap sehat Elie Metchnikoff mendemonstrasikan pengendalian serangga hama dengan menggunakan jamur tjandra anggraeni 13

Beberapa Capaian di Abad 20 Faktor Humoral (Attacin; Cecropin) Penemuan jamur patogen, microsporidia Aplikasi Bacillus thuringiensis untuk menghasilkan produk farmasi Mikroskop, komputer, elektroforesis, sekuens DNA tjandra anggraeni 14

Abad ke 21 Spesialisasi ilmu patologi serangga menjadi : biologi molekuler, virologi, bakteriologi, protozoologi, mikologi, nematologi Principles of Insect Pathology E A Steinhaus (1949) buku pertama tjandra anggraeni 15

Hal Penting dalam Patologi Serangga Epizootiology Menekankan studi di level populasi daripada individu Semua aspek yang berkaitan dengan hal tersebut perlu diperhatikan yaitu : agen penyebab infeksi, inang serangga, dan lingkungannya tjandra anggraeni 16

Lingkup Patologi Serangga Keanekaragaman serangga Jumlah serangga yg tidak terkendali Serangga yang menguntungkan dan yang merugikan Dukungan dari Virologi, bakteriologi, mikologi, protozoologi, nematologi, imunologi Patologi ~ latar belakang pengetahuan harus luas tjandra anggraeni 17

Kontribusi dari Patologi Serangga Biologi secara umum Pengobatan transmisi vektor, imuniti, proses infeksi, mutualisme (kesehatan) Pertanian peledakan hama (ekonomi) tjandra anggraeni 18

Kelompok Patogen Virus Bakteri Jamur Nematoda Protozoa tjandra anggraeni 19

Penyakit karena Virus & Nematoda pada Larva Nyamuk tjandra anggraeni 20

Penyakit karena Virus tjandra anggraeni 21

Penyakit karena Jamur Entomopatogen Beauveria bassiana (Ascomycota : Hypocreales) pada Belalang tjandra anggraeni 22

Kematian yang disebabkan oleh jamur Pandora neoaphidis (Zygomycota : Entomophtorales) pada Aphid, Myzus persicae tjandra anggraeni 23

Pengembangan insektisida mikroba meliputi tahapan : Isolasi awal Identifikasi dan evaluasi mikroba sebagai patogen di laboratorium Uji efikasi patogen serangga pada kondisi laboratorium dan lapangan Uji lapangan formulasi pestisida mikroba tjandra anggraeni 24

Sistematika pembelajaran : Anatomi dan fisiologi serangga Sistem pertahanan tubuh serangga Asosiasi serangga dengan mikroorganisma non-patogen Mikroorganisma penyebab penyakit serangga (bakteri, virus,jamur, protozoa, nematoda) Penggunaan mikroba untuk pengendalian serangga hama tjandra anggraeni 25

Minggu depan : Anatomi dan Fisiologi Serangga tjandra anggraeni 26