III. METODE PENELITIAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB III METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dan verifikatif.

BAB III METODE PENELITIAN. adalah untuk mengetahui kontribusi motivasi dan minat bekerja di industri

III. METODE PENELITIAN. menggunakan kuesioner sebagai teknik pokok. Penelitian yang bersifat

III. METODE PENELITIAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Bab ini membahas mengenai uraian dan analisis data-data yang

III. METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan adalah Deskriptif Asosiatif dengan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pengaruh

BAB III METODE PENELITIAN. mengenai Identifikasi Variabel Penelitian, Definisi Variabel Penelitian,

METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Deskriptif. Karena

BAB III METODE PENELITIAN. identifikasi variabel penelitian, definisi operasional variabel penelitian, subjek

BAB II METODE PENELITIAN. penelitian korelasional dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif,

BAB III METODE PENELITIAN. Desain penelitian merupakan rencana atau metode yang akan ditempuh

BAB. III METODE PENELITIAN. A.Identifikasi Variabel Penelitian. Variabel-variabel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

BAB III METODE PENELITIAN

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV ANALISIS HUBUNGAN UMPAN BALIK DENGAN MOTIVASI BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SISWA SMP NEGERI 9 BATANG

BAB IV ANALISIS DATA. analisis paired sample T-test yaitu Ada atau tidaknya Pengaruh Terapi Rational

III. METODE PENELITIAN. ilmiah, apabila penelitian tersebut menggunakan metode atau alat yang tepat. dan menguji kebenaran suatu pengetahuan.

PENGUKURAN RELIABILITAS DAN VALIDITAS SOAL MATEMATIKA BIDANG TEKNIK UNTUK TES MASUK CALON MAHASISWA BARU POLITEKNIK NEGERI SEMARANG

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Adapun lokasi penelitian ini adalah Madrasah Hifzhil. Yayasan Islamic Centre Medan yang terletak di Jl.

B. Konsep dan Variabel Penelitian BAB III METODE PENELITIAN. A. Jenis Penelitian. Pendekatan penelitian yang digunakan penulis adalah

KORELASI. menghitung korelasi antar variabel yang akan dicari hubungannya. Korelasi. kuatnya hubungan dinyatakan dalam besarnya koefisien korelasi.

Contoh Proposal Skripsi Makalahmudah.blogspot.com

BAB III. METODOLOGI PENELITIAN. hasil. Sedangkan menurut Suharsimi Arikunto (2002:136) metode penelitian

IV. METODE PENELITIAN. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif

Liston Hasiholan 1) dan Sudradjat 2)

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III RANCANGAN PENELITIAN. tujuan utama yang ingin dicapai melalui penelitian ini adalah untuk memperoleh

BAB III METODE PENELITIAN. pendekatan asosiatif simetris, yaitu hubungan yang bersifat sebab-akibat yang

Hubungan Layanan Informasi Dengan Kreativitas Belajar Siswa

I Wayan Teresna 1, Djoko Suhantono 1. Bali,Phone : , Fax: Abstrak

HUBUNGAN PENGGUNAAN SUMBER BELAJAR DAN MINAT BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR PENGUKURAN DASAR SURVEY

III. METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian merupakan strategi umum yang dianut dalam

ANALISIS PENGARUH HARGA JUAL DAN SALURAN DISTRIBUSI TERHADAP VOLUME PENJUALAN AYAM POTONG DI UD. SUPPLIER DAGING AYAM KOTA TANGERANG

Pengembangan instrumen penilaian kemampuan berfikir kritis pada pembelajaran fisika SMA

ANALISA PENGARUH SISTEM MANAJEMEN TQC TERHADAP TINGKAT KERUSAKAN PRODUK (STUDI KASUS PADA PT. SINAR KAYU ABADI SURABAYA)

Team project 2017 Dony Pratidana S. Hum Bima Agus Setyawan S. IIP

PENGARUH KINERJA KEPALA DESA TERHADAP PENINGKATAN PRESTASI KERJA PERANGKAT DESA. (Studi pada Desa Sumbergede Kec. Sekampung Kab.

BAB XII ANALISIS JALUR (PATH ANALYSIS) APA SIH?

Analisis Pengaruh Marketing Mix Terhadap Kepuasan Konsumen Sepeda Motor

BAB III METODE PENELITIAN

1 ANGKET PERSEPSI SISWA TERH

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN PENERIMA BEASISWA MAHASISWA KURANG MAMPU PADA STMIK BUDIDARMA MEDAN MENERAPKAN METODE PROFILE MATCHING

S T A T I S T I K A OLEH : WIJAYA

Pengaruh Total Quality Management Terhadap Kualitas Produk Pada CV DUA SINGA Banyuwangi

*ANALISIS KORELASI* { }

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis mengenai pengaruh service

ANALISIS KORELASI. Konsep. Konsep (lanjutan) Arah hubungan. Agus Susworo Dwi Marhaendro

Seminar Nasional Pendidikan Biologi FKIP UNS 2010

SEMINAR NASIONAL MATEMATIKA DAN PENDIDIKAN MATEMATIKA UNY 2016

BAB III METODE PENELITIAN

ANALISIS SEKTOR BASIS DAN NON BASIS DI PROVINSI NANGGROE ACEH DARUSSALAM

Dan koefisien korelasi parsial antara Y, X 2 apabila X 1 dianggap tetap, dinyatakan sebagai r y 2.1 rumusnya sebagai berikut:

PENGARUH KOMPENSASI DAN KARAKTERISTIK PEKERJAAN TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN USAHA KOMPUTER DI KOTA BANJARMASIN

HAND OUT STATISTIK NON PARAMETRIK

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

EVALUASI APLIKASI SISTEM INFORMASI PRAKTEK INDUSTRI DAN TUGAS AKHIR DENGAN METODE USABILITY TESTING

PENGARUH KEPEMIMPINAN DOSEN DAN KEMAMPUAN PRAKTIKUM TERHADAP PRESTASI BELAJAR MAHASISWA DALAM MATAKULIAH FISIKA MODERN

PENGARUH MODEL PRODUK TERHADAP TINGKAT VOLUME PENJUALAN Studi Kasus Pada Telepon Selular Merek Nokia Pada PT. Bimasakti

PENGARUH UPAH DAN JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KARYAWAN (Studi Kasus Pada PT. Catur Wangsa Indah Tasikmalaya) NINUK YOSIANA

APLIKASI PENGELOLAAN DATA KERJA PRAKTEK MAHASISWA (STUDI KASUS: FAKULTAS TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI UNIVERSITAS SEMARANG)

EVALUASI DANA PENSIUN DENGAN METODE BENEFIT PRORATE CONSTANT PERCENT. Abstrak

Promotif, Vol.2 No.2 April 2013 Hal PENGARUH MUTU PELAYANAN KESEHATAN TERHADAP KEPATUHAN BEROBAT PASIEN KUSTA DI PUSKESMAS KOTA PALU ABSTRAK

Penerapan Metode Saw Dalam Menentukan Juara Dance Sekolah Menengah Pertama

PERKIRAAN WAKTU PELAKSANAAN PROYEK PENINGKATAN JARINGAN DAERAH RAWA BERDASARKAN PERKIRAAN BIAYA DAN LUAS AREAL LAYANAN IRIGASI

BAB III METODE PENELITIAN. Sedangkan penelitian ini akan dilaksanakan di SMPN 6 Kerinci Kanan,

ANALISIS KONTRIBUSI BAURAN PEMASARAN TERHADAP KEPUTUSAN KONSUMEN DALAM MEMBELI SEPEDA MOTOR MEREK YAMAHA PADA PT. ALFA SCORPII DI PEKANBARU

EFISIENSI RELATIF DENGAN METODE DATA ENVELOPMENT ANALYSIS (DEA) (STUDI KASUS : Bank BRI Syariah DI JAWA)

HUBUNGAN POWER TUNGKAI DAN KELENTUKAN DENGAN KEMAMPUAN MENENDANG PINALTI. (Jurnal) Oleh EKA MULYANTO

HUBUNGAN MOTIVASI BELAJAR DAN MANAJEMEN DIRI DENGAN HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN EKONOMI SISWA KELAS XI IPS DI SMA NEGERI 6 KOTA JAMBI

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN SELEKSI ASISTEN LABORATORIUM DOSEN ELEKTRO MENGGUNAKAN METODE WEIGHTED PRODUCT DI POLINES

98 Jurnal Fisika Edukasi (JFE) Vol.2 No.2 Oktober 2015

PENERAPAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (SAW) DALAM MENENTUKAN PENDIRIAN LOKASI GRAMEDIA DI SUMATERA UTARA

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang

ANALISIS DINAMIK ANTARA KONSUMSI DAN TABUNGAN DALAM WAKTU KONTINU

ANALISIS PERBANDINGAN METODE SAW DAN TOPSIS DALAM SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN SELEKSI CALON DOSEN STMIK PALANGKARAYA

The Production Process and Cost (I)

PENGARUH SHIFT DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN MATAHARI DEPARTMENT STORE KOTA SUKABUMI

BAB III REGERSI COX PROPORTIONAL HAZARD. hidup salahsatunyaadalah Regresi Proportional Hazard. Analisis

Angga Setiawan 1, Saripin 2, Ni Putu Nita Wijayanti 3 No. HP.

HUBUNGAN KEBUGARAN JASMANI DENGAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IX SMP NEGERI 8 BANDA ACEH TAHUN PELAJARAN 2012/2013

Transkripsi:

III. METODE PENELITIAN 3.1. Keangka Pemikian Konseptual Setiap oganisasi apapun jenisnya baik oganisasi non pofit maupun oganisasi yang mencai keuntungan memiliki visi dan misi yang menjadi uh dalam setiap aktivitas oganisasi tesebut. Dai visi dan misi oganisasi ini dituunkan menjadi kumpulan tindakan oganisasi. Kumpulan tindakan itulah yang diuku untuk mendapatkan kineja oganisasi secaa keseluuhan. Mencapai visi dan misi yang ada seta menghadapi pesaingan industi yang semakin ketat, maka peusahaan haus memiliki stategi-stategi yang tepat. Stategi-stategi tesebut antaa lain stategi bidang keuangan, pemasaan, sumbedaya manusia (SDM), dan stategi bidang poduksi. Stategi keuangan tekait dengan keuangan peusahaan secaa keseluuhan sepeti alokasi modal, lapoan laba ugi dan deviden. Stategi pemasaan tekait dengan kegiatan pemasaan yang akan dilakukan sepeti, beapa taget penjualan, bagaimana pomosi yang akan dilakukan, bagaiamana penetapan haga, posisi pesaingan dan segmen pasa yang dimasuki. Stategi sumbedaya manusia mencakup peekutan dan penyeleksian, pengadaan pelatihan, penentuan kompensasi dan pemelihaaan hubungan dengan oganisasi pekeja. Stategi poduksi bekaitan dengan tansfomasi masukan bahan-bahan, modal dan tenaga keja menjadi poduk atau jasa. Stategi ini mencakup juga penentuan lokasi pabik, pemilihan pealatan pengendalian pesediaan, penetapan upah dan ekayasa poduk. Bila ditelaah maka stategi sumbedaya manusia meupakan stategi yang tebaik untuk dapat menciptakan kayawan yang bekualitas dengan kineja optimal, yang sangat bepean dalam pencapaian visi, misi, dan tujuan peusahaan. Stategi sumbedaya manusia (SDM) ini menetapkan kebijakan-kebijakan untuk menciptakan SDM yang bekualitas dengan kineja optimal antaa lain sepeti kebijakan ekutmen dan seleksi, kebijakan penilaian kineja, kebijakan kompensasi, kebijakan pengembangan SDM, dan kebijakan pogam K3. Kebijakan pogam K3

9 meupakan kebijakan yang dibuat peusahaan menyangkut keselamatan dan kesehatan keja untuk melindungi kayawan dai kecelakaan akibat keja dan penyakit akibat keja. Peneapan pogam K3 ini kayawan akan measa dipehatikan peusahaan, sehinggga dihaapkan dapat meningkatkan kepuasan kejanya. Bila K3 dan kepuasan keja kayawan meningkat maka akan bepengauh tehadap kineja peusahaan. Dengan demikian, peusahaan akan semakin diuntungkan dalam upaya pengembangan usahanya dan pada akhinya peusahaan dapat mencapai visi, misi, dan tujuannya. Keangka pemikian konseptual dapat dilihat pada Gamba 1. 3.. Keangka Pemikian Opeasional PT. DySta Colous Indonesia (DCI) meupakan sebuah peusahaan multinasional tekemuka kimia di Indonesia meupakan peusahaan yang besifat industi yang begeak di bidang poduksi zat wana kimia. PT. DCI menyadai pentingnya akan keselamatan dan kesehatan kayawannya saat bekeja kaena setiap peusahaan yang bepoduksi tentu saja membutuhkan fakto-fakto sepeti modal, sumbe daya alam, mesin, teknologi dan semua itu tidak dapat beopeasi tanpa dikendalikan oleh sumbe daya manusia. Sumbe daya manusia meupakan fakto poduksi yang sangat penting dan dibutuhkan, teutama dalam meencanakan, melaksanakan dan mengendalikan sehingga menentukan poses poduksi itu sendii. Industi didiikan dengan menggunakan metode keja, teknologi dan lainnya untuk mendapatkan tingkat poduktivitas yang tinggi, tetapi seingkali tanpa mempetimbangkan efek samping yang ditimbulkannya. Salah satu dai sekian banyak yang timbul dai keadaan ini adalah tejadinya suatu kecelakaan keja dan tidak jaang pekeja mendeita sakit yang pada akhinya sangat mempengauhi kepuasan keja kayawan. PT. DySta Colous Indonesia telah meneapkan pogam Keselamatan dan Kesehatan Keja (K3). Hal ini menunjukkan bahwa PT. DySta Colous Indonesia sangat mempehatikan keselamatan dan kesehatan keja kayawannya, teutama dalam kegiatan poduksinya kaena memiliki isiko tejadinya kecelakaan keja yang paling besa.

30 Visi, Misi dan Tujuan PT. DCI Stategi Peusahaan Stategi Poduksi Stategi SDM Stategi Keuangan Stategi Pemasaan Kebijakan Rekutmen dan Seleksi Kebijakan Penilaian Kineja Kebijakan Pogam K3 Kebijakan Kompensasi Kebijakan Pengembangan SDM Peneapan pogam K3 Aspek K3: 1. Pelatihan Keselamatan.. Publikasi Keselamatan Keja. 3. Kontol Lingkungan Keja. 4. Inspeksi dan Disiplin. 5. Peningkatan Kesadaan K3. Kepuasan Keja Kayawan Fakto Higienis: 1. Kebijakan Peusahaan.. Supevisi. 3. Hubungan Intepesonal. 4. Kondisi keja. 5. Gaji dan Tunjangan. Hubungan keselamatan dan kesehatan keja (K3) tehadap kepuasan keja kayawan Peningkatan K3 dan kepuasan keja kayawan Implikasi Manajeial Rekomendasi Gamba 1. Keangka Pemikian Konseptual

31 Dengan adanya pogam ini akan membeikan kepuasan keja kayawan yang pada akhinya dapat meningkatkan kineja kayawan sehingga tujuan peusahaan dapat tecapai. Peneapan pogam K3 di PT. DySta Colous Indonesia dapat diketahui melalui wawancaa langsung, pengamatan bebeapa dokumen peusahaan, dan kuesione. Adapun fakto-fakto K3 yang menjadi dasa pencaian data penelitian ini bedasakan kesepakatan dengan pihak PT. DySta Colous Indonesia yaitu, (1) Pelatihan Keselamatan, () Publikasi Keselamatan Keja, (3) Kontol Lingkungan Keja, (4) Inspeksi dan Disiplin, dan (5) Peningkatan Kesadaan K3. Sedangkan fakto-fakto yang mempengauhi kepuasan keja yang digunakan adalah Fakto Higienis bedasakan Teoi Hezbeg. Data yang dipeoleh dai hasil penelitian akan dianalisis dengan menggunakan uji koelasi Rank Speaman. Melalui alat analisis Rank Speaman akan dipeoleh kesimpulan apakah tedapat hubungan antaa keselamatan dan kesehatan keja (K3) tehadap kepuasan keja kayawan. Uaian diatas dapat menjadi pedoman dalam penelitian ini, dapat dilihat pada Gamba. 3.3. Lokasi dan Waktu Penelitian Lokasi penelitian mengenai analisis hubungan keselamatan dan kesehatan keja tehadap kepuasan keja kayawan dilakukan di PT. Dysta Colous Indonesia yang teletak di Jl. Austalia I Kav. F1. Cilegon. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni sampai dengan Agustus 011. 3.4. Metode Penelitian 3.4.1. Jenis dan Teknik Pengumpulan Data Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data pime dan data sekunde. 1. Data pime Data pime meupakan data yang didapat dai sumbe petama baik dai individu atau peseoangan sepeti hasil dai wawancaa atau hasil kuesione yang biasa dilakukan oleh peneliti (Uma, 004). Data pime dipeoleh dengan menggunakan metode yaitu kuesione, wawancaa dan pengamatan langsung.

3 PT. DySta Colous Indonesia Kayawan PT. DySta Colous Indonesia Peneapan Pogam K3 Aspek K3 : 1. Pelatihan Keselamatan.. Publikasi Keselamatan Keja. 3. Kontol Lingkungan Keja. 4. Inspeksi dan Disiplin. 5. Peningkatan Kesadaan K3. Kepuasan Keja Kayawan Fakto Higienis : 1. Kebijakan Peusahaan.. Supevisi. 3. Hubungan Intepesonal. 4. Kondisi keja. 5. Gaji dan Tunjangan. Uji Koelasi Rank Speaman Hubungan Keselamatan dan Kesehatan Keja (K3) Tehadap Kepuasan Keja Kayawan Gamba. Keangka Pemikian Opeasional. Data Sekunde Data sekunde meupakan data pime yang telah diolah lebih lanjut dan disajikan baik oleh pihak pengumpul data pime atau pihak lain misalnya dalam bentuk tabel-tabel atau diagam-diagam (Uma, 004). Data sekunde dipeoleh dai studi liteatu beupa gambaan umum peusahaan, junal, intenet, atau hasil penelitian tedahulu yang bekaitan dengan matei penelitian, buku-buku, seta sumbesumbe lain yang dapat menunjang penelitian.

33 3.4.. Teknik Penaikan Sampel Teknik penaikan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik non-pobabilitas (non-pobability sampling) dengan metode sensus, yaitu populasi diambil secaa keseluuhan sehingga jumlah sampel sama dengan jumlah populasi (Nazi, 005). Populasi dalam penelitian ini adalah seluuh kayawan PT. DySta Colous Indonesia yang bejumlah 113 oang baik dibagian kanto maupun pabik. 3.4.3. Uji Validitas Validitas meupakan deajat ketepatan antaa yang tejadi pada objek penelitian dengan daya yang dapat dilapokan oleh peneliti (Sugiyono, 009). Hasil penelitian yang valid bila tedapat kesamaan antaa data yang tekumpul dengan data yang sesungguhnya tejadi pada objek penelitian yang diteliti. Instumen yang valid beati alat uku yang digunakan untuk mendapatkan data (menguku) itu valid. Valid beati instumen ynag digunakan untuk menguku apa yang hendak diuku (Sugiyono, 009). Menuut Uma (004), dalam menetapkan validitas suatu instumen pengukuan adalah menghasilkan deajat yang tinggi dai kedekatan data yang dipeoleh dengan apa yang kita yakini dalam pengukuan. Rumus yang digunakan untuk menguji validitas yaitu dengan teknik koelasi poduct moment : N XY X. Y X N. Y N. X Y (1) Keteangan : N = Jumlah esponden X = Sko masing-masing penyataan dai esponden Y = Sko total tiap penyataan dai tiap esponden Setelah mendapatkan nilai, selanjutnya dibandingkan dengan tabel dan ditaik kesimpulan. Bila nilai > tabel, maka penyataan tesebut valid atau signifikan dalam penelitian ini, sedangkan nilai <

34 tabel, maka penyataan tesebut tidak valid atau tidak signifikan dalam penelitian ini. 3.4.4. Uji Reliabilitas Dalam pandangan posivistik (kuantitatif), suatu data dinyatakan ealible apabila dua atau lebih peneliti dalam obyek yang sama menghasilkan data yang sama atau peneliti sama dalam waktu yang bebeda menghasilkan data yang sama, atau sekelompok data apabila dipecah menjadi dua menunjukkan data yang tidak bebeda (Sugiyono, 009). Reliabilitas adalah suatu nilai yang menunjukkan konsistensi suatu alat penguku didalam menguku gejala yang sama (Uma, 004). Teknik pengukuan eliabilitas yang digunakan adalah teknik Alpha Conbach, dengan umus sebagai beikut : 11 k 1 k 1 σ σ 1...... () Keteangan : 11 K = Reliabilitas instumen = Banyaknya buti petanyaan = Jumlah agam buti 1 = Jumlah agam total Uji ealibilitas digunakan untuk mengetahui sejauh mana hasil pengukuan dapat dipecaya atau diandalkan untuk dijadikan sebagai alat uku penelitian. Hasil uji ealibilitas dihitung dengan bantuan SPSS 16 fo windows. Hasil pengukuan eliabilitas menyatakan bahwa kuesine dapat diandalkan untuk dijadikan alat uku pada penelitian ini. Sedangkan umus untuk vaian total : X n n X.. (3)

35 Keteangan : n X 3.5. Teknik Analisis Data = Jumlah esponden = Nilai sko yang dipilih Dalam penelitian kuantitatif, teknik analisis data yang digunakan sudah jelas, yakni diaahkan untuk menjawab umusan masalah atau mengkaji hipotesis yang telah diumuskan dalam poposal (Sugiyono, 009). Dalam penelitian ini hasil dai kuesione akan diolah dan dianalisis yaitu dengan membeikan sko pada setiap jawaban esponden kemudian hasil sko yang didapat akan dipindahkan ke dalam tabel tabulasi untuk dianalisis dan diolah. Untuk langkah selanjutnya, hasil dai pengolahan dan analisis dai tabel tabulasi kemudian akan dijelaskan dengan analisis deskiptif. Untuk sko jawaban dai setiap item petanyaan bedasakan Skala Liket. Jawaban dai setiap item instumen yang menggunakan Skala Liket mempunyai gadasi dai sangat positif sampai dengan negatif yaitu sangat setuju, setuju, cukup setuju, tidak setuju, sangat tidak setuju (Sugiyono, 009). Kelima penilaian tesebut dibei sko sepeti pada Tabel. Tabel. Skala Pengukuan yang digunakan Langkah selanjutnya adalah pengolahan kuesione dilakukan dengan menggunakan entang skala penilaian dengan menentukan posisi tanggapan esponden dengan menggunakan nilai sko. Setiap bobot altenatif jawaban yang tebentuk dai teknik skala peingkatan tedii dai kisaan 1-5. Penentuan entang skala dilakukan dengan umus beikut (Uma, 004) : Jawaban Responden Bobot Nilai Sangat Setuju 5 Setuju 4 Cukup Setuju 3 Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju 1

36 ( m 1) Rs =... (4) m Keteangan : RS = Rentang Skala m = Jumlah altenatif jawaban tiap item Bedasakan umus tesebut, maka dapat dihitung nilai entang skala sebagai beikut : ( 5 1) Rs = = 0.8 5 Nilai sko ataan dihasilkan dai pekalian antaa bobot nilai jawaban bedasakan skala dengan jumlah jawaban esponden, kemudian dibagi dengan jumlah esponden. Bedasakan nilai sko ataan tesebut, maka posisi keputusan entang skala dapat dilihat pada Tabel 3. Tabel 3. Posisi Keputusan Penilaian Sko Rataan Keteangan 1,0-1,8 Sangat Buuk 1,9-,6 Buuk,7-3,4 Cukup Baik 3,5-4, Baik 4,3-5,0 Sangat Baik 3.5.1. Uji Koelasi Rank Speaman Analisis koelasi ini menguku ada atau tidaknya dan kuat atau tidaknya hubungan antaa peubah X dan peubah Y. Peubah X adalah pogam K3 yang tedii dai pelatihan keselamatan, publikasi keselamatan keja, kontol lingkungan keja, inspeksi dan disiplin seta peningkatan kesadaan K3. Sedangkan peubah Y adalah kepuasan keja kayawan. Untuk mengetahui apakah ada hubungan antaa pogam K3 dengan kepuasan keja kayawan, dapat dihitung menggunakan metode uji koelasi Rank Speaman dengan umus sebagai beikut: s n 6 di i n( n 1) 1 1..... (5)

37 Keteangan : s = Koefisien koelasi Rank Speaman d i = Selisih antaa peingkat X dan Y n = Jumlah sampel Bila banyak tedapat angka benilai sama, maka umus yang digunakan adalah: s x y x. y d i... (6) Dimana: 3 n n 1 x 3 n n 1 y T T x y T T x y 3 x t tx 1 t 3 y t 1 y Keteangan : T = Fakto koeksi. t = Banyaknya obsevasi untuk X tetentu yang sama. x t = Banyaknya obsevasi untuk Y tetentu yang sama. y Besanya nilai teletak antaa -1< s <1, atinya : s = +1, hubungan X dan Y sempuna positif (mendekati 1, hubungan sangat kuat dan positif). s = -1, hubungan X dan Y sempuna negatif (mendekati -1, hubungan sangat kuat dan negatif). s = 0, hubungan X dan Y lemah sekali dan tidak ada hubungan. Jika antaa 0 1, maka kedua peubah bekoelasi dengan keeatan elatif. Semakin mendekati 1, maka keeatan hubungan

38 semakin tinggi. Ketentuan koefisien koelasi (Nugoho, 005) sepeti dimuat pada Tabel 4. Tabel 4. Rentang keeatan hubungan nilai Inteval Koefisien Keeatan Hubungan 0,00-0,0 Sangat Lemah 0,1-0,40 Lemah 0,41-0,70 Kuat 0,71-0,90 Sangat Kuat 0,91-0.99 Sangat Kuat Sekali 1 Sempuna Kaidah keputusan dalam suatu penelitian umumnya akan dibandingkan nilai peluang pada taaf nyata (α) = 0,05. Taaf nyata 0,05 dipilih, kaena angka ini cukup ketat untuk mewakili hubungan antaa dua peubah dan meupakan tingkat nyata yang sudah seing digunakan dalam penelitian ilmu sosial. Kiteia uji yang digunakan adalah: a. Jika p < α = 0,05, maka tolak H 0 dan teima H 1 b. Jika p > α = 0,05, maka teima H 0 Dengan keteangan sebagai beikut: H 0 = Tidak tedapat hubungan K3 dengan kepuasan keja kayawan H 1 = Tedapat hubungan K3 dengan kepuasan keja kayawan