BAB IV HASIL DAN ANALISA

dokumen-dokumen yang mirip
Tabel Klasifikasi Sistem Pendingin Pada Transformator Daya: Sirukulasi. Sirkulasi. Paksa. 1. AN - - Udara - 2. AF Udara

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. (Dissolved Gas Analysis) ini diperlukan alat penelitian seperti : Syringe, Oil

Tata Cara dan Instruksi Kerja Pengambilan Sampel Minyak

Prof. Dr. Ir. Mauridhi Hery Purnomo, M.Eng. Dr. Eng.Ardyono Priyadi, S.T, M.Eng. Boby Adi Pratama

TUGAS AKHIR. Diajukan guna melengkapi sebagian syarat dalam mencapai gelar Sarjana Strata Satu (S1) Disusun Oleh :

TUGAS AKHIR ANALISA KENAIKAN COMBUSTIBLE GAS MINYAK ISOLASI TRANSFORMATOR TENAGA 150 KV GT 2.2 PLTGU BLOK 2 MUARA KARANG

ANALISIS TERJADINYA TEKANAN MENDADAK PADA ON LOAD TAP CHANGER UNIT 1 PLTU SURALAYA

Bab IV Studi Kasus Penilaian Kondisi IBT -1 dan IBT-2 GITET Kembangan

Politeknik Negeri Sriwijaya BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB IV ANALISIS DATA

DIAGNOSIS KONDISI TRANSFORMATOR DAYA MENGGUNAKAN METODA INDEKS KESEHATAN

Diagnosis Kondisi Transformator Berbasis Analisis Gas Terlarut Menggunakan Metode Sistem Pakar Fuzzy

ANALISIS DETEKSI KEADAAN MINYAK TRANSFORMATOR DENGAN METODE GAS TERLARUT MENGGUNAKAN PERALATAN DISSOLVE GAS ANALISYS ( DGA)

Analisis Performa Transformator GI Gandul 2 60 MVA Menggunakan Metode Indeks Kesehatan Transformator Berdasarkan Karakteristik Dissolved Gas Analysis

Keywords: oil transformter; dissolved gas analysis, water content, breakdown voltage. 1 Universitas Indonesia

ANALISIS KEGAGALAN TRANSFORMATOR BERDASARKAN HASIL PENGUJIAN DGA

BAB III METODA PENGUJIAN DAN STANDAR YANG DIGUNAKAN

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL HALAMAN PENGESAHAN HALAMAN PERNYATAAN KATA PENGANTAR PERSEMBAHAN DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR ARTI LAMBANG DAN SINGKATAN

Analisa Gas Terlarut Pada Minyak Transformator Daya 150 kv Dengan Menggunakan Metode Duval Pentagon

Lailiyana Farida

BAB IV PEMBAHASAN. 4.1 Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN

PENGARUH KEGAGALAN MINYAK TRANSFORMATOR DAYA 18.5 MVA PLTG UNIT 1 DI PT PLN (PERSERO) SEKTOR PEMBANGKITAN KERAMASAN

ANALISIS GAS TERLARUT PADA MINYAK ISOLASI TRANSFORMATOR TENAGA AKIBAT PEMBEBANAN DAN PENUAAN. Hermawan, Abdul Syakur, Irwan Iryanto *)

Analisis Kualitas Minyak Transformator Daya 25 KVA Berdasarkan Data Citra Kamera Termal dan Data Hasil Uji Gas Chromatograph

Analisis Properti Fisik-Kimia Minyak Isolasi Transformator Daya Berbasis Jaring Saraf Tiruan

Makalah Seminar Kerja Praktek ANALISA JENIS KEGAGALAN TRANSFORMER BERDASARKAN HASIL UJI DGA DENGAN METODE ROGER S RATIO PLTU TAMBAK LOROK

Materi Seminar tugas akhir

ANALISIS KONDISI TRANSFORMATOR PELEBURAN EAF 9 BERDASARKAN PENGUJIAN DGA MINYAK TRANSFORMATOR DI PABRIK BAJA SLAB 2 PT.

ANALISIS HASIL PENGUJIAN MINYAK TRANSFORMATOR DENGAN MENGGUNAKAN METODE DISSOLVED GAS ANALYSIS

Diah Wulandari. 1. Ir.Syariffuddin Mahmudsyah,M.Eng 2. IGN Satriyadi, ST,MT

Diah Wulandari. Jurusan Teknik Elektro-FTI, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Kampus Keputih-Sukolilo, Surabaya-60111,

BAB III METODE PENELITIAN

Analisis Kualitas Minyak Transformator Daya 25 Kva Berdasarkan Data Citra Kamera Termal Dan Data Hasil Uji Gas Chromatograph

ANALISA KEGAGALAN TRANSFORMATOR DAYA BERDASARKAN HASIL UJI DGA DENGAN METODE TDCG, KEY GAS, ROGER S RATIO, DUVAL S TRIANGLE PADA GARDU INDUK

I. PENDAHULUAN. Kata kunci-filterisasi, minyak trafo, TDCG. Gambar 1. Bagan Transformator Sumber : TRANSFORMER 2011.htm

METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan pada bulan April Juni 2013 di Laboratorium Daya, Alat,

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB III METODE PENELITIAN

Bab III Penilaian Kondisi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI. dapat dikatakan jantung dari transmisi dan distribusi. Dalam kondisi ini suatu

LAMPIRAN A PROSEDUR ANALISA KONSENTRASI ETANOL MENGGUNAKAN GAS CHROMATOGRAFI

ANALISIS KUALITAS TRANSFORMATOR DAYA 150 kv/70 kv DI GI BANARAN BERDASARKAN HASIL PENGUJIAN ISOLASI MINYAK MENGGUNAKAN METODE STOKASTIK

Analisis Pengujian Kinerja Minyak Isolasi Pada Transformator Tenaga 70kV

Analisa Gas Kimia Dalam Minyak Trafo Distribusi 150/20 KV Dengan Menggunakan Metode Logika Fuzzy Evolusioner

BAB III METODE PENELITIAN

PENGKAJIAN KONDISI TRANSFORMATOR BHT03 PADA RSG-GAS MENGGUNAKAN METODA DISSOLVED GAS ANALYSIS. Teguh Sulistyo

ANALISIS INDIKASI KEGAGALAN TRANSFORMATOR DENGAN METODE DISSOLVED GAS ANALYSIS

BAB II DASAR TEORI. 2.1 Pengertian Transformator. Gambar 2.1 Transformator

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. menganalisa tentang suatu analisis identifikasi minyak transformator

Analisis Indikasi Kegagalan Transformator dengan Metode Dissolved Gas Analysis

STUDI PENGARUH PENUAAN (AGING) TERHADAP LAJU DEGRADASI KUALITAS MINYAK ISOLASI TRANSFORMATOR TENAGA

TEKNIK DASAR PENGGUNAAN TIMBANGAN MANUAL DAN DIGITAL PENGGUNAAN TIMBANGAN MANUAL

Diagnosis Transformator Daya Menggunakan Metode Indeks Kesehatan Transformator

BAB IV HASIL DAN ANALISA

BAB 1 PENDAHULUAN. untuk dapat menyelesaikan permasalahan pencemaran udara yang terjadi.

Jl. Teknik Kimia Kampus ITS Keputih Sukolilo, Surabaya

BAB I PENDAHULUAN. sehari-hari. Permasalahannya adalah, dengan tingkat konsumsi. masyarakat yang tinggi, bahan bakar tersebut lambat laun akan

Makalah Seminar Kerja Praktek SISTEM PENGUATAN TANPA SIKAT (BRUSHLESS EXCITATION SYSTEM) PADA GENERATOR PLTU UNIT 3 TAMBAK LOROK SEMARANG

BAB IV PEMBAHASAN. 4.1 Identifikasi Kondisi Kesehatan Transformator Distribusi. awal yang harus dilakukan dalam penentuan kegiatan pemeliharaan Trafo

LAPORAN PRAKTIKUM 2 TEHNIK DASAR: TIMBANGAN, PIPET, DAN PEMBUATAN LARUTAN. 0leh : Frenky Sorimuda dan Paska. Kamis, 26 September

1 BAB I PENDAHULUAN. mungkin memiliki keseimbangan antara sistem pembangkitan dan beban, sehingga

BAB I PENDAHULUAN. Perawatan merupakan salah satu hal terpenting yang harus diperhatikan

Manajemen Pemeliharaan Transformator Tegangan Menengah Berbasis Hasil Analisis Gas Terlarut

Studi Literatur dan Studi Kasus DGA pada OLTC

Oleh: Dosen Pembimbingh: Gaguk Resbiantoro. Dr. Melania Suweni muntini

BAB II LANDASAN TEORI

UNIVERSITAS INDONESIA SKRIPSI

BAB III PERANCANGAN SISTEM

PENGOSONGAN & PENGISIAN FREON DENGAN MESIN RECYCLE AC

ANALISIS MINYAK TRANSFORMATOR DAYA BERDASARKAN DISSOLVED GAS ANALYSIS (DGA) MENGGUNAKAN DATA MINING DENGAN ALGORITMA J48 ABSTRAK

BAB IV PEMBAHASAN. 4.1 Jumlah Pelanggan pada setiap Penyulang di Gardu Induk Batang. No Penyulang Jumlah Pelanggan 1 BTG BTG

Aplikasi Fuzzy Logic Pada Metode Dissolved Gas Analysis Untuk Mengklasifikasikan Tipe Fault Pada Minyak Trafo

LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK DASAR : PIPET, TIMBANGAN, PEMBUATAN LARUTAN

METODE PENGUJIAN KADAR AIR DAN KADAR FRAKSI RINGAN DALAM CAMPURAN PERKERASAN BERASPAL

BAB III PERANCANGAN ALAT DAN PEMBUATAN SISTEM. kadar karbon monoksida yang di deteksi oleh sensor MQ-7 kemudian arduino

Analisis Kegagalan Transformator Di PT Asahimas Chemical Banten Berdasarkan Hasil Uji DGA Dengan Metode Roger s Ratio

BAB III METODE PENELITIAN

LAMPIRAN. 87T Differential Protection T21. Differential Relay (main protection) of Main Transformer PLTP KMJ-5 35MW. Plant Trip Investigation

LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK DASAR : PIPET, TIMBANGAN, PEMBUATAN LARUTAN

Emisi gas buang Sumber tidak bergerak Bagian 8: Cara uji kadar hidrogen klorida (HCl) dengan metoda merkuri tiosianat menggunakan spektrofotometer

LAPORAN PRAKTIKUM 2 TEHNIK DASAR: TIMBANGAN, PIPET, DAN PEMBUATAN LARUTAN. oleh : Lucia Aktalina dan Selly Oktaria. Kamis, 26 September 2012

METODE PENELITIAN. Waktu pelaksanaan penelitian dilakukan pada bulan Juli-Desember 2012 bertempat di

LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK DASAR : PIPET, TIMBANGAN, PEMBUATAN LARUTAN

BAB I PENDAHULUAN. poly chloro dibenzzodioxins dan lain lainnya (Ermawati, 2011).

TEKNIK DETEKSI KEGAGALAN PERAWATAN TRANSFORMER DENGAN MENGGUNAKAN DISSOLVED GAS ANALYSIS

ANALISIS KEGAGALAN MINYAK ISOLASI PADA TRANSFORMATOR DAYA BERBASIS KANDUNGAN GAS TERLARUT

A. TEKNIK DASAR PENGGUNAAN TIMBANGAN MANUAL DAN DIGITAL

Bab II Isolasi dan Diagnosis Isolasi Transformator

Emisi gas buang Sumber tidak bergerak Bagian 3: Oksida-oksida sulfur (SO X ) Seksi 2: Cara uji dengan metoda netralisasi titrimetri

Latar Belakang Masalah. Perumusan Masalah

III. METODE PENELITIAN. Penelitian tugas akhir ini dilaksanakan di Laboratorium Elektronika Dasar dan

BAB III METODE PENELITIAN

Oleh : Dimas Setiawan ( ) Pembimbing : Dr. Bambang Sudarmanta, ST. MT.

SISTEM JARINGAN SYARAF TIRUAN BERDASARKAN MODEL MARKOV DISSOLVED GAS ANALYSIS

BAHAN DAN METODE. Penelitian dilaksanakan di ITTARA PD. Semangat Jaya, Desa Sri Rejeki,

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

ANALISIS DAN TEKNIK INTERPRETASI PERBANDINGAN DISSOLVED GAS ANALYSIS (DGA) ANTARA MINYAK MINERAL DAN MINYAK ESTER MENGGUNAKAN METODE KROMATOGRAFI GAS

BAB III METODE PENELITIAN

INSTRUKSI KERJA ALAT TURBIDIMETER LOVIBOND TB 300 IR

Transkripsi:

BAB IV HASIL DAN ANALISA 4.1 Tata Cara Pengambilan Sampel Minyak Pengambilan sampel minyak untuk pengujian DGA sangat menentukan kehandalan diagnose yang akan didapatkan. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pengambilan sampel minyak DGA, yaitu: Alat yang dipergunakan untuk pengambilan sampel. Cara pengambilan sampel. Durasi antara pengambilan sampel dan pengujian. Alat pengambil sampel minyak untuk uji DGA antara lain : 1. Syringe Suntikan dengan wadah berbahan kaca untuk pengambilan sampel minyak. Gambar 4.1 Syringe 46

47 Tujuan penggunaan syringe adalah agar minyak tidak terkontaminasi dengan udara luar, dan menghindari hilangnya gas-gas ringan yang mudah lepas seperti H 2. Dengan demikian kandungan gas-gas yang terdeteksi dapat mewakili kondisi kandungan gas di dalam minyak yang sebenarnya. 2. Vial Botol kimia yang digunakan sebagai tempat sampel minyak yang selanjutnya akan dimasukkan ke dalam alat uji DGA. Sebelum dipergunakan untuk menempatkan sampel minyak yang akan di uji, perlu dipastikan bahwa segel vial masih utuh sehingga dalam kondisi vakum. Gambar 4.2 Botol Vial Proses pengambilan sampel minyak dari transformator dilakukan setelah semua peralatan telah disiapkan. Berikut instruksi kerja pengambilan sampel minyak untuk uji DGA : a. Persiapan Persiapkan vial dan syringe yang telah ada dalam peralatan DGA. Bawa peralatan dan perlengkapan pendukung (tisu,majun dll). b. Pengambilan Sampel Persiapkan vial kemudian taruh ditempat yang terjangkau. Siapkan syringe dengan kondisi valve yang terbuka.

48 Buka penutup pada lokasi pengambilan sample oil pada transformer. Masukkan syringe, lalu kemudian tarik secara perlahan sampai oil dapat memenuhi tabung syringe. Tutup valve pada syringe, kemudian letakkan ujung syringe pada vial. Tutup sementara penutup lokasi sample agar tidak terkontaminasi dari luar. Buka valve pada syringe, sampai kemudian oli yang ada telah masuk sepenuhnya pada botol drain dan bersihkan syringe pada ujungnya dengan menggunakan tisu yang belum di pakai. Ulangi langkah diatas minimal 3 kali. Buka penutup lokasi sampel. Masukkan syringe kemudian ambil sampel oil. Tutup valve syringe dengan baik sampai tidak ada oil yang menetes. Pindahkan minyak dari syringe ke vial dengan cara menyuntikkan minyak ke dalam vial tanpa membuka penutupnya. Ambil sampel oil sebanyak + 12 ml untuk uji DGA. Tutup kembali lokasi sampel dengan baik dan bersihkan. Segera lakukan pengambilan data hasil pengambilan oil dari trafo (penyimpanan hasil oil jangan sampi lebih dari 20 menit).

49 4.2 Aplikasi Analisis DGA Pada Tugas Akhir ini dirancang sebuah aplikasi perangkat lunak analisis DGA yang sekiranya dapat mencakup kebutuhan-kebutuhan akan fasilitas yang telah diuraikan sebelumnya. Berikut ini adalah diagram alir dari aplikasi analisis DGA : Gambar 4.3 Flowchart Diagram

50 Pada aplikasi analisis DGA ini dilengkapi dengan 3 menu metode analisis. Berikut ini adalah menu pada aplikasi analisis DGA : 1. Menu metode TDCG 2. Menu metode Key Gas 3. Menu metode Roger s Ratio 4.3 Langkah Pengujian Aplikasi DGA 1. Buka aplikasi analisis DGA, maka akan muncul tampilan layar sebagai berikut. Gambar 4.4 Tampilan Aplikasi Analisis DGA 2. Masukkan nilai fault gas yang telah diperoleh dari hasil pengujian laboratorium. 3. Proses hasil inputan dengan mengeksekusi masing-masing metode DGA.

51 4. Maka akan muncul hasil analisa sesuai dengan standar TDCG seperti yang terlihat dibawah ini. Gambar 4.5 Hasil Analisis DGA 5. Untuk memulai analisa baru tekan tombol clear untuk meghapus data sebelumnya. 6. Masukkan nilai fault gas baru untuk memulai proses analisa selanjutnya.

52 4.4 Hasil Pengujian DGA Tabel 4.1 Nilai Hasil Pengujian DGA Tanggal H2 CO2 CO C2H4 C2H6 CH4 C2H2 3-Feb-10 1,14 233,31 13,29 1,86 5,74 3,83 0,01 2-Mar-10 2,43 430,91 36,6 2,57 2,03 1,84 0,01 5-Mei-10 5,61 1493,12 161,15 5,19 3,29 2,57 0,01 2-Juni-10 5,43 1958,86 218,37 6,76 6,83 1,78 0,01 27-Sep-10 14,48 3621,89 362,57 10,24 9,72 1,98 0,01 12-Jan-11 9 4160 353 16 13 0,8 0,4 2-Mar-11 26 5122 418 19 22 3 0,1 9-Mei-11 34 5611 458 21 18 3 0,1 31-Mei-11 11 2063 90 7 0,9 4 0,9 26 Sep 11 15 3791 224 21 23 3 0,8 4.5 Analisis Hasil Uji DGA Berdasarkan hasil DGA diatas maka dapat dilakukan analisis sebagai berikut : 4.5.1 Metode TDCG Tabel 4.2 Pengujian TDCG Tanggal H2 CO2 CO C2H4 C2H6 CH4 C2H2 TDCG 2-Mar-2011 26 5122 418 19 22 3 0,1 488,1 9-May-2011 34 5611 458 21 18 3 0,1 534,1 31-May-2011 11 2063 90 7 0,9 4 0,9 113,8 26-Sep-2011 15 3791 224 21 23 3 0,8 286,8 Berdasarakan studi kasus yang telah dilakukan terhadap trafo UST Suralaya unit 3, terdapat 3 buah hasil pengujian yang mengindikasikan bahwa nilai TDCG berada pada kondisi 1 yang berarti tingkat TDCG dalam kondisi normal dan transformator beroperasi secara normal, namun tetap perlu dilakukan pemantauan kondisi gas-gas tersebut.

53 4.5.2 Metode Key Gas Tabel 4.3 Data Persentase Key Gas Tanggal H2 CO C2H4 C2H6 CH4 C2H2 2-Mar-11 5,33% 85,66% 3,89% 4,51% 0,61% 0,02% 9-May-11 6,37% 85,77% 3,93% 3,37% 0,56% 0,02% 31-May-11 9,74% 79,72% 6,20% 0,80% 3,54% 0,80% 26-Sep-11 5,24% 78,32% 7,34% 8,04% 1,05% 0,28% a. Tanggal 2 Maret 2011 90% K E Y G A S % T D C G 80% 70% 60% 50% 40% 30% 20% 10% H2 CO C2H4 C2H6 CH4 C2H2 0% 02-Mar-11 Grafik 4.1 Persentase Key Gas tgl 2 Maret 2011

54 b. Tanggal 9 Mei 2011 % T D C G 100% 90% 80% 70% 60% 50% 40% 30% 20% 10% 0% K EY GAS 09-Mei-11 H2 CO C2H4 C2H6 CH4 C2H2 Grafik 4.2 Persentase Key Gas tgl 9 Mei 2011 c. 31 May 2011 90% K E Y G A S % T D C G 80% 70% 60% 50% 40% 30% 20% 10% H2 CO C2H4 C2H6 CH4 C2H2 0% 31-Mei-11 Grafik 4.3 Persentase Key Gas tgl 31 Mei 2011

55 d. 26 September 2011 K E Y G A S % T D C G 90% 80% 70% 60% 50% 40% 30% 20% 10% H2 CO C2H4 C2H6 CH4 C2H2 0% 26-Sep-11 Grafik 4.4 Persentase Key Gas tgl 26 Sept 2011 Dari data hasil uji diatas dapat diketahui bahwa gas kunci yang muncul adalah CO (Carbon Monoxide) yang merupakan adanya indikasi pemanasan pada isolator kertas (overheating of cellulose). 4.5.3 Metode Roger s Ratio Tabel 4.4 Data Roger s Ratio Tanggal C2H2/C2H4 CH4/H2 C2H4/C2H6 Fault 02-Mar-11 0,00526 0,115 0,863 0 09-Mei-11 0,00476 0,088 1,166 0 31-Mei-11 0,128 0,363 7,777 2 26-Sep-11 0,038 0,2 0,913 0 Dari data hasil analisa menggunakan metode roger s ratio dapat diketahui bahwa selain pada tanggal 31 Mei 2011 trafo dalam kondisi 0 atau dalan keadaan normal dan dapat dioperasikan seperti biasa. Tapi pada tgl 31 trafo berada pada kondisi 2 yaitu arcing-high energy

56 discharge yang bisa mengakibatkan kegagalan elektrik, hal ini membutuhkan perhatian yang ekstra dengan mengambil sample minyak secara rutin. 4.6 Analisis Akhir Berdasarkan analisis dengan metode TDCG dalam kurun waktu 2 Maret sampai dengan 26 September 2011 trafo dalam kondisi 1 dan dapat dioperasikan secara normal tetapi harus dilakukan pemantuan. Dengan kurun waktu yang sama menggunakan metode key gas terdapat indikasi adanya kenaikan CO yang dapat mengakibatkan kegagalan thermal yang melibatkan isolator kertas (overheating of cellulose). Panas yang terjadi dalam isolasi (selulosa) menimbulkan gas monoksida, karbondioksida (CO,CO 2 ) dan sedikit hidrogen (H 2 ) atau metana (CH 4 ). Besarnya kandungan gas yang ditimbulkan oleh panas yang terjadi dalam isolasi tergantung dari kenaikan panas tersebut dalam isolasi secara eksponensial dan juga volume yang terimbas oleh panas tersebut. Tren kenaikan secara keseluruhan dapat dilihat pada grafik dibawah ini. ppm 500 400 300 200 100 0 Tren Combustible Gas Tanggal H2 CO C2H4 C2H6 CH4 C2H2 Grafik 4.5 Tren Combustible Gas Secara Keseluruhan

57 Nilai CO tertinggi berada pada tanggal 9 Mei dengan konsentrasi gas CO yang nilainya 85,77% dari nilai TDCG. Berdasarkan analisis dengan metode roger s ratio mengindikasikan bahwa telah terjadi kegagalan arcing-high energy discharges pada tanggal 31 Mei yang dapat mengakibatkan kerusakan yang luas pada kertas minyak. Dan pada kasus yang ekstrim terjadi penggabungan metal dan pemutusan peralatan. 4.7 Pengujian Aplikasi Analisis DGA Tahap pengujian ini berfungsi untuk mengevaluasi dan membandingkan apakah program sudah berjalan sesuai dengan analisis yang telah distandarkan oleh IEEE standar IEEE std.c57-104.2008 (revisi dari IEEE std.c57-104.1991). Pengujian ini dilakukan untuk menanggulangi jika terjadi kesalahan saat program dijalankan. Sehingga apabila terjadi kesalahan dapat segera ditanggulangi sebelum program digunakan oleh pihak yang membutuhkan. 4.7.1 Pengujian Metode TDCG Pengujian pertama yang harus dilakukan adalah pengujian dengan menu metode TDCG. Data hasil uji DGA diinputkan ke dalam text box yang telah disediakan pada menu ini kemudian klik button metode TDCG.

58 Gambar 4.6 Tampilan Pengujian TDCG Dari pengujian menu metode TDCG yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa nilai TDCG adalah 488,1 ppm. Hal ini menunjukkan bahwa TDCG berada pada kondisi 1 yang berarti TDCG masih dalam keadaan normal tetapi tetap dilakukan pemantauan. 4.7.2 Pengujian Metode Key Gas Gambar 4.7 Tampilan Pengujian Key Gas

59 Dari pengujian menu metode key gas yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa gas kunci adalah CO atau karbon monoksida dengan hasil analisa telah terjadi kegagalan pemanasan lebih pada isolator kertas. 4.7.3 Pengujian Metode Roger s Ratio Gambar 4.8 Tampilan Pengujian Roger s Ratio Dari pengujian metode Roger s ratio yang telah dilakukan didapatkan trafo dalam kondisi normal dan bisa beroperasi seperti biasa. 4.8 Analisa Akhir Aplikasi DGA Dari hasil percobaan yang telah dilakukan terhadap aplikasi DGA, diketahui bahwa aplikasi yang dibuat sesuai dengan standard IEEE std.c57-104.2008 (revisi dari IEEE std.c57-104.1991). Dan bisa digunakan untuk melakukan analisa DGA.

60 4.9 Analisa DGA Dengan menggunakan metode analisa DGA kita bisa menentukan keandalan suatu transformator bedasarkan pengecekan terhadap gas yang terlarut pada minyak trafo, dengan terdeteksinya indikasi kegagalan lebih dini maka kita bisa menentukan langkah pencegahan lebih cepat untuk menghindari kerusakan yang lebih parah misal terjadi explosive pada trafo. Dan dengan metode DGA dapat dikembangkan sebagai berikut : Sebagai peringatan dini atas gejalan gangguan atau kerusakan yang sedang atau akan terjadi. Sebagai alat penjadlwalan perbaikan transformator. Untuk memonitor laju perkembangan suatu gangguan. Penentuan analisa DGA lebih baik menggunakan 3 metode diatas untuk memperoleh hasil yang maksimal dalam melakukan analisis kondisi minyak trafo.