Diagnosis Transformator Daya Menggunakan Metode Indeks Kesehatan Transformator
|
|
|
- Yuliana Tanudjaja
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 JURNAL TEKNIK POMITS Vol., No., (204) -6 Diagnosis Transformator Daya Menggunakan Metode Indeks Kesehatan Transformator Akhbar Candra M, Dimas Anton Asfani, dan I.G.N. Satriyadi Hernanda. Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Jl. Arief Rahman Hakim, Surabaya Abstrak Transformator daya merupakan salah satu peralatan listrik yang mempunyai peran sentral dan kritis pada sistem tenaga listrik. Untuk menghindari kegagalan pada transformator daya, dibutuhkan antisipasi dengan pemantauan dan pemeliharaan kondisi transformator. Penelitian ini menyajikan informasi mengenai diagnosis kondisi transformator berdasarkan Indeks Kesehatan Transformator. Metode Indeks Kesehatan Transformator memberikan penilaian kondisi transformator secara komprehensif. Hasil metode ini membagi penilaian kondisi transformator daya menjadi beberapa kategori, sesuai dengan prediksi umur operasi transformator dan level penurunan kondisi komponen transformator. Analisis gas-gas terlarut, minyak, dan furan (kertas isolasi) dilakukan untuk mengetahui jenis kegagalan yang terjadi pada transformator. Hasil analisis tersebut adalah prediksi umur operasi, jenis kemungkinan kegagalan, dan rekomendasi tindakan pemeliharaan transformator mendatang. Untuk aplikasi, metode ini diterapkan pada data uji transformator yang disediakan oleh PT.PLN-PUSLITBANG. Kata Kunci Analisis, Diagnosis, Indeks Kesehatan Transformator, Transformator Daya, K I. PENDAHULUAN erusakan pada transformator daya akan mengakibatkan sistem penyaluran tenaga listrik terputus dan menyebabkan kerugian yang besar. Untuk mengantisipasi kerusakan diperlukan pemantauan dan pemeliharaan transformator. Selain itu terdapat permintaan peningkatan performa teknik transformator dari para pemilik transformator. Menurut manufaktur usia transformator daya diperkirakan antara tahun, tetapi terkadang terdapat transformator yang usianya di bawah range usia minimal telah rusak []. Meskipun tingkat kerusakan rendah, tetapi terdapat bukti bahwa transformator tersebut berada pada atau dekat dengan masa akhir operasinya. Kondisi kesehatan transformator dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah faktor kimia, elektrik, dan mekanik. Faktor-faktor ini menyebabkan pengujian transformator yang berbeda-beda sesuai dengan kondisi dan kebutuhan. Metode Indeks Kesehatan Transformator menawarkan penilaian kondisi transformator secara komprehensif. Metode ini melakukan pendekatan ilmiah secara objektif dan kuantitatif. Selain itu metode ini juga menggabungkan hasil pengamatan operasi, inspeksi lapangan, dan pengujian laboratorium. Data-data kondisi transformator yang digunakan dalam metode Indeks Kesehatan Transformator adalah gas terlarut, minyak, dan furan. Gas terlarut adalah gas hidrogen (H 2 ), metana (CH 4 ), etana (C 2 H 4 ), etilen (C 2 H 6 ), asetilen (C 2 H 2 ), karbon dioksida (CO 2 ), dan karbon monoksida (CO). Sedangkan kondisi minyak adalah breakdown voltage, interfacial tension, acid, dan water content. Lalu furan adalah merupakan gas 2 furfural (2FAL). Banyak metode untuk penilaian transformator meliputi pemantauan suhu minyak atau konduktor, kelembaban, kualitas minyak, DGA, FRA, Recovery Voltage, Thermal Imaging,Tap Changer Test, dan Bushing Test [2]-[9]. Namun, tidak ada metode yang mengetahui kondisi transformator daya melalui seluruh gabungan data uji yang tersedia. Permasalahan ini menyebabkan tingkat kesimpulan yang berbeda, sesuai kebutuhan pengujian, atau penilaian yang tidak menyeluruh terhadap kondisi kesehatan transformator. Diagnosis kondisi transformator menggunakan metode Indeks Kesehatan Transformator adalah mengukur kondisi transformator berdasarkan berbagai kriteria kondisi yang terkait dengan faktor-faktor degradasi jangka panjang yang secara kumulatif berpengaruh pada masa hidup operasi transformator. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kesehatan transformator, gangguan atau kegagalan yang terjadi, serta mengeluarkan rekomendasi tindakan transformator. II. INDEKS KESEHATAN TRANSFORMATOR Indeks Kesehatan Transformator merupakan salah satu metode penilaian sebuah aset atau peralatan. Indeks Kesehatan Transformator merupakan sebuah metode yang menggabungkan hasil pengamatan operasi, inspeksi lapangan, serta pengujian lapangan atau laboratorium menjadi sebuah indeks objektif dan kuantitatif. Hasilnya mengambarkan kondisi kesehatan keseluruhan dari sebuah aset. Selain itu Indeks Kesehatan Transformator adalah suatu perangkat untuk mengelola aset dan identifikator untuk kebutuhan investasi, seperti memprioritaskan investasi modal dan program pemeliharaan []. Tujuan penilaian Indeks Kesehatan Transformator adalah mengukur kondisi peralatan berdasarkan berbagai kriteria kondisi yang terkait dengan faktor-faktor degradasi jangka panjang yang secara kumulatif mengakibatkan akhir masa usia operasi aset. Penilaian ini mencakup, identifikasi aset yang
2 JURNAL TEKNIK POMITS Vol., No., (204) -6 2 berada pada atau dekat dengan akhir masa usia operasi dan aset beresiko gagal tinggi yang membutuhkan pengeluaran biaya untuk penggantian aset. Hasil Indeks Kesehatan Transformator berbeda dari hasil uji pemeliharaan atau diagnosis berbasis kondisi, yang menekankan pada pencarian kerusakan dan ketidakefisiensian. Dalam literature beberapa studi [], pembelajaran metode Indeks Kesehatan Transformator merujuk kepada standar industri dan penilaian pakar. Dalam menghitung nilai Indeks Kesehatan Transformator, nilai setiap parameter dicari berdasarkan batas standar internasional yang dipakai dan rumus. Setiap nilai parameter yang telah didapat kemudian dijumlahkan semua untuk mendapat nilai akhir Indeks Kesehatan Transformator. Adapun parameterparameternya adalah sebagai gas terlarut atau DGA (Dissolved Gas Analysis), minyak isolasi trafo dan furan (isolasi kertas). Penilaian gas terlarut merujuk kepada standar IEEE C dan ditunjukkan pada Tabel. Penilaian kondisi minyak isolasi seperti BDV, water content, acid, dan IFT merujuk kepada standar IEEE C dan ditunjukkan pada Tabel 2. Penilaian furan (kertas isolasi) ditunjukkan pada Tabel 3. Untuk mencari nilai Indeks Kesehatan Transformator setiap parameter dapat digunakan rumus sebagai berikut [] : n i= Si x Wi Wi n i= Jumlah parameter yang digunakan dalam Indeks Kesehatan Transformator dinyatakan oleh n. Penilaian skor sebuah parameter dinyatakan dalam Si. Nilai sebuah Si dapat berupa, 2, 3, 4, 5, dan 6. Setiap parameter selain memiliki skor penilaian (Si), memiliki juga faktor bobot (Wi). Nilai Wi dapat berupa, 2, 3, dan 5 tergantung faktor keberpengaruhannya dalam suatu parameter. Pemberian skor (Si) dan faktor bobot (Wi) ini sudah ditentukan dalam metode Indeks Kesehatan Transformator, sesuai dengan batasan dalam standar internasional (IEEE). Penilaian setiap parameter akan menghasilkan sebuah nilai A, B, C, D, E seperti pada Tabel 4. Sedangkan untuk mencari nilai akhir Indeks Kesehatan Transformator adalah dengan menggunakan rumus dibawah ini [] : () Tabel. Penilaian Skor DGA [6] Gas Skor (Si) Bobot (Wi) H > CH > C2H > C2H >200 3 C2H >80 5 CO CO Tabel 2. Penilaian Skor Minyak [] Tegangan Skor Bobot Parameter Minyak ( kv ) (Si) (Wi) Breakdown Voltage 52 (kv) Water Content (ppm) Acid (MgKOH/mg) Interfacial Tension (dyne/cm) Tabel 3. Penilaian Skor Furan [] Gas 2 FAL Nilai Kondisi 0 00 A Bagus B Normal C Waspada D Jelek > 000 E Sangat Jelek >400 > n J = Kj x HIFj n x 00% j = 4Kj Perhitungan Indeks Kesehatan Transformator akhir adalah perkalian antara faktor indeks kesehatan (HIFj) dengan bobot setiap parameter (Kj) dibagi dengan skor maksimum kondisi, kemudian dikalikan 00. Dalam menentukan HIFj, nilai hasil penilaian setiap parameter A, B, C, D, E, akan dikonversi menjadi angka 4 sampai 0. Nilai A berarti 4, B berarti 3, C berarti 2, D berarti 2 dan E berarti 0. Rincian nilai HIFj dan Kj untuk setiap parameter pengujian transformator ditunjukkan pada Tabel 5. Hasil perhitungan akhir ini akan membagi nilai ke dalam indeks angka dari 0 sampai dengan 00. Kondisi nilai 0 menunjukkan (2) Tabel 4. Penilaian Per Parameter [] Nilai Kondisi Deskripsi A Bagus <.2 B Normal.2 x <.5 C Waspada.5 x < 2 D Jelek 2 x < 3 E Sangat Jelek 3 transformator dalam degradasi sempurna dan nilai 00 menunjukkan kondisi sehat sempurna. Hal ini ditunjukkan seperti pada Tabel 6 yang menjelaskan mengenai penilaian akhir transformator menurut metode Indeks Kesehatan Transformator.
3 JURNAL TEKNIK POMITS Vol., No., (204) -6 3 Tabel 5. Penilaian Skor Indeks Kesehatan Transformator [] No. Parameter Rating Kj Transformator Kondisi HIFj DGA 0 A,B,C,D,E 4,3,2,,0 2 Minyak 8 A,B,C,D,E 4,3,2,,0 3 Furan 5 A,B,C,D,E 4,3,2,,0 Tabel 6. Penilaian Akhir [] Indeks Kesehatan Trafo Kondisi Deskripsi Sangat Penurunan kondisi dari Bagus komponen terbatas Bagus Penurunan kondisi yang signifikan dari beberapa komponen Cukup Penurunan kondisi yang menyebar atau serius pada komponenkomponen spesifik Jelek Penurunan kondisi serius dan menyebar pada komponen-komponen spesifik 0-30 Sangat Jelek Parameter Minyak Penurunan kondisi serius dan menyebar lebih luas pada komponenkomponen spesifik Tabel 7. Batasan Parameter Minyak Trafo [] Kelas Tegangan Prediksi Umur Transformator Lebih dari 5 Lebih dari 0 Sampai 0 Kurang dari kv kv > 230 kv Breakdown Voltage kv minimum mm gap mm gap Water Content ppm maksimum Acid MgKOH/mg maksimum Interfacial Tension dyne/cm minimum III. ANALISIS KEGAGALAN DAN REKOMENDASI Pada tahap ini dirancang beberapa metode untuk mengidentifikasi kemungkinan kegagalan yang terjadi dan rekomendasi tindakan yang harus dilakukan terhadap transformator daya. Untuk analisis kegagalan digunakan metode perbandingan minyak, Key Gas, dan rasio Doernenburg. Sedangkan untuk diagnosis rekomendasi tindakan menggunakan metode TDCG dan perbandingan batas minimum minyak. Diagram alir desain metode analisis ditunjukkan pada Gambar. Gambar.. Diagram Alir Analisis Transformator Daya A. Perbandingan Minyak Analisis perbandingan minyak adalah membandingkan nilai nilai batas maksimum atau minimum dari parameter minyak dengan nilai data pengujian minyak. Jika nilai-nilai tersebut berada pada batasnya, maka nilai tersebut menunjukkan jenis kemungkinan kegagalan. Ada empat jenis kemungkinan kegagalan yang mungkin terjadi. Kegagalan tegangan tembus yang diakibatkan nilai BDV dibawah batas minimumnya. Kedua adalah kelembaban yang diakibatkan oleh nilai water content yang melebihi batas maksimum. Lalu korosi pada komponen internal trafo, akibat nilai acid yang tinggi. Yang terakhir adalah munculnya endapan akibat nilai IFT yang melewati batas minimum. Nilai-nilai batas parameter minyak merujuk pada standar IEEE C yang ditunjukkan pada Tabel 7. B. Key Gas Start Perhitungan Indeks Kesehatan Analisis Kegagalan dengan Perbandingan Minyak & Furan, Metoda Key Gas, dan Rasio Doernenburg. Analisis Rekomendasi Tindakan TDCG dan Perbandingan Minyak Hasil Diagnosis Kondisi Trafo Daya Secara Keseluruhan End Metode Key Gas digunakan untuk menentukan kegagalan pada transformator berdasarkan kadar gas terlarut yang paling dominan di dalam minyak isolasi. Gas yang dominan tersebut disebut Key Gas. Klasifikasi kondisi transformator berdasarkan kandungan gas dominan yang ditimbulkan adalah dekomposisi thermal minyak, dekomposisi thermal kertas isolasi, partial discharge, dan arcing. Hasil dekomposisi thermal pada minyak adalah berupa gas etilen dan metana. Selain itu ditemukan juga gas hidrogen dan etana dalam jumlah kecil. Gas dominan adalah etilen. Jumlah karbon dioksida dan karbon monoksida yang meningkat, merupakan indikator dari dekomposisi thermal pada kertas isolasi yang berlebihan panas. Gas dominan adalah karbon monoksida. Partial discharge atau peluahan elektrik energi rendah akan menghasilkan gas hidrogen dan metana, dengan sedikit jumlah gas etana dan etilen. Gas dominan adalah hidrogen. Jumlah gas hidrogen dan asetilen tinggi saat terjadi arcing, dengan sedikit gas metana dan etilen. Gas karbon dioksida dan karbon monoksida juga dapat terbentuk jika terjadi di kertas isolasi. Gas dominan adalah asetilen.
4 JURNAL TEKNIK POMITS Vol., No., (204) -6 4 C. Rasio Doernenburg Metode rasio Doernenburg adalah membandingkan konsentrasi gas-gas terlarut dengan konsentrasi limit L. Metode ini menggunakan rasio R, R2, R3 dan R4. R adalah perbandingan antara metana dibagi hidrogen. R2 adalah perbandingan antara asetilen dibagi etilen. R3 adalah perbandingan antara asetilen dibagi metana. R4 adalah perbandingan antara etana dibagi asetilen. Batas konsentrasi L merujuk pada standar IEEE C atau terlihat seperti pada Tabel 8. Nilai-nilai rasio Doernenburg akan menghasilkan diagnosis kegagalan seperti ditunjukkan pada Tabel 9. D. TDCG (Total Dissolved Combustile Gas) Metode analisis TDCG digunakan untuk mengawasi degradasi material isolasi transformator dengan menghitung jumlah volume gas yang terbentuk [0]. Total volume gas yang terbentuk digunakan sebagai indikator kegagalan yang terjadi. Keadaan transformator ditandakan dengan level kondisi dari transformator yang ditunjukkan pada Tabel 0. Kondisi menjelaskan bahwa level TDCG pada tingkat ini mengindikasikan kondisi transformator tidak bermasalah. Jika nilai salah satu gas diluar dari kondisinya, Tabel dapat digunakan untuk investigasi tambahan. Kondisi 2 menjelaskan bahwa level TDCG pada skala ini menandakan terjadinya dekomposisi ringan dan mengharuskan re-sampling DGA. Kondisi 3 menjelaskan bahwa level TDCG pada skala ini menandakan terjadi dekomposisi tingkat tinggi dan mengharuskan re-sampling DGA. Kondisi 4 menjelaskan bahwa level TDCG pada tingkat ini menandakan dekomposisi parah. Jika lanjut beroperasi memungkinkan kegagalan. Resampling DGA diharuskan dengan cepat. Jika sebelumnya terdapat riwayat pengujian, maka dapat diketahui bahwa transformator berada dalam kondisi stable (jumlah gas cenderung tetap atau meningkat dalam jumlah sedikit) atau unstable (jumlah gas meningkat secara signifikan). Tabel digunakan ketika terdapat lebih dari satu hasil data pengujian atau memiliki riwayat pengujian. IV. HASIL DIAGNOSIS Data-data kondisi transformator daya seperti gas terlarut, minyak isolasi, dan furan berasal dari PT.PLN-PUSLITBANG (Perusahaan Listrik Negara - Pusat Penelitian dan Pengembangan Ketenagalistrikan) [2]. Untuk mengetahui kondisi kesehatan sebuah data transformator daya menurut metode Indeks Kesehatan Transformator pada penelitian ini digunakan sebuah simulasi perhitungan menggunakan GUI matlab. Gambar 2 menampilkan tampilan penilaian Indeks Kesehatan Transformator menggunakan GUI matlab. Berdasarkan perhitungan Indeks Kesehatan Transformator pada 275 unit data tranformator daya, didapatkan hasil lima buah kategori kondisi transfomator daya. Nilai yang didapat bervariasi antara range nilai terendah adalah.9 dan nilai tertinggi adalah 00. Trafo yang berada dalam kategori sangat bagus berjumlah 49 unit dengan range nilai antara Trafo dalam kategori bagus berjumlah 48 unit dengan range nilai antara Sedangkan untuk kategori cukup didapatkan sejumlah 39 unit dengan range nilai antara Trafo yang berada dalam kategori jelek dan sangat jelek adalah berjumlah masing-masing 30 unit dan 9 unit. Tabel 8. Batas Konsentrasi Gas Terlarut [0] Gas Konsentrasi L (ppm) Hidrogen 00 Metana 20 Karbon Monoksida 350 Asetilen Etilen 50 Etana 65 Tabel 9. Tabel Rasio Doernenburg [0] Diagnosis R R2 R3 R4. Dekomposisi Thermal >.0 < 0.75 < 0.3 > Partial Discharge < 0. Tidak signifikan < 0.3 > Arcing > 0.75 > 0.3 < 0.4 Tabel 0. Klasifikasi Konsentrasi Gas Terlarut [0] Status Kondisi Kondisi 2 Kondisi 3 Kondisi 4 Level TDCG < 720 ppm ppm ppm > ppm Tabel. Tindakan Berdasarkan TDCG dalam Minyak Isolasi [0] Rating Level TDCG Interval TDCG (ppm/ Sampling Prosedur Operasi hari) < 0 Per 2 bulan Kontinyu Operasi Normal < 720 ppm 0-30 Per 3 bulan > 30 Per bulan ppm ppm > 4639 ppm < 0 Per 4 bulan Penggunaan trafo perlu diperhatikan. Pada kondisi 0-30 Per bulan ini perlu dilakukan analisis individual gas serta penetapan besarnya > 30 Per bulan pembebanan. < 0 Per bulan Penggunaan trafo sangat perlu diperhatikan. Pada 0-30 Per minggu kondisi ini perlu untuk melakukan analisis individual gas. (Pabrik > 30 Per minggu menyarankan plan outage). < 0 Per minggu Trafo pada kondisi ini perlu dipertimbangkan untuk 0-30 Per hari dilepaskan dari sistem (Memperhatikan saran dari > 30 Per hari pabrik).
5 JURNAL TEKNIK POMITS Vol., No., (204) -6 5 Jumlah masing-masing transformator setiap kategori dijelaskan pada Tabel 2, yang pembagian kategorinya berdasarkan Tabel 6. Untuk hasil kemungkinan kegagalan yang terjadi ada tujuh jenis kegagalan dari metode analisis kegagalan. Kegagalan yang ditemukan oleh metode Key Gas adalah dekomposisi selulosa, dekomposisi minyak, partial discharge, dan arcing. Kegagalan yang ditemukan oleh metode perbandingan minyak adalah tegangan tembus, kelembaban, korosi, endapan, dan penuaan pada kertas isolasi. Adapun kegagalan yang terjadi dapat bervariasi dari kombinasi kegagalan di atas pada satu buah transformator daya. Dekomposisi selulosa rentan terjadi karena jumlah karbon monoksida melebihi batas maksimum lebih dari 350 ppm. Dekomposisi minyak terjadi karena jumlah etilen melebihi batas maksimum lebih 50 ppm. Partial discharge terjadi karena jumlah hidrogen melebihi batas maksimum lebih dari 00 ppm. Arcing terjadi karena jumlah asetilen tinggi melebihi gas-gas lainnya. Tegangan tembus terjadi karena jumlah BDV melebihi batas minimumnya yakni 28 kv. Kelembaban atau kandungan air tinggi karena jumlah water content melebihi batas maksimum lebih dari 25 ppm. Korosi terjadi karena nilai acid melebihi batas maksimum 0.5 mgkoh/mg. Endapan muncul karena jumlah IFT melebihi batas minimum yaitu 30 dyne/cm. Penuaan kertas isolasi dapat dideteksi dari jumlah gas 2 furfural. Semakin besar jumlah gas 2 furfural maka semakin buruk kualitas kertas isolasi tersebut. Tabel 3 menjelaskan mengenai jenis-jenis kemungkinan kegagalan yang terjadi pada transformator daya di pulau Sumatera. Berdasarkan kemungkinan kegagalan yang terjadi, maka menghasilkan tiga jenis tindakan yang sebaiknya dilakukan kepada transformator. Hasil ini didapatkan dari analisis TDCG. Ketiga jenis rekomendasi tindakan transformator tersebut adalah lanjut beroperasi normal, lanjut beroperasi dengan catatan, dan re-sampling pengujian, untuk memastikan kegagalan fungsi yang terjadi. Sedangkan untuk saran pengujian trafo selanjutnya didapatkan dalam interval 3 bulan dan 2 bulan [0]. Ada dua macam saran perlakuan minyak transformator, yakni rekondisi dan reklamasi. Saran perlakuan minyak trafo didapatkan dari analisis perbandingan batas minyak minimum. Jika nilai BDV atau dan water content buruk maka tindakan yang harus dilakukan adalah rekondisi atau filter. Sedangkan jika nilai acid atau dan IFT buruk maka tindakan yang harus dilakukan adalah reklamasi. Buruk disini berarti telah melewati batas yang ditetapkan []. Tabel 2. Hasil Penilaian Indeks Kesehatan Transformator Kategori Jumlah Sangat Bagus 49 Bagus 48 Cukup 39 Jelek 30 Sangat Jelek 9 Total 275 Tabel 3. Jenis Kemungkinan Kegagalan Pada Trafo No Jenis Kemungkinan Kegagalan Jumlah Arcing 2 Dekomposisi Minyak 3 3 Dekomposisi Selulosa 5 4 Dekomposisi Selulosa & Endapan 23 5 Dekomposisi Selulosa, Endapan & Korosi 5 6 Dekomposisi Selulosa, Endapan & Tegangan Tembus 7 Dekomposisi Selulosa, Endapan, Korosi, & Kerusakan Kertas Tinggi 8 Dekomposisi Selulosa, Lembab, Endapan & Penuaan Kertas Tidak Normal 2 9 Dekomposisi Selulosa, Lembab, Endapan, & Korosi 9 0 Dekomposisi Selulosa, Lembab, & Endapan 3 Dekomposisi Selulosa, Lembab, & Tegangan Tembus 2 Dekomposisi Selulosa, Lembab, Endapan & Kerusakan Kertas Tinggi 3 3 Dekomposisi Selulosa, Lembab, Endapan, Korosi & Tegangan Tembus 4 Dekomposisi Selulosa, Lembab, Endapan, Korosi, & Akhir Umur Kertas 5 Dekomposisi Thermal 6 Endapan 47 7 Endapan & Korosi 5 8 Lembab 2 9 Lembab & Endapan 2 20 Lembab, Endapan & Kerusakan Kertas Tinggi 2 Lembab, Endapan, & Korosi 4 22 Partial Discharge 3 23 Penuaan Kertas Tidak Normal, Endapan & Lembab Total 25 Gambar. 2. Simulasi Penilaian Indeks Kesehatan Transformator
6 JURNAL TEKNIK POMITS Vol., No., (204) -6 6 Jika kita menghitung jumlah kegagalan dibagi dengan jumlah transformator daya dalam setiap nilai kategori Indeks Kesehatan Transformator dan dikalikan seratus, maka kita akan mendapatkan probabilitas populasi kegagalan yang terjadi dalam persen. Dengan teknik analisis korelasi didapatkan nilai koefisien korelasi r adalah -0,63. Nilai r (negatif) ini menyatakan hubungan antara probabilitas populasi kegagalan dengan nilai Indeks Kesehatan Transformator dengan hubungan yang berbanding terbalik. Semakin kecil nilai Indeks Kesehatan Transformator maka semakin besar jumlah probabilitas populasi kegagalan yang terjadi. Hubungan ini seperti yang ditunjukkan pada Gambar 3. Gambar 3. Nilai Indeks Kesehatan Trafo vs Probabilitas Populasi Kegagalan(%) V. KESIMPULAN (%) Indeks Kesehatan Transformator membagi kondisi transformator daya menjadi lima buah kategori. Kategori ini adalah sangat bagus, bagus, cukup, jelek, dan sangat jelek. Jumlah transformator dalam kondisi sehat yakni trafo yang berada pada kategori sangat bagus dan bagus adalah 72 %. Untuk transformator yang berada dalam kondisi tidak sehat yakni dalam kategori jelek dan sangat jelek adalah 4 %. Sedangkan transformator yang berkondisi waspada atau berkategori cukup adalah 4 %. Maka dapat kita simpulkan rata-rata transformator daya berada pada kondisi sehat. Terdapat beberapa jenis kemungkinan kegagalan, yaitu dekomposisi selulosa, dekomposisi minyak, partial discharge, arcing, tegangan tembus, kelembaban, korosi, endapan, dan penuaan pada kertas isolasi. Kegagalan yang terjadi dapat bervariasi dari kombinasi kegagalan yang terjadi. Didapatkan tiga jenis rekomendasi tindakan transformator yaitu lanjut beroperasi normal, lanjut beroperasi dengan catatan, dan resampling pengujian. Hubungan antara probabilitas populasi kegagalan dengan nilai Indeks Kesehatan Transformator cukup kuat, karena menurut perhitungan analisis korelasi nilai koefisien korelasi r adalah - 0,63. Semakin kecil nilai Indeks Kesehatan Transformator maka semakin besar jumlah probabilitas populasi kegagalan. Metode Indeks Kesehatan Transformator memiliki kekurangan yaitu tidak mengetahui jenis kegagalan yang terjadi, tetapi memberikan diagnosis kondisi kesehatan trafo secara umum. Oleh karena itu dibutuhkan analisis tambahan untuk mengetahui jenis kemungkinan kegagalan yang terjadi pada trafo daya. DAFTAR PUSTAKA []. A. Jahromi, R. Piercy, S. Cress, J. Service, and W. Fan, "An approach to power transformer asset management using health index," Electrical Insulation Journal & Magazine, IEEE, vol. 25, pp , [2] ABB Service Handbook for Transformers, 2nd ed., Zurich, Switzerland: ABB Management Service, Ltd., [3]. M. Wang and K. D. Srivastava, Review of condition assessment of power transformers in service, IEEE Electr. Insul. Mag., vol. 8, no. 6, pp Nov./Dec [4]. T. K. Saha, Review of modern diagnostic techniques for assessing insulation condition in aged transformers, IEEE Trans. Dielectr. Electr. Insul., vol. 0, no. 5, pp , Oct [5]. T. Hjartarson and S. Otal, Predicting future asset condition based on current health index and maintenance level, presented at th IEEE Conf. Transmission & Distribution Construction, Operation and Live- Line Maintenance, Albuquerque, NM, Oct [6]. A. Naderian, S. Cress, and R. Peircy, An approach to determine the health index of power transformers, inproc. IEEE Int.Symp. Electrical Insulation, Jun. 2008, Vancouver, Canada, pp [7]. CIGRE Working Group 05, An international survey of failures in large power transformers in service, Electra, no. 88, pp. 2 48, May 983. [8]. I. Höhlein, A. J. Kachler, S. Tenbohlen, and T. Leibfried, Transformer life management German experience with condition assessment, Contribution for CIGRE SC2/A2, Jun [9]. K. T. Muthanna,A. Sarkar, K. Das, andk. Waldner, Transformer insulation life assessment, IEEE Trans. Power Del., vol.2, no., pp , Jan [0]. Transformer Committee of the IEEE Power & Energy Engineering Society IEEE Guide for the Interpretation of Gases Generated in Oil-Immersed Transformers. IEEE Standard C []. IEEE Guide for Acceptance and Maintenance of Insulating Oil in Equipment. IEEE Standard C [2]. P.T. PLN PUSLITBANG (Perusahaan Listrik Negara- Pusat Penelitian dan Pengembangan Ketenagalistrikkan). Indonesia. 203.
DIAGNOSIS KONDISI TRANSFORMATOR DAYA MENGGUNAKAN METODA INDEKS KESEHATAN
DIAGNOSIS KONDISI TRANSFORMATOR DAYA MENGGUNAKAN METODA INDEKS KESEHATAN Akhbar Candra Mulyana NRP. 2211106072 Pembimbing 1 Dimas Anton Asfani, ST., MT., Ph.D. Pembimbing 2 I Gusti Ngurah Satriyadi H,
Prof. Dr. Ir. Mauridhi Hery Purnomo, M.Eng. Dr. Eng.Ardyono Priyadi, S.T, M.Eng. Boby Adi Pratama
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER Dosen Pembimbing 1 : Prof. Dr. Ir. Mauridhi Hery Purnomo, M.Eng. Dosen Pembimbing 2 : Dr. Eng.Ardyono Priyadi, S.T, M.Eng. Boby Adi Pratama 22.09.100.110 INSTITUT TEKNOLOGI
Bab III Penilaian Kondisi
Bab III Penilaian Kondisi 3.1. Latar Belakang Penggunaan Penilaian Kondisi 3.1.1. Pengertian Penilaian Kondisi Penilaian Kondisi merupakan suatu metode penilaian terhadap suatu obyek yang berdasarkan pada
Analisis Performa Transformator GI Gandul 2 60 MVA Menggunakan Metode Indeks Kesehatan Transformator Berdasarkan Karakteristik Dissolved Gas Analysis
Analisis Performa Transformator GI Gandul 60 MVA Menggunakan Metode Indeks Kesehatan Transformator Berdasarkan Karakteristik Dissolved Gas Analysis Muhammad Munawar 1, Ir. I Made Ardita Y, M.T. Departemen
Analisis Properti Fisik-Kimia Minyak Isolasi Transformator Daya Berbasis Jaring Saraf Tiruan
JURNAL TEKNIK POMITS 1 Analisis Properti Fisik-Kimia Minyak Isolasi Transformator Daya Berbasis Jaring Saraf Tiruan Boby Adi Pratama, Ardyono Priyadi, Mauridhi Hery Purnomo Jurusan Teknik Elektro, Fakultas
Keywords: oil transformter; dissolved gas analysis, water content, breakdown voltage. 1 Universitas Indonesia
Analisis Kondisi Minyak Transformator Berdasarkan Uji Parameter Utama Galih Ilham Mey Setiawan dan Iwa Garniwa Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Teknik Abstrak Pada saat pengoperasian transformator,
ANALISIS KUALITAS TRANSFORMATOR DAYA 150 kv/70 kv DI GI BANARAN BERDASARKAN HASIL PENGUJIAN ISOLASI MINYAK MENGGUNAKAN METODE STOKASTIK
ANALISIS KUALITAS TRANSFORMATOR DAYA 150 kv/70 kv DI GI BANARAN BERDASARKAN HASIL PENGUJIAN ISOLASI MINYAK MENGGUNAKAN METODE STOKASTIK Lailiyana Farida Jurusan Teknik Elektro-FTI, Institut Teknologi Sepuluh
Bab IV Studi Kasus Penilaian Kondisi IBT -1 dan IBT-2 GITET Kembangan
Bab IV Studi Kasus Penilaian IBT -1 dan IBT-2 GITET Kembangan 4.1. Pendahuluan Penilaian ini dilakukan pada IBT-1 dan IBT-2 PT.PLN (Persero) GI Kembangan. Berikut ini keterangan Trafo yang akan dilakukan
Politeknik Negeri Sriwijaya BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Transformator Transformator adalah suatu alat listrik yang dapat memindahkan dan mengubah energi listrik dari satu atau lebih rangkaian listrik ke rangkaian listrik yang lain
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN Dalam menyelesaikan permasalahan pada tugas akhir ini, diambil beberapa langkah yang tergabung menjadi sebuah metode analisis. Berikut ini adalah uraian detail langkahlangkah
BAB IV HASIL DAN ANALISA
BAB IV HASIL DAN ANALISA 4.1 Tata Cara Pengambilan Sampel Minyak Pengambilan sampel minyak untuk pengujian DGA sangat menentukan kehandalan diagnose yang akan didapatkan. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan
Diah Wulandari. Jurusan Teknik Elektro-FTI, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Kampus Keputih-Sukolilo, Surabaya-60111,
Studi Analisis Penjadwalan Pemeliharaan Transformator Daya 15KV di PT.PLN (Persero) P3B Jawa Bali Berdasarkan Prediksi Karakteristik Minyak Transformator Diah Wulandari Jurusan Teknik Elektro-FTI, Institut
ANALISIS KEGAGALAN TRANSFORMATOR BERDASARKAN HASIL PENGUJIAN DGA
ANALISIS KEGAGALAN TRANSFORMATOR BERDASARKAN HASIL PENGUJIAN DGA Nurhabibah Naibaho Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Krisnadwipayana Email: [email protected] Abstrak Transformator berisi minyak
Tabel Klasifikasi Sistem Pendingin Pada Transformator Daya: Sirukulasi. Sirkulasi. Paksa. 1. AN - - Udara - 2. AF Udara
LAMPIRAN 1 : Tabel Klasifikasi Sistem Pendingin Pada Transformator Daya: No. Macam Sistem Pendingin Di dalam Transformator Media Di luar Transformator Sirukulasi Sirkulasi Sirkulasi Sirkulasi Alami Paksa
Analisis Pengujian Kinerja Minyak Isolasi Pada Transformator Tenaga 70kV
Analisis Pengujian Kinerja Minyak Isolasi Pada Transformator Tenaga 70kV Stefan Heryanto Departemen Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia, Depok 16424, Indonesia Tel: (021) 78888805. Fax:
Manajemen Pemeliharaan Transformator Tegangan Menengah Berbasis Hasil Analisis Gas Terlarut
ISSN: 2085-6350 Yogyakarta, 7-8 Oktober 2013 CITEE 2013 Manajemen Pemeliharaan Transformator Tegangan Menengah Berbasis Hasil Analisis Gas Terlarut I G. N. Segara Putra*, W. G. Ariastina, I N. S. Kumara,
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN 4.1 Hasil Tes Tegangan Tembus dan Tes DGA Tabel 4.1 adalah hasil pengetesan tegangan tembus sampel minyak transformator di Bandara Ngurah Rai Tabel 4.1 Hasil Tes
Analisis Kualitas Minyak Transformator Daya 25 KVA Berdasarkan Data Citra Kamera Termal dan Data Hasil Uji Gas Chromatograph
JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 1, No. 1, (2012) 1-6 1 Analisis Kualitas Minyak Transformator Daya 25 KVA Berdasarkan Data Citra Kamera Termal dan Data Hasil Uji Gas Chromatograph Subkhi Abdul Aziz, Vita Lystianingrum
Materi Seminar tugas akhir
1 Materi Seminar tugas akhir AALISIS PEGARUH PEMBEBAA TRASFORMATOR TERHADAP KADUGA GAS TERLARUT MIAK ISOLASI Agung Ekosurya Harsono [1], Ir. Tejo Sukmadi [2], Karnoto ST.MT [3] ABSTRAK Minyak transformator
Analisa Gas Terlarut Pada Minyak Transformator Daya 150 kv Dengan Menggunakan Metode Duval Pentagon
Analisa Gas Terlarut Pada Minyak Transformator Daya 150 kv Dengan Menggunakan Metode Duval Pentagon Devita Amalia, Fri Murdiya Jurusan Teknik Elektro S1 Fakultas Teknik Universitas Riau Kampus Bina Widya
ANALISIS DETEKSI KEADAAN MINYAK TRANSFORMATOR DENGAN METODE GAS TERLARUT MENGGUNAKAN PERALATAN DISSOLVE GAS ANALISYS ( DGA)
ANALISIS DETEKSI KEADAAN MINYAK TRANSFORMATOR DENGAN METODE GAS TERLARUT MENGGUNAKAN PERALATAN DISSOLVE GAS ANALISYS ( DGA) SURYA DARMA Dosen Tetap Yayasan Pada Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknik
BAB IV ANALISIS DATA
BAB IV ANALISIS DATA Transformator tenaga merupakan aset yang sangat penting dan krusial dalam sistem tenaga listrik karena dapat memberikan kontribusi dan investasi yang sangat besar dalam sistem utilitas.
Diah Wulandari. 1. Ir.Syariffuddin Mahmudsyah,M.Eng 2. IGN Satriyadi, ST,MT
Studi Analisis Penjadwalan Pemeliharaan Transformator Daya 150KV di PT.PLN PLN (Persero) P3B Jawa Bali berdasarkan Prediksi Karakteristik tik Minyak Transformator Diah Wulandari 2208 100 604 Dosen Pembimbing:
BAB IV PEMBAHASAN. 4.1 Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang
BAB IV PEMBAHASAN 4.1 Pembangkit istrik Tenaga Panas Bumi (PTP) Kamojang PT. Indonesia Power UPJP Kamojang memiliki 3 pembangkit yang menggunakan panas bumi sebagai energi primernya. Pembangkit tersebut
BAB II KAJIAN PUSTAKA
BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 State Of The Art Review Sebagai acuan yang mendasari penelitian ini penulis merujuk pada beberapa penelitian terdahulu yang membahas permasalahan isolasi minyak transformator
Lailiyana Farida
ANALISIS KUALITAS TRANSFORMATOR DAYA 150 kv/70 kv DI GI BANARAN BERDASARKAN HASIL PENGUJIAN ISOLASI MINYAK MENGGUNAKAN METODE STOKASTIK Lailiyana Farida 2205 100 091 Pembimbing : IGN Satriyadi H,ST,MT
ANALISIS KONDISI TRANSFORMATOR PELEBURAN EAF 9 BERDASARKAN PENGUJIAN DGA MINYAK TRANSFORMATOR DI PABRIK BAJA SLAB 2 PT.
ANALISIS KONDISI TRANSFORMATOR PELEBURAN EAF 9 BERDASARKAN PENGUJIAN DGA MINYAK TRANSFORMATOR DI PABRIK BAJA SLAB 2 PT. KRAKATAU STEEL Arnaldo H Saragi 1, Rudy Setiabudy 2 1. Departemen Teknik Elektro,
PENGARUH KEGAGALAN MINYAK TRANSFORMATOR DAYA 18.5 MVA PLTG UNIT 1 DI PT PLN (PERSERO) SEKTOR PEMBANGKITAN KERAMASAN
PENGARUH KEGAGALAN MINYAK TRANSFORMATOR DAYA 18.5 MVA PLTG UNIT 1 DI PT PLN (PERSERO) SEKTOR PEMBANGKITAN KERAMASAN LAPORAN AKHIR Dibuat untuk memenuhi syarat menyelesaikan Pendidikan Diploma III Program
Diagnosis Kondisi Transformator Berbasis Analisis Gas Terlarut Menggunakan Metode Sistem Pakar Fuzzy
Diagnosis Kondisi Transformator Berbasis Analisis Gas Terlarut Menggunakan Metode Sistem Pakar Fuzzy Gatut Yulisusianto, Hadi Suyono, Rini Nurhasanah Abstract---Dissolved gas analysis of transformer oil
ANALISIS GAS TERLARUT PADA MINYAK ISOLASI TRANSFORMATOR TENAGA AKIBAT PEMBEBANAN DAN PENUAAN. Hermawan, Abdul Syakur, Irwan Iryanto *)
ANALISIS GAS TERLARUT PADA MINYAK ISOLASI TRANSFORMATOR TENAGA AKIBAT PEMBEBANAN DAN PENUAAN Hermawan, Abdul Syakur, Irwan Iryanto *) Abstract The lifetime of transformers and its equipments are highly
BAB III METODOLOGI PENILAIAN
BAB III METODOLOGI PENILAIAN 3.1 Kerangka Penilaian Kondisi Penilaian kondisi ini membagi peralatan Transformator menjadi beberapa komponen utama, seperti inti besi, belitan, bushing. Setiap komponen peralatan
ANALISIS TERJADINYA TEKANAN MENDADAK PADA ON LOAD TAP CHANGER UNIT 1 PLTU SURALAYA
JETri, Volume 12, Nomor 2, Ferbruari 2015, Halaman 87-98, ISSN 1412-0372 ANALISIS TERJADINYA TEKANAN MENDADAK PADA ON LOAD TAP CHANGER UNIT 1 PLTU SURALAYA Muhamad Yanuardi Putra & Chairul Gagarin Irianto
Bab II Isolasi dan Diagnosis Isolasi Transformator
Bab II Isolasi dan Diagnosis Isolasi Transformator 2.1. Isolasi Transformator Isolasi pada peralatan sistem tenaga berfungsi untuk memisahkan bagian - bagian yang bertegangan dengan bagian yang tidak bertegangan
PENGKAJIAN KONDISI TRANSFORMATOR BHT03 PADA RSG-GAS MENGGUNAKAN METODA DISSOLVED GAS ANALYSIS. Teguh Sulistyo
PENGKAJIAN KONDISI TRANSFORMATOR BHT03 PADA RSG-GAS MENGGUNAKAN METODA DISSOLVED GAS ANALYSIS Teguh Sulistyo Pusat Reaktor Serba Guna (PRSG) - BATAN ABSTRAK PENGKAJIAN KONDISI TRANSFORMATOR BHT03 PADA
Jl. Teknik Kimia Kampus ITS Keputih Sukolilo, Surabaya
12 JURNAL PENDIDIKAN PROFESIONAL, VOLUME 4, NO. 1, APRIL 2015 ANALISIS PENGARUH JADWAL PEMELIHARAAN TERHADAP KEANDALAN TRANSFORMATOR 80 MVA BERDASARKAN HASIL UJI TES DGA DAN TEGANGAN TEMBUS DENGAN METODE
Makalah Seminar Kerja Praktek ANALISA JENIS KEGAGALAN TRANSFORMER BERDASARKAN HASIL UJI DGA DENGAN METODE ROGER S RATIO PLTU TAMBAK LOROK
Makalah Seminar Kerja Praktek ANALISA JENIS KEGAGALAN TRANSFORMER BERDASARKAN HASIL UJI DGA DENGAN METODE ROGER S RATIO PLTU TAMBAK LOROK Muhammad Faishal A. R. (L2F 007 051) Jurusan Teknik Elektro Universitas
I. PENDAHULUAN. Kata kunci-filterisasi, minyak trafo, TDCG. Gambar 1. Bagan Transformator Sumber : TRANSFORMER 2011.htm
PENGARUH FILTERISASI MINYAK TRAFO TERHADAP KINERJA TRANSFORMATOR DAYA 30 MVA DI GARDU INDUK SENGKALING Rendy Hari Widodo¹, Soemarwanto, Ir., MT², Hadi Suyono, ST., MT., Ph.D³ ¹Mahasiswa Teknik Elektro,
Analisa Gas Kimia Dalam Minyak Trafo Distribusi 150/20 KV Dengan Menggunakan Metode Logika Fuzzy Evolusioner
Jurnal Elektro ELTEK Vol., No. 1, April 011 ISSN: 08-89 Analisa Gas Kimia Dalam Minyak Trafo Distribusi 150/0 KV Dengan Menggunakan Metode Logika Fuzzy Evolusioner Teguh Herbasuki dan Falkudin Jurusan
BAB I PENDAHULUAN. dengan yang lain. Pada saat sistem isolasi menahan electrical stresses, isolasi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sistem isolasi sangat diperlukan pada peralatan tegangan tinggi untuk membatasi bagian-bagian bertegangan agar tidak terjadi hubung singkat satu dengan yang lain. Pada
DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL HALAMAN PENGESAHAN HALAMAN PERNYATAAN KATA PENGANTAR PERSEMBAHAN DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR ARTI LAMBANG DAN SINGKATAN
DAFTAR ISI Hal HALAMAN JUDUL i HALAMAN PENGESAHAN ii HALAMAN PERNYATAAN iii KATA PENGANTAR iv MOTTO vi PERSEMBAHAN vii DAFTAR ISI viii DAFTAR TABEL xi DAFTAR GAMBAR xiii ARTI LAMBANG DAN SINGKATAN xv ABSTRAK
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Isolasi memiliki peranan penting pada sistem tenaga listrik. Isolasi melindungi sistem tenaga listrik dari gangguan seperti lompatan listrik atau percikan, isolasi
Analisis Kualitas Minyak Transformator Daya 25 Kva Berdasarkan Data Citra Kamera Termal Dan Data Hasil Uji Gas Chromatograph
Analisis Kualitas Minyak Transformator Daya 25 Kva Berdasarkan Data Citra Kamera Termal Dan Data Hasil Uji Gas Chromatograph Subkhi Abdul Aziz 2208 100 149 Pembimbing: Dr. Eng. Ardyono Priyadi, ST., M.Eng.
PEMELIHARAAN JARINGAN TEGANGAN RENDAH. G. Suprijono. D3 Teknik Elektro Politeknik Harapan Bersama Jl Dewi Sartika No 71 Tegal Telp/Fax (0283)
PEMELIHARAAN JARINGAN TEGANGAN RENDAH G. Suprijono D3 Teknik Elektro Politeknik Harapan Bersama Jl Dewi Sartika No 71 Tegal Telp/Fax (0283) 352000 ABSTRAK Dilapangan dijumpai juga kasus Jaringan Tegangan
PEMELIHARAAN ALMARI KONTROL
PEMELIHARAAN ALMARI KONTROL Yudi Yantoro,Sabari D3 Teknik Elektro Politeknik Harapan Bersama Jl Dewi Sartika No 71 Tegal Telp/Fax (0283) 352000 ABSTRAK Dilapangan dijumpai juga kasus Almari Kontrol Transformator-Almari
BAB I PENDAHULUAN. Tegangan Rendah. Peran aset trafo distribusi sangatlah dominan. Dimana, pada
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Trafo Distribusi merupakan salah satu komponen utama pada suatu sistem distribusi tenaga listrik yang digunakan untuk menurunkan tegangan menengah 20 kv ke tegangan
PENGGUNAAN RECLOSER. Sutikno. D3 Teknik Elektro Politeknik Harapan Bersama Jl Dewi Sartika No 71 Tegal Telp/Fax (0283) ABSTRAK
PENGGUNAAN RECLOSER Sutikno D3 Teknik Elektro Politeknik Harapan Bersama Jl Dewi Sartika No 71 Tegal Telp/Fax (0283) 352000 ABSTRAK Dilapangan dijumpai juga kasus recloser yang bermasalah, baik dari awal
Pengaruh Penggunaan Bahan Bakar Premium, Pertamax, Pertamax Plus Dan Spiritus Terhadap Unjuk Kerja Engine Genset 4 Langkah
JURNAL TEKNIK POMITS Vol., No., (3) ISSN: 337-339 (3-97 Print) B-8 Pengaruh Penggunaan Bahan Bakar,, Plus Dan Terhadap Unjuk Kerja Engine Genset 4 Langkah Rapotan Saragih dan Djoko Sungkono Kawano Jurusan
STUDI PENGARUH PENUAAN (AGING) TERHADAP LAJU DEGRADASI KUALITAS MINYAK ISOLASI TRANSFORMATOR TENAGA
STUDI PENGARUH PENUAAN (AGING) TERHADAP LAJU DEGRADASI KUALITAS MINYAK ISOLASI TRANSFORMATOR TENAGA Irwan Iryanto¹ Dr. Ir. Hermawan, DEA.² Abdul Syakur, ST. MT.² Abstract The lifetime of transformers and
ANALISIS KOORDINASI ISOLASI SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI 150 KV TERHADAP SAMBARAN PETIR DI GIS TANDES MENGGUNAKAN PERANGKAT LUNAK EMTP RV
TUGAS AKHIR RE 1599 ANALISIS KOORDINASI ISOLASI SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI 150 KV TERHADAP SAMBARAN PETIR DI GIS TANDES MENGGUNAKAN PERANGKAT LUNAK EMTP RV IKA PRAMITA OCTAVIANI NRP 2204 100 028 Dosen
Kata Kunci: GIS; SF 6 ; kemurnian; titik embun dan kadar uap air; kompartemen; bay; terminasi; peluahan sebagian.
EVALUASI KINERJA GIS BERDASARKAN HASIL PENGUKURAN KUALITAS GAS SF 6 PADA GIS MARUNDA DAN GIS PEGANGSAAN Idwan Kelvin, Amien Rahardjo Teknik Elektro, Fakultas Teknik Universitas Indonesia Abstrak - Pada
BAB I PENDAHULUAN. Terjadinya kegagalan alat-alat listrik yang bertegangan tinggi ketika dipakai
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Terjadinya kegagalan alat-alat listrik yang bertegangan tinggi ketika dipakai disebabkan oleh kegagalan isolasi dalam menjalankan fungsinya sebagai isolator tegangan
ANALISIS HASIL PENGUJIAN MINYAK TRANSFORMATOR DENGAN MENGGUNAKAN METODE DISSOLVED GAS ANALYSIS
ANALISIS HASIL PENGUJIAN MINYAK TRANSFORMATOR DENGAN MENGGUNAKAN METODE DISSOLVED GAS ANALYSIS (DGA) PADA TRANSFORMATOR TENAGA UNIT T.32 DAN T.31 DI PT. INDONESIA POWER UPJP KAMOJANG TUGAS AKHIR Diajukan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. menganalisa tentang suatu analisis identifikasi minyak transformator
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Dalam proses penelitian ini penulis melakukan penelitian kuantitatif yang menganalisa tentang suatu analisis identifikasi minyak transformator menggunakan
ANALISA KEGAGALAN TRANSFORMATOR DAYA BERDASARKAN HASIL UJI DGA DENGAN METODE TDCG, KEY GAS, ROGER S RATIO, DUVAL S TRIANGLE PADA GARDU INDUK
e-jurnal Teknik Elektro dan Komputer (2014), ISSN : 2301-8402 1 ANALISA KEGAGALAN TRANSFORMATOR DAYA BERDASARKAN HASIL UJI DGA DENGAN METODE TDCG, KEY GAS, ROGER S RATIO, DUVAL S TRIANGLE PADA GARDU INDUK
Pengembangan isolator tegangan tinggi yang cocok untuk daerah tropis
1 DESKRIPSI RISET I Pengembangan isolator tegangan tinggi yang cocok untuk daerah tropis 1.1 Deskripsi singkat Isolator memegang peranan penting dalam menunjang keandalan sistem ketenagalistrikan. Kegagalan
PEMELIHARAAN MINYAK TRANSFORMATOR PADA MINYAK TRANSFORMATOR NOMOR 4 DI GARDU INDIK KEBASEN ABSTRAK
PEMELIHARAAN MINYAK TRANSFORMATOR PADA MINYAK TRANSFORMATOR NOMOR 4 DI GARDU INDIK KEBASEN Yudi Yantoro, Sabari D3 Teknik Elektro Politeknik Harapan Bersama Jl Dewi Sartika No 71 Tegal Telp/Fax (0283)
Analisis Dissolved Gas Analysis terhadap Kinerja Transformator 30 MVA Gardu Induk Betung Menggunakan Metode Fuzzy
JURNAL ILMIAH ELITE ELEKTRO, VOL. 3, NO. 1, MARET 2012: 59-64 59 Analisis Dissolved Gas Analysis terhadap Kinerja Transformator 30 MVA Gardu Induk Betung Menggunakan Metode Fuzzy Djulil Amri Jurusan Teknik
TUGAS AKHIR. Diajukan guna melengkapi sebagian syarat dalam mencapai gelar Sarjana Strata Satu (S1) Disusun Oleh :
TUGAS AKHIR ANALISA GANGGUAN TRANSFORMATOR BERDASARKAN HASIL UJI DGA (DISSOLVED GAS ANALYZERS) DALAM MINYAK TRAFO DI PLANT 6/11 PT INDOCEMENT TUNGGAL PRAKARSA, TBK Diajukan guna melengkapi sebagian syarat
BAB I PENDAHULUAN. Perawatan merupakan salah satu hal terpenting yang harus diperhatikan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perawatan merupakan salah satu hal terpenting yang harus diperhatikan secara serius dalam sistem tenaga listrik, karena dengan sistem perawatan yang baik, peralatan-peralatan
BAB II DASAR TEORI. 2.1 Pengertian Transformator. Gambar 2.1 Transformator
BAB II DASAR TEORI 2.1 Pengertian Transformator Gambar 2.1 Transformator Transformator merupakan salah satu alat kelistrikan yang memiliki fungsi untuk mentansfer energi antara dua buah sirkuit yang melalui
Analisis Kegagalan isolasi Minyak Trafo jenis energol baru dan lama dengan minyak pelumas
SEMINAR NASIONAL ELECTRICAL, INFORMATICS, AND IT S EDUCATIONS 29 Analisis Kegagalan isolasi Minyak Trafo jenis energol baru dan lama dengan minyak pelumas Syafriyudin, ST,MT Jurusan teknik Elektro Institut
Evaluasi Kegagalan Transformer Dengan Metode Failure Mode Effect and Criticality Analysis (FMECA)
Asian Journal of Engineering and Technology (ISSN : 2321 2462), Volume 02 Issue 06, December 2014 Evaluasi Kegagalan Transformer Dengan Metode Failure Mode Effect and Criticality Analysis (FMECA) Docki
PERANCANGAN PROTOTIPE MONITORING PARAMETER PARAMETER TRANSFORMATOR DAYA SECARA ONLINE BERBASIS MIKROKONTROLER
JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 1, No. 1, (2012) 1-6 1 PERANCANGAN PROTOTIPE MONITORING PARAMETER PARAMETER TRANSFORMATOR DAYA SECARA ONLINE BERBASIS MIKROKONTROLER Nata Khakima Adhuna, Prof. Dr. Ir. Mauridhi
PRIMA Volume 13, Nomor 2, November 2016 ISSN : PENGUJIAN KARAKTERISTIK MINYAK TRANSFORMATOR GEDUNG 72 BATAN SERPONG
PENGUJIAN KARAKTERISTIK MINYAK TRANSFORMATOR GEDUNG 72 BATAN SERPONG Suripto Pusat Rekayasa Fasilitas Nuklir- BATAN Gedung 71, Kawasan PUSPIPTEK Serpong,Tangerang Selatan, 15310 ABSTRAK PENGUJIAN KARAKTERISTIK
Studi Analisis Keandalan Sistem Distribusi Tenaga Listrik Surabaya Menggunakan Metode Latin Hypercube Sampling
JURNAL TEKNIK POMITS Vol., No., (0) -5 Studi Analisis Keandalan Sistem Distribusi Tenaga Listrik Surabaya Menggunakan Metode Latin Hypercube Sampling Agung Yanuar Wirapraja, I Gusti Ngurah Satriyadi Hernanda,
Static Line Rating untuk Integrasi PLTB di Jaringan Tegangan Menengah : Studi Kasus Master Plan Pembangkit Hibrid di Krueng Raya
Static Line Rating untuk Integrasi PLTB di Jaringan Tegangan Menengah : Studi Kasus Master Plan Pembangkit Hibrid di Krueng Raya Idraki Sariyan #1, Hafidh Hasan #2, Syahrizal Syahrizal #3 # Jurusan Teknik
PLTS SEBAGAI SALAH SATU ENERGI ALTERNATIF. Soehardi. D3 Teknik Elektro Politeknik Harapan Bersama Jl Dewi Sartika No 71 Tegal Telp/Fax (0283)
PLTS SEBAGAI SALAH SATU ENERGI ALTERNATIF Soehardi D3 Teknik Elektro Politeknik Harapan Bersama Jl Dewi Sartika No 71 Tegal Telp/Fax (0283) 352000 ABSTRAK Dilapangan dijumpai juga kasus PLTS yang bermasalah,
Analisis Kestabilan Transien dan Mekanisme Pelepasan Beban di PT. Pertamina (Persero) Refinery Unit (R.U.) VI Balongan Jawa Barat
JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 1, No. 1, (013) 1-6 1 Analisis Kestabilan Transien dan Mekanisme Pelepasan Beban di PT. Pertamina (Persero) Refinery Unit (R.U.) VI Balongan Jawa Barat Syahrul Hidayat, Ardyono
BAB III PENGAMBILAN DATA
BAB III PENGAMBILAN DATA Didalam pengambilan data pada skripsi ini harus di perhatikan beberapa hal sebagai berikut : 3.1 PEMILIHAN TRANSFORMATOR Pemilihan transformator kapasitas trafo distribusi berdasarkan
Analisis Kegagalan Transformator Di PT Asahimas Chemical Banten Berdasarkan Hasil Uji DGA Dengan Metode Roger s Ratio
Analisis Kegagalan Transformator Di PT Asahimas Chemical Banten Berdasarkan Hasil Uji DGA Dengan Metode Roger s Ratio Dimas Aditia Arifianto 1, Ir. Soemarwanto, MT. 2, Ir. Hery Purnomo, MT. 3 ¹Mahasiswa
Investigasi Kerusakan Transformator Distribusi 3 Fasa 630 kva PT PLN (Persero) Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang SKRIPSI
UNIVERSITAS INDONESIA Investigasi Kerusakan Transformator Distribusi 3 Fasa 630 kva PT PLN (Persero) Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang SKRIPSI Febi Hadi Permana 0806365753 FAKULTAS TEKNIK PROGRAM STUDI
TUGAS AKHIR ANALISA KENAIKAN COMBUSTIBLE GAS MINYAK ISOLASI TRANSFORMATOR TENAGA 150 KV GT 2.2 PLTGU BLOK 2 MUARA KARANG
TUGAS AKHIR ANALISA KENAIKAN COMBUSTIBLE GAS MINYAK ISOLASI TRANSFORMATOR TENAGA 150 KV GT 2.2 PLTGU BLOK 2 MUARA KARANG Diajukan guna melengkapi sebagai syarat dalam mencapai gelar Sarjana Strata Satu
PEMELIHARAAN TRAFO 1 PHASA 50 KVA
PEMELIHARAAN TRAFO 1 PHASA 50 KVA Soehardi ABSTRAK Dilapangan dijumpai juga kasus trafo-trafo yang bermasalah, baik dari awal perencanaan, prosedur pemeliharaan bahkan pemeliharaan yang kurang baik sehingga
BAB III INVESTIGASI GANGGUAN Gambaran Sistem Tenaga Listrik Jakarta dan Banten
43 BAB III INVESTIGASI GANGGUAN 3.1. Gambaran Sistem Tenaga Listrik Jakarta dan Banten Kebutuhan daya listrik sistem kelistrikan Jakarta sebesar 7.500 MW dipasok oleh pembangkit Muara Karang, Priok dan
ANALISIS MINYAK TRANSFORMATOR DAYA BERDASARKAN DISSOLVED GAS ANALYSIS (DGA) MENGGUNAKAN DATA MINING DENGAN ALGORITMA J48 ABSTRAK
ANALISIS MINYAK TRANSFORMATOR DAYA BERDASARKAN DISSOLVED GAS ANALYSIS (DGA) MENGGUNAKAN DATA MINING DENGAN ALGORITMA J48 Agus Pramono 1, Muhamad Haddin 2, Dedi Nugroho 3 1),2) Magister Teknik Elektro,
BAB IV PEMBAHASAN. 4.1 Identifikasi Kondisi Kesehatan Transformator Distribusi. awal yang harus dilakukan dalam penentuan kegiatan pemeliharaan Trafo
BAB I PEMBAHASAN 4.1 Identifikasi Kondisi Kesehatan Transformator Distribusi Identifikasi kondisi kesehatan Transformator distribusi merupakan langkah awal yang harus dilakukan dalam penentuan kegiatan
SISTEM JARINGAN SYARAF TIRUAN BERDASARKAN MODEL MARKOV DISSOLVED GAS ANALYSIS
ANALISIS PENENTUAN NILAI KEANDALAN DAN KETERSEDIAAN TRANSFORMATOR 150 kv/20 kv MENGGUNAKAN SISTEM JARINGAN SYARAF TIRUAN BERDASARKAN MODEL MARKOV DISSOLVED GAS ANALYSIS SKRIPSI Oleh ADITYO PROBO KUSUMO
ANALISIS INDIKASI KEGAGALAN TRANSFORMATOR DENGAN METODE DISSOLVED GAS ANALYSIS
Makalah Seminar Tugas Akhir ANALISIS INDIKASI KEGAGALAN TRANSFORMATOR DENGAN METODE DISSOLVED GAS ANALYSIS Muhammad Faishal A. R. [1], Karnoto [2], Tejo Sukmadi, [2] Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik,
ANALISIS GANGGUAN HUBUNG SINGKAT TRAFO TENAGA 60 MVA SHORT CIRCUIT ANALYSIS OF POWER TRANSFORMER 60 MVA
Techno, ISSN 1410-8607 Volume 16 No. 2, Oktober 2015 Hal. 125 130 ANALISIS GANGGUAN HUBUNG SINGKAT TRAFO TENAGA 60 MVA SHORT CIRCUIT ANALYSIS OF POWER TRANSFORMER 60 MVA Eka Purwito dan Fitrizawati* Program
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Transformator Tenaga Transformator tenaga adalah suatu peralatan tenaga listrik yang berfungsi untuk mengubah tegangan tinggi ke tegangan yang lebih rendah atau sebaliknya. Transformator
ANALISIS PENGARUH KENAIKAN TEMPERATUR TERHADAP TEGANGAN TEMBUS DAN NILAI HARAPAN HIDUP ISOLASIPADAT DAN CAIR TRANSFORMATOR
ANALISIS PENGARUH KENAIKAN TEMPERATUR TERHADAP TEGANGAN TEMBUS DAN NILAI HARAPAN HIDUP ISOLASIPADAT DAN CAIR TRANSFORMATOR Ahmad Yanuar Hidayat, Iwa Garniwa M.K Teknik Elektro,Fakultas Teknik Universitas
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI. dapat dikatakan jantung dari transmisi dan distribusi. Dalam kondisi ini suatu
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI 2.1 Tinjauan Pustaka Transformator tenaga adalah suatu peralatan tenaga listrik yang berfungsi untuk menyalurkan tenaga atau daya listrik dari tegangan tinggi
ANALISIS PENGARUH PEMBEBANAN DAN USIA PAKAI TERHADAP KARAKTERISTIK DAN ESTIMASI LITEFIME MINYAK ISOLASI TRANSFORMATOR
ANALISIS PENGARUH PEMBEBANAN DAN USIA PAKAI TERHADAP KARAKTERISTIK DAN ESTIMASI LITEFIME MINYAK ISOLASI TRANSFORMATOR Ilham Muttaqin, Hermawan, and Abdul Syakur Jurusan Teknik Elektro, Universitas Diponegoro
Evaluasi Penentuan Kelayakan Minyak Transformator Daya Berdasarkan Metode Interval Fuzzy Type 2
Evaluasi Penentuan Kelayakan Minyak Transformator Daya Berdasarkan Metode Interval Fuzzy Type 2 Hilmansyah, ST 1 1, Dr. Ir. Soedibyo, M.MT 2 2, 1,2 Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik Industri, Institut
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI Pada bab ini akan dijelaskan tentang gangguan pada sistem tenaga listrik, sistem proteksi tenaga listrik, dan metoda proteksi pada transformator daya. 2.1 Gangguan dalam Sistem Tenaga
Care and Maintenance System Generator Transformer 20KV-150KV
ELECTRICIAN Jurnal Rekayasa dan Teknologi Elektro Care and Maintenance System Generator Transformer 20KV-150KV Didik Aribowo¹, Romi Wiryadinata², Daniel Alexander YH 3 SINKEN Research Group, Teknik Elektro,
Analisis Indikasi Kegagalan Transformator dengan Metode Dissolved Gas Analysis
Available online at TRANSMISI Website http://ejournal.undip.ac.id/index.php/transmisi TRANSMISI, 13 (3), 2011, 95-102 Research Article Analisis Indikasi Kegagalan Transformator dengan Metode Dissolved
BAB II GAS INSULATED SWITCHGEAR ( GIS ) GIS yang sekarang telah menggunakan Gas SF6 ( Sulfur Hexafluoride )
BAB II GAS INSULATED SWITCHGEAR ( GIS ) 2.1 SEJARAH GIS GIS yang sekarang telah menggunakan Gas SF6 ( Sulfur Hexafluoride ) sebagai media isolasi, menjadikannya sebagai sebuah teknologi yang maju dan telah
UNIVERSITAS INDONESIA. STUDI GANGGUAN INTERBUS TRANSFORMER (IBT-1) 500/150 kv DI GITET 500 kv KEMBANGAN - JAKARTA BARAT TESIS
UNIVERSITAS INDONESIA STUDI GANGGUAN INTERBUS TRANSFORMER (IBT-1) 500/150 kv DI GITET 500 kv KEMBANGAN - JAKARTA BARAT TESIS M. SOLIKHUDIN 08 06 42 45 22 FAKULTAS TEKNIK PROGRAM PASCA SARJANA BIDANG ILMU
Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik Universitas Udayana
INTERKONEKSI DAYA LISTRIK TENAGA MINIHIDRO TUKAD BALIAN TABANAN DENGAN JARINGAN LISTRIK PLN MENGGUNAKAN SIMULINK I G. P. A. Wartama 1, I W. A. Wijaya 2, I G. N Janardana 3 Jurusan Teknik Elektro, Fakultas
Studi Kelayakan Pengoperasian Lanjut Transformator Daya Berdasarkan Sisa Umur Isolasi Menggunakan Pendekatan Arrhenius
Studi Kelayakan Pengoperasian Lanjut Transformator Daya Berdasarkan Sisa Umur Isolasi Menggunakan Pendekatan Arrhenius 1 M. Ikhsan, 2 Tarmizi 1 Program Studi Pendidikan Teknik Elektro Universitas Islam
CONDITION ASSESSMENT GAS SF6 GIS 150kV GLUGUR MEDAN
CONDITION ASSESSMENT GAS SF6 GIS 150kV GLUGUR MEDAN Royden Zulfai Hutapea, Syahrawardi Konsentrasi Teknik Energi Listrik, Departemen Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara (USU) Jl.
UJI TEGANGAN TEMBUS MINYAK TRANSFORMATOR TERDESTILASI PADA TRANSFORMATOR DAYA MENGGUNAKAN TEGANGAN IMPULS DI PT. BAMBANG DJAJA
Seminar dan Sidang Tugas Akhir Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro ITS UJI TEGANGAN TEMBUS MINYAK TRANSFORMATOR TERDESTILASI PADA TRANSFORMATOR DAYA MENGGUNAKAN TEGANGAN IMPULS DI PT. BAMBANG DJAJA
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Rancangan Penelitian Dalam melakukan analisis kondisi transformator distribusi, penulis melakukan pengujian tegangan tembus dan pengujian kandungan gas terlarut dalam minyak
Sistem Perbaikan Faktor Daya Pada Penyearah Diode Tiga Phasa Menggunakan Hysteresis Current Control
JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 1, No. 1, (2012) 1-6 1 Sistem Perbaikan Faktor Daya Pada Penyearah Diode Tiga Phasa Menggunakan Hysteresis Current Control Denny Prisandi, Heri Suryoatmojo, Mochamad Ashari Jurusan
Simulasi dan Analisis Stabilitas Transien dan Pelepasan Beban pada Sistem Kelistrikan PT. Semen Indonesia Pabrik Aceh
B-468 JURNAL TEKNIK ITS Vol. 5 No. (016) ISSN: 337-3539 (301-971 Print) Simulasi dan Analisis Stabilitas Transien dan Pelepasan Beban pada Sistem Kelistrikan PT. Semen Indonesia Pabrik Aceh David Firdaus,
ANALISIS PENGARUH KEADAAN SUHU TERHADAP TEGANGAN TEMBUS AC DAN DC PADA MINYAK TRANSFORMATOR. Sugeng Nur Singgih, Hamzah Berahim Abstrak
Jurnal Teknik Elektro ol. 1 No.2 93 ANALISIS PENGARUH KEADAAN SUHU TERHADAP TEGANGAN TEMBUS AC DAN DC PADA MINYAK TRANSFORMATOR Sugeng Nur Singgih, Hamzah Berahim Abstrak Tegangan tembus (breakdown) merupakan
Seleksi Aturan Menggunakan Rough Set Theory Untuk Diagnosis Gangguan Transformator Daya Berbasis Dissolved Gas Analysis (DGA)
Seleksi Aturan Menggunakan Rough Set Theory Untuk Diagnosis Transformator Daya Berbasis Dissolved Gas Analysis (DGA) Hendra Marcos, Noor Akhmad Setiawan 2, Suharyanto 3 Email: hendramarcos@mailugmacid,
Makalah Seminar Kerja Praktek SISTEM PENGUATAN TANPA SIKAT (BRUSHLESS EXCITATION SYSTEM) PADA GENERATOR PLTU UNIT 3 TAMBAK LOROK SEMARANG
Makalah Seminar Kerja Praktek SISTEM PENGUATAN TANPA SIKAT (BRUSHLESS EXCITATION SYSTEM) PADA GENERATOR PLTU UNIT 3 TAMBAK LOROK SEMARANG Muhammad Imam Fauzi 1, Dr.Ir. Joko Windarto, M.T 2 1 Mahasiswa
