Prosiding Teknik Pertambangan ISSN:

dokumen-dokumen yang mirip
Prosiding Teknik Pertambangan ISSN:

Prosiding Teknik Pertambangan ISSN:

Prosiding Teknik Pertambangan ISSN:

BAB III LANDASAN TEORI

Jl. Tamansari No.1 Bandung

BAB III LANDASAN TEORI

Prosiding Teknik Pertambangan ISSN:

Prosiding Teknik Pertambangan ISSN:

BAB I PENDAHULUAN. besar berwarna gelap vesicular batuan vulkanik yang bisanya porfiritik (berisi

Prosiding Teknik Pertambangan ISSN:

Prosiding Teknik Pertambangan ISSN:

BAB I PENDAHULUAN Maksud dantujuan Adapun maksud dan tujuan dari kegiatan pembuatan perencanaan peremuk andesit adalah sebagai berikut :

EVALUASI KINERJA ALAT CRUSHING PLANT DAN ALAT MUAT DALAM RANGKA PENINGKATAN TARGET PRODUKSI BATUBARA PADA PT MANDIRI CITRA BERSAMA

BAB V PEMBAHASAN. perkecil ukurannya sebesar ton per bulan. Sedangkan kemampuan

Prosiding Teknik Pertambangan ISSN:

EVALUASI KINERJAUNIT CRUSHING PLANT

Prosiding Teknik Pertambangan ISSN:

DAFTAR ISI. RINGKASAN... v ABSTRACT... vi KATA PENGANTAR... vii DAFTAR ISI... viii DAFTAR TABEL... x DAFTAR GAMBAR... xiii DAFTAR LAMPIRAN...

Prosiding Teknik Pertambangan ISSN:

Prosiding Teknik Pertambangan ISSN:

Analisis Kinerja Alat Crushing Plant dan Hubungannya dengan Produksi

PENINGKATAN PRODUKSI PABRIK PEREMUK BATU ANDESIT PT. PERWITA KARYA DI DESA BEBER KECAMATAN SUMBER CIREBON JAWA BARAT SKRIPSI

EVALUASI CRUSHING PLANT DAN ALAT SUPPORT UNTUK PENGOPTIMALAN HASIL PRODUKSI DI PT BINUANG MITRA BERSAMA DESA PUALAM SARI, KECAMATAN BINUANG

BAB II TINJAUAN UMUM

PERINGATAN!!! Bismillaahirrahmaanirraahiim Assalamu alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh

BAB I PENDAHULUAN. Maka pada tingkat awal pengolahan batugamping terutama dalam peremukan harus

Evaluasi Kinerja Crushing Plant untuk Meningkatkan Produksi Batu Andesit di PT Tarabatuh Manunggal Tbk. Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat

BAB I PENDAHULUAN. kegiatan pemasaran. Pada kegiatan usaha pertambangan, terdapat suatu kegiatan

BAB II TINJAUAN UMUM

BAB I PENDAHULUAN. bahan galian tersebut dari mineral pengotor yang melekat bersamanya.

Prosiding TeknikPertambangan ISSN:

Prosiding Teknik Pertambangan ISSN:

EVALUASI CRUSHING PLANT UNTUK PENINGKATAN TARGET PRODUKSI PADA PT INDONESIAN MINERALS AND COAL MINING KECAMATAN KINTAP KABUPATEN TANAH LAUT

Kajian Biaya Produksi Pemindahan Material Batugamping dari Room of Material ke Crusher di PT Lafarge Cement Indonesia, Lhoknga, Aceh Besar

BAB III LANDASAN TEORI

Prosiding Teknik Pertambangan ISSN:

Prosiding Teknik Pertambangan ISSN:

Penentuan Energi Ball Mill dengan Menggunakan Metode Indeks Kerja Bond. Jl. Tamansari No. 1 Bandung

ANALISIS BIAYA PRODUKSI PENAMBANGAN BATU KAPUR PADA BULAN APRIL 2017 DI BUKIT KARANG PUTIH PT. SEMEN PADANG ELSA RAHMA AFRILA

UPAYA PENINGKATAN TARGET PRODUKSI BATU KAPUR TON/HARI PADA PENGOLAHAN DAN PENGANGKUTAN AREA DEPAN DI PT.SEMEN PADANG SUMATERA BARAT (PERSERO)

Prosiding Teknik Pertambangan ISSN:

BAB III DASAR TEORI. sudah pasti melakukan proses reduksi ukuran butir (Comminution) sebagai bagian

Prosiding Teknik Pertambangan ISSN:

BAB III METODOLOGI DAN PEMBAHASAN START. Identifikasi masalah. Pengolahan data stockpile hingga menjadi model. Analisa pengadaan alat berat

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Tahap tahap pekerjaan pemecahan pada crusher dapat dilihat pada diagram alir sebagai berikut :

BAB II. HAMMER MILL. 2.1 Landasan Teori

Prosiding Teknik Pertambangan ISSN:

STONE PRODUCTION LINE

BAB II TINJAUAN UMUM

Metode Tambang Batubara

Prosiding Teknik Pertambangan ISSN:

PELATIHAN OPERATOR MESIN PEMECAH BATU NOMOR MODUL CPO - 04 JUDUL MODUL LAPORAN OPERASI DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UMUM OHT 1

PERANCANGAN BALL MILL KAPASITAS 200 mg

Serba-serbi Lengkap Mesin Pemecah atau Penghancur Batu/Stone Crusher Machine

EVALUASI PRODUKSI OVERBURDEN PADA FRONT KERJA EXCAVATOR HITACHI SHOVEL

PENJADWALAN PRODUKSI DI PT. AA UNIT II UNTUK MEMINIMUMKAN MAKE SPAN

PERANCANGAN TEKNIS PENAMBANGAN BATUGAMPING UNTUK KEBUTUHAN PABRIK SEMEN DI PT. SINAR TAMBANG ARTHALESTARI KABUPATEN BANYUMAS PROVINSI JAWA TENGAH

COMPANY PROFILE CJPU MINING & PLANT GENERAL CONTRACTORS CONSTRUCTION. Enhance The Value

ANALISIS KESERASIAN ALAT MEKANIS (MATCH FACTOR) UNTUK PENINGKATAN PRODUKTIVITAS

ABSTRACT. Key words: Job order costing method. vii. Universitas Kristen Maranatha

BAB III LANDASAN TEORI

Yogyakarta, Agustus 2013 Penulis, AJI DZULIANDA DAFTAR ISI. vii

BAB I PENDAHULUAN. membutuhkan penggunaan dana yang besar, serta memiliki resiko yang besar pula.

Prosiding Teknik Pertambangan ISSN:

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang 1.2. Maksud dan Tujuan Maksud Tujuan

KAJIAN TEKNIS PENGARUH KETEBALAN LAPISAN BED PADA PAN AMERICAN JIG TERHADAP RECOVERY TIMAH DI TB 1.42 PEMALI PT TIMAH (PERSERO) TBK, BANGKA BELITUNG

KAJIAN TEKNIS BELT CONVEYOR DAN BULLDOZER DALAM UPAYA MEMENUHI TARGET PRODUKSI BARGING PADA PT ARUTMIN INDONESIA SITE ASAM-ASAM

Prosiding Teknik Pertambangan ISSN:

BAB II TINJAUAN UMUM

Prosiding Teknik Pertambangan ISSN:

ANALISIS HUBUNGAN ANTARA NILAI KESEDIAAN ALAT DAN UKURAN FRAGMENTASI HASIL PELEDAKAN DENGAN BESARNYA PENGGUNAAN DAYA LISTRIK PADA HAMMER CRUSHER

PROSES PENAMBANGAN BATUBARA

Prabumulih Km.32 Inderalaya Kabupaten Ogan Ilir-Sumatera Selatan, 30662, Indonesia Telp/fax. (0711) ;

ABSTRACT. Key Words : Raw Materials, Material Requirement Planning, Lot for Lot. Universitas Kristen Maranatha

ANALISIS BIAYA PRODUK BERSAMA TERHADAP PENENTUAN HARGA POKOK PRODUKSI PADA PT. HULU BATU PERKASA DI BANDAR LAMPUNG PADA TAHUN 2011.

Berikut ini sedikit informasi beberapa macam jenis mesin stone crusher dan fungsi/ kegunaannya :

KAJIAN TEKNIS ALAT GALI MUAT DAN ALAT ANGKUT DALAM UPAYA MEMENUHI SASARAN PRODUKSI PENGUPASAN LAPISAN TANAH PENUTUP PADA PENAMBANGAN BATUBARA DI PT

OPTIMASI JARAK ADJUSTMENT TENSIONING DEVICE PADA DRAG CHAIN CONVEYOR

Analisis Mesin Pengiris Kentang Spiral Otomatis ANALISIS MESIN PENGIRIS KENTANG SPIRAL OTOMATIS

Prosiding Teknik Pertambangan ISSN:

PERANCANGAN LINE BALANCING DALAM UPAYA PERBAIKKAN LINI PRODUKSI DENGAN SIMULASI PROMODEL DI PT CATERPILLAR INDONESIA

RANCANG [KG/JAM] MEDAN Diajukan untuk. Memenuhi. Oleh : M.A LUBIS FAHMI NIM: SUWANDI. vii

Prosiding Teknik Pertambangan ISSN:

Prosiding Teknik Pertambangan ISSN:

Analisis Overall Equipment Effectiveness dalam Meminimalisasi Six Big Losses pada Area Kiln di PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk.

PENGOLAHAN BIJI GANDUM MENJADI TEPUNG TERIGU DI PT. PAKINDO JAYA PERKASA SIDOARJO JAWA TIMUR LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI PENGOLAHAN PANGAN

SIDANG TUGAS AKHIR Program Studi D3 Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industi ITS - Surabaya LOGO

Oleh : Tri Budi Amperadi 1 dan Ahmad 2. Dosen Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Kutai Kartanegara 2.

PENANGANAN BAHAN PADAT S1 TEKNIK KIMIA Sperisa Distantina

ABSTRAK. Kata kunci : tata tetak (layout), penataan mesin, meminimumkan jarak perpindahan, load distance. viii. Universitas Kristen Maranatha

BAB III TINJAUAN PUSTAKA

Prosiding Manajemen ISSN:

ANALISA HASIL MESIN PEMIPIL JAGUNG SKALA UKM. Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Surabaya

EVALUASI KINERJA EXCAVATOR BACKHOE

Prosiding Teknik Pertambangan ISSN:

Muhammad Oktakusgara 1, Abuamat HAK 2, Maulana Yusuf 3

Perencanaan Penambangan dan Pengolahan Batu Andesit CV Jaya Baya Batu Persada Malingping Utara, Kecamatan Malingping Kabupaten Lebak, Provinsi Banten

DAFTAR PUSTAKA. 1. Alam. (2007). Mendongkrak Baja Dalam Negeri, Majalah Tambang, Edisi April, pp. 13.

Prodi Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Islam Bandung Jl. Tamansari No. 1 Bandung

Studi Kualitas Batubara Secara Umum

Transkripsi:

Prosiding Teknik Pertambangan ISSN: 2460-6499 Optimalisasi Rancangan Teknis Mesin Jaw Crusher dan Cone Crusher pada Tambang Andesit di PT. Mandiri Sejahtera Sentra, Gunung Miun, Kampung Pamalayan, Desa Sukamulya, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat The Technical Study of Jaw Crusher and Cone Crusher in PT. Mandiri Sejahtera Sentra, Miun Mount, Kampung Pamalayan, Sukamulya Village, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta, West Java 1 Vedyapati Aradea Retorik, 2 Sri Widayati, 3 Linda Pulungan 1,2,3 Prodi Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Islam Bandung, Jl.Tamansari No.1 Bandung 40116 email: 1 aradea.torik@gmail.com, 2 widayati_teknik@yahoo.com,, 3 linda.lindahas@gmail.com Abstract. PT. Mandiri Sejahtera Sentra is private companies engaged in the mining of andesite. Andesite is of industrial minerals, which are grouped into commodity groups of rocks (Act No. 4 of 2009). Production targets specified in PT. Mandiri Sejahtera Sentra is of 150,000 tons/month. Based on the results of the study, there were three stages in the process of processing batuandesit. The first stage, namely the primary crushing, which at this stage the feedback obtained from mining will be broken using machine jaw crusher, second phase uses a secondary cone crusher and the third stage using tertiary cone crusher to produce the form of cubicle. Research on crushing unit carried out to obtain the optimum results from the machine jaw and cone crusher by setting CSS (close side setting). Therefore needs to be done with crusher machine study of calculating the actual capacity of the primary and secondary crushing, get the value of efficiency, getting the value of the availability and utilization, and specify the settings CSS which is optimum for the production of the target achievement plan. The process of transporting material from mining areas towards areas of crushing plant using 2 types of transport tools namely dumptruck TRXBUILD D-32 capacity 30 tons, and dumptruck 3832 capacity 20 tons. for the first experiment with CSS jaw crusher 170 mm generate production of 544 tons/hour, the second experiment with CSS 180 mm generate production amounted to 555 tons/hour, and the third experiments with CSS 190 mm generate production of 563 tons/hour. Judging from the results of the production obtained efficiency of more than 100%, because at the time of the study ignores the obstacles. While the production of cone crusher for production of the first experiment produces 584.19 tons/hour, the latter amounting to 458 tonnes/hour, and a third of 601 tons/hour. From production data retrieval results primary crusher can be optimized to exceed targets with notes the obstacles that occur can be reduced. As for the secondary and tertiary crusher can be maximized by trial-trial against setting the CSS and see the debit to streamed to the tertiary crusher (oversize) that at least means the activities of secondary crusher run well. Keywords: Management Stages, Desit Rocks, Production, Setting CSS Abstrak. PT. Mandiri Sejahtera Sentra adalah perusahaan swasta yang bergerak di bidang pertambangan andesit. Andesit adalah bahan galian industri, yang digolongkan kedalam komoditas golongan batuan (PP no. 23 tahun 2010 pasal 2 ayat 2). Target produksi yang ditentukan di PT. Mandiri Sejahtera Sentra adalah sebesar 150.000 ton/bulan. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui ada tiga tahapan dalam proses pengolahan batuandesit. Tahap pertama yaitu primary crushing, dimana pada tahap ini umpan yang didapat dari penambangan akan diremukkan menggunakan mesin jaw crusher, tahap kedua menggunakan secondary cone crusher dan tahap ketiga menggunakan tertiary cone crusher untuk menghasilkan bentuk cubicle. Penelitian di unit peremukan dilakukan untuk mendapatkan hasil optimal dari mesin jaw dan cone crusher dengan mengubah setting CSS (close side setting). Maka dari itu perlu dilakukan kajian terhadap mesin crusher dengan menghitung kapasitas aktual dari primary dan secondary crushing, mendapatkan nilai efisiensi, mendapatkan nilai availability dan utilization, dan menentukan setting CSS yang optimal untuk rencana upaya pencapaian target produksinya. Proses pengangkutan material dari area penambangan menuju area crushing plant menggunakan 2 jenis alat angkut yaitu dumptruck TRXBUILD D-32 kapasitas 30 ton, serta dumptruck 3832 kapasitas 20 ton. untuk percobaan pertama dengan CSS jaw crusher 170 mm menghasilkan produksi sebesar 544 ton/jam, percobaan kedua dengan CSS 180 mm menghasilkan produksi sebesar 555 ton/jam, dan percobaan ketiga dengan CSS 190 mm menghasilkan produksi sebesar 563 ton/jam. Dilihat dari hasil produksi tersebut maka didapat efisiensi lebih dari 100 %, dikarenakan pada saat penelitian mengabaikan hambatan. Sementara produksi cone crusher untuk percobaan pertama menghasilkan produksi 262

Optimalisasi Rancangan Teknis Mesin Jaw Crusher dan Cone Crusher... 263 sebesar 584,19 ton/jam, yang kedua sebesar 458 ton/jam, dan yang ketiga sebesar 601 ton/jam. Dari hasil pengambilan data produksi primary crusher dapat dioptimalkan melebihi target dengan catatan hambatan yang terjadi dapat dikurangi. Sedangkan untuk secondary dan tertiary crusher dapat dimaksimalkan dengan cara melakukan percobaan-percobaan terhadap setting CSSnya dan melihat debit untuk dialirkan ke tertiary crusher (oversize) yang paling sedikit berarti kegiatan secondary crusher berjalan dengan baik. Kata kunci: tahapan pengolahan, batuandesit, produksi, setting css A. Pendahuluan Batuandesit adalah bahan galian yang umumnya digolongkan ke dalam komoditas batuan (PP no. 23 tahun 2010 pasal 2 ayat 2), yang tanpa atau dengan proses pengolahan yang sederhana dapat digunakan dalam industri. Pemanfaatan bahan galian andesit dengan skala besar tampaknnya merupakan peluang bisnis yang menarik, baik ditinjau dari aspek pasar maupun kelayakan ekonominya sendiri. Proses pengolahan yang dilakukan di PT. Mandiri Sejahtera Sentra dengan cara memecahkan atau meremukkan bongkahan-bongkahan batu besar menjadi pecahanpecahan batuan kecil untuk memperoleh ukuran-ukuran batuan tertentu yang sesuai dengan permintaan yang diinginkan oleh konsumen. Target produksi yang ditentukan di PT. Mandiri Sejahtera Sentra adalah sebesar 150.000 ton/bulan. Berdasarkan pengamatan di lapangan, produksi ini terkadang belum terpenuhi, maka perlu diupayakan analisa terhadap peralatan mekanis dan efisiensi kerja agar perusahaan dapat mencapai target produksi. Dari uraian di atas, maka dirasakan perlu dilakukan penelitian terhadap peralatan mekanis dan kemampuan kerja unit peremuk batu. Berdasarkan latar belakang tersebut maka perumusan masalah pada penelitian ini adalah sebagai berkiut: mengkaji feed yang masuk ke jaw crusher, menghitung waktu remuk jaw crusher, pengaturan CSS jaw dan cone crusher terhadap produksinya, perhitungan nilai availability dan utilization dari primary dan secondary crushing, sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Mengetahui kapasitas aktual primary crusher dan secondary crusher. 2. Menghitung efisiensi dari primary, secondary dan tertiary crushing. 3. Mendapatkan perbandingan antara availability dan utilization dari mesin primary dan secondary crushing. 4. Mendapatkan perbandingan antara availability dan utilization dari mesin primary dan secondary crushing. B. Landasan Teori Proses Primary Crushing Kegiatan pengecilan ukuran dilakukan dengan cara memecah atau menghancurkan bongkah-bongkahan batuan besar menjadi pecahan-pecahan yang lebih kecil. Sebagai langkah awal yang biasa dilakukan dalam proses pengecilan ukuran batuan adalah sebagai berikut: Pengisian umpan Batuan hasil peledakan kemudian dimuat dan diangkut oleh Dumptruck yang berkapasitas 20 ton dan 30 ton. Dumptruck tersebut langsung membawa batuan andesit ke crushing plant dan menumpahkannya ke dalam lubang penerima umpan (hopper). Peremukan dan pemisahan ukuran Pemasukan umpan batuan dari hopper ke dalam jaw crusher diatur oleh getaran grizzly feeder yang dapat diatur oleh operator persentase kecepatan juga berfungsi memberikan umpan kepada jaw crusher dengan feed opening 1500mm x 1200mm, maximal feed size 900mm x 950mm x 1500mm. Teknik Pertambangan, Gelombang 1, Tahun Akademik 2016-2017

264 Vedyapati Aradea Retorik, et al. Proses Secondary Crushing Merupakan peremukan tahap kedua. Alat peremuk yang digunakan adalah Cone crusher. Cone crusher adalah suatu alat yang merupakan variasi dari gyratory crusher, dimana perbedaannya terletak pada posisi dinding luar yang tadinya lurus dibuat menyerupai kerucut dengan maksud untuk menambah daerah penghalusan (fine crushing zone) dan memperbesar tempat pengeluran yang nantinya diharapkan gaya yang bekerja terhadap material jadi lebih besar, sehingga jumlah dan kapasitas cone crusher menjadi lebih besar pula. Proses Tertiary Crushing Merupakan peremukan tahap ketiga atau tahap lanjut dari secondary crushing dimana tertiary cone crusher ini bertujuan untuk membentuk batuan menjadi cubicle. C. Hasil Penelitian dan Pemahasan. Pengamatan Crushing Plant Tahap penghancuran (crushing) adalah salah satu proses dari bagian hasil penambangan yang berupa batu andesit yang di olah menjadi bahan produk untuk di pasarkan, yang lebih dikenal dari produk ini adalah bahan bangunan. Dari alat-alat penghancuran ini biasanya memakai alat hopper, jaw crusher, belt conveyor, screening, cone crusher dll. 1 3 2 4 5 9 10 11 8 7 12 6 13 14 Keterangan : 1. Hopper 2. Grizzly Feeder 3. Jaw Crusher 4. Gudang Batu 5. Screen (1) 6. Sirtu (Pasir dan Batu) 7. Secondary Cone Crusher 8. Tertiary Cone Crusher Sumber: Hasil Pengamatan 2015 9. Surge Bin 13. Abu ( dust) 10. Magnetic Separator 14. Split (- 30 mm + 20 mm) 11. Screen (2) 12. Split (- 20 mm + 10 mm) Gambar 1. Skema Crushing Plant a. Hopper Dimensi hopper yang digunakan perusahaan saat ini adalah: Dimensi Tabel 1. Dimensi Hopper Panjang Lebar Tinggi Volume (m) (m) (m) (m 3 ) 6,125 6,698 3 123,076 Sumber: Hasil Pengamatan, 2015 Berdasarkan ukuran yang ada maka volume hopper yang digunakan adalah Volume 3, No.1, Tahun 2017

Optimalisasi Rancangan Teknis Mesin Jaw Crusher dan Cone Crusher... 265 123,076 m 3. Umumnya lebar hopper lebih besar dari pada bagian belakang truck pengangkut material agar material yang ditumpahkan oleh truck dapat tertampung semuanya kedalam hopper. Dengan menggunakan rumus dibawah ini volume suatu hopper dapat ditentukan sebagai berikut: V = P x L x T Keterangan: V = Volume, P = Panjang, L = Lebar, T = Tinggi V = P x L x T = (6,125 m) x (6,698 m) x (3 m) = 123,076 m 3 x 2,64 ton/m 3 = 324,920 ton Jadi, volume hopper satu kali muat adalah 324,920 ton. b. Grizzly feeder Grizzly feeder adalah suatu alat yang berfungsi untuk memberikan umpan (feed) kepada jaw crusher secara teratur dan kontinyu. Penggunaan grizzly feeder pada dasarnya disesuaikan dengan anjuran yang diberikan pabrik penghasil grizzly feeder itu sendiri, agar hasil yang diperoleh bisa semaksimal mungkin. Grizzly feeder yang digunakan merek TRIO type TF7220X5. Untuk menghitung volume grizzly feeder dapat ditentukan sebagai berikut: Keteranga : V = Volume, P = Panjang, L = Lebar, T = Tinggi V = P x L x T = (3 m) x (1,65 m) x (0,6 m) = 2,97 m 3 x 2,64 ton/m 3 = 7,84 ton Jadi volume grizzly feeder satu kali muat adalah 7,84 ton. c. Jaw Crusher Kapasitas Aktual Jaw Crusher V = P x L x T Kapasitas aktual jaw crusher adalah kemampuan mesin jaw crusher untuk menghancurkan sejumlah batuan (ton) per satuan waktu (jam). Kapasitas jaw Crusher yang di targetkan sebesar 500 ton /jam. Dalam melakukan perhitungan kapasitas jaw crusher ini dilakukan dalam keadaan optimal dan masing masing CSS dilakukan dengan 3 cara. CSS 170 mm Percobaan 1 TRX (30 ton) (20 ton) Rata-rata dari 2 DT 595 428 511 Teknik Pertambangan, Gelombang 1, Tahun Akademik 2016-2017

266 Vedyapati Aradea Retorik, et al. Volume 3, No.1, Tahun 2017 Percobaan 2 Rata-rata TRX (30 ton) (2 ton) 666 415 541 TRX (30 ton) Percobaan 3 (20 ton) Rata-rata 674 485 580 Jadi rata-rata produksi per jam adalah (511+ 541 + 580) / 3 = 544 Ton/jam. CSS 180 mm Percobaan 1 TRX Rata-rata 633 437 535 Percobaan 2 TRX Rata-rata 705 390 548 Percobaan 3 TRX Rata-rata 667 500 583 Jadi rata-rata produksi per jam adalah (535 + 548 + 583) / 3 = 555 Ton/jam. CSS 190 mm Percobaan 1 TRX Rata-rata 658 432 545 Percobaan 2 TRX Rata-rata 713 402 557 Percobaan 3 TRX Rata-rata 668 508 588 Jadi rata-rata produksi per jam adalah (545 + 557 + 588) / 3 = 563 Ton/jam Efisiensi Jaw Crusher Efisiensi jaw crusher dapat dihitung dari perhitungan produksi sebenarnya

Optimalisasi Rancangan Teknis Mesin Jaw Crusher dan Cone Crusher... 267 dengan perhitungan produksi secara teoritis, perhitungan efisiensi alat dapat dihitung dengan sebagai berikut: Tabel 2. Perhitungan Efisiensi Alat Jaw Crusher Jaw Crusher CSS 170 mm (%) CSS 180 mm (%) CSS 190 mm (%) 109 111 113 a. Cone Crusher Kapasitas Aktual Cone Crusher Data kapasitas aktual cone crusher didapat dari perhitungan beltcut Untuk CSS 53 mm Belt speed = 8280 meter/jam Total belt cut weight = 51,5 kg/meter Produksi Split = 51,5 kg/meter x 8280 meter/jam = 426420 kg/jam = 426,42 ton/jam Belt speed = 5976 meter/jam Total belt cut weight = 26,4 kg/meter Produksi Dust = 26,4 kg/meter x 5976 meter/jam = 157766 kg/jam = 157,77 ton/jam Total = 426,42 ton/jam + 157,77 ton/jam = 584,19 ton/jam. Untuk CSS 48 mm Belt speed = 8280 meter/jam Total belt cut weight = 38 kg/meter Produksi Split = 38 kg/meter x 8280 meter/jam = 314640 kg/jam = 314,64 ton/jam Belt speed = 5976 meter/jam Total belt cut weight = 24 kg/meter Produksi Dust = 24 kg/meter x 5976 meter/jam = 143424 kg/jam = 143,42 ton/jam Total = 314,64 ton/jam + 143,42 ton/jam = 458,06 ton/jam. Untuk CSS 53 mm Belt speed = 8280 meter/jam Total belt cut weight = 52,3 kg/meter Produksi Split = 52,3 kg/meter x 8280 meter/jam = 433044 kg/jam = 433,04 ton/jam Belt speed = 5976 meter/jam Total belt cut weight = 28,2 kg/meter Produksi Dust = 28,2 kg/meter x 5976 meter/jam = 168523 kg/jam = 168,52 ton/jam Total = 433,04 ton/jam + 168,52 ton/jam = 601,56 ton/jam Efisiensi Cone Crusher Efisiensi Cone crusher dapat dihitung dari perhitungan produksi sebenarnya dengan perhitungan produksi secara teoritis, perhitungan efisiensi alat dapat dihitung Teknik Pertambangan, Gelombang 1, Tahun Akademik 2016-2017

268 Vedyapati Aradea Retorik, et al. dengan sebagai berikut: Tabel 3. Perhitangan Efisiensi Alat Cone Crusher Cone Crusher CSS 53 & 25 mm (%) CSS 48 & 24 mm (%) CSS 53 & 26 mm (%) 97 76 100 b. Availability & Utilization Primary Crushing Availability = Utilization = = Secondary crushing Availability = Utilization = Actual working hours+ Standby hours Operating working hours (schedule) 312 + 37 x 100 % = 87 % 399 Actual working hours Operating working hours (schedule) = 312 x 100 % = 78 % 399 = D. Kesimpulan dan Saran Kesimpulan Actual working hours+ Standby hours Operating working hours (schedule) 247,5 + 122 x 100 % = 93 % 399 Actual working hours Operating working hours (schedule) = 247,5 x 100 % = 62 % 399 x 100 % x 100 % x 100 % x 100 % Dari hasil pengamatan dan pengolahan data yang dilakukan, maka dapat ditarik kesimpulan: 1. Pada setting masing-masing CSS jaw crusher menghasilkan produksi sebesar 544 tph, 555 tph, dan 563 tph. 2. Pada setting masing-masing CSS Secondary & Tertiery cone crusher menghasilkan produksi sebesar 584 tph, 458 tph, dan 601 tph. 3. Efisiensi jaw crusher didapat 109 %, 111 %, 113 % ini dikarenakan produksi aktual lebih besar daripada kapasitas teoritis jaw crusher. Sedangkan untuk efisiensi cone crusher untuk setting CSS pertama didapat 97 %, CSS kedua didapat 76 %, CSS ketiga didapat 100 %. 4. Availability primary dan secondary crusher didapatkan sebesar 87 % dan 93 % dikarenakan ada beberapa jam stand by (maintenance). Sedangkan untuk utilization primary dan secondary crusher masing-masing didapat 78 % dan 62 % ini dikarenakan adanya beberapa jam hambatan dan stand by (maintenance). 5. Setting CSS terbaik dari penilitian adalah CSS jaw crusher 190 mm, Secondary & Tertiery Cone Crusher ( 53 mm & 26 mm ) karena mendapatkan nilai produksi paling besar dan nilai oversize paling kecil artinya mesin bekerja optimal serta didapat nilai preassure dan ampere paling kecil diantara setting lainnya. Volume 3, No.1, Tahun 2017

Optimalisasi Rancangan Teknis Mesin Jaw Crusher dan Cone Crusher... 269 Saran Ada beberapa saran yang diajukan kepada PT Mandiri Sejahtera Sentra, antara lain: 1. Untuk meningkatkan kinerja mesin pengolahan diperlukan percobaan-percobaan pada beberapa setting CSS (Close Side Setting). 2. Mengurangi hambatan (waiting dumptruck dan blocking pada mulut jaw). 3. Mengurangi blocking di feeder tunnel untuk input ke cone crusher dengan mengkaji output dari jaw crusher. Daftar Pustaka Kelly, Errol, G. and Spottis wood, David J., 1982, Intoduction to Mineral Processing, John Wiley & Sons, Inc, Canada. OPD-TC Buma Team., 18 Februari 2014, Dasar Aplikasi Alat Berat Dan Perencanaan Pemeliharaan, Operation People Development Training Center. Prodjosumarto, Partanto,1995, Pemindahan Tanah Mekanis, Jurusan Teknik Tambang, Institut Teknologi Bandung. Suryadharma, Hendra dan Yoso Wigroho, Haryanto, 1998. Pengolahan Bahan Galian. Yogyakarta : Universitas Atmajaya. Tarjan Gustav, (1981), Mineral Processing Technology, Akademia Kiado, Budapest. Trimax Machinery Team., The Birth Of New Dawn (Product Catalog).,Bekasi, Indonesia Wills, B.A., Mineral Processing Technology, Pergamon Press, Oxford, New York, Beijing, Frankfurt, Sao Paulo, Tokyo, Toronto, 1988. Teknik Pertambangan, Gelombang 1, Tahun Akademik 2016-2017