CURRENT COST ACCOUNTING

dokumen-dokumen yang mirip
UNIVERSITAS ANDALAS FAKULTAS EKONOMI. Accounting Measurement Systems (Sistem Pengukuran Akuntansi) JURUSAN AKUNTANSI

3 SISTEM PENGUKURAN UTAMA DI DALAM AKUNTANSI

Measurement of assets and liabilities

BAB I PENDAHULUAN. likuid dan efisien. Pasar modal dikatakan likuid jika penjual dapat menjual dan

MAKALAH SISTEM PENGUKURAN AKUNTANSI. Diajukan sebagai tugas matakuliah teori akuntansi DISUSUN OLEH: KELOMPOK IV. Castelein Marleen Latanna

BEBERAPA KRITIK ATAS LABA AKUNTANSI DALAM BENTUK TRADISIONAL:

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Baridwan dalam As ad (2010:26) merupakan ringkasan dari suatu

@UKDW BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Pada era globalisai ini perkembangan dunia pasar modal semakin pesat

1. jelaskan faktor-faktor penting yang memiliki pengaruh signifikan dalam perkembangan dunia akuntansi!

BAB I PENDAHULUAN. atau membuat penyajian kembali pos-pos laporan keuangan, atau ketika entitas

INCOME DAN PELAPORANNYA

Pengaruh Arus Kas Terhadap Pembagian Dividen Tunai

RINGKASAN BAB VII KERANGKA KONSEPTUAL FASB

Laporan Keuangan: Neraca

TUJUAN LAPORAN KEUANGAN

Keuntungan GPL adalah sebagai berikut :

PENGANTAR (LANJUTAN )

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. dari suatu perusahaan secara proporsional sesuai dengan jumlah lembar

BAB I PENDAHULUAN. Eropa, harus segera direspons pemerintah. Penurunan nilai tukar rupiah terhadap

BAB I PENDAHULUAN. investasi pada suatu perusahaan. Menurut (Ang, 1997 dalam Adiliawan, 2010)

BAB II LANDASAN TEORI. Konsep Laporan Keuangan dan Akuntansi. II.1.1. Pengertian Laporan Keuangan dan Akuntansi

KEMAMPUAN ARUS KAS DAN LABA DALAM MEMPREDIKSI ARUS KAS PERUSAHAAN

AKUNTANSI INFLASI DAN HUBUNGANNYA DENGAN KEANDALAN PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN. Fatmasari Sukesti Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Semarang

BAB II BAHAN RUJUKAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian

BAB II LANDASAN TEORITIS

BAB II DASAR TEORI. produk/jasa yang dihasilkannya. Untuk menyampaikan produk yang ada ke tangan

BAB 1 PENDAHULUAN. diukur karena dapat dipakai sebagai dasar pengambilan keputusan baik bagi pihak. internal maupun pihak eksternal perusahaan.

BAB I PENDAHULUAN. Seiring berjalannya waktu, umumnya suatu perusahaan memerlukan dana

I. KARAKTERISTIK BIAYA A. Pengertian Biaya Secara umum, dapat dikatakan bahwa cost yang telah dikorbankan dalam rangka menciptakan pendapatan disebut

PERTEMUAN KE-17 PENGAMBILAN KEPUTUSAN TAKTIS

BAB II LAPORAN ARUS KAS

BAB I PENDAHULUAN. dan pangsa pasar yang besar. Oleh karena itu, setiap perusahaan harus mampu

The Income Statement

ACCOUNTING UNDER IDEAL CONDITION

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian

BAB II LANDASAN TEORI

Ekspansi: Merger 1 BAB 12 EKSPANSI: MERGER

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. a. Pengertian Laporan Keuangan

BAB II LANDASAN TEORITIS. A. Tinjauan Pustaka. mengkomunikasikan informasi keuangan perusahaan terhadap pihak-pihak

BAB I PENDAHULUAN. sekuritas pada negara tersebut. Pasar modal Indonesia memiliki peran besar

lokal. Perusahaan dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi, dalam hubungannya dengan leverage, sebaiknya menggunakan ekuitas sebagai

BAB I PENDAHULUAN. Bidang keuangan menjadi bidang yang sangat penting bagi perusahaan.

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 1. Pengertian dan Karakteristik Laba. dengan pendapatan tersebut. Pengertian laba menurut Harahap (2008:113)

BAB II LANDASAN TEORI

Modul 1. Laporan Keuangan dan lingkungan pelaporan

ELEMEN KEUANGAN & KONSEP DASAR PENGAKUAN DAN PENGUKURAN ELEMEN LAPORAN KEUANGAN

BAB II LANDASAN TEORI

BAB 1 PENDAHULUAN. khususnya bagi pemegang saham sebagai pemilik perusahaan, dengan

BAB II LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia sebanyak 25 perusahaan baru di tahun 2011, 23 perusahaan baru di

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Menurut Ikatan Akuntan Indonesia (2009), laporan keuangan adalah suatu

BAB I PENDAHULUAN. Pendirian sebuah perusahaan memiliki tujuan yang jelas. Tujuan perusahaan

PENGAKUAN DALAM NERACA

BAB I PENDAHULUAN. operasional perusahaan. Informasi tentang laba mengukur keberhasilan atau

BAB I PENDAHULUAN. perusahaan dan menjadi pusat perhatian stakeholders. Keputusan finansial

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II LANDASAN TEORI

PENILAIAN ASSET DAN BISNIS MF. ARROZI ADHIKARA FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS ESA UNGGUL

BAB II LANDASAN TEORI

Asset (aktiva) 1. Definisi dan klasifikasi asset 2. Pengakuan dan pengukuran asset 3. Penyajian (pelaporan)

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II KAJIAN TEORI. A. Deskripsi Teori 1. Pengertian Posisi Keuangan Posisi keuangan merupakan salah satu informasi yang disediakan

Manajemen Keuangan LAPORAN KEUANGAN. Bentuk Bentuk Laporan Keuangan. Idik Sodikin,SE,MBA,MM. Modul ke: Fakultas EKONOMI DAN BISNIS

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. laporan keuangan yang dapat berfungsi sebagai alat ukur dalam menilai kinerja

BAB 2 TINJAUAN TEORETIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS

BAB I PENDAHULUAN. manajemen yang ada didalam suatu perusahaan dituntut untuk dapat

BAB II LANDASAN TEORITIS

BAB 1 PENDAHULUAN. dianggap merupakan salah satu tugas akuntansi yang sangat penting dalam

BAB I PENDAHULUAN. untuk memperoleh sumber dana dan bagaimana mengalokasikan dana tersebut

BAB I PENDAHULUAN. nasional maupun internasional, perusahaan yang ingin tetap bertahan dalam era

BAB I PENDAHULUAN. dihadapkan pada situasi yang harus memilih keputusan. Sebelum manajer

BAB II KAJIAN TEORI DAN PENGAJUAN HIPOTESIS. aktiva, baik langsung maupun tidak langsung dengan harapan mendapatkan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II URAIAN TEORITIS. aktiva dengan Return on Investment (ROI) pada PT. Sumbetri Megah. Hasil

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. atau jangka waktu tertentu. Adapun tujuan dari laporan keuangan yaitu: perusahaan dalam menghasilkan laba.

BAB I PENDAHULUAN. penting di dalam bidang akuntansi. Melakukan adopsi International Financial

BAB I PENDAHULUAN. mencari keuntungan sebesar-besarnya demi menyejahterakan karyawan dan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I AKUNTANSI KEUANGAN DAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN

RANGKUMAN BAB 23 EVALUASI EKONOMI DARI PENGELUARAN MODAL (Akuntansi Biaya edisi 13 Buku 2, Karangan Carter dan Usry)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

1. Pengertian dan Jenis Laporan Keuangan 2. Manfaat, Tujuan dan Skema ALK

BAB 2 TINJAUAN TEORETIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS. Menurut Sharpe et al (dalam, Setiyono 2016) pengumuman informasi

Latihan Soal Teori Akuntansi ATA 2013/2014

BAB I PENDAHULUAN. Persaingan usaha di Indonesia yang semakin ketat saat ini mendorong banyak

Transkripsi:

RMK TEORI AKUNTANSI CURRENT COST ACCOUNTING OLEH : KELOMPOK 4 KHATMI TAMTAMI NISA K (A311 11 108) NURHADI AKIB (A311 11 113) JURUSAN AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS HASANUDDIN 2014

DASAR PEMIKIRAN CURRENT COST ACCOUNTING Argumen Edwards dan Bell Current Cost Accounting (CCA) adalah suatu sistem akuntansi dimana asset dinilai pada harga beli pasar sekarang dan profit ditentukan dengan alokasi yang didasarkan pada biaya sekarang (current costs). Mengapa menggunakan current cost? Sebelum menjawab, kita perlu mempertimbangkan jenis-jenis keputusan manajer dihadapkan pada jalannya bisnis. Manajer ingin tahu bagaimana seharusnya mengalokasikan sumber daya perusahaan untuk memaksimalkan profit. Menurut Edwards dan Bell masalah mendasar tersebut diungkapkan menjadi 3 pokok permasalahan: 1. Masalah ekspansi: berapa jumlah asset yang seharusnya dipegang/dipertahankan pada saat-saat tertentu. 2. Masalah komposisi: apa bentuk asset yang sesuai? 3. Masalah pendanaan: bagaimana aset-aset tersebut didanai? Manajer dalam membuat keputusan mengenai tiga pertanyaan di atas mendasarkan pada harapan di masa yang akan datang. Untuk merumuskan harapan tersebut secara tepat,manajer perlu untuk mengevaluasi kegiatan dan keputusan di masa lampau. Alat yang digunakan dalam evaluasi ini adalah perbandingan data akuntansi untuk sebuah periode yang telah ditentukan dengan harapan-harapan pada periode tersebut. Jika perbandingan tersebut mengungkapkan bahwa harapan-harapan tidak akurat, maka kejadian atau harapan di masa sekarang bisa diubah. Agar informasi akuntansi berguna dalam pengambilan keputusan, informasi akuntansi harus mengukur kejadian aktual dari suatu periode seakurat mungkin. Walaupun Edwards dan Bell menekankan kebutuhan informasi untuk manajemen,mereka menentang bahwa data-data tersebut juga penting untuk pihak luar seperti pemegang saham dan kreditor. Pemegang saham dan kreditor tertarik dengan evaluasi kinerja darimanajer dan juga perusahaan. Dari teori tersebut informasi akuntansi melayani dua tujuan: (1) evaluasi oleh manajer dari kebijakan masa lalu mereka dalam rangka untuk membuat kebijakan yang terbaik untuk masa depan dan (2) evaluasi manajer oleh pemegang saham, kreditur, dan lain-lain. Evaluasi oleh kedua sisi yaitu orang dalam dan orang luar juga menyediakan sarana untuk keberhasilan fungsi ekonomi, karena, secara teoritis, sumber daya kemudian akan dialokasikan lebih efisien. Tujuan kedua dari informasi akuntansi adalah untuk menyediakan dasar yang kuat dan merata untuk perpajakan. Konsep Laba Usaha

Edward dan Bell menawarkan konsep pendapatan yang mereka sebut busines profit. 2 komponen tersebut adalah current operating profit dan realisable cost savings. Current operating profit (current operating profit) adalah ekses dari nilai saat ini dari output yang terjual lebih dari current cost dari masukan yang terkait. Realisable cost savings adalah peningkatan current cost pada aset yang dimiliki oleh perusahaan pada periode berjalan. Keduanya mencakup perubahan biaya yang direalisasi dan yang belum direalisasi. Busines profit dihitung secara real basis yaitu, elemen fiksi akibat perubahan tingkat harga umum dihilangkan. Istilah yang kita gunakan untuk realisable cost savings adalah holding gains / losses, yang dapat direalisasikan atau belum direalisasi. Holding Gains And Losses Apa manfaat dari pemisahan pengukuran antara holding gain atau rugi? Memegang komposisi tertentu dari aset dan kewajiban adalah salah satu cara manajemen untuk meningkatkan posisi pasar perusahaan. Manajer dan lain-lain ingin tahu apakah harapan ini sukses. Dalam akuntansi konvensional, keuntungan dicatat hanya ketika aset tersebut dilepaskan. Oleh karena itu, menentukan apakah harapan manajemen berhasil atau tidak adalah hampir mustahil kecuali aset yang dibeli dan dijual dalam periode yang sama. Juga, dalam akuntansi konvensional, Mengapa Holding Gains Merupakan Komponen Dari Pendapatan Edwards dan Bell percaya bahwa holding gain merupakan tabungan yang disebabkan oleh fakta bahwa masukan tersebut diperoleh sebelum digunakan. Tabungan ini diperuntukan untuk mengadakan aktivitas. Tapi mengapa kenaikan current cost aset dianggap sebagai bagian dari penghasilan? Mereka tidak pernah secara langsung memberikan jawaban atas pertanyaan, tapi Revsine berpendapat bahwa teori mereka menunjukkan kemungkinan respon sebagai berikut: Laba sebuah perusahaan berasal dari kenaikan harga aset karena, jika tidak, cash flow keluar yang lebih besar akan diperlukan jika ingin membeli sekarang. Penghematan kas pada waktu yang tidak disengaja dari pembelian dengan demikian manfaat yang nyata, dan harus dimasukkan dalam pendapatan. Ini pada dasarnya adalah sebuah gagasan biaya kesempatan. Penghematan biaya merupakan bagian dari pendapatan, melainkan merupakan suatu opportunity gain, karena perusahaan membeli aset tersebut pada saat itu daripada di kemudian hari ketika

harga lebih tinggi. Revsine berpendapat bahwa jenis dari gain ini mengharuskan perbandingan antara peristiwa yang terjadi dan peristiwa yang mungkin terjadi. Secara teoritis, jumlah yang tidak terbatas dari tindakan yang mungkin ada. Memilih satu untuk membandingkan dengan yang sebenarnya sulit untuk dipertahankan. Untuk melihat ini, Revsine meneruskan penjelasan yang lebih lengkap tentang penghematan biaya berikut: Sebuah penghematan biaya mengukur posisi keuntungan relatif perusahaan dari perusahaan lain dalam industri yang tidak beruntung untuk memegang aset yang diberikan ketika harga naik. Ketika perusahaan-perusahaan lain yang membeli aset, mereka akan melakukannya dengan harga yang lebih tinggi. Akibatnya, cash flow mereka akan melebihi cash flow keluar dari perusahaan yang mengalami penghematan biaya. Revsine menyarankan bahwa masuknya holding gain dalam income memiliki alasan bahwa perubahan dalam current cost aset tertentu merefleksikan perubahan futurecash flow yang diharapkan dari penggunaan aset tersebut. Holding gains dikualifikasikan sebagai income karena harga meningkat akibat refleksi dari peningkatan kekuatan untuk memperoleh earning yang lebih besar. Jika pernyataan ini benar, maka angka pendapatan yang mencakup holding gain sangat relevan bagi pengguna yang mencoba untuk memprediksi future cash flows perusahaan. Oleh karena itu, Holding gain adalah bagian dari pendapatan. Laba atas Investasi yang ditanamkan adalah jumlah uang yang melebihi dari jumlah yang diinvestasikan. Pendapatan merupakan pengembalian kas yang diharapkan atas investasi tunai. FINANCIAL CAPITAL VERSUS PHYSICAL CAPITAL Dari sudut pandang praktis, perbedaan utama antara konsep financial capital dan konsep Physical capital adalah apakah atau tidak dimasukkannya holding gain or losses sebagai income. Para pendukung financial capital berpendapat bahwa perusahaan menginvestasikan sumber daya keuangan dengan ekspektasi bahwa investasi akan menciptakan tingkat yang lebih tinggi dari penerimaan kas. Pemulihan jumlah sumber daya keuangan yang diinvestasikan adalah kembali modal. Cash flow yang melebihi jumlah sumber daya keuangan untuk mempertahankan kemampuan operasional fisik dan peningkatan sumber daya keuangan untuk memperluas kemampuan operasi fisik tidak bisa dibedakan.

Pendukung Physical Capital Para pendukung Physical capital berpendapat bahwa modal adalah unit fisik yang menunjukkan kemampuan operasi perusahaan. Dalam hal ini, perusahaan memiliki 100 unit di awal, jika modal akan dipertahankan, maka harus dalam posisi untuk membeli 100 unit pada akhir periode. Karena harga telah meningkat $ 2,00 per unit, perusahaan membutuhkan $ 200 lebih pada akhir periode untuk menjaga kemampuan awal operasinya. Oleh karena itu, $ 200 bukan merupakan holding gain, tetapi penyesuaian pemeliharaan modal. Dimasukkannya holding gain sebagai pendapatan didasarkan terutama pada 2 argumen: (1) Holding gains adalah bentuk penghematan biaya dan (2) Holding gain mewakili peningkatan future cash flow dari aset yang bersangkutan. Samuelson mengkritik kedua premis tersebut. Dia berpendapat bahwa perubahan dalam current cost harus memelihara penyesuaian modal. Mengenai penghematan biaya, ia menunjukkan bahwa pemisahan antara holding activities dan operating activities tidak sejelas Edwards dan Bell berasumsi. Samuelson lebih jauh berpendapat bahwa penghematan biaya merupakan keuntungan peluang yang dihasilkan dari mengambil satu tindakan yang bertentangan dengan yang lain. Tapi alternatif yang dikorbankan ketika hidangan sebenarnya tindakan yang diambil. Setelah aset tersebut diperoleh, biaya adalah sunk cost yang tidak dapat dihindari oleh setiap tindakan di masa depan. Satusatunya alternatif adalah menjual aset atau terus menggunakannya. Kritiks Terhadap Physical Capital Di sisi lain, Sterling menganggap bahwa konsep Physical capital penuh dengan kelemahan. Dia berpendapat bahwa pendapatan di bawah pandangan Physical capital bermakna hanya jika 4 kondisi terpenuhi. Kondisi ini bahwa perusahaan: 1. Terus menerus menggantikan unit-unit yang identik 2. Menghadapi biaya yang terus meningkat 3. Membeli dan menjual di pasar yang berbeda 4. Sepenuhnya diinvestasikan dalam unit fisik. Jika salah satu dari kondisi-kondisi ini tidak terpenuhi, masalah serius dalam pengukuran yang dihadapi. Kondisi masing-masing diperiksa di bawah ini dengan mempertimbangkan situasi sebaliknya.

URRENT COST DALAM PRAKTIK Latar Belakang Pada tahun 1976, Securities Exchange Commission (SEC) telah mengubah Peraturan 3-17 dari Peraturan SX membutuhkan beberapa pendaftar untuk mengungkapkan data biaya penggantian tertentu dalam laporan 10-K, yang diajukan dengan SEC. Persyaratan ini diterbitkan dalam Accounting Series Release (ASR) 190. Data tambahan yang diperlukan hanya perusahaan yang persediaan dan aktiva produktif melebihi US $ 100 juta dan lebih dari 10% dari total aset. Pada tahun 1979, FASB menerbitkan Statement 33 yang diperlukan dalam pengungkapan tambahan dolar konstan dan data current cost. Karena itu, SEC mengeluarkan ASR 271 pada tahun 1979, membatalkan ASR 190 yang mendukung Statement 33 aturan untuk laporan 10-K. Persyaratan untuk menyediakan data current cost bertemu dengan resistensi luar biasa dari perusahaan. Setelah banyak perdebatan tentang kegunaan dari informasi tambahan, FASB menerbitkan Statement 89 tahun 1986, membatalkan kebutuhan, tetapi perusahaan mendesak untuk terus mengungkapkan data. Statement 33 Dalam Statement 33, FASB mewajibkan perusahaan mengungkapkan informasi mengenai: Pendapatan dari operasi yang dilanjutkan dari current cost berdasarkan tahun fiskal berjalan, dengan menggunakan nominal dolar (unit skala dolar) current cost persediaan dan aset tetap pada akhir tahun fiskal berjalan, dengan menggunakan dolar nominal Perubahan dalam current cost untuk tahun fiskal saat ini dari persediaan dan aktiva tetap, dengan menggunakan dasar dolar konstan. Perubahan-perubahan dalam biaya tidak dimasukkan ke dalam pendapatan dari operasi yang dilanjutkan. Perusahaan juga harus mengungkapkan informasi berikut current cost secara nominal dolar untuk masing-masing 5 tahun terakhir: 1. Pendapatan dari operasi yang dilanjutkan 2. Laba per saham biasa dari operasi yang dilanjutkan 3. Aktiva bersih pada akhir tahun fiskal. Perusahaan juga harus mengungkapkan perubahan dalam current cost persediaan dan aktiva tetap secara konstan dolar untuk setiap 5 tahun. Statement 33 itu dimaksudkan untuk menjadi sebuah percobaan selama 5 tahun. Setelah mempertimbangkan bukti dan reaksi terhadap

data tambahan, FASB., Dalam Statement 82 yang dikeluarkan pada bulan November 1984, menghilangkan persyaratan untuk melaporkan biaya historis / informasi dolar konstan bagi perusahaan yang mengungkapkan informasi current cost. FASB memperbolehkan perusahaan untuk menggunakan berbagai metode untuk menentukan current cost. Informasi harga dapat dikumpulkan dan diterapkan secara internal maupun eksternal dan untuk item tunggal atau kategori. Selanjutnya, current cost aset dapat diukur dengan 3 prosedur alternatif: 1. Estimasi langsung dari harga pembelian aset pada usia yang sama dan kondisi sebagai aset yang dimiliki (misalnya menggunakan harga vendor daftar atau kutipan lain atau perkiraan) 2. Perkiraan harga pembelian aset baru yang mirip dikurangi penyisihan penyusutan (misalnya menggunakan indeks harga eksternal yang dihasilkan / internal dihasilkan untuk kelas barang atau jasa yang diukur) 3. Perkiraan harga pembelian aset baru ditingkatkan dikurangi penyisihan untuk kerugian operasi aset yang dimiliki (biaya operasi yang lebih tinggi atau potensi output yang lebih rendah) dan penyisihan penyusutan. KRITIK TERHADAP CURRENT COST Para Pendukung Biaya Historis Para pendukung akuntansi biaya historis menolak akuntansi biaya, terutama karena melanggar prinsip realisasi tradisional. Nilainya terletak pada potensi layanan, bukan di nilai pasar (tukar). Masalah terkait adalah subjektivitas dari menentukan jumlah kenaikan biaya. Jika tidak ada pasar bekas yang handal, maka dasar untuk menentukan current cost aset tetap yang digunakan oleh perusahaan harus menjadi aset baru diharapkan untuk menggantikan yang lama. Para Pendukung Exit Price Pendukung akuntansi exit price mengamati sejumlah kelemahan dalam current cost accounting. Pertama, mereka berpendapat bahwa istilah cost menyiratkan opportunity cost atau pengorbanan alternatif terbaik berikutnya. Hampir semua kasus, current sacrifice dihadapi oleh

perusahaan yakni untuk menjual aset daripada menggunakannya, tetapi tidak untuk membelinya karena perusahaan telah memiliki itu. Oleh karena itu, current cost, harga untuk membeli item, bukan jumlah yang relevan. Ini adalah exit price atau nilai realisasi yang merupakan ekspresi logis dari biaya peluang. Lemke berpendapat bahwa peningkatan aset teknologi akan lebih mungkin mengganti aset yang ada, sehingga current operating profit, didasarkan pada modus produksi yang ada, akan menjadi prediksi yang lemah terhadap keuntungan masa depan. Ketika teknologi berubah, investor akan disesatkan oleh current operating profit sebagai dasar untuk memprediksi cash flow masa depan. Pendukung exit price bersikeras bahwa current cost accounting memerlukan masalah matematika yang aditif karena model dianjurkan untuk praktek melibatkan berbagai metode pengukuran. Chambers menyatakan bahwa gagasan nilai bagi bisnis menghadap sejumlah alasan lain untuk nilai. Aset berharga bagi pebisnis untuk: 1. Penggunaan yang dapat dibuat oleh mereka 2. Peminjaman yang didasarkan pada mereka 3. Kas mereka yang dapat dibawa 4. Pagar potensial terhadap inflasi dalam kasus aset nonmoneter. Pendukung exit price accounting mempercayai bahwa informasi current cost secara umum tidak relevan dengan kebanyakan keputusan investasi karena itu tidak fokus pada kemampuan perusahaan untuk mengendalikan sumber daya financial dalam misi perusahaan untuk mengadaptasi diri dengan lingkungan. MENDUKUNG CURRENT COST Prinsip Recognition Pendukung dari historical cost berpendapat current cost accounting melanggar prinsip konvensional dalam mengakui gain pada pelepasan dari sebuah aset non moneter. Hal ini benar untuk unrealized holding gains, ketika sebuah pandangan modal financial diambil. Pendukung dari current cost mengabaikan unrealized holding gains yang menyajikan fenomena aktual

ekonomi yang terjadi pada periode yang berlangsung, jadi seharusnya dapat diakui. Kemudian bukti objektif yang cukup dapat diperoleh untuk mendukung perubahan harga. Pendukung ini juga berpendapat bahwa perubahan dalam harga pasar aset tetap tidak relevan, karena perusahaan bermaksud untuk menggunakan aset, tidak menjualnya. Pendukung current cost akan berpendapat bahwa apakah perusahaan berniat untuk menggunakan atau menjual aktiva tetap tidak berhubungan. Apa yang relevan adalah bahwa harga aset telah berubah. Penentuan pendapatan periodik harus didasarkan pada apa yang sebenarnya terjadi dalam periode berjalan, bukan pada apa yang mungkin terjadi yaitu, pada niat perusahaan. Objectivitas dari Current Cost Pendukung dari historical cost mengatakan bahwa kelemahan utama dari current cost accounting adalah subjektivitas. Objektivitas adalah hal yang relatif, ada beberapa figur dimana hari ini lebih objektif dari yang lain. Berkaitan dengan diri akuntan, keputusan akuntan berpengaruh kepada objektivitas suatu transaksi. Banyak akuntan menemukan ruang gerak dari current cost dalam area tertentu yang mengganggu. Jadi mungkin saja ada hambatan dan keterbatasan yang mungkin terjadi. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa untuk item yang harga pasar relatif mudah didapat, objektivitas current cost mereka akan diterima oleh akuntan. Perubahan Teknologi Berdasarkan pendapat Edwards dan Bell, current operating profit adalah sebuah indikasi dimana perusahaan memiliki kontribusi jangka panjang positif untuk ekonomi dan proses produksi dalam perusahaaan sudah efektif. Jika keuntungan adalah lebih dari bunga yang bisa saja diperoleh dari aktiva bersih pada current cost, proses produksi yang ada bernilai berkelanjutan. Current cost adalah sebuah pengukur dari biaya atas jasa berkaitan dengan aset aktual yang dimiliki oleh perusahaan. Bila lebih baru tapi aset yang serupa dipakai dalam dasar menentukan current cost, maka nilai dari aset lain juga harus disesuaikan untuk apa saja keuntungan atau kerugian operasi, yang dibandingkan dengan aset yang dimiliki untuk memperoleh current cost. Current Cost Versus Exit Price

Edward dan Bell percaya bahwa jawaban atas pertanyaan-pertanyaan berikut sangat penting yang menentukan apakah akan menggunakan current cost atau exit price: Di tahap mana dari siklus operasi harus menggunakan exit price (misalnya, NRV) mendominasi penilaian aset? Mereka menyimpulkan sebuah entry price, current cost, adalah metode normal dari penilaian dengan alasan-alasan sebagai berikut. 1. Penggunaan exit prices mengarah kepada revaluasi yang ganjil dalam akuisisi, karena biaya transportasi, biaya instalasi, dan biaya pelepasan dan akses tidak sempurna kepada pasar. Secara cepat setelah pembelian dari mesin baru, nilainya biasanya jatuh daripada biaya akuisisi. 2. Penggunaan exit prices menyatakan secara tidak langsung pendekatan jangka pendek dari bisnis operasi dimana ada nilai pelepasan dan likudasi. Sebuah laba positif dalam exit price accounting mengindikasikan kepantasan sebuah bisnis untuk berjalan dalam jangka pendek, bukan kepatutan dalam mengganti aset dan input dan menjalankan bisnis dalam jangka panjang. 3. Penggunaan exit prices untuk persediaan barang jadi mengarahkan antisipasi dari laba operasi sebelum titik penjualan karena persediaan itu dinilai melebihi current cost. Perbandingan Hasil dengan Historical Cost FASB mengumpulkan data dari semua subjek perusahaan dan merefleksikannya ke dalam hasil rata-rata pada tahun 1980. Perbedaan antara current cost income pada operasi yang berlajan dan historical cost sangatlah signifikan. Income pada current cost cenderung jauh lebih rendah disebabkan adanya beban penyusutan yang memungkinkan jauh lebih besar dibanding dalam historical cost.