HOMESCHOOLING PRIMAGAMA SEKOLAH BERBASIS BAKAT DAN MINAT

dokumen-dokumen yang mirip
PROSPEKTUS KERJASAMA KEMITRAAN/WARALABA HOMESCHOOLING PRIMAGAMA 2016/2017

BAB II DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN (HOMESCHOOLING) pendidikan modern (sekolah) sebagaimana dikenal pada saat ini, pendidikan

Bab I Pendahuluan. A. Latar Belakang Penelitian. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi ini

Strategi Pengembangan Keragaman Model Pendidikan dan Pendidikan Karakter

BAB I PENDAHULUAN. semua aspek kehidupan masyarakat termasuk di bidang pendidikan.

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 129 TAHUN 2014 TENTANG SEKOLAHRUMAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BAB V PEMBAHASAN. meningkatkan kualitas peserta didik agar lulusannya mampu bersaing. dalam skala nasional maupun internasional. Tuntutan kebutuhan

2 Nomor 71, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5410); 3. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan merupakan sarana penting untuk meningkatkan kualitas

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BASIC & LEGALITAS HOMESCHOOLING

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Penelitian Imay Ifdlal fahmy, 2013

BAB I PENDAHULUAN. Era teknologi ditandai dengan adanya persaingan yang sangat kuat dalam

BAB I PENDAHULUAN. pertama dituliskan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan. UKDW

PANDUAN LAYANAN KELAS INTERNASIONAL

Landasan Yuridis SI, SKL dan KTSP menurut UU No 20/2003 tentang Sisdiknas

BAB V ALTERNATIF MODEL HIPOTETIK IMPLEMENTASI MANAJEMEN SEKOLAH BERMUTU. kemandirian dan kreativitas sekolah. Oleh sebab itu, SMPN RSBI sebagai

1. SKPD : DINAS PENDIDIKAN

PARADIGMA BARU PENDIDIKAN NASIONAL DALAM UNDANG UNDANG SISDIKNAS NOMOR 20 TAHUN 2003

Pendidikan Dasar Pendidikan dasar merupakan jenjang pendidikan yang melandasi jenjang pendidikan menengah.

BAB II Tinjauan Umum Perusahaan 2.1. Data Perusahaan Identitas Perusahaan

1. PENDAHULUAN. Pendidikan mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan suatu

SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL DI INDONESIA. Imam Gunawan

Oleh: Sumardiono Layout: Mira Julia

Auto Care Center. -Menyediakan layanan yang terjangkau tanpa mengurangi kualitas layanan

RINTISAN SEKOLAH BERTARAF INTERNASIONAL (RSBI)

PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 19 TAHUN 2005 Tentang STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

PROGRAM BEASISWA PENUH SMA VICTORY PLUS Tahun Pelajaran 2013/2014

BAB I PENDAHULUAN. kualitas sumber daya manusia yang pada umumnya wajib dilaksanakan. globalisasi, maka pendidikan juga harus mampu menjawab kebutuhan

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MADIUN,

A. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN

P. S., 2016 PEMANFAATAN HASIL BELAJAR PADA PELATIHAN KETERAMPILAN MEKANIK OTOMOTIF

Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan Nasional

PROGRAM PRIORITAS PADA JENJANG PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH

BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dessy Asri Astrianty, 2013

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan Nasional Pasal 26 ayat (3), yang menjelaskan bahwa pendidikan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Evinaria Esahastuti, 2014 Studi Pembelajaran Seni Dihomeschoolingtaman Sekar Bandung

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan merupakan salah satu kunci penanggulangan kemiskinan dalam jangka

BAB II DESKRIPSI PERUSAHAAN

DASAR & FUNGSI. PENDIDIKAN NASIONAL BERDASARKAN PANCASILA DAN UNDANG UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945

PEMERINTAH KABUPATEN KUDUS PERATURAN DAERAH KABUPATEN KUDUS NOMOR 2 TAHUN 2010 TENTANG WAJIB BELAJAR 12 (DUA BELAS) TAHUN

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. sehingga investasi dalam pendidikan bukan hanya memberikan dampak bagi

More Action. Kami adalah pribadi-pribadi yang menjunjung tinggi nilai kepercayaan dan bekerja dengan predikat luar biasa melebihi prestasi rata-rata.

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN KUDUS NOMOR 2 TAHUN 2010 PERATURAN DAERAH KABUPATEN KUDUS NOMOR 2 TAHUN 2010 TENTANG WAJIB BELAJAR 12 (DUA BELAS) TAHUN

DIVESIFIKASI LAYANAN PENDIDIKAN KESETARAAN & REVIEW MATERI. Fitta Ummaya Santi

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan merupakan kebutuhan pokok bagi setiap manusia. Dengan

BUPATI TANJUNG JABUNG BARAT PROVINSI JAMBI PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT NOMOR 3 TAHUN 2014 TENTANG

PEMERINTAH KABUPATEN PURWOREJO

IMPLEMENTASI MANAJEMEN MUTU PEMBANGUNAN PENDIDIKAN DI SUMATERA UTARA. Renova Marpaung. Abstrak. Kata Kunci : Manajemen Mutu, Pembangunan, Pendidikan

BAB I PENDAHULUAN. Pembangunan pendidikan nasional ditujukan untuk mewujudkan cita-cita

DASAR & FUNGSI. Pendidikan Nasional berdasarkan Pancasila dan Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945

BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang B. Rumusan Masalah C. Tujuan

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan ekonomi Indonesia saat ini semakin pesat, sehingga terjadi

-23- BUPATI TANJUNG JABUNG BARAT PROVINSI JAMBI PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT NOMOR 3 TAHUN 2014 TENTANG

Kurikulum, Materi Belajar & Pola Kegiatan Homeschooling

V. KESIMPULAN DAN SARAN. implementasi kebijakan RSBI di Propinsi DKI Jakarta. Berdasarkan penelitian

PERATURAN DAERAH KOTA PALANGKA RAYA NOMOR 18 TAHUN 2009 TENTANG WAJIB BELAJAR 12 TAHUN DI KOTA PALANGKA RAYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BAB I PENDAHULUAN. teknologi yang terus berkembang pesat, sehingga dibutuhkan individu-individu

BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN ORANG TUA TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS XI SMA KARTIKA 1-5 PADANG ABSTRACT

! "## Pelayanan Administrasi Perkantoran Dinas Pendidikan

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 78 TAHUN 2009 TENTANG

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

PEDOMAN PELAKSANAAN PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU SMA NEGERI 2 KOTA KEDIRI TAHUN PELAJARAN 2017 / 2018

PEMERINTAH KOTA SALATIGA DAFTAR INFORMASI PUBLIK RINGKASAN RENCANA KERJA DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA KOTA SALATIGA TAHUN 2017

UNDANG UNDANG NO. 20 TH.2003 Tentang SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL

Langkah Dukungan Pendidikan bagi Siswa yang Tidak Berbahasa Cina (Tahun Ajaran 2014/15) (Bahasa)

UPT Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan

BUPATI BADUNG PROVINSI BALI PERATURAN DAERAH KABUPATEN BADUNG NOMOR 5 TAHUN 2016 TENTANG PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN INKLUSIF

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 73 TAHUN 1991 TENTANG PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

GAMBAR 1.1 LOGO LEMBAGA PENDIDIKAN PRIMAGAMA

KEMENAG. Pendidikan. Keagamaan. Budha. PERATURAN MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39 TAHUN 2014 TENTANG PENDIDIKAN KEAGAMAAN BUDDHA

Bab 6 INDIKATOR KINERJA DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAWA TIMUR. A. Tujuan dan Sasaran Strategis

BUPATI GARUT PERATURAN BUPATI GARUT NOMOR 735 TAHUN 2012 TENTANG PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN INKLUSI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

GUBERNUR JAWA BARAT PERATURAN GUBERNUR JAWA BARAT NOMOR : 16 TAHUN TENTANG

Optimalisasi Program Kemitraan RSBI dengan PT dalam Rangka Menuju SBI Mandiri

BAB I PENDAHULUAN. Menurut Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang sisdiknas, tujuan

LAPORAN. Oleh: Priadi Surya, M.Pd.

PERATURAN DAERAH KOTA TASIKMALAYA NOMOR 4 TAHUN 2007 TENTANG PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DI KOTA TASIKMALAYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

KEBIJAKAN AKREDITASI PRODI DAN AKREDITASI INSTITUSI. Materi Workshop ITY

BAB I PENDAHULUAN. Dalam kurikulum Taman Kanak-Kanak (TK) dan Raudatul Athfal (RA)

BAB I PENDAHULUAN. kompleksitas zaman. Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2010 TENTANG PENDIDIKAN KEDINASAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN GUBERNUR JAMBI NOMOR 21 TAHUN 2009

Oleh : Anggrita Kumidaninggar, Pendidikan Luar Sekolah,

BAB I PENDAHULUAN. Pada saat ini, di Indonesia pilihan jalur untuk menempuh pendidikan

Transkripsi:

Prospektus Kerjasama Usaha Berjangka Homeschooling Primagama Tentang Homeschooling Primagama Homeschooling adalah sebuah sistem pendidikan alternatif yang saat ini menjadi pilihan orang tua untuk memberikan pendidikan kepada anak-anaknya. Dimana keberadaanya sah, diakui, sama dan sederajat dengan sekolah formal sesuai hukum di Indonesia. Homeschooling, menurut buku Sekolah Rumah sebagai Satuan Pendidikan Kesetaraan, yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan Luar Sekolah Departmen Pendidikan Nasional adalah proses layanan pendidikan yang secara sadar, teratur dan terarah dilakukan oleh orangtua/keluarga di rumah atau tempat-tempat lain dimana proses belajar mengajar dapat berlangsung dalam suasana yang kondusif dengan tujuan agar setiap potensi anak yang unik dapat berkembang secara maksimal. Dengan menggunakan metode school at home, Homeschooling Primagama bisa menjadi alternatif proses pendidikan putra putri kita selain di sekolah, namun tetap memiliki standard ketercapaian materi yang kualitasnya sama dengan sekolah biasa. Proses pendampingan di Homeschooling Primagama menggunakan dua pendekatan, yaitu pendekatan PSIKOLOGIS dan pendekatan AKADEMIK: Pendekatan PSIKOLOGIS, dimana siswa diberdayakan sesuai dengan ASPEK MINAT BAKAT dengan membekali siswa dengan pelatihan Achievment Motivation Training (AMT), Character Building, Leadership dan Entrepreneurship sesuai dengan potensi minat dan bakat siswa. Pendekatan AKADEMIK, dimana siswa akan diberikan pengajaran sesuai dengan tingkat kemampuan (sensitive learning), gaya belajar (style learning), maupun karakter komunikasi.

Dalam prakteknya, pengajar di Homeschooling Primagama memberdayakan potensi otak kiri dan otak kanan siswa dan juga belajar cara belajar (learn how to learn) sehingga terciptalah output anak didik yang memiliki kecakapan hidup yang baik (life skill), pengetahuan yang baik (knowledge) dan juga sikap hidup yang baik (attitude). Tujuan Homeschooling Primagama Pendampingan siswa dengan menyiapkan materi, memberikan arahan tujuan pembelajaran, sampai dengan menyiapkan siswa apabila ujian kesetaraan lainnya Memberikan media pembelajaran di rumah dengan menyesuaikan keinginan siswa dan orang tua siswa. Memberikan alternatif kegiatan belajar yang paling baik bagi siswa dan orangtua siswa Memberikan arahan akademik dan pendampingan akademik agar dapat tetap mengikuti perkembangan pendidikan yang berlaku di Indonesia Program : 1. Homeschooling ( setara SD-SMP-SMA ) Kurikulum Nasional : Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan Ujian Akhir Nasional*) Kurikulum Internasional (Cambridge International Examination) : International General Certificate Secondary Education ( IGCSE ) General Certificate Education Ordinary Leve ( GCE O Level ) General Certificate Education Advance Subsidiary and Advanced Level (GCE AS & A Level ) Kurikulum Anak Berkebutuhan Khusus (ABK)

2. Private Lesson Exclusive Tujuan : Rangking Kelas Sukses UAN Nilai Tinggi. Sukses Masuk Perguruan Tinggi Favorit Dasar Hukum A. UUD 1945 Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pasal 31 Ayat (1) Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan. Ayat (2) Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya. B. Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional UU No 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional: Pasal 13 Ayat (1): Jalur Pendidikan terdiri atas formal, nonformal, dan informal yang dapat saling melengkapi dan memperkaya. Pasal 26: - Ayat (1) Pendidikan nonformal diselenggarakan bagi warga masyarakat yang memerlukan layanan pendidikan yang berfungsi sebagai pengganti, penambah, dan/atau pelengkap pendidikan formal dalam rangka sepanjang hayat. - Ayat (4) Satuan pendidikan nonformal terdiri atas lembaga kursus, lembaga pelatihan, kelompok belajar, pusat kegiatan belajar masyarakat, dan majelis taklim, serta satuan pendidikan yang sejenis. - Ayat (6) Hasil pendidikan nonformal dapat dihargai setara dengan hasil program pendidikan formal setelah melalui proses penilaian penyetaraan oleh lembaga yang ditunjuk oleh Pemerintah Daerah dengan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan. Dalam hal ini, Pemerintah tidak mengatur standar isi dan proses pelayanan informal kecuali standar penilaian apabila akan disetarakan dengan pendidikan jalur formal dan nonformal sebagaimana yang dinyatakan pada UU No. 20/2003

C. Surat Edaran Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No. 107/MPN/MS/2006 1. Setiap orang yang lulus ujian kesetaraan Paket A, Paket B, atau Paket C, masing-masing memiliki hak eligibilitas yang sama Visi dan Misi VISI Menjadi lembaga pendamping homeschooling terbaik dan terbesar di Indonesia. MISI Menjadikan pelaku homeschooling yang berkualitas, bertaraf nasional maupun internasional. Memberikan alternative system pendidikan di Indonesia yang berkualitas nasional maupun internasional. Menjadi acuan tentang pendidikan alternative di Indonesia. Menjadi mitra masyarakat dan pemerintah dalam peningkatan kualitas pendidikan bangsa secara nasional maupun internasional. Kurikulum Menggunakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang diolah menjadi GBPP Homeschooling Primagama Mata pelajaran yang harus diikuti oleh siswa adalah mata pelajaran yang diberikan di sekolah sesuai jenjang/kelasnya Sistem belajar di Homeschooling Primagama (HSPG) Sistem Belajar di HSPG, dibedakan menjadi dua, yaitu: 1. Homeschooling Individu ( tunggal ). Homeschooling individu ( tunggal ) merupakan system Homeschooling, dimana anak belajar secara mandiri di rumah, biasanya didampingi oleh orang tua secara pribadi atau pihak pihak lain ( pengajar pendamping ) yang ditunjuk.

2. Homeschooling Komunitas. Homeschooling Komunitas merupakan system homeschooling, dimana beberapa siswa HSPG bergabung dalam satu komunitas untuk belajar di Homeschooling Primagama. Ijazah, Sistem Ujian dan Sekolah Payung. Ijazah untuk siswa Homeschooling Primagama ada 3 macam, tergantung pilihan dan kemampuan siswa, yaitu : 1. Ijazah Formal, dengan mekanisme Ujian Akhir Nasional (UAN)* 2. Ijazah Nonformal, dengan mekanisme Ujian Nasional Kesetaraan (UNPK) 3. Ijazah International dalam Cambridge International Examination (CIE) Siswa Homeschooling Primagama bisa memilih salah satu dari sistem tersebut. Hal ini memungkinkan dilaksanakan karena Homeschooling Primagama memiliki beberapa Sekolah Payung ( Umbrella School ) yang bisa menaungi mereka di pendidikan Formal, dan juga bekerjasama dengan Center of Cambridge yang memungkinkan siswa ujian dalam standard International. Untuk Program International, siswa bisa mengikuti sertifikasi dalam Cambridge International Examination yang terdiri dari level : 1. International Certificate of Secondary Education ( IGCSE ) 2. General Certificate of Education Ordinary Level ( GCE O Level ) 3. General Certificate of Education Advanced Subsidiary and Advanced Level (GCE AS & A Level ) Cambridge International Examination adalah sebuah sertifikasi bertaraf International yang dikeluarkan oleh University of Cambridge, Inggris dimana sebagian besar universitas-universitas besar di seluruh dunia menerima hasil dari ujian AS Level dan A Level sebagai prasyarat untuk masuk ke universitas. Bahkan beberapa universitas menerima nilai tinggi pada ujian AS Level dan A level sebagai kredit satu tahun penuh mata pelajaran yang sama yang seharusnya baru diambil di universitas. Untuk diketahui, Cambridge International Examination ini boleh diikuti para pelajar dari manapun. Sehingga sangat terbuka untuk para siswa dari semua

tingkatan sekolah baik SMP, SMA, SMK maupun siswa dari Sekolah RSBI yang tidak mengikuti ujian international di sekolahnya. Implementasi Homeschooling Primagama Proses belajar di rumah atau di cabang Lembaga Pendidikan Primagama. Menggunakan Kurikulum yang berlaku di Indonesia yaitu Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Materi Belajar berpedoman pada standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan sesuai Kurikulum yang berlaku. Menggunakan standar pendidik dari Lembaga Pendidikan Primagama. Menggunakan standar sarana berupa Panduan Belajar per paket dan per unit pengajaran. Menggunakan standar pembiayaan tahunan Kelebihan Homeschooling Primagama. Didukung oleh manajemen Primagama, yang telah berpengalaman lebih dari 27 tahun di bidang pendidikan Metode Pembelajaran yang baru, yang akan menjadi trend pendidikan di Indonesia Konsumen dari kalangan menengah keatas yang mempunyai daya beli yang lebih Peluang Pasar. Peluang pasar sangat luas karena jumlah penduduk Indonesia yang sangat padat dengan mobilitas yang tinggi Metode pendidikan yang tengah menjadi trend di Indonesia. Peserta didik mulai SD, SMP, SMA/SMK. Kejenuhan masyarakat akan sistem pendidikan konvensional di sekolah. Kebijakan UAN yang ketat, dimana banyak siswa yang berpotensi gagal UAN, dan memilih Homeschooling sebagai jalur pendidikan alternatif yang tepat. Banyaknya siswa berbakat diluar bidang akademik namun tidak mampu diakomodasi oleh sekolah-sekolah biasa.

Sifat Bisnis. Hak kelola untuk satu cabang satu kota (area market luas) Bisnis di bidang pendidikan yang dibutuhkan masyarakat sepanjang jaman. Bisnis dengan cash flow di depan, variatif dan sangat menguntungkan. Bisnis yang tidak lapuk oleh jaman, karena pendidikan sudah menjadi bagian penting hidup manusia dan akan tetap ada sepanjang jaman Keunggulan dibanding dengan kompetitior. Berpengalaman mengelola bisnis pendidikan lebih 34 tahun. Mempunyai nama besar yang sudah dikenal publik. Mempunyai system bisnis maupun pendidikan yang sudah jelas. Telah lama berpengalaman mengelola bisnis Pendidikan Penghargaan Berpengalaman mengelola bisnis pendidikan lebih 34 tahun. Mempunyai nama besar yang sudah dikenal publik. Mempunyai system bisnis maupun pendidikan yang sudah jelas. Telah lama berpengalaman mengelola bisnis Pendidikan Dukungan Sistem dan Manajemen. System operasional outlet mudah dijalankan. SOP dalam bentuk buku panduan yakni panduan akademik, peralatan, fisik bangunan, administrasi dan akuntansi. Diberikan training untuk investor dan staff. Prosedur dan Biaya Franchise 1. Memiliki beberapa alternatif Rumah atau Ruko untuk di Survey. 2. Memberikan kepastian dengan tanda jadi 10% dari Franchise Fee. 3. Biaya Survey Rp 2.000.000,- (dua juta rupiah). 4. Franchise Fee Rp 100.000.000,- (Seratus juta rupiah) untuk 5 tahun / kota. 5. Merenovasi outlet dengan dikonsultasikan dan memasang peralatan. 6. Royalty Fee terdiri atas: - 10% dari Total Uang Pangkal

- 5% dari Total Uang SPP/bulan Prakiraan Investasi. - Franchise Fee Rp 100.000.000,- - Biaya Survey Rp 5.000.000,- - Sarana Belajar dan Perlengkapan Rp 20.000.000,- - Sewa Gedung dan Renovasi Rp 65.000.000,- - Marketing Rp 37.000.000,- - Lain lain Rp 10.000.000,- - Total Investasi Rp 237.000.000,- Jenis Pendapatan. - Uang Pendaftaran. - Uang SPP per Bulan. - Uang Pangkal. - Uang Kegiatan per Semester. - Uang Ujian, tiap akhir periode. Segera Hubungi Homeschooling Primagama JL.Langensari 43 Pengok-Gondokusuman, Yogyakarta Telp : (0274) 5512160, 082225988387, 082221474174 www.homeschooling-primagama.com.id