BAB III METODE PENELITIAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis Kelamin : Laki-Laki TTL : Bandung, 10 Februari 1999

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODELOGI PENELITIAN. Penelitian ini bertujuan memperoleh gambaran yang objektif tentang

E-JUPEKhu(JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

EFEKTIVITAS PENGGUNAAN PERMAINAN KARTU BERGAMBAR

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Langkah pertama dalam pengambilan data ialah melakukan pengukuran

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian eksperimen

BAB III METODE PENELITIAN

E-JUPEKhu(JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Hasil penelitian mengacu pada indikator penelitian berupa (1) Kemampuan

BAB III METODE PENELITIAN. Secara umum metode penelitian diartikan sebagai cara ilmiah untuk

BAB III METODE PENELITIAN. Variabel bebas dan Variabel terikat ( target behavior )

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian merupakan cara ilmiah yang digunakan oleh peneliti untuk

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Skor hasil penelitian adalah perolehan data dari seluruh rangkaian

BAB III METODE PENELITIAN

X₁ X₂ X₃ X₄ X₅... O₁ O₂ O₃ O₄ O₅ O₁ O₂ O₃ O₄ O₅... O₁ O₂ O₃ O₄ O₅ Baselin1 (A1) Intervensi (B) Baseline (A2)

BAB III METODE PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian

BAB III MEDOTE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. terikat yang memiliki keterkaitan satu sama lain. Variabel (dalam Sunanto, J.,

E-JUPEKhu(JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS) UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERJALAN ANAK CEREBRAL PALSY (CP) TIPE SPASTIK MELALUI BERMAIN DI AIR

DAFTAR ISI. Pernyataan... i Kata Pengantar... ii Abstrak... vi Daftar Isi... vii Daftar Gambar... x Daftar Tabel... xi Daftar Grafik...

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah rancangan Case Experimental

BAB III METODE PENELITIAN. Menurut Sugiyono (2011: 61) variabel ini sering disebut stimulus,

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. tunggal (single subject research), yaitu penelitian yang dilaksanakan pada subyek

1) Langkah pertama tempelkan spons dan potongan plat.

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. metode penelitian tunggal yang dikenal dengan istilah single subject research

BAB II KETERAMPILAN SOSIAL ANAL TUNAGRAHITA RINGAN DAN LATIHAN OLAH VOKAL DALAM BERNYANYI...

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam melaksanakan suatu penelitian diperlukan adanya suatu metode yang akan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. termasuk dalam penelitian subjek tunggal. Variabel merupakan atribut atau

BAB III METODE PENELITIAN. eksperimen, karena penelitian ini dilakukan dengan maksud untuk melihat

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. tepat, ketepatan ini akan menjadikan kualitas penelitian menjadi baik. Terdapat dua

BAB III METODE PENELITIAN

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

BAB III METODE PENELITIAN. Tempat Tanggal Lahir:Bandung, 21 April : III (Tiga) SDLB Purnama Asih Bandung

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. melalui pengamatan selama proses pembelajaran berlangsung. Waktu

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan B. Saran DAFTAR PUSTAKA... 70

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini terdiri dari dua variabel yaitu : 1. Media Animasi Komputer MANTAP

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. a. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah media tabel bilangan. Media

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

BAB III METODE PENELITIAN

THE EFFECT OF THE PICTORIAL NUMERIC CARD MEDIA TOWARD IMPROVEMENT OF THE SUMMATION COMPUTATION ABILITY FOR STUDENT WITH INTELLECTUAL DISSABILITY

BAB III METODE PENELITIAN

Transkripsi:

BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Tempat yang digunakan untuk memperoleh data, informasi, keterangan, dan hal-hal lain yang dibutuhkan dalam pelaksanaan penelitian ini adalah di SLB-A YKAB Surakarta yang beralamatkan di Jalan HOS Cokroaminoto No. 43 Jagalan, Jebres, Surakarta. SLB-A YKAB Surakarta merupakan lembega pendidikan yang tidak hanya menerima dan melayani pendidikan bagi peserta didik dengan hambatan/gangguan penglihatan (tunanetra), namun juga menerima dan melayani pendidikan bagi anak dengan hambatan/gangguan intelektual/mental (tunagrahita). 2. Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2015/2016. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan melalui tiga tahap. Adapun rincian waktu dan tahapan-tahapan tersebut adalah sebagai berikut: a. Tahap Persiapan Tahap persiapan, meliputi: pengajuan judul, penyusunan proposal, penyusunan skripsi BAB I, II, dan III, validasi instrumen sertaa mengurus perijinan penelitian yang akan dilaksanakan pada bulan November 2015 Februari 2016. b. Tahap Pelaksanaan Tahap pelaksanaan penelitian, meliputi: kegiatan pengukuran atau pengambilan ata untuk masing-masing fase pengukuran yang terdiri dari fase baseline 1, fase intervensi 1, dan fase baseline 2 yang akan dilaksanakan bulan Maret April 2016. c. Tahap Penyelesaian Tahap penyelesaian meliputi pengolahan data dan penyusunan laporan penelitian yang akan dilakukan pada bulan April 2016. 30

31 B. Desain Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Eksperimen adalah suatu cara untuk mencari hubungan sebab akibat antara dua faktor yang sengaja ditimbukan oleh peneliti. Eksperimen selalu dilakukan dengan maksud untuk melihat akibat dari suatu perlakuan (Arikunto, 2010: 9). Metode Eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode subjek tunggal atau Single Subject Research (SSR). Menurut Sugiyono (2012: 109) Eksperimen Subjek-Tunggal adalah penelitian dengan subjek atau partisipan tunggal yang hasil eksperimennya disajikan dan dianalisis berdasarkan subjek secara individual. Pendapat lainnya menyatakan bahwa Eksperimen Subjek-Tunggal adalah eksperimen yang digunakan untuk mengubah satu variabel tertentu dengan menggunakan perlakuan atau treatment (Wiersma: 2000: 141). Selanjutnya Sunanto (2005: 54) membagi dua kategori dalam desain penelitian eksperimen subjek tunggal, yaitu: 1. Desain revelsal yang terdiri dari tiga macam yaitu a. Desain A-B b. Desain A-B-A c. Desain A-B-A-B 2. Desain multiple baseline yang terdiri dari a. Multiple baseline cross condotion b. Multiple baseline cross variables c. Multiple baseline cross subjects Penelitian ini menggunakan desain A-B-A. Pada desain A-B-A, langkah pertama adalah mengumpulkan data target behavior pada kondisi baseline pertama (A1), kemudian diberikan intervensi (B1), kemudian dilakukan pengukuran pada kondisi baseline kedua (A2). Penambahan kondisi baseline kedua (A2) dimaksudkan sebagai kontrol untuk fase intervensi sehingga memungkinkan untuk menarik kesimpulan adanya hubungan fungsional antara variabel bebas dan variabel terikat.

32 1. Baseline 1 (A1) Baseline 1 adalah kondisi kemampuan anak dalam mengerjakan tes IPS materi jenis-jenis usaha perekonomian dalam masyarakat tanpa menggunakan media pembelajaran permainan kartu bergambar. 2. Intervensi 1 (B) Intervensi 1 adalah pengukuran kemampuan anak dalam mengerjakan tes IPS materi jenis-jenis usaha perekonomian dalam masyarakat dengan menggunakan media pembelajaran permainan kartu bergambar. 3. Baseline 2 (A2) Pengulangan kondisi baseline 2, pengukuran kemampuan anak dalam mengerjakan tes IPS materi jenis-jenis usaha perekonomian dalam masyarakat tanpa menggunakan media pembelajaran permainan kartu bergambar, serta dengan menggunakan soal berbeda namun dengan tingkatan yang sama. C. Populasi dan Sampel 1. Populasi Menurut Sugiyono (2012: 80) populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulan. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa tunagrahita kelas IX di SLB-A YKAB Surakarta tahun pelajaran 2015/2016. 2. Sampel Menurut Sugiyono (2012: 81) sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki populasi. Adapun sampel penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IX yang berjumlah 2 orang. Menurut Sugiyono (2012: 85) untuk menentukan subjek dalam penelitian ini, digunakan teknik sampling jenuh yaitu teknik penentuan sampel dengan mengambil semua jumlah populasi untuk dijadikan sampel.

33 D. Pengumpulan Data Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini berupa informasi tentang prestasi belajar IPS anak tunagrahita kelas IX semester II di SLB-A YKAB Surakarta saat mengikuti pelajaran IPS di kelas. Sebagai data awal untuk membuat perencanaan penelitian diperoleh dengan menggunakan tes mengenai pelajaran IPS dan data diperoleh menggunakan teknik tes. Menurut Arikunto (2006: 150) Tes adalah rangkaian beberapa pertanyaan atau latihan atau alat lain yang digunakan untuk mengukur ketrampilan yang dimiliki oleh suatu individu atau kelompok. Mengenai bentuk-bentuk tes, Nurkancana dalam Dimyati (2013: 73-76) mengemukakan bahwa bentuk tes ada 2 macam, yaitu: 1. Tes Objektif Tes objektif adalah tes yang terdiri dari butir-butir soal (item) yang dijawab oleh testee dengan jalan memilih salah satu atau lebih diantara beberapa kemungkinan jawaban yang telah dipasangkan pada masing-masing item dengan cara memberikan tanda silang, atau melingkari serta mengisi atau melengkapi soal tes. Jenis tes objektif ada empat macam, antara lain: a. Tes Benar-Salah Dalam tes berbentuk Benar-Salah (B-S) testee tinggal memberikan tanda silang pada jawaban B bila benar dan S bila salah dalam memberikan jawaban. b. Pilihan Ganda Pada umumnya tes pilihan ganda memiliki empat buah opsi jawaban, yaitu A, B, C, dan D. Peserta tes diminta memberikan lingkaran atau tanda silang pada opsi yang dianggap benar. c. Menjodohkan Tes berbentuk menjodohkan dalam penyusunan soalnya dibuat dua kolom secara paralel, yaitu kolom soal dan kolom jawaban. Kolom soal pada umumnya ditulis pada bagian kiri dan kolom jawaban ditulis pada bagian kanan.

34 d. Melengkapi Pada tes berbentuk melengkapi, testee tinggal melengkapi item soal yang belum lengkap saja. 2. Tes Uraian Tes uraian merupakan tes yang berbentuk pernyataan atau perintah yang menuntut testee untuk memberikan penjelasan, komentar yang umumnya berupa kalimat yang cukup panjang. Dari beberapa macam bentuk tes tersebut peneliti menggunakan tes obyektif berbentuk pilihan ganda untuk mengukur prestasi belajar pelajaran IPS pada anak tunagrahita kelas IX SLB-A YKAB Surakarta. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Jenis-jenis usaha perekonomian yang ada di masyarakat. Jumlah soal yaitu 20 soal pilihan ganda dimana soal akan dibagi menjadi dua, pada tes baseline pertama anak akan mengerjakan 10 soal dan pada pengukuran baseline ke dua anak akan mengerjakan 10 soal yang berbeda namun dengan tingkatan yang sama. Terdapat 4 buah pilihan jawaban (a,b,c, dan d) anak akan diminta memilih salah satu jawaban yang sesuai. Adapun kisi-kisi soal yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Tabel 3.1. Kisi-Kisi Instrumen Tes Standar Kompetensi Memahami kegiatan ekonomi di Indonesia Kompetensi Dasar Mengenal berbagai jenis usaha perekonomi an dalam masyarakat Materi Jenis-jenis usaha dalam bidang pertanian, industri, perdagangan dan jasa Indikator 1. Mengenali berbagai jenis usaha dalam bidang pertanian, industri, perdagangan dan jasa. 2. Menyebutkan contoh jenis usaha dalam bidang pertanian, industri, perdagangan dan jasa. 3. Memadankan contoh jenis-jenis usaha sesuai dengan jenisnya, baik usaha dalam bidang pertanian, industri, perdagangan maupun jasa. Jumlah Soal 6 6 8 No soal 1,4,8,13, 17,18 2,7,10, 15,19,20 3,5,6,9, 11, 12, 14, 16

35 Cara menjawab soal tes yang diberikan yaitu dengan cara menuliskan salah satu jawaban yang dianggap benar (A/B/C/D) pada lembar jawaban yang telah disediakan. Sedangkan sistem penilaian yang digunakan untuk menghitung hasil jawaban siswa dalam menyelesaikan soal tes adalah sebagai berikut: 1. Jika siswa menjawab benar, untuk tiap nomor: nilainya 10 2. Jika siswa menjawab salah, untuk tiap nomor: nilainya 0 3. Jumlah keseluruhan skor / nilai maksimal: 100 4. Nilai akhirnya adalah keseluruhan nilai perolehan. E. Validasi Instrumen Penelitian Menurut Sukmadinata (2006: 228) Suatu instrumen dikatakan valid atau memiliki validitas jika instrument tersebut benar-benar mengukur aspek atau segi yang akan diukur. Hal tersebut sesuai dengan pernyataan Suryabrata (2014:60) bahwa validitas instrument didefinisikan sejauh mana instrument itu merekam/mengukur apa yang dimaksudkan untuk direkam/diukur. Terdapat beberapa macam validitas menurut Sugiyono (2012: 125-129), diantaranya yaitu validasi konstruksi, validitas isi, dan validitas eksternal. Dalam penelitian ini akan menggunakan validitas isi untuk mengetahui instrumen tes soal mengenai kemampuan anak tunagrahita dalam pelajaran IPS materi jenis-jenis usaha perekonomian dalam masyarakat. Menurut Sugiyono (2012: 129) untuk instrumen yang berbentuk tes, pengajian validitas isi dapat dilakukan dengan memandingkan antara isi instrumen dengan materi pelajaran yang telah diajarkan. Secara teknis pengujian validitas isi dapat dibantu dengan menggunakan kisi-kisi instrumen atau matrik pengembangan instrumen. Dalam kisi-kisi itu terdapat variabel yang diteliti, indikator sebagai tolak ukur dan nomor butir (item) pertanyaan atau pernyataan yang telah dijabarkan dari indikator. Dengan adanya kisi-kisi instrumen itu maka pengujian validitas dapat dilakukan dengan mudah dan sistematis. Selanjutnya untuk menguji validitas butir-butir instrumen lebih lanjut, maka selanjutnya dikonsultasikan dengan ahli yang sesuai dengan materi yang akan dibuat soal tes.

36 Adapun instrument penelitian disusun berdasarkan kisi-kisi soal tentang materi jenis-jenis kegiatan ekonomi dalam masyarakat. Kemudian instrument diujikan kepada empat ahli untuk mengetahui validitas instrument yang akan diujikan. Adapun nama-nama validator instrumen tes yang digunakan adalah sebagai berikut: Tabel 3.2. Validator Instrumen Tes No Nama Job Description Pekerjaan Validator konsrtuk Dosen Pendidikan Luar Erma Kumala Sari, 1 dan media Biasa, Universitas S.Pd., M.Psi Sebelas Maret Validator konstruk Dosen Pendidikan Luar 2 Sugini, S.Pd., M.Pd dan media BIasa, Universitas Sebelas Maret Validator dalam Dosen Pendidikan Luar Dewi Sri Rejeki, S.Pd., 3 bidang ABK Biasa, Universitas M.Pd (tunagrahita) Sebelas Maret Validator materi IPS Guru Mapel IPS, SLB-A 4 Suwoto, S.Pd YKAB Surakarta Hasil validasi instrumen yang telah dilakukan yaitu pada validator dalam bidang ABK dan materi menyatakan bahwa instrumen tes dapat digunakan tanpa adanya revisi, sedangkan pada segi konstruk memperoleh hasil instrumen dapat digunakan dengan sedikit revisi. Adapun media pembelajaran berupa kartu bergambar yang juga divalidasi memperoleh hasil media sudah dapat digunakan untuk penelitian dan sudah sesuai dengan karakteristik anak tunagrahita. F. Analisis Data Teknik analisis data merupakan cara yang digunakan dalam mengolah data, serta menganalisis data yang telah terkumpul untuk membuktikan hipotesis yang diajukan. Dalam penelitian ini analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis yang penulis ajukan tentang efektivitas permainan kartu bergambar terhadap prestasi belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) adalah dengan menggunakan analisis statistik deskriptif. Dimana menurut Sugiyono (2012: 147) Statistik deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data

37 dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi. Adapun dalam penelitian ini analisis statistik deskriptif dilakukan dengan mendeskripsikan ada tidaknya pengaruh sebelum dan sesudah adanya perlakuan, data yang dianalisis dengan menggunakan analisis visual grafik, yaitu dengan cara memplot data-data ke dalam grafik, kemudian data tersebut dianalisis berdasarkan komponen-komponen pada setiap kondisi (A-B-A) dengan langkah-langkah seperti yang disebutkan oleh Sunanto (2005: 93-117) sebagai berikut : 1. Analisis Data Dalam Kondisi Analisis perubahan dalam kodisi adalah analisis perubahan dalam suatu kondisi. Komponen yang akan dianalisis dalam kondisi ini meliputi: a. Panjang kondisi Panjang kondisi dilihat dari banyaknya data point atau skor pada setiap kondisi. Seberapa banyak data point yang harus ada pada setiap kondisi tergantung pada masalah penelitian dan intervensi yang diberikan. b. Estimasi Kecenderungan arah Kecenderungan arah grafik menunjukkan perubahan pada setiap sesi. Ada tiga macam kecnderungan arah grafik yaitu meningkat, mendatar dan menurun. Untuk menentukan kecenderungan arah dapat ditempuh dengan dua metode, pertama metode tangan bebas (freehand). Dan yang kedua metode belah tengah (split-middle) yaitu kecenderungan arah grafik ditentukan berdasarkan nilai tengah (median) dari data point ordinalnya. c. Kecenderungan stabilitas (level stability) Menentukan kecenderungan kestabilan dapat dihitung dengan cara sebagi berikut : Tentukan rentang stabilitas, yaitu menggunakan kriteria stabilitas sebesar 15 % dengan rumus : Rentang Stabilitas = skor tertinggi x kriteria stabilitas. Mengitung mean level, yaitu semua skor dijumlahkan dan di bagi banyak poin. Menentukan batas atas dengan cara mean level ditambah setengah rentang stabilitas. Batas bawah dengan cara mean level dikurangi setengah

rentang stabilitas, tentukan persentase stabilitas yang berada dalam rentang stabilitas dengan cara : 38 Persentase stabilitas = banyaknya data poin yang ada dalam rentang : banyaknya data Jika persentase stabilitas sebesar 85% sampai dengan 90% disebut stabil. Jika kurang dari 85% disebut tidak stabil. d. Jejak data (data path) Menentukan kecenderungan jejak data sama dengan cara menetukan kecenderungan arah. Sehingga hasilnya sama seperti kecenderungan arah. e. Level stabilitas dan Rentang Menurut Juang Sunanto (2005), menyebutkan jika rentang datanya kecil, maka data dikatakan stabil. Secara umum 85%-90% data dikatakan stabil, sedangkan di bawah itu dikatakan tidak stabil. Untuk menentukan tingkat dan rentang stabilitas yaitu dengan rumus : Jumlah titik data dalam range x 100% Jumlah titik data f. Perubahan level Tingkat perubahan data dalam suatu kondisi merupakan selisih antara data pertama dengan data terakhir. Cara menghitungnya yaitu dengan cara menghitung selisih kedua data dan tentukan arahnya menaik atau menurun, serta beri tanda (+) jika membaik, (-) memburuk, dan (=) jika tidak ada perubahan. Cara mencari perubahan level yaitu sebagai berikut: Perubahan level = data yang besar data yang kecil

39 2. Analisis Antar Kondisi Analisis antar kondisi dapat dimulai apabila data stabil dan harus mendahului kondisi yang akan dianalisis. Komponen dalam melakukan analisis antar kondisi yaitu meliputi: a. Menentukan banyak variabel yang berubah. b. Menentukan kecenderungan arah c. Menetukan perubahan kecenderungan stabilitas. d. Menentukan level perubahan. e. Menentukan persentase overlap data kondisi A dan B. Overlape artinya data yang sama pada dua kondisi (baseline dan intervensi). G. Prosedur Penelitian Hasil analisis data dijadikan acauan untuk menarik kesimpulan antara variabel bebas dan variabel terikat. Selanjutnya seluruh kegiatan penelitian dilaporkan dalam laporan kegiatan dari kegiatan awal sampai kesimpulan yang didapat dengan sistematika penulisan yang sesuai dengan standar penulisan skripsi. Adapun prosedur penelitian adalah sebagai berikut: 1. Tahap Pra Lapangan a. Menentukan topik masalah penelitian dan mengajukan judul. b. Menentukan subjek penelitian dan lokasi penelitian. c. Membuat proposal penelitian sampai mendapat persetujuan dari pembimbing I dan II. d. Menyiapkan surat perijinan penelitian yang diajukan kepada pihak tempat penelitian yaitu di SLB-A YKAB Surakarta. 2. Tahap Pelaksanaan Lapangan a. Persiapan 1) Membuat materi ajar 2) Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 3) Membuat alat pengumpul data

40 4) Membuat bahan ajar berupa kartu bergambar dan soal yang akan digunakan saat pemberian perlakuan menggunakan permainan kartu bergambar. b. Pengumpulan data 1) Baseline 1 Baseline 1 merupakan langkah awal yang dilakukan peneliti dalam pengumpulan data untuk mengetahui kemampuan awal siswa yaitu dengan memberikan tes secara langsung setelah sebelumnya menyampaikan materi. Kondisi baseline dilakukan selama tiga sesi dengan waktu 30 menit untuk masing-masing sesi, skor yang diperoleh akan dijadikan sebagai data baseline 1 (A1). 2) Intervensi Tahap intervensi ini tes diberikan setelah pembelajaran dilakukan dengan menggunakan permainan kartu bergambar. Tahap intervensi dilakukan sebanyak empat sesi dengan waktu 70 menit untuk masingmasing sesi. Skor yang diperoleh siswa setelah mengerjakan tes pada intervensi digunakan sebagai data intervensi (B). 3) Baseline 2 Pengumpulan data selanjutnya peneliti melakukan pengulangan tahap baseline dengan soal yang berbeda namun dengan tingkatan yang sama. Kondisi baseline dilakukan selama tiga sesi dengan waktu 30 menit untuk masing-masing sesi. Skor yang diperoleh siswa akan digunakan sebagai data baseline 2 (A2). 3. Tahap Analisis Data Tahap ini dilakukan dengan menganalisis data yang diperoleh dari perlakuan baseline 1 (A1), intervensi (B), dan baseline 2 (A2). Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu statistik deskriptif komparatif, disertai analisis visual grafik. 4. Tahap Penyusunan Laporan Setelah melalui tahap analisis data, tahap yang selanjutnya akan dilakukan adalah menyusun laporan hasil dari penelitian yang sudah dilakasanakan.